Anda di halaman 1dari 1

Pasien datang ke IGD diantar oleh keluarganya dengan keluhan lemas sejak 3 hari SMRS.

Lemas
dirasakan terus menerus dan mengganggu aktivitas pasien. Jika pasien beraktivitas banyak,
pasien mengeluh mudah lelah, letih, lesu, Lemas diikuti rasa sakit kepala biasa yang tidak
berputar, tidak berdenyut dan rasa kepala tidak seperti sedang diikat dengan menggunakan tali.
Terdapat luka lebam berwarna merah keunguan yang sedikit sakit jika ditekan pada bagian
tangan dan kaki. Keluhan lain disertai penurunan nafsu makan, nyeri perut bagian kiri pusar,
badan terasa pegal-pegal. Perdarahan pada gusi dan mimisan disangkal oleh pasien. Demam
hilang timbul. Sebelumnya pasien sempat muntah berisi cairan dengan frek 2-3 x/hari, volume
<1/2 gelas, namun saat MRS pasien tidak mengeluhkan muntah lagi. BAK normal dengan warna
kuning jernih tidak berwarna kecoklatan atau kemerahan dan tidak disertai darah. BAB normal
dengan warna kecoklatan, tidak berubah menjadi kehitaman seperti aspal dan tidak disertai
darah.

Pasien mengatakan 3 bulan yang lalu mulai mengeluh lemas, letih, lesu berkepanjangan disertai
keluhan sakit kepala. Keluhan lain timbul lebam-lebam pada kedua tangan daan kaki tanpa sebab
yang jelas. Lebam berwarna hijau awalnya dan sudah mulai berubah menjadi merah keunguan.
Lebam terasa sedikit sakit bila ditekan. Sebelum muncul lebam pasien tidak mengalami benturan
pada seluruh anggota geraknya. Hingga sekarang lebam masih terlihat di bagian tangan dan kaki
pasien. Setelah muncul keluhan tersebut pasien berobat ke bidan namun tidak ada perbaikan
sehingga dirujuk ke RS Mitra Husada Bandar Jaya. Di RS tersebut pasien sempat dirawat 3 hari
dan dilakukan transfuse trombosit 3 kolf karena trombosit pasien menurun. Namun, setelahnya
pasien mengaku mengalami mimisan hebat disertai gusi berdarah yang terjadi berulang. Sebelum
terjadi perdarahan pada gusi, pasien mengatakan bahwa tidak ada luka pada daerah tersebut.
Pasien juga mengatakan terkadang jika menggunakan sikat gigi muncul perdarahan gusi.
Perdarahan gusi dan mimisan muncul ketika pasien mengeluh nyeri kepala berat. Pasien tidak
mengalami benturan atau kecelakaan yang dapat menyebabkan perdarahan pada mulutnya
khususnya gigi. Karena tidak ada perubahan di RS Mitra Husada, pasien dirujuk ke RS Demang.
Di RS demang pasien mengatakan dilakukan pengambilan sampel darah didapatkan hasil
trombosit sangat rendah dan akan direncanakan transfuse trombosit 10 kolf. Namun, karena alat
dan fasilitas tidak memadai akhirnya pasien dirujuk ke RSAM.

Pasien sempat dirawat ke RSAM selama ± 1 minggu dilakukan transfusi trombosit dan dilakukan
aspirasi sumsum tulang / BMP untuk menegakkan diagnosis pasien. Setelah itu pasien
dipulangkan dan dijadwalkan kontrol rutin tiap bulan. Pasien juga mengatakan sudah 2 kali
kontrol untuk pengambilan obat, namun saat beberapa hari lagi menuju kontrol ke-3 kalinya,
pasien drop hingga akhirnya diputuskan rawat inap.