Anda di halaman 1dari 27

KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

BIDANG KEPENGAWASAN
Berdasarkan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 ada enam dimensi kompetensi yang harus
dikuasai pengawas sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi
supervisi manajerial, supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, dan kompetensi
penelitian dan pengembangan. Dari enam dimensi kompetensi tersebut, kompetensi dalam
bidang penelitian dan pengembangan masih memerlukan banyak peningkatan. Keadaan itu
tampak, antara lain, masih terbatasnya jumlah dan juga mutu kegiatan pengawas sekolah pada
bidang kompetensi tersebut, akibatnya, banyak pengawas sekolah belum dapat
mengumpulkan angka kredit dalam kegiatan pada unsur pengembangan profesi, yang pada
akhirnya, banyak pengawas sekolah tertunda kenaikan pangkat/golongan, khususnya untuk
kenaikan jenjang golongan IVa ke atas.
Berdasarkan Permenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan
Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya ada perubahan yang sangat mendasar. Pengawas
Sekolah Muda, pangkat Penata Golongan Ruang III/c sampai dengan Pengawas Utama,
pangkat Pembina Utama, Golongan/Ruang IV/e diwajibkan untuk memenuhi angka kredit
yang berasal dari pengembagan profesi.
Sebagaimana disebutkan pada Permenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010,
untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat/golongan III/c ke III/d paling sedikit 6 (enam)
angka kredit dari unsur pengembangan profesi, dari III/d ke IV/a paling sedikit 8 (delapan)
angka kredit, dari IV/a ke IV/b paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit, dan ini kewenangan
untuk menilai diserahkan pada Tim Penilai Angka Kredit Tingkat Kabupaten/Kota atau
Provinsi. Karena itu diperlukan Pedoman Penilaian sekaligus pembekalan pada Calon Tim
Penilai Angka Kredit pengawas sekolah agar dapat melaksanakan tugas ini dengan baik.
Buku ini merupakan Pedoman bagi tim teknis penilai KTI Pengawas Sekolah, yang berisi
penjelasan rinci tentang apa dan bagaimana macam KTI serta bagaimana cara melakukan
penilaiannya. Dengan mengacu pada pedoman ini, diharapkan dapat terjadi persepsi atau
pemahaman yang sama di antara tim teknis dalam menilai KTI pengawas sekolah, sehingga
tujuan dari kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah dapat tercapai secara optimal.
Buku Pedoman ini terbatas hanya khusus KTI baik KTI hasil penelitian maupun
nonpenelitian/hasil tinjauan atau gagasan. KTI hasil penelitian maupun nonpenelitian dapat
disajikan dalam bentuk buku, artikel maupun makalah.
Kita akui bahwa pada saat ini bentuk kegiatan pengembangan profesi yang paling banyak
dilakukan oleh pengawas sekolah adalah membuat KTI. Sayangnya, informasi yang benar
dan dapat memotivasi tentang bagaimana membuat KTI masih terbatas. Akibatnya, banyak
pengawas sekolah yang tidak atau kurang mampu, dan juga enggan untuk membuat KTI
sebagai bagian wajib dalam kegiatan pengembangan profesinya. Apalagi jika dikaitkan
dengan selisih gaji yang diterima setelah naik ke satu jenjang pangkat dan golongan ruang di
atasnya yang besarnya tidak signifikan atau kurang sesuai dengan jerih payah yang dilakukan
ketika membuat KTI.

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI KEGIATAN PENGEMBANGAN


PROFESI PENGAWAS SEKOLAH

A. Definisi Kegiatan Pengembangan Profesi


Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, serta
Peraturan Bersama Mendiknas Nomor 01/III/PB/2011; Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2011
tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya,
pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme pengawas
sekolah.
Untuk itu pengawas sekolah wajib melakukan berbagai kegiatan dalam pelaksanaan
tugasnya. Berbagai kegiatan itu diberi bobot angka yang disebut sebagai angka kredit yang
diperlukan sebagai salah satu syarat dalam kenaikan pangkat/jabatan. Untuk kenaikan
jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dari Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata,
golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama,
golongan ruang IV/e, selain harus memenuhi jumlah angka kredit kumulatif yang
dipersyaratkan, juga harus memenuhi angka kredit dari unsur pengembangan profesi.
Pengembangan profesi adalah pengembangan kompetensi Pengawas Sekolah yang
dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan
profesionalitasnya.
Kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah adalah kegiatan pengawas sekolah dalam
rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi, sikap dan keterampilan untuk
peningkatan profesionalisme maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
bagi pendidikan sekolah (berdasar definsi pada Permenpan & RB Nomor 21 Tahun 2010)

B. Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah dan Besaran Angka Kreditnya


Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 21 Tahun 2010 Lampiran 1 ada 3 sub unsur kegiatan pengembangan profesi yaitu:
(A) pembuatan karya tulis dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan,
ada 9 macam; (B) penerjemahan/ penyaduran buku dan atau karya ilmiah di bidang
pendidikan formal/pengawasan, ada 4 macam; dan (C) membuat karya inovatif, ada 6
macam. Jadi dari 3 sub unsur tersebut ada 19 (sembilan belas) macam kegiatan
pengembangan profesi pengawas sekolah.
Dari 19 (sembilan belas) kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah tersebut, para
pengawas sekolah diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memilih di antara sembilan belas
macam tersebut.
Jadi, tidak benar bila dinyatakan bahwa kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah
harus berupa Karya Tulis/Karya Ilmiah, walaupun memang benar bahwa pada saat ini,
membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah merupakan macam kegiatan pengembangan profesi yang
paling banyak dilakukan oleh pengawas sekolah. Membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI)
merupakan salah satu bentuk dari kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan oleh
para pengawas sekolah.
Pada buku ini difokuskan pada kegiatan pembuatan karya tulis dan atau karya ilmiah di
bidang pendidikan formal/pengawasan yang meliputi 5 (lima) macam kegiatan yaitu: (1)
karya tulis/karya ilmiah (hasil penelitian) yang dipublikasikan, (2) karya tulis/karya ilmiah
(hasil penelitian) yang tidak dipublikasikan, (3) karya tulis/karya ilmiah hasil gagasan yang
dipublikasikan, (4) karya tulis/karya ilmiah hasil gagasan yang tidak dipublikasikan, dan (5)
menyampaikan prasaran berupa gagasan tinjauan dan atau ulasan ilmiah di bidang pendidikan
formal /pengawasan dalam pertemuan ilmiah.
Besaran angka kredit untuk karya tulis dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan
formal/pengawasan dapat disajikan pada Tabel 1 berikut ini
Berdasarkan Tabel di atas ada 9 (sembilan) macam karya tulis/karya ilmiah bidang
pendidikan formal/pengawasan dapat dibuat oleh Pengawas Sekolah. Para Pengawas Sekolah
diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memilih di antara sembilan macam karya tulis/karya
ilmiah (KTI) tersebut.
C. Mengapa Banyak KTI yang Belum Memenuhi Syarat?
Berdasar pengalaman dalam proses penilaian, terdapat hal-hal sebagai berikut.
1. Tidak sedikit dari KTI yang diajukan bukan karya sendiri, tetapi KTI orang lain yang
dinyatakan sebagai karyanya, atau bahkan KTI tersebut DIBUATKAN oleh orang lain. KTI
jenis ini umumnya diambil (dijiplak) dari skripsi, tesis, atau laporan penelitian orang lain.
Data di lapangan menunjukkan adanya beberapa daerah tertentu yang sebagian besar KTI
yang diajukan sangat mirip satu dengan yang lainnya.
2. Cukup banyak dari KTI yang diajukan berisi uraian hal-hal yang terlalu umum dan tidak
ada kaitannya dengan permasalahan atau kegiatan nyata yang seharusnya dilakukan oleh
pengawas sekolah yang merupakan penerapan kegiatan pengembangan profesinya sebagai
pengawas sekolah. KTI semacam itulah yang paling mudah untuk ditiru, dipakai kembali
oleh orang lain atau bahkan diganti nama penulisnya dengan nama orang lain.
Sebagai contoh KTI yang berjudul:
Membangun karakter bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler.
Peranan orang tua dalam mendidik anak.
Tindakan preventif terhadap kenakalan remaja.
Peranan pendidikan dalam pembangunan, dll.
KTI di atas tidak menjelaskan permasalahan spesifik yang berkaitan dengan tugas dan
tanggung jawab pengawas sekolah, sehingga meskipun KTI berada dalam bidang pendidikan,
dan tidak ada yang salah dari apa yang dituliskan, namun
(a) apa manfaat KTI tersebut dalam upaya peningkatan profesi pengawas sekolah?
(b) bagaimana dapat diketahui bahwa KTI tersebut adalah karya pengawas sekolah yang
bersangkutan?

D. Kriteria dan Pedoman Penilaian KTI


Di samping memakai berbagai kriteria penulisan Karya Tulis Ilmiah yang umum
dipergunakan, terdapat beberapa kriteria dan persyaratan yang khusus yang digunakan untuk
menilai KARYA TULIS ILMIAH dalam pengembangan profesi, yaitu harus memenuhi
kriteria “A P I K,”
“A P I K,” dalam arti sebagai berikut.
Asli, artinya hasil penelitian harus merupakan karya asli penyusunnya, bukan merupakan
plagiat, jiplakan, atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. Karena itu, baik
laporan PTK maupun PTS harus mampu menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memang
benar-benar telah dilakukan oleh pengawas sekolah yang bersangkutan. Untuk itu sangat
penting untuk melampirkan selengkap mungkin bukti-bukti pelaksanaan, misalnya: (a) semua
instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan, instrumen, check
list, dll, (b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/pengerjaan instrumen baik oleh guru
maupun siswa, (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan,
daftar hadir, ijin kepala sekolah, dan lain-lain.
Perlu, artinya permasalahan yang dikaji pada kegiatan pengembangan profesi tentunya harus
diperlukan dan mempunyai manfaat. Karena itu, laporan PTK atau PTS harus dapat
meyakinkan bahwa kegiatan yang dilakukan benar-benar mempunyai manfaat, bukan hal
yang mengada-ada, atau mempermasalahkan sesuatu yang tidak perlu lagi dipermasalahkan,
atau hanya merupakan laporan kegiatan yang biasa-biasa saja, dan bukan merupakan
penerapan model pembelajaran atau model kepengawasan yang baru.
Ilmiah, artinya penelitian harus berbentuk, berisi, dan dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah
kebenaran ilmiah. KTI harus benar, baik dari sisi teori, fakta maupun analisis yang
digunakannya.
Konsisten, artinya KTI harus disusun sesuai dengan tugas dan tanggungjawab si penulis. Bila
penulisnya seorang pengawas sekolah, maka KTI-nya haruslah tentang hal yang berhubungan
dengan upaya pengembangan profesinya sesuai dengan TUPOKSI-nya sebagai pengawas
sekolah.

E. Prinsip dalam Menilai KTI Penelitian Pengembangan Profesi


Ada tiga prinsip yang dipakai dalam menilai KTI sebagai kegiatan pengembangan profesi
pengawas sekolah. Ketiga prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. KTI harus mendukung ketercapaian tujuan kegiatan pengembangan profesi pengawas


sekolah
Menilai KTI ditujukan untuk dapat mendukung tercapainya tujuan kegiatan pengembangan
profesi pengawas sekolah.
Yang pasti, kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah bertujuan untuk
a. TIDAK menambah jumlah pengawas yang curang. Karena itu KTI yang tidak jujur, bukan
buatan sendiri, jiplakan, atau tidak asli, sudah seharusnya ditolak dan tidak mendapat nilai.
Hendaknya penulis KTI seperti itu diberikan sangsi.
b. TIDAK untuk menjadikan, bahkan mendorong pengawas sekolah melakukan kegiatan
yang tidak perlu, sehingga KTI yang ditulis sekedar untuk melengkapi persyaratan, mengada-
ada, tidak ada manfaatnya, hendaknya tidak dapat diberi nilai.
Yang benar adalah, kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah bertujuan untuk
meningkatkan mutu kinerja dan profesionalisme pengawas sekolah sebagai seorang yang
profesional.
Karena itu KTI yang diajukan untuk dinilai harus berisi LAPORAN KEGIATAN NYATA
yang telah dilakukan pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.
Untuk itu KTI tersebut harus dapat meyakinkan pembacanya bahwa apa yang ditulis itu
benar-benar kegiatan nyata yang bermakna dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengawas
sekolah yang profesional.
Untuk dapat meyakinkan pembacanya, KTI itu harus menyertakan penjelasan yang spesifik
tentang permasalahan yang dikaji, dapat menyertakan data, fakta, format hasil kerja, hasil tes,
atau foto-foto yang mampu menunjang dan meyakinkan bahwa apa yang ditulis dalam KTI
itu, benar-benar hal yang nyata dan telah dilakukan oleh si penulis.

2. KTI harus tersaji dalam format keilmuan (ilmiah)


Sebagai Karya Tulis Ilmiah setidak-tidaknya harus memenuhi persyaratan: (a) ada
permasalahan yang dikaji berada pada khasanah keilmuan; (b) tersajikan dengan jelas adanya
argumentasi konseptual, teori dari hal yang dipermasalahkan; (c) ada fakta-fakta spesifik dari
hal yang dipermasalahkan; dan (d) ada diskusi atau pembahasan dan kesimpulan terhadap hal
yang dipermasalahkan.
KTI sebagai karya ilmiah juga harus tersaji dalam format yang bagus dan menggunakan
bahasa standar yang lazim dipakai pada dunia keilmuan.

3. KTI pengembangan profesi bukanlah SKRIPSI, TESIS, atau DESERTASI


KTI pengembangan profesi tidak dimaksudkan untuk berkualitas seperti skripsi, tesis,
ataupun desertasi. KTI tersebut berfungsi sebagai LAPORAN KEGIATAN NYATA yang
telah dikerjakan pengawas sekolah, yang disajikan dalam format ilmiah.

F. TUPOKSI Pengawas Sekolah


Tugas pokok pengawas adalah melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan
manajerial melalui pemantauan, penilaian, pembinaan, pelaporan, serta tindak lanjut.
Dalam kaitannya dengan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah, sebagai dasar dalam
menentukan tema/atau judul masalah penelitian tindakan kepengawasan sebagaimana jabaran
tugas pokok Tabel 2 di bawah ini
H. Contoh Judul KTI
yang Belum dapat Dinilai
Berikut disajikan contoh beberapa Judul KTI pengawas sekolah yang kurang dapat
memenuhi persyaratan APIK sehingga belum memenuhi syarat baik dan benar dan tidak
dapat diberi nilai.
DEFINISI, KERANGKA ISI, BUKTI FISIK, DAN KETENTUAN
PEMBERIAN ANGKA KREDIT KARYA TULIS ILMIAH

Pada Bab ini dibahas secara rinci Macam Karya Tulis/Karya Ilmiah Bidang Pendidikan
Formal/Pengawasan dan Besaran Angka Kreditnya berdasar Permenpan & RB No. 21 Tahun
2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, baik buku dan
makalah artikel hasil penelitian yang diterbitkan secara nasional maupun regional, buku dan
makalah artikel hasil gagasan yang diterbitkan secara nasional maupun regional, dan makalah
prasaran pada forum ilmiah yang merupakan gagasan sendiri (Tabel 1 Bab II).
Untuk masing-masing jenis KTI dibahas secara rinci mulai dari definisi, kerangka isi, bukti
fisik, dan ketentuan pemberian angka kredit.

A. Buku Laporan Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Nasional


1. Definisi
Buku laporan hasil penelitian adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang berisi laporan
hasil penelitian yang dilakukan Pengawas Sekolah pada bidang pendidikan
formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya. Penelitian tersebut
dapat berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), atau Penelitian Tindakan Kepengawasan
yang lainnya.
Untuk Penelitian Eksperimen, R & D, kualitatif, Karya Terbaik ???
2. Kerangka Isi
Kerangka isi buku laporan hasil penelitian, umumnya mengikuti kerangka isi laporan
penelitian. Laporan hasil penelitian setidaknya mempunyai kerangka isi yang terdiri dari
bagian awal, bagian isi dan bagian penunjang.
Rincian dari ketiga bagian itu adalah sebagai berikut:
BAGIAN AWAL, terdiri dari:
halaman judul,
lembaran persetujuan disertai tanggal persetujuannya,
kata pengantar, disertai tanggal penyusunan laporannya,
daftar isi,
daftar tabel,
daftar gambar dan lampiran,
abstrak atau ringkasan.
BAGIAN ISI, terdiri dari beberapa bab yakni:
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Hasil Penelitian dan Diskusi atau Pembahasan, serta
Bab V Simpulan dan Saran-saran.
BAGIAN PENUNJANG, berisi
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran Pendukung Isi Laporan.
3. Bukti fisik
Buku asli atau foto kopi yang ada nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta pengakuan
atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, yang umumnya ada pada sampul buku. (Format UNESCO, 15,5 cm x
23cm)
Bilamana persetujuan BSNP tersebut belum ada, maka harus disertakan surat pernyataan
bahwa buku tersebut telah lulus penilaian dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional
Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator Pengawas Sekolah yang
bersangkutan. (Disyahkan Dirjen, Direktur, tapi tidak ada ISBN ???)
4. Pemberian angka kredit
Pemberian angka kredit pada Laporan Penelitian dalam bentuk Buku yang berhasil
diterbitkan secara nasional sesuai dengan aturan di Tabel 5 di atas, mendapatkan angka kredit
sebesar 12,5.

B. Makalah Artikel Hasil Penelitian telah Dimuat di Jurnal Ilmiah Tingkat Nasional
Terakreditasi
1. Definisi
Makalah artikel ilmiah hasil penelitian adalah tulisan hasil penelitian dalam bidang
pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan sesuai dengan tupoksi Pengawas
Sekolah, yang dapat berupa penelitian tindakan sekolah atau penelitian tindakan
kepengawasan yang lain, yang telah dimuat
pada jurnal tingkat nasional terakreditasi.
2. Kerangka isi
Kerangka isi penulisan makalah artikel hasil penelitian mengikuti ketentuan dari jurnal
penerbitnya. Namun pada umumnya sistematika penulisan artikel ilmiah hasil penelitian,
adalah sebagai berikut.
Abstrak
Pendahuluan
Metode Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Simpulan
Daftar Pustaka
Contoh 1. Sistematika dan ketentuan menulis Artikel Hasil Penelitian di Jurnal Ilmu
Pendidikan (JIP) terakreditasi Nasional yang diterbitkan oleh LPTK dan ISPI sebagai berikut.
Judul maksimum 14 kata
Nama Penulis (tanpa gelar akademik) disertai lembaga asal dan alamat e-mail ditulis di
bawah nama penulis.
Abstrak (bhs.Inggris dan Indonesia) 75-100 kata
Kata Kunci 3-5 kata
Pendahuluan (tanpa judul) berisi latar belakang, konteks penelitian, hasil kajian pustaka,
dan tujuan penelitian (panjang 15-20% dari total artikel)
Metode berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik
analisis data (panjang 10-15% dari total panjang artikel)
Hasil dan Pembahasan (panjang 40-60% dari total panjang artikel).
Simpulan (temuan penelitian, jwb thd pertanyaan/intisari pembahasan)
Daftar Rujukan, hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk. Minimal 80% berupa pustaka
terbitan 10 tahun terakhir.
Artikel merupakan hasil penelitian di bidang kependidikan, diketik dengan program
Microsoft Word, huruf Times New Roman, ukuran 12 pts spasi ganda, dicetak di kertas A4
dengan panjang maksimum 38 halaman, diserahkan dalam bentuk print-out beserta soft-copy-
nya.
Contoh 2. Sistematika dan ketentuan menulis Artikel Hasil Penelitian di Jurnal
PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN terakreditasi Nasional LIPI yang diterbitkan oleh
Balitbang Kemendikbud sebagai berikut.
Judul
Nama Penulis
Abstrak
Kata Kunci
Isi. Isi mempunyai struktur dan sistematika serta persentase jumlah halaman sbb.
Pendahuluan (10%) berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian
Kajian Literatur (15%) mencakup kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan
Metodologi Penelitian (10%) berisi rancangan/model, sampel, data, tempat dan waktu,
teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
Hasil Penelitian dan Pembahasan (50%)
Simpulan dan Saran (15%)
Pustaka Acuan.
Hal yang tidak mudah dalam menulis KTI hasil penelitian untuk jurnal adalah keterbatasan
halaman. Umumnya jumlah halaman dari satu artikel yang dimuat di jurnal antara 10–15
halaman (untuk ukuran kertas A4, font 12, spasi dua). Karena itu kemampuan untuk
memadatkan laporan, agar isinya tetap terkomunikasikan dan terjaga, dengan tetap enak
dibaca dan mampu menarik minat, menjadi kemampuan yang memerlukan latihan.

3. Bukti Fisik
Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan,
susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari/penyunting ahli) dan keterangan yang
menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional.
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator Pengawas Sekolah
yang bersangkutan.
4. Pemberian Angka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah artikel hasil penelitian yang dimuat di jurnal
terakreditasi adalah 6 (enam) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa jurnah ilmiah,
maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.
Namun untuk artikel yang berbeda dimuat di Nomor Jurnal yang sama dihitung sendiri-
sendiri.

C. Buku Laporan Hasil Penelitian yang Tidak Diterbitkan Secara Nasional


1. Definisi
Buku laporan hasil penelitian adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang berisi laporan
hasil penelitian yang dilakukan Pengawas Sekolah pada bidang pendidikan
formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya. Penelitian tersebut
dapat berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), atau Penelitian Tindakan Kepengawasan
yang lainnya.
2. Kerangka isi
Kerangka isi buku laporan hasil penelitian, mengikuti kerangka isi laporan hasil penelitian.
Kerangka isi laporan hasil penelitian terdiri dari bagian awal, bagian isi, dan bagian
penunjang.
Rincian dari ketiga bagian itu adalah sebagai berikut.
Bagian Awal, terdiri dari:
halaman judul,
lembaran persetujuan disertai tanggal persetujuannya,
kata pengantar disertai tanggal penyusunan laporannya,
daftar isi,
daftar label,
daftar gambar
daftar lampiran, serta
abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi, terdiri dari beberapa bab yakni:
Bab I Pendahuluan.
Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka.
Bab III Metode Penelitian.
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan/Diskusi Hasil Kajian.
Bab V Simpulan dan Saran-saran.
Bagian Penunjang,
Daftar Pustaka/Daftar Rujukan
Lampiran-lampiran pendukung isi laporan.
3. Bukti Fisik
Buku asli atau foto kopi harus ada keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, dan
tidak perlu ada pengakuan dari BSNP atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator Pengawas Sekolah yang
bersangkutan.
4. Pemberian Angka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap buku hasil penelitian yang tidak diterbitkan dan secara
nasional adalah 8 (delapan) angka kredit.

D. Makalah Artikel Hasil Penelitian Dimuat di Jurnal Ilmiah Tingkat Regional atau Makalah
Laporan Hasil Penelitian
1. Definisi
Makalah artikel ilmiah hasil penelitian adalah tulisan hasil penelitian dalam bidang
pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi Pengawas
Sekolah, dapat berupa penelitian tindakan sekolah atau penelitian tindakan kepengawasan
yang lain, dan telah dimuat pada jurnal tingkat regional, namun tidak terakreditasi.
Makalah laporan hasil penelitian adalah tulisan hasil penelitian dalam bidang pendidikan
formal/kepengawasan di wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi Pengawas Sekolah, yang
dapat berupa penelitian tindakan sekolah atau penelitian tindakan kepengawasan yang lain,
disajikan dalam bentuk laporan penelitian tidak diterbitkan, namun telah diseminarkan dalam
lingkup terbatas dan disimpan di perpustakaan.
2. Kerangka isi
Bila berupa artikel ilmiah, kerangka isi penulisan artikel hasil penelitian mengikuti ketentuan
dari jurnal penerbitnya. Namun pada umumnya sistematika penulisan artikel ilmiah hasil
penelitian, adalah sebagai berikut.
Abstrak
Pendahuluan
Metode Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Simpulan
Daftar Pustaka
Bila berupa makalah laporan hasil penelitian, kerangka isi atau format laporan hasil
penelitian umumnya terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian penunjang.
Bagian Awal, terdiri dari
halaman judul,
lembaran persetujuan disertai tanggal persetujuannya,
kata pengantar disertai tanggal penyusunan laporannya,
daftar isi,
daftar tabel,
daftar gambar
daftar lampiran,
abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi, terdiri dari beberapa bab yakni,
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab V Simpulan dan Saran-saran.
Bagian Penunjang,
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Penjelasan secara rinci masing-masing bagian adalah sebagai berikut.
Bagian Awal terdiri dari: (a) halaman judul, (b) lembaran persetujuan dan pernyataan dari
KORWAS yang menyatakan keaslian tulisan dari si penulis, (c) pernyataan dari perpustakaan
yang menyatakan bahwa makalah tersebut telah disimpan di perpustakannya, (d) pernyataan
keaslian tulisan yang dibuat dan ditandatangi oleh penulis, (e) kata pengantar, (f) daftar isi,
(bila ada daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran), serta (g) abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi terdiri dari beberapa bab yakni,
BAB I PENDAHULUAN menjelaskan tentang: (A) Latar Belakang Masalah, (B)
Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah melalui rencana tindakan yang akan
dilakukan, (C) Tujuan, dan (D) Kemanfaatan Hasil Penelitian
Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka berisi uraian tentang kajian teori dan pustaka yang
menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan rancangan penelitian tindakan (khususnya
kajian teori yang berkaitan dengan macam tindakan yang akan dilakukan), proses tindakan,
ketepatan atau kesesuaian tindakan, dan lain-lain.
Bab III Metode Penelitian menjelaskan tentang prosedur penelitian (terutama: prosedur
diagnosis masalah, penjelasan rinci tentang perencanaan dan pelaksanaan tindakan, prosedur
pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi, prosedur refleksi, serta hasil
penelitian). Langkah-langkah tindakan secara rinci harus ada dan dikemukakan secara jelas
dalam bagian ini.
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, mengemukakan gambaran tentang pelaksanaan
tindakan, dimulai dari setting penjelasan umum, jalannya tindakan rinci tahap demi tahap,
siklus demi siklus. Akhir dari bab ini adalah pembahasan, yaitu pendapat peneliti tentang plus
minus tindakan serta kemungkinannya untuk diterapkan lagi untuk memperoleh gambaran
model tindakan ini sebagai cara atau strategi yang dipandang kreatif dan inovatif,
dibandingkan dengan teori-teori yang relevan dari para pakar.
Bab V Simpulan dan Saran-saran, berisi kesimpulan hasil penelitian sejalan dengan
rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis yang diajukan. Hal-hal yang disarankan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan hendaknya mengacu pada temuan penelitian dan
bersifat operasional.
Bagian Penunjang, terdiri dari sajian daftar pustaka atau daftar rujukan memuat sumber-
sumber yang benar-benar dikutip atau dirujuk dalam laporan penelitian, sumber yang tidak
dirujuk atau hanya dibaca dan tidak dirujuk/dikutip tidak perlu ditulis di daftar pustaka.
Sumber yang dirujuk 80% terbitan 10 tahun terakhir. Lampiran utama yang harus disertakan
adalah: (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan;
(b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/ pengerjaan instrumen baik oleh guru maupun
siswa; (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan, daftar hadir,
dan lain-lain.
3. Bukti Fisik
Bila berupa artikel di jurnal bukti fisiknya berupa jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang
menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra
bestari).
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator Pengawas Sekolah
yang bersangkutan.
Bila berupa makalah laporan hasil penelitian bukti fisiknya adalah berupa makalah laporan
hasil penelitian yang dilengkapi dengan berita acara yang membuktikan bahwa hasil
penelitian tersebut telah diseminarkan dalam lingkup terbatas. Berita acara tersebut paling
tidak berisi keterangan tentang, waktu, tempat, daftar peserta, notulen seminar, dan
dilengkapi dengan daftar hadir peserta. Berita acara ditandatangi oleh panitia seminar dan
koordinator Pengawas Sekolah. Seminar dilaksanakan di suatu sekolah dalam wilayah
binaan, dengan peserta minimal 5 orang Pengawas Sekolah dan 10 guru yang berasal dari
minimal 2 sekolah dalam wilayah binaan Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
Semua bukti fisik di atas memerlukan pernyataan keaslian dari koordinator pengawas. Juga
diperlukan keterangan dari perpustakaan sekolah yang menyatakan bahwa arsip dari makalah
laporan hasil penelitian tersebut telah disimpan di perpustakaan di salah satu sekolah dalam
wilayah binaan Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah artikel hasil penelitian yang dimuat di jurnal
tingkat regional atau tingkat provinsi atau makalah laporan
hasil penelitian adalah 4 (empat) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa jurnah ilmiah,
maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.
Namun bila dua artikel yang berbeda dimuat pada satu jurnal yang sama, masing-masing
mendapat nilai sendiri-sendiri.

E. Buku Hasil Gagasan yang Diterbitkan Secara Nasional


1. Definisi
Buku hasil gagasan adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang berisi hasil gagasan, baik
berupa buku yang berisi tinjauan ilmiah, buku pelajaran atau buku pendidikan.
Buku yang berisi tinjauan ilmiah adalah buku yang berisi hasil gagasan sendiri tentang
permasalahan dalam bidang pendidikan formal/ kepengawasan.
Buku pelajaran adalah buku yang berisi pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran
tertentu dan ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu.
Buku pendidikan adalah yang berisi pengetahuan yang terkait dan dimaksudkan untuk
memberikan informasi pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2. Kerangka isi
Kerangka isi buku hasil gagasan, umumnya mengikuti sistematika macam buku yang
diterbitkan.
Bila buku tersebut berisi tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal/ kepengawasan di
wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi pengawas sekolah, pada umumnya berisi:
• Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah
• Kajian teori, yang menguraikan tentang teori-teori yang relevan,
• Pembahasan yang terutama mengemukakan tentang gagasan/ ide penulis dalam upaya
memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di
sekolah binaannya.. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
• Simpulan
Bila buku tersebut merupakan buku pelajaran, pada umumnya kerangka isinya adalah sebagai
berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
Daftar isi
Tujuan buku pelajaran
• Bagian Isi
Judul bab atau topik isi bahasan
Penjelasan tujuan bab
Uraian isi pelajaran
Penjelasan teori
Sajian contoh
Soal latihan
• Bagian Penunjang
Daftar kepustakaan
Data diri penulis
Bila buku tersebut merupakan buku pendidikan, pada umumnya kerangka isinya adalah
sebagai berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
• Bagian Isi
Terdiri dari beberapa bab/bagian sesuai dengan isi pengetahuan pendidikan yang disajikan.
Masing-masing bab/bagian serupa dengan bagian isi buku.
• Bagian Penunjang
o Daftar kepustakaan
o Data diri penulis
3. Bukti fisik
Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit,
tahun terbit, nomor ISBN, serta penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP
(Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang umumnya
ada pada sampul buku.
Bilamana persetujuan BSNP tersebut belum ada, maka harus disertakan surat pernyataan
bahwa buku tersebut telah lulus penilaian dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional
Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang
bersangkutan.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap buku hasil gagasan ilniah yang diterbitkan secara
nasional adalah sebesar 8 (delapan) angka kredit.

F. Makalah Artikel Hasil Gagasan telah Dimuat di Jurnal Ilmiah Tingkat Nasional
Terakreditasi

1. Definisi
Makalah artikel ilmiah hasil gagasan adalah tulisan hasil gagasan yang dapat berupa tinjauan
ilmiah dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan sesuai dengan
tupoksi pengawas sekolah, yang telah dimuat pada jurnal tingkat nasional terakreditasi
2. Kerangka isi
Kerangka isi penulisan artikel hasil penelitian mengikuti ketentuan dari jurnal penerbitnya.
Namun pada umumnya sistematika penulisan artikel ilmiah hasil gagasan, adalah sebagai
berikut.
Abstrak
Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah
Kajian teori, yang menguraikan tentang teori-teori yang relevan.
Pembahasan yang terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya
memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di
sekolah binaannya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
Simpulan
Daftar Pustaka dan Lampiran

3. Bukti Fisik
Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan,
susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa
jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional.
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah
yang bersangkutan.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah artikel hasil gagasan yang dimuat di jurnal
nasional terakreditasi adalah 4 (empat) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa jurnah ilmiah,
maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.
Namun bila dua artikel yang berbeda dimuat pada satu jurnal yang sama, masing-masing
mendapat nilai sendiri-sendiri.

G. Buku Hasil Gagasan yang Diterbitkan Tidak Secara Nasional


1. Definisi
Buku hasil gagasan adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang berisi hasil gagasan, baik
berupa buku yang berisi tinjauan ilmiah, buku pelajaran atau buku pendidikan.
Buku yang berisi tinjauan ilmiah adalah buku yang berisi hasil gagasan sendiri tentang
permasalahan dalam bidang pendidikan formal/ kepengawasan.
Buku pelajaran adalah buku yang berisi pengetahuan untuk bidang
ilmu atau mata pelajaran tertentu dan ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu.
Buku pendidikan adalah yang berisi pengetahuan yang terkait dan dimaksudkan untuk
memberikan informasi pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2. Kerangka isi
Kerangka isi buku hasil gagasan, umumnya mengikuti sistematika macam buku yang
diterbitkan.
Bila buku tersebut berisi tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di
wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi pengawas sekolah, pada umumnya berisi:
• Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah
• Kajian teori, yang menguraikan tentang teori-teori yang relevan,
• Pembahasan yang terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya
memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di
sekolah binaannya.. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
• Simpulan
Bila buku tersebut merupakan buku pelajaran, pada umumnya kerangka isinya adalah sebagai
berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
Daftar isi
Tujuan buku pelajaran
• Bagian Isi
Judul bab atau topik isi bahasan
Penjelasan tujuan bab
Uraian isi pelajaran
Penjelasan teori
Sajian contoh
Soal latihan
• Bagian Penunjang
Daftar kepustakaan
Data diri penulis
Bila buku tersebut merupakan buku pendidikan, pada umumnya kerangka isinya adalah
sebagai berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
• Bagian Isi
Terdiri dari beberapa bab/bagian sesuai dengan isi pengetahuan pendidikan yang disajikan.
Masing-masing bab/bagian serupa dengan bagian isi buku.
• Bagian Penunjang
o Daftar kepustakaan
o Data diri penulis
3. Bukti fisik
Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit,
tahun terbit, nomor ISBN.
Untuk buku ini tidak diperlukan adanya persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional
Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang
bersangkutan.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap buku hasil gagasan ilniah yang diterbitkan tidak secara
nasional adalah sebesar 7 (tujuh) angka kredit.

H. (1) Makalah Artikel Hasil Gagasan telah Dimuat di Jurnal Ilmiah Tingkat Regional atau
Makalah Tinjauan Ilmiah
1. Definisi
Makalah artikel ilmiah hasil gagasan adalah tulisan hasil gagasan yang dapat berupa tinjauan
ilmiah dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan sesuai dengan
tupoksi pengawas sekolah, yang telah dimuat pada jurnal tingkat regional tidak terakreditasi.
2. Kerangka isi
Kerangka isi penulisan artikel hasil penelitian mengikuti ketentuan dari jurnal penerbitnya.
Namun pada umumnya sistematika penulisan
artikel ilmiah hasil gagasan, adalah sebagai berikut.
Abstrak
Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah
Kajian teori, yang menguraikan tentang teori-teori yang relevan.
Pembahasan yang terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya
memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di
sekolah binaannya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
Simpulan
Daftar Pustaka dan Lampiran

3. Bukti Fisik
Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan,
susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa
jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional.
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah
yang bersangkutan.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah artikel hasil gagasan yang dimuat di jurnal
regional tidak terakreditasi adalah 3,5 (tiga setengah) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa jurnah ilmiah,
maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.
Namun bila dua artikel yang berbeda dimuat pada satu jurnal yang sama, masing-masing
mendapat nilai sendiri-sendiri.

H. (2) Laporan Hasil Gagasan/Tinjauan Ilmiah

1. Definisi
Makalah tinjauan ilmiah adalah karya tulis pengawas sekolah yang berisi ide/gagasan penulis
dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan formal/kepengawasan yang ada di
sekolah-sekolah dalam wilayah binaannya.

2. Kerangka isi
Kerangka isi makalah tinjauan ilmiah pada umumnya adalah sebagai berikut.
Bagian Awal yang terdiri dari: halaman judul, lembaran persetujuan disertai tanggal
persetujuan, kata pengantar disertai tanggal penyusunan makalah, daftar isi, daftar label,
daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:
• Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah,
• Bab Kajian/Tinjauan Pustaka
• Bab Pembahasan Masalah didukung data-data yang ada di sekolah-sekolah di wilayah
binaannya. Yang perlu disajikan pada bab ini adalah kejelasan ide atau gagasan asli si penulis
yang terkait dengan upaya pemecahan masalah.
• Bab Simpulan.
Bagian Penunjang sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai
untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.
3. Bukti Fisik
Bukti fisik yang diperlukan untuk penilaian angka kredit berupa makalah asli atau foto kopi
dengan pernyataan keaslian dari koordinator pengawas. Juga diperlukan keterangan dari
perpustakaan sekolah yang menyatakan bahwa arsip dari makalah tersebut telah disimpan
salah satu perpustakaan sekolah di wilayah binaannya.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah laporan hasil gagasan adalah 3,5 (tiga setengah)
angka kredit.

I. Makalah presentasi pada forum ilmiah tingkat nasional, regional atau provinsi

1. Definisi
Makalah presentasi pada forum ilmiah adalah tulisan yang berisi laporan hasil penelitian atau
gagasan sendiri, seperti tinjauan ilmiah atau karya non penelitian di bidang pendidikan
formal/pengawasan, yang dipakai untuk mendukung presentasi pada forum ilmiah.
2. Kerangka isi
Kerangka isi makalah pada umumnya mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia pertemuan
ilmiah. Namun demikian, setidaknya makalah tersebut, mempunyai bagian-bagian isi sebagai
berikut.
Bagian Awal: berisi judul, keterangan tentang kapan, dimana dan pada macam kegiatan apa
pertemuan ilmiah tersebut dilakukan.
Bagian Isi: (a) sajian abstrak/ringkasan (b) paparan masalah utama berikut pembahasan
masalah dan (c) penutup
Bagian Akhir: daftar pustaka.
3. Bukti fisik
Makalah prasaran ilmiah asli atau fotocopy dengan dilengkapi oleh berbagai dokumen
pendukung yang membuktikan bahwa makalah tersebut memang telah disajikan dalam forum
ilmiah tingkat nasional, atau tingkat regional/provinsi. Bukti tersebut antara lain surat
keterangan dari panitia penyelenggara, sertifikat/piagam, surat ijin, dan lain-lain.
Baik makalah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah
yang bersangkutan.
4. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah prasaran ilmiah adalah 2,5 (dua setengah) angka
kredit.
MENILAI KARYA TULIS ILMIAH HASIL PENELITIAN
PENGAWAS SEKOLAH
A. Langkah-langkah Dalam Menilai
1. Langkah Pertama:
a. Ambil format penilaian yang sudah disediakan. Ambil KTI yang akan dinilai.
b. Perhatikan identitas pengawas sekolah yang akan dinilai karya pengem-bangan profesinya.
c. Sesuaikan dengan isian yang telah ada di dalam format. Bila ada yang tidak sesuai, minta
penjelasan kepada petugas sekretariat.
d. KTI tersebut merupakan pengajuan kembali (apelan), atau yang pernah ditolak, baca
dengan cermat isi surat penolakan terdahulu, dan pahami apa yang disarankan dalam surat
tersebut. Bila tidak ada surat terdahulu, tanyakan kepada sekretariat.
2. Langkah Kedua: Cermati apakah KTI-nya memenuhi persayaratan APIK (terutama
keaslian KTI-nya)
a. Baca KTI secara cepat namun cermat dan perhatikan indikator-indikator sebagaimana
tertera pada nomor 1 sampai dengan 4 ( Asli, Perlu, Ilmiah dan Konsisten)
b. Bila tidak memenuhi syarat, tuliskan nomor alasan penolakan pada format penilaian.
c. Bila APIK teruskan dengan membaca lebih cermat dan menentukan JENIS KARYA
TULISILMIAHNYA
3. Langkah Ketiga: Cermati KTI sesuai dengan JENIS PUBLIKASINYA
a. Lihat nomor alasan dari nomor 5 sampai dengan 8. Nilailah KTI sesuai dengan nomor
alasan yang sesuai dengan JENIS Publikasinya.
b. Bila tidak memenuhi syarat, tuliskan nomor alasan penolakan pada format penilaian.
c. Bila telah menuhi semua persyaratan berikan nilai yang sesuai dengan ketetapan pada
format penilaian.
d. Lanjutkan dengan menilai KTI berikutnya
B. Rambu-rambu Alasan Penolakan KTI Pengawas Sekolah
Berikut ini disajikan rambu-rambu alasan penolakan KTI sebagai acuan dalam menilai KTI.
Kemungkinan masih diketemukan alasan lain untuk ditolak namun belum/tidak tertulis pada
tabel berikut ini. Karena itu masukan dari tim penilai sangat diharapkan demi penyempurnaan
pedoman ini.

Tabel 5 Nomor Alasan Penolakan KTI Pengawas Sekolah

No Alasan penolakan dan saran


1 a Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya berbagai data yang tidak konsisten seperti
nama, nama sekolah, lampiran, foto dan data yang tidak sesuai.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
b Keaslian KTI diragukan, sehubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan penelitian yang
kurang wajar, terlalu banyak penelitian yang dilakukan dalam waktu yang terbatas.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
c Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya perbedaan kualitas, cara penulisan, gaya
bahasa yang mencolok di antara karya-karya yang dibuat oleh seorang pengawas sekolah
yang sama
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
d Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya terlalu banyak kesamaan mencolok di antara
KARYA TULIS ILMIAH yang dinyatakan dibuat pada waktu yang berbeda. Seperti foto-
foto, dokumen, surat pernyataan yang dinyatakan dibuat dalam waktu yang berbeda, sama
antara yang satu dengan yang lain.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
e Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya kemiripan yang mencolok dengan skripsi,
tesis atau desertasi, baik mungkin karya yang bersangkutan maupuan karya orang lain.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
f Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya berbagai kesamaan mencolok dengan karya
tulis yang dibuat oleh orang lain, dari daerah yang sama, seperti di sekolah, kabupaten, kota,
atau wilayah yang sama.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.

2 a Isi dari hal dipermasalahkan, merupakan tentang hal yang terlalu luas/terlalu umum, atau
berada di luar bidang pendidikan/kepengawasan, atau merupakan kajian tentang hal spesifik
bidang kelimuan, yang tidak terkait dengan permasalahan nyata yang ada di sekolah-sekolah
binaannya
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
b KTI tidak dapat dinilai, karena tidak jelas jenis KTInya atau tidak termasuk yang dapat
dinilai berdasar pada peraturan yang berlaku, atau isi dari hal dituliskan, tidak termasuk dari
macam Karya Tulis ilmiah yang dapat diajukan untuk dinilai sebagai bagian kegiatan
pengembangan profesi pengawas sekolah, misalnya RPP, contoh-contoh soal ujian, LKS,
kumpulan kliping, dan sejenisnya.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
c Isi permasalahan yang disajikan tidak sesuai dengan tugas pengawas sekolah yang
bersangkutan.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
3 a Kerangka penulisannya belum mengikuti kaidah yang umumnya digunakan dalam
penulisan ilmiah.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
4 a Karya Tulisilmiah yang diajukan untuk dinilai telah kadaluwarsa.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
b Karya Tulis ilmiah yang diajukan pernah dinilai dan sudah pernah disarankan untuk
melakukan perbaikan, namun perbaikan yang diharapkan belum ada atau belum sesuai.
Disarankan untuk kembali memperbaiki KARYA TULIS ILMIAHnya sesuai dengan saran
terdahulu. Surat tentang saran perbaikan tersebut harus dilampirkan.
c Karya Tulisilmiah yang diajukan pernah dinilai dan sudah dinyatakan tidak dapat dinilai
dan disarankan untuk membuat KTI baru .
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, yang berfokus
pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang
pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
5 a Dinyatakan sebagai buku hasil penelitian yang diterbitkan di tingkat nasional namun tidak
/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli atau foto kopi yang
dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta
penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional
Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan Nasional Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh
koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan

b Dinyatakan sebagai makalah artikel hasil penelitian telah dimuat di jurnal ilmiah tingkat
nasional yang terakreditasi atau tingkat regional, namun tidak/kurang dilengkapi dengan
bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang
menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra
bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara
nasional. Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator
pengawas sekolah yang bersangkutan.
c Dinyatakan sebagai buku laporan hasil penelitian yang tidak diterbitkan secara nasional,
namun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Buku asli atau foto kopi yang dengan
jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN. Baik buku asli
maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
d Dinyatakan sebagai Makalah Laporan Hasil Penelitian Tindakan Sekolah namun tidak
dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang antara lain berupa berita acara yang
membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut telah di seminarkan dalam lingkup terbatas,
serta bukti-bukti (dokumen) lain yang dapat memberikan keyakinan bahwa PTS tersebut
telah dilaksanakan (misalnya rancangan / laporan program tindakan setiap siklus, semua
instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja , contoh isian instrumen, foto-foto kegiatan
beserta penjelasannya, daftar hadir pada setiap tindakan, surat ijin penelitian, dan dokumen
pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut)
e Dinyatakan sebagai Makalah Laporan Hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) namun isi
laporan tersebut tidak sesuai karena (a) tindakan yang dilakukan tidak jelas apa dan
mengapanya atau (b) tidak didukung oleh data-data hasil pelaksanaan tindakan yang
memadai.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
f Dinyatakan sebagai Makalah Laporan Hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) namun isi
laporan tersebut berupa laporan penelitian tindakan kelas, atau berupa laporan penelitian lain
yang bukan menjadi tanggung jawab pengawas sekolah.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
6 a Dinyatakan sebagai buku hasil gagasan yang diterbitkan di tingkat nasional namun
tidak/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli atau foto kopi yang
dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta
penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional
Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan Nasional Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh
koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan
b Dinyatakan sebagai makalah artikel hasil gagasan ilmiah yang telah dimuat di jurnal ilmiah
tingkat nasional yang terakreditasi atau tingkat regional, namun tidak/kurang dilengkapi
dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang
menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra
bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara
nasional. Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator
pengawas sekolah yang bersangkutan.
c Dinyatakan sebagai buku laporan gagasan ilmiah yang tidak diterbitkan secara nasional,
namun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Buku asli atau foto kopi yang dengan
jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN. Baik buku asli
maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
d Dinyatakan sebagai Makalah Gagasan / Tinjauan Ilmiah namun tidak dilengkapi dengan
bukti fisik yang memadai
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang antara lain berupa berita acara yang
membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut telah di seminarkan dalam lingkup terbatas,
serta bukti-bukti (dokumen) lain yang dapat mendukung data yangb tetsaji dalam laporan
gagasan ilmiah tersebut.
e Dinyatakan Makalah Gagasan/Tinjauan Ilmiah, namun tidak jelas apa dan bagaimana
gagasan penulis dalam mengatasi masalah.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
f Dinyatakan sebagai, buku pelajaran, namun belum dapat dinilai karena belum memenuhi
syarat karena isinya tidak sesuai sebagai buku ajar.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berisi atau mempermasalahkan permasalahan
nyata di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas
pengawas sekolah yang bersangkutan.
g Buku belum dilengkapi dengan bukti fisik yang diperlukan. Disarankan melengkapi
persyaratan bukti fisik berupa buku asli atau fotokopi yang secara jelas menunjukkan nama
penulis atau nama penulis-penulis buku tersebut. Buku tersebut harus pula secara jelas
menunjukkan nama penerbit, tahun diterbitkan, serta keterangan-keterangan lain yang
diperlukan seperti (bila ada) persetujuan dari BSNP, nomor ISBN dan lain-lain.
h Dinyatakan sebagai buku dalam bidang pendidkan namun isinya kurang memenuhi
persyaratan sebagai buku dalam bidang pendidikan.
Disarankan untuk membuat Karya Tulis ilmiah baru, yang berisi atau mempermasalahkan
permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai
dengan tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.
7 a Isi makalah presentasi ilmiah, tidak berkaitan dengan permasalahan atau tugas pengawas
sekolah yang bersangkutan. disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang
berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada
bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
b Makalah /prasaran ilmiah tidak dapat dinilai karena dilaksanakan pada pertemuan ilmiah
yang tidak memenuhi syarat seperti tidak jelas kapan waktu penyajian disajikan melalui
sistem paralel dengan jumlah penyaji tidak layak, atau dilakukan oleh kepanitiaan yang tidak
jelas.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
c Makalah / prasaran ilmiah tidak dapat dinilai karenai makalah tersebut sama persis dengan
artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal atau melalui media yang lain.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
d Isi makalah presentasi ilmiah telah sesuai namun belum atau kurang dilengkapi dengan
bukti fisiknya.
Disarankan untuk melengkapi makalah prasaran ilmiah dengan bukti fisik sebagai antara lain:
Bukti tersebut antara lain surat keterangan dari panitia penyelenggara, sertifikat/piagam, surat
ijin, dan lain-lain. Baik makalah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator
pengawas sekolah yang bersangkutan
a Dinyatakan sebagai buku terjemahan yang diterbitkan di tingkat nasional namun
tidak/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli atau foto kopi yang
dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta
penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional
Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan Nasional Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh
koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan
b Dinyatakan sebagai makalah artikel hasil terjemahan yang telah dimuat di jurnal ilmiah
tingkat nasional yang terakreditasi atau tingkat regional, namun tidak/kurang dilengkapi
dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang
menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra
bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara
nasional. Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator
pengawas sekolah yang bersangkutan.
c Dinyatakan sebagai buku hasil terjemahan yang tidak diterbitkan secara nasional, namun
tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Buku asli atau foto kopi yang dengan
jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN. Baik buku asli
maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
d Dinyatakan makalah hasil terjemahan namun tidak jelas apa dan mengapa terjemahan
tersebut dibuat dalam kaitannya dengan tugas dan tanggungjawab kepengawasan.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, yang berfokus pada laporan
mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan
formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
8 a Dinyatakan berupa karya penerjemahan namun belum memenuhi persyaratan karena hal
yang terjemahkan tidak sesuai dengan tugas si penulis sebagai pengawas sekolah.
Disarankan untuk membuat Karya Tulisilmiah baru, yang berisi permasalahan nyata di
bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas
sekolah yang bersangkutan.
b Dinyatakan berupa karya penerjemahan tidak ada keterangan yang menjelaskan perlunya
karya terjemahan untuk menunjang proses atau hasil kepengawasan.
Disarankan untuk membuat Karya Tulisilmiah baru, yang berisi permasalahan nyata di
bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas
sekolah yang bersangkutan.

PENUTUP

Tugas tim teknis penilai adalah menilai kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah
yang sesuai dengan pedoman agar tujuan kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah
dapat dicapai.
Hal terpenting dalam menilai adalah: memberikan alasan dan saran yang jelas, santun, serta
memberikan dampak pembelajaran untuk perbaikan bagi si penulis.
Isi naskah ini memberikan pilihan alasan dan saran dalam penilaian pengembangan profesi
pengawas sekolah, agar terjadi kesamaan persepsi di antara tim teknis, dan untuk membantu
proses pembuatan surat-surat jawaban.
Tentu saja, dalam praktik penilaian akan terjadi hal-hal yang khusus dan tidak ada dalam
pedoman ini. Pada keadaan ini maka alasan dan saran harus dibuat oleh tim teknis dengan
mengacu pada ketercapaian tujuan penilaian.
DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah, Sabarti, Arsyad Maidar G., dan Ridwan, Sakura H. 1989. Pembinaan Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
Brotowidjoyo, Mukayat D. 2002. Penulisan Karangan Ilmiah. (Ed. Ke-2). Jakarta:
Akademika Pressindo.
Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen; 2002, Petunjuk Praktis Penulisan Karya
Tulis Ilmiah bidang Pendidikan, bagi jabatan Guru, Jakarta
Direktorat Pendidikan Guru/Tenaga Teknis, Ditjen Dikdasmen, 1997; Pedoman Penulisan
Karya tulis Ilmiah bidang Pendidikan, Jakarta.
Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
Tenaga Kependidikan,. 2009. Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai Kegiatan Pengembangan
Profesi Pengawas Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Depdiknas, 2000. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah bidang Pendidikan; Sebagai
Pengembangan Profesi Guru, Jakarta
Ekosusilo, Madyo. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Effhar : Semarang
Keraf, Gorys. 1997. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores:
Penerbit Nusa Indah.
Menpan dan RB RI . 2010. Permenpan dan RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan
Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya
Sugono, Dendy. 1997. Berbahasa Indonesia Dengan Benar. Jakarta : Puspa Swara
Suharsimi, Suhardjono dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi
Aksara
Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang
Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi. Jakarta : Depdikbud, Dikdasmen.
Suhardjono dan Supardi 2004, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Direktorat Tenaga Kendidikan
Ditjen Dikdasmen, Jakarta
Suhardjono 2006, Laporan Penelitian sebagai KTI, makalah pada pelatihan peningkatan mutu
guru dalam pengembangan profesi di Pusdiklat Diknas Sawangan, Jakarta, Februari 2006
Supardi, Pengembangan Profesi Guru dan Ruang lingkup Karya Tulis Ilmiah, 2005,
Direktorat Profesi Pendidik, Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Wasis, D. Dwiyogo. 2007 Penelitian Tindakan Kepengawasan, Untuk Memperbaiki Sekolah
dan Pembelajaran. Teori dan Praktik untuk Pengawas Sekolah. Malang : Wineka Media