Anda di halaman 1dari 1

Epidemiologi

Tumor fossa posterior lebih sering menyerang anak – anak diandingkan dewasa. Tumor pada sistem
saraf pusat adalah tumor padat yang paling sering terjadi pada anak. Sekitar 54% sampai 70% semua
tumor otak pada anak berasal dari fossa posterior. Sementara itu, 15-20% tumor otak pada dewasa
juga berasal dari fossa posterior (Johnson et al., 2014).

Beberapa jenis tumor fossa posterior seperti medulloblastoma, pineoblastoma, ependymomas,


primitive neuroectodermal tumors (PNETs), dam astrocytomas pada cerebellum dan batang otak
lebih sering muncul pada anak – anak. Beberapa tumor glial seperti mixed glioma juga dapat muncul
pada anak – anak, dimana sering terletak pada cerebellum (67%) dan biasanya bersifat jinak.

Hidrosefalus umum terjadi pada anak dengan tumor fossa posterior yaitu sekitar 71-90%, sedangkan
10-40% mengalami hidrosefalus yang persisten setelah dilakukan reseksi tumor fossa posterior (Lin
& Riva, 2015). Pasien dengan umur lebih dari 3 tahun mempunyai risiko tinggi dan memiliki survival
rates yang lebih tinggi yaitu sekitar 85% dan 70%. Pada pasien yang berumur 3 tahun atau lebih
muda memiliki survival rates yang lebih rendah (Millard et al., 2016).

Medulloblastoma.
J Child Neurol. 2016; 31(12):1341-53 (ISSN: 1708-8283)
Millard NE; De Braganca KC

Management of posterior fossa tumors and hydrocephalus in


children: a review.
Childs Nerv Syst. 2015; 31(10):1781-9 (ISSN: 1433-0350)
Lin CT; Riva-Cambrin JK

Johnson KJ; Cullen J; Barnholtz-Sloan JS; Ostrom QT; Langer CE; Turner MC; McKean-Cowdin R;
Childhood brain tumor
Fisher JL; Lupo PJ; Partap S; Schwartzbaum JA; Scheurer ME.

epidemiology: a brain tumor epidemiology consortium review.


Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2014; 23(12):2716-36