Anda di halaman 1dari 25

Perancangan Buku Interaktif Tentang Toilet Training

Anak Usia 1-3 Tahun

Devina Ganda Wijaya1 Petrus Gogor Bangsa2 Aniendya Christianna3


1. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra, Jl.
Siwalankerto, Surabaya
Email : devinagw@gmail.com

Abstrak
Peranan orangtua dalam mendidik anak sangat besar. Salah satunya mengajarkan anak tentang toilet
training. Namun banyak orangtua hanya sekedar mengajarkan saja. Karena itulah perancangan ini berbentuk
Buku Interaktif tentang Toilet Training yang berjudul Toilet Training by Myself dibuat untuk membantu anak-
anak dalam toilet training. Buku ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan meningkatkan kemandirian anak
di toilet. Perancangan ini dibuat dengan interaktif peek a boo dan dengan desain yang menarik. Melalui
perancangan ini diharapkan dapat menjembatani interaksi anak dan orangtua dan menambah pengetahuan anak
di toilet.

Kata kunci : Perancangan. Peek a boo, dan Toilet Training.

Abstract
The Design of Interactive Book About Toilet Training for Children Aged 1-3 Years.

Parent’s role in educating children is very significant. One of them is educating them about toilet
training. But most of their education is rudimentary. That is the reason why the writer made an Interactive Book
about Toilet Training entitled “Toilet Training by Myself” that is made to help the children in Toilet Training.
The purpose of this book is to provide knowledge and increase the abilities of the child in toilet. This thesis is
made of interactive peek a boo and with an appealing design. Hopefully this thesis can create an interaction
between parents and their children and increase children’s knowledge in toilet.

Keywords : Thesis, Peek a boo, and Toilet Training

Pendahuluan
Keluarga dalam sebuah kelompok sosial, memiliki anak balita pasti mengalami kondisi ketika
merupakan sebuah unit dasar dari masyarakat. Hal itu anak memiliki kebiasaan Buang Air Besar (BAB) dan
mempunyai kepentingan sosial dan nilai emosial baik Buang Air Kecil (BAK) tidak pada tempatnya baik
secara individu ataupun secara lingkungan secara terjadi saat bermain atau sedang tidur. Orang tua
keseluruhan. Orangtua mempunyai tanggung jawab kadang merasa repot dibuatnya. Kebanyakan anak
dalam memberi kasih sayang kepada anak yang mengompol tidak mempunyai perkembangan
mempunyai tanggung jawab mendidik anak-anak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap
dengan benar dalam kriteria yang benar, jauh dari kandungan kemihnya pada saat tertidur dan hal ini
penyimpangan. Kasih sayang orang tua sangat dapat diperbaiki dengan latihan.
dibutuhkan oleh anak, orang tua harus mempunyai Toilet training merupakan hal yang penting pada
komitmen “kualitas waktu” dengan anaknya dengan masa balita. Pada beberapa anak mungkin melakukan
menghabiskan waktu bersama-sama dengan anak toilet training tanpa menemukan adanya masalah,
seperti bermain dan membaca. Disamping itu orang tetapi beberapa anak lainnya akan mengalami
tua juga bertanggung jawab dalam mendidik dan kesulitan.Kebanyakan anak seringkali kesulitan untuk
mengajarkan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari kepada dilepaskan dari ketergantungannya terhadap popok
anak sejak dini. Sebagai orang tua yang masih sekali pakai. Sebagian besar ibu selalu kebingungan
dalam melatih kepekaan si kecil untuk buang air Pembelajaran toilet training hanya pembelajaran
kecil dan buang air besar secara benar di toilet. antar orangtua dan anak dengan bahasa sehari-hari
Belajar mengontrol keinginan buang air merupakan dan orangtua memberikan contoh sederhana, tanpa
langkah penting bagi anak. Disini ditekankan peran menggunakan media apapun. Metode Pembelajaran
serta aktif orang tua dalam membantu anak untuk yang digunakan dalam perancangan ini adalah
belajar mengontrol buang airnya. Mengajarkan toilet bermain sambil belajar dan perancangan ini berupa
training pada anak gampang-gampang susah. Namun buku interaktif di mana terdapat beberapa kegiatan
demikian sebagai orangtua tetap perlu mengajarkan kreatif yang akan melatih kreatifitas anak-anak usia 1-
pada anaknya. Untuk mengajarkan toilet training pada 3 tahun. Karakteristik anak usia 1-3 tahun adalah
anak bisa dimulai sejak usia 1 sampai 3 tahun. Pada meniru orang tua (sekitar usia 17 bulan, anak sudah
saat usia tersebut, si anak harus mampu melakukan mulai mengembangkan kemampuan mengamati
toilet training. Jika si anak tidak mampu melakukan menjadi meniru), belajar konsentrasi (Pada usia 14
toilet training sendiri boleh jadi anak pernah bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya
mengalami kesulitan. Anak mulai diajarkan toilet terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada
training saat usia 1 tahun. Perlu diingat anak pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi.
usia 1 tahun mengalami fase anal. Pada fase ini anak Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung
mencapai kepuasan melalui bagian anus. Fase pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di
kepuasan ini berhubungan dengan kebersihan dan sekelilingnya. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi
jadwal kedisiplinan. Jadi, seorang anak minimal pada usia ini adalah sekitar 10 menit), berpikir
sudah diajarkan sejak usia 1 tahun. Bila anak simbolik (Anak usia 2 tahunan memiliki kemampuan
diajarkan ketika berusia lebih dari 3 tahun untuk menggunakan simbol berupa kata-kata,
dikhawatirkan akan agak susah mengubah perilaku gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu),
anak. Karena pada saat usia 1 sampai 3 tahun ia mengelompokkan, mengurut dan menghitung (Pada
belum mampu melakukan buang air sesuai dengan tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan
waktu dan tempat yang telah ditentukan. Akibatnya, mainannya berdasarkan bentuk, misalnya
anak bisa menjadi bahan cemoohan teman-temannya. membedakan kelompok mainan mobil-mobilan
Dalam kehidupan anak, tiga tahun pertamanya dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan,
(atau biasa di kenal dengan istilah Golden Periode) anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan
adalah masa – masa paling penting dimana otak besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu
berkembang dengan pesat dengan membentuk 1000 dengan beberapa), meningkatnya kemampuan
triliun jaringan koneksi yang aktif dan dapat mengingat (Kemampuan mengingat anak akan
menyerap informasi serta stimulasi baru dua kali lebih meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar
cepat daripada otak orang dewasa sampai saat usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-
mencapai usia 3 tahun. Pada masa – masa usia ini, kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan
yang tak kalah pentingnya harus diajarkan pada anak sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan
adalah dukungan orangtua disaat anak ingin belajar mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan
mandiri, karena pada masa ini egonya mulai muncul. bersama-sama). Membaca buku untuk anak sangat
Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berguna pada saat anak mulai dapat memusatkan
melakukan berbagai hal sendiri, berarti anak perhatian untuk jangka waktu yang pendek. Buku
diberikan kesempatan untuk membangun rasa percaya yang terbuat dari kain dan karton tebal tak cepat
diri dan belajar dari kesalahan. Sehingga sangatlah rusak. Membaca buku dapat mendorong anak untuk
dimungkinkan anak tidak berkepribadian manja dan melakukan gerakan sederhana seperti bertepuk tangan
selalu tergantung pada orangtua. Pada masa-masa ini dan menepuk-nepuk biasanya menarik bagi anak
sangatlah tepat untuk mengajarkan anak mengenai kecil. Anak-anak juga suka mendengarkan buku yang
toilet training sehingga anak tidak bergantung pada dibacakan berulang-ulang.
penggunaan popok.
Buku interaktif ini dipilih karena bisa membantu
Pada dasarnya, setiap anak akan pembentukan pola pikir dan kepribadian anak. Buku
menghadapi masa di mana dirinya harus mampu interaktif ini berisi panduan-panduan dan permainan
menentukan keputusan yang ia ambil tanpa bertanya sederhana tentang toilet training. Buku dapat
kepada orang tua atau guru terlebih dahulu. Masa digunakan untuk perkembangan linguistik dalam diri
tersebut dapat dimulai dengan buku interaktif anak yang berusia dini dan merupakan sumber dari
sehingga si anak dapat memulai mengambil contoh-contoh dengan nilai moral yang benar dan ide-
keputusan yang berguna bagi masa depannya kelak. ide kreatif. Sedangkan untuk beberapa kegiatan
Seorang anak yang mulai mengambil keputusan untuk kreatif yang menjadi interaksi di dalam buku ini
mempraktekkan atau mulai melakukan isi materi berupa menempel, mencocok, mewarnai gambar.
dalam buku interaktif akan mudah mengingat. Setelah Beberapa kegiatan kreatif seperti menempel,
mengingat apa yang dipraktekannya, anak akan mencocok, mewarnai, dan menghubungkan gambar
dengan mudah melakukan hal yang sama atau ini dipilih dengan alasan agar buku ini dapat menjadi
mempraktekan hal yang sama pada kali berikutnya. media hiburan juga sarana penyalur kreatifitas bagi
Devina Ganda Wijaya : Perancangan Buku Interaktif Tentang Toilet Training Anak Usia 1-3 Tahun
Devina Ganda Wijaya : Perancangan Buku Interaktif Tentang Toilet Training Anak Usia 1-3 Tahun

anak-anak usia 1-3 tahun. Peranan orang tua dalam Tujuan Perancangan
mendidik anak sangat penting di mana orang tua perlu
mengarahkan anak dalam mengerjakan setiap a. Merancang buku interaktif tentang toilet training
kegiatan kreatif yang ada. Selain itu, orang tua juga untuk anak usia 1-3 tahun
perlu membantu anak-anak dengan mengajarkan cara
toilet training sesuai yang terdapat dalam buku Manfaat Perancangan
interaktif sehingga anak-anak bisa belajar lebih
mandiri. Bagi mahasiswa mampu menerapkan semua ilmu
yang di dapat selama berada di bangku kuliah dan
dapat menambah pengalaman dalam pemecahan
masalah DKV.
Rumusan Masalah
Bagi Universitas, adanya penambahan khasanah ilmu
a.Bagaimana merancang buku interaktif tentang toilet pengetahuan khususnya dalam bidang DKV
training untuk anak usia 1-3 tahun?
Bagi masyarakat, bisa menyediakan buku interaktif
tentang toilet training untuk anak usia 1-3 tahun

Metode Perancangan Berisi data-data pendukung yang diperoleh dari


internet, artikel-artikel majalah. Pengumpulan data
Data yang dibutuhkan juga didukung studi pustaka untuk pengumpulan data
dan informasi mengenai toilet training.
a.Data primer
Berisi data-data yang didapat wawancara secara
langsung kepada pihak-pihak yang bersangkutan di Metode Pengumpulan Data
daerah Surabaya. Dalam perancangan ini, wawancara
dilakukan dengan psikolog, dokter, guru TK, dan Metode yang dipakai adalah metode wawancara
orang tua, anak anak usia 1-3 tahun dengan pihak-pihak yangbersangkutan untuk
b. Data sekunder
mendapatkan informasi data yang akurat mengenai Where : Di wilayah mana perancangan ini di
produk, kompetitor dan permasalahannya. tempatkan agar mengenai target perancangan dengan
Wawancara akan dilakukan dengan pihak-pihak yang tepat?
bersangkutan, yaitu orang tua anak 1-3 tahun, anak When : Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
usia 1-3 tahun dan guru. Selain itu dapat juga di membuat perancangan ?
gunakan referensi lain referensi seperti artikel majalah How : Bagaimana agar perancangan buku interaktif
maupun data dari internet untuk memunjang tentang toilet training ini dapat berguna bagi anak dan
pengumpulan data. Dokumentasi data juga diperlukan pesan tersampaikan dengan baik ke orangtua?
untuk mengumpulkan data dengan menggunakan
referensi gambar yang diambil melalui kamera, Tinjauan Buku Interaktif
maupun ilustrasi manual yang kemudian digunakan
sebagai acuan dalam mendesain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, buku
Metode Analisis Data adalah ‘lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau
kosong; kitab.’ Sedangkan menurut Oxford
Metode yang digunakan untuk menganalisis data dictionary, buku mempunyai arti sebagai hasil karya
adalah penelitian kualitatif deskriptif di mana yang ditulis atau dicetak dengan halaman-halaman
memiliki pengertian yaitu suatu pengumpulan data yang dijilid pada satu sisi ataupun juga merupakan
yang pertanyaan – pertanyaan yang dijawab tentang suatu hasil karya yang ditujukan untuk penerbitan.
kondisi terakhir subjek penelitian dengan pendekatan Sedangkan arti dari interaktif adalah bersifat saling
5W + 1H. melakukan aksi, antar hubungan, saling aktif.
Dengan demikian, buku interaktif dapat berarti
What : Apa yang menjadi pertimbangan orangtua sebagai lembar kertas yang berjilid yang dapat
dalam memilih buku interaktif tentang toilet training melakukan aksi, antar hubungan dan saling aktif.
untuk anak?
Why : Mengapa orangtua perlu memilih buku Jenis-jenis Buku Interaktif
interaktif tentang toilet training yang tepat dan efektif
untuk anak?
Buku interaktif untuk anak-anak tidak hanya
Who : Siapa target atau sasaran perancangan karya
berisi cerita yang terdiri dari teks atau tulisan dan
desain ini?
ilustrasi saja, namun buku interaktif merupakan buku
yang berisi cerita, juga kejutan di balik halaman interaktif pull tab d. Buku
dapat melakukan tersebut. Sumber : interaktif
hubungan saling aktif http://www.bukugaby.c hidden objects
sesuai dengan arti dari om/product_detail.php? book
kata interaktif sendiri. produc Jenis buku interaktif
Buku interaktif t_id=2558&page_no=15 yang mengajak anak
memiliki bermacam- &sort=new untuk menemukan objek
macam bentuk, menurut ilustrasi yang telah
berbagai sumber cetak disembunyikan pada
dan online serta bagian halaman dan
observasi buku-buku Gambar 2 Buku membawa cerita melalui
interaktif yang beredar interaktif peek a boo itu.
di pasaran, penulis Sumber:
menemukan berbagai http://bukugaby.com/pr
jenis buku interaktif oduct_detail.php?
untuk anak. Bentuk- product_id=
bentuk buku interaktif 3
itu terdiri atas : 4
a 9
. 2
B &
u p Gambar 4 Buku
k a interaktif hidden
u g objects book
in e
te _ Sumber:
ra n http://bookcoverimg
kt o s.com/free-printable-
if = hidden-object-
p 3 puzzles/
o 4
p &
u s
p o e
Merupakan jenis buku r .
interaktif berupa lipatan t B
gambar yang terlihat 3 = u
dimensi dengan n k
menggunakan lipatan e u
kertas. w i
n
t
c. e
Bu r
ku a
int k
er ti
ak f
Gambar 1 Buku
tif g
interaktif pop up a
pu
Sumber : m
ll
https://bukutahunansek ta e
olah.wordpress.com/por b s
tofolio Merupakan jenis buku Jenis buku interaktif
/ interaktif berupa kertas berupa permainan
yang ditarik pada menggunakan alat tulis
b. halaman bukunya yang atau tidak menggunakan
Buku alat tulis.
berguna untuk memberi
intera
informasi.
ktif
peek
a boo
Terkadang disebut juga
dengan buku interaktif
lift a flap. Merupakan
jenis buku interaktif Ga
yang halaman bukunya mb
dibua untuk mengetahui ar
Gambar 3 Buku 5
Bu
ku
int
era
ktif
ga
me
s
Sumber :
http://www.merdeka.co
m/piala-dunia/farm-
123-buku-cerita-
dan-game-
interaktif-untuk-
anak- anak.html

f.
Buku
interakti
f
particip
ation
Jenis buku interaktif
yang berisi penjelasan
atau cerita disertai
dengan Tanya jawab
dan atau instruksi untu
melakukan sesuatu
guna menguji
penjelasan atau cerita
yang ada dalam buku
tersebut.

Gambar 6
Buku
interaktif
participat
ion
Sumber :
http://sahabatkeluarga
muslim.blogspot.com

g. Buku interaktif
Play-A-Song atau
Play-A- Sound
Merupakan jenis buku
interaktif yang
dilengkapi dengan
tombol-tombil yang
apabila ditekan akan
mengeluarkan bunyi-
bunyian berupa lagu
atau suara- suara yang
berhubungan dengan
cerita di dalam bukunya.
impuls atau rangsangan dan insting anak dalam
melakukan buang air besar atau buang air kecil dan
perlu diketahui buang air adalah suatu alat pemuas
untuk melepaskan ketegangan dengan latihan ini anak
diharapkan dapat melakukan usaha penundaan
pemuasan.

Toilet training dapat dilakukan pada setiap


Gambar 7 Buku interaktif Play-A-Song atau Play-A- anak yang sudah memasuki fase kemandirian pada
Sound anak. Suksesnya anak tergantung pada kesiapan pada
Sumber : http://warungmainananak.com/winfun- diri anak dan keluarga, seperti kesiapan fisik, dimana
talking-activity-book.html kemampuan secara fisik pada anak sudah kuat dan
mampu. Hal ini dapat ditunjukan anak mampu duduk
h. Buku interaksi touch and feel atau berdiri sehingga memudahkan anak untuk dilatih
Jenis buku interaktif yang biasa digunakan untuk anak buang air besar dan kecil. Persiapan intelektual juga
usia pre-school dengan tujuan untuk mengembangkan dapat membantu dalam hal dapat ditunjukan apabila
minat anak dalam belajar mengenal tekstur berbeda, anak memahami arti buang air besar dan kecil sangat
misalnya bulu halus pada gambar burung. memudahkan proses dalam pengontrolan, anak dapat
mengetahui kapan saatnya buang air besar, persiapan
tersebut akan menjadikan diri anak selain mempunyai
kemandirian dalam mengontrol khususnya buang air
kecil dan buang air besar (toilet training).
Pelaksanaan toilet training dapat dimulai sejak dini
untuk melatih respon terhadap kemampuan untuk
buang air kecil dan buang air besar.

Kemampuan Toilet Training Anak Usia 1-3 Tahun


Gambar 8 Buku interaksi touch and feel Sumber :
Anak-anak yang telah mampu melakukan
https://childscastle.wordpress.com/2014/07/19/buku-
toilet training dapat dilihat dari kemampuan
untuk-anak-2-tahun/
psikologi, , kemampuan fisik dan kemampuan
kognitif. Kemampuan psikologi anak mampu
i. Buku interaktif campuran
melakukan toilet training sebagai berikut anak
Jenis buku interaktif yang berisi gabungan dari
tampak kooperatif, anak memiliki waktu kering
beberapa bentuk jenis penerapan bentuk buku
periodenya antara 3-4 jam, anak buang air kecil dalam
interaktif. Contoh : buku interaktif yang berisi
jumlah yang banyak, anak sudah menunjukan
campuran antara pull up dan peek a boo.
keinginan untuk buang air besar dan buang air kecil
dan waktu untuk buang air besar dan kecil sudah
Tinjauan tentang Toilet Training
dapat diperkirakan dan teratur.

Toilet Training pada anak adalah latihan menanamkan Kemampuan fisik dalam melakukan toilet
kebiasaan pada anak untuk aktivitas buang air kecil training yaitu anak dapat duduk atau jongkok tenang
dan buang air besar pada tempatnya (toilet). Toilet kurang lebih 2-5 menit, anak dapat berjalan dengan
training pada anak merupakan suatu usaha untuk baik, anak sudah dapat menaikkan dan menurunkan
melatih anak agar mampu mengontrol dalam celananya sendiri, anak merasakan tidak nyaman bila
melakukan buang air besar dan air kecil. Toilet mengenakan popok sekali pakai yang basah atau
training dapat berlangsung pada fase kehidupan anak, kotor, anak menunjukkan keinginan dan perhatian
yaitu umur 12 bulan sampai 3 Tahun. Dalam terhadap kebiasaan ke kamar mandi, anak dapat
melakukan latihan buang air kecil dan besar memberitahukan bila ingin buang air besar atau kecil,
membutuhkan persiapan naik secara fisik, fisikologis menunjukkan sikap kemandirian, anak sudah memulai
maupun secara intelektual, melalui persiapan proses imitasi atay meniru segala tindakan orang,
tersebut anak mampu mengontrol buang air besar kemampuan atau ketrampilan dapat mencontoh atau
maupun kecil secara sendiri. mengikuti orang tua atau saudaranya dan anak tidak
menolak dan dapat bekerjasama saat orangtua
Pada toilet training selain melatih anak mengajari buang air.
dalam mengontrol buang air besar maupun kecil juga
dapat bermanfaat dalam pendidikan seks sebab pada Kemampuan kognitif anak bila anak sudah
saat anak melakukan kegiatan tersebut, anak akan mampu melakukan toilet training seperti dapat
mengetahui anatomi tubuhnya sendiri serta fungsinya. mengikuti dan menuruti instruksi sederhana, memiliki
Dalam toilet training diharapkan terjadi pengaturan bahasa sendiri seperti peepeee untuk buang air kecil
dan poopoo untuk buang air besar dan anak dapat
mengerti reaksi toilet training maka training secepatnya. Jika Berikanlah
tubuhnya bila ia ingin orangtua dapat anak melakukan pujian ketika anak
buang air kecil atau memberikan pujian dan kesalahan, jangan pernah berhasil melakukannya,
besar dan dapat jangan menyalahkan memarahinya, karena karena hal tersebut akan
memberitahukan bila apabila anak belum bisa sebagai orangtua harus membuatnya merasa
ingin buang air. melakukan dengan baik. bisa mengerti dan senang dan semakin
(Nadira, 2006) Ada beberapa tahapan memahami anak termotivasi.
dalam toilet training (6 daripada memberikan
T Trik Toilet Training, perintah-perintah. Tahap
a 2013, p. 2). : 5. Perkembangan
h M Psikoseksual
a 1. en Sigmund
p Memperha ci
a F
tikan pt
r
n kebiasaan ak
e
anak an
u
T Orangtua pasti bisa ke
d
o mengenali kapan anak bi
i merasa ingin buang air as
l aa Teori perkembangan
kecil. Bila sudah terlihat
e n psikoseksual Sigmund
tanda-tanda anak ingin
t Buatlah kebiasaan- Freud adalah salah satu
buang air, ajak anak ke
kebiasaan untuknya, teori yang paling
toilet. Meskipun dia
T misalnya saat anak baru terkenal, akan tetapi
belum akan pipis, tapi
r bangun tidur, ajaklah juga salah satu teori yang
kamar mandi akan
a anak untuk pergi ke toilet paling kontroversial.
mengingatkan anak
i dulu. Hal ini akan Freud percaya
serta memberi sugesti
n menjadi rutinitas baru kepribadian yang
untuk buang air kecil.
i baginya. berkembang melalui
2. Mulai
n 6 serangkaian tahapan
biasakan tidak
g . masa kanak-kanak di
menggunakan popok
Coba memakaikan mana mencari
Mengajarkan celana kain pada anak. M kesenangan-energi dari
toilet training pada anak Jika anak memiliki baju e id menjadi fokus pada
memerlukan beberapa kesayangan, hal ini m area sensitif seksual
tahapan seperti akan membuatnya b tertentu. Energi
membiasakan e psikoseksual, atau libido
merasa lebih sayang
menggunakan toilet r , digambarkan sebagai
untuk tidak
pada anak untuk i kekuatan pendorong di
mengotorinya. Jika anak
buang air, dengan terlanjur mengompol di belakang perilaku.
membiasakan anak p
celana, jangan pernah
masuk ke dalam toilet u Menurut Sigmund
memarahinya, tapi
anak akan lebih cepat j Freud, kepribadian
ajaklah ke toilet untuk
adaptasi. Anak juga i sebagian besar dibentuk
membersihkannya, a
perlu dilatih untuk duduk oleh usia lima tahun.
agar ia bisa mengerti n
di toilet meskipun Awal perkembangan
bahwa kotoran harus
dengan pakaian lengkap berpengaruh besar
segera dibersihkan dan
dan dijelaskan kepada dalam pembentukan
dibuang ke toilet.
anak kegunaan toilet. kepribadian dan terus
3.
Lakukan rutin kepada mempengaruhi perilaku
Menggunakan Potty
anak ketika anak terlihat (Tempat Buang Air) di kemudian hari.
ingin buang air. Anak Anak dilatihlah dengan
dibiarkan duduk di toilet Jika tahap-tahap
menggunakan alat pipis
pada waktu- waktu psikoseksual selesai
atau potty yang
tertentu setiap hari dengan sukses, hasilnya
bentuknya menyerupai
terutama 20 menit adalah kepribadian yang
kloset di kamar mandi,
setelah bangun tidur sehat. Jika masalah
tapi dengan ukuran
dan seusai makan, ini tertentu tidak
yang lebih kecil. Hal
bertujuan agar anak diselesaikan pada tahap
itu dapat membantu
dibiasakan dengan yang tepat, fiksasi
anak dalam melakukan
jadwal buang airnya. dapat terjadi. fiksasi
toilet training.
Anak sesekali enkopresis adalah fokus yang gigih
4.
(mengompol) dalam pada tahap awal
Usahakan tetap
masa toilet training itu santai dan tidak psikoseksual. Sampai
merupakan hal yang emosi konflik ini diselesaikan,
normal. Anak apabila Jangan terlalu menekan individu akan tetap
berhasil melakukan anak agar lulus toilet “terjebak” dalam tahap
ini. Misalnya, e
seseorang yang
terpaku pada tahap oral A
mungkin terlalu n
bergantung pada orang a
lain dan dapat mencari l
rangsangan oral melalui
merokok, minum, atau Pada tahap anal, Freud
makan. percaya bahwa fokus
utama dari libido adalah
1 pada pengendalian
. kandung kemih dan
buang air besar.
F Konflik utama pada
a tahap ini adalah
s pelatihan toilet anak
e harus belajar untuk
mengendalikan
O kebutuhan tubuhnya.
r Mengembangkan
a kontrol ini
l menyebabkan rasa

Pada tahap oral, sumber


utama bayi interaksi
terjadi melalui mulut,
sehingga perakaran dan
refleks mengisap adalah
sangat penting. Mulut
sangat penting untuk
makan, dan bayi berasal
kesenangan dari
rangsangan oral melalui
kegiatan memuaskan
seperti mencicipi dan
mengisap. Karena bayi
sepenuhnya tergantung
pada pengasuh (yang
bertanggung jawab
untuk memberi makan
anak), bayi juga
mengembangkan rasa
kepercayaan dan
kenyamanan melalui
stimulasi oral. Konflik
utama pada tahap ini
adalah proses
penyapihan, anak harus
menjadi kurang
bergantung pada para
pengasuh. Jika fiksasi
terjadi pada tahap ini,
Freud percaya individu
akan memiliki masalah
dengan ketergantungan
atau agresi. fiksasi oral
dapat mengakibatkan
masalah dengan minum,
merokok makan, atau
menggigit kuku.

2
.

F
a
s
p menyarankan bahwa-yg F 5
r mengusir kepribadian a .
e dubur dapat berkembang s
s di mana individu e F
t memiliki, boros atau a
a merusak kepribadian L s
s berantakan. Jika orang a e
i tua terlalu ketat atau t
mulai toilet training e G
d terlalu dini, Freud n e
a percaya bahwa t n
n kepribadian kuat-anal i
Periode laten adalah saat t
berkembang di mana
k eksplorasi di mana a
individu tersebut ketat,
e energi seksual tetap l
tertib, kaku dan obsesif.
m ada, tetapi diarahkan
a 3 ke daerah lain seperti Pada tahap akhir
n . pengejaran intelektual perkembangan
d dan interaksi sosial. psikoseksual, individu
i F Tahap ini sangat penting mengembangkan minat
r a dalam pengembangan seksual yang kuat pada
i s keterampilan sosial dan lawan jenis. Dimana
a e komunikasi dan dalam tahap-tahap awal
n kepercayaan diri. fokus hanya pada
. kebutuhan individu,
P
Freud menggambarkan kepentingan
Menurut Sigmund h
fase latens sebagai salah kesejahteraan orang
a
Freud, keberhasilan satu yang relatif
l lain tumbuh selama
pada tahap ini stabil. Tidak ada
i tahap ini. Jika tahap
tergantung pada cara di organisasi baru
c lainnya telah selesai
mana orang tua seksualitas dengan sukses, individu
pendekatan pelatihan Pada tahap phallic , berkembang, dan dia sekarang harus
toilet. Orang tua yang fokus utama dari libido tidak membayar banyak seimbang, hangat dan
memanfaatkan pujian adalah pada alat kelamin. perhatian untuk itu. peduli. Tujuan dari tahap
dan penghargaan untuk Anak-anak juga Untuk alasan ini, fase ini adalah untuk
menggunakan toilet menemukan perbedaan ini tidak selalu menetapkan
pada saat yang tepat antara pria dan wanita. disebutkan dalam keseimbangan antara
mendorong hasil positif Freud juga percaya deskripsi teori sebagai berbagai bidang
dan membantu anak- bahwa anak laki-laki salah satu tahap, tetapi kehidupan. ( Tahap
anak merasa mampu mulai melihat ayah sebagai suatu periode Perkembangan
dan produktif. Freud mereka sebagai saingan terpisah. Psikoseksual Sigmund
percaya bahwa untuk ibu kasih sayang Freud,
pengalaman positif itu. Kompleks Oedipus 2
selama tahap ini menggambarkan 0
menjabat sebagai dasar perasaan ini ingin 1
orang untuk menjadi memiliki ibu dan 0
orang dewasa yang keinginan untuk ,
kompeten, produktif dan menggantikan ayah.
kreatif. Namun, anak juga p
kekhawatiran bahwa ia .
Namun, tidak semua 1
akan dihukum oleh ayah
orang tua memberikan )
untuk perasaan ini.
dukungan dan dorongan
bahwa anak-anak Tahap ini berpusat P
perlukan selama tahap pada penis dan klitoris, e
ini. Beberapa orang dimana anak mulai m
tua ‘bukan menyadari bahwa
menghukum, mengejek b
mereka memiliki a
atau malu seorang anak rangsangan yang datang
untuk kecelakaan. dari alat seksual, h
Menurut Freud, respon biasanya dengan cara a
orangtua tidak sesuai menggesekkan atau s
dapat mengakibatkan memegang.
hasil negatif. Jika a
orangtua mengambil 4
n
pendekatan yang terlalu .
longgar, Freud T
uj
u b c
a . e a
n g
K S p a
re u r m
at b i a
if m
P e
P b
e r
o .
m
k
b
o :
el G
k
aj e
a
a o
B .
r g
a a
h D r
n a
a e
s m f
Tujuan dari
a o i
perancangan buku
n g s
interaktif ini adalah
r •
untuk pembelajaran
Sub pokok a
toilet training untuk anak
bahasan buku ini akan f K
usia 1-3 tahun.
membahas mengenai i o
Diharapkan dengan s
toilet training, t
demikian pengetahuan
pengetahuan umum • a
anak mengenai toilet
mengenai toilet, tips
training akan
untuk para orangtua A
bertambah, anak bisa S
dalam mengajarkan n
melakukan toilet u
toilet training, cara a
training dengan baik r
menggunakan toilet k
dan orangtua dapat a
yang benar, cara
membimbing dengan b
membersihkan u
benar. a
kotorannya, memakai s
y
St celananya sendiri dan i
a
ra mencuci tangannya. a
te
K 1 c
gi
ar - .
K
re ak 3
ati te P
f ri s
t
Pe sti i
a
m k k
h
be T o
u
la ar
n g
ja ge
• Jenis r
ra t
kelamin : a
n A
u laki-laki dan f
di perempuan i
a. • Tingkat pendidikan s
Topik e
n : Pra Sekolah • Merupakan masa
dan
ce dalam negri maupun anak paling siap
Tema
Pemb swasta belajar secara efektif
elaja T • • Mempunyai rasa
ran a Tingkat penasaran terhadap
r ekonomi : hal-hal baru di
Topik dan tema g menengah sekitarnya
pembelajaran buku e ke atas
t •
interaktif ini adalah
mengenai toilet training
untuk anak usia 1- A S
3 tahun, serta diikuti u e
dengan berbagai d
m
interaktif untuk menarik i
u
perhatian anak. e
a
n
• Malu- o
Sering malu di m g
mengala hadapan r
mi orang o a
perubaha asing f
n mood g
• Suka i
• bermain s
r
Belajar dengan teman • Ingin memberikan
mana seusia nya. a pendidikan yang
yang terbaik bagi anaknya
benar T f • Ingin
dan meluangkan
salah d. a i waktu bersama
Behavio anaknya
r s
ral • Ingin
• • Orang tua yang anaknya
g
memiliki anak usia bertumbuh
S 1-3 tahun dengan baik
e
u • Jenis • Memiliki
k t kelamin : kasih sayang
a laki-laki dan kepada
perempuan anaknya d.
m • Behavioral
e A Tingkat
n ekonomi : •
i u menengah
r ke atas B
u d • Semua agama dan e
dari semua jenis r
i tingkat pendidikan w
o
r b a
e . w
a
n a
n s
g G
e a
c
o n
d
e e g
w r l
a a u
s f a
a s i s
s •

e • Memberikan
dukungan
M
k K kepada
u
o anaknya
l
u •
a t
i n a
G
b e
d S
e m
u a
l e r
a r
a
j r b m
a
a e
r
y m
a a b
b
e a
r . c c
b . a
i
c Metode
D P
a Pembelajaran
s dan Penyajian
r i
a e Konten
k

Buku mengajak belajar dengan Toilet Activity, dengan F
dirancang menyerupai aktif. Di dalam buku stiker di harapkan anak o
buku cerita dengan ini juga di sisipkan My dan orangtua dengan r
banyak ilustrasi dan aktif untuk mengisi m
ditambah dengan keberhasilan anak yang a
berbagai interaktif agar dilakukan dalam proses t
lebih menarik perhatian toilet training ini. Selain
anak dan dapat itu juga ada sertifikat /
mengajak anak untuk yang diharapkan setelah
ikut aktif selama proses anak berhasil dalam B
pembelajarannya toilet training, orangtua e
sehingga materi yang dapat memberikan n
diberikan dapat sertifikat itu kepada t
diterima secara lebih anaknya. Diharapkan u
efektif. Buku yang buku ini dapat k
dibuat memiliki membuat anak sebagai
interaktif seperti : target audience M
menyerap materi secara e
Peek a boo : berupa lebih maksimal d
kejutan yang harus sehingga mereka dapat i
dibuka pada halaman memahami dan belajar a
bukunya. lebih jauh mengenai
toilet training. Media pembelajaran
Buku juga menggunakan yang akan dirancang
kata-kata persuasif untuk Program Kreatif berupa buku cerita
mengajak anak untuk interaktif yang
memahami dan belajar Desain Media mengkombinasikan
toilet training. antara interaktif peek
Pembelajaran a. a boo.
Indikator
Keberhasi Konsep -
lan
Pembelaj Pembelajaran
aran M
Materi e
Anak usia 1-3 tahun pembelajaran akan n
sebagai target audience u
disampaikan melalui
dari buku interaktif ini media yang aktif, kreatif,
dapat memahami, belajar motivatif dan C
dan bisa melakukan menyenangkan sehingga o
toilet training dengan informasi akan diterima n
benar. t
oleh anak secara lebih
e
maksimal.
M n
e t
b.Jenis Media
t Pembelajaran yang
o akan Dirancang Buku ini akan
d memberikan materi
e Jenis media yang akan mengenai toilet
dirancang yaitu buku training,
E cerita dengan metode pengetahuan umum
v interaktif campuran, mengenai toilet, tips
a yang di dalamnya untuk para orangtua
l terdapat interaktif peek dalam mengajarkan
u a boo sehingga buku toilet training, cara
a terlihat lebih menarik menggunakan toilet
s dan informasi dapat yang benar, cara
i membersihkan
diterima secara lebih
maksimal. kotorannya, memakai
Agar anak celananya sendiri
dapat memahami c. Format dan mencuci
informasi yang Desain tangannya.
diberikan dalam buku Media
ini, maka digunakan Pembelaja
media buku interaktif ran
dengan banyak ilustrasi d
yang dapat menarik - .
perhatian anak sekaligus
K
o
n
s
e
p

V
i
s
u
a
l

-
T
o
n
e
C
o
l
o
u
r
(
T
o
n
e
W
a
r
n
a
)

Karena buku ini


mengangkat tema
mengenai toilet
training, maka
komposisi warna yang
banyak digunakan
sebagai warna utama
dalam perancangan ini
adalah warna merah
muda, kuning, coklat
serta warna-warna
yang memiliki warna
terang untuk
menambah semangat
belajar anak, seperti
warna merah, hijau,
kuning, biru.
Berdasarkan riset dan
wawancara kepada
anak dan psikolog,
komposisi warna
tersebut dipilih agar
sesuai dengan anak
usia
1-3 tahun yang lebih
tertarik dengan
warna-warna
yang cerah dan 7 dengan interaktif ini
mencolok. 8 menggunakan adalah grid layout
Sedangkan untuk 9 Adobe Ilustrator. yang kemudian
backgroundnya 0 Proses akan diolah dan
dipilih warna selanjutnya yaitu disesuaikan dengan
kuning dan merah Untuk teks nya diwarna secara materi yang sedang
muda untuk digunakan font digital agar dibahas.
menonjolkan yang memiliki tampak lebih Penggunakan grid
gambar sebagai tingkat keterbacaan menarik. layout ini
fokus utama. yang tinggi dan dimaksudkan agar
- Page layout terkesan
memiliki bentuk Layout (Gaya rapi dan
yang lucu sehingga layout) memudahkan
cocok untuk untuk dibaca.
digunakan dalam Gaya layout yang
teks buku. dominan
digunakan untuk S
buku o
ABCDEFGH
IJKLMNOP f
G QRSTUVW t
a XYZ w
m abcdefghijklm a
b nopqrstuvxyz r
a 1234567890 e
r
Perancangan ini
- Desain Style
(Gaya Desain) menggunakan
9
software Adobe
Ilustrator, Adobe
T Gaya desain yang
Photoshop dan
o digunakan dalam
Adobe Indesign.
n pembuatan buku ini
Adobe Photoshop
e menggunakan gaya
digunakan untuk
post modernisme yang
editing gambar.
w mengadopsi dan
Adobe Ilustrator
a mengembangkan gaya
digunakan untuk
r modern, kemudian
membuat vektor
n dilakukan pengolahan
a buku. Sedangkan
lagi sesuai kepentingan
Adobe Indesign
perancang.
digunakan untuk
- Design
Type/Tipografi melayout halaman.
- Ilustration
(Jenis Font)
Visual Style (Gaya
F
Untuk judul i
digunakan font Visual Ilustrasi) Buku n
Bubblegum yang a
memiliki gaya interaktif ini l
kartunal namun tetap
tegas, dan juga menggunakan gaya
memiliki ketebalan A
yang cukup tebal, visual ilustrasi r
sehingga mampu dengan vektor. Hal ini t
menarik perhatian bertujuan agar
anak-anak membuat buku w
interaktif menarik dari o
ABCDE sisi pengetahuannya r
FGHIJ dan ilustrasinya. k
KLMN
OPQR
STUV - Teknik
WXYZ Ilustrasi
1
2 Pengerjaan
3 perancangan ini
4 menggunakan sketsa
5 manual yang
6 kemudian di tracing
G Ga
a mba
m r 12
b Inte
a rakt
r if
Pee
1 ka
0 boo

C
o
v
e
r

B
u
k
u

G
a
m
b
a
r

1
1

L
a
y
o
u
t

B
u
k
u
Gambar 13 Interaktif Peek a boo

Gambar 17 Stiker Toilet

Gambar 14 Layout Buku


Gambar 18 My Toilet Activity

Gambar 19 Gantungan di Toilet

Gambar 15 Sertifikat

Gambar 16 Stiker My Toilet Activity


Devina Ganda Wijaya : Perancangan Buku Interaktif Tentang Toilet Training Anak Usia 1-3 Tahun

Kesimpulan

Di Indonesia, toilet training sering diabaikan


oleh orangtua, orangtua kurang menyadari pentingnya
sebuah pembelajaran yang menarik untuk toilet
training. Pada beberapa anak mungkin melakukan
toilet training tanpa menemukan adanya masalah,
tetapi beberapa anak lainnya akan mengalami
kesulitan, menakutkan atau bahkan tidak perlu.
Kebanyakan anak seringkali kesulitan untuk
dilepaskan dari ketergantungannya terhadap popok
sekali pakai. Sebagian besar ibu selalu kebingungan
dalam melatih kepekaan si kecil untuk buang air kecil
dan buang air besar secara benar di toilet.
Kebanyakan orangtua kurang menyadari pentingnya
toilet training yang baik sejak dini. Terlebih lagi di
Indonesia, masih belum ada buku cerita tentang toilet
Gambar 21 Boneka Chloe training. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan
mengenalkan tentang toilet training dengan buku
interaktif peek a boo. Buku ini merupakan seri toilet
training untuk anak perempuan.
Buku cerita ini dibuat dengan teknik peek a
boo agar anak-anak lebih tertarik dengan ceritanya.
Sedangkan warna warna yang digunakan dalam buku
ini adalah warna warna cerah yaitu merah muda,
merah tua, coklat dan kuning. Agar lebih menarik
ilustrasi dibuat lucu dan semenarik mungkin.

Ucapan Terima Kasih


Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-
orang yang telah berperan sehingga dapat
terselesaikannya tugas akhir ini, antara lain :
1. Petrus Gogor Bangsa S.Sn., M.Sn selaku dosen
pembimbing I yang telah meluangkan banyak
waktu, tenaga, dan pikiran di dalam memberikan
pengarahan dalam penulisan skripsi ini.
2. Aniendya Christianna S.Sn., M.Med.Kom selaku
dosen pembimbing II yang telah meluangkan
Gambar 22 Boneka Handuk banyak waktu, tenaga, dan pikiran di dalam
memberikan pengarahan dalam penulisan skripsi
ini.
3. Dr. Bing Bedjo T., Drs., M.Si dan Obed Bima
Wicandra, S. Sn., MA selaku dosen penguji
yang sudah memberi banyak sekali masukan
untuk proses perancangan ini.
4. Keluarga tercinta yang telah memberikan
dukungan secara moril dan material.
5. Stanley, yang sudah banyak membantu dalam
ide dan proses pengerjaan Tugas Akhir ini.
6. Teman-teman Figuran AOG, Ce Anita yang
selalu mensupport dan memberikan doa untuk
kelancaran Tugas Akhir ini
7. Teman-teman kelompok 21 yang bersama-sama
berjuang selama 1 semester ini.
8. Hero Print, yang telah banyak membantu dalam
proses pengerjaan buku ini.
Gambar 22 Kaos Chloe 9. Teman-teman Bolo Dewe yang sudah bersama-
Devina Ganda Wijaya : Perancangan Buku Interaktif Tentang Toilet Training Anak Usia 1-3 Tahun
Devina Ganda Wijaya : Perancangan Buku Interaktif Tentang Toilet Training Anak Usia 1-3 Tahun

sama berjuang di DKV dalam 4 tahun ini. ps/memilih.buku.bayi.dan.balita/001/005/374


/1/1
Daftar Pustaka
Cara mengajarkan toilet training pada anak (2011).
Armstrong, Ph.D, Thomas. (2003). Smart Baby’s Ibu dan Mama. 1 Maret 2015
Brain. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. http://www.ibudanmama.com/pola-asuh/3-5-
tahun/cara-mengajarkan-toilet-training-pada-
Fung, Dr. Daniel & Dr. Cai Yi-Ming. (2003). anak/
Mengembangkan Kepribadian Anak dengan
Tepat. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. Kelebihan dan Kekurangan Buku (2015). Bimbingan.
1 April 2015
Haryanto, S.Pd. Tahap Perkembangan Psikoseksual http://www.bimbingan.org/kelebihan-dan-
Sigmund Freud. 10 November 2010. Belajar kekurangan-buku.htm
Psikologi. 25 Maret 2015
http://belajarpsikologi.com/tahap- Senangnya Bermain. (2014). Parenting. 1 April 2015
perkembangan-psikososial-menurut- http://www.parenting.co.id/article/balita/sena
sigmund-freud/ ngnya.bermain/001/003/136

Irwan, P (2003). Anakku Hatiku. Bekasi: Pustaka


Tarbiatuna

Meier, Paul D. (2004). Pengantar Psikologi dan


Konseling Kristen. Yogyakarta : PBMR
ANDI.

Warner, Penny & Paula Kelly. (2007). Mengajari


Anak Pergi ke Toilet. Jakarta : Arcan.

Nadira, Alma. (2006). Kalau Si Batita Masih Pakai


Popok. Gramedia. 17 Maret 2015.
http://www.mail-archive.com/milis-
nakita@news.gramedia-majalah.com/.

Rimm, Dr. Sylvia. (2003). Mendidik dan Menerapkan


Disiplin pada Anak Prasekolah. Jakarta : PT.
Gramedia.

Soetjiningsih. (1995). Tumbuh Kembang Anak.


Jakarta : EGC.

Santrock, John. W (2010). Perkembangan Masa


Hidup. Jakarta : Erlangga.

Memulai Toilet Training Si Kecil Siap, Ortu Fokus.


(2012). Jawa Pos. 7 Maret 2015.
http://www.ubaya.ac.id/ubaya/news_detail/1
057/Memulai-Toilet-Training--Si-Kecil-Siap-
-Ortu-Fokus.html

Toilet Training : Melatih Anak BAB dan BAK di toilet.


(2014). Dunia Sehat. 7 Maret 2015.
http://duniasehat.net/2014/06/21/toilet-
training-melatih-anak-bab-dan-bak-di-toilet/

Toilet Training pada anak. (2011). Ngobrol


Kesehatan. 7 April 2015 .
https://bernardosimatupang.wordpress.com/2
011/10/08/toilet-training-pada-anak/

Tips memilih buku bayi dan balita. (2013). Ayah


Bunda. 9 Febuari 2015.
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/balita/ti