Anda di halaman 1dari 3

LOGO

PENANDAAN OPERASI
(SITE MARKING)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman

308.03.274 00 1/2

Ditetapkan
STANDAR Tanggalterbit : Direktur Utama,
PROSEDUR
OPERASIONAL 7 Juli 2013
Dr. .................................
NBM …………………………
Pengertian Suatu tindakan penandaan tempat/lokasi pembedahan yang
dilakukan oleh dokter operator sebelum operasi.

Tujuan Mencegah kesalahan tempat tindakan operasi

Kebijakan Keputusan Direktur No. 003/SK/RS XXX/I/2013, tentang Kebijakan


Kepastian Tepat pasien, Tepat prosedur, Tepat lokasi tindakan dan atau
operasi Rumah Sakit XXX

Prosedur A. Persiapan
1. Petugas:
a. Periksa kerapihan pakaian seragam
b. Periksa kelengkapan atribut
1). Perawat
2). DPJP

2. Alat-alat :
a. Status rekammedispasien
b. FormulirInformed Consent
c. Alat tulis
d. Surgical marking pen (buru/hitam/merah)
B. Pelaksanaan
1. Siapkan alat-alat untuk pelaksanaan tindakan
2. Ucapkan salam (Assalamu’alaikum,wr.wb)
3. Sebut nama dan peran anda
“ Saya (nama), saya sebagai perawat penanggungjawab
terhadap perawatan Bapak/Ibu saat ini”
4. Informasikan pada pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan
“ Bapak/ibu, sesuai dengan rencana operasi ,
bapak/ibu/sdr. Akan menerima penjelasan dari dokter
yang berkaitan dengan penyakit dan prosedur operasi
dari
LOGO
PENANDAAN OPERASI
(SITE MARKING)

No. Dokumen : No. Revisi Halaman

308.03.274 00 2/2

Prosedur dokter. Kemudian dokter akan memberi tanda pada


tempat yang akan dilakukan operasi dengan kode /inisial
dokter

5. Ketentuan Site marking :


a. Site marking dilakukan di bangsal sebelum operasi
dilakukan
b. Site marking dilakukan oleh dokter operator
c. Melibatkan pasien dengan menjelaskan tujuan
pemberian tanda
d. Penandaan dilakukan dengan menuliskan inisial dokter
, misal dr. Djoko Dlidir di beri kode “DD” pada lokasi
yang akan di operasi, petugas memberi tanda pada
gambar seperti terlampir.
e. Tidak di rekomendasikan penandaan yang
membingungkan, misal dengan tanda /simbol seperti
X, +, V, O.
f. Penandaan dilakukan bersamaan dengan
penandatanganan informed consent setelah pasien
memperoleh informasi dari dokter operator
g. Penandaan dilakukan pada semua kasus yaitu pada
pasien yang akan menjalani operasi, kecuali organ
tunggal dan bayi
Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap
2. Instalasi Gawat Darurat
3. Instalasi Intensive Care
4. High Care Unit (HCU)
5. Instalasi Rawat Jalan
6. DPJP.
LOGO
PENANDAAN OPERASI
(SITE MARKING)

No. Dokumen : No. Revisi Halaman

308.03.274 01 3/3

Prosedur Akan dilakukan operasi pada organ ganda dan multiple level
(tulang belakang), kecuali bayi karena akan mengakibatkan
tatto permanen.
7. Penandaan tidak dilakukan pada kasusu organ tunggal, kasus
intervensi seperti pada pemasangan kathter jantung, juga pada
operasi yang melibatkan gigi.

Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Gawat Darurat
4. ICU/ICCU/HCU
5. DPJP.-