Anda di halaman 1dari 8

Alat Ukur dan Metoda Pengukuran Fisika

Anemometer

Oleh :
Kelompok 11
Prima Nora Ananda (15033043)
Lisa Herlina (15033005)
Aulia Rahmat(15033001)

Pendidikan Fisika A
Dosen
Drs. Asrizal, M.Si

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang
2016
Anemometer

A. Pengertian Anemometer

Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang banyak dipakai dalam
bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca. Nama alat ini berasal
dari kata Yunani anemos yang berarti angin. Perancang pertama dari alat ini adalah Leon
Battista Alberti pada tahun 1450. Selain mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat
mengukur besarnya tekanan angin itu.
Pada 1450, seni Italia arsitek Leon Battista Alberti menemukan anemometer
mekanis pertama. Alat ini terdiri dari sebuah disk ditempatkan tegak lurus terhadap
angin. Ini akan memutar dengan kekuatan angin, dan dengan sudut kemiringan disk
kekuatan angin sesaat menunjukkan itu sendiri. Jenis anemometer yang sama kemudian
kembali ditemukan oleh Inggris Robert Hooke yang sering keliru dianggap sebagai
penemu pertama anemometer. Bangsa Maya juga membangun menara angin
(anemometers) pada saat yang sama seperti Hooke. kredit referensi lain Wolfius sebagai
re-inventing anemometer di 1709.
Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan
angin, dan merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam sebuah stasiun cuaca.
Istilah ini berasal dari kata Yunani anemos, yang berarti angin. Anemometer pertama
adalah alat pengukur jurusan angin yang ditemukan oleh oleh Leon Battista Alberti.
Anemometer dapat dibagi menjadi dua kelas: yang mengukur angin dari kecepatan, dan
orang-orang yang mengukur dari tekanan angin, tetapi karena ada hubungan erat antara
tekanan dan kecepatan, yang dirancang untuk satu alat pengukur jurusan angin akan
memberikan informasi tentang keduanya.
Lamanya pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya disesuaikan dengan
kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata kecepatan
dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini kemudian
dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan tahunannya. Bila dipandang perlu dapat
dilakukan pengamatan interval waktu lebih pendek agar dapat diketahui rata-rata
kecepatan angin periode pagi, siang, dan malam.

B. Fungsi Anemometer
 Mengukur kecepatan angin
 Memperkirakan cuaca
 Memperkirakan tinggi gelombang laut
 Memperkirakan kecepatan dan arah arus.

C. Jenis-jenis anemometer
1. Anemometer dengan tiga atau empat mangkok
Sensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari
yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada
poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin
bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada
kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem mekanik roda gigi, perputaran rotor
mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin.
Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin
selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca
dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan akumulasi jarak tempuh
angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut, sehingga kecepatan anginnya adalah
sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang waktu pengamatannya.
Jenis anemometer menurut kecepatan terdiri dari :

 Anemometer piala
 Anemometer kincir angin
 Anemometer laser Doppler
 Anemometer sonik
 Anemometer bola pingpong
 Anemometer hot-wire
Jenis anemometer menurut tekanan terdiri dari :

 Anemometer piring
 Anemometer tabung

2. Anemometer propeler
Anemometer ini hampir sana dengan anemometer di atas, bedanya hanya mangkoknya
terpasang pada poros horozontal.

3. Anemometer tabung bertekanan.


Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis
dan tekanan kecepatan Sehubungan dengan adanya perbedaan kecepatan angin dari
berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya
disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Untuk bidang agroklimatologi dipasang
dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas permukaan tanah. Untuk
mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan Panci Kelas A, dipasang
anemometer setinggi 0,5 m. Dilapangan terbang pemasangan umumnya setinggi 10 m.
Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat. Untuk keperluan navigasi alat
harus dipasang pada jarak 10 x tinggi faktor penghalang seperti adanya bangunan atau
pohon. Sebagian besar Anemometer ini umumnya tidak dapat merekam kecepatan angin
dibawah 1 atau 2 mi/j karena ada faktor gesekan apa awal putaran.

4. Anemometer Termal
Anemometer ini merupakan satu sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan
fluida (angin) sesaat. Cara kerja dari sensor ini berdasarkan pada jumlah panas yang
hilang secara konvektif dari sensor ke lingkungan sekeliling sensor. Besarnya panas yang
dipindahkan dari sensor secara langsung berhubungan dengan kecepatan fluida yang
melewati sensor. Jika hanya kecepatan fluida yang berubah, maka panas yang hilang bisa
diinterpretasikan sebagai kecepatan fluida tersebut. Kerja Anemometer ini mengikuti
prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan.
D. Bagian-bagian dan fungsinya

E. Prinsip Kerja Anemometer


Prinsip kerja anemometer sebagai alat ukur kecepatan angin ini sebenarnya sederhana
yaitu pada saat alat tertiup oleh angin, maka mangkok atau baling-baling pada alat
tersebut akan bergerak sesuai dengan arah angin. Kecepatan baling-baling atau mangkok
tersebut tentu akan semakin cepat jika kecepatan angin semakin besar. Kecepatan angin
tersebut dapat diketahui dari jumlah putaran baling-baling setiap detik. Karena dampak
dari pengukuran kecepatan angin ini sangatlah besar, maka setiap pengukurannya harus
dijamin keakuratannya. Untuk itu alat anemometer ini harus dikalibrasi secara berkala
misalnya 6 bulan / 1 tahun sekali untuk tetap mengetahui nilai penyimpangannya.
F. Skema Rangkaian

Tranduser merupakan bagian terdepan yang berhubungan langsung dengan objek


yang diukur, adapun daya untuk menggerakan sistem ini diberikan oleh power
supply. Perubahan fisis dari objek yang diukur kemudian diubah oleh tranduser
menjadi besaran listrik (umumnya memiliki perubahan yang sangat kecil). Setelah
melalui pengkondisian sinyal dalam signal conditioner, kemudian sinyal listrik yang
sangat kecil tersebut diperkuat di amplifier agar mudah untuk diolah dan dimonitor.
Untuk alat-alat elektronik sederhana, output dari amplifier ini umumnya langsung
dihubungkan dengan display unit seperti jarum penunjuk, sevensegment atau liquid
cristal display (LCD). Sedangkan pada alat-alat elektronik otomatis, output amplifier
tersebut kemudian dihubungkan dengan recorder unit untuk dilakukan perekaman
(contoh: kertas pias, printer, data logger atau komputer). Pada alat elektronik modern,
recorder unit ini dilengkapi pula dengan software untuk pengontrol dan pemroses data
sehingga output yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan lebih informatif. Output
data inilah yang selanjutnya digunakan untuk analisa atau dipancarkan bila alat
tersebut telah dilengkapi dengan transmitter unit seperti pada AWS.
G. Cara Menggunakan Anemometer
1. menghidupkan anemometer dengan menekan tombol power
2. Memilih mode pengukuran dengan menekan tombol mode (REC) selama ± 2
detik
3. Menekan tombol enter (HOLD) setelah mode dipilih
4. Memilih satuan kecepatan angin dengan menghidupkan ulang alat dan
menekan tombol (HOLD)
5. Setelah memilih satuan tekan tombol POWER dan tekan tombol HOLD untuk
selesai pemilihan
6. Menempatkan alat ukur di daerah yang akan di ukur kecepatan anginnya
7. Melihat data kecepatan angin yang terukur pada display

H. Kalibrasi
Proses kalibrasi anemometer dilakukan secara periodik agar perfomansi
dan hasil pencatatan tetap stabil dan baik. Berikut urutan proses kalibrasi pada
anemometer.
I. Pemeliharaan dan perbaikan
 Cara Pemeliharaan
1. Hindari dari guncangan
2. Hindari dari medan magnetik agar sensitifitas peralatan dapat terjaga
3. Anemometer digunakan berada dalam ruangan yang bertemperatur antara
180 C – 250 C.
4. Peralatan hendaknya dibersihkan dari kotoran dan debu
5. Kemudian disimpan di ruangan yang kering.

 Cara Perbaikan
Perbaikan untuk mengembalikan fungsinya
1. Lakukan install ulang software Display anemometer apabila terjadi
kerusakan pada program.
2. Periksa catu daya, tegangan yang keluar harus antara 8 - 30 volt, apabila
pengukuran di luar batas tersebut lakukan penggantian.
3. Bersihkan karat dari terminal ground dan lakukan penambahan arang
untuk menurunkan resistensi tanah, apabila hasil pengukuran Grounding
terjadi peningkatan dari standar Grounding.