Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH SPESIALIT DAN TERMINOLOGI KESEHATAN

“OBAT SALURAN CERNA”

Disususn Oleh :
Bagus Atmana Prasetya
Bela Afrilia
Bibit Suwoyo
Danny Kurniawan
Desy Sri Lesatari
Dimas Hermawan
Disty Pristiana

Lokal 3B

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II JURUSAN FARMASI


2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem pencernaan atau sistemgastroinstestinal (mulai dari mulut sampai
anus)adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsiuntuk menerima makanan,
mencernanya menjadizat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi kedalam aliran darah serta
membuang bagianmakanan yang tidak dapat dicerna atau merupakansisa proses tersebut dari
tubuh.Saluran pencernaanterdiri dari mulut, tenggorokan (faring),kerongkongan, lambung,
usus halus, usus besar,rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputiorgan-organ yang
terletak diluar saluranpencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandungempedu.Adapun
gangguan pada sistem pencernaansepertigastritis,hepatitis,diare,konstipasi,apendiksitis
danmaag.Masalah pencernaan dari kategori ringanhingga berat harus segera diatasi jika tidak
akandapat memperburuk keadaan.Salah satu cara untukmengatasi sistem pencernaan adalah
denganmengkonsumsi obat , yang termasuk dalam kategoriobat sistem pencernaan
diantaranya Antasida, Digestiva, Antidiare, Laksatif (Pencahar), Antispasmodika, Kolagoga,
dan Protektor hati. Sepertiyang diketahui dalam pelayanan kesehatan, obatmerupakan
komponen yang penting karenadiperlukan dalam sebagian besar upaya kesehatanbaik untuk
menghilangkan gejala/symptom darisuatu penyakit, obat juga dapat mencegah
penyakitbahkan obat juga dapat menyembuhkan penyakit.Tetapi di lain pihak obat dapat
menimbulkan efekyang tidak diinginkan apabila penggunaannya tidaktepat. Oleh sebab itu,
penyediaan informasi obatyang benar, objektif dan lengkap akan sangatmendukung dalam
pemberian pelayanan kesehatanyang terbaik kepada masyarakat sehingga dapatmeningkatkan
kemanfaatan dan keamananpenggunaan obat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah definisi dari obat sistempencernaan ?
2. Apa sajakah klasifikasi dari obatpencernaan ?
3. Apa saja efek yang dapat ditimbulkan dariobat pencernaan ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari obat sistempencernaan.
2. Untuk mengetahui klasifikasi dari obatsistem pencernaan
3. Untuk mengetahui efek yang dapatditimbulkan dari obat sistem pencernaan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Obat Sistem Pencernaan


Obat Sistem Pencernaan adalah obat yang bekerja pada sistem gastrointestinal dan
hepatobiliar Sistem pencernaan berfungsi :
1) Menerima makanan
2) Memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
3) Menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
4) Membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh

2.2 Klasifikasi Obat Sistem Pencernaan


Terdapat beberapa klasifikasi dari obat sistem pencernaan diantaranya : Antasida,
Digestiva, Antidiare, Laksatif (Pencahar), Antispasmodika, Kolagoga, dan Protektor hati

2.2.1 Antasida
Antasida (anti = lawan, acidus = asam) adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk
menetralisir kelebihan asam lambung yang menyebabkan timbulnya penyakit tukak lambung
atau sakit maag, dengan gejala nyeri hebat yang berkala.
Antasida digunakan secara oral untuk menghentikan heartburn, yang merupakan gejala
utama dari penyakit gastroesophageal reflux. Pengobatan dengan antasida bersifat
simptomatis dan hanya dapat digunakan untuk gejala-gejala minor. Kegunaan dari banyak
kombinasi antasida tidaklah jelas, meski kombinasi garam magnesium dan aluminium dapat
mencegah kejanggalan perilaku defekasi.
Antasida merupakan salah satu pilihan obat dalam mengatasi sakit maag. Antasida
diberikan secara oral (diminum) untuk mengurangi rasa perih akibat suasana lambung yang
terlalu asam, dengan cara menetralkan asam lambung. Asam lambung dilepas untuk
membantu memecah protein. Lambung, usus, dan esophagus dilindungi dari asam dengan
berbagai mekanisme. Ketika kondisi lambung semakin asam ataupun mekanisme
perlindungan kurang memadai, lambung, usus dan esophagus bisa rusak karena asam
memberikan gejala bervariasi seperti nyeri lambung, rasa terbakar, dan berbagai keluhan
saluran cerna lainnya.
Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala, mempercepat penyembuhan, dan
mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penggolongan.
Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat antasida dapat digolongkan menjadi:
1) Anti Hiperaciditas
Obat dengan kandungan aluminium dan atau magnesium ini bekerja secara kimiawi
dengan mengikat kelebihan HCl dalam lambung. Magnesium atau aluminium tidak larut
dalam air dan dapat bekerja lama di dalam lambung sehingga tujuan pemberian antasida
sebagian besar dapat tercapai.
Sediaan yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare (bersifat pencahar)
sedangkan sediaan yang mengandung aluminium dapat menyebabkan konstipasi (sembelit)
maka biasanya kedua senyawa ini dikombinasikan.
Persenyawaan molekul antara Mg dan Al disebut hidrotalsit. (aluminium hidroksida,
magnesium karbonat, magnesium trisilikat, kompleks aluminium magnesium hidrotalsit).
Obat dengan kandungan natrium bikarbonat merupakan antasida yang larut dalam air,
dan bekerja cepat. Tetapi bikarbonat yang terabsorbsi dapat menyebabkan alkalosis bila
digunakan dalam dosis berlebih, terlepasnya CO2 dapat menyebabkan sendawa.
Obat dengan kandungan bismut dan kalsium dapat membentuk lapisan pelindung pada
luka di lambung tetapi sebaiknya dihindari karena bersifat neurotoksik sehingga dapat
menyebabkan encefalopatia (kerusakan otak dengan gejala kejang-kejang dan kekacauan)
juga cenderung menyebabkan konstipasi. Kalsium dapat menyebabkan sekresi asam lambung
berlebih, kelebihan menyebabkan hiper kalsemia.
2) Perintang reseptor H2 (antagonis reseptor H2)
Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan duodenum dengan
cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2. Efektivitas
obat-obat ini pada penyembuhan tukak lambung dan usus dengan terapi kombinasi melebihi
80%. H2-blockers paling efektifuntuk pengobatan tukak duodenum yang khusus berkaitan
dengan masalah hiperasditas. Pada terapi tukak lambung obat ini kurang tinggi
efektivitasnya. Contoh perintang reseptor H2 adalah ratinidin dan simetidin sekarang dikenal
senyawa baru famotidin dan nizatidin.
3) Penghambat pompa-proton (PP)
Obat-obat ini menghambat dengan praktis tuntas sekresi asam dengn jalan menghambat
enzim H+/K+-ATPase secara selektif dalam sel-sel parietal dan merupakan obat pilihan
pertama. Kerjanya panjang akibat kumulasi di sel-sel tersebut. Kadar penghambatan asam
tergantung dari dosis dan pada umumnya lebih kuat daripada perintangan oleh H2-blockers.
Contoh: omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, dan esomeprazol.
4) Antikolinergik
Anti kolinergik, yaitu zat yang menekan produksi getah lambung dan melawan kejang-
kejang. Contoh: ekstrak belladonae.
5) Penguat Motilitas
Obat-obat ini juga dinamakan prokinetika atau propulsiva dan merupakan antagonis
dopamin. Berdaya antiemetik, memperkuat peristaltik, memperkuat peristaltik dan
mempercepat pengosongan lambung yang dihambat oleh neurotransmitter dopamin.
Penghambatan ini ditiadakan oleh zat-zat antagonis dopamin dengan jalan menduduiki
reseptor yang banyak terdapat di saluran cerna dan otak. Blokade dari reseptor itu di otak
menimbulkan gangguan ekstrapiramidial. Cisaprida dan domperidon tidak dapat melintasi
barier darah otak sehingga aktivitasnya terbatas pada slaran cerna. Dengan stimulasi
peristaltik pengaliran kembali dari empedu dan ezim pencernaan dari duodenum ke jurusan
lambung tercegah. Tukak tidak dirangsang lebih lanjut dan dapat sembuh dengan lebih cepat.
Contoh: metoklopramida, cisapride, dan domperidon.
6) Obat penenang / sedative
Sedativa digunakan untuk menekan stress karena dapat memicu sekresi asam lambung.
Contoh : meprobamat, diazepam, klordiazepoksid, dan oksazepam.
7) Analog Prostagladin-E1
Bekerja dengan cara menghambat secara langung sel-sel parietal dan melindungi mukosa
dengan jalan stimulasi produksi mucus dan bikarbonat. Contoh: misoprostol
8) Spasmolitik
Bertujuan untuk melemaskan ketegangan otot lambung – usus dan mengurangi kejang-
kejang. Contoh: papaverin.
9) Antiflatulen
Berfungsi memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah diserap dengan
demikian dapat dicegah masuk angin, kembung, dan sering buang angin (flatulensi). Contoh :
Dimetil Polisiloksan (Dimeticon).
Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping.
1. Aluminium Hidroksida
Mekanisme kerja Menetralisir asam lambung
Kontra indikasi Hipofosfatemia.
Efek samping -
Sediaan Antasida DOEN (generik ) tablet, suspensi, tablet kunyah.
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

2. Bismuthsubsitrat
Mekanisme kerja Terapi membasmi H.pylori pada tukak lambung/usus
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Pada penggunaan lama menyebabkan kerusakan otak (encefalitis)
dengan kejang-kejang, ataksia, dan perasaan kacau. Nausea,
muntah, dan reaksi kulit adakalanya terjadi.
Sediaan De-Nol
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

3. Kalsiumkarbonat
Mekanisme kerja Menetralkan asam lambung sambil melepaskan gas karbondioksida
yang diduga dapat merangsang dinding dengan mencetuskan perforasi
pada tukak.
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Sembelit
Sediaan Stomagel
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

4. Natriumbikabonat
Mekanisme kerja Menetralkan asam lambung sambil melepaskan gas karbondioksida
yang diduga dapat merangsang dinding dengan mencetuskan perforasi
pada tukak.
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Alkalosis dengan gejala sakit kepala, perasaan haus sekali, mual, dan
muntah-muntah
Sediaan Gelusil II
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

5. Magnesiumoksida
Mekanisme kerja Menetralkan asam lambung
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Diare
Sediaan Stomadex
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

6. Hidrotasit
Mekanisme kerja Menetralkan asam lambung
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Diare
Sediaan Talsit, ultracit
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

7. Metoklopramida
Mekanisme kerja Memperkuat motilitas dan pengosongan lambung
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Sedasi, gelisah, gangguan lambung usus
Sediaan Primperan
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

8. Cisaprida
Mekanisme kerja Menstimulasi motilitaslambung usus berdasarkan pelepasan asetilkolin
Kontra indikasi Wanita hamil dan mnyusui
Efek samping Kejang-kejang usus, perut berbunyi dan diare, jarang konvulsi, efek
ekstrapiramidal, kepala nyeri
Sediaan Prepulsid, acpulsif
Cara penyimpanan Pada suhu kamar
9. Metoklopramida
Mekanisme kerja Antiemetis, brdasarkan perintangan reseptor dopamin di CTZ beserta
stimulasi peristaltik dan pengosongan lambung
Kontra indikasi Hipersensitivitas, wanita hamil dan menyusui
Efek samping Kejang usus
Sediaan Motillium
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

10. Simetidin
Mekanisme kerja Menghambat sekresi asam lambung
Kontra indikasi -
Efek samping Pusing, ruam kulit,mengubah kebiasaan buang air besar,
Gynecomastia, dan impotensi pada penggunaan lama
Sediaan Cimetidin (generik) tablet 200mg, tagamet, algitec

11. Famotidin
Mekanisme kerja Menghambat sekresi asam lambung
Kontra indikasi -
Efek samping lihat simetidin
Sediaan Famotidin (generik) tablet 20mg, 40 mg, famocid

12. Ranitidin
Mekanisme kerja Menghambat sekresi asam lambung
Kontra indikasi -
Efek samping lihat simetidin, tetapi tidak menimbulkan gynecomastia
Sediaan Ranitidin (generik) tablet 150mg, 300mg, zantac, rantin

13. Omeprazol
Mekanisme kerja Penghambat pompa-proton yang dapat menurunkan produksi asam
lambung
Kontra indikasi Hipersensitivitas
Efek samping Gangguan lambung usus, nyeri kepala, nyeri otot, dan sendi, vertigo,
gatal-gatal, dan rasa kantukatau sukar tidur.
Sediaan Losec
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

14. Misoprostol
Mekanisme kerja Mensimulasi mekanisme perlindungan mukosa lambung dan
menghambat sekresi asam lambung
Kontra indikasi -
Efek samping -
Sediaan Athrotec
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

15. Dimetikon
Mekanisme kerja Menurunkan ketegangan permukaan hingga gelembung-gelembung
gas dalam lambung-usus lebih mudah penguraiannya menjadi glembung
yang lebih kecil yang diresorpsi oleh usus.
Kontra indikasi -
Efek samping -
Sediaan Polysilane, disflatyl
Cara penyimpanan Pada suhu kamar

Spesialite obat-obat antasida


NO GENERIK DAGANG PABRIK
1 Aluminium hidroksida Alukol PIM
Maag tab Erela
2 Kombinasi Al(OH)3 dan MG(OH)
Aludona Armoxindo
Diloxan Bernofarm
Simetikon/Dimetichone
3 Disflatyl Pharos
(Dimethylpolosiloxane)
Aeroson Soho
Maalok Rhone P
4 Antasida
Antasida DOEN Indo Farma
Corsamet Corsa
5 Simetidin
Ulsikur Kalbe farma
6 Famotidin Facid Kalbe farma
Famos Dankos
Gaster Novartis
Zantac Glaxo Wellcome
7 Ranitidin (Ranitidini)
Rantin Kalbe Farma
Losec Astra Zeneca
8 Omeprazol Pumpitor Sanbe farma
Solid Soho
Inpepsa Fahrenhait
9 Sukralfat
Necibok Dankos
Damaben Sanbe farma
10 Metoklopramida Emeran Erlimpex
Enakur Harsen
Acpulsif Dexa medica
11 Cisaprida Colinorm Sunthi sepuri
Ethiprid Ethica
Costil Pyridam
12 Domperidon Digestadon Mecosin
Dombaz Zenith
Betalans Mahakam beta farma
13 Lansoprazol Compraz Combiphar
Digest Dankos
14 Pantoprazol Pantozol Pharos
Decazepam Harsen
15 Diazepam Mentalium Soho
Stesolid Alpharma
Cytotec Pharmacia
16 Mysoprostol Gastulen Zenith
Noprostol Novell pharma

2.2.2 Digestiva
Digestiva adalah obat-obat yang digunakan untuk membantu proses pencernaan
lambung usus terutama pada keadaan defisiensi zat pembantu pencernaan, atau disebut juga
obat-obat pencernaan. Obat pencernaan jenis ini biasanya berisi enzim-enzim atau
campurannya yang berguna untuk memperbaiki fungsi pencernaan. Enzympencernaan yang
seringdigunakanadalahasamklorida (HCL), enzymlambung (pepsin), danenzympankreas
(pancreatin).
A. Penggolongan
1) Obat yang bekerja pada kandung empedu
Empedu mengandung asam empedu dan konjugatnya. Zatempedu yang
pentinguntukmanusiaialahgaramnatriumasamkolatdanasamkenodeoksikolat.Selainpentingunt
ukpenyerapanlemak, empedujugapentinguntukabsorpsizatlarutlemakmisalnya vitamin A, D,
E dan K.Dalamjumlahbesar, garamempedudapatmenetralkanasamlambung yang masukke
duodenum. Padakeadaan normal hatimensekresi ± 24 g garamempeduatau 700 - 1000 ml
cairanempedu/hari.Kira-kira 85 % empedudiabsorpsipadaususkecilbagianbawah
(sirkulasienterohepatik), sehinggahanya 80 mg garamempedu yang harusdisintesisperharinya.
Asam-asam empedu meningkatkan sekresi empedu dan disebut zat koleretik, garam
empedu kurang memperlihatkan aktivitas koleretik. Asam dehidrokolat suatu kolat
semisintetik terutama aktif untuk merangsang empedu dengan BM(Berat molekul) rendah
karena itu dinamakan zat hidrokoleretik.
Zatinihanyamerangsangpengeluaranempedudanbukanprosuksiempedu.
Berbedadenganasamkolat,
asamkenodeoksikolatmenurunkankadarkolesteroldalamempedu.
Obatinibergunauntukmengatasibatukolesterolkandungempedupadapasientertentu.Asam
kenodeoksikolat bekerja dengan menurunkan absorpsi kolesterol dari usus dan menurunkan
sintesis kolesterol. Bila kadar asam kenodeoksikolat mencapai 70 % empedu total, maka
larutan empedu yang tadinya jenuh kolesterol menjadi tidak jenuh.Garam empedu
menurunkan resistensi mukosa saluran cerna terhadap asam lambung. Kenyataan ini diduga
mempunyai implikasi terhadap terjadinya gastritis, tkak peptik dan refluks esofagus.Empedu
terdiri dari asam empedu (asam kolat) dan asam kenodeoksikolat serta kolesterol dan
fosfolipid.
Gunaempedu yang berhubungandenganpencernaandanabsorbsilemakyaitu :
 membantu proses emulsifikasi dan absorpsilemak
 mempertinggidayakerja lipase
 membantuperosesabsrobsivitamin yang larutdalamlemak (A, D, E, K)
 Gunapreparatempeduperoraladalah :
 Membantupencernaan dan penyerapandalam usus (lemak)
 Merangsangpengeluaranempedudarihati (cholereatic)
 Melarutkan&mengeluarkanbatuempedu (cholagoga)
 Mengobatidanmelindungihatiterhadappenyakitkuningdanhati yang mengeras.

2) Enzympencernaan
a) Asamhidroklorida (HCl)
Asam klorida (HCl) adalah suatu cairan yang dikeluarkan oleh dinding lambung yang
memiliki fungsi utama: Lipase , kegunaan :mengubah pepsinogen yang dihasilkan selaput
lambung menjadi pepsinmembuat suasana lambung jadi asam sehingga mempermudah
penguraian protein menjadi peptidamembantu proses absorpsi garam kalsium dan
besimembantu merangsang pengeluaran getah lambung, pankreas dan hati. Pada keadaan
kekurangan asam lambung disebabkan aklorhidri, sehingga sebagai pengganti perlu diberikan
HCl dari luar. PemakaianHCltersebutharusdalamkeadaancukupencer agar
tidakmenghancurkanselaputlendirlambung.
b) Enzymlambung (pepsin)
Pepsin adalah enzym yang disekresi mukosa lambung berfungsi menguraikan protein
menjadi peptida, enzym ini disebut juga protease. Pepsin adalahenzimproteolitik yang
kurangpentingdibandingdenganenzimpankreas.Padadefisiensi pepsin, tidakditemukangejala
yang serius.Defisiensi pepsin total ditemukanpadapasienaklorhidria.
Kegagalanlambunguntukmensekresi pepsin danasamdenganrangsangan yang
adekuatdisebutakiliagastrika,
seringterjadipadapasienanemiapernisiosadankarsinomalambung.
c) Enzympankreas (pancreatin)
Enzimpankreasdalamsediaandikenalsebagaipankreatindanpankrelipase.Keduazattersebutmen
gandungamilase, tripsin (protease) dan lipase.Pankrelipaseberasaldaripankreashewan,
aktivitaslipasenyarelatiflebihtinggidaripadapankreatin.Pankrelipase diindikasikan pada
keadaan defesiensi sekret pankreas misalnya pada pankreatitis dan mukovisidosis.
Ennziminidirusakasamlambungsehinggaharusdibuatdalambentuk tablet
enteral.Enzimpankreassedikitsekalimenyebabkanefeksamping. Dosistinggidapatmenyebabka
nmualdandiaredanjugahiperurisemia.Penggantian enzym pankreas (pankreatin suplemen)
diperlukan bila sekresi pankreas terganggu (dapat karena pembedahan pankreas,
tersumbatnya pankreas atau karena kancer pankreas).
Enzyminiterdiri dari :
 Amylase (pencernaan K- hidrat)
 Trypsin-chemotrypsin (pencerna protein)
 Lipase (pencernalemakdenganbantuanempedu)

B. SpesialiteobatDigestiva
1. BENOZYM
Pabrik :Bernofarm
Komposisi :Pancreatin 150 mg, bromelain 50 mg, ox bile 30 mg
Indikasi : Gangguanpencernaankarbohidrat, lemak, dan protein yang menimbulkan
gejala kembung dan rasa penuh yang abnormal pada perut. Terapi pengganti
pada difisiensi enzim-enzim pencernaan, pankreatik, dan cairan empedu.
Sediaan : Tablet salut gula
2. BERZYMPLEX
Nama generik : :
Pancreatin,oxbile,dimetilpolisiloksan,vitB1,VitB2,VitB6,vitB12,niasinamida,Capantotenat
Pabrik :Bernofarm
Komposisi : Pancreatin 112,5 mg, ox bile 30 mg, dimethylpolysiloxane 25 mg, vit. B1
10mg, Vit.B2 5 mg, Vit.B12 5 mcg, Capantothenate 5 mg, niainamide 10 mg
Indikasi :Difisiensienzimpankreasdancairanempedusalurancerna yang disertaidifisiensi
vitamin danperutkembungdankembung
Sediaan : tablet salutgula
3. ELSAZYM
Nama generik : Pancreatin,bromealin,dimetilpolisiloksan
Pabrik : Otto
Komposisi :Pancreatin 170 mg, bromelain 50 mg, dimethylpolysiloxane 80 mg
Indikasi :Dispepsia, rasa penuh abnormal pada epigastrium.
Terapisuplementalsesudahoperasi gastro intestinal
Sediaan : Tablet 4mg
4. ELSAZYM FOR CHILDREN
Pabrik : Otto
Komposisi : Pancreatin 580 mg, vit.A 2.000 iu, vit.B12 1 mcg, folic acid 400 mcg
Indikasi : Gangguanpencernaanpadaanak
Sediaan : Serbukdalam sachet.
5. ENZYPLEX
Nama generik : :
Amilase,protease,asamdeoksikolat,dimetilpolisiloksan,vitB1,VitB2,VitB6,vitB12nikotinamid
a,ca-pantotenat
Pabrik :Medifarma
Komposisi : Amylase 10,000 u, protease 9,000 u, lipase 240 u, desoxycholic acid 30
mg,dimethylpolysiloxane 25 mg, vit B1 10 mg, vit B2 5 mg, vit B6 5 mg, vit
B12 5mcg,niacinamide 10 mg, Capantothenate 5 mg
Indikas :gangguanpencernaansepetimuntah, kembung, rasa tidaknyamandalamperut.
Sediaan : Tablet
6. EXCELASE-E
Pabrik : Meiji
Komposisi : Amylase, samactase 50 mg, protease 60 mg, lipase 20 mg, meicelase 50mg,
pancreatin 167,74 mg
Indikasi : Terapipenggantipadadefisiensienzimpancreas
Sediaan : Kapsul
7. FLAZYMEC
Pabrik :Ifars
Komposisi :Pancreatin 170 mg, simethicone 80 mg
Indikasi : Untukmembantupencernaankarbohidrat, lemak, dan protein pada pasien
dengan gangguan fungsi hati, penyakit empedu, dan defisisensi pankreas
misalnya pada pankreatitis dan fibrokistik pankreas, gangguan gastro intestinal
dengan gejala rasa sebah, perut kembung, mual, rasa tidak enak pada lambung.
Meteorismus pasca operasi dan pada persiapan pemeriksaan radiografi
abdomen.
Sediaan :Kapsulsalut enterik
8. GASFLAT
Pabrik : Fahrenheit
Komposisi : Pancreatin 170 mg, activated dimethylpolysiloxane (simethicone) 80 mg
Indikasi : gangguan pankreas, hati, empedu, lambung, danusus, meteorismus
pascaoperasi, kembung, sindrom gastrokardiak (sindromRoemheld). Persiapan
pasien untuk pemeriksaan radiografi abdomen
Sediaan : Tablet salut selaput
9. L-BIO
Pabrik :Lapi
Komposisi : Rice starch, meltodextrin, Lactobacillus acidophillus, Lactobacilluscasei,
Lactobacillussalivarius, Bifidobacteriuminfantis, Bifidobacteriumlactis,
Bifidobacteriumlongum, Lactobacillus lactis

Indikasi : Memelihara kesehatan fungsi pencernaan pada anak dan dewasa, membantu
mengembalikan fungsi normal pencernaan selama diare, sembleit, dispepsia,
dan intoleransilaktosa; membantu keseimbangan flora normal selama
mengomsumsi antibiotika; membantu mengembalikan fungsi normal
pencernaan pada pasien yang mengalami kemoterapi, tukak peptid; membantu
fungsi fermentasi usus pada bayi
Sediaan :Serbuk10
10. LAKTOBION
Pabrik :Sanghiang Perkasa
Komposisi :Lactiferin 100 mg, lactulose 100 mg, bifidobcteria 100 million cells
Indikasi : Mengatur sistem imun, memperbaiki flora usus, menghambat generasi dari
substansi yang berbahaya ( berguna dalam kondisi seperti koma hepaticum),
menekan bakteriumberbahaya
Sediaan : Tablet
11. PANKREON COMP
Nama generik : Pancreatin,Lipase,Amilase
Pabrik : Kimia Farma
Komposisi : Pancreatic lipase 8.000 FIP u. Pancreatic amylase 6.500 FIP u,
Pancreaticprotease 450 FIP u, bile dispert 50 mg
Indikasi : Gangguanlambungdanusus, penyakithati,
saluranempedudanpankreas,setelahmakanterlalubanyakmakanan yang
sukardicernadan padausialanjut yang kemampuanpencernaannyasering kali
menurunsehinggatimbulgejalahilangnyanafsumakan, perasaanselalukenyang,
kembungdan diare.
Pankreonmengisikekurangangetahpencernaandanmemungkinkanpemanfaatan
makanansebaik-baiknya.

12. PANKREON FOR CHILDREN


Pabrik :Kimia Farma
Komposisi : Pancreatic lipase 17,500 FIP u, pancreatic amylase 10,000 FIP u,
pancreaticprotease 1,000 FIP u, vit A 2,000 iu, Vit b12 1 mcg, folic acid 400
mcg
Indikasi : Gangguan pertumbuhan, hilang nafsu makan, diare kronis berulang,
disatrofi, atrofi karena kurang gizi, dispepsia setelah infeksi, ganggua
pencernaansetelah pemberian antibiotik, meteorisme, fibrosis kistikpa dan
pancrea
13. PRIMPERAN
Pabrik : Soho / Delagrenge
Komposisi : Metoclopramide HCl 5 mg, pancreatin 170 mg
Indikasi : Dispepsia karena gangguan fungsi motorik dan sekretorik, gastroduo denitis
dan antroduo denitis, sindroma hipomotilitas lambung primer, pankreatitis
kronik, gangguan gastro intestinal karen obatl ain, setelah gastrektomi dan
kolesistektomi.
Efeksamping : Reaksiekstrapiramidal, pusing, lesu, kelelahan, mengantuk, sakit
kepala,depresi, gangguan gastro intestinal, hipertensi
Kontraindikasi :Kondisidimanastimulasimotilitas gastro intestinal
dapatmembahayakan,sepertiobstruksi intestinal, feokromositoma, epilepsi
14. TRIPANZYM
Nama generik : Pancreatin,dimetilpolisiloksan,
Pabrik : Sanbe
Komposisi : Pancreatin 170 mg, activated dimethylpolysiloxane 80 mg
Indikasi : Perut kembung seperti pada aerofagia, insufisiensi pankreas, gangguan hati,
empedu, lambung dan usus, perut kembung pasca bedah, flatulensi, sindrom
gastrokardiak. Persiapanuntukradiografi abdomen
termasukkelenjarempedudanginjal, radiografipadasegmen lumen, kolumna
vertebra dan pelvis
Sediaan :Kaplet salut enterik gula
15. VITAZYM
Pabrik : Kalbe Farma
Komposisi : Pancreatin 50 mg, papain 10 mg, ox bile 50 mg, curcuma rhizoma 35
mg,liverextr 50 mg, vit, minerals
Indikasi :gangguan gastro intestinal; kembung, mual, perihlambung, sulitbuang air
besar, gangguanhatidanempedu; merangsangnafsu makananak
Sediaan : Tablet salut enterik16.

2.2.3 Antidiare
Obat diare adalah obat-obat yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati
penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman, virus, cacing, atau keracunan makanan.
Gejala diare adalah buang air besar berulang kali dengan banyak cairan kadang disertai darah
atau lendir.

Mekanisme kerja obat antidiare


Diare yanng hebat menyebabkan kehilangan cairan. Cairan yang hilang secepatnya harus
digantikan dengan meminum-minuman berelektrolit atau larutan oralit (mengandung gula
dan garam). Selain menggantikan cairan, diare perlu dihentikan. Dalam menghentikan diare
dapat dengan meminum obat anti diare. Obat anti diare yang bekerja pada susunan syaraf
akan menurunkan gerakan peristaltik usus, meningkatkan absorbsi, dan menginaktivasi
enterotoksin.

Penggolongan obat diare :


A. Kemoterapeutik
Walaupun pada umumnya obat tidak digunakan pada diare, ada beberapa
pengecualian dimana obat antimikroba diperlukan pada diare yang disebabkan oleh
infeksi beberapa bakteri dan protozoa. Pemberian antimikroba dapat mengurangi
parah dan lamanya diare dan mungkin mempercepat pengeluaran toksin. Kemoterapi
digunakan untuk terapi kausal, yaitu memberantas bakteri penyebab diare dengan
antibiotika (tetrasiklin, kloramfenikol, dan amoksisilin, sulfonamida, furazolidin, dan
kuinolon).
B. Zat penekan peristaltik usus
Obat golongan ini bekerja memperlambat motilitas saluran cerna dengan
mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Contoh : candu dan alkaloidnya,
derivat petidin (definoksilat dan loperamid), dan antikolinergik (atropin dan ekstrak
beladona)
C. Adsorbensia
Adsorbensia memiliki daya serap yang cukup baik. Khasiat obat ini adalah mengikat
atau menyerap toksin bakteri dan hasil-hasil metabolisme serta melapisi permukaan
mukosa usus sehingga toksin dan mikroorganisme tidak dapat merusak serta
menembus mukosa usus. Obat-obat yang termasuk kedalam golongan ini adalah
karbon, musilage, kaolin, pektin, garam-garam bismut, dan garam-garam alumunium.

Golongan Nama Generik Nama Paten Isi obat Nama Pabrik


Kemoterapeutik Kloramfenikol Chloramex Kloramfenikol 500 mg Alpharma
Grafacetin Kloramfenikol 250 mg Graha Farma
Kemocol Kloramfenikol 250 mg Phyto Kemo Agung
Magnachlor Kloramfenikol 250 mg Darya Varia
Megachlor Kloramfenikol 250 mg Mega Farma
Amoksisilin Amosine Amoksisilin 500 mg Mugi
Betaclav Amoksisilin 250 mg Corsa
Bintamox Amoksisilin 500 mg Hexapharm Jaya
Aclam Amoksisilin 500 mg Tunggal Idaman Abadi
Tetrasiklin Enpicortyn Tetrasiklin 5 mg Nicholas

Zat Penekan Loperamid Opox Loperamid 2 mg Guardian Pharmatama


Peristaltik Usus Novadium Loperamid HCL 2 mg Novapharin
Renamid Loperamid HCL 2 mg Fahrenheit
Primodium Loperamid 2 mg Ikapharmindo
Mecodiar Loperamid HCL 2 mg Mecosin
Lodia Loperamid HCL 2 mg Sanbe Farma
Midix Loperamid HCL 2 mg Itrasal
Loprium Loperamid HCL 2 mg Emba Megafarma
Ipramid Loperamid HCL 2 mg Imedco Djaya
Eks. beladona Spasminal Ekstrak beladona 10 mg Hexpharm Jaya
Adsorbensia Kaolin Neo Kaocitin Kaolin 700 mg, pektin 50 Erlimpex
Omegdiar mg Mutifa
Neo Diofarm Kaolin 700 mg, pektin 50 Corsa
Neo Asta mg Bufa aneka
Diaend Kaolin 550 mg, pektin 20 Mugi
mg
Kaolin 700 mg, pektin 50
mg
Kaolin 700 mg, pektin 50
mg

2.2.4 Laksatif (Pencahar)


Laksatif adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi
sembelitdengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam operasi
pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum
operasi dilakukan. Laksatif merupakan obat bebas. obat yang biasanya digunakan untuk
mengatasi konstipasi atau sembelit. Biasanya obat ini hanya digunakan saat mengalami
konstipasi atau sembelit saja karena mempunyaiefek samping.

Kelompok laksatif
1. Pencahar pembentuk tinja (bulk laxative)
Pencahar jenis ini umum beredar di pasaran, baik yang berasal dari serat alamiah
seperti psyllium ataupun serat buatan sepertu metil selullosa. Keduanya sama efektif dalam
meningkatkan volume tinja. Obat ini cukup aman digunakan dalam waktu yang lama tetapi
memerlukan asupan cairan yang cukup.
2. Pelembut tinja/feses
Obat jenis ini dipakai oleh usia lanjut sebagai sebagai pelembut feses. Obat ini
mempunyai efek sebagai surfaktan yang menurunkan tegangan permukaan feses, sehingga
dapat meresap dan feses jadi lembek.
3. Pencahar stimulan/perangsang
Contoh golongan ini adalah senna, bisacordil. Senna aman dipakai untuk usia
lanjut.Efek obat ini menstimulasi dan meningkatkan peristaltik atau gerakan usus.
4. Pencahar hiperosmoler (osmotic laxative)
Mempunyai efek menahan cairan dalan usus dan mengatur distribusi cairan dalam
tinja. Jenis ini mempunyai cara kerja seperti spon sehingga tinja mudah melewati usus. Jenis
golongan ini seperti laktulosa dan sorbitol.
5. Enema
Enema dimaksudkan untuk merangsang terjadinya evakuasi tinja sehingga bisa
keluar. Pemberian ini harus hati – hati pada usia lanjut karena sering mengakibatkan efek
samping.

Golongan obat-obat pencahar yang biasa digunakan adalah:


1. Bulking Agents
2. Pelunak Tinja
3. Minyak Mineral
4. Bahan-bahan Osmotik
5. Pencahar Perangsang.

Ø Bulking Agents.
Bulking agents (gandum, psilium, kalsium polikarbofil dan metilselulosa) bisa menambahkan
serat pada tinja. Penambahan serat ini akan merangsang kontraksi alami usus dan tinja yang
berserat lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Bulking agents bekerja perlahan dan
merupakan obat yang paling aman untuk merangsang buang air besar yang teratur. Pada
mulanya diberikan dalam jumlah kecil. Dosisnya ditingkatkan secara bertahap, sampai
dicapai keteraturan dalam buang air besar.
Orang yang menggunakan bahan-bahan ini harus selalu minum banyak cairan.

Ø Pelunak Tinja.
Dokusat akan meningkatkan jumlah air yang dapat diserap oleh tinja. Sebenarnya bahan ini
adalah detergen yang menurunkan tegangan permukaan dari tinja, sehingga memungkinkan
air menembus tinja dengan mudah dan menjadikannya lebih lunak. Peningkatan jumlah serat
akan merangsang kontraksi alami dari usus besar dan membantu melunakkan tinja sehingga
lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Ø Minyak Mineral.
Minyak mineral akan melunakkan tinja dan memudahkannya keluar dari tubuh. Tetapi bahan
ini akan menurunkan penyerapan dari vitamin yang larut dalam lemak. Dan jika seseorang
yang dalam keadaan lemah menghirup minyak mineral secara tidak sengaja, bisa terjadi
iritasi yang serius pada jaringan paru-paru. Selain itu, minyak mineral juga bisa merembes
dari rektum.

Ø Bahan Osmotik.
Bahan-bahan osmotik mendorong sejumlah besar air ke dalam usus besar, sehingga tinja
menjadi lunak dan mudah dilepaskan. Cairan yang berlebihan juga meregangkan dinding
usus besar dan merangsang kontraksi. Pencahar ini mengandung garam-garam (fosfat,
sulfat danmagnesium) atau gula (laktulosa dan sorbitol). Beberapa bahan osmotik
mengandung natrium, menyebabkan retensi (penahanan) cairan pada penderita penyakit
ginjal atau gagal jantung, terutama jika diberikan dalam jumlah besar. Bahan osmotik yang
mengandung magnesium dan fosfat sebagian diserap ke dalam aliran darah dan berbahaya
untuk penderita gagal ginjal. Pencahar ini pada umumnya bekerja dalam 3 jam dan lebih baik
digunakan sebagai pengobatan daripada untuk pencegahan. Bahan ini juga digunakan untuk
mengosongkan usus sebelum pemeriksaan rontgen pada saluran pencernaan dan sebelum
kolonoskopi.

Ø Pencahar Perangsang.
Pencahar perangsang secara langsung merangsang dinding usus besar untuk berkontraksi dan
mengeluarkan isinya. Obat ini mengandung substansi yang dapat mengiritasi seperti senna,
kaskara, fenolftalein, bisakodil atau minyak kastor. Obat ini bekerja setelah 6-8 jam dan
menghasilkan tinja setengah padat, tapi sering menyebabkan kram perut. Dalam
bentuksupositoria (obat yang dimasukkan melalui lubang dubur), akan bekerja setelah 15-60
menit. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada usus besar, juga
seseorang bisa menjadi tergantung pada obat ini sehingga usus menjadi malas berkontraksi
(Lazy Bowel Syndromes). Pencahar ini sering digunakan untuk mengosongkan usus besar
sebelum proses diagnostik dan untuk mencegah atau mengobati konstipasi yang disebabkan
karena obat yang memperlambat kontraksi usus besar (misalnya narkotik).

Zat Berkhasiat Obat Pencahar (GENERIK)


1. Fenolftalein
Cara kerja obat
Bekerja 4 – 8 jam setelah pemberian¬nya, tanpa menyebabkan sakit perut atau kejang.
Dikeluarkan melalui urin dan menyebabkan urin berwarna merah. Relatif tidak toksik. Pada
dosis berlebihan menimbulkan diane hebat sehingga kehilangan elektrolit dan cairan.
Efek yang tidak diinginkan
Alergi, berupa erupsi, urtikaria dan pigmentasi kulit.
Aturan pemakaian : 100 – 200 mg; diberikan pada malam hari sebelum tidur.
2. Bisakodil
Cara kerja obat
Bekerja langsung pada dinding usus besar dengan memperkuat peristaltik-¬nya. Pada
penggunaan oral, efek pencahar terlihat setelah kurang Iebih 7 jam. Sedangkan pada
penggunaan secara rektal kurang lebih setelah 30 menit.
Efek yang tidak diinginkan
Kejang penut, (penggunaan melalui oral)-Merangsang selaput lendir nektum (penggunaan
melalui dubur).
Aturan pemakaian
pen oral (tablet): 5 mg sebelum tidur 1 – 2 tablet; – pen rektal: 10 mg suppositonia pada pagi
hari.

Nama Dagang

- Laxacod - Laxamex - Stolax - Dulcolax/Bicolax

3. Minyak Jarak (minyak kastor/Oleum ricini).


Obat ini merupakan bahan pe¬rangsang timbulnya diare karena bersifat emolien, sekarang
tidak digunakan lagi.
4. Glikosida Antrakinon
Cara kerja obat
Efek pencahar terlihat setelah 6 jam. Zat aktifnya dapat ditemukan dalam ASI, sehingga
mempengaruhi bayi yang disusui. Bila menggunakan zat ini, maka tinja dan urin yang keluar
berwarna kuning sampai merah. Zat ini terdapat dalam tanaman Cascara sagrada, Sennae,
Rhei radix, Aloe, dan Dantron.
Nama dagang : Sankaijo (Toto, Hexpharma Jaya B)
5. Laktulosa
Cara kerja obat
Zat ini dalam usus menghasilkan asam organik yang menstimulir peristaltik usus dan
menahan air dengan jalan osmosis, sehingga tinja menjadi lunak. Efek pencahar terlihat
sesudah 2 – 3 hari.
Aturan pemakaian
7 – 10 g, kadang-kadang diperlukan dosis awal 40 g

6. Agar-agar
Cara kerja obat
Merupakan koloid hidrofil, banyak mengandung hemiselulosa yang sulit di cerna sehingga
merangsang peris¬taltik usus dan dapat melunakkan tinja.
Aturan pemakaian
4 -16g.
7. Metilselulosa
Cara kerja obat
Dalam cairan usus bahan obat ini akan mengembang, membentuk gel emolien atau larutan
kental yang dapat melunakkan tinja. Efek pen¬cahar terlihat setelah 12-24 jam. Efek
maksimal terjadi setelah beberapa hari pengobatan.
Efek yang tidak diinginkan
Obstruksi usus dan esofagus.
Aturan pemakaian
Dewasa: 2-4 kali, 1,5 g/hari.
Anak-anak: 3 – 4 kali, 500 mg/hari.
8. Garam lnggris/garam magnesium = MgSO4
Cara kerja obat
Zat ini diabsorpsi melalui usus kurang lebih 20% dan diekskresi melalui ginjal; efek pencahar
terlihat setelah 3 – 6 jam.
Hal yang perlu diperhatikan
Tidak dianjurkan digunakan bagi penderita gagal ginjal, karena dapat menyebabkan
dehidrasi, hipotensi dan kelumpuhan otot pernafasan.
9. Dioktil Natrium Sulfosuksinat
Cara kerja obat
Zat ini berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan, sehingga mempermudah penetrasi
air dan lemak. Tinja menjadi lunak setelah 24 – 48 jam.
Efek yang tidak diinginkan
Kolik usus, mual, muntah, diare.
10. Parafin Cair
Cara kerja obat
Zat ini bersifat mengurangi absorpsi vitamin yang larut dalam lemak.

Hal yang perlu diperhatikan


Dapat menyebabkan radang kronik oleh karena itu tidak dianjurkan untuk digunakan.
Aturan pemakaian
Oral 15-45 ml, diberikan pada malam hari sebelum tidur.
11. Gliserin
· Cara kerja obat
Berfungsi menarik air dalam makanan, sehingga merangsang rektum untuk berkontraksi dan
juga sebagai pelicin dan melunakkan tinja, sehingga tinja mudah keluar. Digunakan sebagai
obat luar dalam bentuk semprot.

Obat golongan pencahar (PATEN) :


1. DULCOLAX
Golongan obat : obat bebas
bentuk sediaan : tablet, syrup
kandungan obat : bisacodyl
Cara kerja : Bisacodyl adalah laksatif yang bekerja lokal dari kelompok turunan difenil
metan. Sebagai laksatif perangsang (hidragogue antiresorptive laxative), DULCOLAX
merangsang gerakan peristaltis usus besar setelah hidrolisis dalam usus besar, dan
meningkatkan akumulasi air dan alektrolit dalam lumen usus besar.
indikasi : untuk pasien penderita konstipasi atau sembelit
dosis : dosis dewasa 2 tab sebelum tidur
efeksamping : sakit perut, kram perut, alergi, diare
perhatian : hati-hati pada ibu hamil dan menyusui harus sesuai petunjuk dokter.
Pabrik: Boehringer Ingelheim

2. MICROLAC
Golongan obat : obat bebas
bentuk sediaan : tube
kandungan obat : Setiap tube Microlax (5 ml) mengandung:
- Natrium Lauril Sulfoasetat 0,045 g
- PEG 400 0,625 g
- Sorbitol 4,465 g
- Natrium Sitrat 0,450 g
- Asam Sorbat 0,005 g
- Air murni sampai dengan 6,250 g
Cara kerja :
-Na lauril sulfoasetat à menurunkan tegangan permukaan feses sehingga feses mudah
terbasahi.
-Sorbitol, Na Sitrat à menyerap air ke dalam usus besar / rektum untuk melunakkan feses
yang keras.
-PEG 400 à melumasi rektum sehingga feses mudah dikeluarkan.
-Dari 3 mekanisme kerja tersebut Microlax akan mempermudah buang air besar.
indikasi : obat yang digunakan untuk pencahar/sembelit yang cocok digunakan wanita hamil
dan anak-anak
dosis : penggunaan melalui rektal untuk dewasa 1 tube sekali pakai
efeksamping : penggunaan berlebihan dapat menyebabkan diare
perhatian : tidak disarankan untuk penderita wasir, hanya untuk penggunaan jangka pendek
Pabrik: Pharos

3. LACTULAC
Golongan obat : obat bebas
bentuk sediaan : syrup
kandungan obat : lactulosa
Cara kerja obat : lactulosa bekerja menghilangkan sembelit melalui cara yang berbeda,
lactulose terdiri dari molekul gula dan sebagian dipecah oleh bakteri yang hidup dibagian
bawah usus, hal ini menyebabkan isi usus menjadi lebih asam karna ada asam karboksilat
antara metabolitnya yang tidak dapat diserap dari usus yang lebih rendah.
indikasi : untuk konstipasi kronis
dosis : Untuk konstipasi kronik dosis awal selama 3 hari pertama. Dewasa : 15-45 mL. Anak
5-14 tahun : 15 mL. Anak 1-5 tahun : 5-10 mL. Bayi < 1 tahun : 5 mL. Dosis pemeliharaan
harian : Dewasa : 10-25 mL. Anak 5-14 tahun : 10 mL. Anak 1-5 tahun : 5-10 mL. Bayi < 1
tahun : 5 mL. Untuk ensefalopati portal sistemik : awal 30-50 mL, lalu disesuaikan untuk
mencegah diare
efeksamping : diare, kehilangan cairan, mual, muntah, rasa tidak nyaman pada perut
perhatian : hati-hati pada penderita diabetes militus, wanita hamil dan menyusui.
Pabrik: Ikapharmindo

4. Laxadine® Emulsi
KOMPOSISI
Tiap 5 ml mengandung:
Phenolphtalein 55 mg.
Paraffin liquidum 1200 mg.
Glycerin 378 mg.

CARA KERJA OBAT:


Bekerja dengan cara merangsang peristaltik usus besar, menghambat reabsorbsi air dan
melicinkan jalannya faeces.
INDIKASI:
Diberikan pada keadaan konstipasi yang memerlukan:
o perbaikan peristaltik
o pelicin jalannya faeces
o penambahan volume faeces secara sistematis sehingga faeces mudah dikeluarkan.
Persiapan menjelang tindakan radiologist dan operasi.
DOSIS:
- Dewasa : 1-2 sendok makan
-Anak 6-12 tahun : 1/2 dosis dewasa
Diminum sekali sehari pada malam hari menjelang tidur.
(1 sendok makan = 15 ml).

PERINGATAN DAN PERHATIAN :


Hindari pemakaian yang terus menerus dalam waktu lama karena dapat menyebabkan
penurunan berat badan, kelemahan otot, kehilangan cairan dan elektrolit.
Hentikan penggunaan obat bila terjadi gangguan usus seperti mual dan muntah.
Tidak dianjurkan untuk anak-anak dibawah 6 tahun, wanita hamil & menyusui dan usia
lanjut, kecuali atas petunjuk dokter.
EFEK SAMPING:
Reaksi alergi kulit rash dan pruritus, perasaan terbakar, kolik, kehilangan cairan & elektrolit,
diare, mual dan muntah.KONTRA INDIKASI:
Hipersensitivitas terhadap zat aktif dan komponen lain dalam Laxadine Emulsi, ileus
obstruksi dan nyeri abdomen yang belum diketahui penyebabnya.CARA PENYIMPANAN:
Disimpan di tempat sejuk (15°-25°)C dan terlindung dari cahaya.KEMASAN:
Botol Netto 30 ml, 60 ml dan 110 ml.
No. Reg. DTL 8327800932A1
DIBUAT OLEH:
PT GALENIUM PHARMASIA LABORATORIES
JL Raya Bogor KM 51,5
Bogor – Indonesia

5. STOLAX SUPP
KOMPOSISI
Bisakodil / Bisacodyl
INDIKASI
Konstipasi (susah buang air besar) kronis atau akut.
Membersihkan usus besar sebelum pembedahan, pemeriksaan laboratorium atau radiologi.

KEMASAN
Suppositoria 10 mg x 6.
DOSIS
Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 1 suppositoria/hari.
Anak berusia kurang dari 12 tahun : ½ suppositoria/hari.
Pabrik : Sanbe Farma

6. PRALAX SIRUP 100


Indikasi
Konstipasi (susah buang air besar) kronis
Kontra Indikasi
Diet rendah galaktosa, galaktosemia
Efek Samping
Kembung, diare, mual, muntah
Dosis
1-2 sendok makan (15-30 mL) per hari selama 1-2 hari sampai buang air besar normal.
Jika perlu, dapat ditingkatkan sampai dengan 60 mL/hari
Pabrik : Fahrenheit

7. Laxing
Indikasi:
- Membantu melancarkan buang air besar tampa menyebabkan mulas dan mencret -
Membantu melunakan tinja
Pabrik : Soho

8. Laxana

Brand:: Ifars

Komposisi: Bisacodyl

Indikasi: Memudahkan BAB pada keadaan konstipasi, sebelum dan sesudah


operasi. Untuk persiapan pemeriksaan radiografi dan abdomen, atau
penggunaan sebelum dan sesudah operasi, perlu dikombinasikan dengan
suppo untuk menghasilkan efek maksimal.

Dosis: Dewasa dan Anak > 12 tahun : 2 tablet dosis tunggal, diminum sebelum
tidur atau 1/2 jam sebelum makan pagi. Anak 6-12 tahun : 1 tablet/hari,
sebelum tidur.

Kemasan: Tablet salut enterik 5 mg x 10 x 10

9. Lantulos
DESKRIPSI : Laktulosa.
INDIKASI : Pengobatan konstipasi.
KEMASAN : Syrup 3.43 g/5 ml x 60 ml x 1's.
PABRIK : Landson.

10. Laxasium Suspensi


DESKRIPSI : Magnesium Hidroksida 400 mg.
INDIKASI : Sembelit (susah buang air besar) dan buang air besar tidak teratur, disertai
dengan indigesi (gangguan pencernaan).
KEMASAN : Suspensi 400 mg/5 mL x 100 mL.
DOSIS : Dewasa & anak berusia lebih dari 12 tahun : 2-4 sendok makan pada malam hari
sebelum tidur atau waktu bangun tidur di pagi hari.
Anak-anak berusia 6-11 tahun : 1-2 sendok teh.
PABRIK : Fahrenheit.

2.2.5 Antispasmodik
Antispasmodik adalah obat-obat atau zat-zat yang digunakan untuk melawan kejang-
kejang otot yang sering mengakibatkan nyeri perut (saluran pencernaan). Meskipun dapat
mengurangi spasme usus tapi penggunaannya dalam sindrom usus pencernaan sebagai obat
tambahan saja.
1. Hyoscine
Obat ini bereaksi pada sistem saraf otonom dan mencegah kejang otot. Obat ini biasa
digunakan untuk pra pengobatan untuk mengosongkan sekresi paru-paru. Obat ini
juga digunakan untuk pengobatan tukak lambung.
2. Clidinium
Kombinasi chlordiazepoxide dan clidinium bromide digunakan untuk mengobati
lambung yang luka dan teriritasi. Obat ini membantu mengobati kram perut dan
abdominal. Chlordiazepoxide dapat menyebabkan kecanduan. Meskipun demikian,
sewaktu mengkonsumsi chlordiazepoxide dan clidinium bromide, jangan diminum
dengan dosis besar atau minum lebih lama dari yang dokter resepkan. Toleransi
mungkin terjadi karena pemkaian jangka panjang atau berlebihan yang membuat
pengobatan kurang efektif. Obat ini harus dikonsumsi secara teratur agar
pengobatannya efektif.
3. Mebeverine
Mebeverine digunakan untuk mengobati kram dan kejang pada perut dan usus.
Mebeverine khususnya digunakan dalam pengobatan irritable bowel syndrome (IBS)
dan kondisi sejenis.
4. Papaverine
Papaverine digunakan untuk meningkatkan peredaran darah pada pasien dengan
masalah sirkulasi darah. Papaverine bekerja dengan merelaksasi saluran darah
sehingga darah dapat mengalir lebih mudah ke jantung dan seluruh tubuh. Papaverine
adalah golongan alkaloid opium yang diindikasikan uuntuk kolik kandungan empedu
dan ginjal dimana dibutuhkan relaksasi pada otot polos, emboli perifer dab
mesenteric.

5. Timepidium
Timepidium diindikasikan untuk sakit akibat spasme/kejang otot halus yang
disebabkan oleh gastritis (radang lambung), ulkus peptikum, pancreatitis, penyakit
kandung empedu dan saluran empedu lithangiuria.
6. Pramiverine
Pramiverine diindikasikan untuk spasme dan kolik yang terasa sangat sakit pada
saluran pencernaan, saluran empedu, dan saluran kemih, dismenore, nyeri setelah
operasi.
7. Tiemonium
Tiemonium Methylsulfate adalah obat antispasmodic antikolinergik sintetis.
Tiemonium mengurangi kejang otot pada usus, bilari, kandung kemih, dan uterus.
Tiemonium diindikasikan untuk nyeri pada penyakit gastrointestinal dan biliary dan
seperti gastroenteritis, diare, disentri, biliary colic, enterocolitis, cholecystitis,
colonop.

Spesialite Obat Antispasmodik


NO Nama Generik & Latin Nama Dagang Pabrik
1 Skopolamin N-butyl Bromida Buscopan Boehringer I
Gitas Interbat
Hyoscopan Armoxindo F
2 Papaverin HCl Papaverin HCl Soho/Ethica
3 Atropin Sulfas Atropin Sulfas Ethica
4 Chlordiazepoxyd + Clidinium Librax Roche
Pehaspas Pharos
5 Pramverine + Metamizole Systabon Merck
6 Propyphenazone + Spasmo Cibalgin Novartis
Hexahydroadiphenine
7 Propantelin Bromida Pro Banthine Soho
8 Mebeverine HCl Duspatalin Kimia Farma

2.2.6 Kolagoga
Kolagoga adalah zat atau obat yang digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu
empedu. Batu empedu merupakan penyakit yang terjadi di saluran atau kandung empedu.
Faktor pencetusnya meliputi hiperkolesterolemia, penyumbatan disaluran empedu dan radang
saluran empedu.
Obat yang sering digunakan untuk membantu melarutkan batu empedu adalah asam
kenodeoksikolat dan asam ursodeoksikolat. Pasien batu empedu dianjurkan melakukan diet
kolesterol dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 atau 4 bulan sesudah batunya melarut.

No Nama Generik Nama Dagang Nama Pabrik

1 Asam Kenodeoksikolat Chenofalk 250 mg Daria Varya

Urdafalk 250 mg Daria Varya


Estazor 250 mg Fahreinhet
2 Asam Ursodeoksikolat
Pramur 250 mg Prafa
Ursochol 250 mg Zambon

3 Pancreatin, dimetilpolisiloksan Tripanzym

1. Asam kenodeoksikolat
 Indikasi : Pelarutan batu empedu
 Peringatan : Lihat keterangan
 Kontraindikasi : Batu radio-opak, kehamilan (lihat Lampiran 2: kontrasepsi
bukan hormonal harus digunakan oleh perempuan usia produktif), kandung
empedu tidak berfungsi, penyakit hati kronik, penyakit radang dan kondisi lain
dari usus halus dan kolon yang mengganggu entero-hepatik garam-garam
empedu.
 Efek Samping : Diare terutama pada dosis awal yang tinggi (kurangi dosis
selama beberapa hari), gatal-gatal, gangguan hati ringan dan transaminase serum
naik sementara.
 Dosis : 10-15 mg/kg bb/hari sebagai dosis tunggal menjelang tidur
malam dan dalam dosis terbagi selama 3-24 bulan (bergantung pada besarnya
batu). Pengobatan diteruskan paling tidak selama 3 bulan setelah batunya
melarut. Dianjurkan melakukan diet kolesterol rendah (meningkatkan laju
pelarutan batu empedu sampai 2 kali lipat).

2. Asam ursodeoksikolat
 Indikasi : Pelarutan batu empedu, sirosis empedu primer
 Peringatan : Lihat keterangan
 Interaksi : Lampiran 1 (Asam Ursodeoksikolat)
 Kontraindikasi : Batu radio-opak, batu kolesterol yang mengalami kalsifikasi,
batu radiolusen, pigmen empedu; kolesistitis akut yang tidak mengalami remisi,
kolangitis, obstruksi biliar batu pankreas atau fistula biliar gastrointestinal;
kehamilan (lihat Lampiran 4), kandung empedu tidak berfungsi; penyakit radang
dan kondisi lain dari usus halus; kolon yang menganggu sirkulasi enterohepatik
garam-garam empedu; penderita dengan kalsifikasi batu empedu
 Efek Samping : Mual, muntah, diare, kalsifikasi batu empedu; pruritus, ruam
kulit, kulit kering, keringat dingin, rambut rontok, gangguan pencernaan
makanan, rasa logam, nyeri abdominal, kolesistitis, konstipasi, stomatitis,
flatulen, pusing, lelah, ansietas, depresi, gangguan tidur, atralgia, mialgia, nyeri
punggung, batuk, rinitis.
 Dosis : Pelarutan batu empedu, 8-12 mg/kg bb sehari dalam dosis
tunggal menjelang tidur atau dalam 2 dosis terbagi sampai selama 2 tahun, obat
diminum bersama dengan susu atau makanan; pengobatan dilanjutkan selama 3-4
bulan setelah batunya melarut. Sirosis empedu primer: 10-15 mg/kg bb sehari
dalam 2-4 dosis terbagi. Pemutusan pemberian asam ursodeoksikolat selama 4
minggu berarti pengobatan harus dimulai lagi dari awal

2.2.7 Protektor Hati


Obat – obat protektor hati adalah obat-obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan
untuk melindungi, meringankan atau menghilangkan gangguan fungsi hati karena adanya
bahan kimia, penyakit kuning atau gangguan dalam penyaringan lemak oleh hati.
Pada umumnya obat-obat golongan ini mengandung asam-asam amino, kandungan
dari tanaman kurkuma (kurkumin) dan zat-zat lipotropik seperti methionin dan cholin.
Methionin memiliki peranan penting dalam metabolisme hati sehingga digunakan untuk
melawan keracunan yang disebabkan oleh hepatotoksin. Sedangkan choline adalah suatu zat
yang dapat mencegah dan menghilangkan perembesan lemak kedalam hati dan juga bekerja
melawan keracunan.
Obat protektor hati adalah :
No Nama Generik Nama Dagang Nama Pabrik Sediaan
1. Methionin dan Vitamin Lipagent Fahrenheit Tablet salut gula
Methicol Otto
Methioson Soho
2. Curcuma + vitamin dan Curliv/Curliv Plus Soho 200mg / tsblet
mineral Curson Soho
Gramuno Graha
Hepa-Q Pyridam
Hepatin Lapi
Lanagogum Landson
Lecur Dexa Medica
Heparviton Tempo
Tripid Teguhsindo
Lestaritama
3. Asam amino dan Lesitin Aminofusin Hepar Kalbe Farma Infus 500 ml
Comafusin Hepar Kalbe Farma
Procur Plus Guardian
Reliev Meprofarm
Tutofisin LC Kalbe Farma
Cholesvit Graha
Epatin Coronet
Hephacol Landson
Heparsitin Ifars
Lesichol Landson
Lesifit Sandoz
Letrosil Tropica

Obat-obat ini sebaiknya jangan digunakan pada penderita penyakit hati yang berat
karena pada dosis besar dapat memperparah keadaan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Obat sistem pencernaan adalah obat yang bekerja pada sistem gastrointestinal dan
hepatobiliar sistem pencernaan berfungsi : menerima makanan, memecah makanan menjadi
zaat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan), menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran
darah, membuang bagian makanan yang tidak dapatdicerna dari tubh. Jenis-jenis obat
pencernaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :Antasida, Digestiva, Antidiare, Laksatif
(Pencahar), Antispasmodika, Kolagoga, dan Protektor hati. Dari sekian obat yang disebutkan
diatas, setiap obat memiliki efek dan fungsi yang berbeda sesuai dengan golongan obat
tersebut.

3.2 Saran
Setelah mempelajari mata kuliah speter maka farmasis dapat memberikan informasi
obat dengan benar, objektif dan lengkap akan sangat mendukung dalam pemberian pelayanan
kesehatan yang terbaik kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kemanfaatan dan
keamanan penggunaan obat.