Anda di halaman 1dari 14

BERITA DAEM&I*I ${Affi L}XSATFN ffiE'KAS,T

SERI :
NOMOR:

Pnll,A'l't) Itr\l{ l}t l)A'll l} nl(ASI


I

NON4OIi : I-l'l'z\llLlN 2011

1'liN',lANC
-l'r\
I(r\\\/r\S.,\N N l)r\ r\SAP 11O I(O I(
I) I I(n li l. I I"\'l'til'l Il EI(,\s^ I

I] [.] l)r\"t' i l] lill(u\S I

Menimbang a. bahwa gLuta tttcrtingl<atkan l<cscltatar-, tttzil;l'ltal<at c'li1lr:riLrkan


Itesaclaran- lienrauarr, ciart lterttiattrpttal.t r1':asycu'al(iit tttrtttli
setrantiasa nicntbi:tsaliatl cliri clctrgalt poln hiclr"r; ' irehat;

b. balrwa tttclol<olt dttput lllc:tt1rt'hii111,r,'l lll'ganggttttl'a iltaLl


nlCllut'Llllt),tt iiCschatirn bagi lrcroliol< lllaLlpLllr trraSl'arari<at 1'alr':,
l'rgl<an pcroltolt. ltaptLts iltrrt tcr'lliLpill'asap r<lkok orapg laip;

bahrva bcrcllsat'ltatt pt'r'tirtrtrattt1ittt hrtt'rtl'a c]ttn ltltrul'b cii atas.


pcrlu clitctittrliart Irct'tttttt'lltr [] tipati Kabr-r1:aten Bekasi icrltang
I(ar,vasan ''l'arrpa Asap lloltoli tli l(nbupaten Ilel<asi
I

Mengingut L tJrrclang-tJrtclrrrg Notttor l4'l'ahLrn 1950 tctttang Petrrbentultatr


Daerali-clnerah l(abrrpatett clalartt lirtgkurtgart Pr:ovitlsi .iawa Baral
(llc:r'rta Ncgnrit'l'ithtttt I 950)l

) lJnclang-tJrttlarrg Ntrtlltlt' I
'l'lhtrn I 999 tcrttartg Pet'ltrtclirrtgait
'l"altLni t99!)
I(o,tsttrtrctt (l.,utttbarirrr Ncgltrit I(c1lrrl.rlil< lncltrncsia
Nouror !12.'l'arttllaltan l.,ctttbitt'ittt Negat'a liellub)il< Incltlncsitr
Nonrot'3ti2l):

I.)irrJang-t.Jpclang Notttclt' :i9


l'itltLttt 1999 tetrtatrg i-1al< Asasi
N4irnusiit (l.ertttrnlittt i\cgarn l{clltrhlil< Iitdotresia Trltit:t 1999
lJontul 165.'l'unrbulirn l,cnrbirrirtt Ncgat'a Iicpurblilt ltttltlrrcsia
Nontor ititi(:)l

4. Uutlaug-U rrdurrg Nonror' 2i'l'ahun 2002 terrtang Pellincluusan Allal(


([.,entLraran Negarit I(cprrblik lttclotresizt 'I'ahtrn 2002 Nonror 109.
'l'lrtrbahutr I-cntbaran Negara I(cptrblilt lrtclonesia l'.lotuor 42 j5)l
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahur-r 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lernba.ran Negara Republik Indonesia Tahun 20A4
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 44'37) sebagaimana telah diubah beberapa kali dan teral..hir
dengan Undang'Uridang Nomor 12 Tah.un 2008 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 'Iahun 2044 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4844);

6. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan


Ar:gkutan Jalan (Lembaran Negara Republit< indonesia
Tahun 2009 Nornor 96, Tambahan Lembaran Negara Repriblilt
Indonesia Nomor 5025);

7. Undang-Undang Nomor' 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan


Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembnran Negara Repubiiir
Indonesia Tahun 2009 Nomor' 140, Tambahan Lembaran Negara
Republik irtdonesia Nomor 5059):

B. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tflrun 2009 Nomor 144,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Ncmor 5063);

g. Peraturan Pernerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian


Pencemaran Udara (Lembaran Negaran Republik Indonesia
Tahun 1999 Nomor 86, Tambahan L,embaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3853);

Nomor 19 Tahun 200-? tentang Pengamanan


10. Peraturan Pemerintah
Rokok Bagi Kesehatan (Lernbaran Negara kepublik Indonesia
l.tromor 3971, Tambahan Lembaran Negara No,nor a276):

11, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 20U7 tentang Pembagian


Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Fernerintahan Daerah
Provinsi, dan Pemerintahar-r Daerah Kabu;iaten/Kota (Lernbaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nornor 82, Tan-rbahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

12, Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 6 Tahun 2008 tentang


Urusan Pemerintahan Kabupaten Bekasi (Lernbaran Daerah
I(abupaten Belcasi Tahun 2008 Nomor 6);

13. Peraturan Dacrah Nomol 7 Tahun 2A09 tentang Organisasi


. Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi,(Lembaran Daerah Kabupaten
Berasi Tahun 2009 Nomor 7).
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG KAWASAN TANPA ASAP


ROK.OK DI KABUPATEN BEI(ASI

BAB I

KETENTU]q.N UMTIM

' Pasal i

Dalam Perafuran Bupati ini yang dirnaksud dengan :


L I'emerintah Daerah adalah Pemeriutah Kabrrpaten Bel<asi;
2. Bupati adalah Bupati Bekasi;
3. Dinas adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi;
4. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kesehatau l(abupaten Bekasi;
5. Kar,vasan adalah *arg, tempat, atau area yang dinyatakan dilarang merokok-;
6. Tempat khusus unnrk merokok adalah luang, tempat, atau area yang dipergunakan
khusus untuk kegiatan merokok di lingkungan Kawasan Dilarang itderokok;
7. Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap,
dan/atau dihirup termasul< rolcok kretek. rokok putih, cerutu ataLr bentu lainnya yang
dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica, dan spesies iainnya atau
sintetisnya vang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa balian
tambahan;
8. Perolcok pasif adalah orang yang bukan perokok namun terpak.sa menghisap atau
menghirup asap rokok yang diheluarkan oleh perokolc;
9. Orang adalah orang perorangan, helompok orang;
I0. Penanggungjawab tempat adalah orang atau pejabat yang bertanggr"urgjawab
di wilayah kerja setempat.

BAB II

AZAS DAN TU.IUAN

Pasal 2

Peraturan Bupati ini berazaskan :


a. K.eseimbangan kesehatan manusia dan linglcungan;
b. Kemanfaatan umum;
c, Keterpad',ran dan keserasian;
' d. .Keaailen; dan
e. Transparansi dan akuntabilitas

Pasal 3

Peraturarr Bupati ini bertuiuan :


" ,a. Untuk mewujudkan lingkungan yang baik dan sehat;
i b. .Untuk mencegah terjadinya dampak negatif dari rokok, terutama bagi wanita hamil,
analc-anak, dan perokok pasif;
c. Untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok,
BAB III
. RUANG LINGKUP KAWASAN TANPA ASAP ROI(OK

Pasal 4

'Ruang lingkup I(awasan Tanpa Asap Rol<ok dalam Peraturan Bupati ini meliputi
$-awasan Tanpa Asap Rokok di Lingkungan Komplek Perkantoran Pemerintah
' Kabupaten Bekasi dan Kawasan Tanpa Asap Rokok di luar Komplelc Perkantoran
Pemerintah Kabupaten Bekasi.
:
BAB IV

KAWASAN TANPA A.SAP ROKOK

Pasal 5

(l) Kawasarr Tanpa asap rokok adalah meliputi :

'a. Tempat Pelayanan Kesehatan;


b. I'enrpat Proses Belajar Mengajar;
c. .fu'ena Kegiatan atau tempat bermain anak-anak;
d. Te.npat lbadah;
, e. Angkutan Umum;
f Tempat Umurn; dan
g. Tempat
{.rj".
(2) Keterangzur lebih lanjut Kawasan Tanpa Asap Rokok sebagairnana dimaksud pada
ayat (l) tereantum dalam Lampiranl Peraturan Bupati ini'

Pasai 6

(1) Setiap orang yang berada di ka.wasan layanan kesehatan, tenipat belajar mengajar,
atena bermain anak, ternpat ibadah dan di angkutan umum dilarang melaicukan
kegiatan:
a, Mem.produksi atau membuat rokok
b. Ir{enye}onggarakan iklan rokok
c. Menjual rokok
d. Mempromosikan rokok
e. Menghisap rokok
(2) Setiap orang yang berada di Kawasan Tanpa Asap Rokok di lingkungan Komplek
Perkantoran Pernerintah Kabupaten Bekasi dilarang meialcukan kegiaian :
l
a, Memproduksi atau membuat rokoh
b. ]r{enyelenggarakan iklan rokok
c., N,Iempromosikan rokok
d. Menghisap rokok
(3) Pengecualian terhadap ayat (1) huruf e dan ayat (2) lu"rruf d dapac dila.kukan di tempat
' khusus merokok.

Fasal 7

(1) Di lingkungan tempat kerja Can tempat umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 5
ayat (1) huruf f dan huruf g dapat disedialcan tempat lthusus unflrk merokok,
1
(2) Tempat khusns merokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terlebih dahulu harus
mendapatkan rekomendasi dari Kepala Dinas setelah memenuiri persyaratan sebagai
berikut :

a. Terpisah secara fisik atau tidak tercampur dengan kawasan dilarang merokok;
b. Memiliki sistem sirkulasi udara yang baik dan a.tau tidak tertutup;
c, Beratap dan hanya tertutup ll3 bagian dari keseluruhan bangunan;
d. Dilengl:api dengan asbak atau tempat pembuangan puntung rol<okl
e. Dilengkapi dengan data dan informasi bahaya merokol( bagi lresehetmn
(3) Koterangan lebih laqjut mengonei nreltarfsme untuk menclfipatken rekomondasi
' sebagalmana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut oleh l(epala Dinas,
' oasal 8

(1) Tempat yang ditetapkan sebagai kawasan tanpa asap dilengkapi derrgan tanda atau
simbol dilarang rnerokok.
,.:

(2) Tempal khusus untuk merokoi< dilengkapi dengan tanda atau simbol tempat
merokok.

(3) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berui:a tanrJa atau sirnbol
; sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Bupati in;.

(4) Penempatan tanda dilarang merokoli sebagairnana ciimaks;ud ryat (1) dan ayat (2)
harus rlldah dilihat dan tidak mengganggu kejndahan tempat.

BAB V

K, KEWAJIBAN DAN LARANGAN

Pasal 9
(l)' Setiap orang berhak rnembuat tanda atau simbol lcawasan 1-arnpa Asap Rokok /
dilararrg merokok dengan mencantumkan Peraturan Bupa.ti ini sebagaimana contoh
tercaltum dalam Lampiran II Peraturan Bupati ini.

(2) Setiap orang berhak mendapatkan tanda atau simbol tempat khusus merokok sesuai
. dengan Peraturan Bupati ini.

Pasal i 0
(1) Pimpinan dan/atau penangglmgjawab tempat berkewajiban untui< menempelkan
tanda atau simbol kawasan Tanpa Asap Rokok / dilalang merokol< di tempat yang
menj adi tanggung .i awabnya.

(2) Pimpinan dan/atau penanggungjawab tempat berkewajiban untuk menempelkan


tanda atau simbol ternpat khusus merokol< di tempat yang telah clitentukan.

Pasai 1 1

(1) Pimpinan dan/atau penanggungjawab tempat wajib melakul<an pengawasan atas


ketentuan sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat (i).
(2) Pimpinan dait/atau penanggung jawab tempat wajib melakukan pengawasalr
terhadap tanda atau syrnbol sebagaimana dimaksud pada Pasal L0 ayat (t) aan ayat
(2) agar selalu terpasang sesuai ketentuan.
Pasal 12

Dilarang memasuki ternpat ldrusus untuk merolcok bagi:


i. Ibu hamil;
2. Anak-anak di bawah usia 18 tahun;
3. Anal<-anak y€rng mengenakan seragam sekolah.
BAB VI

PENGAWASAN DAN PEMBINAAN

Bagian Pertama
Pengawasan

Pasal 13

(1) Bupati melalui Dinas rnelakukal pengawasan terhadap kawasan Tanpa Asap Rokok
dan tempat khusus merokok.

(2) Untuk melakukan tugas pengawasan sebagairnana dimaksud pada ayat (1) Bupati
dapat membentuk Tim Pengawas.

(3) Tim pengawas terdiri dari instansi/ Satuan l(erja Perangkat Daerah (SKPD) : Dinas
Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Pengendalian Lingkr"rngan Hidup
- Kesehatan,
Daerah, Ba.dan Kepegawaian Daerah, dan Insepktorat Daeral', dengan ketentuan
sebagaimana tercantum dalam lampiran III yang merupakan bagian tak telpisahhan
dari peraturan ini.

(4) Ketentuan teknis pelaksanaan pengawasan kawasan dilarang nrerokok sebagaiinana


dimaksud pada ayat (3) diatur dalam lampiran IV yang n:c,rupakan bagian tak
terpisahkan dari peraturan ini.

Pasal 14

(1) Tirrr pengawas sebagaimana dimalcsud pada Pasal 9 ayat(3) melakukan pembinaan
,' urnurn atas :
a. Perlindungan terhadap warga masyarakat dari bahaya melolcok.
b. Terwujudnya kawasan tzurpa asap rokok di Kabupaten Bekasi.
, (2). Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi :
a, Penyebarluasan informasi dan sosialisasi melalui media cetal< dan elehtronilc;
b.' Koordinasi dengan seluruh instaiisi, elemen organisasi masyalakat, kaiangan
pendidikan, tokoh-tokoh masyarakat, dan tol<oh-tokoh agama;
' c. Memotivasi dan membangun parlisipasi, prakarsa masyalakat untuk hidup seirat
tanpa asap rokok dengan melakukan kawasan tanpa asap rokol<;
,d. lderumuskan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan perlindungan masyaral<at
dari paparan asap rokok; dan
e. Bekerjasa:na dengan badan-badan atau lembaga-lembaga nasional maupuri
inter,nasional dalam upaya melindungi masyaralcat dari paparan asap rokok.

(3) Tim pengawas melalcukan penibinaan l<lrusus terhadap pelanggar kawasan lanpa asap
'rokok dengan melibatkan klinik konsultasi berhenti merol(ok yang terdapat
di P o likiinik .P emerintah Kabupaten B elcasi atau P u skesmas terd ekat.

(4) Pembinaan khusus sebagairnana dimaksud pada ayat (3) diatur lebih lanjut oleh
Kepala Dinas Kesehatan.
PER.AN SERTA MASYARAKAT

Pasal I 5

(1) Masyarakat dapat berperan serta dalam mewujudlcan kawasin tanpa asap rolcok
'di Kabupaten Belcasi.

(2) peran serta masyerakat sobegairnana dimaksurl pade 4ya-t (l) dapat dllaleukpti tlongan
c'Na'.
a, memberikan sumbangan pemikiran clan pertimbangan berkenaan dengan
. penentuan kebijakari )ang terkait deingan l<awasan tanpa asap rokok dan tempat
khusus merokok;
b. memberil,an bantuan sarana dan prasarana yang ciiperlukan untuk mewujr-rdkan
kawasan tanpa asaP rokok;
c. ikut serta dham memberikan pengawasan, bimbingan, dan penyuluhan serta
penyebarluasan informasi kepada masyarakat; dan
d., Melaporkan setiap pelanggaran terhadap Peraturan Bupati ini kepada penanggullg
jawab kawasan tanpa asap rokok dan/atau kepada tim pengawas.

(3) Prosedur pelaporan ,lan pengaduan masyarakat diatul lebiii lajut oleh l(epala Dinas.

BAB VIII

SANKSI ADMI TISTRATIF

Pasal l ti

(1) Pelanggaran terhadap Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dapat dijatuhi sa:rksi adrninistratif
yang berupa :
a. Tegruan lisan;
b. Paksaanpemerintahan.
(2) Pelanggaran terhadap pasal 10 ayat (1), dan ayat (2), Pasal 1 1 ayat (l) dan ayat i?)
dapat dijatuhi sanksi administratif berupa :
a. Teguran lisan;
. b, Teguran tertulis;
c. Palcsaanpemerintahan;
d. Penyagelan tempat khusus merokok;
e. Pencabutan ijin tempat khusus merokok,

(3) Pimpinan dan/atau penanggungjawab rempat yang melakukan pelanggaran terhadap


Fasal 11 dapat dijatuhi sanksi administraiif yang berupa ;
a. Teguran lisan;
b. Teguran tertulis; :
,c. Paksaan pemerintahan;
- d. Penyegelan tempat khusus merokok
e. Pencabutan ijin tempat khusus merokok
/'
(4) Weu'enang penjatuhan sanksi sebagairnana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan
oleh pinrpjnan dan/ atau penanggungjawab tempat.

' i51 Wewenang penjatuhan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat 13)
dilakukan oleh Kepala Dinas I(esehatan atas usulan tim pengawas.
BAB IX

KETENTUAN PETLALIHAN
!

Pasal 17

(1) Tempatrkhusus rnerokok beserta tanda atau simbol yang sudah acia sebelum peraturan
Bupati ini ditetapkan wajib menyesuaikan dengan Paraturan Bupati ini selambat-
lambatnya I (satu) tahun setelah Peraturan Bupati ini diundangkan,

(2) Semua ketenfiun larangan merokok yang dikeluarkan oleh Pen-rerintah Kabupaten
'' Bckasi dinyatakan masili tetap berlaku sepanjang tidal( b;rtentangan dengan
Peratrran Bupati ini.

BAB X

KETENTUAN PENUTUP

, Pasal I 8

(1) Peraturan ini mulai beriaku di lingkungan Komplek Perkantoran Pemerir"rtah


i(abupaten Bellasi terhitung 6 (enam) bulan sejak tanggal diundanglcan.

(2) Pemberlakuan untuk lingkungan di lrrar sebagaimana di mal<sud pada ayat (1)
terhitung'l (satu) tahun sejak tanggal diundangkan.

Pasar 19

Peraturan Bupati'rni mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini


dengaur penempatannya dalam Berita Daerah l(abupaten Bekasi.

Ditetapkan di Cilcarang Pusat


pada tanggal : 13 .iuni 201 I

BUPATI BEKASI

trd

H, SA'DUDDIN

Diundangkan di Cikarang Pusat


padatanggal 2011

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERA}I KABUPATEN BEI(A T TAiTiX 201 1 NOMOR


I,AMPIRAN I : PBRAT'URAN BUPATI BEKASI
NOMOR :74
TANGGAL: 13 JI_INI 2011
TENTANG: KAWASAN TANPA ASAP
ROKOK DI KABUPAI]E|\r
BBKASI

KAWASAN DiLARANG MEROI(OK


Di LINGKUNGAN PEMERINTAH I(ABUPATEI.{ BE I(A SI

No. Kawasan Dilarang Merokok Keterangan

I Ternpat Kerja
Semua gedurrg dinas/irrstansi di lingkurrgan
Pemerintah Kabupaten Bel<asi,

Masjid/nrusl"rola dan senlua terrpat yang digunal<an


2. Tempat ibadah t;ntuk ternpat ibadah di ,lingl<ungan Penrerintah
Kabupaten Beliasi.

KAWASAN DILARANG MEROI(OK


DI LUAR. LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BEKASI

Kawasan Dilarang
Keterangair
Merokok

Tempat Umurr Semua tenninal angl<utan LlntLn'n di I(abupaten


Bekasi.

Semua stasiurr l<ereta api di wilayalr Kabupaten


Bekasi.

Senrua lralte bus di l(abupaten Bekasi.

Pasar Modern, Pasar Tradisionai, Pertokoan,


dan sejenisnya;
5, Hotel, Pengir-rapan, dan se.leriisnya;
6. Warnet, Salon Kecantikan, Spa;
7, C1fe,. Warung Makan, R.estorar,
seJenlsnya;
Mengemudi Kendaraan cli .lalan Umum:
Jalar-jalan Umum dan Trotoar.
Tempat Kerja l. I(antor/instansi/lenrbaga/badani Dinas Penterintah
Daerah Kabu paten Bel<asi.

2. Kantov'iustansi/lernbaga/ BacJalr Pemerintah Pr:sat


yang ada di wilayah l(abuparen Bekasi

3, I(antor/instansi/lembaga srvasta wilayah


KabLrpaten Bel<asi

Ternpat Proses Belajar Tempat proses belajar mengajar dari tingkat usia dini
Mengajar sarnpai dengan perglrruan tinggi baik pendidikan
forrnal lnaupun non forrnal
epat-Peman Sal<it uskesmas / Baiai Pengobatan i
Rumah Bersalin / pralctek be,rsama / praktek
perorangan / apotik
LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI tsEKASI
NOMOR :14
T \NGGAL : 13 JUNI2011
TENTANG: I(AWASAN TANPA ASAP
ROKOK DI KABUPATBN
BBKASI

KAWASAN DILARANG MEROI(OK


DI LIN GKUNGAN PE,]VTERINTAI{ KABU P ATEN BE I( AS I

Kawasan Dilarang Merokok

Seurua gedurng dinas/instarrsi di lingl<urigan


Tempar K.erja
Pernerintah l(abu paten Bel<as i.

Masjid/murslrola dan selllLla tenrpat y'ang digr.rnakan


lempat Ibadah untul.. tempat ibadah di linglcungan Pemerintalr
Kabupatetr Bekasi.

KAWASAN DILARANG M E,ROT(OI(


DI LUAR LINGI(UNGAN PEMERI}.ITAH I(ABUPATEI! BEI(ASI

Kawasan Dilarang
tr(eterangan
Merokok

Ternpat Umum f . S"ruu t"t*i*l orlkutun Lrrltrrl'l di i(abupaten


Bekasi.

2. Semua stasiun l<ereta api di ",';layah I(abupaterr

Senrua halte bus di I(abupatr:r Belcasi.

Pasar Modern, Pasar Tra.iisional, Peitokc an,


dan sejenisnya;
5, Hotel, Penginapan, dan sejenisnYa.;
6, Warnet, Salon Kecantikan, SPal
7. Cafe, Warung Mal<an, Restoran, . dan
sejenisnya;
Mengemudi Kendaraan di Jalan Umurn;
Jalan-jalan Umum dan Trotoar,

Tempat Kerja l. Kantor/instansi/tembaga/baclan/ Dinas Pemerintah


Daerah I(abr"rpaten Bel<asi'

2.. l(antory'instansi/lenrbaga/ Badan Penrerintah


yang ada di wilayah l(aburpaten Bel<asi

3. I(antor/instansi/lerlbaga swasta di wilayah


I(abupaten Bel<asi

Tempat Proses Belajar Tempat proses belajar nrengajar dari tingkat usia dini
Mengajar sarnpai dengan ;lergilruan tinggi baik peridiclil<an
fornral maupun non formal

Tempat Pelayanan Rur it / Puskesmas 1 Ba.lal Pengobatan /

Kesehatan, Runlrh Bersalin / praktek bersania praktek /


perorangan / apotik
Arena I(egiatan Analc- Tempat hiburan anak/keluarga dan tempat
anak sejenis nrttulc bermain anal<

Masjid, Gereja, Vihala, Pura, I(lenteng dan


tempat lain sejenis yang digur.akan untuk ibadah

Angkutan Umum rungt utan Antar Kota Dalam Provinsi


(Ar(DP)
2. Angkutan Antar l(ota Antar Provinsi (AKAP)
3, TBkni rti Rnbupoten Eaknni
4. Angkutan Pariwisata di Kabupaten Bekasi
5. Angkutan Sewa di I(abupaten Belcasi

BUPATI BEKASI

ttd

H. SA'DUDDIN

Diundangkar di Cikarang Pusat


padatanggal ! 2}ll
SEKRTTARIS DAERAH KABUP.ATEN BEKASI

BEzuTA DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHLIN 2011 NOMOR


LAMPIRAN II : PEF-A.TIIIIAN BUFATI BEI(ASI
NOMOR z 14
TANGGAL ; 13 JUNI2001
TENTANG'
ffi[$*i,T ;lH[,Tfff$
BEKASi
TANDA ATAU PETUNJUI( TULISAN
,,I(AWA
SAN DI]-ARANG M EROI(OK''

TANDA ATAU PETUNJUI.( TULISAI\


,,TEMPAT MEROKOI("

T.EMPAT MEROKOK
q lbu hamil, amak berseraganm se$roEa0r, e{arr-rr mma&r diha.wmE*
Eil usia '! $ tafuuyt r$iEanartgl flrEts*r;$c.

BUPATI BEI(ASI

ftd

H, SA'DUDDIN
Diundanglcan di Cikarang Pusat
padatanggal 20tl

SEKF.ETARIS DAERAII KABUPATEN BEKASI

F.
H. DADANd.IVTUf,

BtrRITA DApR aLT LAo.TTDaT''NT DErz {- 1 1 \rnr rnh


LAMPIRAN III : PERATURAN BUPATI I}EKASI
NOMOR : t4
TANGGA t3 JUtit 20t1
TENTANG : KAWASAN TANPA ASAP
ROKOK DI KABUPATEN
BEKASI

Syarat untuk dapat ditunjuk sebagai ketua dan anggota tim pengawas
dan pembinaan adalah:
1' Tidak merokok atau sudah berhenti merokok setidaknya dalam satu iahun terakhir
2' Mempunyai komitmen yang tinggi untul< melindungi clan menc,:gah penyebaran serta
penambahan jumlah perokok pasif

3, Diturrjuk oleh pimpinan instansi tenrpat tugas


4. Dapat belierjasama dengan anggota tim yang lain

BUPATI BEKASI

ttd

H. SA'DUDDIN

Diundangkan di Cikarang Pusat


padatangga! 2011

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BEKASI

b L,
rl. bao )
BERI]A DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHTIN 2011 NOMOR
7

LAMPIRAN IV: PERATURAN BUPATI BEKASI


NOMOR z 14
TANGGAL ; 13 JUNI2011
TENTANG : KAWASAN TANPA ASAP
ROKOK DI KABUPATEN
BEK,A.SI

Protap Perrj atuhan Sanksi Adrninis rratif

Sanksi berupa peringatan/teguran darr pengusiran paksa oleh anggota tim pengawas dan
pernbinaan dapat dilalcukan kepada iirdi.ridu/setiap rrrang yang melanggar larangan
nrerokok di l..awasan yang telah ditentukan.
J,

Peringatan/tegtiran berupa pemberitahuan atau pernberian informasi, dan rneminta orang


yang merokok untuk mematikan rokoknya pada saat tersebut, atau meninggalkan area
dilararrg merokok. Teguran benrpa kata-kata yang sopan dan tidak menarik perhatian
banyak orang.

Pengusiran paksa dapat berupa perebutan rokok untuk dimatika;l oieh petugas/tim
pengawas dan pembina, pengusiran paksa terhadap orang yang melukc,k di area bebas
asap rokok, atau jika hal tersebut tidak diindahkan, maka anggota tinr penegakan hukum
dapat menyeret trlnpa melukai orang yang melanggar peraturan terseLtit.

BUPATI BEKASI

ttd
'11

H. SA'DUDDIN
Diqndangkan di Cikarang Pusat
pada tanggal 2011

SEKRETARIS DAER.AH KABUPATEN BEKASI

H. DADANG MULY

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2()1i NOMOR