Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KEHAMILAN DAN GIZI PADATRIMESTER 3

Hari / Tanggal : Jumat, 19 Januari 2018


Waktu : 30 menit
Pokok Bahasan : Kehamilan dan Gizi pada Trimester 3
Sub Pokok Bahasan : Menjelaskan mengenai Kehamilan dan Gizi Trimester 3
Sasaran : Ibu Hamil Usia 28 minggu – 40 minggu
Penyuluh : Vicky Dillina Bambang, Amd. Keb
Tempat : Ruang Tunggu Poli KIA-KB

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan penyuluhan mengenai kehamilan trimester 3, di harapkan ibu hamil dapat
mengerti mengenai kebutuhannya selama kehamilan trimester 3, serta menyiapkan diri untuk
menghadapi proses persalinan.
Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Kehamilan Trimester 3, di harapkan ibu mengetahui :
1. Apa yang dimaksud dengan kehamilan trimester 3
2. Gizi yang baik selama kehamilan trimester 3
3. Kebersihan diri dan istirahat
4. Persiapan persalinan
5. Tanda dan bahaya selama kehamilan
6. Tanda-tanda persalinan
II. Garis-garis Besar Materi
1. Pengertian kehamilan trimester 3
2. Gizi yang baik bagi ibu hamil trimester 3
III. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi
IV. Media dan Alat Peraga
1. Leaflet
V. Proses Kegiatan Penyuluhan

No KEGIATAN Respon Ibu Hamil Waktu

1  Ø Memberi salam pembuka  Ø Membalas salam 5


. dan perkenalan diri  Ø Mendengarkan Menit
 Ø Menjelaskan tujuan  Ø Memberi respon
 Ø Kontrak waktu

 kehamilan trimester 3 Mendengarkan dengan penuh


2 15
 Gizi yang baik bagi ibu hamil perhatian
. Menit
trimester 3

 Ø Tanya jawab  Menanyakan hal yang


 Ø Menyimpulkan hasil belum jelas
3 10
penyuluhan  Aktif bersama
. Menit
 Ø Memberikan salam penutup menyimpulkan
 Membalas salam

VI. Evaluasi
a. Apa yang disebut dengan kehamilan trimester 3?
b. Sebutkan apa saja nutrisi yang diperlukan ibu hamil?

MATERI
KEHAMILAN TRIMESTER 3

A. Kehamilan Trimester 3
Trimester ini adalah trimester terakhir kehamilan, periode pertumbuhan janin dalam rentang
waktu 28-42 minggu. Janin ibu sedang berada di dalam tahap penyempurnaan Dan akan
semakin bertambah semakin besar dan besar sampai memenuhi seluruh rongga rahim. Hal-hal
yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah peningkatan berat badan dan tekanan darah,
rasa ketidaknyamanan dan aktifitas seksual.
Pertumbuhan danPerkembangan Kehamilan Trimester 3
1. Minggu ke-28
Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut jantungnya
pun kian mudah didengar. Kendati dibanding minggu-minggu sebelumnya lebih berisi dengan
bertambah jumlah lemak di bawah kulitnya yang terlihat kemerahan. Jumlah jaringan otak di
usia kehamilan ini meningkat. Begitu juga rambut kepalanya terus bertumbuh makin panjang.
Alis dan kelopak matanya pun terbentuk, sementara selaput yang semula menutupi bola
matanya sudah hilang.
2. Minggu-29
Kelahiran prematur mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan
perkembangan fisik maupun mentalnya. Bila dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas meski
dengan susah payah, bisa menangis, walaupun masih terdengar lirih. Kemampuannya
bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya belum sempurna.
Meski dengan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan ahli lain yang terkait,
kemungkinan hidup bayi prematur pun cukup besar. Beratnya sekitar 1250 gram dengan
panjang rata-rata 37 cm.
3. Minggu ke-30
Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tak nyaman,
terutama pada panggul dan perut seiring bertambah besar kehamilan.Ibu mulai merasakan
denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang menimbulkan rasa
nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk simpul-simpul. Bila sampai
membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan karena suplai gizi dan oksigen dari ibu
jadi terhenti atau paling tidak terhambat.
4. Minggu ke-31
Waspadai bila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun
penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila disertai tekanan darah tinggi yang mencapai
peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan pada
setiap kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan aliran darah ke anggota tubuh bawah
yang membuat kaki jadi bengkak. Pada gangguan ringan, anjuran untuk lebih banyak
beristirahat dengan berbaring miring sekaligus mengurangi aktivitas. Berat bayi sekitar 1600
gram dengan taksiran panjang 40 cm.
5. Minggu ke-32
Umumnya pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu ini. Untuk ibu hamil dengan
kelainan jantung, hipertensi dan preeklampsia, mesti ekstra hati-hati. Sebab dengan jumlah
darah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang mengalami
gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula peluang terjadi penyempitan di
pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah tekanan darah meningkat. Gangguan
semacam ini tak hanya berbahaya pada ibu, tapi juga si bayi, hingga biasanya dipertimbangkan
untuk dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan darah tak kunjung
turun.
6. Minggu ke-33
Di minggu ini mesti diwaspadai terjadi abrupsio plasenta atau plasenta lepas dari dinding rahim.
Bisa terlepas sebagian maupun terlepas total yang berujung dengan syok pada ibu akibat
kehilangan darah dalam jumlah besar maupun kematian bayi. Ibu perokok dan peminum
alkohol diprediksi lebih berkemungkinan mengalami masalah ini. Yang juga mesti diwaspadai
adalah kantung air ketuban pecah/bocor.
7. Minggu ke-34
Idealnya, di minggu ini dilakukan tes untuk menilai kondisi kesehatan si bayi secara umum.
Penggunaan USG bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan ini, terutama evaluasi terhadap otak,
jantung dan organ lain. Sedangkan pemeriksaan lain yang biasa dilakukan adalah tes non-stres
dan profil biofisik. Dalam profil biofisik digunakan skor 0 sampai 2 dengan 5 poin yang
dievaluasi, yakni pernapasan, gerakan tubuh, tonus yang dievaluasi berdasarkan gerakan
lengan dan atau tungkai, denyut jantung dan banyaknya cairan ketuban. Bila nilainya rendah,
disarankan persalinan segera dilakukan. Pemeriksaan biofisik biasanya dilakukan bila diduga
bayi mengalami IUGR (Intrauterin Growth Retardation), pada ibu pengidap diabetes, kehamilan
yang bayinya tak banyak bergerak, kehamilan risiko tinggi ataupun kehamilan lewat waktu.
8. Minggu ke-35
Yang terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang fungsi paru-parunya. Ini sangat
penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan life viabilitas atau kemampuan si
bayi untuk bertahan hidup.
9. Minggu ke-36
Berat bayi harusnya mencapai 2500 gram dengan panjang 46 cm. Mulai minggu ini
pemeriksaan rutin diperketat jadi seminggu sekali. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir
risiko-risiko yang mungkin muncul mengingat penyebab terbanyak kematian ibu melahirkan
(maternal mortality rate) di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan preeklampsia. Sementara
dari ketiga faktor penyebab tersebut, yang bisa dicegah dengan pemeriksaan ANC (antenatal
care) yang baik(preeklampsia). Di antaranya dengan pemantauan tekanan darah dan kenaikan
berat badan yang tak lazim, yakni maksimal 1 kg setiap bulan.
10. Minggu ke-37
Dengan panjang 47 cm dan berat 2950 gram, di usia ini bayi dikatakan aterm atau siap lahir
karena seluruh fungsi organ-organ tubuhnya sudah matang untuk bekerja sendiri. Kepala bayi
biasanya masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir. Kendati sebagian kecil di antaranya
dengan posisi sungsang. Di minggu ini biasanya dilakukan pula pemeriksaan dalam untuk
mengevaluasi kondisi kepala bayi, perlunakan jalan lahir guna mengetahui sudah mencapai
pembukaan berapa.
11. Minggu ke-38
Berat bayi sekitar 3100 gram dengan panjang 48 cm. Meski biasanya akan ditunggu sampai
usia kehamilan 40 minggu, bayi rata-rata akan lahir di usia kehamilan 38 minggu.
12. Minggu ke- 39
Di minggu ini pula dokter yang menangani biasanya siaga menjaga agar kehamilan jangan
sampai postmatur atau lewat waktu. Karena bila terjadi hal demikian, plasenta tak mampu lagi
menjalani fungsinya untuk menyerap suplai makanan dari ibu ke bayi, hingga kekurangan gizi.
Tak heran kalau bayi postmatur umumnya berkulit kering/keriput atau malah mengelupas.
Sementara kapan persisnya plasenta mengalami penurunan fungsi sama sekali tak bisa
diprediksi.
13. Minggu ke-40
Panjangnya mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300 gram. Betul-betul cukup bulan
dan siap dilahirkan. Jika laki-laki, testisnya sudah turun ke skrotum, sedangkan pada wanita,
labia mayora (bibir kemaluan bagian luar) sudah berkembang baik dan menutupi labia minora
(bibir kemaluan bagian dalam).
B. Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil
Makanan yang mengandung Gizi yang baik bagi ibi hamil selalu mengandung zat tenaga
(karbohidrat, lemak dan protein), zat pembangun (protein, mineral dan air) dan zat pengatur
(protein, mineral, air dan vitamin).
Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi daripada wanita yang tidak hamil,
karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya, bila
makanan ibu terbatas janin akan tetap menyerap persediaan makanan ibu sehingga ibu
menjadi kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain.
Kebutuhan energi.Pada trimester 3 energi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.
Sumber energi adalah hidrat arang seperti beras, jagung, gandum, kentang, ubi-ubian dan lain-
lain.
Protein, diperlukan untuk pertumbuhan janin, uterus, jaringan payudara, hormon, penambahan
cairan darah ibu serta persiapan laktasi. 2/3 dari protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal
dari protein hewani yang mempunyai nilai biologi tinggi. Sumber protein hewani terdapat pada
daging, ikan, unggas, telur, kerang dan sumber protein nabati banyak terdapat pada kacang-
kacangan.
Vitamin,
Pesan- pesan penting bagi ibu hamil
1. Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil.
2. Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak makan makanan sumber zat
besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-
kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging.
3. Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.
4. Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus banyak makan-makanan
sumber zat kapur, seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan
bersama tulangnya, sayuran daun hijau.
5. Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu : pucat, pusing, lemah dan
penglihatan berkunang-kunang.
6. Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup.
7. Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti : buah-buahan,
sari buah, sayur bening, dsb.
8. Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.
9. Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan ibu
dan janin.
10. Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas secara teratur, agar ibu dan
kandungannya tetap sehat.