Anda di halaman 1dari 10

PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman :
No : / /LAB/RSUD-EF 01 1/10
DITETAPKAN
DIREKTUR RSUD EMBUNG FATIMAH
SPO KOTA BATAM
Tanggal Terbit :
November 2014

FADILLAH R.D MALLARANGAN

Cara pengambilan specimen adalah tata cara untuk memperoleh specimen secara
1. PENGERTIAN : benar pada pasien .

Mendapatkan dan menyiapkan spesimen yang memenuhi syarat untuk pemeriksaan,


2.TUJUAN : perolehan hasil tes laboratorium yang bermutu.

Peraturan Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam Nomor : Tahun 2014
3. KEBIJAKAN : Tentang Kebijakan pelayanan Laboratorium Patologi Klinik Di RSUD Embung
Fatimah Kota Batam

A. TEMPAT PENGAMBILAN SPESIMEN :


1. Rawat jalan : Ruang sampling Laboratorium PK
2. Rawat inap : Ruang Perawatan
3. Lab IGD : Ruang sampling dan ruang perawatan IGD
4. Pengambilan spesimen tidak dilaksanakan / ditunda apabila
4. PROSEDUR : - Identitas pasien tidak cocok dengan data formulir permintaan pasien
- Jumlah spesimen tidak cukup, (petugas harus segera memberitahu ke bagian
yang meminta )
- pasien menolak untuk pengambilan spesimen, maka harus dibuat pernyataan
tertulis dan ditanda-tangani oleh pasien/ keluarganya dan petugas yang
bersangkutan

B. TAHAPAN PENGAMBILAN SPESIMEN :


1. Dilaksanakan oleh perawat yang terlatih dengan memakai APD lengkap
2. Memanggil pasien sesuai dengan nomor urut .
3. Pastikan identitas pasien sesuai dengan formulir permintaan
4. Konfirmasi persiapan pasien sebelumnya sesuai permintaan klinis .
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman :
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 2/10

5. Berikan penjelasan seperlunya kepada pasien :


- Tujuan dilakukannya pengambilan spesimen
- Prosedur yang akan dilaksanakan
6. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan tes
7. Beri label identitas pasien dan mengisi No. Lab, tgl, jam pengambilan, dan jenis
spesimen yang akan ditempelkan pada wadah-wadah yang sudah disiapkan.
8. Atur posisi pasien sesuai dengan kondisi atau kebutuhan pemeriksaan
9. Lakukan pengambilan spesimen secara benar dan tempatkan Spesimen pada
wadah yang tepat
10. Distribusikan segera spesiemen ke ruang pemeriksaan yang sesuai dengan
permintaan.
11. Jika tidak dilakukan pemeriksaan dengan segera maka, simpanlah spesimen
dalam lemari pendingin dengan suhu 2 – 8°C dengan tenggang waktu tertentu (
Lihat pada SOP cara penyimpanan spesimen)

4. PROSEDUR : C. Cara Pengambilan Spesimen


1. Darah vena :
1. Siapkan alat ; penampung spesimen (tabung vacutainer, semprit atau wing
needle), beri label identitas pasien
Tabung vacutainer yang sesuai dengan jenis pemeriksaan :
- pemeriksaan hematologi lengkap dan HbA1c dimasukkan ke dalam” tabung
ungu” (tabung EDTA)
- pemeriksaan kimia darah, imunoserologi, dan Elektrolit ke dalam “tabung
merah”(tabung tanpa antikuagulan)
- Pemeriksaan hemostasis dimasukkan ke dalam “tabung biru” (citrate)
- Pemeriksaan analisa gas darah menggunakan spuit khusus yang mengandung
heparin
2. Beri penjelasan pada penderita atau keluarganya tentang prosedur pemeriksaan
3. Ambil darah pada salah satu vena fossacubiti, sedangkan pada bayi pada vena
fossacubiti dapat juga pada vena jugularis superficialis atau dari sinus
sagittalis superior
4. Pastikan vena yang akan ditusuk diameternya cukup besar,lurus,tidak ada
peradangan dan tidak dijalur infus.
5. Letakkan tangan lurus serta ekstensikan dengan bantuan tangan kiri flebotomis
atau diganjal dengan telapak tangan Kiri flebotomis diganjal
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman :
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 3/10

6. dengan bantuan tangan kiri hebotomis atau diganjal dengan telapak tangan Kiri
hebotomis diganjal dengan bantal kecil menghadap keatas.
7. Lakukan desinfektan di daerah yang akan ditusuk dengan kapas steril yang
dibasahi dengan alkohol 70 % dan biarkan sampai kering.
8. Lakukan pembendungan pada daerah proximal kira-kira 4-5 jari dari tempat
penusukan agar vena tampak lebih jelas, pembendungan maksimal 1 - 2 menit.
9. Lakukan penusukan jarum ke vena dengan sudut 15º-30º
10. Segera lepaskanTourniquet setelah darah mengalir, lalu tabung diisi sesuai
kapasitas vacutainer dan penderita diminta membuka genggaman tangannya.
11. Lepaskan Vacutainer dari holder, kemudian jarum vena dilepaskan perlahan
12. Letakan kapas alkohol 70 % diatas bekas tusukan selama beberapa saat untuk
mencegah pendarahan, tekan dengan telunjuk dan ibu jari penderita selama ± 5
menit.
13. jarum bekas pakai dibuang ke dalam save colector container khusus
14. Berikan label identitas Pada tabung vacutainer yang sesuai penderita
15. Ucapkan terima kasih dengan tulus pada penderita
16. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan dengan cairan antiseptik.
4. PROSEDUR : 17. Kirim Spesimen ke bagian laboratorium yang sesuai dengan jenis pemeriksaan.

18. Darah Kapiler :


1. Siapkan alat ; lancet, kapas alkohol 70 %
2. Orang dewasa, gunakan ujung jari atau daun telinga untuk mengabil darah
kapiler, pada bayi dan anak kecil boleh juga ditumit atau ibu jari.
3. Pilih tempat pengambilan darah yang tidak menunjukan gangguan peredaran
darah ( cyanosis atau pucat).
4. Lakukan desinfektan dengan kapas alkohol 70% / alkohol swab dan biarkan
sampai kering .
5. Fiksasi bagian yang akan ditusuk dan lakukan penekanan ringan pada daerah
proksimal tusukan
6. Tusuklah dengan cepat memakai lanset steril dengan arah tegak lurus pada
garis-garis Sidik kulit jari, Bila memakai anak daun telinga tusuklah pinggir
daun telinga. Tusukan harus cukup dalam supaya darah mudah keluar, biarkan
darah mengalir sendiri tanpa menekan jari atau telinga
7. Buang tetesan darah yang pertama keluar dengan memakai kapas kering. Tetes
darah yang berikutnya dipakai untuk pemeriksaan
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman :
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 4/10

8. Bersihkan bekas tusukan dengan kapas steril dan tutup dengan plester
9. Beri label yang sesuai dengan wadah spesimen

19. Darah Arteri :


a. Persyaratan Umum :
1. Pengambilan darah minimal 20 menit setelah pemberian oksigen dan perlu
dicantumkan kadar oksigen yang di berikan.
2. Waspadai adanya perdarahan hematoma akibat pengambilan darah terutama
pada bagian yang sedang mendapat terapi antikoagulan.
3. Usahakan pasien dalam keadaan tenang dengan posisi berbaring
4. Kaji ambang nyeri pasien, apabila pasien tidak mampu mentoleransi rasa nyeri,
maka dapat di berikan anestesi local dengan lidocain 1 cc
5. Bila menggunakan arteri radialis, lakukan test Allent untuk mengetahui
kepatenan arteri.
6. Tulis Suhu tubuh pasien dan waktu pengambilan darah dalam formulir
permohonan pemeriksaan
4. PROSEDUR : 7. Lokasi Pengambilan Darah Arteri :
 Arteri Radialis
 Arteri Branchialis
 Arteri Fermorali

b. Pengambilan Darah Arteri :


1. Cek Identitas Pasien
2. Siapkan alat, beri label spuit dengan nama pasien, nomor ruangan, nama dokter,
tanggal dan waktu pengambilan, suhu, kosentrasi oksigen yang digunakan
pasien jika menggunakan terapi oksigen. Cuci tangan dan gunakan sarung
tangan non steril untuk meminimalkan penyebaran mikroorganisme
3. Atur posisi pasien dalam posisi supinasi atau semi fowler.
4. Bersihkan kulit di area tusukan dengan kapas alkohol, tangan pasien harus
ditekuk sedikit atau letakkan handuk kecil yang digulung di bawah pergelangan
tangan.
5. Palpasi denyut nadi dengan telunjuk dan jari tengah, setelah menemukan denyut
terkuat fiksasi arteri dengan telunjuk jari tengah.
6. Berikan anestesi lokal jika perlu.
7. Masukan jarum dengan sudut 45° sambil menstabilkan arteri pasien dengan
tangan yang lain.
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNG ATIMAH


KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman :
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 5/10

8. Observasi adanya pulsasi (denyutan) aliran darah masuk spuit (apabila darah
tidak bisa naik sendiri, kemungkinan fungsi mengenai vena) ambil darah 1
sampai 2 ml.
9. Tarik spuit dari arteri, tekan bekas fungsi dengan menggunakan kasa 5-10 menit.
10. Buang udara yang berada dalam spuit, sumbat spuit dengan gabus atau karet.
Putar-putar spuit sehingga darah bercampur dengan heparin.
11. Tempatkan spuit di antara es yang sudah di pecah.
12. Ukur suhu dan pernapasan pasien.
13. Beri plester dan kasa jika area bekas tusukan sudah tidak mengeluarkan darah
(untuk pasien yang mendapat terapi antikoagulan, penekanan membutuhkan
waktu yang lama)
14. Bereskan alat yang telah digunakan, lepas sarung tangan dan cuci tangan.
15. Akhiri kegiatan dan ucapkan salam kepada pasien.
16. Dokumentasikan di dalam catatan keperawatan waktu pemeriksaan AGD dari
sebelah mana darah diambil dan respon pasien.
17. Kirim Spesimen ke bagian laboratorium yang sesuai dengan jenis pemeriksaan.

4. PROSEDUR : 20. Urine :


1. Siapkan alat ; penampung spesimen, beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan tentang cara menampung urine dalam botol yang telah disediakan
sesuai dengan pemeriksaan :
a. Urin sewaktu (Urin yang dikemihkan pada suatu waktu yang tidak ditentukan
secara khusus).
b. Urin pagi (Urin yang pertama kali dikemihkan pada pagi hari setelah bangun
tidur)
c. Urin Post-Prandial (Urin yang pertama kali dikemihkan pada 1- 3 jam setelah
makan )
d. Urin 24 jam misalnya : Urin yang dikeluarkan jam 7 pagi dibuang. ,kemudian
urin yang dikeluarkan seterusnya ditampung termasuk urin jam 7 pagi esok
harinya. Urin siang 12 jam (urin yang di keluarkan jam 7 pagi sampai jam 7
malam)
e. Urin malam 12 jam ( jam 7 malam sampai jam 7 pagi )
f. Urin 3 gelas dan urin 2 gelas :
- Gelas pertama : tampung 20 – 30 ml urin yang pertama keluar
- Gelas kedua : tamping urin berikutnya dan sisakan beberapa ml
- Gelas ketiga : tampung sisa urin terakhir
- Urin 2 gelas : sama dengan urin 3 gelas hanya saja urin ditampung dalam 2
gelas
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNG ATIMAH


KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman :
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 6/10

3.Tampung urin dalam pot urine kira-kira 10 cc. dengan cara pasien disuruh
berkamih dengan cara urin pertama kali dibuang, kemudian urin urin tengah
ditampung dan urin terakhir dibuang.
4.Kirim Spesimen ke bagian laboratorium yang sesuai dengan jenis pemeriksaan.

5.Tinja (Feses) ;
1. Siapkan alat ; penampung spesimen, beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan tentang cara menampung feses dalam botol yang telah disediakan
sesuai dengan pemeriksaan :
3. Ambil spesimen tinja pada bagian yang terlihat mencurigakan misalnya : darah
,lendir dan lain-lain. dengan menggunakan ujung batang pengaduk yang berada
dalam wadah /botol tinja
4. Masukkan kedalam wadah/botol feses yang bersih dan tertutup
5. Kirim Spesimen ke bagian laboratorium yang sesuai dengan jenis pemeriksaan

4. PROSEDUR : 1. Sputum (dahak) :


Cara pelaksanaan pengumpullan dahak SPS :
S (sewaktu): Sputum dikumpulkan pada saat datang pertama kali dan saat pasien
diberi pot untuk pemeriksaan hari kedua.
P (pagi) : Sputum dikumpulkan dirumah pada pagi hari kedua, segera setelah
bangun tidur. Pot dibawa dan diserahkan sendiri pada petugas
laboratorium
S (sewaktu):Sputum dikumpulkan pada hari kedua, pada saat menyerahkan dahak
pagi.
1. Siapkan alat ; Pot dahak ,beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan mengenai pemeriksaan dan cara mengeluarkan sputum, dan
menjelaskan perbedaan sputum dengan ludah.
3. Jika ada gigi palsu pasien dianjurkan untuk melapaskan
4. Pasien berdiri tegak atau duduk tegak.
5. Tarik napas dalam 2-3 kali kemudian keluarkan napas bersamaan dengan batuk
yang kuat dan berulang kali sampai sputum keluar
6. Tampung sputum yang dikeluarkan langsung dalam wadah dengan cara
melekatkan wadah ke mulut. Amati keadaan sputum, sputum yang berkualitas
baik tampak kental purulen dengan volume cukup 3-5 ml
7. Tutup wadah dengan rapat
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 Hal : 7/10

8. Kirim Spesimen ke bagian laboratorium yang sesuai dengan jenis pemeriksaan

6. Semen/Cairan Sperma :
1. Siapkan alat ; wadah gelas bermulut lebar ,beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan pada pasien bahwa harus abstinensi 3-7 hari sebelum
pengambilan spesimen.
3. Pengambilan spesimen dilakukan dengan cara masturbasi dan ditampung ke
dalam wadah gelas bermulut lebar.
4. Beri catatan pada blanko permintaan : lamanya abstinensi, jam pengambilan
spesimen dan jam penyerahan sampel ke laboratorium
5. Kirim ke laboratorium dalam waktu 1 jam setelah dikeluarkan, Jika lebih dari satu
jam maka spesimen harus dilindungi terhadap suhu yang ekstrem (suhu antara 20-
40°C selama pengangkutan ke laboratorium atau masukkan sampel ke dalam cold
box

4. PROSEDUR : 7. Cairan Otak :


1. Siapkan alat ;Tabung serologis I, II, dan III, beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan pada pasien sebelum pengambilan spesimen terhadap tindakan
yang akan dilakukan.
3. Lakukkan desinfektan dengan povidone iodine 10%, kemudian sisa povidone
iodine dibersihkan dengan kapas alcohol 70 % di daerah yang akan dipunksi
(ruang intervertebra L3-L4 atau L4-L5).
4. Lakukan pengambilan cairan otak sebanyak 10-20 ml, ditampung ke dalam 3
tabung kaca yang transparan dan steril:
a. Tabung I : Untuk tes kimia
b. Tabung II : Untuk tes mikroskopi
c. Tabung III : Untuk tes mikrobiologi
5.Tambah Natrium sitrat 20% bila cairan otak keruh atau bercampur darah dengan
perbandingan 0,01 ml natrium sitrat 20% dan 1 ml cairan otak.
6. Spesimen segera dikirim ke ruang pemeriksaan /laboratorium paling lambat 1 jam
setelah pengambilan spesimen untuk menghindari kerusakan sel dan kontaminasi
kuman.

8. Sekret :
a. Laki-laki :
1. Siapkan alat ; cotton bud, Objek glass, dan media transport yang telah diberikan,
beri label identitas pasien
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. MBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 Hal : 8/10

2. Beri penjelasan pada pasien sebelum pengambilan spesimen terhadap tindakan


yang akan dilakukan.
3. Bersihkan flora disekitar lubang uretra luar → Kapas +aquadest
4. Ambil nanah yang keluar dari uretra dengan cotton bud steril jika ada, Jika tidak
terdapat nanah, masukkan cotton bud steril sedalam 2cm ke dalam uretra putar
searah jarum jam
5. Oleskan sekret pada objekglass yang telah di beri nomor untuk dibuat sediaan
pewarnaan gram atau pemeriksaan KOH dan masukan ke dalam media transport
jika dilakukan pembiakan
6. kirim sampel keruang pemeriksaan mikrobiologi

b. Wanita :
1. Siapkan alat ; cotton bud, Objek glass, dan media transport yang telah diberikan
beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan pada pasien sebelum pengambilan spesimen terhadap tindakan
4. PROSEDUR : yang akan dilakukan.
3. Bersihkan flora disekitar lubang vagina luar → Kapas +aquadest
4. Wanita yang sudah menikah ; buka vagina dengan tangan, masukan speculum steril
, dengan hati-hati dan speculum dibuka.
5. Ambil specimen dari fornix menggunakan kapas lidi steril/swab steril gerakan lidi
melingkar ke kanan atau searah jarum jam beberapa saat untuk penyerapan
6. Wanita yang belum menikah ; ambil secret dari bagian mukosa dinding vagina
dengan menggunakan kapas lidi steril/swab steril. Kemudian dioleskan ke objek
glass sebanyak 2 buah.
7. Oleskan sekret pada objekglass yang telah di beri nomor untuk dibuat sediaan
pewarnaan gram atau pemeriksaan KOH dan masukan ke dalam media transport
jika dilakukan pembiakan
8. kirim sampel keruang pemeriksaan mikrobiologi

7. Luka (Kulit) :
1. Siapkan alat ; cotton bud steril, Objek glass, dan media transportyang telah
diberikan, beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan pada pasien sebelum pengambilan spesimen terhadap tindakan
yang akan dilakukan.
3. Hapus luka atau kulit yang akan diambil sampelnya dengan cotton bud steril,
hindari cotton bud kontak dengan sekeliling luka atau kulit yang akan diambil
sampelnya
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. MBUNGFATIMAH
KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 Hal : 9/10

4. Oleskan sampel yang didapat pada objek glass yang telah di beri nomor untuk
dibuat sediaan pewarnaan gram dan masukan ke dalam media transport jika
dilakukan pembiakan
5. kirim sampel keruang pemeriksaan mikrobiologi

8. BTA KULIT :
1. Siapkan alat ; Skapel, Objek glass, spidol media transport yang telah diberikan dan
beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan pada pasien sebelum pengambilan spesimen terhadap tindakan
yang akan dilakukan.
3. Cuci tangan dan pakailah sarung tangan dan masker
4. Ambil objek glass yang baru,bersih dan tidak lecet. Gunakan pena untuk menulis
Identitas (ID) pasien, nomor tersebut harus sama dengan yang tercantum pada
formulir permintaan laboratorium.
5. Bersihkan kulit pada bagian yang terinfeksi dengan kapas alkohol, biarkan
4. PROSEDUR : mengering sendiri
6. Nyalakan lampu spritus, pasang mata pisau baru pada gagang skalpel. Apabila anda
meletakan skapel, pastikan mata pisau tidak menyentuh apapun.
7. Cubit kulit dengan kuat antara jempol dan telunjuk anda ; patahkan tekanan cubitan
untuk mencegah keluarnya darah.
8. Buat sayatan pada kulit sepanjang sekitar 5 mm dan sedalam sekitar 2 mm.Tetaplah
mencubit agar sayatan tidak berdarah, apabila terdapat darah bersihkan dengan
kapas.
9. Belokkan Skalpel 90°C dan tahan pada sudut yang tepat terhadap irisan. Keroklah
bagain dalam irisan sekali atau 2 x menggunakan sisi scalpel untuk mengambil
serpihan dan cairan, jangan spesimen yang diambil terdapat darah karena dapat
mengganggu pewarnaan dan interpestasi hasil
10. Lepaskan cubitan dan apabila terdapat darah bersihkan dengan kapas alkohol.
11. Usapkan bahan hasil kerokan pada objek glass pada sisi yang sama dengan nomor
ID pasien, sebarkan merata menggunakan bagian datar skalpel sehingga terbentuk
lingkaran dengan diameter 8 mm
12. Gosok skalpel dengan kapas alkohol, gerakkan mata pisau melewati api spritus 3 x
atau 4 x. Kemudian biarkan mendingin tanpa menyentuh apapun.
13. Ulangi langkah diatas untuk tempat pengambilan kedua. Usap kerokan kedua
disebelah yang pertama, tapi jangan sampai bersentuhan.
PENGAMBILAN SPESIMEN

RSUD. EMBUNG ATIMAH


KOTA BATAM
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Jumlah Halaman
SPO No : / /LAB/RSUD-EF 01 Hal : 10/10

14. Buang mata pisau dengan hati-hati


15. Balut luka dan ucapkan terima kasih pada pasien
16. Biarkan preparat mengering selama 15 menit pada suhu kamar namun jangan
terkena sinar matahari langsung.
17. Fiksasi preparat dengan menggunakan penjepit pelan-pelan melewati api spritus
dengan sisi preparat menghadap ke atas sebanyak 3 x, jangan sampai terlalu
panas.
18. Letakan preparat pada kotaknya dan kirim ke laboratorium bersama formulir
permintaan kerokan kulit.

9. Kerokan Kulit, Kuku dan Rambut :


1. Siapkan alat ; Gunting kuku, Objek glass, dan media transport yang telah
diberikan beri label identitas pasien
2. Beri penjelasan pada pasien sebelum pengambilan spesimen terhadap tindakan
4. PROSEDUR :
yang akan dilakukan.
3. Bersihkan / cuci daerah lesi dengan aquadest steril
4. Buatkan kerokan dari bagian tepi lesi kulit dan letakan diatas objekglass
5. Potong kuku yang terinfeksi dengan gunting lalu letakkan diatas objekglass
6. Gunting rambut yang terinfeksi dan letakkan potongan rambut diatas
objekglass
7. Teteskan larutan KOH 10 % untuk kerokan kulit dan KOH 15-20% untuk rambut
dan Kuku, lalu tutup dengan deckglas
8. Kirim keruang pemeriksaan mikrobiologi

 Instalasi Laboratorium Patologi Klinik


 Instalasi Rawat jalan
5.UNIT TERKAIT  Instalasi Rawat Inap
 Instalasi IGD
 Instalasi ICU
…...…………………………………………………………………………………………….......................
Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam