Anda di halaman 1dari 34

A.

JUDUL PRAKTIKUM
KEBUTUHAN GIZI IBU HAMIL
B. TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Untuk menghitung banyaknya energi pada ibu hamil
2. Untuk mengetahui kebutuhan gizi pada ibu hamil

C. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rawan akan masalah –
masalah gizi. Hal tersebut bisa berakibat fatal bukan hanya untuk ibu tapi
juga membahayakan anak didalam kandungannya. Karena kondisi gizi
seseorang dipengaruhi oleh status gizinya semasa dalam kandungan. Dengan
kata lain status gizi ibu hamil merupakan hal yang sangat berpengaruh besar
terhadap status gizi bayi baru lahir. Hal ini disebabkan asupan makanan janin
hanya dapat melalui tali pusat yang terhubung kepada tubuh ibu (Depkes RI,
2003)
Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas
sumber daya manusia di masa depan, karena tumbuh kembang anak sangat
ditentukan oleh kondisi pada saat masa janin dalam kandungan. Selama
kehamilan kebutuhan gizi ibu meningkat karena terjadi peningkatan sebesar
15 %. Peningkatan zat gizi tersebut untuk beberapa komponen dari jaringan
ibu seperti cadangan lemak, darah, uterus dan kelenjar susu, serta komponen
janin seperti janin, ketuban dan plasenta (Siti Maryam, 2016). Kebutuhan
gizi yang meningkat tersebut digunakan untuk menunjang pertumbuhan dan
perkembangan janin bersama-sama dengan perubahan-perubahan yang
berhubungan pada struktur dan metabolisme yang terjadi pada ibu.
Malnutrisi bukan hanya melemahkan fisik dan membahayakan jiwa ibu,
tetapi juga mengancam keselamatan janin (Wiknjosastro, 2005).
Wanita yang sedang hamil sangat penting untuk selalu dipantau
peningkatan berat badan dan nutrisinya selama kehamilan, karena ini
merupakan indikator pertumbuhan dan perkembangan janin, juga penting
untuk proses persiapan menyusui. Kenaikan berat badan selama kehamilan
tergantung dari berat badan sebelum kehamilan karena penting dari segi
kesehatan bagi ibu dan bayi. Wanita yang mempunyai berat badan yang
berlebihan sebelum kehamilan, peningkatan berat badannya dianjurkan harus
lebih kecil dari ibu dengan berat badan ideal, yaitu antara 12,5 - 17,5
kilogram hal ini dikarenakan akan mempunyai resiko untuk menjadi diabetes
gestasional (kenaikan kadar gula darah karena adanya proses kehamilan)
atau terjadinya preeklampsia (keracunan kehamilan dimana terjadi
peningkatan tekanan darah). Demikian pula sebaliknya, pada wanita yang
berat badannya kurang sebelum hamil, maka ketika hamil ia perlu menambah
berat badan yaitu sebanyak 14 - 20 kilogram dari berat ibu hamil yang
sebelum hamil memiliki berat badan normal. Apabila terjadi asupan gizi
yang kurang akan berdampak pada gangguan pertumbuhan janin dalam
kandungan seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan akan terjadi
gangguan kehamilan.
Pertambahan berat badan dan pelebaran tubuh yang nyata mulai terjadi
pada minggu 21 sampai 25 masa kehamilan (Rohen & Drecoll, 2009). Teori
juga didukung oleh (Barker & Clark, 1997) yang menyebutkan kekurangan
gizi pada trimester II dapat menyebabkan ukuran badan bayi yang kurang
proporsional. Khususnya pada trimester ini, bayi dapat menjadi wasting atau
kurus. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk memantau kebutuhan gizi ibu
hamil adalah trimester II dan III dimana pertumbuhan janin berjalan cepat.

2. Tinjauan Teori
a. Definisi kehamilan
Kehamilan adalah suatu keadaan yang istimewa bagi seorang wanita
sebagai calon ibu, karena pada masa kehamilan akan terjadi perubahan fisik
yang mempengaruhi kehidupannya. Pola makan dan gaya hidup sehat dapat
membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu
(Proverawati, 2009).
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan
didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum,
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Dihitung dari saat fertilisasi
sampai kelahiran bayi, kehamilan normal biasanya berlangsung dalam waktu
40 minggu. Usia kehamilan tersebut dibagi menjadi 3 trimester yang masing-
masing berlangsung dalam beberapa minggu. Trimester 1 selama 12 minggu,
trimester 2 selama 15 minggu (minggu ke-13 sampai minggu ke-27), dan
trimester 3 selama 13 minggu (minggu ke-28 sampai minggu ke-40).
b. Definisi Status Gizi
Status gizi adalah interpretasi dari data yang didapatkan dengan
menggunakan berbagai metode untuk mengindentifikasi populasi atau
individu yang beresiko atau dengan status gizi buruk (Departemen Gizi dan
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, 2007).
Status gizi adalah ekspresi dari keseimbangan dalam bentuk variabel
tertentu atau dapat dikatakan bahwa status gizi merupakan indikator baik
buruknya penyediaan makanan sehari-hari. Status gizi yang baik diperoleh
untuk mempertahankan derajat kebugaran, kesehatan, membantu
pertumbuhan anak serta menunjang pembinaan prestasi olahragawan
(Irianto, 2000).
Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan
oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Penelitian status
gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta
biokimia dan riwayat diit (Beck, 2000).
c. Kebutuhan Gizi pada Ibu Hamil
Gizi selama kehamilan adalah salah satu faktor penting dalam
menentukan pertumbuhan janin. Dampaknya adalah berat badan lahir, status
nutrisi dari ibu yang sedang hamil juga mempengaruhi angka kematian
perinatal, keadaan kesehatan neonatal, dan pertumbuhan bayi setelah
kelahiran.
Menurut S Sayoga (2007) gizi yang baik sangat dibutuhkan bagi seorang
ibu hamil. Makanan yang dikonsumsi ibu bukanlah untuk ibu sendiri tetapi
diasup pula oleh sang bayi. Sehingga seorang ibu hamil wajib memperhatikan
kebutuhan gizinya. 3 bulan pertama kehamilan, asupan energi tidak perlu
ditingkatkan bila seorang ibu hamil mengkonsumsi makanan bergizi.
Sedangkan 2 trimester akhir, tubuh ibu hamil membutuhkan tambahan 300
kalori per hari dibanding sebelum hamil, sedang asupan protein 60 gram
sehari, yaitu 20-36 % lebih tinggi dari kebutuhan normal. Kebutuhan akan
energi dan zat-zat gizi bergantung pada berbagai faktor seperti umur, gender,
berat badan, aktifitas dan lain-lain (Almatsier, 2002).
d. Tanda-Tanda Kecukupan Gizi Pada Ibu Hamil (Nadesul, 2004)
1) Berat badan normal sesuai tinggi dan bentuk tubuh
2) Postur tegak, tungkai, dan lengan lurus
3) Pencernaan nafsu makan aik
4) Jantuk detak dan irama normal, tekanan darah normal sesuai dengan usia
5) Otot kenyal, kuat, sedikit lemak diawah kulit
6) Syaraf perhatian baik, tidak mudah tersinggung, reflek normal, serta
mental stabil
7) Vitalitas umum, ketahanan baik, energik, cukup tidur dan penuh semangat
8) Tungkai kaki tidak bengkak, normal
9) Keadaan umum responsive dan gesit
10) Rambut mengkilat, kuat, tidak mudah rontok, kulit kepala normal
11) Kulit licin, lembab, dan segar
12) Muka dan leher warna sama, licik, tampak sehat, segar
13) Bibir licin, lembab, tidak pucat, tidak bengkak
14) Mulut tidak ada luka, selaput merah
15) Gusi merah normal, tidak ada perdarahan
16) Lidah merah normal, licin tidak ada luka
17) Gigi tidak berlubang, tidak nyeri, mengkilat, bersih, tidak ada perdarahan,
lurus dagu normal
18) Mata bersinar, bersih, konjungtiva tidak pucat, tidak ada perdarahan
19) Kelenjar tidak ada perdarahan dan pembesaran
20) Kuku keras dan kemerahan.
e. Faktor -faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil
1) Faktor Langsung
Gizi secara langsung dipengaruhi oleh asupan makanan dan penyakit,
khususnya penyakit infeksi. Faktor-faktor tersebut meliputi :
a) Keterbatasan ekonomi, yang berarti tidak mampu membeli bahan
makanan yang berkualitas baik, sehingga mengganggu pemenuhan
gizi.
b) Produk pangan, dimana jenis dan jumlah makanan di negara tertentu
atau daerah tertentu biasanya berkembang dari pangan setempat untuk
jangka waktu yang panjang sehingga menjadi sebuah kebiasaan turun-
temurun.
c) Sanitasi makanan (penyiapan, penyajian, penyimpanan) hendaknya
jangan sampai membuat kadar gizi yang terkandung dalam bahan
makanan menjadi tercemar atau tidak higienis dan mengandung kuman
penyakit.
d) Pembagian makanan dan pangan masyarakat Indonesia umumnya
masih dipengaruhi oleh adat atau tradisi. Misalnya, masih ada
kepercayaan bahwa ayah adalah orang yang harus diutamakan dalam
segala hal termasuk pembagian makanan keluarga.
e) Pengetahuan gizi yang kurang, prasangka buruk pada bahan makanan
tertentu, salah persepsi tentang kebutuhan dan nilai gizisuatu makanan
dapat mempengaruhi status gizi seseorang.
f) Pemenuhan makanan berdasarkan pada makanan kesukaan saja akan
berakibat pemenuhan gizi menurun atau berlebih.
g) Pantangan pada makanan tertentu, sehubungan dengan makanan yang
dipandang pantas atau tidak untuk dimakan. Tahayul dan larangan
yang beragam didasarkan pada kebudayaan daerah yang berlainan.
Misalnya, ada sebagian masyarakat yang masih percaya ibu hamil tidak
boleh makan ikan.
h) Selera makan juga akan mempengaruhi dalam pemenuhan kebutuhan
gizi. Selera makan dipicu oleh sistem tubuh (missal dalam keadaan
lapar) atau pun dipicu oleh pengolahan serta penyajian makanan
i) Suplemen Makanan. Ada beberapa suplemen makanan yang biasanya
diberikan untuk ibu hamil, antara lain :
i) Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi (Fe) yang
dapat membantu pembentukan sel darah merah yang berfungsi
sebagai pengangkut oksigen dan zat nutrisi makanan bagi ibu dan
janin. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat yang setara dengan 60
mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Tablet Tambah Darah
diminum satu tablet tiap hari di malam hari selama 90 hari
berturut-turut, karena pada sebagian ibu yang hamil merasakan
mual, muntah, nyeri pada lambung, diare, dan susah buang air
besar. Usaha lain untuk menambah asupan zat besi adalah daging
segar, ikan, telur, kacang - kacangan, dan sayuran segar yang
berwarna hijau tua.
ii) Kalsium merupakan zat yang dibutuhkan untuk perkembangan
tulang dan gigi bayi, jika asupan kalsium kurang maka kebutuhan
kalsiun diambil dari tulang ibu. Kebutuhan akan kalsium bagi ibu
hamil adalah 950 mg tiap harinya. Asupan Kalsium bisa didapat
dari minum susu, ikan, udang, rumput laut, keju, yoghurt, sereal,
jus jeruk, ikan sarden, kacangkacangan, biji-bijian, dan sayur yang
berwarna hijau gelap.
iii) Vitamin juga diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu yang hamil.
Beberapa vitamin ibu hamil yang dibutuhkan adalah vitamin C (80
mg) yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi, vitamin
A (6000 IU), vitamin D (4 mcg). Vitamin ini dapt diperoleh dari
cabe merah, mangga, pepaya, wortel, ubi, aprikot, dan tomat.
2) Faktor Tidak Langsung
a) Pendidikan keluarga
Faktor pendidikan dapat mempengaruhi kemampuan menyerap
pengetahuan tentang gizi yang diperolehnya melalui berbagai
informasi.
b) Faktor budaya
Masih ada kepercayaan untuk melarang memakan makanan tertentu
yang jika dipandang dari segi gizi, sebenarnya sangat baik bagi ibu
hamil.
c) Faktor fasilitas kesehatan
Fasilitas kesehatan sangat penting untuk menyokong status kesehatan
dan gizi ibu hamil, dimana sebagai tempat masyarakat memperoleh
informasi tentang gizi dan informasi kesehatan lainnya, bukan hanya
dari segi kuratif, tetapi juga preventif dan rehabilitatif.
f. Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil
Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai dengan umur
kehamilan. Berat badan yang bertambah dengan normal, menghasilkan anak
yang normal. Kenaikan berat badan ibu hamil meliputi beberapa unsur/bagian.
Sebagian memuat unsur anak, sebagian lagi memuat unsur ibu.
Tabel 1. Unsur-unsur yang Berkembang saat Usia Kehamilan Cukup Bulan
No Unsur Berat (Kg)
1 Bayi 3 – 3,5
2 Plasenta 0,5
3 Air Ketuban 1
4 Pembesaran Rahim 1,25
5 Pembesaran Payudara 1,5
6 Penambahan Darah Ibu 2
7 Cadangan Makanan Ibu 2 – 4
Sumber: Huliana, 2001
Kenaikan berat badan ibu kemungkinan terasa sudah cukup, tetapi
kenaikan itu lebih banyak menambah berat badan ibu dibanding untuk
menambah berat anak. Kenaikan berat badan ibu belum tentu menghasilkan
anak yang besar, demikian juga sebaliknya. Penambahan berat badan ibu harus
dinilai. Penambahan berat badan ibu hamil sudah lebih dari 12,5 kg tetapi
anak yang dikandungnya kecil maka berat badan masih harus ditambah. Berat
badan calon ibu saat mulai kehamilan adalah 45-65 kg. Jika kurang dari 45 kg
sebaiknya berat badan dinaikkan lebih dulu hingga mencapai 45 kg sebelum
hamil dan sebaliknya.
Kondisi fisik dan kenaikan berat badan normal bagi wanita hamil pada
setiap trimester adalah sebagai berikut:
1) Trimester I (0 – 12 minggu)
Umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan ingin
muntah. Kondisi ini ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin
dapat tumbuh dengan baik. Kenaikan normal antara 0,7 – 1,4 kg.
2) Trimester II (sampai dengan usia 28 minggu)
Napsu makan sudah pulih kembali. Kebutuhan makan harus diperbanyak.
Kenaikan berat badan normal antara 6,7 – 7,4 kg
3) Trimester III (sampai dengan usia 40 minggu)
Nafsu makan sangat baik, tetapi jangan berlebihan. Kenaikan berat badan
normal antara 12,7 kg – 13,4 kg.
Berat badan ibu sebelum hamil dan kenaikan berat badan selama hamil
kurang (underweight) atau lebih (overweihgt) dari normal akan membuat
kehamilan menjadi beresiko (low risk). Berat badan ibu yang kurang akan
beresiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang atau Berat Bayi Lahir
Rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR tentu akan terganggu perkembangan dan
kecerdasannya, selain kesehatan fisiknya yang juga kurang bagus. Berat badan
ibu berlebih atau sangat cepat juga beresiko mengalami perdarahan atau bisa
jadi merupakan indikasi awal terjadinya keracunan kehamilan (preeklamsi)
atau diabetes. Berat badan ibu yang berlebihan juga dapat mempengaruhi
proses persalinan. Jadi berat badan ideal akan mempermudah berjalannya
kelahiran tanpa komplikasi. Kalaupun ada hanya sedikit (low risk), nifas juga
akan segera usai. Berat badan yang ideal selama hamil akan segera kembali
bentuk tubuh ke berat semula setelah melahirkan.
g. Pengaruh Keadaan Gizi terhadap Proses Kehamilan
Pengaruh gizi terhadap proses kehamilan dapat mempengaruhi status gizi
ibu sebelum dan selama kehamilan.
1) Gizi pra hamil (Prenatal)
Konsep perinatal menjamin bahwa ibu dalam status gizi baik untuk
terjadinya konsepsi selama masa kehamilan dan setelah melahirkan
mengalami sedikit komplikasi kehamilan dan sedikit bayi prematur.
2) Gizi Pranatal
Wanita yang dietnya kurang atau sangat kurang selama hamil mempunyai
kemungkinan besar bayi yang tidak sehat seperti premature, gangguan
kongenital, bayi lahir mati. Wanita hamil kurang gizi kemungkinan akan
melahirkan bayi yang premature dan kecil.
h. Penambahan Kebutuhan gizi Selama kehamilan
Asupan gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin yang
dikandungnya. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar
15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini
dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mammae), volume
darah, plasenta, air ketuban dan pertumbuhan janin. Makanan yang
dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar
40% dan sisanya 60% digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Asupan
makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, mengganti sel-sel tubuh yang rusak atau mati, sumber
tenaga, mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan.
Makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan
janin yang dikandungnya. Dalam keadaan hamil, makanan yang dikonsumsi
bukan untuk dirinya sendiri tetapi ada individu lain yang ikut mengkonsumsi
makanan yang dimakan. Penambahan kebutuhan gizi selama hamil meliputi :
1) Energi
Tambahan energi selain untuk ibu, janin juga perlu untuk tumbuh
kembang. Banyaknya energi yang dibutuhkan hingga melahirkan sekitar
80.000 Kkal atau membutuhkan tambahan 300 Kkal sehari. Menurut
RISKESDAS 2007 Rerata nasional Konsumsi Energi per Kapita per Hari
adalah 1.735,5 kkal. Kebutuhan kalori tiap trimester antara lain:
a) Trimester I, kebutuhan kalori meningkat, minimal 2.000 kilo
kalori/hari.
b) Trimester II, kebutuhan kalori akan meningkat untuk kebutuhan ibu
yang meliputi penambahan volume darah, pertumbuhan uterus,
payudara dan lemak.
c) Trimester III, kebutuhan kalori akan meningkat untuk pertumbuhan
janin dan plasenta.
2) Protein
Penambahan protein selama kehamilan tergantung kecepatan
pertumbuhan janinnya. Kebutuhan protein pada trimester I hingga
trimester II kurang dari 6 gram tiap harinya, sedangkan pada trimester III
sekitar 10 gram tiap harinya. Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI
2004 menganjurkan penambahan 17 gram tiap hari. Kebutuhan protein
bisa didapat dari nabati maupun hewani. Protein digunakan untuk
pembentukan jaringan baru baik plasenta dan janin, pertumbuhan dan
diferensiasi sel, pembentukan cadangan darah dan persiapan masa
menyusui.
3) Lemak
Lemak dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin
selama dalam kandungan sebagai kalori utama. Lemak merupakan sumber
tenaga dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Selain itu, lemak
disimpan untuk persiapan ibu sewaktu menyusui. Kadar lemak akan
meningkat pada kehamilan tirmester III.
4) Karbohidrat
Sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama
kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin adalah
karbohidrat. Jenis karbohidrat yang dianjurkan adalah karbohidrat
kompleks seperti roti, serelia, nasi dan pasta. Karbohidrat kompleks
mengandung vitamin dan mineral serta meningkatkan asupan serat untuk
mencegah terjadinya konstipasi.
5) Vitamin
Wanita hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dibandingkan
wanita tidak hamil. Kebutuhan vitamin diperlukan untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.
Kebutuhan vitamin meliputi:
a) Asam Folat
Asam folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting
dalam perkembangan embrio. Asam folat juga membantu mencegah
neural tube defect, yaitu cacat pada otak dan tulang belakang.
Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kehamilan prematur,
anemia, cacat bawaan, bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR),
dan pertumbuhan janin terganggu. Kebutuhan asam folat sekitar 600-
800 miligram. Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI 2004
menganjurkan mengkonsumsi asam folat sebesar 5 mg/kg/hr (200
mg).
b) Vitamin A
Vitamin A mempunyai fungsi untuk penglihatan, imunitas,
pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A
menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
c) Vitamin B
Vitamin B1, vitamin B2, niasin dan asam pantotenat yang dibutuhkan
untuk membantu proses metabolisme. Vitamin B6 dan B12
diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah. Vitamin
B6 berperan dalam metabolisme asam amino.
d) Vitamin C
Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari
kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen serta
menghantarkan sinyal ke otak. Vitamin C juga membantu penyerapan
zat besi di dalam tubuh. Ibu hamil disarankan mengkonsumsi 85
miligram per hari.
e) Vitamin D
Vitamin D berfungsi mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan
kalsium dan fosfor, mineralisasi tulang dan gigi serta mencegah
osteomalacia pada ibu.
f) Vitamin E
Vitamin E berfungsi untuk pertumbuhan sel dan jaringan serta
integrasi sel darah merah. Selama kehamilan wanita hamil dianjurkan
mengkonsumsi 2 miligram per hari.
g) Vitamin K
Kekurangan vitamin K dapat mengakibatkan gangguan perdarahan
pada bayi. Pada umumnya kekurangan vitamin K jarang terjadi,
karena vitamin K terdapat pada banyak jenis makanan dan juga
disintesis oleh bakteri usus.
h) Mineral
Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak mineral dibandingkan
sebelum hamil. Kebutuhan mineral diperlukan untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.
Kebutuhan mineral antara lain:
i. Zat Besi
Kebutuhan zat besi akan meningkat 200-300 miligram dan
selama kehamilan yang dibutuhkan sekitar 1040 miligram. Zat
besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di
sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan
tubuh. Selain itu, zat besi penting untuk pertumbuhan dan
metabolism energi dan mengurangi kejadian anemia. Defisiensi
zat besi akan berakibat ibu hamil mudah lelah dan rentan infeksi,
resiko persalinan prematur dan berat badan bayi lahir rendah.
Untuk mencukupi kebutuhan zat besi, ibu hamil dianjurkan
mengkonsumsi 30 miligram tiap hari. Efek samping dari zat besi
adalah konstipasi dan nausea (mual muntah). Zat besi baik
dikonsumsi dengan vitamin C, dan tidak dianjurkan
mengkonsumsi bersama kopi, teh, dan susu.
ii. Zat Seng
Zat seng digunakan untuk pembentukan tulang selubung
syaraf tulang belakang. Resiko kekurangan seng menyebabkan
kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Kebutuhan seng
pada ibu hamil sekitar 20 miligram per hari.
iii. Kalsium
Ibu hamil membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang
dan gigi, membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi,
serta mengantarkan sinyal syaraf, kontraksi otot dan sekresi
hormon. Kebutuhan kalsium ibu hamil sekitar 1000 miligram per
hari.
iv. Yodium
Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi yodium sekitar 200
miligram dalam bentuk garam beryodium. Kekurangan yodium
dapat menyebabkan hipotirodisme yang berkelanjutan menjadi
kretinisme.
v. Fosfor
Fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin
serta kenaikan metabolisme kalsium ibu. Kekurangan fosfor akan
menyebabkan kram pada tungkai.
vi. Fluor
Fluor diperlukan tubuh untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
Kekurangan fluor menyebabkan pembentukan gigi tidak
sempurna. Fluor terdapat dalam air minum.
vii. Natrium
Natrium berperan dalam metabolisme air dan bersifat
mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi
keseimbangan cairan tubuh pada ibu hamil. Kebutuhan natrium
meningkat seiring dengan meningkatnya kerja ginjal. Kebutuhan
natrium ibu hamil sekitar 3,3 gram per minggu. Bagi ibu hamil,
pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun yang
sering kali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa
mineral seperti zat besi dan kalsium.
Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-
kira 84.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini perlu tambahan
ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil. Ibu hamil
dianjurkan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, kekurangan zat
gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh zat gizi dari
makanan lainnya.
i. Bahan Makanan yang Cocok untuk Ibu Hamil
Seorang wanita harus memenuhi kebutuhan gizinya yang cukup untuk
diri dan bayinya. Ibu hamil memerlukan nutrisi yang lebih banyak untuk
memenuhi gizi keduanya, berikut ini merupakan daftar AKG gizi ibu hamil
dan sumber bahan pangannya:
Tabel 2. Daftar AKG Gizi Ibu Hamil
No Kebutuhan Banyaknya Sumber
1 Kalori, kkal 2535 Lemak, karbohidrat, protein (nasi,
kentang, jagung, minyak, lemak
hewan, terigu, ubi - ubian)
2 Protein, gr 60 Ayam, telur, daging, ikan, susu,
tempe, tahu, kacang- kacangan
3 kalsium mg 900 Ikan teri, susu, sayuran hijau,
kacang – kacangan
4 Besi, gr 46 Hati, daging, beras tumbuk,
kacang-kacangan, sayuran hijau
5 Fosfor, mg 620 Gandum, biji bunga matahari, biji
labu, beras, kacang-kacangan
6 Yodium, µg 175 Nanas, ikan, strawberry, sayuran
hijau, kacang tanah
7 Seng, mg 20 Gandum, telur, jamur, daging
merah, telur, ikan, biji-bijian, dan
kacang-kacangan lainnya
8 Vitamin C, 70 Jambu biji, jeruk, nanas,
mg semangka, mangga, papaya, apel,
strawbery, asparagus, dan sayuran
hijau
9 Asam Folat, 300 Hati ayam, susu, sayuran hijau,
µg asparagus, biji bunga matahari,
jamur, kedelai, kacang polong,
sereal, melon, pisang, lemon,
strawberry, dan jeruk
10 Vitamin B12,mg 2,3 Daging, hati, susu, jamur, telur,
yogurt, ikan, dan seafood
lainnya.
11 Vitamin B3, 10,6 Biji-bijian, brokoli, jamur,
mg asparagus, ikan, daging, kacang-
kacangan, dan sayuran hijau
12 Vitamin B2,mg 1,2 Susu dan produk olahannya,
sayuran hijau, buah-buahan,
kacang-kacangan, biji-bijian, hati
dan telur
13 Vitamin B1, 1,1 Daging, kacang-kacangan, biji-
mg bijian, padi-padian, semangka,
mangga, pisang, jagung, wortel,
buncis, kacang panjang, dan tomat
14 Vitamin A, 700 Hati ayam, sayuran berwarna
RE seperti wortel, buah-buahan
berwarna merah, mentega, kuning
telur, dan minyak ikan
Sumber: Ari Istiany dan Rusilanti, 2010
Jika seorang ibu hamil memiliki kekurangan terhadap asupan gizinya,
maka akan berakibat buruk bagi bayi yang dikandungnya. Begitu pula
apabila ibu memiliki kelebihan asupan gizi, hal itupun tidak baik bagi
perkembangan sang janin.
j. Metode Recall 24 jam (24 Hour Recall)
Prinsip dari metode recall 24 jam, dilakukan dengan mencatat jenis dan
jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu.
Juniati (2008), mengatakan bahwa recall (mengingat) merupakan sebuah
pengujian mengenai tingkat kesadaran akan suatu.
Recall dilakukan pada saat wawancara dilakukan dan mundur ke belakang
sampai 24 jam penuh. Wawancara menggunakan formulir recall harus
dilakukan oleh petugas yang telah terlatih. Data yang didapatkan dari hasil
recall lebih bersifat kualitatif. Untuk mendapatkan data kuantitatif maka
perlu ditanyakan penggunaan URT (Ukuran Rumah Tangga). Sebaiknya
recall dilakukan minimal dua kali dengan tidak berturut-turut. Recall yang
dilakukan sebanyak satu kali kurang dapat menggambarkan kebiasaan makan
seseorang (Supariasa, 2001).
k. Kegunaan Metode Food Recall 24 Jam
1) Untuk mengetahui angka kecukupan gizi individu ataupun keluarga
2) Untuk menganalisis bahan makan yang dikonsumsi oleh setiap individu
ataupun setiap keluarga.
l. Pengertian Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Angka Kecukupan Gizi adalah nilai yang menunjukkan jumlah zat gizi
yang diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk
menururt kelompok umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologi seperti hamil
dan menyusui (Proverawati, 2010).
Angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan adalah suatu kecukupan
rata-rata zat gizi setiap hari bagi hampir semua populasi, menurut golongan
umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan tingkat kegiatan fisik agar hidup
sehat dan dapat melakukan kegiatan sosial, ekonomi yang diharapkan
(Hardiansyah dan Tambunan, 2004 dalam Widjayanti L, 2009).
AKG hanya berlaku bagi orang sehat dan kondisi khusus yaitu ibu
hamil dan ibu menyusui pada trimester pertama dan kedua. AKG tidak
mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi
seperti genetik, kondisi kesehatan, tingkat defisiensi, gaya hidup (merokok
dan alkohol) dan penggunaan obat (Arisman, 2004).
m. Kegunaan Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Angka kecukupan gizi yang dianjurkan digunakan untuk maksud -
maksud sebagai berikut :
1) Merencanakan dan menyediakan suplai pangan untuk penduduk atau
kelompok penduduk
2) Menginterpretasikan data konsumsi makanan perorangan ataupun
kelompok.
3) Perencanaan pemberian makanan di institusi, seperti rumah sakit,
sekolah, industri / perkantoran, asrama, panti asuhan, panti jompo dan
lembaga permasyarakatan
4) Menetapkan standar bantuan pangan, misalnya untuk keadaan darurat;
membantu para gtransmigrasin dan penduduk yang ditimpa bencana
alam serta memberi makanan tambahan untuk balita, anak sekolah, dan
ibu hamil.
5) Menilai kecukupan persediaan pangan nasional
6) Merencanakan program penyuluhan gizi
7) Mengembangkan produk pangan baru di industri
8) Menetapkan pedoman untuk keperluan labeling gizi pangan (Almatsier
2009).
D. HASIL PRAKTIKUM
1. Identitas responden
Nama responden/subjek : Ny. Slati
Alamat rumah : Genengan Rt 03/ Rw 06, Manggung
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 32 tahun
Pekerjaan : Pedagang
G3P2A0
HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) : 24 Juni 2018
HPL : 1 April 2019
Umur kehamilan : 22-1 minggu
LILA (Lingkar Lengan Atas) : 31 cm :
Berat badan sebelum hamil : 63 kg
Tinggi badan : 151 cm
2. Data Pertambahan Berat badan

No Tanggal Pemeriksaan Berat Badan (Kg)


1. 5 Oktober 2018 64 kg
2. 10 Oktober 2018 65 kg
3. 26 November 2018 66 kg

3. Kuesioner
KUESIONER FOOD RECALL 24 HOURS KONSUMSI GIZI IBU HAMIL
Nama responden/subjek : Ny. Slati
Alamat rumah :Genengan Rt 3 Rw 6 Manggung Ngemplak
Jenis kelamin : Perempuan
Tanggal : 25 November – 26 November 2018
Recall hari ke : I/II
Usia : 32 tahun
Bahan Makanan
No Waktu Makan Nama Masakan Banyaknya
Jenis URT Gram
1 Makan Pagi Nasi soto daging sapi Beras giling 3/4 gelas 100 gr
Jam 07.30 WIB Tauge ¼ gelas 25 gr
Daging sapi 1 potong sedang 35 gr
Tempe goreng Tempe 2 potong sedang 50 gr
Selingan Jeruk hangat Jeruk manis/sari 1 buah sedang 55 gr
Jam 08.30 WIB jeruk
Gula pasir 2 sdm 20 gr
Suplemen Calcifar Calcium 500mg
09.00 WIB phosphat
dihydrate
2 Makan Siang Nasi Beras giling 1 1/4 gelas 200 gr
Jam 12.30 WIB Sayur bayam Bayam 1/2 ikat 50 gr

Telur dadar Telur ayam 1 butir 60 gr

Selingan Mangga Mangga ½ buah 50gr


Jam 13.30 WIB

3 Makan Malam Nasi Beras giling 3/4 gelas 100 gr


jam 19.30 WIB Tumis kangkung Kangkung ¼ ikat 25 gr

Tahu Goreng Tahu ½ potong besar 50 gr

Selingan Tidak ada

Suplemen Ramabion Suplemen 1 tablet 250 mg


Jam 21.00
Rumus menghitung kadar zat gizi pangan
= bdd x berat pangan x nilai energi/100g

1. Penghitungan Kadar Zat Gizi Pangan


a. Nama bahan makanan : beras giling masak
Jumlah kandungan energi beras giling = 178 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi/100g
= 100 % x 400 gr x 178 kkal/100g
= 712 kkal
Jumlah kandungan protein nabati beras giling = 2,1 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilaiprotein/100g
= 100% x 400 gr x 2,1 gr/100g
= 8,4 gr
Jumlah kandungan lemak beras giling = 0,1 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak/100g
= 100% x 400 gr x 0,1 gr/100g
= 0,4 gr
Jumlah kandungan zat besi beras giling = 0,5 mg
Zat besi (Fe) = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100g
= 100 % x 400 gr x 0,5 mg / 100g
= 2 mg
b. Nama bahan makanan : tauge kacang hijau
Jumlah kandungan energi tauge kacang hijau = 23 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 100 % x 25 gr x 23 kkal/ 100 g
= 5,75 kkal
Jumlah kandungan protein nabati tauge kacang hijau = 2,9 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein / 100 g
= 100 % x 25 gr x 2,9 gr / 100 g
= 0,725 gr
Jumlah kandungan lemak tauge kacang hijau = 0,2 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak / 100 g
= 100 % x 25 gr x 0,2 gr / 100 g
= 0,05 gr
Jumlah kandungan zat besi tauge kacang hijau = 0,8 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100 g
= 100 % x 25 gr x 0,8 mg / 100 g
= 0,2 mg
Jumlah kandungan vitamin A tauge kacang hijau = 10 RE
Vitamin A = bdd x berat pangan x nilai vitamin / 100 g
= 100 % x 25 gr x 10 RE/ 100 g
= 2,5 RE
c. Nama bahan makanan : daging sapi
Jumlah kandungan energi daging sapi = 207 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100g
= 100 % x 35 gr x 207 kkal / 100g
= 72,45 kkal
Jumlah kandungan protein hewani daging sapi = 18,0 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein / 100gr
= 100 % x 35 gr x 18 gr / 100g
= 6,3 gr
Jumlah kandungan lemak daging sapi = 14 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak / 100g
= 100 % x 35 gr x 14 gr / 100g
= 4,9 gr
Jumlah kandungan zat besi daging sapi = 2,8 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi/ 100g
= 100 % x 35 gr x 2,8 mg / 100 g
= 0,98 mg
Jumlah kandungan vitamin A daging sapi = 50 RE
Vitamin A = bdd x berat pangan x nilai vitamin/ 100gr
= 100 % x 35 gr x 50 RE / 100 gr
= 10,5 RE
d. Nama bahan makanan : tempe kedelai murni
Jumlah kandungan energi tempe kedelai murni = 149,0 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 149 / 100g
= 74,5 kkal
Jumlah kandungan nabati tempe kedelai murni = 18,3 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein / 100 g
= 100 % x 50 gr x 18,3 gr / 100g
= 9,15 gr
Jumlah kandungan lemak tempe kedelai murni = 4,0 gr
Lemak = bddxberat pangan x nilai lemak / 100 g
= 100 % x 50 gr x 4 gr / 100g
= 2 gr
Jumlah kandungan zat besi tempe kedelai murni = 10,0 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100g
= 100 % x 50 gr x 10 mg / 100g
= 5 mg
Jumlah kandungan vitamin A tempe kedelai murni = 50,0 RE
Vitamin A= bdd x berat pangan x nilai vitamin / 100g
= 100 % x 50 gr x 50 RE / 100g
= 25 RE
e. Nama bahan makanan : jeruk manis / sari jeruk
Jumlah kandungan energi jeruk manis / sari jeruk = 44 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi /100g
= 72 % x 50 g x 44 kkal/100gr
= 16,2 kkal
Jumlah kandungan protein nabati jeruk manis / sari jeruk = 0,8 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein /100g
= 72 % x 50 g x 0,8 gr/100gr
= 0,3 gr
Jumlah kandungan lemak jeruk manis / sari jeruk = 0,2 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak /100g
= 72 % x 50 g x 0,2 gr/100gr
= 0,072 gr
Jumlah kandungan zat besi jeruk manis / sari jeruk = 0,2 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi/100g
= 72 % x 50 g x 0,2 mg/100gr
= 0,072 mg
Jumlah kandungan vitamin A jeruk manis / sari jeruk = 190 RE
Vitamin C = bdd x berat pangan x nilai vitamin/100g
= 72 % x 50 g x 190 mg/100gr
= 68,4 RE
f. Nama bahan makanan : gula pasir
Jumlah kandungan energi gula pasir = 364 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100g
= 100 % x 20 gr x 364 kkal / 100 g
= 72,8 kkal
Jumlah kandungan zat besi gula pasir = 0,25 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100g
= 100 % x 20 gr x 0,25 mg/ 100 g
= 0,05 mg
g. Nama suplemen : Calcifar
1 tablet salut film = 500 mg
Mengandung dibasic calcium phosphate dihydrate 500 mg
Dosis = 1 tablet sehari
h. Nama bahan makanan : bayam
Jumlah kandungan energi bayam = 36 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 36 kkal/ 100g
= 18 kkal
Jumlah kandungan protein nabati bayam = 3,5 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein / 100 g
= 100 % x 50 gr x 3,5 gr / 100g
= 1,75 gr
Jumlah kandungan lemak bayam = 0,5 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak / 100 g
= 100 % x 50 gr x 0,5 gr / 100g
= 0,25 gr
Jumlah kandungan zat besi bayam = 3,9 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 3,9 mg / 100g
= 1,95 mg
Jumlah kandungan vitamin A bayam = 6090 RE
Vitamin A = bdd x berat pangan x nilai vitamin / 100 g
= 100 % x 50 gr x 6090 RE/ 100g
= 3045 RE
i. Nama bahan makanan : telur ayam
Jumlah kandungan energi telur ayam = 162 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi/100g
= 90 % x 60 g x 162 kkal /100g
= 87,48 kkal
Jumlah kandungan protein hewani telur ayam = 12,8 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein/100g
= 90 % x 60 g x 12,8 gr /100gr
= 6,91 gr
Jumlah kandungan lemak telur ayam = 11,5 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak/100g
= 90 % x 60 g x 11,5 gr /100gr
= 6,21 gr
Jumlah kandungan zat besi telur ayam = 2,7 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi/100g
= 90 % x 60 g x 2,7 mg /100gr
= 1,5 mg
Jumlah kandungan vitamin A telur ayam = 900 RE
Vitamin A = bdd x berat pangan x nilai vitamin /100g
= 90 % x 60 g x 900 RE /100gr
= 486 RE
j. Nama bahan makanan : Mangga harum manis
Jumlah kandungan energi mangga harum manis= 46 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 46 kkal / 100g
= 23 kkal
Jumlah kandungan protein nabati mangga harum manis = 0,4 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein / 100 g
= 100 % x 50 gr x 0,4gr/ 100g
= 0,2 gr
Jumlah kandungan lemak mangga harum manis = 0,2gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak / 100 g
= 100 % x 50 gr x 0,2 gr/ 100g
= 0,1 gr
Jumlah kandungan zat besi mangga harum manis =0,2 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 0,2 mg / 100g
= 0,1 mg
Jumlah kandungan Vitamin A = 1200 RE
Vitamin A = bdd x berat pangan x nilai KH / 100 g
= 100 % x 50 gr x 1200 gr / 100g
= 600 RE
k. Nama bahan makanan : kangkung
Jumlah kandungan energi kangkung = 29 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 70 % x 25 gr x 29 kkal / 100g
= 5,075 kkal
Jumlah kandungan protein nabati kangkung = 3 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 70 % x 25 gr x 3 gr / 100g
= 0,525 gr
Jumlah kandungan lemak kangkung = 0,3 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak/100g
= 70 % x 25 gr x 0,3 gr/100g
= 0,0525 gr
Jumlah kandungan zat besi kangkung = 2,5 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100g
= 70 % x 25 gr x 2,5 mg / 100g
= 0,4375 mg
Jumlah kandungan Vitamin A kangkung = 6300 RE
Vitamin A = bdd x berat pangan x nilai vitamin/100g
= 70 % x 25 gr x 6300 RE /100gr
= 1575 RE
l. Nama bahan makanan : tahu
Jumlah kandungan energi tahu = 68 kkal
Energi = bdd x berat pangan x nilai energi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 68 kkal / 100g
=34 kkal
Jumlah kandungan protein nabati tahu = 7,8 gr
Protein = bdd x berat pangan x nilai protein / 100 g
= 100 % x 50 gr x 7,8 gr/ 100g
= 3,9 gr
Jumlah kandungan lemak tahu = 4,6 gr
Lemak = bdd x berat pangan x nilai lemak / 100 g
= 100 % x 50 gr x 4,6 gr/ 100g
= 2,3 gr
Jumlah kandungan zat besi tahu=0,8 mg
Zat besi = bdd x berat pangan x nilai zat besi / 100 g
= 100 % x 50 gr x 0,8 mg / 100g
= 0,4 mg
m. Nama suplemen : Ramabion
1 tablet 250 mg
Dosis : 1 tablet sehari (malam)
Setiap tablet salut gula mengandung :
No Komposisi Takaran Per Saji
1 Ferrous 29,17 mg
gluconate~ferro
2 Copper II 0,101mg
sulfate~cupri
3 Manganese II 129 mcg
sulfate
4 Vitamin B12 0,015 mcg
5 Vitamin C 50 mg
6 Folic acid 1 mg

E. PEMBAHASAN
Survei konsumsi makanan dengan metode food recall 24 jam ini dapat
mengetahui angka kecukupan gizi individu ataupun keluarga dan
menganalisis bahan makan yang dikonsumsi oleh setiap individu ataupun
setiap keluarga melalui ukuran rumah tangga (URT). Dan kita dapat
mengetahui hasil jumlah zat makanan yang kita konsumsi selama pagi, siang,
malam, dan pagi lagi selama 24 jam.
Metode recall 24 jam didasari pada makanan dan jumlah yang
umumnya dikonsumsi oleh individu dalam satu hari atau lebih pada hari-hari
tertentu. Metode recall ini digunakan pada epidemiologi gizi untuk
mengukur validasi kuesioner frekuensi makanan yang digunakan sebagai
instrumen pengumpulan dan konsumsi primer.
Status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan sumber daya
manusia dan kualitas hidup. Untuk itu program perbaikan gizi bertujuan
untuk meningkatkan mutu gizi konsumsi pangan, agar terjadi perbaikan
status gizi masyarakat (Deddy Muchtadi, 2002). Angka kecukupan gizi
(AKG) berguna sebagai patokan dalam penilaian dan perencanaan konsumsi
pangan, serta basis dalam perumusan acuan label gizi.
Saat hamil, keutuhan gizi calon ibu menjadi lebih tinggi seiring dengan
adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik. Perubahan itu meliputi
bertambahnya volume plasma, meningkatnya cadangan makanan,
meningkatnya aliran darah uterin, meningkatnya berat janin, bertambahnya
cairan amniotic, dan berkembangnya plasenta. Itu semua menyebabkan
terjadinya pertambahan berat badan. Kebutuhan gizi akan terus meningkat,
teurtama setelah memasuki kehamilan trimester kedua, sebab pada saat itu,
pertumbuhan janin berlangsung cepat ini berbeda dengan kehamilan
trimester pertama.
Dari hasil wawancara dengan responden didapatkan dalam 1 hari
mengonsumsi berbagai macam makanan dengan asupan lengkap
mengandung, energi, protein nabati, protein hewani, lemak, karbohidrat, zat
besi, vitamin, serta asam folat. Untuk secara keseluruhan dalam 1 hari
konsumsi, berikut penjelasannya :
1. Energi
Kebutuhan akan energi dan zat-zat gizi bergantung pada berbagai
faktor seperti umur, gender, berat badan, aktifitas dan lain-lain
(Almatsier, 2002). Tambahan energi selain untuk ibu, janin juga perlu
untuk tumbuh kembang. Banyaknya energi yang dibutuhkan hingga
melahirkan sekitar 80.000 Kkal atau membutuhkan tambahan 300 Kkal
sehari. Menurut RISKESDAS 2007 Rerata nasional Konsumsi Energi per
Kapita per Hari adalah 1.735,5 kkal.
Kebutuhan energi yang didapat dari total konsumsi energi dalam 1
hari pada responden Ny. Slati yaitu 1,121,25 kkal. Sedangkan kebutuhan
normal orang wanita dewasa tidak hamil adalah 2500 kkal, dan
responden kebutuhannya ada tambahan 300 kkal jadi 2800 kkal untuk
ibu hamil trimester 2, sehingga belum mencukupi dan termasuk dalam
kategori Kurang Energi Kronis. Hal ini dikarenakan responden tidak
terlalu suka makan dari sebelum hamil dan akan berusaha makan lebih
banyak lagi demi janin yang dikandungnya. Responden mengetahui
bahwa konsumsi makanan bukan hanya untuk dirinya tetapi energi juga
diperlukan untuk si janin. Apabila dalam masa kehamilannya seorang
ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan energinya selama mengandung
maka tidak dapat tidak dapat mencapai berat badan yang optimal (Desi
Purwitasari dan Dwi Maryanti, 2009).
2. Protein
Terdapat dua macam sumber protein yang diperlukan tubuh sebagai
zat pengatur, yaitu protein nabati dan protein hewani. Selain digunakan
sebagai pengatur, protein dalam tubuh juga digunakan sebagai sumber
energi apabila energi yang diperlukan oleh tubuh tidak terpenuhi
(Mary.E Beck, 2011). Penambahan protein selama kehamilan tergantung
kecepatan pertumbuhan janinnya. Kebutuhan protein pada trimester I
hingga trimester II kurang dari 6 gram tiap harinya, sedangkan pada
trimester III sekitar 10 gram tiap harinya.
Berdasarkan fungsi pokoknya, protein pada ibu hamil berfungsi
sebagai pembangun jaringan tubuh pada janin, sehingga asupan protein
yang tidak sesuai atau kurang mengakibatkan janin yang dikandung
mengalami PJT (pertumbuhan janin terhambat) (Siti Misaroh Ibrahim
dan Atikah Proverawati, sedangkan menurut Desi Purwitasari dan Dwi
Maryanti (2009), selain bayi dapat mengalami PJT, juga dapat
mengalami BBLR, keguguran, dan cacat bawaan.
Asupan protein total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 38,16 termasuk dalam kategori Kurang Energi Protein. Menurut
AKG 2013 menganjurkan penambahan 20 gram tiap hari pada ibu hamil
trimester 2. Sedangkan kebutuhan protein normal orang wanita dewasa
tidak hamil tiap hari adalah 50 gram, dan responden kebutuhannya ada
tambahan 20 gram jadi 70 gr untuk ibu hamil trimester 2, sehingga
kecukupan gizi protein responden belum mencukupi.
3. Lemak
Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Lemak
juga berfungsi sebagai cadangan energi untuk ibu pada saat ibu
melahirkan (Siti Misaroh Ibrahim dan Atikah Proverawati, 2010).
Kebutuhan lemak akan ibu hamil sangat penting. Karena digunakan
sebagai cadangan energi selama dan setelah proses melahirkan hingga
menyusui. Oleh karena itu ibu hamil harus mengonsumsi lemak dalam
jumlah yang seimbang, tidak boleh lebih ataupun kurang. Kelebihan
dalam mengonsumsi lemak dapat mengakibatkan kegemukan. Asam
lemak sangat baik untuk perkembangan otak saraf janin (Atikah
Proverawati dan Siti Asfuah, 2009).
Asupan lemak total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 16,3345 gr. Menurut AKG 2013 menganjurkan penambahan 10
gram tiap hari pada ibu hamil trimester 2. Sehingga kebutuhan akan lemak
belum tercukupi pada ibu hamil dan termasuk dalam Kategori Kurang
Konsumsi Lemak.
4. Vitamin A
Vitamin A memiliki peran yang penting selama masa kehamilan.
Selain berperan penting dalam membantu pertumbuhan tulang dan gigi,
melindungi tubuh dari kanker, dan mencegah kematian pada bayi (Ari
Istiany dan Rusilanti, 2013).
Peran vitamin A antara lain juga untuk pembentukan mata, rambut,
kulit, organ dalam, fungsi rahim, dan membantu dalam pertumbuhan
jaringan sel dan jaringan tulang. Walaupun vitamin A sangat dibutuhkan
oleh ibu yang sedang hamil, tetapi mengonsumsi vitamin A secara
berlebih juga tidak dianjurkan sebab dapat mengakibakan teratogen
(Atikah Proverawati dan Siti Asfuah, 2009). Kekurangan mengonsumsi
vitamin A dalam jangka panjang dapat mengakibatkan buta senja,
kelainan membran mukosa dan xeropthalmia (kelainan pada mata yang
mengakibatkan mata kering dan pelunakan pada kornea) (Mary E. Beck,
2011: 54).
Asupan vitamin A total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny.
Slati adalah 5812,4 RE. Menurut AKG 2013 menganjurkan penambahan
300 RE tiap hari pada ibu hamil trimester 2. Dan pada wanita dewasa 3500
RE, konsumsi responden telah terpenuhi.
5. Asam folat
Ibu hamil kekurangan asam folat menyebabkan meningkatnya
resiko anemia, sehingga ibu mudah lelah letih, lesu dan pucat serta bias
menyebabkan keguguran. Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil dan
usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan 2 gelas susu.
Mengkonsumsi asam folat tidak hanya ketika hamil, tetapi sebelum
hamil juga sangat dianjurkan. Asam folat juga sangat penting dalam
membantu pembelahan sel. Asam folat bisa mencegah anemia dan
menurunkan resiko terjadinya NTD (Neurel Tube Deffects) dan sebagai
anti depresan.
Asupan asam folat total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny.
Slati adalah 1 mg. Menurut AKG 2013 menganjurkan penambahan 200
mcg tiap hari pada ibu hamil trimester 2. Sedang kebutuhan asam folat
untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari sehingga
responden telah tercukupi kandungan asam folat dalam tubuh.
6. Zat besi
Besi berfungsi sebagai pertumbuhan tulang janin bersama dengan
kalsium dan protein. Besi juga berfungsi untuk mengebangkan jaringan
tisu, terutama otak dan jenis kelamin. Besi adalah komponen pembentuk
hemoglobin darah yang berfungsi mengangkut oksigen. Besi juga
dibutuhkan untuk kekebalan janin terhadap berbagai penyakit infeksi,
membantu pertumbuhan dan perkembanan otak janin dan daya tahan ibu
(Ari Istiany dan Rusilanti, 2013).
Asupan zat besi total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 41,8595 mg. Menurut AKG 2013 menganjurkan penambahan 9 mg
tiap hari pada ibu hamil trimester 2, dan konsumsi wanita dewasa menurut
WHO sebesar 28 mg dan waktu hamil ditambah 9 mg jadi 37 mg,
responden telah tercukupi kebutuhan zat besinya.
Responden mengonsumsi suplemen seperti calcifar yang mengandung
kalsium yang merangsang proses pertumbuhan badan yang digunakan untuk
ibu hamil dengan dosis 1 tablet sehari. Ramabion adalah suplemen
multivitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama
kehamilan dan menyusui. Selain mengandung asam folat, suplemen ini juga
dilengkapi dengan zat besi dan berbagai vitamin dan mineral yang penting
lainnya. Suplemen vitamin ini tersedia dalam bentuk soft capsul atau kapsul
lunak, dosis Ramabion untuk ibu hamil adalah 1 kapsul lunak per hari.
Sebaiknya diminum setelah makan malam atau sebelum tidur yang berfungsi
untuk mencegah anemia.
F. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Ibu hamil trimester 2, gangguan mual muntah sudah berkurang,
kebutuhan gizi ibu hamil kian bertambah karena pertumbuhan janin
lebih cepat daripada waktu trimester 1.
2. Status gizi pada kehamilan dapat mempengaruhi ibu dan bayi selama
hamil, pertumbuhan dan perkembangan janin.
3. Asupan zat gizi yang dikonsumsi oleh responden selama 24 jam pada
tanggal 26 November 2018 adalah erupa energi, protein, lemak,
vitamin, zat besi, serta asam folat.
4. Kebutuhan energi pada responden Ny. Slati yaitu 1,121,25 kkal.
Sedangkan kebutuhan normal orang wanita dewasa tidak hamil adalah
2500 kkal, dan responden kebutuhannya ada tambahan 300 kkal jadi
2800 kkal untuk ibu hamil trimester 2, sehingga belum mencukupi
atau Kurang Energi Kronis.
5. Asupan protein yang dikonsumsi oleh Ny. Slati adalah 38,16 gr.
Sedangkan kebutuhan protein normal orang wanita dewasa tidak hamil
tiap hari adalah 50 gram, dan responden kebutuhannya ada tambahan
20 gram jadi 70 gr untuk ibu hamil trimester 2, sehingga kecukupan
gizi protein responden belum mencukupi dan termasuk kedalam
kategori KEP (Kurang Energi Protein)
6. Asupan lemak total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 16,3345 r sehingga belum mencukupi atau Kurang Lemak.
7. Asupan zat besi total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 41,8595 mg. Konsumsi wanita dewasa menurut WHO sebesar 28
mg dan waktu hamil ditambah 9 mg jadi 37 mg, responden telah tercukupi
kebutuhan zat besinya.
8. Asupan vitamin A total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 5812,4 RE. Menurut AKG 2013 menganjurkan penambahan 300
RE tiap hari pada ibu hamil trimester 2. Dan pada wanita dewasa 3500
RE, konsumsi responden telah terpenuhi.
9. Asupan zat besi total dalam 1 hari yang dikonsumsi oleh Ny. Slati
adalah 41,8595 mg. Menurut AKG 2013 menganjurkan penambahan 9
mg tiap hari pada ibu hamil trimester 2, dan konsumsi wanita dewasa
menurut WHO sebesar 28 mg dan waktu hamil ditambah 9 mg jadi 37 mg,
responden telah tercukupi kebutuhan zat besinya.
DAFTAR PUSTAKA

Atikah Proverawati & Siti Asfuah. (2010). Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan.
Yogyakarta: Nuha Medika.

Ari Istiany & Rusilanti. (2010). Gizi Terapan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Barker, David J. P, Phillipa M. Clark. (1997). Fetal undernutrition and disease in


later life. MRC Environmental Epidemiology Unit, University of Southampton,
Southampton General Hospital, Southampton, SO16 6YD, UK. Reviews of
Reproduction (1997) 2, 105–112

Desi Purwitasari dan Dwi Maryanti. (2009). Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.
Yogyakarta: Nuha Medika.

Siti Misaroh Ibrahim. M, & Atikah Proverawati. (2010). Nutrisi Janin.


Yogyakarta: Nuha Medika

AKG. (2013). Permenkes RI NO 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi


yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Menteri Kesehatan RI : Jakarta.

Almatsier, S. (2002). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM UI. (2007), Gizi dan
KesehatanMasyarakat . Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Irianto, Djoko Pekik. (2000). Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan


Olahragawan.Yogyakarta : EGC.

Laksmi Widajanti. (2009). Survei Konsumsi Gizi. Fakultas Kesehatan


Masyarakat Universitas Diponegoro.
Proverawati, Asfuah S. (2009). Buku Ajar Gizi untuk Kebidanan. Yogyakarta:
Nuha Medika.

Supariasa, dkk. (2001). Penilaian Status Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
EGC.

Siti Maryam. (2016). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : PT Salemba


Medika