Anda di halaman 1dari 5

RINGKASAN MATERI

PENGGOLONGAN GANGGUAN JIWA


Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Keperawatan Jiwa

Dosen : H. Rahmat Sudiyat SKp.,M.Kes.

Disusun Oleh :

Tiyas Drastiana P17320116009


Jihan Alya Arrahmi P17320116026
Deva Savier Wibisono P17320116029
Reyka Herdianti P17320116054
Lutvia Helmina P17320116060
Raisha Destia P17320116080
Adila Nur Aulia P17320116107
Arum Maemunah P17320116123

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN BANDUNG


JURUSAN KEPERAWATAN BANDUNG

2018
I. Pengertian

System lapisan masyarakat tersebut dalam sosiologi dikenal dengan social


stratification.Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk /
masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Pitirim A. Sorokin dalam
karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam
masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.

Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat
ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang
dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.

Dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam
masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-
lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.

II. Pelapisan Sosial di Kepulauan Riau


Indonesia merupakan bangsa yang memiliki karakteristik masyarakat yang majemuk.
Kemajemukan tersebut yang menghasilkan adanya stratifikasi sosial atau pengelompokan suatu
masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan tertentu secara vertikal. Stratifikasi sosial di Indonesia
lebih mengarahkan penggolongan suatu masyarakat yang dinilai dari segi status sosialnya seperti
jabatan, kekayaan, pendidikan atau sistem feodal pada masayarkat Aceh dan kasta pada
masyarakat Bali. Sedangkan ras, suku, budaya, agama termasuk ke dalam penggolongan secara
horizontal.
Pierre L. van den Berghe dalam artikel Nasikun (1995) menyebutkan karaktistik dari
masyarakat majemuk ialah (1) Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang
memiliki sub-kebudayaan yang berbeda satu sama lain, (2) Memiliki struktur sosial yang terbagi-
bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer, (3) Kurang mengembangkan
konsensus di antara anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar, (4) Secara
relatif, seringkali terjadi konflik di antara kelompok satu dengan kelompok lainnya, (5) Secara
relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang
ekonomi, (6) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lainnya.
Setelah masa kemerdekaan, Kepulauan Riau bergabung dengan wilayah Kesultanan Siak
di daratan Sumatera sehingga membentuk provinsi Riau. Kepulauan Riau merupakan provinsi
baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Masyarakat Melayu Riau pada dasarnya terdiri dari dua
stratifikasi sosial atau golongan, yaitu golongan masyarakat asli dan golongan penguasa atau
bangsawan kesultanan.

Pada awalnya kepala-kepala suku yang menguasai hutan tanah, bernaung di bawah
kerajaan Johor. Namun setelah Raja Kecil dapat menduduki tahta Kerajaan Johor, terpaksa
keluarga Kesultanan meninggalkan Johor dan membuka kerajaan baru di sungai Siak, maka
kerajaannya dinamakan “Kerajaan Siak Sri Indrapura”. Dalam keadaan yang baru ini, pembagian
golongan dalam masyarakat Riau mulai berlaku.

Mulanya hanya kepala suku sebagai puncak dan anggota sukunya sebagai dasarnya, maka
dengan adanya Sultan beserta keturunannya, terjadilah tingkatan sosial baru sebagai berikut:

 Raja/Ratu dan Permaisuri yang merupakan tingkat teratas.


 Keturunan Raja yang disebut anak-anak raja merupakan lapisan kedua.
 Orang baik-baik yang terdiri dari Datuk Empat Suku dan kepala-kepala suku lainnya beserta
keturunannya merupakan lapisan ketiga.
 Orang banyak atau rakyat umum merupakan tingkatan terbawah.

Terdapat bermacam-macam sebutan untuk pimpinan dalam kesatuan hidup setempat.


Datuk adalah kepala suku, sekaligus menjadi pimpinan territorial yang agak luas yang mencakup
dan membawahi beberapa kepala suku dan hinduk-hinduk. Penghulu, batin, tua-tua, jenang dan
monti adalah gelar untuk kepala suku dan hinduk-hinduk.
Adanya tingkatan sosial tersebut membawa konsekuensi pula dibidang adat istiadat dan
tata cara pergaulan masyarakat. Makin tinggi golongannya semakin banyak hak-haknya.
Keistimewaan dalam tata pakaian, tempat duduk dalam upaca-upacara menunjukan adanya
perbedaan itu
Perkembangan kemudian menyebabkan pula perobahan batas-batas territorial, kalau pada
mulanya territorial mengikuti suku, yaitu dimana suku tersebut menetap, maka lingkungan
tempat tinggalnya itu menjadi daerah kekuasaannya. Tetapi keadaan ini kemudian berbalik, yaitu
suku yang mengikuti territorial. Mereka yang tinggal dalam lingkungan teritoir tadi mejadi
penduduk kampung dan dengan sendirinya kampung ini mencakup beberapa kesukuan.
Saat ini ketentuan-ketentuan adat ini sudah tidak mengikat lagi dan pada umumnya sudah
disesuaikan dengan alam demokrasi sekarang. Sehingga perbedaan golongan tingkat ini sudah
tidak kelihatan lagi dalam pergaulan. Pada waktu ini lebih diutamakan kepribadian, kedudukan
dan keadaan materiel seseorang menurut ukuran sekarang.
Dalam upacara perkawinan misalnya, bagi mereka yang mempunyai kemampuan
material, bisa memakai pakaian dan perlengkapan yang seharusnya diperuntukan bagi seorang
Raja atau Sultan. Dalam upacara adat yang diadakan sekarang, yang dianggap tinggi adalah
pejabat-pejabat pemerintah sesuai menurut kedudukannya sekarang, bukan lagi Datuk-Datuk
atau Tengku-Tengku. Upacara adat sekarang sudah beralih fungsinya. Adanya upacara adat ini
hanya sekedar menunjukkan identitas suku bangsanya dengan kejayaannya dengan masa lampau.
Dengan demikian, perkembangan budaya dalam pemahaman negara Indonesia hari ini, tidak
mengenal kasta, strata, jenis tertentu dalam masyarkat.
Daftar Pustaka

Soekanto Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar Cetakan Ke Empat Puluh Empat.
Jakarta :PT Raja Grafindo Persada

Wikipedia. 2016. Stratifikasi Sosial . https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial. Diakses


tanggal 26 Feruari 2018
Wikipedia. 2017. Keplauan Riau . https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Riau. Diakses
tanggal 26 Feruari 2018
____. 2012. Kebudayaan Melayu Riau .
https://purplenitadyah.wordpress.com/2012/05/21/kebudayaan-melayu-riau/ . Diakses tanggal 26
Feruari 2018