Anda di halaman 1dari 2

Tomat Si "Apel Cinta" Kaya Manfaat!

Meski wujudnya buah, di Amerika Serikat tomat


dikelompokkan ke dalam sayuran. Entah apa
argumentasinya. Yang pasti, buah bulat ini
menyimpan banyak keistimewaan.
Di Prancis tomat dijuluki pomme d’amour
alias apel cinta, karena tomat mampu
Selain sebagai bahan makanan, ia juga bisa memulihkan lemah syahwat. Jus tomat
membuat penampilan kita lebih menarik, juga mampu memulihkan fungsi lever.

menyehatkan badan, bahkan mengobati macam-


macam penyakit.

Dalam rubrik konsultasi sebuah majalah kesehatan, seorang remaja memberikan


testimoninya tentang masalah jerawat menahun. Berbagai cara telah ia coba,
sayangnya ia belum mendapatkan hasil cukup memuaskan.

Sampai kemudian ia membaca sebuah buku yang di dalamnya disebutkan tomat dapat
mengatasi jerawat. Caranya, tomat yang telah masak dipotong-potong lalu digosokkan
secara perlahan pada wajah yang berjerawat. Setiap hari ia rajin melakukan perawatan
dengan cara tersebut. Sebulan kemudian, akunya, wajahnya sudah bebas dari jerawat.

Mengapa demikian?

Jawabannya dapat ditemukan dari ulasan pengasuh rubrik tersebut. Ternyata,


kandungan tomatine pada tomat berkhasiat anti-radang. Tomat juga mengandung
karoten dan vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan. Sementara asam sitratnya
juga mengangkat kotoran dan lemak pada wajah berjerawat. Namun, selanjutnya si
gadis remaja itu tetap harus menghindari penyebab timbulnya jerawat.

Menarik bukan?

Keajaiban tomat

 Tersebutlah Dr. John Cook Bennet, Dekan Fakultas Kedokteran Willoughby


University di Ohio, sebagai salah seorang yang berjasa mengangkat
martabat tomat.

Ketika bulan November 1834 di ruang kuliah fakultas, dengan suara lantang Bennet
berkata, "Tomat bisa mengobati diare, serangan empedu, dyspepsia (gangguan
pencernaan), dan mencegah kolera." Yang lebih dahsyat, Bennet menyatakan, minum
jus tomat mampu memulihkan fungsi lever.
Selang 120 tahun kemudian, ilmuwan Yumi Tohuoka melalui penelitiannya
menunjukkan dukungannya terhadap Bennet. Dalam laporan TheTohoku Journal of
Experimental Medicine terbitan Tohoku University di Jepang, Tohuoka menyatakan, jus
tomat secara klinis efektif untuk menyeimbangkan gangguan lever.

Demikian pula John Heinerman, seorang peneliti medis yang bekerja sama dengan
tabib berkesimpulan, "Tak ada cara yang lebih baik dalam meningkatkan kesehatan dan
menyeimbangkan fungsi lever dengan cepat, selain dengan meminum jus tomat."
Beberapa waktu silam - tanpa sengaja - dihasilkan sejenis tomat yang mengandung
antioksidan lycopene tiga setengah kali lebih banyak. Ini berawal dari usaha ilmuwan di
Purdue University dan Pusat Penelitian Pertanian Departemen Pertanian AS untuk
mengembangkan tomat yang memiliki kualitas lebih baik dan tidak mudah busuk.

"Namun, dalam proses berikutnya, mereka menemukan bahwa tomat tersebut memiliki
kandungan antioksidan lycopene lebih tinggi ketimbang tomat biasa," kata Avtar Handa,
profesor horti kultur di Purdue. Ini tentu memberi harapan lebih besar dalam upaya
melawan kanker.

Siapa sangka, setelah mengalami beberapa kali turunan, tomat menjadi amat
berkhasiat. Maka, penamaannya sejalan pula dengan perkembangan zaman, yang
makin memahami manfaatnya. Misalnya di Prancis tomat dijuluki pomme d’amour alias
apel cinta, karena tomat mampu memulihkan lemah syahwat.

Bisul pun pecah


 Masih banyak lagi manfaat tomat. Yang tua dan masak alami selalu berbau
alkalin dan rasanya sedikit masam.

Itu karena tomat memiliki kekayaan garam mineral. Mineral-mineral itulah yang
merangsang aliran air liur, sehingga menambah rasa lapar sekaligus memungkinkan
makanan dicerna lebih baik. Jadi, mengonsumsi tomat dapat meningkatkan nafsu
makan.

Jika keseleo, jangan khawatir, sembuhkan saja dengan ramuan tomat. Caranya,
blenderlah tomat, lalu campur sarinya dengan minyak wijen, dengan perbandingan 1 :
1. Panaskan hingga tinggal minyaknya saja. Setelah itu gunakan minyaknya untuk
memijat sendi-sendi yang keseleo.

Bisul pun dapat diatasi dengan tomat. Caranya, panaskan seluruh daging dan biji. Lalu
taruh di atas bisul. Biasanya, bisul itu pecah tak lama kemudian, sekaligus sembuh.

Jadi, tomat tak cukup dianggap sebagai sayur tomat atau buah tomat, tetapi juga
herbal. (Intisari)

http://www.kompas.com/kesehatan/news/0408/15/101854.htm