Anda di halaman 1dari 8

LOGO DINAS

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

PROGRAM : PROGRAM PERENCANAAN PENATAAN RUANG


KEGIATAN : PEMBUATAN PETA-PETA PENUNJANG PENATAAN RUANG
PEKERJAAN : BELANJA JASA KONSULTASI SURVEY TOPONIMI/ GASETIR KAWASAN
PERKOTAAN PALANGKA RAYA
TAHUN ANGGARAN : 2018
BAGIAN PERTAMA PENDAHULUAN
Latar Belakang : Peta memiliki peran sangat penting dalam perencanaan penataan ruang.
Keberadaan peta yang memiliki akurasi tinggi akan sangat membantu dalam
aktivitas perencanaan ruang. Mengingat bahwa output perencanaan adalah
sebuah rencana tata ruang yang akan dipedomani oleh seluruh pemanfaat
ruang, maka eksistensi peta (yang akurat) merupakan hal yang mutlak dalam
perencanaan tata ruang. Agar rencana tata ruang yang disusun dapat diikuti
oleh pemilik dan pengembang ruang, maka seluruh pihak yang terkait dengan
ruang harus memiliki dasar pijakan bertindak yang sama, yaitu eksistensi peta
yang memadai. Apabila peta yang digunakan sudah sesuai dengan kondisi
alamiah ruang yang ada, maka paling tidak satu kesepakatan telah dapat
diwujudkan antara pihak Pemerintah dengan para pemilik dan pengembang
ruang, selain tentunya beberapa kesepakatan lain dalam substansi rencana
peruntukan ruang yang umumnya paling krusial dalam proses perencanaan
tata ruang.
Peta juga memiliki peran sangat penting dalam perijinan pembangunan,
khususnya pembangunan fisik yang memanfaatkan ruang. Keberadaan peta
yang memadai dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi yang efektif
antara pemberi ijin dengan pemohon ijin. Dengan peta yang memadai, maka
batas-batas ruang yang akan dibangun menjadi jelas, sehingga akan
memperkecil kemungkinan terjadinya konflik dengan pemilik ruang
disekitarnya. Penggunaan peta yang kurang memadai dapat berakibat pada
pembangunan fisik yang kemungkinan akan memanfaatkan ruang milik pihak
lain disekitarnya. Eksistensi peta memiliki kontribusi sangat penting dalam
kegiatan pengawasan pembangunan ruang. Dalam kegiatan pengawasan,
dibutuhkan suatu dasar pijakan yang sama antara pihak pengawas (dalam hal
ini adalah Pemerintah) dengan pihak yang diawasi (para pemanfaat dan
pengembang ruang). Untuk menjamin adanya platform yang sama dalam
pengawasan, maka eksistensi peta yang memadai merupakan hal yang mutlak.
Sebagai instrumen pengendalian, maka fungsi peta merupakan media
komunikasi antara pengendali ruang (pihak Pemerintah) dengan pemilik ruang.
Setiap kegiatan perubahan peruntukan ruang yang dilakukan oleh pemilik
ruang harus dapat dikontrol dan dikendalikan oleh pihak Pemerintah. Apabila
kegiatan perubahan peruntukan ruang kemudian tidak sesuai dengan rencana
tata ruang, maka pihak Pemerintah berkewajiban untuk melakukan
pengendalian. Salah satu instrumen dalam pengendalian ruang adalah eksisten
peta yang memadai, selain syarat-syarat administratif tentunya. Dalam kaitan
dengan fungsi peta sebagai instrumen koordinasi, maka eksistensi peta
seharusnya tidak hanya disepakati antara pihak Pemerintah dengan pemilik dan
pengembang ruang, tetapi sangat penting adalah bahwa peta yang tersebut juga
merupakan kesepakatan antara berbagai institusi di dalam tubuh Pemerintah
sebagai regulator pembangunan ruang.
Nama unsur geografi, atau disingkat “nama geografik” (geographical
names) disebut “toponim”. Secara harafiah berarti “nama tempat” (place
names) merupakan nama yang diberikan kepada unsur rupa bumi yang tidak
hanya berupa tulisan di peta atau papan nama petunjuk jalan atau lokasi suatu
tempat. Lebih jauh, toponimi/ toponim merupakan informasi geospasial yang
berfungsi sebagai titik akses langsung dan intuitif terhadap sebuah sumber
informasi lainnya. Toponimi merupakan ilmu yang mempelajari nama tempat
(toponim), mulai dari asal usul, arti, makna, penggunaan dan tipologinya.
Kajian toponimi sangat erat kaitannya dengan bidang ilmu lain terutama
pemetaan, kartografi,antrologi, geografi, sejarah dan kebudayaan. Survey
-1-
toponimi merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam pemetaan.
Dalam bidang pemetaan, toponimi berperan dalam hal penamaan suatu daerah
maupun wilayah yang akan akan dipetakan, selain itu dengan survey
toponimi, kita dapat mengetahui potensi yang ada di suatu daerah atau wilayah
yang akan disurvei.
Pemerintah Kota Palangka Raya menganggap perlu dilaksanakan
kegiatan ini dalam mendukung pelaksanaan tugas kerja sekaligus dalam
mempersiapkan informasi geospasial dasar dan geospasial tematik untuk
penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota Palangka Raya dalam tingkat
ketelitian peta resolusi besar.
Maksud dan Tujuan : Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun dengan maksud untuk
memberikan arahan dan pegangan bagi pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa
Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya
sehingga memenuhi kebutuhan informasi geospasial terutama informasi
geospasial dasar.
Adapun Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan
Perkotaan Palangka Raya, bertujuan untuk menghasilkan unsur peta rupa bumi
dengan tingkat ketelitian 1:5.000.
Sasaran : Sasaran yang ingin dicapai pada pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi Survey
Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya adalah ;
1. Melakukan survey dan inventarisasi unsur-unsur rupa bumi;
2. Melakukan transformasi data/ informasi hasil inventarisasi kedalam basis
data spasial.
3. Menyajikan data/ informasi persebaran unsur rupa bumi dalam Sistem
Informasi Geografis.
Pertimbangan Umum : 1) Bahwa berdasarkan Pasal 31, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004
tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan
Perencanaan Pembangunan didasarkan pada data dan informasi yg akurat
dan dapat dipertanggungjawabkan;
2) Bahwa berdasarkan Pasal 274, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah menyatakan Perencanaan Pembangunan
Daerah didasarkan pada data dan informasi yang dikelola dalam sistem
informasi pembangunan Daerah;
3) Pasal 391 angka (1) huruf a Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah bahwa Pemerintah Daerah wajib
menyediakan informasi Pemerintahan Daerah yang terdiri atas informasi
pembangunan Daerah;
4) Pasal 23 angka (1) IG yang berjenis IGT sebagaimana dimaksud dalam Pasal
4 huruf b dapat diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah, Pemerintah
daerah, dan/atau setiap orang.
Sumber Pendanaan : Biaya pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/
Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya ini bersumber APBD-P Kota Palangka
Raya Tahun Anggaran 2018 pada DPPA-SOPD Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Palangka Raya, pada kegiatan Pembuatan Peta-Peta
Penunjang Penataan Ruang, dengan nilai harga perkiraan sendiri/ owner
estimate Rp. 99.981.200,- (Sembilan Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus
Delapan Puluh Satu Ribu Dua Ratus Rupiah), termasuk pajak pertambahan nilai
(PPn), Biaya pekerjaan diambil setelah melalui tahapan proses pengadaan
Penyedia Jasa melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kota Palangka
Raya, sesuai peraturan yang berlaku.
Nama Pemilik : Pemilik pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir
Pekerjaan dan Kawasan Perkotaan Palangka Raya adalah Pemerintah Kota Palangka Raya
Organisasi melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kota Palangka Raya.
BAGIAN KE-DUA DATA-DATA PENUNJANG
Data Dasar : Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, penyedia jasa harus mengadakan
konsultasi terlebih dahulu dengan Pengguna Jasa/ Pengguna Anggaran/ Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan yaitu untuk mendapatkan konfirmasi mengenai data
Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka
Raya yang akan ditangani beserta data pendukung. Adapun data-data yang
diperlukan sebelum melaksanakan pekerjaan sebagai berikut :
- Peta Batas Administrasi Kota Palangka Raya berdasarkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri (Permendagri);
- Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) yang bersumber dari Badan Informasi
Geospasial (BIG);
- Citra Satelite Resolusi Sangat Tinggi yang bersumber dari Lembaga

-2-
Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN);
- Foto Udara yang bersumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG);
- Data-data pendukung lainnya yang diperlukan dan dianggap penting.
Standart Teknis : Dalam kegiatan seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja
(KAK) ini, penyedia jasa harus memperhatikan persyaratan serta ketentuan-
ketentuan sebagai berikut :
1. Persyaratan umum; pekerjaan setiap bagian dari kegiatan harus
dilaksanakan secara benar dan tuntas dan memberikan hasil yang telah
ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pengguna Jasa/ Pengguna
Anggaran/ Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.
2. Persyaratan obyektif; pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan
yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut
macam, kualitas dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan.
3. Persyaratan fungsional; kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan
dengan profesionalisme dan tanggung-jawab yang tinggi sebagai penyedia
jasa.
4. Persyaratan prosedural; penyelesaian administrasif sehubungan dengan
pelaksanaan tugas/pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai
dengan prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan yang berlaku.
5. Kriteria lain-lain; Selain kriteria umum di atas, untuk berlaku pula
ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman, dan peraturan yang
berlaku, antara lain ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan kegiatan
yang bersangkutan, yaitu Surat Perintah Kerja (SPK), dan ketentuan-
ketentuan lain sebagai dasar perjanjiannya.
Referensi Hukum : Peraturan yang berkaitan dengan Belanja Jasa Konsultasi Survey
Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4421);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5587) dan Perubahannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2
Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-
undang, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 24,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 56);
3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4725);
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 Tentang
Informasi Geospasial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20011
Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5214);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta
Rencana Tata Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5393);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 31, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5502);
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 Tentang
Jaringan Informasi Geospasial Nasional (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 78);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2013 tentang Batas
Daerah Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Katingan Provinsi
Kalimantan Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
1586);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2013 tentang Batas
Daerah Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Pulang Pisau Provinsi
Kalimantan Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
1587);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 75 Tahun 2013 tentang Batas
-3-
Daerah Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Gunung Mas Provinsi
Kalimantan Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
1588);
BAGIAN KE-TIGA RUANG LINGKUP
Lingkup Kegiatan : Ruang lingkup pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/
Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya yaitu:
a. Kegiatan Persiapan
- Mobilisasi tenaga ahli;
- Persiapan peralatan dan kendaraan;
- Pengumpulan data awal dan mempelajari semua data yang berkaitan
dengan pekerjaan;
- Pengumpulan peta-peta yang terkait dengan wilayah studi dengan
maksud agar mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan batasan
wilayah pekerjaan;
- Penyiapan checklist data dan design survey;
- Pengumpulan laporan-laporan studi terdahulu sebagai dokumen
penunjang untuk menambah atribut data dan informasi
b. Pekerjaan Survey Lapangan
- Survey primer; data ini diperoleh melalui kegiatan survei lapangan dan
pengukuran terhadap parameter data spasial. Melakukan survey dan
inventarisasi objek/ unsur rupa bumi di wilayah perkotaan Palangka
Raya;
- Survey sekunder; data ini diperoleh dengan cara mengumpulkan atau
menghimpun dokumen yang berhubungan dengan data spasial terkait
dengan informasi unsur rupa bumi di Kota Palangka Raya.
c. Survey dan Investigasi
Kondisi lokasi secara eksisting yang ada saat ini harus diketahui secara detail
untuk Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan
Palangka Raya. Survey dan investigasi yang diperlukan meliputi objek dan
penamaan yang ada secara eksisting dalam suatu bidang.
d. Transformasi Data Spasial
Proses transformasi data dan informasi hasil pengumpulan data dan survey
kedalam objek spasial dengan melakukan kompilasi data dan pengolahan
data sehingga mempermudah dalam memberikan informasi yang berkaitan
georeferensi objek unsur rupa bumi berupa toponimi di wilayah perkotaan
Palangka Raya.
Lingkup Wilayah : Wilayah pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir
Pekerjaan Kawasan Perkotaan Palangka Raya ditentukan dengan delinisiasi kawasan
perkotaan Palangka Raya yaitu kenampakan kawasan terbangun di wilayah
perkotaan Palangka Raya.
Metode Pengumpulan, : A. Metode Pengumpulan Data
Pengolahan dan Data-data yang dikumpulkan dalam pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi
Penyajian Data Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya ini diperoleh
dengan 2 (dua) metode yaitu :
- Data Primer
Diperoleh melalui kegiatan survei lapangan yaitu dengan melakukan
pengukuran referensi geografis pada masing-masing obyek serta
melakukan pengisian daftar isian untuk dapat memberikan gambaran
informasi terhadap unsur rupa bumi.
- Data Sekunder
Diperoleh melalui mengumpulkan/ menghimpun dokumen/ laporan-
laporan yang berhubungan dengan unsur rupa bumi di wilayah
perkotaan Palangka Raya.
B. Metode Pengolahan Data/ Transformasi Data
Beberapa tahap pengolahan data yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan
kegiatan ini adalah sebagai berikut:
- Transformasi data hasil survey kedalam data spasial
- Pengisian atribut tabel yaitu suatu rangkaian untuk memberikan
informasi yang berkaitan dengan objek.
C. Metode Penyajian Data
Penyajian data dan informasi sebagai produk akhir dari pelaksanaan
kegiatan ini disesuaikan dengan hal sebagai berikut:
- Tabel-tabel atribut tentang hasil transformasi;
- Titik (point) unsur rupa bumi;
- Pelaporan.
Pertimbangan yang dilakukan untuk kemudahan untuk entry data,

-4-
perubahan atau perbaikan data maupun referensi spasialnya, terkait dengan
penyajian data dan pemetaan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Sistem
Informasi Geografis (SIG) yaitu ArcGis adalah sistem yang menerapkan
integrasi antara pengguna (users) dan perangkat (hardware dan software)
untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan melakukan
pembaharuan data keruangan (spatial based) sehingga menghasilkan informasi
guna mendukung analisis dan penentuan kebijakan.
Keluaran : Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa
Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya
memuat :
1. Data sheet (tabular) merupakan data tabel mengenai obyek unsur rupa
bumi;
2. Data keruangan (spatial data) atau data vektor yang disajikan dalam bentuk
point unsur rupa bumi.
Lingkup Kewenangan : 1. Melakukan koordinasi dengan aparat/ petugas setempat, serta instansi
Penyedia Jasa terkait, baik secara individu berdasarkan surat pengantar dari Pemimpin
Instansi/ Pengguna Anggaran untuk memperoleh informasi lisan terkait
dengan pekerjaan yang dilaksanakan;
2. Melakukan survey dan kompilasi data berbagai aspek fakta di wilayah
pekerjaan;
3. Melakukan pengumpulan data dan kompilasi data, dan hasil tersebut
dituangkan dalam laporan pengolahan. Hasil laporan tersebut dalam bentuk
dokumen dan dikoordinasikan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK) untuk dapat dikoordinasikan dengan pihak pemberi pekerjaan guna
memperoleh berbagai masukan yang konstruktif;
4. Membuat serta menyerahkan setiap bentuk kewajiban berupa Laporan
Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya dan softcopy
data dalam bentuk compact disk (CD) yang berisikan hasil pelaksanaan
pekerjaan diserahkan kepada Pengguna Anggaran secara tepat waktu
dengan suatu Berita Acara Serah Terima.
Kewajiban Penyedia : 1. Penyedia Jasa berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
Jasa pelaksanaan pekerjaan dengan berdasarkan ketentuan surat perintah kerja
yang telah ditetapkan.
2. Penyedia Jasa berkewajiban melakukan pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi
Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya berdasarkan
ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja.
3. Penyedia Jasa dalam pelaksanaan pekerjaan dinyatakan berakhir setelah
kegiatan laporan Belanja Jasa Konsultasi Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan
Perkotaan Palangka Raya telah selesai secara keseluruhan sampai pada
tahapan penyerahan pelaporan, album peta dan back up data dalam bentuk
compact disk (CD) diterima dengan baik oleh pejabat yang berwenang.
4. Penyedia Jasa wajib hadir (bila diperlukan) dan menyajikan hasil pekerjaan
dalam diskusi.
Jangka Waktu : Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultasi Survey
Penyelesaian Kegiatan Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya, direncanakan selama 60
(enam puluh) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
diterbitkan oleh Pengguna Anggaran (PA).
Peralatan, Material : Penyedia jasa diwajibkan untuk menyediakan segala perlengkapan dan
dari Penyedia Jasa peralatan yang berkaitan dengan tugas tersebut. Peralatan yang harus
disediakan oleh penyedia jasa dengan cara pengadaan/ sewa/ penyusutan,
antara lain :
a) Bahan habis pakai meliputi alat tulis kantor, komputer supplies;
b) Peralatan kantor berupa computer desktop/ laptop/ notebook, ploter,
scanner dan printer ukuran A4/A3 dan peralatan elektronik penunjang;
c) Komunikasi sebagai sarana memperoleh informasi untuk mendukung
pelaksanaan pekerjaan;
d) Penggandaan materi maupun dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan;
e) Peralatan survey berupa GPS dan perlatan pengukuran lainnya yang
diperlukan;
f) Pengadaan data sekunder berupa pengadaan peta ataupun data-data yang
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini;
g) Kendaraan roda dua dialokasikan untuk sarana transportasi dalam
pelaksanaan kegiatan survey lapangan.

Kualifikasi Personil : No. Posisi Kualifikasi Jumlah Jumlah


-5-
Orang Bulan
A. TENAGA AHLI ;
1. Ahli Geodesi Ketua Tim Minimal Sarjana (S1) 1 2
(Team Leader) Jurusan Teknik Geodesi,
memiliki SKA Klasifikasi
Ahli Geodesi
2. Ahli Perencanaan Minimal Sarjana (S1) 1 2
Wilayah dan Kota Jurusan Perencanaan
Wilayah dan Kota/ Teknik
Planologi
B. TENAGA SUB PROFESIONAL
1. Surveyor Minimal Sarjana (S1) 4 1
Jurusan Teknik Geodesi/
Perencanaan Wilayah
dan Kota/ Geografi/
Teknik Sipil/ Teknik
Lingkungan/
Kehutanan/
Pertambangan dan
Jurusan teknik lainnya.
C. TENAGA PENDUKUNG/ SUPPORTING STAFF
1. CAD/ArcGIS Operator Minimal Diploma (D3)/ 2 2
Sarjana (S1) Jurusan
Teknik Geodesi/
Perencanaan Wilayah
dan Kota
Kriteria Personil :
a. Ahli Geodesi (Ketua Tim/ Team Leader)
- Dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah 1 (satu) orang dengan volume
waktu pekerjaan 90 (sembilan puluh) hari/ 3 (dua) bulan;
- Pendidikan minimal Sarjana (S1) Jurusan Teknik Geodesi. disyaratkan
minimal lulusan universitas/ perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi /telah lulus ujian negara dan atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
- Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Memiliki Kartu Identitas Penduduk (KTP)
- Memiliki pengalaman sebagai dengan jumlah sekurang-kurangnya 5
(tiga) tahun berkaitan dengan pembuatan peta dasar atau peta
tematik, pembuatan peta tata ruang, pengolahan data spasial dan
pekerjaan yang berhubungan dengan survey dan pemetaan.
Pengalaman disertai dengan referensi dan daftar riwayat hidup.
b. Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota
- Dibutuhkan dalam pekerjaan ini 1 (satu) orang dengan volume waktu 2
(dua) bulan
- Pendidikan minimal Sarjana (S1) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)/
Teknik Planologi. disyaratkan minimal lulusan universitas/ perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi /telah
lulus ujian negara dan atau perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi
- Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Memiliki Kartu Identitas Penduduk (KTP)
- Memiliki pengalaman sebagai dengan jumlah sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun berkaitan dengan penyusunan data spasial bidang penataan
ruang, penyusunan dokumen di bidang penataan ruang serta survey dan
pemetaan dalam bidang penataan ruang dan infrastruktur. Daftar
pengalaman disertai dengan referensi dan daftar riwayat hidup.
c. Surveyor
- Dibutuhkan dalam pekerjaan ini 4 (empat) orang dengan volume waktu
pekerjaan 30 (tiga puluh) hari/ 1 (satu) bulan;
- Pendidikan minimal Sarjana (S1) Jurusan Teknik Geodesi/ Perencanaan
Wilayah dan Kota/ Geografi/ Teknik Sipil/ Teknik Lingkungan/
Kehutanan/ Pertambangan dan jurusan teknik lainnya yang memiliki
kompetensi dengan pekerjaan dimaksud. disyaratkan minimal lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri/ perguruan tinggi swasta yang
telah diakreditasi /telah lulus ujian negara dan atau perguruan tinggi
luar negeri yang telah diakreditasi;
- Memiliki Kartu Identitas Penduduk (KTP)
- Memiliki pengalaman sebagai surveyor dengan jumlah pengalaman
sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun berkaitan dengan pelaksanaan
-6-
survey lapangan baik dalam kegiatan invetarisasi maupun
pelaksanaan survey-survey dibidang penataan ruang dan pemetaan.
d. CAD/ ArcGIS Operator
Tenaga pendukung terdiri dari CAD/ArcGIS berjumlah 1 (satu) orang
dengan volume waktu pekerjaan 60 (enam puluh) hari, memiliki
pendidikan minimal Diploma (D3)/ Sarjana (S1) Jurusan Teknik Geodesi/
Perencanaan Wilayah dan Kota/ Geografi/ Arsitektur/ dan lainnya serta
memiliki pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut.
Kualifikasi : Adapun kualifikasi perusahaan dan persyaratan bagi penyedia jasa dalam
Perusahaan/ Badan pekerjaan Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya adalah
Usaha sebagai berikut :
a. Sertifikat Badan Usaha (SBU) PR-101
b. Memiliki pengalaman sejenis
c. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) yang masih berlaku.
d. Surat Ijin Usaha Jasa Konsultansi (SIUJK) yang masih berlaku.
e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang masih berlaku.
f. Akta Pendirian Perusahaan dan perubahan terakhir.
g. Pengurus (melampirkan Kartu Identitas Diri).
h. Data keuangan (melampirkan bukti pelunasan pajak 1 tahun terakhir).
i. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil
yang diperlukan.
j. Syarat-syarat lainnya sesuai dengan ketentuan pengadaan barang jasa
pemerintah.
BAGIAN KE-EMPAT PELAPORAN
Laporan/ Dokumen : Jenis laporan atau dokumen yang harus diserahkan kepada pengguna jasa
adalah :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan berisikan pemahaman penyedia jasa terhadap lingkup
pekerjaan, konsep pendekatan dan metodologi pelaksanaan pekerjaan, program
kerja dan jadwal pelaksanaan pekerjaan serta dukungan tenaga ahli dan
perlengkapannya. Laporan Pendahuluan ini diserahkan 30 (tiga puluh) hari
kerja sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan oleh Penguna
Anggaran (PA) dengan kuantitas yang diserahkan berjumlah 5 (lima)
eksemplar.
2. Laporan Akhir Survey Toponimi/ Gasetir Kawasan Perkotaan Palangka Raya
Laporan berisikan basis data dalam tabulasi dilengkapi dengan deskripsi
berkaitan dengan komponen spasial disertai objek unsur rupa bumi
dilengkapi dengan keterangan data/informasi, (tata cara pemetaan mengacu
pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta
Rencana Tata Ruang), diserahkan 90 (sembilan puluh) hari kerja sejak Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan oleh Penguna Anggaran (PA)
dengan kuantitas yang diserahkan berjumlah 5 (lima) eksemplar.
3. Softcopy Data
Berisi file softcopy yang terstruktur dalam folder sesuai jenis dokumen. Jenis
file dalam folder meliputi Microsoft Word Document, Microsoft Excel, Pdf.
ini diserahkan 90 (sembilan puluh) hari kerja sejak Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK) diterbitkan oleh Penguna Anggaran (PA) diserahkan dalam
bentuk Compact Disk (CD) dengan kuantitas berjumlah 2 (dua) buah.
BAGIAN KE-LIMA HAL-HAL LAINNYA
Produksi Dalam Negeri : Semua kegiatan penyedia jasa berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK)
ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.
Persyaratan Kerjasama : Arahan awal yang dapat diberikan kepada penyedia jasa terpilih untuk
melaksanakan pekerjaan dimaksud, antara lain :
1. Arahan ini dimaksudkan sebagai petunjuk bagi penyedia jasa yang termuat
dan harus dipenuhi atau dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan
tugasnya. Dengan arahan ini diharapkan penyedia jasa dapat melaksanakan
tugas dengan baik dan lancar sehingga menghasilkan produk yang
diharapkan dengan kualitas maupun kuantitas sesuai ketentuan yang
berlaku;
2. Arahan penugasan ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi penyedia jasa,
karena didalam Dokumen Pengadaan Penyedia Jasa ini tercantum
ketentuan pangajuan usulan administrasi, teknis dan biaya dalam rangka
mencapai produk akhir yang ditetapkan sesuai persyaratan yang telah
ditentukan;

3. Arahan penugasan ini memberikan pedoman bahwa penyedia jasa dapat

-7-
melakukan dan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan syarat dan
ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat umum dan syarat-syarat
khusus SPK.
Pedoman : Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan sebagai
Pengumpulan Data berikut :
a. Sosialisasi/ pemberitahuan kepada aparatur pemerintah setempat;
b. Pendampingan dapat dilakukan dari aparatur pemerintah setempat untuk
survey lapangan (bila diperlukan);
c. Pengumpulan data sekunder dirilis oleh instansi dengan sumber data dapat
dipertanggungjawabkan;
d. Pengumpulan data lapangan melalui pengamatan, pengukuran dan
wawancara.
Alih Pengetahuan : Jika diperlukan, Penyedia Jasa berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil di lingkungan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palangka Raya
dalam bentuk rapat atau diskusi.
BAGIAN KE-ENAM PENUTUP
Penutup : Demikian, Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini dibuat dalam rangka
memberi kejelasan (paling tidak secara garis besarnya) kepada semua pihak
yang berkepentingan terhadap pekerjaan ini dari maksud, tujuan maupun
sasaran yang akan dicapai dengan catatan bahwa segala bentuk materi dan
makna yang telah disusun masih belum dapat dikatakan sempurna. Oleh
karenanya segala masukan dan tanggapan dari berbagai pihak sangat
diharapkan guna kesempurnaannya.

Palangka Raya, 24 Oktober 2018

Mengetahui / Menyetujui Dibuat,


Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
Penataan Ruang Kota Palangka Raya (PPTK)
Selaku Pengguna Anggaran

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxx
NIP. xxxxxxxxxxxxxxxxx NIP. xxxxxxxxxxxxxxx

-8-