Anda di halaman 1dari 13

BAB O

PEMBAHASAN

PEMBERIAN OBAT MELALUI KULIT

A. Pengertian
Pemberian obat melalui kulit adalah cara memberikan obat pada kulit dengan mengoleskan
yang bertujuan mempertahankan hidrasi, melindungi permukaan kulit, mengurangi iritasi kulit,
atau mengatasi infeksi. Pemberian obat kulit dapat bermacam —macam seperti krim, losion,
mrosol, dan sprei.

B. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan untuk memberikan obat pada kulit adalah sebagai berikut:
1. Obat dalam tempatnya (seperti losion, krim, mrosol, sprei).
2. Pinset anatomis.
3. Kain kasa.
4. Kertas tisu.
5. Balutan.
6. Pengalas.
7. Air sabun, air hangat.
8. Sanmg tangan.

C. Prosedur Ker)a
Pmsedur key a pemberian obat melalui kulit adalah sebagai berikut:

2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.


3. Pasang pengalas di bawah daerah yang akan dilakukan tindakan.
4. Gunakan saning tangan.
5. Bersihkan daerah yang akan di beri obat dengan air hangat (apabila terdapat kulit mengeras)
dan gunakan pinset anatomis.
6. Berikan obat sesuai dengan indikasi dan cara pemakaian seperti mengoleskan, mengompres.
7. Kalau perlu tutup dengan kain kasa atau balutan pada daerah diobati.

D. Pemberton Obat Topikal pada Kiilit


Pemberian obat topikal pada kulit merupakan cara memberikan obat pada kulit dengan
mengoleskan obat yang akan diberikan. Pemberian obat topikal pada kulit memiliki tujuan yang
lokal, seperti pada superficial epidermis. Obat ini diberikan untuk mempercepat proses
penyembuhan, bila pemberian per—oral tidak dapat mencapai superficial epidermis yang miskin
pembuluh darah kapiler. Efek sistemik tidak diharapkan pada pemberian obat topikal pada kulit
ini. Apabila terjadi kerusakan kulit setelah penggunaan obat topikal pada kulit, maka
kemungkinan besar efek sistemik akan terjadi.
Pemberian obat topikal pada kulit terbatas hanya pada obat—obat tertentu karena tidak banyak
obat yang dapat menembus kulit yang utuh. Keberhasilan pengobatan topical pada kulit
terganNng pada:
4 Umur
4 Pemilihan agen topikal yang tepat
4 Lokasi dan luas tubuh yang terkena atau yang sakit
4 Stadium penyakit
4 Konsentrasi bahan aktif dalam vehikulum
4 Metode aplikasi
4 Penentuan lama pemakaian obat

Penetrasi obat topical pada kulit, melalui: stratum korneum G epidermis G papilla
dermis G aliran darah

Pmses penyerapan obat topikal jika diberikan pada kulit, yaitu:


4 Lag phase — hanya di atas kulit, tidak masuk ke dalam darah
P Rising — dari stratum korneum diserap sampai ke kapiler dermis darah
4 Falling — obat habis di stratum korneum. Jika terns diserap kedalam, khasiatnya akan semakin
berkurang. Kurangnya konsentrasi obat yang sampai ke tempat sasaran bisa karena pmses
eksfoliasi (bagian atas kulit mengelupas), terhapus atau juga karena tercuci.
Faktur — f aktur yan g bcrpcra n dalam pcnyc rapan ubat, di an taran ya adalah:
Keadaan stratum kurneu ni yang be rperan scbagai sawar kulit untuk ubat.
Oklu si, yaitu pcnutup kcd ap ud ara pada salcp bcmi inyak yang dapat nicnin gkatkan pcnc t uasi
dan nienccgah tcrh apu sny a ubat akibat gcsckan, u sapan serta pcnc uci an. N ani un dapat
nicni perccpat efek camping, infcksi, fuli kuliti s dan ni i li ari a jika pen ggun aanny a be rsania ubat
aukunıbina&inyati daktcpat.
ü Fre kue n si aplikasi, sepcrti pad a ku rti kostcruid yang keban yakan en kup di apli kasikan
sat u kali seh ari, sert a bebcra pa cnı tı lien (kri nı pro te ktif) yang akan nıe nin gkat pe nyerapann ya
sctelah pcnıakai an be rul an g, b u kan k aren a laura kont akny a.
ü Ku antit as ubat yang di ap likasi yaitu junı l ah pcnıak ai an obat t opikal pad a kulit ini ham s
en kup, jika pe nıakai ann ya bcrlebih an jus tru nıalah tid ak be rg un a. J unıl ah yang akan dip akai,
scsu ai duman lu as pcrnıukaa n kulit yang tcrke n a infcksi ( seti ap 3°/c lu as pcrnıuk aan kulit
nıe nıbutuh kan l yanı kri nı atan salcp).

F t‹›r lain xcprti pcnin gkatan pcnyc vapan, Japat tcrjaJi apabila:
ü• Obat Jipakaikan Jcn gan cam Ji gu x uk x bi l Jipijat pcrl ah
ü• Diu lcx xearah Jcngan pertun buhan t u l ikcl van but
î• Ukuran partike l ubat Jipcrkccil
î• Si tat kelarutan Jan penctrısi ubat Jipcrb Ü ki
ü• Kon sent ras i obut yang di beri kan tcpat

Cont oh ubat t opikal nutuk kulit :


l . Anti jarıı ur : kct ocun azol, nı i con azo 1, terbin afı n
2. Antibiuti k : ox ytctrasiklin
3. K orti kostcruid : be tanıctaso n, hidro kurti sun

E. Tujuan
Pcn bcri ubat t‹›pikaI paJa ku lit untuk n cn pcrtahankan :au caim
tubuh untuk n cncapai hun euxtax i x , n elinJun g i pern ukaan ku lit, n enguran g i iritax i ku l it,
n cnghi lan gkan gcjala atau n engataxi infckx i.
F. Jenis
Penibcri an obat tupikal pada kulit d apat be miacani— m adam seperti :
Krini
Salcp (uintnicnt)
Lettori
Lati un yang nie n gandun g su spcn se
Bubuk atau po wder
Spray aerosol.

C'.. Keuntungan dan Kerugian


Kcuntun gan
Untuk efck lokal, nie nccgah first—pass effect sorta nie niininialka n cfck sani pin g si stcniik.
Untuk efek sistemi k, nienyerupai cura pe nibc ri an ubat melalui intrave n a (zpm —o rdcr)
Kcru g i an
Secara ku snicti k ku ran g nicn ari k dan Absurbsiny a tidak nicne ntu.

H. Alat dan Bahan


Truli
B aki dan alas
Pcrlak dan ol us
Ben gkuk (nicrbckken)
Air DTT dalanı kont
> Kapi»
Sarun g ta n gan
K assa kec il stcril (sesuai kebutuh an)
ù K assa baluta n, pe nutup pl astik dan p lcstcr (sesuai kebutuh an)
Li di kap as atau tun guc spatel
Obat topi kal sesumi yang dipcsankan (krini, salcp, l otiun, l otiun yang nie n gandun g su spcn si,
bubuk atau po wdcr, spray aeru sul)
Buku obat (ISO)
B askoni
Larutan klorin 0.5% dalam tempatnya
Sabun cuci tangan
Lap handuk
Tempat sampah basah dan keri ng

I. Jenis Obat Topical

Int m irip dengan solusi tapi lebih tebal dan cenderung lebih emollient d i alam
dibandingakan dengan solusi. Biasanya minyak dicampur dengan air dan lebih sering tidak
memiliki alcohol kurang dari solusi. B isa lotion pengeringan jika mereka mengandung jumlah
alkohol t inggi.Ada variasi yang signif ikan dalam bahan dasar lotion generic bila dibandingkan
dengan nama merek lotion.

2. Shake Loéon
Campuran yang memissahkan menjadi dna atau tiga bagian dengan waktu.Sering mi nyak
dicampur dengan dengan solusi berbasis air. Perlu dikocok kedalam suspensis sebelum
digunakan.

3. Cream
Cream lebih tebal daripada lotion,dan memperrtaharikan bentuknya ketika dikeluarkan darri
wadahnya. Hal ini oenderung moderat dalam pelembah keoenderungan. Untuk produk steroid
topical, ininyak dalam air emulsi adalah umum. Krim memiliki resiko yang signif ikan untuk
menyebabkan sensitisasi imunologi karena pengawet. Int memiliki tingkat penerimaan yang
tinggi oleh pasien. Ada vari asi besar dalam bahan, komposisi, pH,dan toleransi anatara merek
generic.

4. Salep
Adalah sebuah homogeny kental, semi pad at persiapan, paling sering, tebal,berminyak
dengan viskositas tinggi, yang dimaksudkan untuk aplikasi ekstemal unNk kulit atau selaput
lendir. Mereka digunakan sebagai pelembab atau unNk aplikasi bahan aktif unNk kulit untuk
Njuan perl indungan, terapi, atau prof i lakssis dan dimana tingkat oklusi yang diingirikan. Salep
digunakan topical pada berbagai permukaan tubuh, ini termasuk kulit dan selaput lender dari
mata (salep mata), vagina, anus, dan hidung. Sebuah salep mungkin atau tidak mungkin obat.
Salep biasanya sangat pelembab dan baik untuk kulit kering. Mereka memiliki resiko
rendah sensitisas akibat beberapa bahan yang luar m inyak dasar atau 1emak,dan resiko iritasi
rendah. Ada sedikit biasanya variabelitas antarra merrek obat generic dan obat —obatan
name brand. Mereka sering tidak disukai oleh pasien karena sifat berminyak.Kendaraan dari
sebuah salep dikenal dengan basis salep. Pemilihan bassa tergantung pada indikasi klinis untuk
salep.

Berbagai jenis basis salep adalah : Hydrrocarbon bases,eg hard paraffm,soft paraffin
Hidrrokarbon, basis,misalnya paraffin keras, paraffin lunak, Absorption bases, eg wool
fat,beeswax Penyerapan bases, misalnya lemak wo1, beeswax,water soluble bases, eg macrogols
200,300,400 Basis lanit dalam air,misa1nya macmgols 200,300,400 Emulsif iying bases, eg
emulsifying wax, centrimide Emulsfying basis, mi salnya lilin, emulsffyinng, centrimide.

Minyak nabati misalnya minyak zaitun, minyak arachis, minyak kelapa obat—obatan yang
terrsebar di pangkalan dan kemudian dapat dibagi setelah penetrasi obat ke dalam kulit. Salep
diruiriuskan dengan hidrofobik, hidmfilik, atau air emulsifying basis untuk memberikan
persiapan yang tidak saling lanit ,lanit, atau emulsiffiable dengan sekresi kulit. Mereka juga bias
berasal dari hidrokarbon(1emak),penyerapan,air —dilepas,atau basa larut dalam air.
A. Keaimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Pemberian obat ssecara topical adalah pemberian obat dengan cara mengoleskan obat pada
permukaan kulit atau membrane Mukosa dapat pula dilakukan melalui lubang anus. obat
yang biasa digunakan untuk pemberian obat topical pada kulit adalah obat yang berbentuk
krim, lotion, atau salep hala ini di lakukan untuk perawatan kulit atau luka atau menurunkan
gejala gangguan pada kulit yang teij adi pada kulit oontoh(lotion)
2. Krim dengan anti biotic sering di gunakan pada luka bakar atau ulkus dekubitus sedangkan
salep dapat digunakan untuk melindungi kulit dari iritasi atau laserasi kulit akibat
kelembaban kulit pada kasus inkontenansia urin atau fekal. bersihkan dan tepuk—tepuk pada
area yang akan di berikan salep.
3. Jenis Obat Topical
Lotion
b. Shake Lotion
c. Cream
d. Salep

B. Saran
Jika terdapat kesalahan pada makalah ini, diharapkan kritikan dan saran dari fbu Dosen dan
teman—teman, agar penulisan makalah kami selanjutnya dapat kami susun lebih baik lagi.
DAFTAR ISI

KATA PEN GANTAR... ...................................................................

DAFTAR Isl... ...............................................................................

BAB 1 PEN DAHU LU AN ..................................................................

A. Latar belakang. . . . . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . ..
B. Rumusan masalah. . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . ..
C. Tujuan. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . ...

BAB 11 PEMBAHA SAN... ..................................................................

BAB Ill PEN U TU P... ........................................................................

A. Kesimpulan.. .. . ... .. . ... .. . ... .. . ... .. . . . . ... .. . ... .. . ... .. . ... .. . ... .. . ... .. . . . . ... ...
B. Sam.. ... .. . . .. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... . . . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . . .. .. . .

DAFTAR PU STAKA... .....................................................................

LAMPIRAN ....................................................................................
KATA PEN€' ANTAR

Assala m u ’alaikum Wr. Wb.


Alha indulillaahirabbil ’alaa iniin, puji syukur scnantiasa ka ini panjatkan keh adirat Allah
SWT, kare n a at as berkat linipah an rahniat, karuni a dan hid ay ah — N yal ah kani i d apat
nicnyelcsai kan niakala h 'PEMB ERlAN OBAT MELALU l KU UT ’. Sclain untuk
nicnicnuhi tu gas Mata Kuliah KETERAMPILAN DASAR PRAKTEK KUN IK 11, niakal ah ini
ju ga disu sun den gan makend agar penibaca d apat nicnipe rlu as ilni u dan pen gctahu an tcntan g
obat kepad a pasicn nielalui kulit. K ani i ju ga nien gucapkan tcrinia kasih yang tak
tcrhin gga kepad a lb u Du scn Mata Kuli ah ke tcrarii pi lan dasar praktek klinik 11 yan g tcl ah
nicnibinibin g kani i. Tak lupa pul a ucapan te rinia kasih kanii sanipai kan kepad a sernu a pih ak
yang telah nicniba ntu kanii d al ani nicnyclcsai kan niakala h ini. Kritik dan saran selalu kani i
butuhka n denii pen ye ni purn aan pcni bu atan niakal ah — niakal ah selanjutny a. Senitiga niakal ah ini
d apat nicnibc ri kan waw asan yang lebih lu as kcpad a penibaca dan d apat bali kita

Wassalainu ’alaiku in Wr. Wb.

R ah a, 25 februari 2fl l3

Pen sun
Tugas kelompok

Dosen : Dina AsminataIia ,S.Kep,Ns

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK X:

1. WIWIN WINARSIH
2. SITTI FATIMAH DELI
3. MUSLIYANINSIH
4. FATMAN SARI

AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA

KABUPATEN MUNA

LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemberian obat secara topical adalah pemberian obat dengan cara mengoleskan obat pada
permukaan kulit atau membran mukosa, dapat pula dilakukan melalui lubang yang terdapat pada
tubuh (anus). Obat yang biasa digunakan untuk pemberian obat topical pada kulit adalah obat
yang berbentuk krim, lotion, atau salep. Hal ini dilakukan dengan tujuan melakukan perawatan
kulit atau luka,atau menurunkan gejala gangguan kulit yang ten adi (contoh : lotion), krim, dapat
mengandung zat anti fungi (jamur), kortikosteroid, atau antibiotic yang dioleskan pada kulit
dengan menggunakan kapas lidi steril. Bersihkan dan keringkan kulit sebelum mengoleskan krim
obat tersebut.
Krim dengan antibiotic sering digunakan pada luka bakar atau ulkus dekubitus.
Sedangkan salep, dapat digunakan untuk melindungi kulit dari iritasi atau laserasi kulit akibat
kelembaban kulit pada kasus inkontenanssia urin atau fekal.Berssihkan dan tepuk—tepuk perlahan
pada area yang diberikan salep.
Obat transdermal adalah obat yang dirancang untuk larut kedalam kulit untuk
mendapatkan efek sistemik. Tersedia dalam bentuk lembaran,lembaran tersebut dibuat dengan
membrane khusus yang membuat zat obat menyerap perrlahan dalam kulit. Lembaran tersebut
juga dapat sekaligus mengontrol frekuensi penggunaan obat selama 24+7 2 jam. Obat tetes atau
salep mata digunakan untuk mengobati iritasi, infeksi,atau glaucoma yang terjadi pada mata.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Bagaimana tekhnik pemberian obat pada kulit ?


2. Apa keuntungan dan kerugian pemberian obat pada kulit ?
3. Apa jenis—jenis obat topikal kulit ?

Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui pemberian obat pada kulit


2. Mengetahui keuntungan dan kerugian pemberian obat pada kulit.
3. Mengetahui jenis—jenis obat topical kulit.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.sc ribd .cunı/duc/443h222 I/pengub atan topi kal
http:// staff.ni .ac.id/intrm al l4I1l 3ti743/nıatc ri a1/dcrmıato terapi — I Û— IÛ—Ûû print .pdf
Hid ayat, A. Azi s. U liy ah Mu srif atul. 2tltlh.NrrrrcmJa i /ca Dn.snr Prnktek Klinik untuk
Krf ›ir/cncn.J ak art a : Salenıba Medika

V amey, Helen. 2tlf lh. Buku Ajnr A.suhnn Kel›irlnnnn jilir l .J akart a. EGC