Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN

PELAYANAN PASIEN HIV/AIDS DENGAN


INFEKSI OPPORTUNISTIK (IO)
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT AS-SUYUTHIYYAH
Nomor: / / /

Tentang

PANDUAN
PELAYANAN PASIEN HIV/AIDS
DENGAN INFEKSIOPORTUNISTIK (IO)
DI RUMAH SAKIT AS-SUYUTHIYYAH

DIREKTUR
RUMAH SAKIT AS-SUYUTHIYYAH

MENIMBANG : a. bahwa dengan terjadinya peningkatan kejadian HIV/AIDS yang


bervariasi mulai dari epidemi rendah, epidemi terkonsentrasi dan
epidemi meluas, perlu dilakukan upaya penanggulangan
HIV/AIDS secara terpadu, menyeluruh dan berkualitas;
b. bahwa agar penyelenggaraan pelayanan pasien HIV/AIDS dengan
infeksi oportunistik diperlukan suatu Panduan Pelayanan HIV/AIDS
dengan Infeksi Oportunistik (10);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam butir a
dan b, perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur RS As-
Suyuthiyyah
MENGINGAT : 1. Undang - Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Undang - Undang Rl No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013 tentang
Penanggulangan HIV dan AIDS;.

MEMUTUSKAN:

MENETAPKAN : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT AS-SUYUTHIYYAH


TENTANG PANDUAN PELAYANAN PASIEN HIV/AIDS DENGAN
INFEKSI OPORTUNISTIK (IO) DI RUMAH SAKIT AS-
SUYUTHIYYAH
PERTAMA : Memberlakukan Panduan Pelayanan Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi
Oportunistik (IO) di Rumah Sakit As-Suyuthiyyah sebagaimana tersebut
dalam lampiran surat keputusan ini;
KEDUA : Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan. Apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan/kurang sempurna pada perkembangan-perkembangan
yang akan datang akan ditinjau, ditarik dirubah atau diralat sesuai dengan
kondisi yang ada;
KETIGA : Hal-hal yang dipandang perlu dan belum diatur dalam
Surat Keputusan ini akan ditetapkan kemudian.

Ditetapkan di :
Pada tanggal :
Direktur RS As-Suyuthiyyah

……………………………………..
DAFTARISI
Halaman
SuratKeputusan........................................................................................................................ i
Daftar lsi................................................................................................................................. iii
BAB I DEFINISI................................................................................................................ 1
BAB II RUANGLINGKUP................................................................................................ 2
2.1 Informasi Dasar HIV.......................................................................................... 2
2.2 Perjalanan Infeksi HIV...................................................................................... 2
2.3 Jenis infeksi oportimistik................................................................................... 3
BAB III 3.1 TATA LAKSANA............................................................................................... 4
BAB IV DOKUMENTASI.................................................................................................... 5
Lampiran
BAB I
DEFINISI

I. Definisi
Infeksi oportimistik adalah infeksi yang disebabkan oleh organismen yang biasanya tidak
menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal,
tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk. Mereka
membutuhkan "kesempatan" untuk menginfeksi sesorang.
Pasien yang terinfeksi HIV akan mengalami beberapa infeksi oportunistik akibat penurunan
imunitas. Infeksi oportunistik yang terjadi dapat terlihat secara sistemik berupa infeksi paru,
infeksi gastrointestinal, tumor dan keganasan, serta infeksi oportunistik oral berupa
peningkatan frequensi penyakit mulut penderita.
BAB II
RUANG LINGKUP

Buku Panduan Teknis Infeksi Oportunistik ini membahas gambaran umum Infeksi Oportunistik dan
tatalaksana HIV, yang mencakup:

2.1 Informasi Dasar HIV


Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS
(Acquired Imune Deficiency Syndrome) yang termasuk kelompok retrovirus. Seseorang yang
terinfeksi HIV, akan mengalami infeksi seumur hidup. Kebanyakan orang dengan HIV/AIDS
(ODHA) tetap asimtomatik (tanpa tanda dan gejala dari suatu penyakit) untuk jangka -waktu lama.
Meski dernikian, sebetulnya mereka telah dapat menulari orang lain. Jadi, AIDS adalah bentuk lanjut
dari infeksi HIV, yang merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi
ini berjalan secara progresif merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga penderita tidak dapat
menahan serangan infeksi jamur, bakteri, atau virus. Kebanyakan orang dengan HIV akan
meninggal dalam beberapa tahun seetelah tanda pertama AIDS muncul bila tidak ada pelayanan
dan terapi yang diberikan.

2.2 Perjalanan Infeksi HIV


Sesudah HIV memasuki tubuh seseorang, maka tubuh akan terinfeksi dan virus mulai mereplikasi
diri dalam sel orang tersebut (terutama sel limfosit T CD4 dan makrofag). Virus HIV akan
mempengaruhi nsistem kekebalan tubuh dengan menghasilkan antibodi untuk HIV. Masa antara
untuk masuknya virus dengan terbentuknya antibodi yang dapat dideteksi oleh pemeriksaan
laboratorium adalah selama 2-12 mingu dan disebut masa window period, Selama masa ini
pasien sangat infeksius, mudah meularkan kepada orang lain, meskipun hasil pemeriksaan
laboratoriumnya masih negatif.
Orang. yang terinfeksi HIV tetap tanpa tanda dan gejala dalam jangka waktu yang cukup lama,
bahkan bisa sampai 10 tahun. Namun orang tersebut bisa menularkan infeksinya kepada orang
lain. Sesudah jangka waktu tertentu, yang HSV), oral hairy cell leukolakia (OHL), oral
candidiasis (OC), papular pruritic eruption (PPE), Pneumocystis carinii pneumonia (PCP),
cryptococcal meningitis (CM), renitis cytomegalovirus (CMV), dan mycobacterium avium
(MAC).
2.3 Jenis infeksi oportunistik
Infeksi oportunistik yang paling sering terjadi pada pasien AIDS yang tidak dapat diobati adalah:
• Protozoa: toxoplasma gondii, isospora belii, spesies Cryptosporidium
• Fungi: Candida albicans, cryptococcus neoformans, coccidiodes immitis, histoplasma
capsulatum, pneumocytis jiroveci
•Bakteri: mycobacterium tuberculosis, mycobacterium avium-intracellulare,
listeria monocytogenes, spesies salmonela •Virus: cytomegalovirus,, virus herpes simplex,
virus vacella zoosster,
adenovirus, virus poliomavirus JC, virus hepatitis B dan C
BAB III
TATALAKSANA

Penatalaksanaan infeksi oportunistik yang didapat pada pasien dengan HW positif dilakukan secara
komprehensif dan integratif sesuai dengan gejala yang timbul sampai dengan kondisi pasien tersebut
stabil dan siap untuk dialih rawat ke rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah.

Dalam melaksanakan perawatan pasien HIV positif dengan infeksi oportunistik, petugas melakukan
upaya pencegahan penularan dengan menggunakan cara:
1. Menerapkan cuci tangan 6 langkah sesuai standar WHO
2. Menggunakan APD atau alat pelindung diri (universal precaution) seperti kacamata google, apron,
masker wajah, sarung tangan dissposible, sepatu booth, dan cap nurse
3. Penanganan alat medis tajam baik dalam penggunaan, serah terima, penyimpanan maupun
pembuangan sebagai limbah medis
4. Penerapan budaya aman dalam kamar operasi maupun kamar bersalin
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Formulir assesmen awal rawat inap


2. Formulir persetujuan tindakan kedokteran
3. Formulir penolakan tindakan kedokteran