Anda di halaman 1dari 12

SUSUNAN DAN TATA LETAK DAUN PADA BATANG

Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku-bukuB (ambusa sp),
sedangkan bagian batang antara dua buku-buku disebut dengan ruas. Tata letak daun yaitu
aturan letak daun-daun yang duduk pada batang tumbuhan. batang (nodus), bagian ini sering
terlihat sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu
cincin, contohnya pada bambu. Untuk mengetahui bagaimana tata letak daun pada batang,
maka harus ditentukan dahulu berapa jumlah daun pada satu buku-buku batang. A. Tiap
buku-buku hanya terdapat satu daun saja Jika dalam tiap buku hanya ada satu daun saja
dinamakan: Tersebar (Folia sparsa). Dalam tata letak daun ada suatu deretan rumus yang
memperlihatkan sifat yang berkarakter yang oleh penemunya dinamakan Deret Fibonacci.
Rumus-rumusnya yaitu: 1. Rumus Daun atau Disvergensi: jika untuk mencapai daun yang
tegak lurus dengan daun pertama tadi mengelilingi batang a kali, dan jumlah daun yang
dilewati selama itu adalah b, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan
pecahan a/b. 2. Ortostik: daun yang berada pada posisi vertikal pada daun yang tersusun
secara spiral. 3. Spiral Genetik: tumbuhan yang hanya membentuk satu daun pada tiap nodus,
membentuk primordia daun dalam pola tertentu sehingga susunan daun berbentuk heliks. 4.
Sudut Divergensi: sudut yang terbentuk antara bidang tegak melalui sehelai daun dengan
bidang tegak melalui helai daun berikutnya. Besarnya sudut divergensi antara daun yang
berurutan tidak menghalangi jalannya sinar matahari bagi daun yang lain. Pada tumbuhan
dengan tata letak daun tersebar, kadang-kadang terlihat duduk daun rapat berjejal-jejal karena
ruas-ruas batang sangat pendek, sehingga duduk daun pada batang tampak hampir sama
tinggi, dan sangat sukar untuk menentukan urutan daun tua dan muda. Daun-daun yang
mempuyai susunan demikian disebut: roset (rosula). Roset ada 2 macam : a. roset akar, yaitu
jika batang sangat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal diatas tanah, misal pada lobak
(Raphanus sativus L.) dan tapak liman (Elephantopus scaber L.). b. roset batang, jika daun
yang rapat berjejal-jejal itu terdapat pada ujung batang, misal pada pohon kelapa (Cocos
nucifera L.) dan bermacam –macam palma lainnya. Pada cabang-cabang yang mendatar atau
serong keatas, daun-daun dengan tata letak ter-sebar dapat teratur sedemikian rupa pada suatu
bidang datar, dan membentuk suatu pola seperti mosaik (pola karpet) yang disebut mosaik
daun. B. Pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun Pada setiap buku-buku terdapat 2
daun yang berhadapan. Pada buku-buku batang berikutnya biasanya kedua daunnya bersilang
dengan dua daun yang dibawahnya tadi. Tata letak daun yang demikian ini dinamakan :
berhadapan-bersilang (folia opposita atau folia decussata), misal pada mengkudu (Morinda
citrifolia L.), soka (Ixora poludosa Kurz.), dll. C. Pada tiap bulu-buku batang terdapat lebih
dari dua daun Tata letak daun yang demikian ini dinamakan : berkarang (Folia verticillata)
contoh pada pohon pulai (Alstonia scholaris R.Br.), alamanda (Allamanda cathartica L.),
oleander (Nerium oleander L.). D. Spirostik dan Parastik Spirostik terjadi karena
pertumbuhan batang tidak lurus tetapi memutar. Akibatnya ortostiknya ikut memutar dan
berubah menjadi spirostik, contohnya : - Pacing (Costus speciosus Smith), mempunyai satu
spirostik. - Bupleurum falcatum, mempunyai dua spirostik. - Pandan (Pandanus tectorius
Sol.), memperlihatkan tiga spirostik. Parastik yaitu urutan/barisan melengkung dari primordia
yang sedang tumbuh. Contohnya pada tumbuhan yang letak daunnya cukup rapat: kelapa
sawit (Elaeis guinensis), duduk daun seakan-akan menurut garis-garis spiral ke kiri atau
kekanan.Tampaknya lalu ada dua spiral ke kiri dan kekanan.
STRUKTUR MORFOLOGI PERBUNGAAN

Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di
samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan
mahluk hidup. Setiap tumbuhan memiliki akar, batang dan daun. Masing-masing memiliki
fungsi utama dalam pertumbuhan sebuah tumbuhan. Selain memiliki ketiganya, tumbuhan
juga memiliki bunga.
Bunga adalah bagian tanaman yang mengandung struktur alat perbanyakan generatif.
Berdasarkan tipenya, bunga dibagi menjadi bunga tunggal dan bunga majemuk. Pada bunga
tunggal, satu tangkai hanya mendukung satu bunga, sedangkan pada bunga majemuk, satu
tangkai mendukung banyak bunga. Pada umumnya bunga memiliki 4 organ utama, yaitu:
kelopak (kaliks), mahkota (corola), benang sari (andresium) dan putik (gynesium). Benang
sari terdiri dari tangkai sari (filament), putik (stigma), tangkai putik (style), dan bakal buah
(ovary).
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dapat digolongkan kedalam :bunga
lengkap, yaitu bunga yang memiliki keempat organ bunga (kelopak, mahkota, benang sari
dan putik); dan bunga tak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih
organ bunga tersebut Kita tidak akan mengetahui secara jelas atau detail tentang bagian
masing – masing bunga, jika tidak melakukan penelitian. Maka dari itu, pada praktikum kali
ini, akan dibahas sedikit banyak tentang morfologi bunga tunggal (Planta uniflora) dan bunga
majemuk (Planta multiflora)..

BAB II
KAJIAN TEORI
Akar, batang, daun, serta bagian – bagian tumbuhan lainya yang telahdibicarakan di
muka, merupakan bagian – bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan
kehidupan (untuk penyerapan makanan, pengolahan bahan – bahan yang diserap menjadi
bahan – bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan hidupnya: pernapasan,
pertumbuhan, dll) tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat – alat
tersebut seringkali dinamakan pula alat – alat pertumbuhan Atau alat- alat vegetatif.
Sebelum suatu tumuhan mati, biasanya tumbuhan telah dihasilkan suatu alat, yang
nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat – alat yang demikian dinamakan alat
perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan dalam 2 golongan: yang
bersifat vegetatif dan yang bersifat generatif. Alat perkembangbiakan generatif, bentuk dan
susunannya berbeda – beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji,
alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Oleh
sebab itu suatu tumbuhan berbiji, jika suda tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga.
Pada bunga inilah terdapat bagian – bagian yang setelah terjadi peristiwa –peristiwa yang
disebut: persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang
kita sebut buah, yang di dalamnya terkandung biji, dan biji inilah yang nanti akan tumbuh
menjadi tumbuhan baru dapatlah dimengerti sekarang , bahwa bunga merupakan suatu bagian
tumbuhan yang amat penting. Seperti yang telah berulang kali diketengahka, bagian pokok
tubuh tumbuhan hanya ada tiga macam, yaitu akar, batang, dandaun, dan setiap bagian
lainnya hanya merupakan penjelmaan ketiga bagian pokok tersebut. Jadi bunga sebagai suatu
bagian tumbuhan harus pula merupakan suatu penjelmaan salah satu atau kobinasi ketiga
bagian pokok tadi, yang memang demikianlah keadaanya. Dalam uraian mengenal kuncup,
telah kita ketahui bahwa ada kuncup yang dapat menjadi bunga yaitu kuncup bunga (
alabastrum atau gema florifera), ada pula yang hanya merupakancabangbaru, ada pula yang
menjadi cabang baru dengan bunga.
Jika memerhatikan susunan suatu bunga , mudahlah diketahui bahwa bunga adalah
penjelmaan suatu tunas (batang dan daun – dau) yang bentuk, warna, dan susunannya
disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung
penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan alat – alat perkembangbiakan.
Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya lalu
berhenti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar bunga, sedang daun daunya sebagian
tetapbersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya saja yang berubah, dan sebagian
lagimengalami metamorfosis menjadi bagian – bagian yang memainkan peranan dalam dalam
peristiwa – peristiwa yang akhirnya akan menghasilkan calon individu baru. Berhubung
dengan berhentinya pertumbuhan batang, maka ruas – ruas menjadi amat pendek, sehingga
bagian bunga yang merupakan metamorfosis daunnya tersusun amat rapat satu sama lain,
bahkan biasanya bagian – bagian tadi tampaknya seakan – akan tersusun dalam lingkaran –
lingkaran. Bertalian dengan letak dan susunan bagian- bagian bunga dibedakan:
a. Bnga yang bagian – bagiannya tersusunmenurut garis spiral (acyclis), misalnya bunga
cepaka Michella champaka L.)
b. Bunga yang bagian – bagiannya tersusun dalam lingkaran –lingkaran (cyclis), misalnya:
bunga terong Solanum melongena L.), bakung (Hymenocallis littoralis Salisb.)
c. Bunga yang sebagian bagian – bagiannya duduk dalamlingkaran, dan sebagian lain terpancar
atau menurut garis spiral (hemicyclis).misalnya bunga sirsat (Anona muricata L.).
Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan, pada bunga terdapat sifat – sifat yang
merupakan penyesuaian untuk melaksanakantugasnya sebagai penghasil alat
perkembangbiakan yang sebaik –baiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat – sifat yangamat
menarik ialah :
 Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian – bagiannya
 Warnanya
 Baunya
 Ada dan tidaknya madu atau zat lain.
Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan
Pada suatu tumbuha, ada kalanya hanya terdapat satu bunga saja, misalnya bunga
coklat (Zephyranthus rosea Lindl), tetapi umumnya pada suatu tumbuhan dapat ditemukan
banyak bunga.tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja biasanya bunga itu
terdapat padaujung batang, jika bunganya banyak,dapat sebagian bunga – bunga tadi terdapat
dalam ketiak –katiak daun dan sebagian pada ujung batang – batang ataucabang- cabang. Jadi
menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapatmembedakan:
a. Bunga pada ujung batang (flos terminalis),misalnya bunga coklat tadi,kemban merak
(Caesalpinia pulcherrima Swartz)
b. Bunga d ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya pada kembangsepatu
(Hibicus rosa-sinensis L.)
Selain dari itu pada suatu tumbuhan dapat kita lihat, bahwa bunganya yang besar jumlahnya
itu , dapat:
 Terpencar atau terpisah – pisah (flores sparsi), misalnya pada kembang sepatu tadi.
 Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka raagam. Suatu
rangkaian bunga dinamakan pula: bunga majemuk (anthotaxis atau inflorescentia), misalnya
pada kembang merak tersebut di atas.
BUNGA MAJEMUK (Anthotaxis, Inflorescentia)
Suatu bunga majemuk harus dapat dibedakan dari cabanga yang mendukung sejumlah
bunga diketiaknya. Pada suatu cabang dengan sejumlah bunga di ketiak jelas kelihatan,
bahwa di antara bunga - bunganya sendiri yang terdapat pada cabang – cabang itu terdapat
daun – daun biasa yang berguna untuk berasimilasi. Pada suatu bunga majemuk sumbu yang
mendukung bunga – bunga yang telah berkelompok itu tidak lagi berdaun, atau jika ada
daunnya, daun – daun taditelah mengalami metomorfosis dan tidak lagi berguna untuk
sebagai alat untuk asimilasi. Walaupun demikian menurut kenyataanya sering kali tidak
mudah untuk membedakan suatu bunga majemuk dari cabang yang mempunyai bunga –
bunga di ketiak daunya.
Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat kita bedakan bagian – bagian berikut:
A. Bagian – bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu:
a. Ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis atau rhacis), yaitu bagian yang
biasanya merupakan terusanbatang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi. Ibu
tangkai ini dapat bercabang, dan cabang – cabangnya bercabanglagi, dapat pula sama sekali
tidak bercabang.
b. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
c. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga, yang mendukung bagian – bagian
bunga lainya.
B. Bagian – bagian yang bersifat seperti daun, a.l.:
a. Daun – daun pelindung (bractea), yaitu bagian – bagian serupa daun yang dari ketiaknya
muncul cabang – cabang Ibu tangkai atau tangkaibunganya,
b. Daun tangkai (bracteola) yaitu satu atau dua daun kecil yangterdapat pad tangkai bunga.
Pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) biasanya terdapat dua daun tangkai yang letaknya
tegak lurus pada bidangmedian, sedang padatumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae)
hanya terdapat satu daun tangkai dan letaknya di dalam bidang median,di bagian atas tangkai
bunga.
c. Seludang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar , yang seringkali menyelubungi
seluruh bunga majemuk waktu belu mekar, misalnya terdapat pada bunga kelapa (Cocos
nucifera L.), iles – iles (Amorphophallus variabilis BI.)
d. Daun – daun pembalut (bractea involucralis, involucrum)yaitu sejumlah daun – daun
pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran, terdapat di bawah kelopak, misalnya pada
bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinesis L.), kapas (Gossypium sp)
e. Daun – daun kelopak (sepalae)
f. Daun – daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
g. Daun – daun tenda bunga (tepalae), jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya
h. Benang – benang sari (stamina)
i. Daun – daun buah (carpella)
Bunga majemuk dibedakan menjadi tiga golongan:
a. Bunga majemuk tak terbatas (inflorecentia racamosa, inflorescentia botryodies atau
inflorescentia centripetala), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus
dengan cabang –cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan
“acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan dengan ujung ibu tangkai), dan bunga –
bunga pada buna majemuk ini mekar berturt – turutdari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai
tak mendukung suatu bunga, tampaknya seakan – akan bunga majemuk ini tidak terbatas, lagi
pula jika dilihat dari atas, nampka bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir
mekarnya ialah bunga yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari pinggir
menuju ke pusat itulah maka bunga majemuk yang bersifat demikian ini dinamakan:
inflorescentia centripetala. Bunga majemuk tak terbatas terdapat misalnya pada: kembang
merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.), mangga (Mangifera indica L.),
b. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau inforescentia centrifuga,
inforescentia definita), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup
dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertubuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini
dapat pula bercabang –cabang, dan cabang – cabang tadi seperti ibu tangkainya juga selalu
mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk yang berbatas bunga yang
mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokokatau ibutangkainya, jadi dari tengahke
pinggir (jika dilihat dari atas), oleh sebab itu dinamakan: inflorescentia centrifuga
c. Bunga campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik
sifat – sifat bunga majemuk terbatas maupun sifat buga majemuk tak terbatas. Suatu bunga
majemuk yang merupakan campuran antara sifat- sifat bunga majemuk berbatas dengan tidak
berbatas. Bunga joharmisalnya, ibu tangkai mengadakan percabangan seperti pada suatu
malai. Namun cabang – cabangnya bersifat seperti malai rata.

Bagian – bagian bunga


Bunga pada umumnya mempunyai bagian – bagian berikut:
a. Tangkai bunga (pedicellus), yaitubagian bunga yang masih jelas bersifat batang,padanya
seringkaliterdapat terdapat daun – daun peralihan, yaitu bagian – bagian yang menyerupai
daun, berwarna hijau yang seakan- akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan
bunga.
b. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas –ruas
yang amat pendek, sehingga daun – daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi
bagian – bagian bunga yang duduk amatt rapatsatu sama lainbahkan biasanya lalu tampak
duduk dalam satu lingkaran.
c. Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang
masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang- tulang atau urat – urat yang masih jelas.
Biasanya hiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang masing – masingduduk
dalam satu lingkara. Jadi bagian – bagian hiasan bunga itu umumnya tersusun dalam dua
lingkaran:
1. Keloak (kalyx) yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna
hijau, sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yangmelindungi kuncup tadi
terhadap pengaruh – pengaruh dari luar. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (sepala).
Daun – daun kelopak pada bunga dapat berlekatan satu sama lain, dapat pula terpisah – pisah.
2. Tajuk bunga ataumahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada
lingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya
merupakan warna bunga. Mahkota bunga bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petala),
yang seperti halnya dengan daun – daun kelopak dapat berlekatan atau tidak..
Pada suatu bunga seringkali tidak kita dapati hiasan bunganya. Unga yang demikian
dinamakan bunga telanjang (Euphorbia hirta L.) atau hiasan bunga tadi tidak dapat
dibedakan dengan kelopak dan mahkotanya,dengan perkaaan lain kelopak dan mahkotanya
sama. Baik bentuk maupun warnanya,. Hiasan bunga yang demikian sifatnya dinamakan:
tenda bunga (perigonium), yang terdiri atas sejumlah daun tenda bunga (tepala) , misalnya
pada bunga sungsang (Gloriosa superba L.), lilia gereja (Lilium longiflorum Thumb)
d. Alat – alat kelamin jantan (androecium), bagian ini sesungguhnya juga merupakan
metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.Androecium tersiri atas sejumlah benang
sari (stamen). Pada bunga benang - benangsarinya dapat puala bebas atau berlekatan. Ada
yang tersusun dalam satu lingkaranadapula yangtersusun dalam dua lingkaran. Pada bagian
ini merupakan penjelmaan daun, masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih. (Canna
hybrida Hort.) yang benang sarinya yangmandul berbentuk lembaran - lembaran menyerupai
daun – daun mahkota.
e. Alat - alat kelamin betina (gynaecium) yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya
disebut denganputik (pistillum). Putik juga terdiri atas metamorfosis daun yang disebut daun
buah (carpella). Pada bunga dapat ditemukan satu atau bebrapa putik, dan setiap putik terdiri
atas beberapa daun buah. Kalau ada beberapa daun buah, maka biasanya semua akan tersusun
lingkaran bagian – bagian bunga yang terakhir.
Melihat bagian – bagian yang terdapat pada bunga (tangkai dan dasar bunganya tidak
diperhitungkan ), maka bunga dapat dibedakan dalam:
1. Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completusl ), yang terdiri atas: 1 lingkaran daun –
daun kelopak, 1 lingkaran daun – daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benang- benang sari dan
satu lingkaran daun – daun buah. Bunga yang bagian- bagiannya tersusun dalam 4 lingkaran
dikatakan: bersifat tetrasiklk, dan jika bagian – bagiannya tersusun dalam lima lingkaran:
pentasiklik.
2. Bunga tidak lenggkap atau bunga tidak sepurna (flos incompletus), jika salah satu bagian
hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak mempunyai
hiasan bunga, maka bunga itu disebut telanjang (nudus), jika hanya mempunyai hanya salah
satu dari kedua macam alat kelaminnya, dinamakanberkelamin tunggal (unisexualis).
Bunga yang mempunyai tenda bunga (perigonium), jadi jika kelopak dan mahkotanya sama
bentuk maupun rupanya, seringkali dianggap sebagaibunga yang tidak lengkap pula.
Simetri pada Bunga
Simetri adalah sifat suatu benda atau badan yang juga biasa disebut untuk bagian –
bagian tubuhtubuhan (batag, daun, maupun bunga), jika benda tadi oleh sebuah bidang dapat
dibagimenjadi dua bagian, sedemikian rupa, sehingga kedua bagian itu saling dapat
menutupi. Jadi seandainya bidang itu kita jadikan tempat untuk melipat, maka benda tadi
dapat dijadikan suatu benda yangyang setangkup atau simetris. Dapat pula dikatakan
demikian: bidag pemisah tadi dapatdianggap merupakan sebuah cermin datar dan bagian
yang satu merupakan bayangan cermin bagian lainnya. Bidang yang daat dibuat untuk
memisahkan suatu benda dalam dua bagian yang satu sama lain merupakan bayangannya
dalam cermin datar tadi dinamakan, bidang simetri.
Bunga sebagai suatu bagian tubuh tumbuhan dapat pula mempunyai sifat tersebut
diatas, dan bertalian dengan simetri itu dapat dibedakan menjadi bunga yang:
a. Asimetris atau tidak simetris, jika pada bunga hanya dapat dibuat satu bidang simetri dengan
jalan apapun juga, misalnya bunga tasbih (Canna hybrida Hort.)
b. Setangkup tanggal ( monosimetris atau zygomorphus), jika pada bunga hanya dapat dibuat
satu bidang simetri saja yang membagi bunga tadi menjadi dua bagian yang setangkup. Sifat
ini biasanya ditunjukkan dengan lambang anak panah.
Bergantung pada letaknya bidang simetri,bunga yang simetri dapat dibedakan lagi dalam
3 macam:
1. Setangkup tegak, jika bidang simetrinya berimpit dengan bidang median,misalnya, bunga
telang (Clitoria ternatea L)
2. Setangkup mendatar, jika bidang simetrinya tegak lurus pada bidangmedian, dan tegak lurus
pula pada arahvertikal, misalnya bunga Corydalis.
3. Setangkup miring, jika bidang simetrinya memotong bidangmedian denga sudut yang lebih
kecil (lebih besar) dari 900 misalnya bunga kecubung (Datura metel L.)
c. Setangkup menurut dua bidang (bilateral simetris atau disimetris), dapat pula dikatakan
setangkup ganda, yaitu setangkup bunga yang dapat dijadikan dua bagian yang setangkup
menurt dua bidang simetri yang tegak lurus satu sama lain,misalnya bunga lobak (Rothanus
sativus L.) dan bunga tumbuuhan lain yang sesuku (Cruciferae)
d. Beraturan atau bersimetri banyak (polysimetris, regularis, atauactinomorphus), yaitu jika
dapat dibuatbanyak dibidang simetri untuk membagi bunga itu dalam dua bagiannya yang
setangkup, misalnya bunga lilia gerej (Lilium longiflorum Thunb). Bunga yang beraturan
seringkali ditunjukkan dengan lambang bintang.

STRUKTUR MORFOLOGI BUAH DAN BJJI

Struktur Buah dan Biji


Struktur Morfologi Buah
1. Buah Sejati
Buah sejati dapat dibedakan menjadi buah sejati tunggal kering, buah sejati tunggal
berdaging, buah sejati ganda, dan buah sejati majemuk.

Buah sejati tunggal kering terdiri atas buah padi atau kariopsis, kurung atau akenium, keras
atau nut, samara, berbelah atau schizocarp, kendaga atau rhegma, dan buah kotak. Buah kotak
meliputi buah bumbung atau follicle, polong atau legume, loment, lobak atau silique, lobak
pendek atau siliqle dan buah kotak sejati atau capsule.

Buah sejati tunggal berdaging meliputi buah buni atau berry, mentimun atau pepo, jeruk atau
hesperidium, batu atau drupe, dan delima.

Buah sejati ganda disebut juga buah agregat, terdiri atas buah buni majemuk, batu majemuk,
dan kurung majemuk

Cara membukanya buah dapat bermacam-macam, ada yang melalui pembukaan satu kampuh,
seperti pada buah bumbung, pembukaan dua kampuh pada buah polong, buah lobak, dan
lobak pendek. Pada buah lain seperti buah kotak sejati, buah dapat membuka dengan katup
atau klep, dengan retak atau celah, gigi-gigi, liang atau pori, dan tutup atau operculum.

Tipe buah dapat menjadi ciri khas untuk familia tertentu, misalnya Leguminosae, anggotanya
memiliki tipe buah polong atau legume. Familia Cruciferae umumnya mempunyai tipe buah
lobak (silique) atau lobak pendek (siliqle).

2. Buah Semu
Buah semu terjadi dari bakal buah dan bagian-bunga lain. Bagian bunga tersebut bahkan
menjadi bagian yang dominan dalam pembentukan buah, sedangkan bakal buahnya sendiri
kurang berkembang. Contoh bagian tersebut, misalnya tangkai bunga, kelopak, tenda bunga,
dasar bunga, dan dasar bunga bersama. Bagian tersebut sering kali dapat dimakan.
Buah semu dapat digolongkan menjadi buah semu tunggal, semu ganda, semu majemuk,
sorosis, dan syconous. Buah semu tunggal berasal dari satu bunga yang mempunyai satu
bakal buah. Buah semu ganda berkembang dari satu bunga yang mempunyai banyak bakal
buah bebas. Buah semu majemuk berasal dari bunga majemuk, kemudian berkembang
menjadi buah. Buah tersebut umumnya terlihat sebagai satu buah karena masing-masing buah
berkumpul menjadi satu.

Beberapa contoh buah semu, misalnya jambu mete, ciplukan, dan apel. Ketiganya termasuk
buah semu tunggal. Contoh buah semu ganda, misalnya strawberi, buah semu majemuk
contohnya nangka, sorosis contohnya mengkudu, dan buah syconous contohnya adalah Ficus.

Struktur Anatomi Buah


Pada umumnya buah berkembang dari bagian alat kelamin betina (putik) yang disebut bakal
buah yang mengandung bakal biji. Buah yang lengkap tersusun atas biji, daging buah, dan
kulit buah. Kulit buah yang masih mudah belum mengalami pemisahan jaringan. Setelah
masak, kulit buah ada yang dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu epikarp, mesokarp,
dan endokarp.
1. Epikarp merupakan lapisan luar yang keras dan tidak tembus air, misalnya buah kelapa.
2.Mesokarp merupakan lapisan yang tebal dan berserabut, misalnya bersabut (kelapa),
berdaging (mangga dan pepaya).
3. Endokarp merupakan lapisan paling dalam yang tersusun atas lapisan sel yang sangat keras
dan tebal, misalnya tempurung (kelapa), berupa selaput tipis (rambutan).

Struktur Morfologi Biji


Biji merupakan struktur yang efisien untuk perkembangbiakan dan perbanyakan. Biji berasal
dari bakal biji yang berkembang setelah mengalami pembuahan.

Ada beberapa macam tipe bakal biji, yaitu orthotropous bila mikropil terletak di bagian atas,
sedangkan hilumnya di bagian bawah; amphitropous, yaitu bakal biji yang tangkai bijinya
membengkok sehingga ujung bakal biji dan tangkai dasarnya berdekatan satu sama lain.
Anatropous, yaitu bakal biji yang mempunyai mikropil membengkok sekitar 180o, dan
campylotropous, yaitu bakal biji yang membengkok 90o sehingga tali pusar tampak melekat
pada bagian samping bakal biji.

Biji mempunyai bentuk yang bermacam-macam, misalnya menyudut, ginjal, bulat,


memanjang, bulat telur dan lain-lain. Bentuk biji yang unik dijumpai pada genjer yang
mempunyai biji, seperti ladam, dan senggani yang mempunyai bentuk biji, seperti rumah
siput.

Permukaan kulit luar biji bermacam-macam, ada yang halus, kasar, berkutil, berduri dan
sebagainya. Ini dapat dijumpai pada tumbuh-tumbuhan yang tergolong gulma.

Bagian-bagian biji terdiri atas


- Kulit biji (Spermadermis), Kulit biji pada tumbuhan ada yang terdiri atas dua lapis, ada juga
yang tiga lapis.
- Inti biji (Nucleus seminis), Inti biji terdiri atas embrio dan cadangan makanan.
- Tali pusat (Funiculus), Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan
plasenta.

Pada kulit biji dapat dijumpai bagian-bagian, seperti sayap, bulu, salut biji, pusar biji, liang
biji, berkas pembuluh pengangkut, tulang biji, carunle, dan strophiole.

Struktur Anatomi Biji


1. Kotiledon, cadangan makanan embrio
2. Plumula, berdeferensiasi menjadi bakal daun
3. Radikula, bakal calon akar
4. Epikotil, bakal batang yang berada di atas kotiledon
5. Hipokoti, bakal batang yang berada di bawah kotledon
6. Skutelum, permukaan keras
7. Testa, pelindung biji

Fungsi Buah dan Biji


Fungsi buah :
- sebagai cadangan makanan
- alat perkembangbiakan
- dimanfaatkan manusia
- sebagai pelindung biji
Fungsi biji :
- hasil pembuahan / penyerbukan bunga
- alat perkembangbiakan
- dimanfaatkan manusia