Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL PENGENDALIAN DIET

Disusun Untuk Memenuhi Tugas KDK II DM

Disusun

Oleh

DINA AULINA

(PO. 62. 20. 1. 15. 120)

Program Studi D IV Reguler II Jurusan Keperawatan

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palangkaraya

Tahun Akademik 2018/ 2019


Pentingnya Pengendalian Diet Bagi Penderita Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit degeneratif menahun (kronis) yang
ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi nilai normal karena tubuh tidak mampu
memanfaatkan glukosa darah. DM adalah penyakit menahun (kronis) yang disebabkan karena
kekurangan hormon insulin, baik relatif maupun absolut, atau terdapat gangguan fungsi
insulin. Defisiensi insulin ini disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi pankreas.

Penggunaan insulin untuk penderita DM dapat mencegah atau mengatasi koma


diabetik. Namun belakangan diketahui bahwa yang dapat dikurangi hanya bahaya dan
komplikasi diabetes akut. Komplikasi yang terjadi sebagai akibat sifat menahun penyakit ini
masih belum dapat ditanggulangi. Apabila penyakit ini dibiarkan tidak terkendali, maka akan
menimbulkan komplikasi-komplikasi yang dapat berakibat fatal, termasuk penyakit jantung,
ginjal, kebutaan, amputasi, dan mudah mengalami aterosklerosis (penebalan dan pengerasan
pembuluh darah arteri).

Biaya perawatan DM sangat mahal, oleh karena itu diagnosis secara dini adalah cara
terbaik untuk mengendalikan penyakit kronis ini. DM yang terdiagnosis secara dini sangat
memudahkan perawatannya, bahkan kemungkinan hanya perlu melakukan pengaturan
makanan (diet) untuk menjaga jangan sampai terjadi kelebihan atau kekurangan konsumsi
energi dan zat gizi lain.

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif, oleh karena itu menurut teori tidak
ada obat yang dapat menyembuhkan penderita seperti sebelumnya terserang penyakit ini.
Tujuan umum pengobatan pada DM adalah memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas
hidup penderita. Oleh karena itu, pengobatan pada DM meliputi: (1) pengaturan makanan
(diet) dengan memperhatikan kebutuhan gizi penderita untuk mengurangi tanda-tanda dan
gejala klinik; (2) obat-obatatan hipoglikemia; (3) olah raga; dan (4) pendidikan/penyuluhan
untuk penderita.

Terapi diet atau pengaturan makanan bagi penderita DM secara umum bertujuan
menjaga dan memelihara tingkat kesehatan optimal sehingga dapat melakukan aktivitas
seperti biasanya. Pengaturan makanan pada penderita DM tipe I (penderita mendapat insulin)
terutama ditujukan untuk menyesuaikan waktu dan jumlah makanan yang diberikan. Untuk
penderita DM tipe II, pengaturan makanan terutama untuk mengembalikan berat badan
penderita ke berat badan ideal. Di samping itu, pengaturan makanan pada kedua tipe juga
untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler.

Waktu pemberian makanan untuk penderita yang mendapat insulin jenis intermediate
atau long acting harus disesuaikan dengan waktu saat insulin bekerja. Bila makanan
terlambat diberikan, maka saat insulin bekerja, tidak ada makanan atau makanan kurang dari
seharusnya, sehingga terjadi hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal). Gejala-
gejala hipoglikemia antara lain gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung,
bingung, detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau
kesemutan di sekitar mulut dan bibir, bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sebaliknya
bila makanan terlalu banyak, tidak sesuai dengan jumlah insulin yang diberikan, maka akan
terjadi hiperglikemia (kadar gula darah lebih dari normal). Seringkali, menu makanan yang
tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah problem-problem tersebut.

Untuk mengurangi resiko terjadinya kardiovaskuler, makanan untuk semua penderita


diabetes harus mempunyai kandungan lemak yang rendah. Kandungan lemak tidak boleh
lebih dari 30% dari total energi dengan perbandingan antara asam lemak jenuh dan tak jenuh
1:1, dan kandungan kolesterol kurang dari 350 mg per hari.

Penderita DM dianjurkan untuk mengkonsumsi serat dalam jumlah yang cukup. Serat
dalam jumlah cukup akan menurunkan kecepatan absorpsi karbohidrat serta menurunkan
kadar lipid dalam serum, sehingga dapat menekan kenaikan kadar gula darah setelah makan.
Selain itu juga dapat menekan kenaikan kadar kolesterol yang diekskresikan ke dalam usus
dari empedu.

Pada penderita DM tipe II, pengaturan makanan merupakan hal yang sangat penting.
Bila hasil pengaturan makanan tidak sesuai dengan yang diharapkan, diperlukan obat-obat
hipoglikemia OAD (oral anti-diabetic) atau insulin.

Mayoritas penderita DM tipe II mengalami obesitas, oleh karena itu tujuan utama dari
pengaturan makanan adalah menurunkan berat badan ke berat badan ideal. Untuk itu
penderita diberi diet rendah kalori atau rendah energi. Dengan diet rendah kalori, pada
umumnya keadaaan hiperglikemia dapat diperbaiki. Pada beberapa penderita, pengurangan
jumlah total energi waktu puasa dapat menormalkan kadar glukosa.
Penderita DM tipe II yang kurus tidak memerlukan pembatasan jumlah energi yang
ketat. Akan tetapi, semua penderita diabetes tipe II harus mengurangi lemak dan kolesterol
serta meningkatkan rasio asam lemak tak jenuh dengan asam lemak jenuh.

Prinsip diet bagi penderita DM adalah mengurangi dan mengatur konsumsi karbohidrat
sehingga tidak menjadi beban bagi mekanisme pengaturan gula darah. Anjuran porsi
karbohidrat berkisar 60 – 70% dari total energi makanan dengan anjuran penggunaan
karbohidrat kompleks yang mengandung serat, terutama serat yang bersifat larut (soluble
dietary fibre) sebanyak 35 g per 1000 kkal.

Sedangkan tujuan diet (pengaturan makan) bagi penderita DM adalah: (1) memperbaiki
kesehatan umum penderita; (2) memberikan jumlah energi yang cukup untuk memelihara
berat badan normal/ideal; (3) memberikan sejumlah zat gizi yang cukup untuk memelihara
tingkat kesehatan optimal dan aktivitas normal; (4) menormalkan pertumbuhan penderita
yang masih dalam masa pertumbuhan; (5) mempertahankan kadar gula darah sekitar normal;
(6) Merubah kadar gula dalam urin, dari positif menjadi negatif; dan (7) menekan timbulnya
penyakit angiopati diabetik. Diet yang diberikan harus menarik dan mudah diterima oleh
penderita. Selain itu juga dimodifikasi sesuai dengan keadaan penderita, misalnya sedang
hamil, mempunyai penyakit hati atau tuberkulosis paru, dll.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka diet yang diberikan harus memenuhi
syarat sebagai berikut: (1) Jumlah energi diberikan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
umur, jenis kelamin, tinggi badan, aktivitas fisik, proses pertumbuhan, dan kelainan
metabolik; (2) Jumlah karbohidrat disesuaikan dengan kesanggupan tubuh untuk
menggunakannya, yaitu berkisar 60 – 70% dari total konsumsi makanan/minuman yang
mengandung gula dibatasi, dan digunakan jenis karbohidrat kompleks/makanan yang
berserat; (3) Protein berkisar 12 – 20%, dan digunakan protein yang bernilai biologi tinggi
(nilai cernanya tinggi); (4) Lemak berkisar antara 20 – 25%, dan lemak jenuh serta kolestrol
tidak dikonsumsi; (5) Vitamin dan mineral diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Bagi penderita DM terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari, antara lain:
(1) Gula murni seperti yang terdapat pada gula pasir, gula merah, permen, coklat, kue manis,
cake, tarcis, dodol, selai/jam, jelly, sirup, soft drink, es krim, susu kental manis, buah
kalengan, buah yang diawetkan dengan gula, dendeng, abon, sarden, dll.; (2) Makanan yang
digoreng dan menggunakan santan kental. Sedangkan makanan yang dianjurkan adalah: (1)
sumber karbohidrat kompleks, seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, gula, hunkue,
makaroni, mie, bihun, roti, dan biskuit; (2) sayuran (terutama sayuran hijau), seperti bayam,
kangkung, daun singkong, dll.; (3) buah-buahan, menurut jumlah yang sudah ditentukan.

REFERENSI
Asif Mohammad. 2014. The prevention and control the type-2 diabetes by changing lifestyle
health promotion and dietary pattern. United States : Journal of education and.
Kementrian Kesehatan RI. 2011. Diet Diabetes Mellitus. Jakarta
Gandy W, Madden, Holdsworth. 2012. Oxford Handbook of Nutrition and Dietetics. Jakarta.
Buku Kedokteran EGC.
Waspaji, Sarwono.2007.Pedoman Diet Diabetes Mellitus. Jakarta:FK UI
PERKENI. 2011. Kosensus Pengendalian Dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di
Indonesia 2011. Jakarta:PERKENI