Anda di halaman 1dari 8

TUGAS IPA

PESAWAT SEDERHANA

DI SUSUN OLEH
KELOMPOK 1

1. FITRIA NINGSIH
2. AMELIA
3. UNIKAH
4. SOPANDI

SMP NEGERI 1 JAWILAN


2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
tentangPesawat Sederhana ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya.

Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan dan pengetahuan kita terhadap apa saja yang termasuk dalam pesawat
sederhan dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga makalah ini dapat dipahami oleh pembaca. Sebelumnya penulis


mohon maaf apabila terjadi kesalahan yang kurang berkenan. Serta penulis menerima
kritik dan saran yang membangun demi kebaikan demi perbaikan ke arah yang lebih
baik.

Serang, Agustus 2018

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Manusia diberi anugerah akal oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan akalnya
manusia dapat mengembangkan dirinya, bekerja mengolah dan mengelola alam, yang
semuanya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, berkembang pula ilmu pengetahuan


manusia. Dengan segala kemampuan daya akalnya, manusia berusaha mencari,
menemukkan, dan menciptakan teknologi untuk menunjang kehidupannya dimuka
bumi ini. Salah satunya adalah menemukan dan menciptakan alat untuk meringankan
dan memudahkan pekerjaan manusia yang disebut dengan pesawat.

Dengan pesawat beban manusia dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan


hidupnya menjadi semakin ringan dan mudah manusia tidak perlu lagi mengeluarkan
energi yang besar sehingga menguras dan menghabiskan tenaga atau energinya ketika
bekerja.

Penggunaan pesawat ini banyakl kita jumpai dalam kehidupan manusi sehari-
hari. Misalnya, ketika memotong kita menggunakan pisau atau gunting, tukang kayu
mencabut paku dengan palu pencabut paku, orang menaikkan drum minyak ke atas
truk dengan papan atau bidang miring, orang membuat tangga pada rumahnya yang
berlantai dua, orang menggunakan katrol ketika mengambil air dari dalam sumur, dan
sebagainya.

Pesawat yang digunakan manusia untuk mempermudah dan meringankan


pekerjaannya ada dua macam, yaitu pesawat sederhana dan pesawat rumit. Dalam
makalah ini akan dibahas tentang pesawat sederhana.
BAB II

PEMBAHASAN
A. Pesawat Sederhana
Pesawat terbang adalah sebuah alat yang dibuat dan dalam penggunaannya
menggunakan media udara. Pengertian pesawat terbang juga dapat diartikan sebagai
benda-benda yang dapat terbang, baik benda tersebut lebih ringan daripada udara
ataupun yang lebih berat daripada udara. Tentang bagaimana benda-benda tersebut
dapat terbang tentunya ada suatu sifat tersendiri dari benda tersebut, sehingga dapat
diterbangkan. Biasanya sifat tersebut dapat timbul sebagai akibat dari adanya udara,
atau dapat diartikan pesawat dapat terbang di udara karena adanya udara.

Prinsip tentang benda-benda yang dapat bergerak atau gaya-gaya yang timbul
akibat pergerakkan antara suatu benda dengan udara dipelajari di dalam
Aerodinamika. Aero berasal dari bahasa Yunani artinya udara, pesawat terbang, atau
penerbangan bahkan juga Ilmu Keudaraan (Ilmu Penerbangan). Dinamika berasal
dari bahasa Yunani artinya kekuatan atau tenaga, ilmu yang menyelidiki benda-benda
bergerak serta gaya yang menyebabkan gerakan benda tersebut.

Jadi, pengertian ilmu penerbangan (aerodinamika) berarti ilmu pengetahuan yang


mempelajari tentang akibat-akibat yang ditimbulkan udara atau gas-gas lain yang
bergerak.

B. Jenis Pesawat Sederhana

1. Pengungkit

Pengungkit atau disebut juga tuas merupakan pesawat sederhana yang paling
sederhana. Pengungkit ini terdiri dari sebuah batang kaku (misalnya logam, kayu,
atau batang bambu) yang berotasi di sekitar titik tetap yang dinamakan titik tumpu.
Selain titik tumpu yang menjadi tumpuan bagi pengungkit, ada dua titik lain pada
pengungkit, yaitu titik beban dan titik kuasa. Titik beban merupakan titik dimana
kita meletakkan atau menempatkan beban yang hendak diangkat atau dipindahkan,
sedangkan titik kuasa merupakan titik dimana gaya kuasa diberikan untuk
mengangkan atau memindahkan beban.

Pengungkit biasa juga disebut dengan TUAS. Pengungkit merupakan salah satu
alat pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut atau
mengangkat benda. Pengungkit terdiri dari tiga bagian,yaitu:
a. Titik Tumpu disebut juga dengan titik fulkrum, yaitu titik tempat batang
ditumpu atau diputar.

b. Titik Beban yaitu bekerjanya beban.

c. Titik Kuasa yaitu bekerjanya gaya.

Jenis Pengungkit dapat dikelompokkan berdasarkan letak titik tumpu,

lengan kuasa, dan lengan beban.

a. Pengungkit Jenis Pertama


Pengungkit jenis pertama (disebut juga pengungkit kelas 1) memiliki letak titik
tumpu (T) yang berada diantara titik beban (B) dan titik kuasa (K). Bentuk ini adalah
bentuk dasar atau bentuk paling umum dari sebuah pengungkit. Contohnya adalah
jungkat-jungkit, gunting, tang, palu,linggis, dan sejenisnya.

b. Pengungkit Jenis Kedua


Pengungkit jenis kedua (disebut juga pengungkit kelas 2) memiliki letak titik beban
(B) yang berada diantara titik kuasa (K) dan titik tumpu (T). Contoh pemanfaatan
pengungkit jenis kedua diantaranya gerobak dorong, pembuka botol, pemecah kemiri,
dan sejenisnya.
c. Pengungkit jenis ketiga (disebut juga pengungkit kelas 3) memiliki letak titik kuasa
(K) yang berada diantara titik beban (B) dan titik tumpu (T). Contoh pemanfaatan
pengungkit jenis ketiga diantaranya pinset, stapler, alat pancing, termasuk lengan
Anda, dan sejenisnya.

1. Katrol
Katrol merupakan pesawat sederhana yang terdiri dari sebuah roda atau piringan
beralur dan tali atau kabel yang mengelilingi alur roda atau piringan tersebut. Ditinjau
dari cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit, karena pada katrol juga
terdapat titik tumpu, titik kuasa, dan titik beban. [5]
Berdasarkan susunan tali dan rodanya, katrol dibedakan menjadi katrol tetap,
katrol bebas, dan katrol majemuk.
a. Katrol Tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berubah ketika digunakan.
Biasanya posisi katrolnya terikat pada satu tempat tertentu. Titik tumpu sebuah katrol
tetap terletak pada sumbu katrolnya. Contoh pemanfaatan katrol tetap adalah pada
alat penimba air sumur dan katrol
pada tiang bendera.
b. Katrol Bebas
Katrol bebas merupakan katrol yang posisi atau kedudukannya berubah ketika
digunakan. Artinya, katrol bebas tidak ditempatkan di tempat tertentu, melainkan
ditempatkan pada tali yang kedudukannya dapat berubah. Contoh pemanfaatan katrol
bebas adalah pada alat pengangkat peti kemas.[6]
c. Katrol Majemuk atau Sistem Katrol
Katrol majemuk merupakan perpaduan antara katrol tetap dan katrol bebas. Kedua
katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol
bebas dan salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Bila ujung tali
yang lain ditarik, maka beban akan Terangkat.

2. Bidang Miring

Bidang Miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu sudut, yang
bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal. Salah satu contoh bidang
miring adalah tangga yang biasa kamu naiki. Jika kamu menaiki tangga yang sangat
curam, kamu pasti akan merasa lebih berat untuk mengangkat kakimu dan kamu
memerlukan tenaga yang lebih besar. Jika kamu menaiki tangga yang sangat landai,
kamu pasti akan merasa lebih ringan untuk mengangkat kakimu dan kamu
memerlukan tenaga yang lebih kecil. Tetapi jika terlalu landai, jarak yang harus kamu
tempuh akan semakin jauh.[8]

Contoh lain dari bidang miring, yaitu: Jalan berkelok pada bukit, papan miring
untuk menaiki drum ke bak mobil dan sekrup.

3. Roda dan Poros

Roda dan poros merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang terdiri dari
dua buah silinder dengan jari-jari yang berbeda dan bergabung di pusatnya. Silinder
berjari-jari besar dinamakan roda dan silinder berjari-jari kecil dinamakan poros.

Roda digunakan untuk memindahkan benda agar lebih ringan, roda memiliki
sebuah poros dan bisa berputar pada porosnya. Salah satu contoh roda adalah roda
sepeda yang biasa kamu naiki.

Roda dan poros bekerja dengan cara mengubah besar dan arah gaya yang
digunakan untuk memindahkan (dalam hal ini, memutar) sebuah benda. Contoh
penerapan roda dan poros dalam kehidupan diantaranya pemutar keran air, pegangan
pintu yang bulat, obeng,roda pada kendaraan, setir kendaraan, alat serutan pensil, bor
tangan, dan sejenisnya.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pesawat digunakan manusia untuk memudahkan pekerjaan. Ada dua jenis
pesawat yaitu pesawat sederhana dan pesawat rumit. Pesawat sederhana ada empat
macam, yaitu tuas atau pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda.

Tujuan menggunakan pesawat sederhana adalah untuk melipatgandakan gaya


atau kemampuan, mengubah arah gaya, dan memperbesar kecepatan ketika
menempuh jarak yang lebih jauh.

Pesawat sederhana bukan untuk menciptakan gaya atau menyimpan gaya, tapi
untuk memudahkan dan meringankan pelaksanaan pekerjaan. Aplikasi pesawat
sederhana dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai. Contohnya gunting,
pemecah kemiri, gerobak dorong, pisau, tangga, katrol penimba air, sepeda, jam,
mobil truk, dan mobil derek.

B. Saran
Demikianlah makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas konsep dasar IPA.
Apabila ada kesalahan dalam pembuatan makaah kami, kami mohan maaf. Kritik dan
saran sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Pesawat Sederhana Kelas VIII SMP diakses di http://fisikastudycenter.com/fisika-


smp/59-pesawat-sederhana-kelas-viii-smp-pdf

Direktori FMIPA UPI, Pesawat


Sederhana Diakses dihttp://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/
195107261978032-
FRANSISCA_SUDARGO/7._Model_Buku_IPA_SMP_%28Revisi-
2007%29/02._Kelas_VIII/Bab._15-VIII_Pesawat_Sederhana_%28Made%29.pdf

Purnawati, Dewi. Bab 7 Usaha energi dan pesawat terbang diakses


dihttp://dewipurnawati1.weebly.com/uploads/7/3/1/6/7316436/bab_7_usaha_energi_
dan_pesawat_sederhana.pdf

BBM _5 (Pesawat_Sederhana)_KD_FISIKA_pdf

M.Zainuri, Pesawat Sederhana diakse


dihttp://skp.unair.ac.id/repository/GuruIndonesia/PesawatSederhana_m.zainuri_174.p
df