Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL KONTROL DIABETES DENGAN POLA MAKAN SEHAT

Disusun Untuk Memenuhi Tugas KDK II DM

Disusun

Oleh

ERISTAMIANI

(PO. 62. 20. 1. 15. 122)

Program Studi D IV Reguler II Jurusan Keperawatan

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palangkaraya

Tahun Akademik 2018/ 2019


KONTROL DIABETES DENGAN POLA MAKAN SEHAT

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat bertambah parah apabila
tidak diimbangi dengan pengaturan diet yang baik. Pengelolaan Diabetes Mellitus (Tipe 2) salah
satunya dengan diet seimbang. Kendala penanganan diet Diabetes Mellitus adalah kejenuhan
pasien mengikuti terapi diet dan kurangnya dukungan keluarga. Diabetes Mellitus atau kencing
manis adalah penyakit gangguan metabolisme gula darah yang disebabkan abnormalitas hormon
insulin sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah.

Semua zat gizi sangat penting dalam diet diabetes. Makanan sumber karbohidrat harus dibagi
merata di sepanjang hari untuk mengimbangi insulin yang mampu diproduksi oleh tubuh. Gejala
penyakit diabetes mellitus diantaranya meningkatnya rasa haus, dehidrasi, gangguan elektrolit
dan penurunan berat badan. Untuk mengimbangi tidak tersedianya glukosa sebagai sumber
energi, tubuh akan meningkatkan laju pemecahan glikogen serta lemak untuk melepaskan
sumber-sumber energi dan memproduksi glukosa dari hasil pemecahan protein tubuh.
Tujuan terapi diet diantaranya :

1. Mencegah terjadinya hiperglikemia namun masih memberikan energi cukup

2. Memulihkan dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam kisaran nilai yang normal
(gula darah puasa < 126 mg/dl)

3. Memulihkan dan mempertahankan berat badan yang normal

Salah satu cara pengaturan pola makan untuk mengontrol kadar gula adalah dengan
membagipiring menjadi 3 bagian yang terdiri dari 1 ½ bagian sayuran, ¼ protein seperti daging
tanpalemak, dan mengisi sisanya dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

Mengkonsumsi makanan dengan kalori dan lemak berlebih maka tubuh akan merespon dengan
terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah. Kadar gula dalam darah yang tidak terkontrol
dapat menimbulkan masalah yang serius seperti kadar gula darah yang sangat tinggi
(hiperglikemi) dan komplikasi jangka panjang seperti gangguan saraf, ginjal dan masalah pada
jantung.
Ketika dokter memberikan diagnosa diabetes atau prediabetes maka salah satu langkah utama
adalah berkonsultasi dengan seorang ahli gizi. Ahli gizi dapat membantu melakukan pengaturan
pola makan yang bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah dan berat badan, serta merupakan
langkah untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes.

Menjaga kadar gula dalam darah agar tetap dalam rentang normal adalah dengan melakukan
pemilihan makanan sehat dan perubahan kebiasaan makan. Diet atau mengatur pola makan untuk
mengontrol kadar gula darah bukan hanya tentang menuruti pantangan makan dan membatasi
makan ini dan itu. Mengatur pola makan adalah merupakan upaya untuk membuat perencanaan
tentang pemilihan makanan alami yang kaya nutrisi dan rendah lemak serta kalori.

Makanan yang dapat direkomendasi

Makanan yang dikonsumsi memberikan perbedaan besar ketika seseorang menderita diabetes.
Upaya pengaturan pola makan memiliki 4 unsur yaitu karbohidrat, serat, lemak, dan garam.
Berikut adalah penjabaran 4 unsur tersebut.

1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh. Karbohidrat dapat dengan cepat
mempengaruhi kadar gula dalam darah terutama dari buah, susu, yogurt, roti, sereal, nasi,
mie, dan sayuran yang mengandung tepung seperti kentang, jagung, dan kacang-
kacangan. Terdapat dua jenis karbohidrat yaitu yang sederhana seperti gula dan kompleks
seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan biji2an. Karbohidrat yang kompleks
baik untuk tubuh karena memiliki proses cerna lebih lama sehingga memberikan energi
stabil dan serat.

2. Serat
Makanan yang berserat membantu pencernaan dan mengontrol kadar gula dalam darah.
Mengkonsumsi serat akan memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat
membantu untuk mengurangi porsi makan. Hal ini dapat membantu menurunkan berat
badan. Serat dapat ditemukan pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-
kacangan. Mengkonsumsi makanan tinggi serat dapat menurunkan resiko untuk
menderita tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
3. Lemak
Salah satu komplikasi diabetes adalah penyakit jantung sehingga penting bagi penderita
diabetes mengurangi makanan yang mengandung lemak. Sumber utama lemak jenuh
adalah keju, daging sapi, susu, dan makanan yang dipanggang. Beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk mengurangi makanan yang berlemak :

a. Menghilangkan lemak pada daging

b. Menghindari untuk mengolah makanan dengan cara menggoreng.


Makanan dapat diolah dengan memanggang, merebus, membakar, atau
mengukus.

c. Memilih susu yang rendah lemak.

1. Garam
Diabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi sehingga perlu
mengurangi konsumsi garam. Konsumsi garam maksimal 2300mg sehari. Berikut
beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan garam :

a. Menggunakan bahan-bahan segar untuk bahan tambahan dan bahan utama


masakan.

b. Menggunakan jeruk atau jus nanas sebagai bahan dasar pembuatan daging.

c. Melihat jumlah garam pada label makanan.

d. Menggunakan sayuran segar.

Metode perencanaan pengaturan pola makan

Beberapa metode dapat dilakukan untuk membantu menjaga kadar gula darah. Berkonsultasi
dengan seorang ahli gizi dapat membantu pengaturan pola makan. Berikut beberapa metode yang
dapat dilakukan :
1. The plate method

Membagi komposisi makanan pada piring dengan memperbanyak sayur. Membagi piring
menjadi 3 bagian : 1 ½ bagian sayuran, ¼ bagian protein seperti tuna atau daging babi,
dan mengisi sisanya dengan makanan yang mengandung karbohidrat. Menambahkan satu
porsi buah atau susu dan minum air putih.

2. Menghitung jumlah karbohidrat

Karbohidrat didalam tubuh diurai menjadi glukosa sehingga karbohidrat memberi


dampak besar pada kadar glukosa dalam darah. Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk
mendapatkan rincian kandungan karbohidrat pada setiap makanan dapat membantu
menghitung total karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari. Mengkonsumsi karbohidrat
dengan jumlah yang terkontrol setiap hari dapat membantu mengontrol kadar gula dalam
darah.

3. Mencari variasi makanan

Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menghitung jumlah kalori pada makanan. Hal ini
dapat digunakan untuk memilih makanan. Ahli gizi dapat menyarankan seperti mengganti
1 buah jagung dengan 1/3 nasi.

Menggunakan lebih dari satu metode untuk merencanakan pola makan dapat mengontrol
kadar glukosa dalam darah agar tetap dalam rentang normal dan mencegah terjadinya
komplikasi diabetes. Mengikuti jadwal dan porsi yang disarankan oleh ahli gizi secara
rutin setiap hari merupakan kunci dari keberhasilan diet.

Makanan yang anda konsumsi bagaikan obat yang tepat dan efektif untuk tubuh atau
menjadi racun yang merugikan kesehatan- Ann Wigmore

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812
919 08500
2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Kesehatan RI. 2011. Diet Diabetes Mellitus. Jakarta


Gandy W, Madden, Holdsworth. 2012. Oxford Handbook of Nutrition and Dietetics. Jakarta.
Buku Kedokteran EGC.
Asif Mohammad. 2014. The prevention and control the type-2 diabetes by changing lifestyle
health promotion and dietary pattern. United States : Journal of education and.
Waspaji, Sarwono.2007.Pedoman Diet Diabetes Mellitus. Jakarta:FK UI
PERKENI. 2011. Kosensus Pengendalian Dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di
Indonesia 2011. Jakarta:PERKENI