Anda di halaman 1dari 32

LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah mengarahkan bahwa pelaksanaan pemerintahan harus berdayaguna,
berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab. Pelaksanaanlebih lanjut didasarkan atas
Peraturan Menteri Pendayagunaan AparaturNegara dan Reformasi Birokrasi Repulik
Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Riview Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan
Perjanjian Kinerja.
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajibansuatu
instansipemerintahuntuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan
pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik.
Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Dinas Pendidikan
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu
melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan
peran serta fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sebagai sub
sistem dari sistem Pemerintahan Daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat.
Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan,
Capaian, Tujuan dan Sasaran Pembangunan yang dilakukan tidak hanya
mempertimbangkanvisidan misi daerah, melainkan kondisitasnya dengan tujuandan
sasaran yang ingin dicapai pada lingkup pemerintahan Kota, Provinsi dan Nasional.
Terwujudnyasuatu tata pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan
semua pihak. Berkenaan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan system
pertanggung jawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan
Pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna,
bersihdan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).Sejalan
dengan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentangpenyelenggaran negara
yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dannepotismemaka di terbitkan Peraturan
Presiden No. 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Dalam salah satu pasal dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa azas – azas

DINAS_PENDIDIKAN_2017 1
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

umum penyelenggaraan Negara meliputi kepastian hukum, azas tertib penyelenggaraan


negara, azas kepentingan umum, azas keterbukaan, azas proporsionalitas dan
profesionalitassertaakuntabilitas.Azasakuntabilitas adalah setiap kegiatan dan hasil akhir
dari kegiatan penyelenggara negara harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat atau
rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
(LKIP).Penyusunan LKIP Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun
2017 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatanyang
dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja
utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan.
1.2 Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan No. 13Tahun
2009 tentang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Pangkajene
dan Kepulauan,Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mempunyai tugas
dan kewajiban MembantuBupati dalam bidang Pendidikan. Dalam menyelenggarakan
tugas danBupati dalam bidang Pendidikan. Dalam menyelenggarakan tugas dan

1. Kepala Dinas

a. Dinas Pendidikan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas mempunyai tugas membantu
Bupati melaksanakan sebagian kewenangan urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan
asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pendidikan, yang menjadi tanggung jawab
dan kewenangannya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

b. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

1) Perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan, olahraga dan pemuda berdasarkan


ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Pendidikan;
3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangannya;
4) Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian,
perlengkapan dan peralatan;
5) Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas;

DINAS_PENDIDIKAN_2017 2
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

6) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
2. Sekretariat
a. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas membantu
melaksanakan pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan,
kepegawaian, perlengkapan, perencanaan dan pelaporan..

b. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Sekretariat mempunyai fungsi :

1) Pengoordinasian, sinkronisasi dan integrasi kegiatan Dinas Pendidikan;


2) Pengoordinasian perencanaan dan tugas Dinas Pendidikan;
3) Pengoordinasian pelaksanaan tugas Dinas Pendidikan dan penyusunan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Pengoordinasian perencanaan dan
tugas Dinas Pendidikan;
4) Pengoordinasian kerjasama Dinas Pendidikan dengan instansi terkait;
5) Pembinaan pelayanan administrasi dan ketatalaksanaan, ketatausahaan, kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dan rumah tangga.
c. Dalam pelaksanaan tugasnya Sekretaris dibantu oleh Kepala Sub Bagian Umum dan
Kepegawaian, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan dan Kepala Sub Bagian
Keuangan.

3. Bidang Pendidikan Dasar

a. Bidang Pendidikan Dasar dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas
membantu Kepala Dinas dalam penyelenggaraan Pendidikan di bidang Pendidikan Dasar,
meliputi penetapan kebijakan, pembiayaan, kurikulum, sarana dan prasaran pendidikan,
pendidk dan tenaga kependidikan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai
kewenangannya

b. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Bidang Pendidikan Dasar mempunyai fungsi :

1) Penetapan kebijakan dan perencanaan operasional pendidikan dasar baik negeri


maupaun swasta sesuai kebijakan nasional dan provinsi;
2) Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dasar;
3) Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dasar sesuai kewenangannya;
4) Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan dasar sesuai kewenangannya;

DINAS_PENDIDIKAN_2017 3
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

5) Pengordinasian dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan


dasar;
6) Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan
dasar;
7) Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan
dasar, pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana dan penggunaan buku pelajaran;
8) Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kewenangannya;
9) Pengangkatan, penempatan, dan pemindahan serta pemberhentian pendidik dan
tenaga pendidikan;
10) Peningkatan kesejahteraan, pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga
kependidikan;
11) Pengendalian mutu pendidikan yang meliputi penilaian hasil belajar, evaluasi dan
penjaminan mutu pendidikan dasar;
c. Dalam pelaksanaan tugasnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dibantu oleh Kepala
Seksi Kurikulum, Kepala Seksi Tenaga Teknis dan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana.

4. Bidang Pendidikan Menengah, Kejuruan dan Agama


a. Bidang Pendidikan Menengah, Kejuruan dan Agama dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang, mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam Penyelenggaraan Pendidikan
dibidang Pendidikan Menengah, baik Negeri maupun Swasta, meliputi penetapan
kebijakan, pembiayaan, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, pendidik dan tenaga
kependidikan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai kewenanganya.
b. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Bidang Pendidikan Menengah, Kejuruan dan
Agama mempunyai fungsi :

(1) Penetapan kebijakan dan perencanaan operasional pendidikan menengah baik


negeri maupaun swasta sesuai kebijakan nasional dan propinsi;

(2) Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan menengah;

(3) Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan menengah sesuai


kewenangannya;

(4) Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan menengah sesuai kewenangannya;

(5) Pelaksanaan sosialisasi kerangka menengah dan struktur kurikulum pendidikan


menengah;
DINAS_PENDIDIKAN_2017 4
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

(6) Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan
menengah, pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana dan penggunaan buku
pelajaran;

(7) Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kewenangannya;

(8) Pengangkatan, penempatan, dan pemindahan serta pemberhentian pendidik dan


tenaga kependidikan;

(9) Peningkatan kesejahteraan, pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga


kependidikan;

(10) Pengendalian mutu pendidikan yang meliputi penilaian hasil belajar, evaluasi dan
penjaminan mutu pendidikan menengah.

c. Dalam pelaksanaan tugasnya, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Kejuruan dan


Agama dibantu oleh Kepala Seksi Kurikulum, Kepala Seksi Tenaga Teknis dan Kepala
Seksi Sarana dan Prasarana.

5. Bidang Pendidikan Non Formal

a. Bidang Pendidikan Non Formal dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas
membantu Kepala Dinas dalam penyelenggaraan pendidikan di bidang Pendidikan Non
Formal dan Pra Sekolah, meliputi penetapan kebijakan, pembiayaan, kurikulum, sarana
dan prasarana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dan pengendalian mutu
pendidikan sesuai kewenangannya.
b. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Bidang Pendidikan Non Formal dan Pra
Sekolah mempunyai fungsi :

1) Penetapan Kebijakan dan perencanaan operasional pendidikan Non Formal dan Pra
Sekolah baik Negeri maupaun Swasta sesuai kebijakan Nasional Propinsi;

2) Pengelolaan dan penyelenggaraan Pendidikan Non Formal dan Pra Sekolah;

3) Penyediaan Bantuan biaya penyelenggaraan Pendidikan Non Formal dan Pra Sekolah
sesuai kewenangannya;

4) Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan dasar sesuai kewenangannya;

5) Pengordinasian dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan


non formal dan pra sekolah;

DINAS_PENDIDIKAN_2017 5
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

6) Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan non


formal dan pra sekolah;

7) Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan


non formal dan pra sekolah, pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana dan
penggunaan buku pelajaran;

8) Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kewenangannya;

9) Pengangkatan, penempatan, dan pemindahan serta pemberhentian pendidik dan


tenaga kependidikan non formal dan pra sekolah;

10) Peningkatan kesejahteraan, pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga


kependidikan;

11) Pengendalian mutu pendidikan yang meliputi penilaian hasil belajar, evaluasi dan
penjaminan mutu pendidikan non formal dan pra sekolah.

c. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Pra Sekolah
dibantu oleh Kepala Seksi Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini,Kepala Seksi
Pendidikan Kesetaraan dan Kepala Seksi Kursus dan Kelembagaan.

6. Bidang Program dan Pembangunan

a. Dalam pelaksanaan tugasnya Kepala Bidang Program dan Pembangunan dibantu oleh
Kepala Seksi Perencanaan dan Penyusunan Program, Kepala Seksi Pengembangan dan
Pembangunan dan Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

7. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)


a. Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai kedudukan sebagai pelaksana teknis
operasional Dinas.
b. Unit Pelaksana Teknis Dinas dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
c. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan hanya 1
(satu) unit Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berlokasi di Kecamatan Bungoro.
Sanggar Kegiatan Belajar tersebut dipimpin oleh seorang Kepala.

DINAS_PENDIDIKAN_2017 6
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

d. Disamping itu dibentuk juga 13 Unit Pelaksana Teknis di tingkat kecamatan yang
menyelenggarakan fungsi koordinasi administrasi dan kegiatan, serta pembinaan
penyelenggaraan pendidikan di Kecamatan.

8. Kelompok Jabatan Fungsional


a. Kelompok Jabatan Fungsional merupakan kelompok personil non struktural dalam
lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
b. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas 2 kelompok, yaitu: 1) Kelompok Pengawas
Sekolah yang merupakan jabatan fungsional untuk pendidikan formal (sekolah) yang
dikepalai oleh seorang Koordinator Pengawas; dan 2) Kelompok Penilik yang merupakan
kelompok jabatan fungsional pendidikan non formal yang dikepalai oleh seorang
Koordinator Penilik.
c. Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan teknis pendidikan di bidang
keahliannya masing-masing.
d. Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh tenaga fungsional senior selaku Ketua
Kelompok yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
e. Kelompok Jabatan Funsional dapat dibagi ke dalam sub-sub kelompok sesuai dengan
kebutuhan dan masing masing di pimpin oleh seorang tenaga fungsional senior.
f. Jumlah jabatan fungsional berdasarkan sifat, jenis dan beban kerja yang ada.
g. Pembinaan terhadap tenaga funsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

DINAS_PENDIDIKAN_2017 7
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Gambar 2.1
Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kab. Pangkep

DINAS_PENDIDIKAN_2017 8
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

1.3 Landasan Hukum


LKIP DinasPendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2017 ini
disusunberdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang PenyelenggaraanNegara Yang Bersih,
Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007tentang Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah DaerahProvinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota.
5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Nomor:PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan IndikatorKinerja
Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah.
6. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas KinerjaInstansi
Pemerintah.
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan ReformasiBirokrasi Repulik
Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang PetunjukTeknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan tata Cara RiviewLaporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa
Perjanjian KinerjaLaporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa Perjanjian Kinerja.

1.4 Sistematika Penulisan


Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja (LKIP) Dinas Pendidikan Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2016 adalah:
Bab I Pendahuluan
Pada Bab ini menyajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanankepada
aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategicissued) yang sedang
dihadapi organisasi.
BaB II Perencanaan Kinerja
Pada Bab ini berisi ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yangbersangkutan.
BaB III Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja Organisasi
Pada sub Bab ini menyajikan capaian kinerja organisasi untuk setiappernyataan

DINAS_PENDIDIKAN_2017 9
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasilpengukuran kinerja organisasi.


Untuk setiap pernyataan kinerja sasaranstrategistersebut dilakukan analisis capaian kinerja
sebagai berikut:
1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun inidengan tahun
lalu dan beberapa tahun terakhir
3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengantarget jangka
menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaanstrategis organisasi
4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional
5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunankinerja serta
alternative solusiyang telah dilakukan
6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya
7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupunkegagalan
pencapaian pernyataan kinerja).
B. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini menguraikan realisasi anggaran yang digunakan danyang
telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengandokumen Perjanjian
Kinerja.
BaB IV Penutup
Pada Bab ini menginformasikan simpulan umum atas capaian
kinerjaorganisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukanorganisasi
untuk meningkatkan kinerjanya :
Lampiran - Lampiran
1. Perjanjian Kinerja

DINAS_PENDIDIKAN_2017 10
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

BAB II
PERENCANAAN KINERJA

Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan selaku penanggung jawab


system pendidikan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan memiliki kewajiban untuk
menyediakan layananpendidikan bermutu bagi semua masyarakat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menyusun Rencana
Strategis (Renstra) Pendidikan Tahun 2016-2021 yang mengacu pada Misi 2Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun
2016-2021, yaitu “Meningkatkan kecerdasan, profesionalisme dan karakter SDM baik di daratan
maupun pulau-pulau”Misi tersebut selanjutnya disesuaikan denganperkembangan kondisi yang
ada.
1. Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
RPJMD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2016-2021 ditujukan untuk
lebihmemantapkan pembangunan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di segala bidang
dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk
pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi untuk mewujudkan daya saingglobal serta
penguatan daya perekonomian.
Selanjutnya RPJMD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2016-2021
dijabarkan ke dalamRencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
(Renstra Dinas Pendidikan) Tahun 2016-2021.
Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mencakup visi, misi,
tujuanstrategis, sasaran strategis, kebijakan pokok, program jangka menengah, danindikator
kinerja. Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berorientasi pada
hasilyang ingin dicapai dalam waktu lima tahun, yaitu tahun 2016 sampai dengan tahun 2021. Di
dalamnya juga memperhitungkan berbagai potensi, peluang dankendala yang mungkin timbul
dalam rentang waktu tersebut. Selain itu, Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan2016-2021 juga menjadi pedoman bagi semua tingkatan pengelola pendidikan, mulai
dari pemerintah daerah, satuan pendidikan dan masyarakat dalam merencanakan dan
melaksanakan program pembangunan pendidikan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauanserta
mengevaluasi hasilnya.
Penetapan jangka waktu 5 tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggung
jawaban Bupati terkait dengan penetapan/kebijakan bahwaRencana Strategis Dinas Pendidikan

DINAS_PENDIDIKAN_2017 11
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dibuat pada masajabatannya, dengan demikian


akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerahakan menjadi akuntabel.
Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2016 – 2021
diharapkan dapat juga mewujudkan sinkronisasi dengan Renstra Kementerian Pendidikan
Nasional, Bappenas dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai suatusistem
perencanaan pembangunan nasional.

2. 1 Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah


Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2016-2021 adalah:
“Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Mewujudkan Desa Modern yang Produktif dan

Berkarakter menuju Daerah yang Lebih Maju dan Mandiri pada Tahun 2021”
Sedangkan untuk mewujudkan Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala DaerahKabupaten
Pangkajene dan Kepulauan Tahun2016-2021 tersebut di atas dilaksanakan Misi sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya pembangunan dan memanfaatkan keunikan
sebagai kepulauan untuk kesejahteraan masyarakat;
2. Meningkatkan kecerdasan, profesionalisme dan karakter SDM baik di daratan maupun
pulau-pulau;
3. Mengembangkan interkoneksitas dan jejaring sinergis antar wilayah di tingkat nasional,
regional dan internasional berbasis daratan dan pulau-pulau;
4. Menciptakan lingkungan yang kondusif pada eksosistem daratan dan pulau-pulau;
5. Mewujudkan tata pemerintah yang baik pada tatanan daratan dan pulau-pulau
Dari kelima misi tersebut yang terkait dengan pembangunan sektor pendidikan yang
dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah misi kedua
yaitu “Meningkatkan kecerdasan, profesionalisme dan karakter SDM baik di daratan maupun
pulau – pulau” Masing-masing sasaran strategis yang ditetapkan mempunyai indikator
kinerja sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaiannya. Setiap tahun indikator kinerja
diukur tingkat ketercapaiannya.
Dari sisi hasil, misi Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauanmenekankan
pada paradigma pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, pembangunan karakter manusia.
Konsep manusia seutuhnya itu meletakkan manusia sebagai subjek yang memiliki potensi untuk
mengaktualisasikan dirinya secara optimal. Potensi yang dikembangkan mencakup tiga aspek
paling elementer. Pertama, aspekafektif, yang tercermin pada kualitas keimanan dan ketakwaan,
etika danestetika, serta akhlak mulia dan budi pekerti luhur. Kedua, aspek kognitif, yang

DINAS_PENDIDIKAN_2017 12
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

tercermin pada kapasitas berpikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan
ilmu pengetahuan, serta menguasai teknologi. Ketiga, aspek psikomotorik, yang tercermin pada
kemampuan mengembangkan keterampilan teknis dan kecakapan praktis.
Hal-hal tersebut dicapai dengan dengan penyediaan sarana prasarana pendidikan yang
bermutu serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenagakependidikan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menyadari bahwa visi dan misi
tersebut dapat terwujud apabila didukung dengan penerapan tata nilai yang sesuai dan
mendukung usaha-usaha pelaksanaan misi dan pencapaian visi. Tata nilai merupakan dasar
sekaligus arah bagi sikap dan perilaku seluruh pegawai dalam menjalankan tugas. Tata nilai juga
akan menyatukan hati dan pikiran seluruh pegawai dalam usaha mewujudkan layanan prima
pendidikan. Tata nilai yang dimaksud adalah profesional, berkeadilan dan berwawasan
lingkungan.

2.1.1 Tujuan dan Sasaran Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Repulik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan tata Cara Riview Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa Perjanjian
Kinerja dapat direvisi atau disesuaikan dalam hal terjadi kondisi terjadi pergantian atau mutasi
pejabat, perubahan dalam strategi yang mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran
(perubahan program, kegiatan dan alokasi anggaran), perubahan prioritas atau yang berakibat
secara signifikan dalam proses pencapaian tujuan dan sasaran.
Dengan adanya asumsi bahwa indikator dan target yang telah ditetapkansebagian ataupun
seluruhnya dianggap tidak lagi dapat mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan di
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan,
Berikut tabel tujuan, sasaran dan indikator rencana strategis DinasPendidikan Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan:

DINAS_PENDIDIKAN_2017 13
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Tabel. 2.1.1

No Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

Angka Melek Huruf Penduduk Usia 15-24 tahun,


Perempuan dan Laki-laki
Angka Partisipasi Kasar (APK) TK/ PAUD

Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A

Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Paket B

Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A

Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B

Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD/MI/Paket A


Menjamin 5K Layanan
Pendidikan Angka Partisipasi Sekolah (APS) SMP/MTs/Paket B
(Ketersediaan,
Keterjangkauan, Angka Putus Sekolah (APTs) SD/MI
Kualitas, Kesetaraan Meningkatnya
dan Kepastian) bagi Kualiatas
Angka Putus Sekolah (APTs) SMP/MTs
1 seluruh Masyarakat Pendidikan di
Serta Meningkatnya semua Jenjang
Angka Lulus (AL) SD/MI
Kompetensi dan
Profesionalitas Sumber Angka Lulus (AL) SMP/MTs
Daya Manuasia (SDM)
Tenaga pendidik dan Angka melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs
Kependidikan
Angka melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke
SMA/SMK/MA
Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik
Sekolah pendidikan SMP/MTs kondisi bangunan
baik
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah
SD
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah
SMP

Guru yang memenuhi kualifikasi S.1/D-IV

DINAS_PENDIDIKAN_2017 14
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

2.2 Indikator Kinerja Utama Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Tahun 2017
Dalam rangka pengukuran dan peningkatan kinerja serta lebihmeningkatkan akuntabilitaskinerja
Instansi Pemerintah,makasetiap Instansi Pemerintahperlu menetapkan Indikator Kinerja Utama
(IKU).
IKU (Key Performance Indicator) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran
strategis organisasi.Tujuan Penetapan Indikator Kinerja Utama yaitu:
a. Untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan
manajemen kinerja secara baik.
b. Untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis
organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
Berikutini adalah Indikator Kinerja Utama(IKU) Dinas Pendidikan Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan tahun 2016 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Nomor: 800/331/Disdik/2018 Tentang Perubahan
Penetapan Indikator Kinerja Utama Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
tahun 2017 :

INDIKATOR
NO. SASARAN TARGET
KINERJA
1. Meningkatnya Angka Melek
Kualiatas Huruf Penduduk
Pendidikan di Usia 15-24 tahun, 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 15−24 𝑡𝑎𝑕𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑀𝑒𝑙𝑒𝑘 𝐻𝑢𝑟𝑢𝑓
X 100
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 15−24 𝑡𝑎𝑕𝑢𝑛
semua Jenjang Perempuan dan
Laki-laki
Angka Partisipasi
Kasar (APK) TK/ 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕𝑛𝑦𝑎
X 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 4−6 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
PAUD
Angka Partisipasi
Kasar (APK) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕𝑛𝑦𝑎
X 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 7−12 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
SD/MI/Paket A
Angka Partisipasi
Kasar (APK) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕𝑛𝑦𝑎
X 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 13−15 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
SMP/MTs/Paket B
Angka Partisipasi
Murni (APM) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 7−12 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
X 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 7−12 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
SD/MI/Paket A
Angka Partisipasi
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 13−15 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
X 100
Murni (APM) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 13−15 𝑡𝑎𝑕𝑢𝑛

DINAS_PENDIDIKAN_2017 15
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

SMP/MTs/Paket B
Angka Partisipasi
Sekolah (APS) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 7−12 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
X 1000
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 7−12 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
SD/MI/Paket A
Angka Partisipasi
Sekolah (APS) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 13−15 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
X 1000
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 13−15 𝑡𝑎𝑕𝑢𝑛
SMP/MTs/Paket B
Angka Putus
Sekolah (APTs) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑢𝑡𝑢𝑠 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 &𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝐷/𝑀𝐼
X 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑆𝐷/𝑀𝐼𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛 𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎
SD/MI
Angka Putus
Sekolah (APTs) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑢𝑡𝑢𝑠 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 & 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑀𝑃/𝑀𝑇𝑠
X 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑚𝑝 ,𝑚𝑡𝑠 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛 𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎
SMP/MTs
Angka Lulus (AL)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝐿𝑢𝑙𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝐷/𝑀𝐼
X 100
SD/MI 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝐷,𝑀𝐼 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛 𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎

Angka Lulus (AL)


𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝐿𝑢𝑙𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑀𝑃/𝑀𝑇𝑠
X100
SMP/MTs 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑀𝑃,𝑀𝑇𝑠 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛 𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎

Angka
melanjutkan (AM)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝐿𝑢𝑙𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝐷/𝑀𝐼
X 100
dari SD/MI ke 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 1 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑀𝑃/𝑀𝑇𝑠

SMP/MTs
Angka
melanjutkan (AM)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝐿𝑢𝑙𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑆𝑀𝑃/𝑀𝑇𝑠
X100
dari SMP/MTs ke 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 1 𝑆𝑀𝐴 ,𝑀𝐴,𝑆𝑀𝐾

SMA/SMK/MA
Sekolah
pendidikan SD/MI
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑆𝐷/𝑀𝐼 𝑘𝑜𝑛𝑑𝑖𝑠𝑖 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑖𝑘
X 100
kondisi bangunan 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝐷/𝑀𝐼

baik
Sekolah
pendidikan
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑆𝑀𝑃/𝑀𝑇𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑑𝑖𝑠𝑖 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑖𝑘
X 100
SMP/MTs kondisi 𝐽𝑢𝑚𝑙 𝑎𝑕 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑀𝑃/𝑀𝑇𝑠

bangunan baik
Rasio ketersediaan
sekolah/penduduk 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝐷/𝑀𝐼
X 10.000
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 7−12 𝑡𝑎 𝑕𝑢𝑛
usia sekolah SD
Rasio ketersediaan
sekolah/penduduk 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎 𝑕 𝑆𝑀𝑃 /𝑀𝑇𝑠
X 10.000
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 13−15 𝑡𝑎𝑕𝑢𝑛
usia sekolah SMP
Guru yang
memenuhi
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝐺𝑢𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑗𝑎𝑧𝑎 𝑕 𝑆1/𝐷𝐼𝑉
X 100
kualifikasi S.1/D- 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔

IV

DINAS_PENDIDIKAN_2017 16
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

2.3 Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan


Dokumen Perjanjian kinerja merupakan dokumen pernyataan/ kesepakatan/ perjanjian kinerja
antara atasan dan bawahan untuk mencapai target kinerja yang ditetapkansatu instansi.Dokumen
ini memuatsasaran strategis,indikator kinerja utama beserta target kinerja dan anggaran.
Dengan mengacu pada rencana strategis tahun 2016-2021 Dinas Pendidikan Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan dan sumberdayaanggaran yang ada,Dinas Pendidikan Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan telah menyusun perjanjian kinerja tahun 2017. Perjanjian Kinerja
berisi sasaran strategis, indikator kinerja dan target kinerja yang akan dicapai dalam kurun
waktu 1 (satu) tahun. Setiap sasaran strategis dalam perjanjian kinerja tersebut di ukur tingkat
keberhasilan/kegagalannya pada akhir periode.
Berikut ini adalah Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan
KepulauanTahun 2017:

Tabel2.3Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2017

NO. SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET

1. Meningkatnya Kualiatas Angka Melek Huruf Penduduk Usia 15-24 tahun,


97,00
Pendidikan di semua Perempuan dan Laki-laki
Jenjang Angka Partisipasi Kasar (APK) TK/ PAUD 47,75
Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A 117,63
Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Paket B 111,56
Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A 96,22
Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B 78,55
Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD/MI/Paket A 98,00
Angka Partisipasi Sekolah (APS) SMP/MTs/Paket B 64,52
Angka Putus Sekolah (APTs) SD/MI 0,14
Angka Putus Sekolah (APTs) SMP/MTs 0,30
Angka Lulus (AL) SD/MI 96,72
Angka Lulus (AL) SMP/MTs 100,00
Angka melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs 81,61
Angka melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke
98,32
SMA/SMK/MA

DINAS_PENDIDIKAN_2017 17
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik 57,11


Sekolah pendidikan SMP/MTs kondisi bangunan
53,28
baik
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah
1:144
SD
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah
1:180
SMP
Guru yang memenuhi kualifikasi S.1/D-IV 93,00

Untuk mendukung ketercapaian sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalam


perjanjian kinerja tahun 2017 tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
mengalokasikan total pagu anggaran sebesar Rp.80.170.859.868,50 yang terbagi
dalam11(sebelas) program yang dilaksanakan oleh 5 bidang utama dilingkungan Dinas
Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan,dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 2.4. Program dan Anggaran Tahun 2017

No PROGRAM Anggaran Bidang Pelaksana

1 Program Pelayanan Administrasi


3.967.495.185,50 Sekertariat
Perkantoran

2 Program Peningkatan Sarana dan


1.203.166.1000,00 Sekertariat
Prasarana Aparatur

3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 31.250.000,00 Sekertariat

4 Program Peningkatan Kapasitas


636.585.000,00 Sekertariat
Sumber Daya Aparatur
Program Peningkatan Pengembangan Sekertariat/Bidang
5 469.413.000,00
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Program
Keuangan
6 Bidang PNF dan
Program Pendidikan Anak Usia Dini 9.782.248.925,00
Non Formal

7 Program Wajib Belajar Pendidikan Bidang Pendidikan


49.854.305.858,00
Dasar 9 (Sembilan) Tahun Dasar

8 Bidang Pendidikan
Program Pendidikan Non Formal 1.383.713.800,00
Menengah
Program Peningkatan Mutu Pendidik Bidang Pendidikan
9 746.289.000,00
dan Tenaga Kependidikan Menengah dan
Dasar
10 Program Manajemen Pelayanan Kesekretariatan
765.521.000,00
Pendidikan /Bidang Program

11 Bidang Pendidikan
Program Bantuan Beasiswa 11.330.872.000,00
Menengah

DINAS_PENDIDIKAN_2017 18
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Pendekatan manajemen pembangunan berbasis kinerja,yangutamaadalah bahwa


pembangunan diorientasikan pada pencapaian menujuperubahanyanglebih baik.Hal ini
mengandaikan bahwa fokus dari pembangunan bukanhanya sekedar melaksanakan
program/kegiatan yang sudah direncanakan.Esensidari manajemen pembangunan berbasis
kinerja adalah orientasi untuk mendorong perbaikan, dimana program/kegiatan dan sumber daya
anggaran adalah alat yang dipakai untuk mencapai rumusan perubahan, baik pada level keluaran,
hasil maupun dampak. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip good governance dimana
salah satu pilarnya,yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi
pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik yang
langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat.Sehingga, pengendalian dan
pertanggungjawabanprogram/kegiatan menjadibagianpenting dalam memastikan
akuntabilitaskinerjapemerintahdaerahkepada publik telahdicapai.
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan,badan hukum
atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam
melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan
akuntabilitas/pemberi amanah. Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan selaku
pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian
Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas PendidikanKabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang
dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014
tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi PemerintahdanPeraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Repulik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang
Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan tata Cara Reviu Laporan Kinerja
Instansi Pemerintah bahwa Perjanjian Kinerja.Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian
tingkat pencapaian target masing-masing indikator sasaran strategis yang ditetapkan dalam
dokumen Renstra Tahun 2016-2021 maupun Renja Tahun 2017.
Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai
keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang
ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah. Berdasarkan kontrak kinerja yang telah
diperjanjikan pada tahun 2017 ,Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
berkewajiban untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan tersebut sebagai bentuk

DINAS_PENDIDIKAN_2017 19
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

pertanggung jawaban kepada stakeholders atas penggunaan anggaran negara. Untuk mengetahui
tingkat ketercapaian baik keberhasilan/ kegagalan dari setiap target kinerja yang ditetapkan serta
sebagai bahan evaluasi kinerja, diperlukan analisis capaian kinerja.
Dalam hal ini, laporan akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan bentuk akuntabilitas
dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas
penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah
pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis
terhadap pengukuran kinerja (Permenpan No.53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah).
Sedangkan untuk skala penilaian terhadap kinerja pemerintah, menggunakan pijakan
Permendagri No.54 tahun 2010 sebagai berikut:
Tabel 3.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja
Interval Nilai Kriteria Penilaian
No. Realisasi Kinerja Realisasi Kinerja Kode
1 91 ≤ Sangat Tinggi

2 76 ≤ 90 Tinggi

3 66 ≤ 75 Sedang

4 51 ≤ 65 Rendah

5 ≤ 50 Sangat Rendah

A. Capaian Kinerja Organisasi


Pengukuran target kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan akan dilakukan
dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Kriteria penilaian yang
diuraikan dalam tabel 3.2 selanjutnya akan dipergunakan untuk mengukur kinerja Dinas
Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan untuktahun 2017
1. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini
Pencapaian IKU Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tahun 2017
secararingkas ditunjukkanoleh tabel berikut ini:

DINAS_PENDIDIKAN_2017 20
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Tabel 3.2 Tabel Pencapaian IKU Dinas PendidikanTahun 2017


2017
No Indikator Kinerja Utama
Target Realisasi %

1 Pendidikan Anak Usia Dini


1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 45,75 50,00 96,48
2 Lembaga PAUD yang terakreditasi 50 44,50 96,48
Pendidikan Dasar (SD)
2 3 Angka Partisipasi Murni (APM) 89,44 95,76 99,65
4 Angka Partipasi Sekolah (APS) 99,05 99,26 99,79
5 Angka Putus Sekolah SD (APTs) 0,01 0,02 50,00
6 Angka Lulusan (AL) SD 100 100 100
7 Angka Melanjutkan (AM) Ke SMP 90,55 88,24 102,61
Pendidikan Dasar (SMP)
9 Angka Partisipasi Murni (APM) 67,34 73,53 91,58
10 Angka Partipasi Sekolah (APS) 83,78 89,69 93,41
11 Angka Putus Sekolah SMP (APTs) 0,10 0,11 90,90
12 Angka Lulusan (AL) SMP 100 100 100
13 Angka Melanjutkan (AM) Ke SMA/SMK 83,16 90,49 92,71
3 Pendidikan Menengah
15 Angka Partisipasi Murni (APM) 54,84 66,33 82,67
16 Angka Partipasi Sekolah (APS) 54,35 55,00 98,81
17 Angka Putus Sekolah SMA/SMK (APs) 0,81 0,21 385,71
18 Angka Lulusan (AL) SMA/SMK 98,36 88,46 111,19
Persentase Bangunan Kondisi Baik
19 SD / MI 27,14 28,38 95,63
20 SMP / MTs 37,91 43,43 87,28
21 SMA/SMK/MA 64,.38 60,37 106,64
4 22 Persentase Guru yang Bersertifikat 44,28 44,30 99,95
23 Persentase Guru Layak 91.03 94.91 95,91
24 Rasio Siswa Per Guru 74,91 11 100
5 25 Angka Melek Huruf 97,30 96 100

6 26 Penilaian Kinerja dan Pengelolaan WTP WTP 100


Keuangan

7 27 Angka Melanjutkan (AM) SMA/SMK/MA 40 50 125


ke Perguruan Tinggi
28 Angka Rata Rata Lama Belajar 3,01 3,01 100
29 Angka Harapan Lama Sekolah 12 12 100

Dari 27 Indikator KinerjaSasaran yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU)


DinasPendidikanKabupaten Pangkajene dan Kepulauan pada tahun 2017,17 indikator
menunjukkan capaian 100% atau lebih. Tingkat ketercapaian ini menunjukkan pelaksanaan
urusan yang terkait dicapai melalui dukungan penganggaran dan kerja keras seluruh stakeholder

DINAS_PENDIDIKAN_2017 21
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

dalam mendukung capaian sejumlah indikator tersebut. untuk sejumlah target IKU Dinas
Pendidikan KabupatenPangkajene dan Kepulauan yangtingkat pencapaiannya belum mencapai
100% pada tahun 2016, masih diperlukan upaya kinerja yang lebih keras, focus, dan terarah,
dengan pertimbangan sejumlah analisa yang mempengaruhi.
Berdasarkan skala nilai peringkat kinerja pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
54 tahun 2010 terdapat 38 indikator menunjukkan capaian sangat tinggi, 8 indikator
menunjukkan capaian yang tinggi, 2 indikator dengan capaian sedang dan hanya 4 indikator
lainnya yang capaiannya masih rendah.

Gambar3.1Persentase Pencapaian IKU DinasPendidikanTahun2017

Persentase Data Capaian IKU

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

2. Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu
Pencapaian Realisasi Kinerja tahun 2016 sedikit lebih baik dibanding tahun 2017,
sebagaimana tabel dibawah ini :

DINAS_PENDIDIKAN_2017 22
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Tabel. 3.3. Perbandingan Capaian Realisasi Tahun 2017 dan Tahun 2016
2017
Capaian
No Indikator Kinerja Utama Tahun Capaian
2016 Target Realisasi Tahun
2017(%)

1 Pendidikan Anak Usia Dini


1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 45,75 49,75 50,00 96,48
2 Lembaga PAUD yang terakreditasi 60,00 45,50 70,00 96,48
Pendidikan Dasar (SD)
2 3 Angka Partisipasi Murni (APM) 99,00 89,44 95,76 99,65
4 Angka Partipasi Sekolah (APS) 99,25 99,05 99,26 99,79
5 Angka Putus Sekolah SD (APTs) 0,16 0,03 0,02 50,00
6 Angka Lulusan (AL) SD 100 100 100 100
7 Angka Melanjutkan (AM) Ke SMP 79,61 90,55 88,24 102,61
Pendidikan Dasar (SMP)
8 Angka Partisipasi Murni (APM) 78,03 67,34 73,53 91,58
9 Angka Partipasi Sekolah (APS) 90,00 83,78 89,69 93,41
10 Angka Putus Sekolah SMP (APTs) 0,32 0,13 0,11 90,90
11 Angka Lulusan (AL) SMP 100 97,42 100 100
Angka Melanjutkan (AM) Ke
12 98,02 83,16 90,49 92,71
SMA/SMK
3 Pendidikan Menengah
13 Angka Partisipasi Murni (APM) 50,00 54,84 66,33 82,67
14 Angka Partipasi Sekolah (APS) 55,00 54,35 55,00 98,81
Angka Putus Sekolah SMA/SMK
15 1,03 0,81 0,21 385,71
(APs)
16 Angka Lulusan (AL) SMA/SMK 100 98,36 88,46 111,19
Persentase Bangunan Kondisi Baik
17 SD / MI 43,11 27,14 28,38 95,63
18 SMP / MTs 38,28 37,91 43,43 87,28
19 SMA/SMK/MA 66,34 60,37 60,37 106,64
4 20 Persentase Guru yang Bersertifikat 43,11 27,14 44,30 99,95
21 Persentase Guru Layak 38,28 37,91 94.91 95,91
22 Rasio Siswa Per Guru 11 11,00 11 100
5 23 Angka Melek Huruf 96,00 97,30 96 100

6 24 Penilaian Kinerja dan Pengelolaan WTP WTP 100,00


Keuangan

7 25 Angka Melanjutkan (AM) 40,00 40,00 50,00 125,00


SMA/SMK/MA ke Perguruan Tinggi
26 Angka Rata Rata Lama Belajar 99,44 7,33 7,32 99,86
27 Angka Harapan Lama Sekolah 12 12 12 100,00

DINAS_PENDIDIKAN_2017 23
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Dilihat dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa dari 27 Indikator Kinerja
yang ingin dicapai pada tahun 2017.
Dari grafik diatas pencapaian kinerja 2016 dan 2017 tidak terlalu signifikan
perbedaannya, namun ada 2 indikatir kinerja yang cukup mencolok perbedaan capaian
kinerjanya yaitu APtS SD dan APtS SMP, bahwa Angka Putus Sekolah APtS di jenjang SD dan
SMP cukup dapat kita kurangi bahkan jauh dari target yang direncanakan, hal ini disebabkan
dengan adanya beberapa program unggulan salah satunya Program Kelas Perahu.

3. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang
terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi.
Pencapaian kinerja Dinas Pendidikan jika dibandingkan dengan target kinerja sesuai
dengan rencana strategis Dinas Pendidikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 3.4. Perbandingan Capaian Kinerja 2017 dan Target Renstra
2017 Selisih
Target
No Indikator Kinerja Utama Pencapaian
Target Realisasi RPJMD
(%)

1 Pendidikan Anak Usia Dini


1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 45,75 44,14 55,75 20,83
2 Lembaga PAUD yang terakreditasi 50 44,5 100 55,50
2 Pendidikan Dasar (SD)
3 Angka Partisipasi Murni (APM) 99,00 89,44 95,76 1,35
4 Angka Partipasi Sekolah (APS) 99,25 99,05 99,26 0,95
5 Angka Putus Sekolah SD (APTs) 0,16 0,03 0,02 0,03
6 Angka Lulusan (AL) SD 100 100 100 0,00
7 Angka Melanjutkan (AM) Ke SMP 79,61 90,55 88,24 8,54
3 Pendidikan Dasar (SMP)
8 Angka Partisipasi Murni (APM) 78,03 67,34 73,53 15,83
9 Angka Partipasi Sekolah (APS) 90,00 83,78 89,69 11,81
10 Angka Putus Sekolah SMP (APTs) 0,32 0,13 0,11 0,13
11 Angka Lulusan (AL) SMP 100 97,42 100 0,00
12 Angka Melanjutkan (AM) Ke SMA 98,02 83,16 90,49 16,00
4 Pendidikan Menengah
13 Angka Partisipasi Murni (APM) 50,00 54,84 70 21,66
14 Angka Partipasi Sekolah (APS) 55,00 54,35 90 39,61
Angka Putus Sekolah SMA/SMK
15 1,03 0,81 0,1
(APs) 0,71
16 Angka Lulusan (AL) SMA/SMK 100 98,36 100 0,00
5 Persentase Bangunan Kondisi Baik
17 SD / MI 43,11 27,14 75 39,69
18 SMP / MTs 38,28 37,91 75 47,99

DINAS_PENDIDIKAN_2017 24
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

19 SMA/SMK/MA 66,34 60,37 75 19,89


20 Persentase Guru yang Bersertifikat 43,11 27,14 100 55,70
21 Persentase Guru Layak 38,28 37,91 100 9,00
22 Rasio Siswa Per Guru 66,34 60,37 28
23 Angka Melek Huruf 96,00 96,00 100 4,00

24 Penilaian Kinerja dan Pengelolaan WTP WTP WTP WTP


Keuangan

25 Angka Melanjutkan (AM) 40,00 50,00 95 47,37


SMA/SMK/MA ke Perguruan Tinggi
26 Angka Rata Rata Lama Sekolah 7,33 7,32 9 18,67
27 Angka Harapan Lama Sekolah 12 12 17 29,41

4. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta


alternatif solusi yang telah dilakukan.
Melihat tabel perbandingan antara capaian kinerja tahun 2016 dan tahun 2017,
didapat disimpulkan bahwa
Tabel 3.5 Perbandingan Capaian Kinerja 2016 dan 2017
No Indikator Kinerja Utama (IKU) 2016 2017 KET
1 APS/APK PAUD 45,75 49,75 NAIK
2 Akred PAUD 60,00 70,00 NAIK
3 APM SD 99,00 89,44 TURUN
4 APS SD 99,25 99,05 TURUN
5 APtS SD 0,16 0,03 TURUN
6 AL SD 100,00 100,00 TETAP
7 AM SD 79,61 90,55 NAIK
8 APM SMP 78,03 67,34 TURUN
9 APS SMP 90,00 83,78 TURUN
10 APtS SMP 0,32 0,13 TURUN
11 AL SMP 100,00 97,42 TURUN
12 AM SMP 98,02 83,16 TURUN
13 APM SMA 50,00 54,84 NAIK
14 APS SMA 55,00 54,35 TURUN
15 APtS SMA 1,03 0,81 TURUN
16 AL SMA 100,00 98,36 TURUN
17 Gedung SD yang Baik 43,11 27,14 TURUN
18 Gedung SMP yang Baik 38,28 37,91 TURUN
19 Gedung SMA yang Baik 66,34 60,37 TURUN
20 Guru Bersertifikat 43,11 44,30 TURUN
21 Guru Layak 38,28 37,91 TURUN
22 Rasio Siswa/Guru 11,00 11,00 TETAP
23 AMH 111 100,00 TURUN

DINAS_PENDIDIKAN_2017 25
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

Penilaian Kinerja dan Pengelolaan


24 100 100 TETAP
Keuangan
25 Angka Melanjutkan ke PT 75 125 NAIK
26 ARLS 80 99,86 NAIK
27 AHLS 98 100 NAIK

Dari 27 Indikator yang menjadi target kinerja, terdapat 12 indikator yang mengalami
kenaikan pencapaian kinerjanya, 11 indikator yang mengalami penurunan pencapaian kinerja
serta 4 indikatir yang sama atau tetap pencapaian kinerjanya, seperti terlihat pada tabel tersebut
diatas,
4.1. Indikator yang mengalami kenaikan pencapaian kinerja pada tahun 2017 sebagai berikut;
1. APS/APK PAUD;
Persentase pencapaian target kinerja Angka Partisipasi Sekolah (APS)/Angka Partisipasi
Kasar (APK) PAUD meningkat dibandingkan dengan tahun 2016, walaupun tidak
mecapai target kinerja yang direncanakan tapi secara persentase cukup memuaskan, hal
ini disebabkan oleh semakin banyaknya lembaga PAUD yang berdiri serta beberapa
kegiatan yang berhasil dilaksanakancukup memberikan kenaikan yang signifikan,
beberapa diantaranya; a). Pembangunan Gedung PAUD, b). Pembangunan Ruang Kelas
Sekolah, c). Pembangunan Taman, Lapangan Upacara dan Fasilitas Parkir, d). Pengadaan
alat praktek dan peraga siswa, e). Pengembangan kurikulum, bahan ajar dan model
pembelajaran, f) Pembinaan Minat Bakat dan Kreatifitas Siswa, g) Pemberian BOP
PAUD, h) Operasional Bunda PAUD, i). Peningkatan kreatifitas PTK PAUDNI.
Peningkatan sarana dan prasarana lembaga PAUD sedikit banyak berpengaruh terhadap
orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada jenjang KB/TK, serta peran Bunda PAUD
dalam hal ini dipimpin oleh Ibu Bupati dalam mensosialisasikan pentingnya pendidikan
anak pada usia dini juga memberikan dampak dalam peningkatan APS PAUD.

2. APtS SD, APtS SMP


Pencapaian target kinerja untuk Angka Putus Sekolah SD dan SMP sangat memuaskan
bahkan sangat jauh melampaui target kinerja yang direncanakan, hal ini disebabkan
partisipasi semua stakholder, bahkan pencapaian ini sudah mendekati dari target renstra
Dinas Pendidikan, hal ini didukung banyaknya anggaran dan kegiatan dalam
menuntaskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 (sembilan) Tahun sebagai urusan
prioritas wajib pemerintahan, program ini juga tidak terlepas dari Program Kelas Perahu,
Program Pendidikan Gratis, Program Indonesia Pintar (PIP), yang membantu orang tua
DINAS_PENDIDIKAN_2017 26
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

peserta didik dalam hal pembiayaan pendidikan.

3. Angka Melanjutkan (AM) SD dan SMP


Pencapaian target kinerja untuk AM SD/SMP juga sangat memuaskan, dibandingkan
tahun 2017, target kinerjanya tidak memenuhi target kinerja yang direncanakan, tapi
tahun 2016 justru melebihi dari target kinerja yang direncanakan untuk AM SD, lain
halnya jenjang SMP, walaupun tidak mencapai target tapi setidaknya meleibihi
pencapaian kinerja tahun sebelumnya. hal ini dapat dilihat pada tabel 3.5. hal ini salah
satunya disebabkan karena Satuan Pendidikan SMA/SMK yang masih terbatas khususnya
diwilayah kepulauan tidak sebanding dengan jumlah Satuan Pendidikan SMP, banyak
siswa SMP yang telah lulus tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK
khususnya diwilayah kepulauan, karena tidak adanya sekolah jenjang SMA/SMK
diwilayah tersebut, sehingga kedepannya perlu adanya langkah langkah strategis yang
harus dilaksanakan walaupun kewenangan untuk jenjang Pendidikan Menengah telah
menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, salah satu yang memungkinkan dengan
penyelenggaraan pendidikan non formal Paket C yang Bermutu, sehingga mereka selain
dapat mengenyam pendidikan jenjang menengah juga mutu tetap semaksimal mungkin
sama dengan jenjang pendidikan formal.

5. APM SMA/SMK
Pencapaian target kinerja untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK, cukup baik
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebagaimana tabel 3.5 diatas. Ada peningkatan
secara persentase capaian kinerja, walaupun angka APM SMA/SMK masih sangat rendah
sekisar 54,84%, masih jauh dari kategori baik. Hal ini disebabkan oleh masih terbatasnya
jumlah SMA/SMK yang ada di Kabupaten Pangkep, belum sebanding dengan jumlah
lulusan SMP yang harus bersekolah di jenjang SMA/SMK, seperti yang dijelaskan diatas
terkait Angka Melanjutkan (AM) SMP, beberapa langkah telah dilakukan untuk
menaikkan pencapaian kinerja APM SMA/SMK, salah satunya dengan mendirikan Unit
Sekolah Baru (USB) diwilayah wilayah kepulauan (satap), agar partisipasi masyarakat
kepulauan untuk bersekolah meningkat sekaligus memperbaiki APM SMA/SMK, sekali
lagi ini menjadi hambatan kita kedepannya bahwa pengelolaan jenjang SMA/SMK
merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, sehingga terkait dengan kebijakannya
menjadi domain dari Pemerintah Provinsi, langkah strategis selanjutnya adalah

DINAS_PENDIDIKAN_2017 27
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

melakukan pendekatan kepada masyarakat dan Peserta Didik SMP akan arti pentingnya
pendidikan dalam pencapaian cita cita.

4. Persentase Gedung SD dan SMP yang baik


Pencapaian target kinerja untuk kondisi bangunan gedung SD dan SMP yang baik/layak
cukup memuaskan, berdasarkan data pokok pendidikan bahwa jumlah gedung sekolah
SD yang baik 45,23% melebihi dari target yang direncanakan yang hanya 43,11%, hal ini
disebabkan karena adanya bantuan dari Pemerintah Pusat (APBN) melalu dana Bansos
untuk Rehabilitasi Ruang Kelas, rendahnya angka persentase kondisi gedung sekolah
yang baik harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten bahwa masih sangat banyak
gedung sekolah kita yang kurang baik, dari total anggaran belanja langsung Dinas
Pendidikan yang sebesar Rp. 75.696.392.552,86 dialokasikan anggaran Rp.
6.735.025.850,- atau sebesar 8,89% untuk rehabilitasi gedung sekolah, baik RKB,
Perpustakaan, MCK dan lain sebagainya. Angka ini sangat kecil dengan melihat banyak
gedung sekolah yang kurang baik.

5. Guru Layak
Pencapaian target kinerja untuk indikator Persentase Guru Layak sangat tinggi, bahkan
sangat memuaskan karena melebihi dari target kinerja yang direncanakan. Ini tidak
terlepas dari partisipasi Program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang
melakukan pelatihan hampir kepada semua guru terkait dengan pelaksanaan K13,
Bantuan Subsidi Kuliah S1/D4 kepada guru yang belum S1 dan Program Sertifikasi Guru
yang awalnya direncakan berbayar namun akhirnya tetap dibiaya pemerintah sehingga
banyak guru yang tetap mengikuti sertifikasi, tingginya persentase Guru Layak
diharapkan mutu pendidikan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan semakin baik.

6. Angka Melanjutkan (AM) Ke Perguruan Tinggi


Program Pemerintah Provinsi terkait dengan Program SPP Gratis bagi Mahasiswa yang
ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten cukup menaikkan Angka Melanjutkan (AM)
Ke Perguruan Tinggi, bahkan pencapaian target kinerjanya melebihi 100% atau sangat
memuaskan bila dibandingkan dengan target kinerja yang direncanakan. Khusus untuk
tahun berikutnya menjadi Program Utama Bupati dan Wakil Bupati sehingga diharapkan
kedepannya semua lulusan SMA/SMK/MA dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau

DINAS_PENDIDIKAN_2017 28
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

100%.

7. Angka Rata Rata Lama Sekolah (ARLS) dan Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS)
Pencapaian target kinerja untk ARLS dan AHLS naik cukup baik, hal ini disebabkan
beberapa program dan kegiatan yang dilakukan cukup berhasil, masyarakat semakin
memahami akan arti pentingnya suatu pendidikan, dapat dilihat dari APS, APtS dan AM
menunjukkan tren angka yang semakin naik diabnding tahun sebelumnya, walaupun tidak
dapat dipungkiri ada yang mengalami penurunan tapi cukup menggembirakan melihat
perkembangannya, ARLS dan AHLS merupakan indikator baru dalam perhitungan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baru. Beberpa program dan kegiatan yang
cukup berpengaruh adalah Program Pengembagan Fasilitasi Perguruan Tinggi, Gratis,
Pendidikan Gratis dan BOS, Penyelenggaraan Paket A, B dan C yang Bermutu, Program
Kelas Perahu, Program Pendidikan Keluarga, sedikit banyak meningkatkan ARLS dan
AHLS.
4.2. Indikator yang mengalami kenaikan pencapaian kinerja pada tahun 2016 sebagai berikut;
1. Lembaga PAUD yang terakreditasi
Jumlah lembaga PAUD yang terakreditasi cukup lumayan, walaupun ada tren penurunan
persentase capaian kinerja dari tahun lalu, tapi dari segi jumlah lembaga PAUD yang
diakreditasi lebih banyak dibanding tahun lalu, hal ini disebabkan tingginya target
lembaga PAUD yang direncanakan tidak didukung dengan jumlah dana yang disiapkan,
terutama terkait dengan sarana dan prasarana, pelatihan guru PAUD, sehingga
penilaiannya tidak maksimal, belum lagi banyak lembaga PAUD yang berdiri tidak
sesuai dengan standar yang diharapkan, banyak lembaga PAUD yang berdiri tidak
memiliki Sarana dan Prasarana yang memadai, guru dan tenaga kependidikan yang
terbatas dari segi jumlah maupun kualitas karena banyak diantaranya tidak berlatar
belakang Sarjana PAUD.

2. APM dan APS SD


Pencapaian target kinerja yang direncanakan untuk APM dan APS SD sedikit mengalami
penurunan dari tahun 2016. Hal ini disebabkan karena ada beberapa masyarakat yang
anaknya telah memasuki usia SD namun belum mendaftarkan anaknya untuk bersekolah
dengan pertimbangan kondisi sekolah yang jauh dari tempat tinggalnya, khususnya di
daerah daerah pedalaman, beberapa langkah coba dilakukan salah satunya dengan

DINAS_PENDIDIKAN_2017 29
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

mendirikan Unit Sekolah Baru (USB) dan/atau Kelas Jauh namum terkendala dengan
anggaran yang terbatas, contoh di daerah Bangkesakeang balocci,

3. APM dan APS SMP


Pencapaian target kinerja yang direncanakan untuk APM dan APS SMP sedikit
mengalami penurunan dari tahun 2016. Hal ini disebabkan karena jumlah SMP yang ada
masih terbatas khususnya diwilayah kepulauan, sehingga beberapa siswa lulusan SD
sederajat tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP, walaupun program
Paket B telah dilaksanakan tapi faktor ekonomi cukup berpengaruh dimana banyak anak
usia SMP yang mau tidak mau harus membantu orang tua mereka untuk bekerja
khususnya untuk anak pulau yang harus membantu orang tuanya melaut, walaupun
program kelas perahu terus digalakkan tapi ini tidak cukup membantu bagi mereka yang
tidak melanjutkan pendidikannya, hanya mampu mengurangi angka putus sekolah
diwilayah kepulauan, beberapa program telah disiapkan untuk meningkatkan APM dan
APS diantara program beasiswa miskin dari Pemerintah Daerah, program Paket B yang
Bermutu, Program Ayo Bersekolah, dll. Tapi semua program tersebut harus ditunjang
dengan anggaran yang memadai dan partisipasi dari semua SKPD.

4. APS dan APtS SMA/SMK


Pencapaian target kinerja yang direncanakan untuk APS dan APtS SMA/SMK bukan
hanya tidak tercapai dari target tapi juga menurun secara persentase pencapaian kinerja
dibanding tahun 2016, untuk Angka Partisipasi Sekolah (APS) disebabkan karena
keterbatasan sekolah jenjang SMA, terutama diwilayah kepulauan dimana terdapat 42
SMP di 4 kecamatan kepulauan namun hanya ada 10 SMA, apalagi untuk tahun 2017
alokasi anggaran untuk Dinas Pendidikan jenjang SMA/SMK sangat terbatas, selain
karena alokasi anggaran yang lebih sedikit dibanding tahun 2016 juga karena
kewenangannya akan dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi. Ini juga sangat berpengaruh
terhadap Angka Putus Sekolah (APtS) SMA/SMK, dimana mereka lebih memilih untuk
membantu orang tuanya.
5. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya.
Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung program kegiatan pada Dinas Pendidikan terdiri
dari Kepala Dinas, Sekertrais, 4 Kepala Bidang dan
6. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian

DINAS_PENDIDIKAN_2017 30
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

pernyataan kinerja.
seperti terlihat dalam tabel diatas digunakan untuk membiayai tiga belas program
pembangunan pendidikan.Ketigabelas program tersebut antara lain:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3. ProgramPeningkatan Disiplin Aparatur
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
5. ProgramPeningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan dan Capaian Kinerja dan
Keuangan
6. Program Pendidikan Anak Usia Dini
7. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 (sembilan) Tahun
8. ProgramPendidikan Menengah
9. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah.
10. Program Pendidikan Non Formal
11. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
12. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
13. Program Pengembangan Fasilitasi Perguruan Tinggi

DINAS_PENDIDIKAN_2017 31
LAKIP DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2017

BAB IV
PENUTUP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene


dan Kepulauan tahun 2017 merupakan perwujudan pertanggungjawaban Kepala
DinasPendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan atas pelaksanaan Perjanjian Kinerja
tahun 2016. Sebagai bagian dari pelaksanaan amanah, kewajiban dan rasa tanggungjawab,hasil-
hasilketercapaian tersebut harusdisampaikankepadamasyarakat maupun pemangku kepentingan
(stakeholders) di dunia pendidikan.
Berdasarkan pengukuran kinerja outcome, rata-rata capaian Indikator Kinerja Dinas
Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tahun 2016 adalah sebesar 95.56%.Dari
sebanyak 27 Indikator Kinerja yang digunakan untuk mengukur pencapaian sasaran strategis
dalam Penetapan Kinerja tahun 2016 Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan.
Keberhasilan atau kegagalan yang ada pada tahun pertama dari pelaksanaan Renstra
Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tahun 2016–2021, yang mana tahun
2016 merupakan tahun transisi dari periode renstra sebelumnya ke renstra periode berikutnya,
tahun 2016merupakanstarting point bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan dalammerumuskan program – program rencana strategis untuk tahun-
tahunselanjutnya.
Demikian Laporan Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan ini
dibuat sebagai bahan evaluasi kinerja bagi pemerintah daerah kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan kedepan dan kiranya dapat bermanfaat bagi peningkatan kinerja dimasa yang akan
datang.
Kepala Dinas,

Drs. MUHAMMAD IDRIS, MM


Pembina
Nip. 19720101 199203 1 018

DINAS_PENDIDIKAN_2017 32