Anda di halaman 1dari 17

RESUME JUS TERAPI PADA PASIEN Ny.

Yeyen Karyani

DENGAN DIAGNOSA DIABETES MELITUS NEUROPATY DI

RUANG INAP RS HOLISTIC PURWAKARTA

Tanggal 7 April – 14 April 2018

Oleh :

Dinda Fazri Al kautsar NIM : 4840115003

PROGRAM STUDI D-III FARMASI

JURUSAN FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HOLISTIK PURWAKARTA

2018
A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS PASIEN
1.1 Pasien Ny. Yeyen Karyani
Tempat, tanggal lahie : Garut, 07 Mei 1963
Alamat :Pangasingan ,RT/RW 002/002, Kec. Sawangan,

Kota Depok
Ruang rawat : 120
Tanggal masuk : 6 April 2018
Usia : 55 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Jenis kelamin : Perempuan
Status : Menikah
Agama : Islam
Suku bangsa : WNI

2. ANAMNESIS
2.1 Keluhan Utama Ny. Yeyen Karyani
1) Jalan Rijid
2) Buang air besar 2 hari sekali
3) Kesemutan
4) Mata buram
2.2 Keluhan Tambahan
1) Gastritis
2) P. Diabetes Melitus
3) Pancreatitis
4) Enteritis Acut
5) Osteoporosis
6) Neuropaty Ag (pada kaki)
2.3 Riwayat Pengobatan

Ny. Yeyen Karyani

- Metformin 3x1
- Lantus 1x 14
1x 20 unit

2.4 Resume AnamnesisNy. Yeyen Karyani


Ny. Yeyen Karyani berusia 55 tahun datang ke RS Holistic pada tanggal 6

April 2018 dengan keluhan utama sering merasakan kesemutan, penglihatan

buram dan buang air besar yang tidak teratur dan memiliki keluhan tambahan

Gastritis, P. Diabetes Melitus, Pancreatitis, Enteritis Acut, Osteoporosis,

Neuropaty Ag (pada kaki). Riwayat pengobatan yang pernah di lakukan oleh Ny.

Yeyen Karyani adalah Metformin dan Lantus.


2.5 Riwayat terapi yang di RS. Holistic Purwarta
1. Makanan dan terapi jus yang diberikan di Rs Holistic habis.
2. Diberikan Jus terapi simanalagi labu setiap pukul 09.00 dan 16.00 WIB
3. Diberikan air rebusan kayu kuning setiap pukul 09.00 WIB.

Tabel Jadwal Pemberian Jus Terapi Pada Pasien Rawat Inap Ny. Yeyen

Karyani

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Jumat
 Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Sabtu
 Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Minggu
 Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Senin
 Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Selasa  Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu


 Jus cincau

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Rabu
 Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu


 Jus cincau

07:00  Jus simanalagi labu


 Kayu kuning
Kamis
 Jus simanalagi labu
09:00  Kayu kuning

16:00  Jus simanalagi labu


 Jus cincau

3. Kajian Pustaka

3.1 Diabetes melitus

Menurut WHO (2006) Diabetes Melitus adalah gangguan metabolik

yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah yang disebut

Hiperglikemia dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan

protein yang disebabkan karena kerusakan dalam produksi insulin dan kerja

dari insulin tidak optimal. Diagnosis DM harus didasarkan atas

pemeriksaan kadar gula darah, tidakdapat ditegakkan hanya atas dasar

glukosuria saja. Untuk diagnosis DM pemeriksaan yang dianjurkan adalah

pemeriksaan glukosa dengan cara enzimatik dengan bahan darah plasma

vena. Sedangkan untuk tujuan pemantauan hasil pengobatan dapat


dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler

(Sutjahjo dkk, 2006).

Diabetik neuropathy adalah penyebab tertinggi terjadinya kebutaan pada

usia muda. Diabetik nephropathy adalah penyebab tertinggi kerusakan pada

ginjal yang memerlukan terapi dialysis atau cuci darah. Diabetik

neuropathy adalah penyebab tertinggi terjadinya penyakit vaskuler

ekstremitas bawah yang merupakan penyebab tertinggi penyebab

dilakukannya amputasi oleh penyebab non traumatik (Hoogwerf, 2005).

a) Tipe tipe Diabetes melitus

Jenis dan Tipe Diabetes Melitus WHO (2006) :

1. Diabetes Melitus Tipe 1

Pada Diabetes Melitus Tipe satu dikenal dengan Diabetes

tergantung Insulin. Tipe ini berkembang jika sel-sel Beta

Pánkreas memproduksi insulin terlalu sedikit atau tidak

memproduksi sama sekali, yang disebabkan autoimunitas

atau idiopatik. Diabetes Tipe 1 disebabkan karena kerusakan

sel beta yang menyebabkan defisiensi insulin abslut

(Sutjahjo dkk, 2006). Penderita Diabetes Tipe 1 ini sekitar 5-

10% penderita DM.

2. Diabetes Melitus Tipe 2


Diabetes Melitus tipe 2 dikenal sebagai Diabetes tidak

tergantung insulin. Diabetes tipe ini berkembang ketika

tubuh masih menghasilkan insulin tetapi tidak cukup dalam

pemenuhannya atau bisa juga insulin yang dihasilkan

mengalami resistensi yang menyebabkan insulin tidak dapat

bekerja secara maksimal. Kondisi pada pasien tipe 2

bervariasi, mulai dari resistensi insulin disertai ≥ ≥ ≥ 58

defisiensi insulin relatif sampai yang dominan defek sekresi

insulin disertasi resistensi insulin (Sutjahjo dkk, 2006).

Sekitar 90-95% penderita DM adalah Diabetes Tipe 2.

3. Diabetes Melitus Gestasional (DMG)

DMG diakibatkan dari kombinasi kemampuan reaksi dan

pengeluaran hormon insulin yang tidak cukup. Biasanya

terjadi pada kehamilan dan akan sembuh setelah melahirkan.

Penderita DMG terjadi 2-5% dariseluruh kehamilan.

4. Diabetes Melitus Tipe Lain DM

disebabkan karena kelainan genetic, penyakit pancreas, obat,

infeksi, antibody, sindroma penyakit lain. Diabetes tipe lain

dapat juga disebabkan defek genetik fungsi insulin, defek

genetik kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas,

endokrinopati, karena obat atau zat kimia (Sutjahjo dkk,

2006)

b) Penyebab Diabetes melitus


Faktor Resiko DM berdasarkan Konsensus Pengelolaan Diabetes

Melitus

di Indonesia (2006) meliputi :

1. Riwayat diabetes dalam keluarga

2. Umur terutama kelompok usia dewasa tua (>45 tahun)

3. Obesitas

4. Tekanan darah tinggi

5. Dyslipidaemia (HDL <35 mg/dl dan atau Trigliserida >250

mg/dl)

6. Toleransi glukosa terganggu

7. Kurang aktivitas

8. Riwayat DM pada kehamilan

3.2 Cacing tanah (Lumbricus rubellus)

Cacing tanah mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi,

terutama protein yang mencapai 64-76%. Kandungan gizi lainnya

adalah lemak 7-10%, kalsium 0,55%, fosfor 1% dan serat kasar 1,08%.

Selain itu, cacing tanah mengandung auxin yang merupakan zat

perangsang tumbuh untuk tanaman. Selain itu cacing tanah

mengandung asam arhidonat yang dapat menurunkan panas tubuh

akibat infeksi. Cacing tanah dapat membantu proses daur ulang limbah

karena sebagai binatang pengurasi atau perombak bahan organik

(Palungkun, 1999: 18).

Selain itu cacing tanah juga memiliki komponen bioaktif yaitu enzim

fibrinolitik (sebagai anti trombus dan anti koagulan), polifenol (sebagai


anti inflamasi dan anti oksidan), dan G-90 glycolipoprotein (sebagai

stimulan proliferasi dan anti mikroba) yang terdiri dari insulin like

growth factors (IGF-I), immunoglobulin like growth factor (IgGF-I),

epidermal growth factor (EGF), dan serine protease (sebagai

fibrinolisis) (Chang et al., 2011b).

a) Klasifikasi Cacing Lumbricus rubellus

Kingdom : Animalia

Phylum : Annelida

Kelas : Oligochaeta

Ordo : Haplotaxida

Famili : Lumbricidae

Genus : Lumbricus

Spesies : Lumbricus rubellus (Sapto, 2011: 24)

Dalam klasifikasi biologi, cacing tanah termasuk dalam filum

Annelida atau hewan beruas-ruas atau bergelang-gelang. Cirinya

yaitu tubuh simetris bilateral, silindris memanjang, bersegmen-

segmen (sekitar 115-200 segmen), dan pada bagian permukaan

tubuh terdapat sederetan sekat atau dinding tipis (Sugiantoro, 2012:

13).

3.3 Labu kuning (Cucurbita Moschata)


Beberapa varietas labu kuning seperti C. moschata, C. maxima dan C.

pepo, telah diketahui memiliki kadar karotenoid yang tinggi, terutama α dan

β-karoten, βcriptoxanthina, lutein dan zeaxanthin (Rodriguez., et al., 2008).

Berdasarkan penelitian karotenoid dari tepung labu kuning yang dapat

menurunkan stres oksidatif yang secara tidak langsung mengurangi kondisi

hiperglikemia dan resistensi insulin, yang pada akhirnya akan mencegah

komplikasi awal terjadinya sindroma metabolik yang dapat menyebabkan

terjadinnya diabetes tipe 2.


a) Klasifikasi labu kuning Labu kuning (Cucurbita Moschata)

Labu kuning merupakan sumber karotenoid, pektin, vitamin

dan senyawa-senyawa lain yang bermanfaat bagi kesehatan (Juna et

al., 2006). Taksonomi tanaman labu kuning adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub-Divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Cucurbitales

Famili : Cucurbitaceae

Genus : Sechium

Spesies : Cucurbita moschata

(Noelia et al., 2011)


3.4 Kayu Kuning

Kayu kuning merupakan tanaman tropis yang tumbuh hampir

diseluruh hutan hujan tropis di dunia, dari mulai hutan Amazon Brazil

hingga hutan hujan tropis di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Meskipun tanaman ini belum terlalu lama dikenal oleh dunia medis

sebagai tanaman obat, kayu kuning sebenarnya sudah sejak lama

dimanfaatkan oleh suku dayak sebagai obat herbal untuk mengobati

berbagai macam penyakit.


a) Klasifikasi Kayu Kuning
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Ranunculales
Suku : Menispermaceae
Marga : Arcanigelisia
Jenis : Arcanigelisia flava Merr.
b) Morfologi Kayu Kuning
Tumbuhan kayu kuning mempunyai batang bulat,

membelit, kasar, berwarna cokelat kehitaman, kayu berwarna

kuning cerah, tunggal, tersebar, pangkal membulat panjang 10-20

cm. Daun rata, panjang 15-20 cm, lebar 10-16 cm, pertulangan

menjari, permukaan licin, hijau cerah mengkilat. Biji bulat, kasar,

berusuk 3, permukaan berbulu, hijau. Akar tunggang, berwarna

cokelat kehitaman.
Kandungan Kimia Kayu Kuning
Kandungan kimia yang terdapat dalam kayu kuning yaitu ada pada

kayu dan daun kayu kuning, mengandung saponin, flavonoid dan

tanin.

c) Khasiat Kayu Kuning


Menurunkan kadar gula yang baik untuk pencegah diabetes,

bersifat anti racun, bersifat anti inflamasi, bersifat anti kanker,


melancarkan peredaran darah yang terkait dengan pencegahan

hipertensi, bersifat pencahar alami.

4. PENATALAKSANAAN OBAT DAN TERAPI

4.1 Penatalaksanaan Obat

Nama Rute
No Indikasi Dosis Pasien
Obat Pemberian
1. Diabetter Penurun 1-2–1 Oral

kadar gula
2. Yellow Detoksifikasi 2x1 Oral

root
3. Eye bright 3x2 satu

Mata radang sampai dua

dan mata tetes


4. Maritima 3x1 tetes Pemakaian
merah
Eye Drop luar
5. Hol Lipid 2x2 Oral
6. Omega 3 Memelihara 3x2 Oral

fungsi

janjung dan

kesehatan

tubuh
7. Extra 3x2 sdt Oral

Virgin live

Oil
8. Biji Pencernaaan, 3x2 sdt Oral

selasih panas dalam,

dan sariawan
9. Garam Garan anti Oral

HDS hipertensi

4.2 Penatalaksanaan Terapi


1) Accupunture
2) Ozone bubble
3) LHT
4) EECP
5) Papimi
6) SWT 2 hari satu kali
7) Sepeda statis

4.3 Jus Terapi

Cara Penyajian Jus Terapi Yang Benar

A. Jus simanalagi labu


1) Ambil 5-7 ekor cacing dan bersihkan dari pengotornya
2) Ambil labu kuning secukupnya sekitar 0,029 gr
3) Blender cacing yang telah di bersihkan dan tambahkan air

secukupnya, saring dan masukan kedalam gelas


4) Blender labu kuning,daring dan campurkan kedalan gelas

yang telah berisi jus cacing


5) Setelah disaring masukan kedalam gelas.

B. Kayu Kuning
1) Siapkan kayu kuning ±4 batang dan panci yang berisi air.
2) Masukan kayu kuning kedalam panci yang sudah berisi air.
3) Rebus kayu kuning ± selama 30 menit.
4) Setelah rebusan air kuning jadi, masukan kedalam gelas ± 150

cc.
C. Jus cincau
1) Siapkan daun cincau sebanyak 5 lembar, bersihkan dari

pengotornya
2) Masukan daun kedalam wadah dan tah air secukupnya,

remas agar getah daun keluar dan tercampur dengan air, lalu

saring
3) Masukan air cincau kedalm blender, dan tunga kedalam

gelas.
5. PENATALAKSANAAN KELUHAN DAN TINDAKAN

Tgl Perjalanan penyakit Intruksi dokter/tindakan

medik/ terapi
6/4/18 - jus simanalagi 2x1
Pasien mengeluh mata - Buah DM
- Nasi beras merah
7/4/18 buram dan kesemutan - Trombofree (sore)
- Ozone bubble (pagi)
- Sepeda statis 30 menit
- Bola refleksi
- Spain board terapi

sebelun sepeda statis.


8/4/18 - Gula darah
Konsumsi Obat yang di
menurun
- Tidak kesemutan resepkan dokter
9/4/18 - Kesemutan - Hol dopilus 2x1
- Buang air besar - Jus cincau
- Concor 251 1x1
tidak lancar
malam hari

10/4/18 - Kedua kali kebas / - Diabbeter 1–1–

kesemutan 2
- buang air besar

sudah mulai lancar

*Didiagnosis menderita

Diabetes Melitus

Neuropaty
11/4/18 - Kesemutan - Joint care 4x2
- Pegal pegal tulang - Diabeter 1 – 1 – 2

belakang
- Buang air besar

lancar
12/4/18 Kesemuatan - Diabeter 1 – 1 – 2

13/4/18 Pasien pulang - Diabeter 1 – 2 – 2

6. Pengaruh Pemberian Jus Terapi Pada Diagnosa


6.1 kadar gula pasien
Pengaruh pemberian obat Diabetter dan juga jus simanalagi labu

pada pasien yaitu sebagai penurun kadar gula darah karena zat yang

terkandung pada cacing yaitu G-90 glycolipoprotein (sebagai stimulan

proliferasi dan anti mikroba) yang terdiri dari insulin like growth factors

(IGF-I) yang berfungsi sebagai zat anti glikemik yang akan membantu

untuk mempertahankan fungsi pankreas, mengatur dan menyeimbangkan

kadar insulin, dalam tubuh, serta menurunkan kadar gula darah. Sifat

antivirus, antibakteri dan antibiotik membantu untuk mengobati dan

mencegah infeksi jenis bakteri. Perubahan kadar gula pasien dapat dilihat

dari tabel berikut:

Tanggal 6/4/18 7/4/18 8/4/18 9/4/18 10/4/18 11/4/18 12/4/18


Kadar
Pagi 179 134 162 175 186 154 195
gula
mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl
darah
Malam 311 423 237 247 274 251 316

mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl


Pada tabel tersebut dapat di liat selama pemberian jus simanalagi labu

dan Diabetter kadar gula pasien mengalami perubahan yang baik bila di

dandingkan dari hasil wawancara sebelumnnya, dimana kadar gula darah


dari pasien rawat inap ny. Yeyen Karyani setelah di lakukan tindakan

cenderung menurun yaitu di bawah 200 mg/dl.


Pengaruh pemberian air rebusan kayu kuning pada pasien yaitu untuk

mengeluarkan detoksifikasi dari dalam tubuh melalui air seni. Pengaruh

pemberian jus cincau berfungsi sebagai pelancar buang air besar.


7. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan Di Instalasi Gizi RS Holistic

Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Instalasi Gizi RS Holistic

Purwakarta selama 1 bulan dimulai dari tanggal 1 April – 30 April 2018 dan

terbagi menjadi 3 shift, shift pagi dimulai dari pukul 05.00 – 13.00 WIB, shift

general pada pukul 07.00 - 15.00 WIB, dan shift siang dimulai dari pukul

13.00 – 20.00 WIB. Sebagian besar kegiatan yang dilakukan di Instalasi Gizi

RS Holistic adalah, sebagai berikut :

a) Di Instalasi gizi holistic karena saya farmasi jadi lebih mengutamakan

pada pemberian jus terapi sesuai dengan yang di resepkan oleh dokter

dan dibuatkan diatur oleh ahli gizi yang di sesuaikan dengan penyakit

atau keadaan pasien. Seperti dalam kasus Pasien Rawat Inap Ny.

Yeyen Karyani jus terapi yang di berikan adalah jus simanalagi labu,

air rebusan kayu kuning, dan jus cincau.


b) Kegiatan lain yang dilakukan di Instalasi Gizi RS Holistic yaitu antara

lain:
 Membuat dan menyiapkan jus terapi.
 Menuliskan lebel jus terapi pagi, siang dan sore.
 Mempacking jus.
 Visit ke pasien.
 Memotong buah-buahan lalu dipacking.

8. SARAN
Di sarankan untuk lebih terus meningkatkan lagi sarana dan prasarana

agar lebih baik lagi dalam melayani pasien.


9. KESIMPULAN
Dari data yang diperoleh ketika melakukan Praktek Kerja Lapangan

(PKL) di Apotek Herbal RS Holistic dapat disimpulkan bahwa obat yag di

berikan pada Pasien Rawat Inap Ny. Yeyen Karyani yang menderita Diabetes

Melitus Neuropaty adalah Diabetter di berikan sebagai penurun kadar gula

darah, Eye bright dan Maritima Eye Drop di berikan untuk Mata yang

meradang dan memerah, dan , Hol Lipid , Omega 3, Extra Virgin live Oil,

Biji selasih , Garam HDS dan selain obat di berikan juga jus terapi antara

lain, jus simanalagi labu untuk membantu menurunkan kadar gula darah, air

rebusan kayu kuning sebagai detoksifikasi, dan jus cincau yang di berikan

pada saat pasien kesulitan buang air besar.


Perubahan yang di alami oleh pasien adalah selama pemberian jus

simanalagi labu dan Diabetter kadar gula pasien mengalami perubahan yang

baik bila di dandingkan dari hasil wawancara sebelumnnya, dimana kadar gula

darah dari pasien rawat inap ny. Yeyen Karyani diatas 250 mg/dl dan setelah

di lakukan tindakan kadar gula darah cenderung menurun yaitu di bawah 200

mg/dl.
Jadi dapat di simpulkan pemberian Diabetter dan jus simanalagi labu

dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes

Melitus Neuropaty.

Daftar Pustaka

Ambarwati, W. N. (2012). Konseling Pencegahan dan Penatalaksanaan

Penderita Diabetes Mellitus.


Wahyuni, D. (2017). Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Menurunkan

Kadar Glukosa Darah Tikus Model Sindroma Metabolik. Jurnal Aisyah:

Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 11-16.

Mardiati, N. P. J., Yunitasari, A. N., Sari, D. A., Saraswasta, I. W. G., Putra, F.

N., & Kristianto, H. (2013). Ekstrak Cacing Tanah Sebagai Inovasi

Penyembuhan Ulkus Diabetik Berbasis Induksi Densitas Akson. Program

Kreativitas Mahasiswa-Penelitian.