Anda di halaman 1dari 2

Steven Johnson Syndrome, Penyakit Alergi Obat Yang Berbahaya!

06 Desember 2011 04:57:39


Diperbarui: 25 Juni 2015 22:46:37 Dibaca : 38,761 Komentar : 9 Nilai : 5 Steven Johnson Syndrome atau
biasa disingkat SJS merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata gebital atau
dengan kata lain , reaksi yang melibatkan kulit dan mukosa (selaput lendir) yang berat dan mengancam
jiwa ditandai dengan pelepasan epidermis, bintil berisi air dan erosi/pengelupasan dari selaput lendir
(www.sehatgroup + syukronaffdoc.blogspot.com). Namun banyak orang awam yang mendefinisikan SJS
sebagai penyakit alergi terhadap obat-obatan khususnya antibiotik. Penyakit ini menyerang selaput
lendir, meliputi selaput bening mata, bibir bagian dalam dan rongga mulut, genital dan anus. Adapun
gejala- gejala awalnya bisa mirip dengan flu, seperti demam, gangguan saat menelan, pegal-pegal atau
nyeri di tubuh, sakit kepala, dan sesak napas, hanya saja ada tanda kemerahan atau ruam merah pada
kulit, munculnya bintil berisi air (seperti cacar) yang terasa sakit bahkan hingga menyebabkan kulit
mengelupas dan melepuh. Pada perkembangannya biasanya penderita sampai tidak bisa membuka
mata dan mulutnya karena terjadinya gangguang atau infeksi di selaput lendir, selain itu di beberapa
kasus juga bisa mengakibatkan penderita susah buang air kecil dan fesesnya berwarna hitam. Adapun
penyebab SJS ini paling banyak dipicu oleh penggunaan obat-obatan (detik.health), atau dengan kata
lain, penyebab SJS ini adalah karena alergi obat-obat tertentu, biasanya adalah penggunaan obat
antibiotik. Selain alergi obat penyebab lainnya adalah karena adanya infeksi virus, bakteri, atau jamur
tertentu, karena makanan seperti coklat, ketidak cocokan lingkungan misal udara dingin, panas matahari
dan bahkan bisa juga dipicu oleh penyakit keganasan lainnya misal lupus atau kanker (ummu salwa
wordpress). Dan sejujurnya , penyebab pasti dari SJS ini tidak selalu diketahui secara pasti, tapi yang
paling banyak terjadi adalah karena reaksi berlebihan dari tubuh untuk menolak obat-obatan yang
masuk ke dalam tubuh. Untuk jenis obat-obatan yang sering memicu terjadinya SJS ini diantaranya
adalah : Obat-obat anti-asam urat, misalnya allopurinol Obat-obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS)
yang banyak dipakai untuk meredakan nyeri Antibiotik, khususnya Penicillin Antikejang, biasanya dipakai
oleh pengidap epilepsi. (detik health), selain itu anda juga bisa melihat zat pencetus SJS lainnya disini.
Sementara itu, infeksi kuman yang bisa juga sebagai pemicunya adalah sebagai berikut: Herpes (herpes
simplex maupun herpes zoster) Influenza HIV Diphtheria Typhoid Hepatitis Salah satu kasus SJS ini
pernah menimpa alm. Nita Nurhalimah (21th) seorang gadis asal Blitar pada bulan februari 2009 lalu,
dan belakangan diketahui bahwa almarhum ini mengidap penyakit lupus, yaitu penyakit yang kekebalan
tubuhnya menyerang dirinya sendiri. Jadi SJS yang diderita oleh alm Nita adalah perkembangan dari
penyakit lupus yang dideritanya namun bari terdeteksi saat ia terkena SJS. Meski sempat membaik saat
dirawat di RSUD Syaiful Anwar Kota Malang sayangnya penderita tidak dapat tertolong dan meninggal
karena adanya virus di paru-parunya, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di sini. Nah bagaimana cara
pencegahannya? Karena sebagaian besar SJS ini dipicu oleh masalah obat, ada baiknya jika kita lebih
berhati-hati untuk meminum obat saat kita ataupun ada salah satu anggota keluarga kita yang sakit.
Tubuh kita memiliki "alarm" yang kadangkala kita sepelekan. Padahal saat "alarm" itu berbunyi, kita
diharuskan untuk istirahat, jangan tunggu sampai drop dulu baru istirahat total. Andaikata kita terpaksa
harus ke dokter , sebaiknya kita tahu obat-obat apa saja yang diresepkan, apalagi jika yang diresepkan
itu sudah dalam bentuk puyer kita bahkan tidak tahu obat apa saja yang dicampur dalam satu puyer itu,
untuk itu menjadi pasien yang cerewet tidak ada salahnya toh itu juga untuk kebaikan kita. Satu hal lagi,
jika sakitnya berlanjut, atau setelah obat yg diresepkan habis tidak ada perubahan sebaiknya langsung
melakukan pengecekan ke laboratorium atau Rumah sakit ,agar diketahui penyakitnya dengan jelas, hal
ini dimaksudkan agar pemberian obat disesuaikan dengan kadar dan penyakitnya. Bukan berarti tidak
percaya dengan diagnosis dokter, akan tetapi jika kita melakukan pengecekan secara menyeluruh, akan
memudahkan dokter untuk memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang sedang kita derita.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ndanenindya/steven-johnson-syndrome-penyakit-alergi-
obat-yang-berbahaya_550a5563813311f913b1e15e