Anda di halaman 1dari 8

SEMANGKA

OLEH :

NAMA KEL
BAB I
PENDAHULUAN
I. PENDAHULUAN

Buah semangka (Citrullus vulgaris Schard) tergolong buah yang

popular, dikenal dan digemari oleh masyarakat. Seperti kulit buah lainnya,

kulit buah semangka yang memiliki ketebalan 1,5-2,0 cm selalu menjadi

sampah. Bagian kulit buah semangka yang beratnya hampir 36% dapat

diolah menjadi suatu produk agar tetap dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan,

salah satunya diolah menjadi jelly (Pita, 2007).

Pemanfaatan albedo semangka belum dikenal luas oleh masyarakat.

Albedo semangka merupakan sumber pektin yang potensial, karena

sebagaimana jaringan lunak tanaman lain albedo semangka tersusun atas

21,03% senyawa pektin (Sutrisna, 1998). Oleh karena itu albedo semangka

sangat baik untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia sebagai

sumber pangan baru.

Pektin adalah golongan substansi yang terdapat dalam sari buah yang

membentuk larutan koloidal dalam air dan berasal dari perubahan

protopektin selama proses pemasakan buah. Pada kondisi yang sesuai serta

dengan penambahan gula dan asam, pektin dapat membentuk gel. Dalam

substrat buah-buahan yang bersifat asam, pektin merupakan koloidal yang

bermuatan negatif. Pektin akan menggumpal dan membentuk serabut halus

yang mampu menahan cairan, berdasarkan sifat inilah pektin dimanfaatkan

dalam pembuatan permen jelly (Desrosier, 1969).

1
12

Pektin yang diekstrak dari kulit buah umumnya tergolong pektin yang

mempunyai kandungan metoksil rendah. Di dalam jaringan tanaman, pektin

berada dalam bentuk protopektin yang tidak larut. Protopektin dapat

terhidrolisis oleh asam, alkali atau air panas menjadi pektin yang larut.

Secara alami perubahan kelarutan ini terjadi saat jaringan tanaman atau buah

semakin meningkat umurnya akibat hidrolisis enzimatis oleh enzim

protopektinase (Kertesz, 1951 dalam Bennet, 1994). Lama ekstraksi untuk

setiap bahan berbeda-beda, tergantung jumlah selulosa yang berikatan

dengan protopektin. Ekstraksi dilakukan pada suhu, pH, dan waktu tertentu.

Suhu ekstraksi berkisar antara 60-1000C, pH berkisar antara 1,8-3,0 dan

waktu ekstraksi berkisar antara 60-180 menit (Kertesz, 1991).

Kadar pektin pada beberapa buah berbeda-beda. Pektin pada pepaya

sebesar 12% berat kering, wortel (7,4%), pisang (6,2%), dan pada nanas

(2,3%) berat kering (Baker, 1997). Albedo semangka mempunyai

kandungan pektin tinggi sekitar 21,03%, sehingga cocok untuk pembuatan

jelly atau jam. Semangka mengkal merupakan sumber pektin yang baik

dalam pembuatan jelly atau jam, karena kandungan pektinnya relatif lebih

tinggi dibandingkan dengan semangka masak (Sutrisna, 1998).

Berdasarkan hasil penelitian Latifah (1992) tentang jam pepaya bahwa

waktu yang digunakan untuk ekstraksi pektin adalah 10 dan 20 menit

dengan suhu ekstraksi pektin adalah 60 dan 1000C. Waktu dan suhu yang

menghasilkan konsentrasi pektin yang optimum adalah pada waktu 20 menit3

dan suhu 1000C. Kekukuhan dan kekenyalan gel yang terbentuk akan
dipengaruhi oleh besarnya persentase kadar pektin.

Berdasarkan hasil penelitian Enddriati (1994), tentang jam wortel

bahwa suhu yang digunakan untuk ekstraksi pektin adalah 60 dan 1000C

dengan waktu ekstraksi pektin adalah 30 dan 60 menit. Suhu dan waktu

yang menghasilkan konsentrasi pektin yang optimum adalah pada suhu 600C

dan waktu 60 menit.

Jelly yang baik hanya dapat diperoleh jika tercapai kadar yang sesuai

antara pektin, gula, dan asam dalam air (Desrosier, 1969). Sedangkan Meyer

(1973), mengatakan bahwa kekukuhan gel tergantung pada kadar pektin,

berat molekul pektin, derajat metilasi, kadar gula, dan pH. Kekhasan suatu

permen jelly terletak pada rasa, bentuk, kekenyalan dan elastisitas produk

(Hambali et al., 2004). Menurut Hidayat (2004), permen jelly yang dibuat

dari buah-buahan memiliki nilai gizi yang tinggi dibandingkan dengan

permen yang beredar di pasaran.

Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian mengenai

variasi waktu dan suhu ekstraksi albedo semangka (Citrullus vulgaris

Schard) terhadap kualitas permen jelly. Dengan penelitian ini diharapkan

dapat diperoleh permen jelly yang memiliki kualitas yang baik.4

B. Permasalahan

1. Apakah perbedaan variasi waktu dan suhu ekstraksi albedo semangka

(Citrullus vulgaris Schard.) memberi pengaruh yang berbeda terhadap

kualitas permen jelly yang dihasilkan?

2. Berapa variasi waktu dan suhu ekstraksi albedo semangka (Citrullus

vulgaris Schard.) yang optimum untuk mendapatkan permen jelly yang


berkualitas baik?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui perbedaan pengaruh variasi waktu dan suhu ekstraksi albedo

semangka (Citrullus vulgaris Schard.) terhadap kualitas permen jelly yang

dihasilkan.

2. Mengetahui variasi waktu dan suhu ekstraksi albedo semangka (Citrullus

vulgaris Schard.) yang optimum untuk menghasilkan permen jelly yang

berkualitas baik.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi tambahan

dalam memanfaatkan albedo semangka semaksimal mungkin, meningkatkan

gizi dari produk semangka itu sendiri, meningkatkan nilai ekonomi semangka,

dan produk baru yang lebih sehat.


BAB II

PEMBAHASAN

A. SEJARAH

Semangka atau tembikai (Citrullu lanatus. suku ketimun -ketimunan atau Cucurbitacea)
adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setegah gurun di Afrika bagian
selatan.Tanaman ini masih sekerabat dengan labu-labuan (Cucurbitaceae), melon (Cucumis
melo) dan ketimun(Cucumis sativus). Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar
atau dibuat jus. Biji semangka yang dikeringkan dan disangrai juga dapat dimakan isinya
(kotiledon) sebagai kuaci.Sebagaimana anggota suku ketimun-ketimunan lainnya, habitus
tanaman ini merambat namun tidak dapat membentuk akar adventif dan tidak dapat memanjat.
Jangkauan rambatan dapat mencapai belasan meter.
Daunnya berlekuk-lekuk di tepinya. Bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil
(diameter 3cm). Semangka adalah andromonoecious monoklin, yaitu memiliki dua jenis bunga
pada satu tumbuhan: bunga jantan, yang hanya memiliki benang sari (stamen), dan bunga
banci/hermafrodit, yang memiliki benang sari dan putik (pistillum). Bunga banci dapat dikenali
dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian pangkal bunga berupa pembesaran berbentuk
oval.Buah semangka memiliki kulit yang keras, berwarna hijau pekat atau hijau muda dengan
larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnya, daging buahnya yang berair berwarna merah atau
kuning.
B. BIJI TERBUKA / BIJI TERTUTUP SERTA KLASIFIKASI SEMANGKA
Tumbuhan biji tertutup terkenal dengan nama ilmiah Angiospemae. Ciri-ciri tumbuhan
biji tertutup adalah sebagai berikut:
1. Berakar serabut dan berakar tunggang
2. Batang tumbuhannya ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang.
3. Batang tumbuhan ada yang berkambium dan ada yang tidak berkambium
4. Bijinya tertutup oleh buah
5. Memiliki mahkota bunga
6. Terjadi pembuahan yang ganda
7. Bunga sebagai alat reproduksinya..
Contoh tumbuhan biji tertutup adalah padi, jagung, labu siam, kacang panjang, apel,
jeruk, sirsak, rambutan, bunga matahari, semangka.

Klasifikasi Tanaman Semangka


Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliphyta

Kelas : Magnilopsida

Sub Kelas : Dileniidae

Ordo : Violales

Famili : Cucurbitaceae

Spesies : Citrullus lanatus Tunb

Morfologi Tanaman Semangka


Tanaman semangka merupakan tanaman satu musim, tumbuh merambat hingga mencapai
3-4 meter. Memiliki batang lunak, bersegi, berambut dan panjang mencapai 1-5 meter. Dauan
semangka berseling, bertangkai, dan memiliki bulu. Panjang daun sekitar 3-25 cm dengan
kelebaran 1,5-5 cm. bagian tepi daun bergelombang dan permukaan bawah daun berambut rapat
pada tulangnganya.Bunga tanaman semangka muncul pada ketiak daun, berwrna kekuningan .
semagka memiliki 3 jenis bungan yaitu bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna. Secara
umumnya tanaman semangka memiliki bunga jantan dan betina denganmproporsi 7 : 1.

Tanaman semangka memiliki bentuk yang sangat bervariasi dengan panjang 20-40 cm,
berdiameter 15-20 cm, dengan berat 4 – 20 kg. Bentuk tanaman ini bulat, oval dan lonjonh
bahkan ada juga yang berbentuk kotak.Semangka memiliki kulit yang santa tebal, berdaging dan
licin. Daging semangka berwrna putih jika masih mudah dan jika matang warna menjadi merah,
kuning dan juga lainnya tergantung dengn varietes. Daging tanaman semangka banyak
mengandung ait dan memiliki rasa manis. Tanaman ini memiliki biji berwarna hitam, putih dan
kuning serta kecoklatan bahkan ada semangka yang tanpa biji
B. Bagian- bagian Dari Tanaman Semangka

1. Akar
 Morfologi

 Anatomi
2. Batang
 Morfologi
Tanaman semangka termasuk kedalam tanaman semusim yang tumbuhnya
merambat hingga mencapai panjang 3-5 meter. Batang semangka bertekstur
lunak, bentuk bersegi, terdapat bulu-bulu kasar dan panjang batang mencapai 1,5-
5 meter.
 Anatomi
3. Daun
 Morfologi
Hasil dari karakterisasi morfologi semangka dari berbagai sumber
menunjukan bahwa daun semangka letaknya berselang-seling, bertangkai, helaian
daunnya lebar dan berbulu, menjari, dengan ujung daun runcing.Panjang daun
sekitar 3-25 cm dan lebar 1,5-5 cm. Pada tepi daun bergelombang dan permukaan
bawahnya berambut rapat pada tulangnya.
 Anatomi
4. Buah
 Morfologi
Buah semangka bentuknya sangat beragam (bulat, oval, lonjong dan
kotak) dengan panjang 20-40 cm, diameter 15-20 cm, dengan bobot 4-20 kg.
Daging buahnya renyah, mengandung banyak air rasanya manis dan segar, warna
daging buah pada umumnya merah walupun ada yang berwarna jingga dan
kuning. Di dalam buah terdapat banyak biji, namun ada pula semangka yang
tanpa biji. Warna kulit buah semangka beragam, seperti hijau tua, kuning agak
putih, atau hijau muda bergaris putih. Kulit tebal, berdaging dan licin. Warna
daging kulit semangka putih yang disebut dengan albedo mengandung zat sitrulin.

 Anatomi

C. MANFAAT DARI TANAMAN SEMANGKA