Anda di halaman 1dari 17

PEDODONSIA-2

ANATOMI JARINGAN PULPA GIGI PRIMER DAN PERMANEN

Disusun oleh:
Nama: Mayang Putri
NIM: 04031181722009

Dosen Pembimbing: drg. Ulfa Yasmin, Sp. KGA

Program Studi Kedokteran Gigi


Fakultas Kedoeran
Universitas Sriwijaya
2019
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Manfaat
Bab II Pembahasan
2.1 Jaringan Pulpa Gigi
2.2 Anatomi Pulpa
2.3 Fungsi Jarinagn Pulpa
2.4 Perbedaan anatomi jaringan pulpa pada gigi primer dan gigi permanen
2.5 Sel-sel Pulpa
Bab III Penutupan
3.1 Kesimpilan
Daftar Pustaka
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pulpa gigi adalah jaringan lunak yang terletak di tengah-tengah gigi. Jaringan
ini merupakan jaringan pembentuk, penyokong dan merupakan bagian integral
dari dentin yang mengelilinginya. Pulpa memiliki 2 fungsi yaitu fungsi primer
dan sekunder. Fungsi primer pulpa yaitu membentuk odontoblas dan odontoblas
ini tidak hanya membentuk dentin tetapi juga berinteraksi dengan epitel dentalis
untuk memulai pembentukan email di masa awal perkembangan gigi. Fungsi
sekundernya dilakukan setelah pembentukan gigi yaitu meliputi fungsi yang
berhubungan dengan sensitivitas gigi, hidrasi dan pertahanan.(Walton, 2008)
Pembuluh darah dan saraf masuk ke pulpa melalui foramen apikal dan kadang
melalui saluran akar lateral. Pulpa gigi sulung dan gigi permanen muda dengan
apeks yang belum menutup sempurna, sangat kaya akan persediaan darah. Oleh
karena itu, pulpa gigi permanen yang belum matang ini mempunyai potensi
penyembuhan yang besar dan umumnya memberikan respon baik sekali terhadap
perawatan yang bertujuan mempertahankan dan mengawetkan pulpa.Suplai darah
juga sangat penting untuk pertahanan, gizi, dan pembentukan yang terus-menerus
dari dentin, yang mengelilingi dan melindungi pulpa. Saraf akan memastikan
sensitivitas gigi. Seumur hidup gigi, terjadi kalsifikasi yang lambat dan progresif
dimana volume ruang pulpa juga akan berkurang. Jika pulpa hancur, gigi menjadi
lebih lemah dan rapuh, serta jaringan pulpa akan mati dan gigi cenderung lebih
gelap dan berwarna abu-abu.
I.2 Tujuan Penulisan
a. untuk mengetahui pengertian jaringan pulpa?
b. untuk mengetahui perbedaan anatomi jaringan pulpa pada gigi primer dan gigi
permanen?
1.3 Manfaat Penulisan
Makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengetahui apa saja perbedaan
anatomi jaringan pulpa pada gigi primer dan gigi permanen, sehingga
pengetahuan yang didapatkan bisa dipraktekkan pada saat menangani kasus yang
berhubungan dengan anatomi jaringan pulpa pada gigi primer maupun gigi
permanen.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Jaringan Pulpa Gigi
Pulpa gigi merupakan struktur jaringan lunak hidup yang terletak dalam kamar pulpa
dan saluran akar gigi sulung dan gigi permanen. Pulpa gigi berasal dari jaringan
mesenkim dan mempunyai banyak fungsi. Fungsi permulaan dari pulpa gigi ialah
untuk meletakkan dentin yang membentuk struktur dasar gigi, menentukan
morfologinya secara umum, dan memberikan kekuatan dan kekerasan mekanis.
Sistem sensori yang kompleks dari pulpa gigi ialah mengontrol peredaran darah dan
sensasi rasa sakit.
Dentin dan email gigi sulung lebih tipis sedangkan kandungan mineral pada gigi
sulung dan permanen hampir sama. Email gigi sulung hanya setengah tebal email gigi
permanen. Warna gigi sulung lebih terang. Tanduk pulpa bagian mesial mendekati
oklusal, lebih tinggi dari pada gigi permanen. Ruang pulpa lebih besar dan tanduk
pulpanya lebih dekat dengan permukaan luar gigi dibandingkan gigi permanen.
Ruang pulpa gigi molar bawah lebih besar daripada gigi molar atas
pada gigi sulung.

Pulpa gigi sulung menua sama seperti pulpa gigi permanen, dengan demikian saluran
akar molar sulung pada usia tiga tahun terlihat sangat luas pada gambaran radiografik,
sementara pada usia delapan tahun pada anak yang sama terlihat sangat kecil atau
hilang. Selain itu, pulpa gigi sulung mampu mengadakan perubahan fisiologi dan
patologi seperti gigi permanen misalnya pembentukan dentin sekunder, batu pulpa,
resorbsi interna, dan kalsifikasi.

Akar gigi sulung lebih panjang dan lebih tipis dalam arah mesiodistal dari pada gigi
permanen penggantinya. Akar gigi molar sulung menyebar untuk memungkinkan
perkembangan premolar di bawahnya. Retensi akar molar sulung setelah resorbsi
fisiologi atau pencabutan biasanya disebabkan oleh akar sempit dan bengkok. Akar
gigi-gigi anterior pada gigi sulung lebih sempit pada bagian mesiodistal dibandingkan
gigi permanen. Akar gigi-gigi posterior pada gigi sulung lebih ramping. Pulpa gigi
molar sulung mengikuti alur yang pipih, berbelit dan bercabang. Daerah kontak
diantara gigi-gigi molar sulung lebih luas, lebih rata dan terletak lebih jauh ke arah
gingiva dari pada kontak antara molar permanen.

2.2 Anatomi Pulpa


A. Fitur umum
Pulpa gigi menempati bagian tengah dari setiap gigi dan terdiri dari jaringan
ikat lunak. Pulpa ditempatkan di ruang pulpa mahkota dan di saluran akar gigi. Pulpa
yang ada di mahkota disebut pulpa koronal dan pulpa yang ada di akar disebut pulpa
radikuler. Oleh karena itu, bentuk pulpa menyerupai bentuk gigi tempat pulpa itu
berada. Volume total semua pulpa gigi permanen adalah 0,38 cc, dan volume rata-rata
pulpa manusia dewasa tunggal adalah 0,02 cc. Pulpa gigi molar, tiga sampai empat
kali lebih besar dari pulpa gigi seri.
B. Pulpa koronal
Pulpa koronal pada individu muda menyerupai bentuk permukaan luar
mahkota dentin. Pulpa koronal memiliki enam permukaan: atap atau oklusal, mesial,
distal, bukal, lingual, dan lantai. Ini adalah tanduk pulpa, yang merupakan tonjolan
yang meluas ke puncak masing-masing mahkota. Jumlah tanduk ini tergantung pada
jumlah cusp. Daerah servikal pulpa mengerut seperti halnya kontur mahkota, dan
pada zona ini pulpa koronal bergabung dengan pulpa radikuler. Karena deposisi
dentin terus menerus, pulpa menjadi lebih kecil dengan bertambahnya usia.

C. Pulpa radikuler
Radikuler atau pulpa akar adalah pulpa yang memanjang dari daerah servikal
mahkota ke puncak akar. Pada gigi anterior pulpa radikular tunggal dan pada
posterior multipel. Mereka tidak selalu lurus dan bervariasi dalam ukuran, bentuk,
dan jumlah. Bagian radikuler pulpa berkelanjutan dengan jaringan ikat periapikal
melalui foramen atau foramina apikal. Dinding dentin meruncing dan bentuk pulpa
radikular berbentuk tubular. Seiring pertumbuhan, semakin banyak dentin terbentuk,
sehingga ketika akar gigi telah matang, pulpa radikular lebih sempit. Kanal pulpa
apikal menjadi lebih kecil juga karena deposisi sementum apikal
D. Foramen apikal
Ukuran rata-rata foramen apikal gigi maksila pada orang dewasa adalah 0,4
mm. Pada gigi mandibula sedikit lebih kecil, berdiameter 0,3 mm. Lokasi dan bentuk
foramen apikal dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengaruh fungsional
pada gigi. Sebuah gigi dapat berujung dari tekanan horizontal, atau mungkin
bermigrasi secara mesial, menyebabkan apeks miring ke arah yang berlawanan.
Dalam kondisi ini jaringan yang memasuki pulpa melalui foramen apikal dapat
memberikan tekanan pada satu dinding foramen, menyebabkan resorpsi. Pada saat
yang sama, sementum diletakkan pada sisi berlawanan dari saluran akar apikal,
menghasilkan relokasi foramen asli. Terkadang foramen apikal ditemukan di sisi
lateral apeks, meskipun akarnya sendiri tidak melengkung. Seringkali, ada dua atau
lebih foramina yang dipisahkan oleh sebagian dentin dan sementum atau oleh
sementum saja.
E. Kanal aksesori
Kanal aksesori yang mengarah dari pulpa radikular lateral melalui akar dentin
ke jaringan periodontal dapat dilihat di mana saja di sepanjang akar tetapi paling
banyak di sepertiga apikal akar. Mereka secara klinis signifikan dalam penyebaran
infeksi, baik dari pulpa ke ligamen periodontal atau sebaliknya. Mekanisme
pembentukannya tidak diketahui, tetapi kemungkinan mereka terjadi di daerah di
mana terdapat sel prematur yang kehilangan sel-sel akar karena sel-sel ini
menginduksi pembentukan odontoblas yang membentuk dentin. Kanal aksesori juga
dapat terjadi ketika akar yang berkembang bertemu dengan pembuluh darah. Jika
pembuluh terletak di daerah di mana dentin terbentuk, jaringan keras dapat
berkembang di sekitarnya, membuat kanal lateral dari pulpa radikuler.

F. Bentuk dan Ukuran Pulpa


Pulpa koronal gigi primer relatif lebih besar dari pada gigi permanen. Tanduk
pulpa terbesar di molar primer adalah tanduk pulpa mesiobukal dan yang terbesar
kedua adalah tanduk pulpa mesiolingual. Perbedaan-perbedaan ini digunakan dalam
desain restorasi gigi. Gigi primer dan permanen serupa dalam arsitektur histologis
dasar dan pembuluh darah; jaringan ikat dan zona odontoblastik dan subodontoblastik
serupa dalam penampilan. Gigi permanen memiliki jumlah saraf yang lebih besar
daripada gigi sulung. Lokasi kanal aksesori yang biasa pada gigi sulung adalah di
zona furkasi dan pada gigi permanen di sepertiga apikal akar lengkap.

2.3 Fungsi Jaringan Pulpa


Jaringan pulpa memiliki lima fungsi yakni bersifat formatif dan bersifat suportif.
Adapun fungsi pulpa, yaitu :
2.3.1 Induktif.
Jaringan pulpa berpartisipasi dalam memulai dan perkembangan dentin, yang bila
terbentuk, akan mengarah pada pembentukan email. Kejadian-kejadian ini
merupakan kejadian yang saling bergantung dalam arti bahwa epitel email akan
menginduksi diferensiasi odontoblas, dan odontoblas serta dentin menginduksi
pembentukan email. Interaksi epitel-mesenkim seperti itu adalah esensi dari
pembentukan gigi.
2.3.2 Formatif.
Odontoblas membentuk dentin. Sel yang sangat special ini berpartisipasi dalam
pembentukan dentin dalam tiga cara :
a. Melalui sintesis dan sekresi matriks anorganik.
b. Melalui pengangkutan komponen anorganik ke matriks yang baru terbentuk di
saat-saat awalnya.
c. Melalui penciptaan lingkungan yang memungkinkan mineralisasi matriks.
2.3.2 Nutritif.
Jaringan pulpa memasak nutrient yang sangat penting bagi pembentukan dentin
(misalnya dentin pretubuler) dan hidrasi melalui tubulus dentin.
2.3.4 Defensif.
Jaringan pulpa juga memiliki kemampuan memroses dan mengindentifikasi zat asing
serta menimbulkan respons imun terhadap keberadaan zat asing itu. hal ini adalah
cirri khas respons pulpa terhadap karies dentin.
2.3.5 Sensatif.
Jaringan pulpa mentransmisikan sensasi saraf yang berjalan melalui email atau
dentin ke pusat saraf yang lebih tinggi. Sensasi pulpa yang berjalan melalui dentin
dan email biasanya cepat, tajam, parah, dan ditransmisikan oleh serabut bermielin.
Sensasi yang dialami diawali di dalam inti pulpa dan ditransmisikan oleh serabut C
yang lebih kecil, biasanya lambat, lebih tumpul, dan lebih menyebar (difus).
2.4 Perbedaan anatomi jaringan pulpa pada gigi primer dan gigi permanen
Gigi Primer Permanen
Insisivus rahang  Kamar pulpa Lebih besar  Kamar pulpa lebih
atas  Kamar pulpa Memiliki kecil
projeksi ke arah insisal,  Kamar pulpa
yang mirip dengan biasanya mengikuti
mamelon insisal kontur mahkota dan
 Memiliki satu saluran mempunyai tiga
akar yang besar yang tanduk pulpa(sentral)
mengecil semakin ke arah dan dua tanduk
apikal foramen. pulpa(lateral) yang
cocok dengan
perkembangan
mamelon pada gigi
muda.
 memiliki satu
saluran akar, saluran
akar nya luas di
bagian labiopalatal,
dan terletak di
pusat/tengah.
Kaninus rahang • Kamar pulpa bentuknya  Kamar pulpa yang
atas mengikuti morfologi gigi. terbesar dari semua
• Terdapat tanduk pulpa di gigi berakar tunggal.
tengah, yang prominen  Terdapat satu tanduk
dan memiliki pulpa, sesuai dengan
perpanjangan ke insisal cusp.
• Memiliki satu saluran  Saluran akar
akar berukuran besar
 Sering dijumpai
saluran lateral

Molar I rahang • Kamar pulpa memiliki  Kamar pulpa yang


atas bentuk yang mirip dengan terbesar pada
mahkota. lengkung gigi,
• Memiliki 3 tanduk pulpa dengan empat tanduk
yang prominen di tiap pulpa.
cuspnya  Mempunyai 3 akar,
• Tanduk pulpa yang paing dan biasanya saluran
prominen tanduk pulpa terletak disebelah
pada cusp mesiobukal mesiobukal,
• Memiliki 3 saluran akar distobukal, dan
(satu di setiap akarnya) palatal.
• Mungkin juga, terdapat
dua saluran akar pada
akar mesiobukal dan
distobukal

Molar II rahang • Kamar pulpa memiliki  Kamar pulpa molar


atas bentuk yang mirip dengan dua rahang atas
mahkota. hamper sama dengan
• Memiliki 4 tanduk pulpa molar pertama
yang prominen di tiap  Akarnya ada tiga dan
cuspnya saling berdekatan
• Tanduk pulpa yang paling sehingga pada akar-
prominen pada cusp akar bukal sering
mesiobukal menyatu dan
• Memiliki 4 saluran akar kadang-kadang keiga
(satu pada akar akarnya menyatu
mesiobukal dan membentuk suatu
distobukal, serta 2 saluran akar konis tunggal.
di akar palatal)
• Mungkin juga, terdapat
dua saluran akar pada
akar mesiobukal dan
distobukal

Insisivus rahang • Kamar pulpa lebih besar  Kamar pulpa kecil


bawah dibanding gigi permanen dan datar kearah
• Pada insisivus sentral : mesiodistal
memiliki konstriksi pada  Ke arah labiolingual
kamar pulpa yang kamar pulpanya
memisahkan antara kamar lebar dan ovoid
pulpa dan saluran akar dalam potongan
• Memiliki satu saluran melintang pada
akar yang meruncing ke sepertiga servikal
arah apikal. mahkota dan
meruncing ke arah
insisal.
 Memiliki satu
saluran akar.

Kaninus rahang • Kamar pulpa bentuknya  Kamar pulpa lebih


bawah mengikuti morfologi gigi. kecil daripada
• Terdapat tanduk pulpa di kaninus rahang atas
tengah, yang prominen  Terdapat satu tanduk
dan memiliki pulpa pada gigi
perpanjangan ke insisal dewasa.
• Memiliki satu saluran  Memiliki satu
akar saluran akar

Molar I rahang • Kamar pulpa memiliki  Memiliki 4 tanduk


bawah bentuk yang mirip dengan pulpa .
mahkota.  Biasanya memiliki 3
• Memiliki 4 tanduk pulpa saluran akar.
yang prominen di tiap  Akar mesial
cuspnya mempunyai 2
• Tanduk pulpa yang paing saluran akar
besar tanduk pulpa pada  Akar distal memiliki
cusp mesiobukal 1 saluran akar
• Memiliki 2/3 saluran akar
• Satu saluran di setiap akar
• Dua saluran akar  akar
mesial
• Satu saluran akar  akar
distal. Tetapi bias
mengecil menjadi 2
saluran semakin tua
usianya.

Molar II rahang • Kamar pulpa memiliki  Kamar pulpa lebih


bawah bentuk yang mirip dengan kecil daripada molar
mahkota. I rahang bawah
• Memiliki 5 tanduk pulpa  Biasanya terdapat 3
yang prominen di tiap saluran akar.
cuspnya  Akar mesial 2
• Tanduk pulpa yang paing saluran akar
prominen tanduk pulpa  Akar disal memiliki
pada cusp mesiobukal dan 1 saluran akar.
mesioloingual
• Memiliki 3/4 saluran akar.
• 2 sluran akar  akar
mesial
• 1 saluran akar  akar
dstal
• Saluran akar distal bias
terbagi menjadi 2 semakin
bertambahnya usia.

2.5 Sel-sel Pulpa


Di dalam pulpa terdapat berbagai jenis sel, yaitu :
a. Odontoblas,
yaitu sel pulpa yang paling khas. Sel ini membentuk lapisan tunggal di perifernya
dan mensintesis matriks yang kemudian termineralisasi dan menjadi dentin.
Odontoblas adalah sel akhir yakni tidak mengalami lagi pembelahan sel.
Odontoblas terdiri atas dua komponen structural dan fungsional utama yakni
badan sel dan prosesus sel.
b. Preodontoblas.
Odontoblas baru dapat tumbuh setelah odontoblas yang lama hilang akibat cedera.
Namun tumbuhnya odontoblas baru hanya bisa terjadi jika pada zona kaya akan
sel telah ada preodontoblas. Preodontoblas adalah sel yang telah terdiferensiasi
sebagian sepanjang garis odontoblas. Preodontoblas ini akan bermigrasi ke tempat
terjadinya cedera dan melanjutkan diferensiasinya pada tempat tersebut.
c. Fibroblas
Fibroblas adalah sel predominan pulpa. Dapat berasal dari sel mesenkim pulpa
yang tidak berkembang atau dari bagian fibroblas yang ada. Fungsi fibroblas
adalah memproduksi substansi dasar dan serabut kolagen yang merupakan
matriks pulpa. Fibroblas juga terlibat dalam degradasi kolagen dan deposisi
jaringan yang mengapur. Dapat membuat dentikel dan dapat berkembang untuk
menggantikan odontoblas mati, dan mungkin menghilangkan kolagen selama
proses remodeling.
d. Sel Tak Terdiferensiasi
Sel mesenkim yang tidak berkembang berasal dari sel mesenkim papilla gigi. Sel-
sel ini merupakan cadangan sel yang menghasilkan sel-sel jaringan ikat pulpa.
Karena fungsinya dalam perbaikan dan regenerasi, sel tersebut tetap mempunyai
ciri pluripotensial dan dapat berkembang menjadi fibroblast, odontoblas,
makrofag atau osteoklas. Sel prekursor ini ditemukan di zona kaya akan sel dan di
dalam inti pulpa yang mengandung banyak pembuluh darah. Jumlahnya akan
menurun jika pulpa makin tua
e. Sel-sel System Imun
Makrofag, limfosit T, dan sel-sel dendrite juga merupakan penghuni pulpa yang
normal. Sel-sel ini adalah bagian dari mekanisme pengawasan dan respons awal
dari pulpa. Sel-sel ini ada dan menghancurkan antigen seperti sel-sel mati dan
benda-benda asing. Limfosit dan sel plasma, bila terdapat pada pulpa normal,
ditemukan pada daerah subodontoblastik koronal.
BAB 3
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan

Morfologi gigi sulung menyebabkan resiko karies yang besar. Hal ini disebabkan
karena emailnya lebih tipis, sehingga karies gigi lebih aktif pada gigi sulung, secara
proporsional dentinnya sangat tipis sehingga karies berkembang ke jaringan pulpa
lebih cepat.

DAFTAR PUSTAKA

https://books.google.co.id/books?id=WhHuzjJbJZwC&pg=PA159&lpg=PA159&dq=
anatomi+internal+gigi&source=bl&ots=RBWxvNnv36&sig=ACfU3U1o_1U7v_zrn
BAyTR8GvSw2Ndc5bQ&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiXtTpxo3gAhXCfysKHcKP
Cj4Q6AEwB3oECAcQAQ#v=onepage&q&f=true diakses 27 januari 2019

Kumar, G.S. 2015. Orban’s Oral Histology and Embryology. India: ELSEVIER

Nelson, Stanley J. 2015. WHEELER’S Dental Anatomy, Physiology, and Occlusion


11th. Nevada: ELSEVIER