Anda di halaman 1dari 6

12 Sep 2009

Dasar Dasar Tahsin


MENGENAL TAJWID DAN TAHSIN ALQURAN

Definisi Tahsin dan Tajwid

Tajwid menurut bahasa merupakan isim mashdar dari ‫ًﺪﺍ‬


‫ْﻳ‬
‫ِﻮ‬‫َﺗ‬-‫ُﺩ‬
‫ْﺠ‬ ‫َﺠﻮ‬
‫ُﻳ‬-‫َﺩ‬
‫ َﺟﻮ‬yang artinya
membaguskan atau membuat jadi bagus.

Pengertian tajwid secara bahasa ini sama seperti pengertian Tahsin (‫ )ﺗﺤﺴﻴﻦ‬yang berasal
dari kata ‫ًﺎ‬
‫ْﻴﻨ‬
‫ِﺴ‬
‫ْﺤ‬‫َﺗ‬-‫ُﻦ‬
‫َﺤﺴ‬
‫ُﻳ‬-‫َﻦ‬
‫َﺣﺴ‬yang berarti membaguskan atau memperbaiki.

Sedangkan tajwid menurut istilah (terminologi) ialah:


‫ُﻪ‬
‫َﺤﻘ‬
‫َﺘ‬‫ُﻪَﻭُﻣ‬
‫ْﺴ‬ ‫ِﻪَﺣﻘ‬
‫ِﺋ‬
‫َﻄﺎ‬
‫ْﻋ‬
‫َﻊ ﺍ‬
‫ِﻪَﻣ‬
‫ِﺟ‬‫ْﺨ‬
‫َﺮ‬‫ْﻦَﻣ‬
‫ٍﻑِﻣ‬َ‫ّﻞ‬
‫ْﺮ‬
‫ِﺣ‬ُ
‫ﺍﺝ ﻛ‬
ُ‫َﺮ‬ْ‫ﺇ‬
‫ِﺧ‬
“Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya masing-masing sesuai dengan hak dan
mustahaqnya.”

Haq huruf yaitu sifat asli yang senantiasa ada pada setiap huruf atau seperti sifat Al-jahr,
Isti’la, dan lain sebagainya. Hak huruf meliputi sifat-sifat huruf dan tempat-tempat keluar
huruf.
Mustahaq huruf yaitu sifat yang sewaktu-waktu timbul oleh sebab-sebab tertentu ,seperti;
izh-har, ikhfa, iqlab, idgham, qalqalah, ghunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf, dan lain-lain.

HUKUM MEMPELAJARI TAJWID (TAHSIN)

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardu kifayah. Adapun hukum
membaca AlQuran dengan memakai aturan-aturan tajwid adalah fardu ‘ain . Firman Allah
SWT:

‫ًﻼ‬
‫ْﻴ‬
‫ِﺗ‬
‫ْﺮ‬ ‫ِﻞْﺍﻟ‬
‫ُﻘ‬
‫ْﺮ ﺍَﻥَﺗ‬ ‫َﺭﺗ‬
‫ﻭ‬..
َ
“Dan bacalah AlQuran dengan tartil.” (Q.S. Al-Muzzammil 73: 4).

Rasulullah SAW juga bersabda :

‫َﻬﺎ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻥ‬


‫ِﺗ‬
‫َﻮﺍ‬
‫ْﺻ‬‫ِﺏَﻭ ﺍ‬
‫َﺮ‬‫ِﻥْﺍﻟ‬
‫َﻌ‬ ‫ْﻮ‬‫ُﻠ‬
‫ُﺤ‬‫ِﺑ‬
‫َﻥ‬‫َﺁ‬
‫ْﺮ‬‫ْﻭﺍْﺍﻟ‬
‫ُﻘ‬ ‫ُﺅ‬ْ‫)ﺇ‬
‫َﺮ‬
‫ِﻗ‬

“Bacalah AlQuran dengan cara dan suara orang Arab yang fasih”. (HR. Thabrani)
Syekh Ibnul Jazari (Ulama pakar ilmu tajwid dan qiro’at) dalam syairnya mengatakan:

‫ٌﻢ‬‫َﺍ‬
‫ِﺛ‬‫َﻥ‬‫َﺁ‬
‫ْﺮ‬ُ‫ِﺩ‬
‫ﺍﻟﻘ‬ ‫َﺠﻮ‬‫ُﻳ‬ َ
‫ْﻢ‬
‫ْﻦ ﻟ‬‫َﻣ‬# ‫ٌﻡ‬ ‫َﻻ‬
‫ِﺯ‬ ‫ٌﻢ‬
‫ْﺘ‬‫ِﺪَﺣ‬‫ْﻳ‬‫ِﻮ‬‫ْﺠ‬‫ِﺑﺎﻟﺘ‬‫ُﺬ‬ ‫َﻭْﺍﻻ‬
‫ْﺧ‬
‫َﻼ‬ ‫َﺎَﻭَﺻ‬ َ
‫ْﻴﻨ‬
‫ِﺍﻟ‬‫َﺬﺍِﻣﻨ‬
ُ
‫ْﻪ‬ ‫َﻭَﻫﻜ‬# ‫َﻝ‬
َ ‫َﺰ‬ ‫َﺍ‬
‫ْﻧ‬‫ُﻪ‬‫ِﻪْﺍﻻﻟ‬
َ ‫ِﺑ‬ ‫ُﻪ‬
‫ِﻻﻧ‬

“Membaca AlQuran dengan tajwid hukumnya wajib, Siapa saja yang membaca AlQuran
tanpa memakai tajwid hukumnya dosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkan AlQuran
berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai pada kita dari-Nya.”

TUJUAN TAHSIN TILAWAH

Tujuan utama mempelajari ilmu tajwid dalam rangka tahsin tilawah adalah menjaga lidah
dari kesalahan ketika membaca AlQuran. Dan kesalahan dalam membaca AlQuran ada dua
macam :

a. ‫ْﻲ‬َ‫ْﺍ‬
‫ِﻠ‬
‫ﻟﺠ‬ ‫ُﻦ‬
‫ﻠﺤ‬
ْ‫َﻟ‬
‫ ﺍ‬/Al-Lahnul Jaliy

Kesalahan yang terlihat dengan jelas baik dikalangan awam maupun para ahli tajwid.
• perubahan bunyi huruf dengan huruf lain
• perubahan harakat dengan harakat lain
• memanjangkan huruf yang pendek atau sebaliknya.
• Mentasydidkan huruf yang tidak seharusnya atau sebaliknya.

b. ‫ْﻲ‬
‫ِﻔ‬َ‫ْﺍ‬
‫ﻟﺨ‬ ‫ُﻦ‬ْ‫ّﻟ‬
‫ﻠﺤ‬ ‫َﺍ‬
/Al-Lahnul Khofiy

Kesalahan ringan yang tidak diketahui secara umum, kecuali oleh orang yang memiliki
pengetahuan mengenai kesempurnaan membaca AlQuran.
Diantaranya:
• hukum-hukum pembacaan seperti membaca mad wajib muttashil atau lazim dengan dua
atau tiga harakat
• tidak menerapkan kaidah ghunnah pada huruf-huruf yang seharusnya dibaca dengan
ghunnah.
Contoh :
َ‫َﺫﺍَﺟ‬
‫ﺂﺀ‬ ‫َﻚ – ﺍ‬
‫ِﻠ‬
‫ْﺒ‬ ‫َﻝِﻣ‬
‫ْﻦَﻗ‬ ‫ْﻧ‬
‫َﺰ‬‫َﻣﺎ ﺍ‬
‫َﻥ –َﻭ‬‫ُﻘ‬
‫ْﻮ‬‫ْﻔ‬
ِ – ‫َﻝ‬
‫ُﻳﻨ‬ ‫ْﻧ‬
‫َﺰ‬‫ﺍ‬

FAIDAH TAHSIN TILAWAH

• Refleksi keimanan seorang muslim terhadap AlQuran


• Mencapai kualitas yang terbaik dalam membaca AlQuran
• Mengikuti jejak Rasulullah SAW yang telah mengajarkan AlQuran
• Terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membaca AlQuran
• Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan AlQuran

KEUTAMAAN ALQURAN

a. Mendapat syafa'at di hari Qiyamat.


Dari Abi Umamah RA, ia berkata : “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
“Bacalah oleh kamu sekalian AlQuran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari
qiamat sebagai penolong bagi para pembacanya.” (HR. Muslim).

b. Mendapat derajat yang tinggi.


Dari Aisyah RA, ia berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : “Orang yang membaca AlQuran
dengan mahir, akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat, dan orang yang membaca
AlQuran dengan terbata-bata dan merasa berat, maka ia mendapat dua pahala.” (HR.
Bukhari).

c. Merupakan ciri keimanan seseorang.


Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, ia berkata : Telah berkata Rasulullah SAW : “Perumpamaan
orang mukmin yang membaca AlQuran, bagaikan buah Utrujjah, harum baunya dan lezat
rasanya. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca AlQuran, bagaikan buah
kurma, tidak harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca
AlQuran, bagaikan bunga (rihanah), harum baunya dan pahit rasanya. Dan orang munafik
yang tidak membaca AlQuran bagaikan buah Handzalah, tidak harum dan rasanya pahit.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

d. Mendapat kebaikan.
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : “Barang siapa yang
membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan
dibalas dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi
Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

TINGKATAN MEMBACA ALQURAN

Tingkatan membaca AlQuran dilihat dari segi kecepatannya, ada empat macam yaitu:
a. ‫ُﻖ‬
‫ْﻴ‬
‫ِﻘ‬‫(َﺍﻟﺘ‬At-Tahqiq), yaitu bacaan yang sangat lambat, yang lazim digunakan untuk
‫ْﺤ‬
mengajarkan AlQuran dengan sempurna.

b. ‫ُﻞ‬
‫ْﻴ‬
‫ِﺗ‬
‫ْﺮ‬
‫( ﺍﻟﺘ‬At-Tartil), yaitu bacaan lambat, dengan menggunakan kaidah-kaidah Ilmu Tajwid
dan mentadaburinya.

c. ‫ُﺮ‬
‫ْﻳ‬
‫ِﻭ‬‫(َﺍﻟﺘ‬At-Tadwir), yaitu bacaan yang tidak terlalu capat dan tidak terlalu lambat, bacaan
‫ْﺪ‬
dengan irama yang sedang.

d. ‫ُﺭ‬
‫َﺪ‬
‫َﺤ‬‫ْﻟ‬
‫(َﺍ‬Al-Hadr), yaitu bacaan yang dilakukan dengan cepat dan tetap mempraktikkan
tajwidnya.

DASAR-DASAR TAHSIN

Dalam bagian ini akan membahas serta mengatasi kesalahan-kesalahan umum yang sering
dilakukan oleh pembaca AlQuran. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi :
1. Tidak konsisten dalam membaca tanda-tanda panjang.
2. Tidak konsisten/seimbang dalam membaca ghunnah.
3. Pengucapan vokal yang tidak sempurna.
4. Pengucapan huruf sukun yang tidak sesuai dengan kaidah tajwid (sering dipantulkan).
KESALAHAN UMUM PERTAMA:
Tidak Konsisten dalam membaca tanda-tanda panjang.

Pahamilah beberapa kaidah panjang seperti di bawah ini:


• Panjang dua harakat, tidak kurang dan tidak lebih
• Panjang yang bersifat pilihan, antara 2,4 atau 5 harakat (jaiz)
• Panjang yang wajib dengan ukuran 5 harakat ketika disambungkan dan 6 harakat ketika
berhenti (wajib)
• Panjang yang mutlak 6 harakat
• Panjang yang bersifat pilihan antara 2,4 atau 6 harakat (lissukun).

Cara mengatasinya :
Agar panjang 2 harakatnya terpelihara ayunkanlah suara.
Adapun yang harus dibaca 2 harakat serta diayunkan suaranya itu jika
1. Alif yang didahului huruf berharakat fathah (‫)__ ﺍ‬. Contoh : ‫ِﻚ‬ ‫ِﻟ‬
‫َﻣﺎ‬
2. Wawu mati didahului berharakat huruf berharakat dhammah (‫)__ْﻭ‬. Contoh : ‫َﺳﻰ‬
‫ْﻮ‬
‫ُﻣ‬
3. Ya’ mati didahului huruf berharakat kasrah (‫ﻱ‬-).
ْ Contoh : ‫ِﻪ‬ ‫ِﻠ‬
‫ْﻴ‬
‫ِﺒ‬‫ْﻲَﺳ‬‫ِﻓ‬
Latihan :

‫ِﻢ‬
‫ْﻴ‬
‫ِﺟ‬
‫ﺎﻥ ﺍﻟﺮ‬
ِ‫َﻄ‬‫ْﻴ‬
‫َﻦ ﺍﻟﺸ‬ ‫ُﺫ‬
‫ِﺑﺎِِﻣ‬‫ْﻮ‬
‫ﺃﻋ‬
ُ
‫ِﺣﻴﻢ‬
‫ﻤﻦ ﺍﻟﺮ‬
ِ‫ْﺣ‬ ‫ﷲ ﺍﻟﺮ‬
ِ ‫ِﻢ‬
‫ْﺴ‬
‫ِﺑ‬

Pengecualian :

1. Tanda panjang dibaca lebih panjang suaranya (5 – 6 harakat) ketika bertemu :


a. Huruf Hamzah (‫) ﺃ ﺇ ﺀ‬. Seperti :
‫ﺂﺀ‬
َ‫ﻭﻥ –َﺟ‬
َ‫ُﺮ‬‫ﺎﻓ‬
ِ َ‫َﻬﺎْﺍﻟﻜ‬ ‫ْﻞ‬
‫َﻳﺎ ﺍﻳ‬ ‫ُﻗ‬

b. Huruf yang bertasydid ( __). Seperti : ‫ُﺔ‬ ‫ﻴﻦ –ْﺍﻟ‬


‫َﺤﺎﻗ‬ َ‫ﺍﻟﻀﺎﻟ‬
c. Huruf yang sukun atau disukunkan karena waqaf ( __). Seperti :
َ‫ْﺍ‬
‫ﻵﻥ‬ ‫ﻴﻦ –َﺀ‬
َ‫ِﻤ‬َ ‫ْﺍﻟ‬
‫َﻌﺎﻟ‬

2. Tanda panjang di atas tidak dibaca panjang sama sekali jika bertemu :
a. Alif lam (‫) ﺍ ﻝ‬. Seperti :
‫َﺭ‬َ ‫َﺎ‬
‫ﺍﻟﻨﻬﺎ‬ ‫ْﻠﻨ‬
‫َﻌ‬ َ‫َ ﺍﻟﻀﺎﻟ‬
‫َﻭَﺟ‬-‫ﻴﻦ‬ ‫َﻭﻻ‬

b. Hamzah washal (‫)ﺍ‬. Seperti


ْ‫ُﺒ‬
‫ﻮﺍ‬ ‫ِﻨ‬
‫َﺘ‬
‫ﺍﺟ‬ ْ‫َﻣﻨ‬
ْ‫ُﻮﺍ‬ ‫ﺍ‬

c. Apabila ada tanda bulatan kecil di atasnya atau bulatan lonjong dengan syarat dibaca
ْ
menyambung (__). Seperti : ‫ﻼ‬َ ‫َﻼ‬
‫ِﺳ‬ ‫َﻚ –َﺳ‬‫َـ‬
‫ِﺌ‬‫ْﻭﻟ‬
‫ﺍ‬

DASAR-DASAR TAHSIN II

KESALAHAN UMUM KEDUA:


Tidak seimbang dalam membaca Ghunnah
• Ghunnah apabila menemukan huruf-huruf dalam keadaan : Nun bertasydid (‫)ﻥ‬, ّ Mim
bertasydid (‫)ﻡ‬, ّ Nun mati (‫)ﻥ‬ْ atau Tanwin (ٌ ‫ًـ‬
‫ٍــ‬), dan Mim mati bertemu dengan huruf ba (– ‫ْﻡ‬
‫)ﺏ‬.
• Kesalahannya : Ghunnah sering kali dibaca tergesa-gesa atau tidak seimbang antara
ghunnah yang satu dengan yang lainnya.
• Cara mengatasinya: Tahan suara (selama 3 ketuk) tidak boleh tergesa-gesa dengan
melibatkan rongga hidung (disertai dengung ke hidung).
Contoh :
‫ًﺤﺎ‬‫ِﻟ‬
‫ﻼَﺻﺎ‬ً‫َﻤ‬ ‫ُﺘ‬
‫َﻋ‬, ‫ْﻢ‬ ‫ْﻧ‬
‫َﻋﻢ ﺍ‬, ‫ﺍﻥ‬
‫ٍﺓ‬‫َﺭ‬
‫َﺠﺎ‬‫َﺤ‬
‫ِﺑ‬‫ْﻢ‬
‫ِﻬ‬‫ْﻴ‬
‫ِﻣ‬َ
‫ْﺮ‬
‫ﺗ‬
Pengecualian :
Nun mati (‫)ﻥ‬ ْatau Tanwin (ٌ ‫ًـ‬
‫ٍــ‬) tidak ditahan bila bertemu dengan huruf yang delapan yaitu :
‫ ﺭ‬- ‫ ﻝ‬- ‫ ﻍ‬- ‫ ﺥ‬- ‫ ﺡ‬- ‫ ﻉ‬- ‫ ﻫـ‬- ‫ﺀ‬
Tetapi, dibaca jelas jika bertemu dengan huruf : ‫ ﻍ‬- ‫ ﺥ‬- ‫ ﺡ‬- ‫ ﻉ‬- ‫ ﻫـ‬- ‫ﺀ‬
.Dan dibaca dengan dimasukkan ke huruf berikutnya jika bertemu dengan huruf :
‫ﺭ‬-‫ﻝ‬

DASAR-DASAR TAHSIN III

KESALAHAN UMUM KETIGA:


Pengucapan vokal yang tidak sempurna.

Sebab-sebab pengucapan vokal yang tidak sempurna


• Tidak menyadari pentingnya ketepatan pengucapan vokal.
• Membaca AlQuran dengan gaya dan cara baca yang dibuat-buat.
• Kurang menggerakan mulut atau terkesan asal mengucapkan.

Cara mengatasinya : Perhatikan 3 hal kaidah di bawah ini :


1. Ketika mengucapkan huruf bertanda fathah (‫َـ‬ ‫)ــ‬, maka caranya dengan membuka 2
bibir/rongga mulut secara sempurna (‫ًﻤﺎ‬َ
‫ًﺤﺎ ﺗ‬َ
‫ْﺘ‬ َ
‫ِﻢ ﻓ‬ْ
‫ُﺢ ﺍﻟﻔ‬َ
‫ْﺘ‬
‫)ﻓ‬.

2. Ketika mengucapkan huruf bertanda kasrah (‫ِــ‬


‫)ـ‬, maka caranya dengan menurunkan bibir
َْ َ ََُ
bagian bawah (‫)ﺧﻔﺾ ﻓﻚ ﺍﻟﺴﻔﻠﻲ‬.

‫)ــ‬, maka cara membacanya dengan


3. Ketika mengucapkan huruf bertanda dhammah (‫ُـ‬
َ
mengumpulkan (memonyongkan) 2 bibir secara sempurna (‫ًﻤﺎ‬ ‫ِﻦَﺿﻤﺎُﻣ‬
‫ْﺤﻜ‬ ‫ْﻴ‬‫َﻔ‬
‫َﺘ‬‫)َﺿﻢَﺷ‬.

Latihan :
‫ﻴﻦ‬
َ‫ِﻤ‬َ ‫َِﺭﺏْﺍﻟ‬
‫َﻌﺎﻟ‬ ّ‫ُﺪ‬‫ْﻤ‬‫ﺍﺟﺎْﺍﻟ‬
‫َﺤ‬ ً‫َﻭ‬ ‫ْﺯ‬
‫ْﻢ ﺍ‬ُ
‫َﺎﻛ‬ َ
‫ْﻘﻨ‬
‫َﺧﻠ‬ ً‫َﺗ‬
‫ﺎﺩﺍَﻭ‬ ‫ْﻭ‬ َ‫َﺒ‬
‫ﺎﻝ ﺍ‬ ‫ْﺍﻟ‬
‫ِﺠ‬ ً‫َﻬ‬
‫ﺎﺩﺍَﻭ‬ ‫َﺽِﻣ‬‫ِﻞْﺍﻻ‬
‫ْﺭ‬ ‫َﻌ‬‫َﻧ‬
‫ْﺠ‬‫ْﻢ‬َ َ‫ُﺪ‬
‫ﻭﻥ ﺍﻟ‬ ‫ُﺒ‬‫ُﺪَﻣﺎَﺗ‬
‫ْﻌ‬ ‫ُﺒ‬‫َﻻ ﺍ‬
‫ْﻋ‬ ‫ﻭﻥ‬
َ‫ُﺮ‬
‫ﺎﻓ‬
ِ َ‫َﻬﺎْﺍﻟﻜ‬ ‫ْﻞ‬
‫َﻳﺎ ﺍﻳ‬ ‫ُﻗ‬
‫ﻳﻦ‬
ِ‫ِﻡ ﺍﻟﺪ‬ ‫ْﻮ‬
‫َﻳ‬
‫ِﻚ‬‫ِﻟ‬
‫ﻴﻢَﻣﺎ‬
ِ‫ِﺣ‬
‫ﻤـﻦ ﺍﻟﺮ‬
ِ‫ْﺣ‬ ‫ﺍﻟﺮ‬

DASAR-DASAR TAHSIN IV

KESALAHAN UMUM KEEMPAT:


Memantulkan huruf sukun selain qalqalah

• Sering kali memantulkan huruf-huruf sukun yang seharusnya tidak boleh dipantulkan atau
sebaliknya
• Biasanya suara tertekan atau ada jeda pada huruf yang sukun (tidak mengalir).
Cara mengatasinya :
1. Dengan menyempurnakan huruf sukun tersebut sesuai makhrajnya, kemudian baru
dilepaskan dari makhrajnya dengan tidak tergesa-gesa.
2. Hindari suara yang tertekan atau tidak memberhentikan suaranya sehingga terkesan ada
saktah (berhenti sejenak tanpa napas).
Latihan :
َ‫َ ﺍﻟﻀﺎﻟ‬
‫ﻴﻦ‬ ‫ْﻢَﻭﻻ‬
‫ِﻬ‬َ
‫ْﻴ‬
‫ِﺏَﻋﻠ‬
‫ْﻮ‬ُ‫ﺍﻟﻤ‬
‫ﻐﻀ‬ َ ‫ِﺮ‬‫ْﻢَﻏ‬
‫ْﻴ‬ ‫ﻴﻬ‬َ َ‫ْﻤ‬
ِ‫ﺖَﻋﻠ‬ ‫ﻧﻌ‬
َ‫ﻳﻦ ﺍ‬
َ‫ِﺬ‬‫ﺍﻁ ﺍﻟ‬
َ‫َﺮ‬
‫{ِﺻ‬6} ‫ﻴﻢ‬
َ‫ِﻘ‬‫ﺴﺘ‬
َ‫ﺍﻟﻤ‬
ُ ‫ﺍﻁ‬ ‫َﻧــــﺎ ﺍﻟﺼ‬
َ‫َﺮ‬ ‫ْﻫ‬
‫ِﺪ‬‫ِﺍ‬
{2} ‫ﻴﻦ‬
َ‫ِﻤ‬َ ‫َِِﺭﺏْﺍﻟ‬
‫َﻌﺎﻟ‬  ‫ُﺪ‬
‫ْﻤ‬‫ْﺍﻟ‬
‫َﺤ‬
7}}

Pengecualian :
Huruf-huruf yang harus memantul suaranya ketika mati/sukun ada 5 huruf yaitu : ‫ﺏ – ﺝ – ﺩ‬
‫َﻃﻖ‬ ‫ِﺪ‬‫َﺠ‬
ُ ‫– ﻁ – ﻕ )ﺑ‬
Contoh dan Latihan Qalqalah :
‫ﺬﺍﺏ‬
ٍ ‫َﻁَﻋ‬ ‫ْﻮ‬‫ﺑﻚَﺳ‬َ‫ٍﺐ ﻭَﺗﺐ ( )َﺭ‬ َ
‫َﻬ‬
‫ِﺑﻰ ﻟ‬
‫ ) ﺍ‬: ‫)ﺏ‬
‫ٌﻢ‬
‫ْﻴ‬‫ِﻈ‬ ‫ٌﺮَﻋ‬ ‫ْﺟ‬‫ ) ﺍ‬: ‫)ﺝ‬,
‫ُﺪ‬
‫َﺣ‬ َ ُ
‫َﻮ ﷲ ﺍ‬ ‫ْﻞُﻫ‬ ُ: ‫)ﺩ‬
‫)ﻗ‬
‫ﺎﻁ‬
َ‫َﺒ‬ ‫ْﺳ‬ ‫ )َﻭْﺍﻻ‬: ‫)ﻁ‬
‫ٍﻕ‬‫َﻼ‬ ‫ْﻦَﺧ‬ ‫)ﻣ‬
ِ(‫َﺤﻖ‬ ‫ِﺮْﺍﻟ‬
‫ْﻴ‬
‫ِﻐ‬
‫ِﺑ‬
):‫ﻕ‬

BAQI UPI at 10.48

21 komentar:

Anonim 21 November 2012 14.12


Salam, Terimakasih dan saya cuba memahaminya...
Balas

Anonim 2 Februari 2013 20.52


saya suka dengan kajian tahsin ini, cuma sayang tulisan al-Qur'an nya tidak bisa kebaca..., apa
bisa lebih diperjelas lagi..,terima kasih.
Balas

dian hertiana 29 Juli 2013 17.48


baca ini, jadi teringat waktu masih tingkat 1 mulai diperkenalkan yang namanya tahsin sama
rohis himabaja..belajarnya biasanya di partere yang sejuk itu..tadinya suka males kalo udah
jadwalnya belajar, tapi alhamdulillah rasa males itu terkalahkan sama rasa ingin belajar.. ^_^

for Anonim: di CTL + aja biar tulisannya jadi lebih gede ^_^