Anda di halaman 1dari 3

REFLEKSI DIRI

Nama : Khomsatun Ni’mah


NIM : 4301415088
Jurusan : Kimia
Prodi : Pendidikan Kimia
Fakultas : Matematika dam Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran Praktikan : Kimia

Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan Universitas yang


terletak di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Kota Semarang Kecamatan Gunung
Pati dan merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
(LPTK) yang menawarkan program kependidikan dalam perkuliahannya. UNNES
telah mencetak banyak guru profesional dalam dunia pendidikan. Dan dalam
proses itulah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menjadi salah satu program
yang wajib diikuti khususnya bagi mahasiswa yang mengambil program
kependidikan. Program ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki pengalaman
yang didapat secara langsung. Mahasiswa juga dapat mempraktekan ilmu yang
mereka dapat selama mengikuti kuliah, jadi tidak hanya teori saja yang mereka
dapat. Selain itu, dalam PPL ini mahasiswa dituntut untuk menjadi guru praktikan
yang juga belajar mengenai kondisi baik internal maupun eksternal sekolah. Hal
ini dimaksudkan untuk membentuk mahasiswa menjadi calon tenaga pendidik
yang berkompeten untuk bekalnya nanti ketika terjun dalam dunia kependidikan
Kegiatan PPL dilaksanakan di SMA Institut Indonesia yang berlokasi di
Jalan Maluku No. 25 Karangtempel, Semarang Timur. Pada PPL ini, mahasiswa
praktikan diharapkan mempunyai gambaran yang jelas baik tentang kondisi
sekolah maupun tentang proses pembelajaran yang di selenggarakan oleh sekolah.
Setelah melaksanakan kegiatan ini tentunya banyak hikmah yang praktikan
dapatkan dalam prosesnya di lapangan. Berikut beberapa point yang dapat
praktikan rangkum dan selanjutnya akan dijadikan sebagai pelajaran berharga
sebagai bekal praktikan menjadi seorang guru profesional.
A. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Kimia
a. Kekuatan Mata Pelajaran Kimia
Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting
bagi kehidupan, karena pelajaran kimia terkait erat dengan semua materi
riil yang ada di dunia. Belajar kimia selain dapat mengembangkan
pengetahuan siswa tetapi juga keterampilan, dan sikap ilmiah siswa sendiri
untuk menjadi manusia yang lebih baik. Banyak teori aplikatif yang dapat
diterapkan dalam kehidupan di dunia demi kesejahteraan umat manusia.
b. Kelemahan Mata Pelajaran Kimia
Dalam mempelajari pelajaran kimia, masih banyak siswa yang
beranggapan bahwa mata pelajaran kimia merupakan pelajaran yang sulit,
hal ini terkait dengan materi kimia yang terdiri gambungan antar konsep-
konsep dengan hitungan kimia dan ditambah lagi beberapa materi kimia
yang bersifat abstrak sehingga tidak jarang siswa menjadi malas untuk
belajar kimia. Perlu adanya metode pembelajaran kimia yang mampu
memotivasi siswa untuk belajar kimia dengan baik. Pembelajaran kimia
harus dibuat lebih menarik baik dengan penggunaan media pembelajaran
yang tepat sehingga selain dapat memotivasi siswa tetapi juga dapat
memupuk daya kreativitas dan inovasi siswa.
B. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Proses Belajar Mengajar
Sarana dan prasarana yang terdapat di SMA Institut Indonesia dapat
digolongkan dalam kategori memadai. Beberapa kelas sudah terdapat komputer
dan LCD, ditiap kelas juga telah terdapat pengeras suara yang dapat
dimanfaatkan, white board dan ruang kelas yang nyaman dengan jumlah siswa
yang tepat dapat menunjang pembelajaran berjalan dengan lancar. Selain itu
terdapat laboratorium yang di dalamnya sudah ada beberapa alat dan bahan-
bahan kimia. Namun karena terbatasnya ruangan, laboratorium kimia juga
digunakan sebagai kelas untuk pelaksaan belajar mengajar sehingga praktikum
yang dilakukan hanya dilakukan demonstrasi di depan kelas oleh guru. Sekolah
juga menyediakan ruang untuk Perpustakaan yang di dalamnya terdapat
berbagai jenis buku baik buku pelajaran, pengetahuan umum, majalah, koran
dan buku bacaan lainnya. Tersedianya koleksi buku-buku kimia yang lengkap
sangat membantu siswa dalam proses belajarnya.
C. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Guru pamong praktikan di SMA Institut Indonesia adalah Ibu Nur
Sriyati, beliau adalah salah satu guru yang mengampu mata pelajaran Kimia di
SMA Institut Indonesia. Beliau telah berkenan memberikan bimbingan dan
pengarahan kepada praktian. Guru pamong terkenal tegas dalam mengajar.
Beliau juga baik dalam hal penguasaan kelas, sehingga siswa memperhatikan
dengan seksama ketika beliau menerangkan materi pelajaran.
Dosen pembimbing praktikan adalah Dra. Sri Susilogati S, M.Si. Beliau
memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa praktikan dengan penuh
amanat dan berusaha menunjukkan yang terbaik untuk praktikan. Beliau
memberikan motivasi supaya mahasiswa praktikan melaksanakan kegiatan
dengan sebaik-baiknya.
D. Kualitas Pembelajaran di SMA N 1 Mertoyudan
SMA Institut Indonesia menggunakan kurikulum 2013. Pencapaian
tujuan pembelajaran tidak pernah lepas dari kualitas pembelajaran. Kualitas
pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa hal seperti, materi pembelajaran,
kualitas guru dan peserta didik, serta sarana prasarana belajar.
Kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru pamong menjadi contoh
khususnya bagi praktikan. Guru pamong sangat mengenal karakter siswa
sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa. Dengan
kondisi tersebut, guru pamong dapat mengadaptasi metode dan strategi
pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa saat itu, sehingga proses
pembelajaran dapat berlangsung efektif dan menyenangkan. Selain itu, dalam
mengajar guru pamong mengaitkan konsep-konsep yang diajarkan dengan
fenomena kehidupan sehari-hari sehingga menuntun siswa untuk dapat
mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menyelesaikan masalah di
lingkungan sekitar.
E. Kemampuan Diri Praktikan
Kemampuan diri praktikan dalam kegiatan mengajar di SMA Institut
Indonesia walaupun masih dalam taraf cukup, tetapi praktikan mau berusaha
dan mau belajar. Dengan mendengarkan kritikan dan saran dari guru pamong
maupun dosen pembimbing. Dan melihat bagaimana pembelajaran yang baik
dan kondusif didalam kelas. Praktikan mau mencoba dan berusaha melakukan
sebaik mungkin agar pembelajaran dikelas dapat terlaksana dengan baik. Baik
dalam penguasaan materi ataupun metode yang digunakan.
F. Nilai Tambah yang diperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL 1
Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 1 ini, nilai
tambah yang diperoleh mahasiswa praktikan berupa tambahan wawasan ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan teknik-teknik mengajar yang baik dan benar,
praktikan memperoleh pengetahuan mengenai cara pengelolaan kelas yang
baik, praktikan memperoleh bekal mengenai cara-cara menyusun komponen-
komponen pembelajaran, praktikan juga mendapatkan pengalaman tentang
kondisi lingkungan sekolah dan kondisi sekolah yang sebenarnya sebelum
terjun dalam dunia kerja.
G. Saran Pengembangan Bagi Sekolah Latihan dan UNNES
Berdasarkan pelaksanaan PPL 1 maka praktikan dapat memberikan saran
kepada SMA Institut Indonesia agar selalu menjaga dan mengembangkan
potensi yang dimiliki para siswa, selalu menjaga tingkat kesopanan dan
kedisiplinan para siswa yang sudah sangat bagus dan kalau perlu untuk lebih di
tingkatkan lagi, melakukan pengembangan terhadap kurikulum yang sudah ada
yang dapat digunakan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sekolah,
juga satu lagi tentang optimalisasi penggunaan sarana pra sarana yang terdapat
di sekolah untuk mengembangkan bakat dan minat belajar siswa. Sedangkan
untuk Unnes agar selalu memberikan bekal yang lebih kepada mahasiswa PPL
sehingga pada pelaksanaannya akan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa
adanya kendala yang berarti. Kemudian koordinasi antara UPT PPL dengan
dosen koodinator dengan dosen pembimbing dan dengan pihak sekolah
hendaknya ditingkatkan.