Anda di halaman 1dari 77

Engine Analysis

daun biru engineering


Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Awal Langkah Ekspansi (Peak Firing Pressure)

Terjadi pembakaran dalam ruang bakar


 Tekanan dan temperatur akan naik.

Engine Analysis
Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Langkah Ekspansi (Kerja)

Engine Analysis
Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Langkah Buang (Blowdown)

Gas hasil pembakaran keluar melalui


Blowdown exhaust valve kemudian akan menuju
turbocharger

Engine Analysis
Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Langkah Isap (Udara masuk)

Vibrasi akibat Exhaust


Valve Menutup

Engine Analysis
Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Awal Langkah Kompresi (Katup Intake Menutup)

Intake valve
menutup

Engine Analysis
Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Akhir Langkah Kompresi (Siklus Lengkap)

Engine Analysis
Pressure dan Vibrasi Mesin Motor 4 Langkah
Akhir Siklus

Engine Analysis
Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Titik Mati Atas-Awal Langkah Isap

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Udara Masuk

Udara segar masuk ke ruang bakar

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Fuel Masuk dan Awal Langkah Kompresi

Udara segar yang masuk ke


ruang bakar mulai dikompres

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Akhir Langkah Kompresi

Fuel dinjeksikan ke dalam ruang


bakar oleh injektor beberapa
derajad sebelum TMA

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Titik Mati Atas (Combustion)

Campuran fuel dan udara mulai


terbakar akibat tekanan dan
temperatur yang tinggi

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Kenaikan Tekanan Akibat Proses Pembakaran

• Terjadi laju kenaikan tekanan


yang tinggi akibat proses
pembakaran.
• Tekanan puncak pembakaran
biasanya terjadi pada 15-20
derajad sesudah TMA
(Tergantung saat mulai
disemprotkannya fuel ke
dalam ruang bakar).

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Langkah Kerja (Ekspansi)

• Proses pembakaran selesai.


• Karena volume chamber membesar
(piston bergerak ke TMB) maka
tekanan ruang bakar turun

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Titik Mati Bawah

Exhaust valve terbuka sebelum piston


mencapai TMB

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Langkah Buang (exhaust)

Pada proses blowdown,


tekanan turun cukup drastis

Engine Analysis
Diagram PV Siklus Motor 4 Langkah
Akhir Siklus

Engine Analysis
Engine Faults

 Kualitas Pembakaran  Kondisi Mekanik


1. Kebocoran valve
1. Ketidakbalansan Tekanan 2. Kebocoran ring
Pembakaran. 3. Kerusakan komponen pada mekanisme buka tutup katup
(clearance, guide, bushing, linkage, rocker arm)
2. Detonasi
4. Keausan pada liner dan ring.
3. Mis-fire. 5. Kerusakan port (pada mesin 2 langkah).
4. Emisi berlebih. 6. Main Bearing.
7. Frame pondasi.
 Performa Operasi 8. Pompa oli, pompa air pendingin.
1. Daya Indikator
2. Torsi
3. Efisiensi
 Ke-ekonomis-an
1. Konsumsi BBM
2. Beaya BBM

Engine Analysis
Pembakaran

 Kasus yang sering dihadapi disebabkan proses


pembakaran yang bervariasi.
 Sebuah engine tidak pernah menghasilkan proses
pembakaran yang sama setiap waktunya.

Engine Analysis
Persamaan Reaksi Pembakaran

 Engine mengkonversi energi kimia dalam fuel


menjadi energi panas.
 Asumsikan rumus kimia fuel menjadi metana(CH4)
 Dengan mereaksikan dengan udara, maka :
CH4 + O2 → CO2 + H2O + kalor
 Hasil yang diperoleh adalah karbondioksida dan uap
air serta melepas panas(kalor) sebesar 1000 BTU/ft3
setiap methane yang direaksikan

Engine Analysis
Pembakaran

 Udara terdiri dari 23% O2 dan 77% N2.


 Kedua zat tersebut ikut dalam reaksi kimia.
 Tidak semua pembakaran berlangsung sempurna,
hal ini menyebabkan terbentuknya emisi gas buang
seperti : NOx, HC, dan partikulat (smoke).

Engine Analysis
Pembakaran
Mengapa proses pembakaran bervariasi?

 Tidak bercampurnya udara dan bahan bakar secara sempurna di


dalam ruang bakar.
 Kesulitan dalam membakar campuran bahan bakar dan udara
yang miskin (lean).
 Rasio campuran bahan bakar udara yang berbeda tiap siklusnya.
 Kualitas bahan bakar.
 Kesalahan timing penyemprotan bahan bakar.
 Keadaaan lingkungan (ambient) yang berbeda-beda.

Engine Analysis
Pembakaran
Dampak Ketika Kualitas Pembakaran Buruk

 Proses pembakaran tidak konsisten, tekanan


pembakaran dapat bervariasi dengan range yang
cukup besar.
 Tekanan yang bervariasi menyebabkan stress yang
diterima mesin menjadi lebih tinggi, baik thermal
stress maupun mechanical stress.
 Umur komponen mesin menjadi lebih pendek.
 Konsumsi bahan bakar meningkat.
 Operation dan maintenance cost meningkat.

Engine Analysis
Pembakaran
Jenis-jenis kegagalan

 Ketidak-balans-an (unbalance)
 Silinder yang mati, tidak mengalami prsoses
pembakaran(Death Cylinders)
 Penyalaan terlalu awal
 Pembakaran yang lemah (soft firing)
 Detonasi.

Engine Analysis
Pembakaran
Balans Tekanan Pembakaran

 Pabrikan membuat mesin untuk beroperasi dengan tekanan dan


temperatur tertentu untuk tiap persen bebannya.
 Silinder dengan tekanan pembakaran yang tinggi mengalami
mechanical dan thermal stress yang lebih tinggi.
 Mesin dengan tekanan pembakaran yang balans akan
mendistribusikan mechanical dan thermal stress yang merata ke
semua silinder. Hal ini akan menyebabkan umur komponen manjadi
lebih panjang dibanding dengan mesin yang tidak balans tekanan
pembakarannya.

Engine Analysis
Engine Balans
Balans Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Engine Balans
Laju Kenaikan Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Engine Balans
Tekanan Pembakaran yang Tidak Balans

Engine Analysis
Engine Balans
Laju Kenaikan Tekanan Pembakaran yang Tidak Balans

Engine Analysis
Detonasi

 Definisi pada dual fuel maupun gas engine detonasi terjadi


ketika laju perambatan pembakaran terlalu cepat sehingga laju
pembakaran tidak terkontrol (uncontroled combustion).
 Pada diesel berbahan bakar HSD(solar) detonasi terjadi ketika
bahan bakar terus disemprotkan, namun tidak terjadi
pembakaan secara stratified, sampai pada suatu saat bahan
bakar dengan jumlah banyak tersebut terbakar secara tiba-tiba
menyebabkan ledakan yang besar.
 Detonasi menyebabkan umur komponen menjadi lebih pendek,
hal ini disebabkan mechanical dan thermal stress yang diterima
komponen lebih tinggi.

Engine Analysis
Detonasi(Gas Engine dan Dual)
Kurva Tekanan Pembakaran

Silinder yang mengalami detonasi pada


kurva lajukenaikan tekanan
pembakaran

Engine Analysis
Soft Firing (Pembakaran Lemah)

 Soft fire ditandai dengan tekanan pembakaran dan laju


tekanan pembakaran yang rendah.
 Penyebab soft fire:
1. Pengabutan bahan bakar yang tidak sempurna.
2. Kualitas bahan bakar yang buruk.
3. Kerusakan pada fuel pump.
4. Waktu penyemprotan bahan bakar yang terlambat
 Jika Pembakaran benar-benar tidak terjadi maka silinder
tersebut disebut mati (dead cylinder).

Engine Analysis
Soft Firing (Pembakaran Lemah)
Kurva Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Soft Firing (Pembakaran Lemah)
Kurva Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Silinder Mati
Kurva Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Silinder Mati
Perbandingan dengan Soft Fire

Engine Analysis
Silinder Mati
Kurva Laju Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Silinder Mati
Kurva Laju dan Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Silinder Mati
Kurva Tekanan terhadap Volume

Engine Analysis
Early Firing (Pembakaran Mula)

 Early Firing terjadi ditandai dengan kenaikan


tekanan pembakaran yang terlalu awal dan
tekanan pembakaran yang tinggi.
 Hal yang menyebabkan terjadinya early firing
adalah:
1. Temperatur udara masuk ke ruang bakar yang
tinggi.
2. Timing penyemprotan bahan bakar yang terlalu
awal.

Engine Analysis
Early Firing (Pembakaran Mula)
Kurva Tekanan Pembakaran

Engine Analysis
Pembakaran
Detonasi, Soft Fire, Silinder Mati pada Diagram PV

Engine Analysis
Pembakaran
Detonasi, Soft Fire, Silinder Mati pada Diagram PT

Engine Analysis
Resume Pembakaran

Macam kelainan pembakaran yang dapat dideteksi :


 Unbalance tekanan pembakaran antar silinder dalam satu mesin
 Detonasi.
 Pembakaran lemah/terlambat.
 Silinder mati
 Early firing (pembakaran mula)
Semua kelainan dianalisis pada diagram PT dan PV.

Engine Analysis
Mekanisme Katup

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Problem yang Sering Terjadi

Mekanik Kebocoran
 Kerusakan rocker arm.  Deposit pada seat.
 Clearance yang tidak sesuai.
 Kegagalan pada seat.
 Kerusakan spring.
 Keausan pada valve guide.
 Keausan pada bushing
rocker arm.

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kesalahan pada clearance valve

 Menyebabkan kesalahan
pada timing buka tutup
valve.
 Dapat menyebabkan
vibrasi tinggi pada saat
valve membuka.
 Dapat menyebabkan
vibrasi tinggi saat valve
menutup, yaitu pada saat
valve duduk pada valve
seat.

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kebocoran Pada Exhaust Valve

1. Kompresi lemah
2. Tekanan puncak
pembakaran rendah
3. Tekanan Ekspansi
rendah.
Temperatur exhaust tinggi

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kesalahan pada Clearance Exhaust Valve

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kebocoran pada Exhaust Valve

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Keausan Pada Rocker Arm

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Keausan Pada Cam Gear

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Keausan Pada Cam Gear

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Keausan Fuel Valve (Pada Gas Engine)

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Keausan Fuel Valve (Pada Gas Engine)

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kesimpulan

Jenis Kegagalan Karakteristik


Normal  Valve terbuka tanpa menimbulkan vibrasi berlebih.
 Vibrasi valve tiap silinder cukup seragam levelnya.
 Valve menutup dengan impak tunggal dan pendek
durasinya.
 Tidak ada kebocoran saat keadaan valve menutup.
Keausan pada  Terjadi multi impak saat valve menutup.
bushing rocker arm  Ada vibrasi berlebih saat valve menutup dan membuka.

Clearance yang  Valve terlambat terbuka dan terlalu cepat menutup.


longgar  Terjadi vibrasi tinggi saat valve menutup.
 Kadang vibrasi tinggi juga terjadi pada saat valve
membuka.

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kesimpulan

Jenis Kegagalan Karakteristik


Kebocoran valve Profil blowby akan terlihat saat tekanan dalam ruang
bakar meningkat.
Kerusakan pada valve Terjadi multi impak dan vibrasi dengan level yang
seat tinggi saat valve menutup, ketika valve bertemu
dengan seat
Dapat terjadi kebocoran (blowby).
Tekanan pembakaran rendah.

Engine Analysis
Mekanisme Valve
Kesimpulan

Jenis Kegagalan Karakteristik


Kerusakan pada  Vibrasi tinggi saat katup menutup dan membuka.
valve spring  Kadang menyebabkan valve terlambat menutup.
Keausan valve guide  Profil vibrasi kasar pada saat valve membuka dan
menutup.
 Terjadi kemacaten valve pada guide.
 Dapat terjadi kebocoran jika valve tidak duduk sempurna
pada seat
Kerusakan pada cam  Vibrasi tinggi saat gigi yang rusak sedang bersentunhan
gear dengan gigi lain.
 Dapat menyebabkan keausan pada cam yang
menyebabkan profil vibrasi yang kasar

Engine Analysis
Piston, Pin, dan Ring
Gambar

Engine Analysis
Piston Slap

 Piston slap terjadi ketika bagian bawah dari piston


(piston skirt) menumbuk liner.
 Terjadi sesaat setelah tekanan puncak pembakaran,
piston mengalami gaya pada arah samping (side
forces) yang menyebabkan impak pada liner.
 Keadaan akan lebih parah jika clearance pada sisi
atas lebih besar lagi karena keausan pada liner.

Engine Analysis
Piston Slap
Piston Slap Pada Vibrasi Frekuensi Rendah

Engine Analysis
Piston Slap
Piston Slap Pada Vibrasi Frekuensi Rendah

Engine Analysis
Piston Rods

 Clearance yang berlebih pada wrist pin dan


connecting rod bearing dapat menyebabkan impak
pada bushing piston pin.
 Pada motor 4 langkah spike vibrasi pada sekitar
TMA
 Pada motor 2 langkah spike vibrasi terjadi pada
sekitar TMB
 Lokasi terjadinya spike vibrasi dapat bervariasi dari
satu siklus ke siklus selanjutnya.

Engine Analysis
Piston Rods
Beban Wrist Pin Pada Motor 4 Langkah

Engine Analysis
Piston Rods
Beban Wrist Pin Pada Motor 2 Langkah

Engine Analysis
Piston Rods
Vibrasi Akibat Keausan Wrist Pin (Motor 4 Langkah)

Engine Analysis
Ring Piston
Scuffing dan Scoring

 Adanya dinamika aliran gas ketika tekanan silinder


sedang tinggi mengindikasikan terjadinya blowby.
 Hati-hati, sebab kebocoran tersebut dapat berasal
dari ring piston ataupun kebocoran valve.
 Blowby dalam keadaan normalpun dapat
meningkatkan tekanan crankcase.

Engine Analysis
Liner
Scuffing dan Scoring

 Scuffing/scoring dideteksi dengan adanya spike


vibrasi di sekitar TDC. Pada mesin 2 langkah ring
piston melewati titik yang sama sebanyak 2 kali,
sedangkan pada mesin 4 langkah sebanyak 4 kali.
 Keausan pada liner seringkali pertama terjadi pada
bagian atas, dimana terjadinya lokasi puncak tekanan
pembakaran.
 Keausan liner dapat menyebabkan blowby berlebih
dan meningkatkan tekanan crankcase.

Engine Analysis
Liner
Liner Groove

Engine Analysis
Liner
Liner Groove

Engine Analysis
Liner
Crosstalk dari Exhaust Silinder #3

Engine Analysis
Liner
Keausan Pada Liner

Engine Analysis
Liner
Keausan Pada Liner (di-cek dengan unphased cursor)

Engine Analysis
Liner
Keausan Pada Liner

Engine Analysis
Liner
Keausan Pada Liner

Engine Analysis