Anda di halaman 1dari 22

LA P O R A N

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

DI PT INDOKARLO PERKASA
BIDANG K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN, K3
MEKANIK (PESAWAT TENAGA PRODUKSI, PESAWAT
ANGKAT ANGKUT) KELOMPOK 3

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM


ANGKATAN KE – 169 (SERATUS ENAM PULUH SEMBILAN)

KELOMPOK 3
1. INRICO BOBY PATTIPEILUHU
2. INSAN MAY PERMANA
3. REFI FERDIANSYAH
4. GINANJAR DUWI CAHYA
5. REZA
6. ANNISA C
7. NOOERJAYA GUSTIRAHMAN

PENYELENGGARA

PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO

JAKARTA, 14 JANUARI – 29 JANUARI 2019


DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...................................................................................................3

B. Maksud dan Tujuan............................................................................................4

C. Ruang Lingkup....................................................................................................4

D. Dasar Hukum.......................................................................................................4

BAB II KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Tempat Kerja...................................................................6

B. Temuan Positif dan Negatif..............................................................................7

BAB III ANALISA TEMUAN

A. Analisa Temuan..................................................................................................10

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan..........................................................................................................19

B. Saran.......................................................................................................................19
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Laporan Kunjungan Praktek Kerja Lapangan ini merupakan salah satu rangkaian
dalam program pelatihan AK3 Umum yang diselenggarakan oleh PT. Duta Selaras Solusindo
yang bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan. Kunjungan Praktek Kerja Lapangan
diadakan pada tanggal 24 Januari 2019 di PT. Indokarlo Perkasa yang merupakan penghasil
komponen karet yang digunakan dalam industri otomotif maupun non-otomotif.Yang selalu
dalam kegiatannya mengutamakan sistem keselamatandan kesehatan kerja meliputi tempat
kerja, metode kerja, mesin dan peralatan, serta sarana dan fasilitas untuk melindungi
keselamatan dan kesehatan kerja pekerjanya. Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada
dasarnya adalah menjadi tanggung jawab semua pekerja dalam suatu perusahaan atau
industri.

Pada dasarnya PT. Indokarlo Perkasa menyadari bahwa tempat kerja mulai dari
gedung beserta sarana dan prasarananya haruslah diperhatikan keamanan, keselamatan dan
kemungkinan terjadinya bencana pada lingkungan kerja yang ada pada perusahaan khususnya
keselamatan dan kesehatan dari tenaga kerjanya. Selain itu, pencegahan pencemaran
lingkungan sekitar, terjadinya penyakit dan kecelakaan akibat kerja harus selalu diperhatikan
dalam setiap kegiatannya karena dengan memperhatikan aspek tersebut dapat menguntungkan
perusahaan dengan produktivitas yang meningkat, delivery on time dan lainnya.

Sebagai komitmen yang harus direalisasikan, kesehatan dan keselamatan kerja di PT.
Indokarlo Perkasa pada dasarnya adalah menjadi tanggung jawab semua pekerja disetiap
masing-masing pekerjaan yang dilakukannya. Setiap pekerja secara personal bertanggung
jawab terhadap jalannya pekerjaan mereka, memberikan perhatian utama untuk keselamatan
pekerja, keselamatan rekan kerja, prasarana dan sarana, untuk itu perlu adanya pembinaan
atau peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang ada, di bidang
keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 yang
mengatur tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja harus
memperhatikan semua aspek di dalamnya yaitu seperti ruang lingkup, pengawasan,
pembinaan, P2K3, ketentuan-ketentuan, kewajiban dan hak tenaga kerja.

3
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah:
1) Memahami implementasi K3 di bidang K3 Pesawat Uap Bejana Tekan,
Pesawat Angkat Angkut, dan Pesawat Tenaga Produksi.
2) Untuk mempraktekkan teori yang telah diterima selama kegiatan pembinaan.

3) Mengetahui kesesuaian penerapan K3 terhadap peraturan perundangan atau


standar yang berlaku.

C. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup Kerja Praktek Lapangan ini:
1. Pelaksanaan K3 di Pesawat Uap
2. Pelaksanaan K3 di Bejana Tekan
3. Pelaksanaan K3 Pesawat Angkat Angkut
4. Pengelolaan K3 Pesawat Tenaga produksi

D. DASAR HUKUM
Dasar Hukum Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

1. Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


2. Undang – Undang No.13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan
3. Undang – Undang Uap 1930
4. Peraturan uap 1930
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja, No. Per-01/MEN/1982 tentang Bejana Tekan
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 2 tahun 1982 (Kualifikasi Juru Las)
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.01/MEN/1988 tentang Kualifikasi dan Syarat
– Syarat Operator pesawat Uap
8. Peraturan Menteri No. 09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat
Angkat Angkut
9. Peraturan menteri Ketenagakerjaan No.37 tahun 2016 tentang keselamatan dan
kesehatan kerja bejana tekanan dan tangki timbun.
10. Peraturan menteri Ketenagakerjaan No.38 tahun 2016 tentang
keselamatan dan kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi
11.Surat Edaran Dirjen Pembinaam Pengawasan Ketenagaankerjaan
No.1/DJPPK/VI/2009 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembinaan dan
Pengujian Lisensi K3 Bagi Petuigas dan Operator Pesawat Uap, Pesawat
Tenaga dan Produksi, Pesawat Angkat dan Angkut.
BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Tempat Kerja


PT. Indokarlo Perkasa didirikan pada tanggal 14 Desember 1988 di Jakarta, memproduksi
komponen karet yang digunakan dalam industri otomotif maupun non-otomotif. Pabrik
pertama berlokasi di Bekasi, hanya seluas 3500 meter persegi. Pada 2004 ia memindahkan
pabriknya ke Cibinong Bogor untuk memperluas skala produksinya hingga 50.000 meter
persegi.
PT. Indokarlo Perkasa memiliki dedikasi dan komitmen yang telah mendapatkan pengakuan
dari produsen otomotif terkemuka di dunia. Selain itu, produk perusahaan sudah
dipercayakan untuk menjadi pemasok Original Equipment for Manufacturing (OEM) untuk
merek terkemuka seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Nissan, General Motors,
Suzuki, Sepeda Motor Honda, Yamaha, Kawasai, dan merek lain.

Selain industri otomotif, perusahaan juga memasok komponen karet untuk industri lain
seperti industri alat berat, pertambangan, industri minyak dan gas.

Visi
Menjadi pemasok suku cadang karet yang memiliki reputasi di wilayah Asean

Misi
Menjadi Perusahaan manufaktur berkelas dunia pada sektor suku cadang otomotif (karet
insulator) sebagai pilihan bagi mitra perusahaan di Indonesia.
B. Temuan-temuan yang Ditemukan di Lapangan
1. Forklift
Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai Forklift di PT
Indokarlo Prakasa :
- Temuan Positif :
a. Penggunaan Forklift sudah sesuai dengan peruntukannya
b. Operator Forklift ( 5 orang) sudah mempunyai SIO)
c. Jalur khusus untuk forklift sudah tersedia dan terpisah
d. Ada SOP untuk penggunaan Forklift
- Temuan negatif :

2. Pesawat Tenaga (Genset)


Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai Genset di PT.
Indokarlo Perkasa:
- Temuan Positif :
1. Ada izin Operasional Genset
2. Sudah dilaksanakan pengawasan dan pemeliharaan genset oleh petugas
maintenance
3. Bangunan genset terpisah dengan bangunan tempat kerja
4. Genset sudah dilengkapi dengan alat pengatur
5. Untuk Uji Running genset sudah dilakukan setiap satu minggu sekali
6. Terdapat SOP Penggunaan Genset
7. Terdapat cerobong asap (Permenaker 38 Tahun 2015 Pasal 36)
Temuan Negatif :

a. Tehnisi masih menggunakan vendor.


b. Tidak terdapat ahli K3 Listrik dan Teknisi (Permenaker 12 Tahun
2015 Pasal 07)

3. Pesawat Produksi (Mesin Mixing, Powerpress, Mesin Potong)


Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai
Temuan Positif :

a. Memiliki sertifikat bahan yang diterbitkan oleh lembaga yang


berwenang (Ps 6 permenaker 38 th 2016)
b. memiliki instruksi kerja penggunaan alat (SOP)
c. Perlengkapan sudah dilengkapi alat pengaman (Ps 8 permenaker 38
th 2016)
d. Perlengkapan telah dilengkapi dengan tombol penggerak
dan penghenti (Ps 7 permenaker 38 th 2016)
e. Tanda untuk tombol telah seragam
f. Pesawat telah diletakkan diatas pondasi yang sesuai
g. Telah dilakukan warming up dan pemeriksaan sebelum mesin
digunakan
h. Terdapat operator atau teknisi yang sedang melakukan pengawasan
saat mesin sedang beroperasi (ps 21 ayat 2 permenaker 38 th 2016)
i. Terdapat alat pengendali mudah dicapai dan nyaman
j. Adanya tempat operator yang luas dan nyaman

Temuan Negatif :
a. Tidak ada Ahli K3 Mekanik (Undang-Undang 1 Tahun 1970 Pasal 2,
Permenaker 01 Tahun 1989 ttg Pembinaan dasar Mekanik, Permenaker
04 Tahun 1985 ttg pesawat tenaga dan pesawat produksi)
b. Sebagian operator tidak memakai APD berupa kacamata dan masker
pada area produksi (ps 4 ayat 1 point a permenaker 8 th 2010)
c. Belum ada SIO (Ps 116 Permenaker 38 th 2016)
5. Pesawat Bejana Tekan
Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai kompresor
(Bejana Tekan) di PT. Indokarlo Perkasa:
- Temuan Positif :
a. Terdapat anti guling pada mesin kompresor
b. Terdapat check sheet
c. Terdapat pagar pengaman pada mesin kompresor (permenaker no 1 th 1982)
d. Terdapat emergency stop pada setiap mesin
- Temuan Negatif :
a. Tidak terdapat operator pengawas
b. Tidak terdapat tanda pengenal (Permenaker 37 tahun 2016 pasal 9)

6. Pesawat UAP
Maka dari hasil di lapangan ditemukan analisa mengenai Pesawat Uap di PT.
Indokarlo Perkasa Kapasitas Boiler 1 ton 2 unit dan 1,5 ton 1 unit:
- Temuan Positif
a. Memiliki operator Boiler (Pasal 3 Permenaker 01 Tahun 1988)
b. Operator sudah bersertifikat (Pasal 6 Permenaker 01 Tahun 1988)
c. Untuk Teknisi dan Ahli K3 Pesawat UAP (Boiler) dari vendor
- Temuan Negatif :
BAB III
ANALISA TEMUAN
POSITIF

No
Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum
.
1. Forklift - Temuan Positif Agar dimonitoring - Permenaker No Per 09/MEN/2010 pasal 5
a. Penggunaan Forklift sudah sesuai sesuai standar prosedur ayat (1) “Pesawat angkat dan angkut harus
dengan peruntukannya yang ada dioperasikan oleh operator pesawat angkat
b. Operator Forklift ( 5 orang) sudah angkut yang mempunyai lisensi K3 dan
mempunyai SIO buku kerja sesuai jenis dan
c. Jalur khusus untuk forklift sudah kualifikasinya.
tersedia dan terpisah - Permenaker No Per 05/MEN/1985 Pasal 115
d. Ada SOP untuk penggunaan “Dilarang menggunakan forklift untuk
Forklift tujuan lain selain untuk mengangkat,
mengangkut dan menumpuk barang.”
Temuan Negatif :

2 Pesawat Tenaga (Genset) Temuan Positif :


a. Ada izin opresaional Genset
b. Sudah dilaksanakan pengawasan
dan pemeliharaan genset oleh
petugas maintenance
c. Bangunan genset terpisah dengan
bangunan tempat kerja
d. Genset sudah dilengkapi dengan
alat pengatur
e.

3. Pesawat Produksi Temuan Positif - Permenaker nomor 38


(Mesin Powerpress,
a. Memiliki sertifikat bahan yang tahun 2016 tentang
Mesin Potong, Mesin
Penghalus, Mesin diterbitkan oleh lembaga yang keselamatan dan kesehatan
Pengelas)
berwenang tenaga kerja pesawat
b. Memiliki instruksi kerja tenaga dan produksi pasal 6
penggunaan alat (SOP) “Pembuatan Pesawat
c. Perlengkapan sudah dilengkapi Tenaga dan Produksi harus
alat pengaman menggunakan bagian,
d. Perlengkapan telah dilengkapi komponen, atau bahan
tombol pengaman dan penggerak yang mempunyai sertifikat

dan penghenti bahan yang diterbitkan oleh

e. Tanda untuk tombol telah seragam lembaga yang berwenang”

f. Pesawat telah diletakkan diatas - Permenaker nomor 38

pondasi yang sesuai tahun 2016 tentang

g. Telah dilakukan warming up dan keselamatan dan kesehatan


tenaga kerja pesawat
pemeriksaan sebelum mesin
tenaga dan produksi pasal
digunakan
21 ayat 1 dan 2 “(1)
h. Terdapat operator atau teknisi
Sebelum mesin
yang sedang melakukan
dioperasikan, harus
pengawasan saat mesin sedang
dilakukan pemeriksaan
beroperasi
oleh operator untuk
i. Terdapat alat pengendali mudah
dicapai dan nyaman menjamin keselamatan. (2)
j. Adanya tempat operator yang luas Mesin yang sedang
dan nyaman beroperasi harus selalu
dalam pengawasan
operator.”
4. Temuan Positif :
a. Terdapat anti guling pada mesin
kompresor
b. Terdapat check sheets
c. Terdapat pagar pengaman pada
mesin kompresor (Permenaker
No. 01Tahun 1982)
d. Terdapat emergency stop pada
Kompresor (Pesawat setiap mesin
Bejana Tekan)
5.
• Permenaker nomor 8 tahun
4 Welding Machine Temuan Positif :
2010 tentang Alat
a. Pemakaian APD lengkap
Pelindung Diri Pasal 6 ayat
b. Terdapat pengendalian
1 “Pekerja atau buruh dan
Udara
orang ain yang memasuki
c. Operator memiliki SIO
tempatkerjawajib
memakai atau
menggunakan APD sesuai
dengan potensi bahaya dan
risiko”
• Permenaker nomor 38
tahun 2016 pasal 14
“tempat kerja yang
mengandung uap, gas, asap
yang mengganggu atau
berbahaya harus dilengkapi
dengan alat penghisap”

13
5 Temuan Positif : • Permenaker nomor 37
a. Terdapat anti guling pada tahun 2016 pasal 54 ayat 4
mesin kompresor “Khusus bejana tekanan
b. Terdapat check sheet berisi gas atau campuran
c. Terdapat pagar pengaman gas berbahaya dan tekanan
pada mesin kompresor melebihi atmosfer harus
(permenaker no 1 th dilengkapi dengan pagar
1982) pengaman dan dibuatkan
d. Terdapat emergency stop tanda larangan masuk
pada setiap mesin kecuali bagi yang
berwenang”

14
ANALISA TEMUAN

NEGATIF

No. Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum


1. Hidraulic Lift Temuan negatif : Diperlukan kesadaran Permenaker No. Per 05/MEN/1985
a. Jalur hidraulic dan jalur orang Dari Top Management Tentang Pesawat Angkat dan Angkut
belum terpisah. maupun seluruh operator pasal 138 ayat 4 “pemeriksaan dan
b. TidakadaSOPuntuk untuk melaksanakan pengujian ulang pesawat angkat
pemakaian hidraulic lift. pekerjaan sesuai dengan angkut dilaksanakan selambat
c. Tidak ada operator khusus SOP maupun petunjuk lambatnya dua tahun setelah
untuk hidraulic lift. keselamatan pekerjaan. pengujian pertama dan pemeriksaan
pengujian ulang, selanjutnya
dilaksanakan satu tahun sekali.
Permenaker No Per 09/MEN/2010
Pasal 34 ayat (1) huruf b “Operator
pesawat angkat dan angkut
berkewajibanuntuk bertanggung
jawab atas kegiatam pengoperasian
pesawat angkat dan angkut dalam
keadaan aman.”

15
• UU No.23 Tahun 2014 tentang
2 Pesawat Tenaga (Genset) Temuan Negatif :
pesawat tenaga produksi
a. Belum terdapat tanda (Penggerak Pemula)
peringatan bahaya
b. Belum dilaksanakan
pemeriksaan secara berkala.
c. Ruangan genset tidak
terkunci.

16
3 Pesawat Produksi (Mesin Temuan Negatif :
Powerpress, Mesin Potong,
a. Sebagian operator tidak
Mesin Penghalus, Mesin
Pengelas) memakai APD berupa
kacamata dan masker
pada area produksi (ps 4
ayat 1 point a permenaker
8 th 2010)
b. Belum ada SIO
c. B
e
b
e
r
a
p
a
b
a
g
i
a
n
m
e
s
i
n seperti
• Permenaker nomor 8 tahun 2010 tentang Alat Pelindung
mesin
Diri Pasal 6 ayat 1 “Pekerja atau buruh dan orang ain
bubut
yang memasuki tempat kerja wajib memakai atau
belum ada
menggunakan APD sesuai dengan potensi bahaya dan
cover
risiko”
pelindung
• Pasal 7 ayat 2 point b tentang manajemen APD
(ps 8 ayat
“pemilihan
4
APD ytang sesuai dengan jenis bahaya dan kebutuhan
permenak
atau kenyamanan buruh”
er 38 th
• Permenaker nomor 38 tahun 2016 tentang keselamatan
2016
dan kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi pasal
110, 116 dan 117
• Pasal 8 ayat 2 “semua bagian yang bergerak dan
berbahaya harus dilengkapi dengan alat
perlingungan”

17
4 Welding Machine • Permenaker nomor 8 tahun
2010 tentang Alat Pelindung
Diri Pasal 6 ayat 1 “Pekerja
atau buruh dan orang ain yang
memasuki tempat kerja wajib
memakai atau menggunakan
APD sesuai dengan potensi
bahaya dan risiko”
• Permenaker nomor 38 tahun
2016 pasal 14 “tempat kerja
yang mengandung uap, gas,
asap yang mengganggu atau
berbahaya harus dilengkapi
dengan alat penghisap”
Temuan Negatif • Permenaker nomor 8 tahun
a. Penggunaan APD sarung 2010 tentang Alat Pelindung
tangan belum sesuai. Diri Pasal 7 ayat 2 point b
b. Tidak terdapat “Pemilihan APD yang sesuai
penyangga tabung gas. dengan jenis bahaya dan
(Permenaker 37 tahun kebutuhan atau kenyamanan
2016 pasal 18 ayat 1) pekerja atau buruh”
c. Tidak terdapat tanda • Permenaker nomor 37 tahun

18
pengenal pada tabung 2016 tentang keselamatan dan
gas. kesehatan kerja bejana tekanan
dan tangki timbun pasal 18
“bejana penyimpanan gas dan
bejana transport harus diberi
alat anti guling”
• Pasal 9 tentang kewajiban
tanda pengenal untuk bejana
tekanan

19
5 Kompresor (Pesawat Bejana Temuan Negatif :
Tekan) 1. Untuk melakukan
a. Tidak terdapat operator
pengawasan
pengawas
b. Tidak terdapat tanda diperlukan operator

pengenal spesialis bejana tekan.


2. Menyediakan tanda
pengenal di mesin
kompresor sesuai
dengan peraturan
• Permenaker nomor 37 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja bejana tekanan dan
tangki timbun pasal 9 butir
4 " tanda pengenal sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ayat 2 harus jelas, mudah dilihat, dibaca,
tidak dapat dihapus, tidak mudah dilepas, dan dicap pada bagian kepala yang tebal dari pelat dinding
bejana tekan ".
• Pasal 59 butir 1 " pengangkutan bejana tekan dan tangki timbun dilakukan oleh operator k3 ", butir
2 " pemasangan, pemeliharaan, perbaikan, modifikasi, dan pengisian bejana tekan dan tangki
timbun dilakukan oleh

teknisi k3 dibidang bejana tekanan dan tangki timbun” 20


BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. PT Jiel Fajar Indonesia secara garis besar sudah memenuhi peraturan dan
persyaratan K3 mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat
Angkut), dan Pesawat Uap dan Bejana Tekan.
2. Beberapa data terkait K3 Mekanik, Bejana Tekan, Pesawat Tenaga dan pesawat
Produksi :
a. SOP maupun petunjuk K3 pelaksanaan pekerjaan sudah ada, tetapi kurang adanya
beberapa karyawan dan operator yang tidak melaksanakan SOP serta tidak
menggunakan APD yang disediakan, sehingga ada potensi bahaya bagi karyawan
tersebut dalam bekerja.
b. Adanya beberapa operator yang belum bersertifikat Kemenaker walaupun sudah
berpengalaman, sehingga perlu adanya kesadaran dari Top Management atas hal
tersebut.

B. SARAN

1. Top Management maupun seluruh operator untuk melaksanakan pekerjaan sesuai


dengan SOP maupun petunjuk keselamatan pekerjaan perlu ditingkatkan.
2. Untuk melakukan pengawasan diperlukan operator spesialis bejana tekan.
3. Menyediakan tanda pengenal di mesin kompresor sesuai dengan peraturan
4. Melengkapi persyaratan keselamatan kerja khusus Bejana Tekan sesuai Permenaker
No. Per 37/MEN/2016, dan khusus khusus Pesawat Tenaga Produksi sesuai
Permenaker No. Per 38/MEN/2016
5. Meningkatkan pengawasan kepada setiap pekerja dalam penggunaan APD yang telah
disediakan.

21