Anda di halaman 1dari 19

Makalah Spesialit dan Terminologi

Obat-obat Gangguan Saluran Pernapasan

Disusun oleh:
Kustina Lasmini (P2.31.39.0.13.072)
Laelatul Fitriani (P2.31.39.0.13.073)
Mira Ismawati (P2.31.39.0.13.074)
Miranda Roza Lavenia (P2.31.39.0.13.075)
Muhammad Miftoh Fauzan (P2.31.39.0.13.076)
Mustika (P2.31.39.0.13.077)
Nikita Putri Mahardika (P2.31.39.0.13.078)
Nur Amrina Nofiani (P2.31.39.0.13.079)

Lokal 2B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


JURUSAN FARMASI
2015
Obat Saluran Pernapasan

 Saluran Pernapasan
Pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan
oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara
darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah
ke sel-sel tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan
dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Pernapasan dada
a. Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut.
b. Tulang rusuk terangkat ke atas
c. Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam
dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Pernapasan perut
a. Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
b. Diafragma datar
c. Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan
udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam
keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O¬2 yang diperlukan pun menjadi
berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kali lipat. Ketika oksigen tembus
selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan
disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapai 100 mmHg
dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya
40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam
tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan

Obat Saluran Pernapasan 2


4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan
menuju paruparu dengan bantuan darah.
Saluran pernapasan terdiri dari cabang-cabang saluran dari lingkungan
sampai ke paru-paru (rongga hidung dan nasal, faring, laring, trakea, percabangan
bronkus, dan paru-paru). Fungsi sistem pernapasan adalah mengambil oksigen
(O2) dari atmosfer ke dalam sel-sel tubuh dan untuk mentranspor karbondioksida
(CO2) yang dihasilkan sel-sel tubuh kembali ke atmosfer.

Saluran pernapasan dibagi dalam 2 golongan utama:


1. Saluran pernapasan atas, terdiri dari lobang hidung, rongga hidung, faring,
laring.
2. Saluran pernafasan bawah terdiri dari trachea, bronchi, bronchiolus, alveoli
dan membran alveouler – kapiler.
Ventilasi dan respirasi adalah dua istilah yang berbeda dan tidak boleh
ditukar pemakaiannya. Ventilasi adalah pergerakan udara dari atmosfer melalui
saluran pernapasan atas dan bawah menuju alveoli. Respirasi adalah proses
dimana terjadi pertukaran gas pada membran alveolar kapiler.
Infeksi saluran pernafasan adalah infeksi yang mengenai bagian manapun
saluran pernafasan, mulai dari hidung, telinga tengah, faring, laring (bronkus
bronkeolus) dan paru-paru.
Adapun faktor-faktor dalam proses respirasi yaitu :
1. Tekanan intrapleura yang menahan paru-paru tetap berkontak dengan
dinding toraks.
2. Jaringan elastik dalam paru-paru yang bertanggung jawab terhadap
kecenderungannya untuk menjauh dari dinding toraks dan mengempis.
3. Tekanan intra-alveolar yang merupakan tekanan di dalam paru-paru.
4. Surfaktan adalah sejenis lipoprotein yang disekresi oleh sel-sel epitel dalam
alveoli paru. Dimana surfaktan mengurangi tegangan permukaan cairan
yang menurunkan kecenderungan pengempisan alveoli.
5. Komplians yang merupakan suatu ukuran peningkatan volume paru yang
dihasilkan setiap unit perubahan dalam tekanan intra-alveolar.
6. Pneumotoraks merupakan kondisi dimana udara berada di dalam dada.

Obat Saluran Pernapasan 3


7. Atalektasis merupakan proses pengempisan paru-paru.

 Masalah-Masalah Sistem Pernapasan


Beberapa masalah yang sering terjadi dalam sistem pernapasan, antara lain
hipoksia, hiperkapnia, hipokapnia, asfisia, penyakit pulmonar obstruktif menahun,
kanker paru, tuberkolosis, dan pneumonia. Dalam proses bernapas terdapat
beberapa masalah, yaitu :
1. Hipoksia adalah defisiensi oksigen, yaitu kondisi berkurangnya kadar
oksigen dibandingkan kadar normalnya secara fisiologis dalam jaringan
dan organ.
2. Hiperkapnia adalah peningkatan kadar CO2 dalam cairan tubuh dan
sering disertai dengan hipoksia. Dimana jika kadar CO2 berlebih dapat
meningkatkan respirasi dan konsentrasi ion hidrogen yang akan
menyebabkan asidosis (kadar asam berlebih).
3. Hipokapnia adalah penurunan kadar CO2¬ dalam darah. Dimana jika
terjadi penurunan kadar CO2¬ dapat menyebabkan terjadinya alkalosis
(jumlah bikarbonat berlebih) dalam cairan tubuh.
4. Asfisia (sufokasi) adalah suatu kondisi hipoksia dan hiperkapnia yang
diakibatkan ketidakcukupan ventilasi pulmonar.
5. Penyakit pulmonar obstruktif menahun (PPOM) adalah kelompok
penyakit yang meliputi asma, bronkitis kronik, dan emfisema, juga
kelompok penyakit industrial seperti asbestosis, silikosis, dan black lung.
6. Kanker paru (karsinoma pulmonar) sering dikaitkan dengan merokok
tetapi dapat juga terjadi pada orang yang tidak merokok.
7. Tuberkolosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri yang dapat
mempengaruhi semua jaringan tubuh, tapi paling umum terlokalisasi di
paru-paru.
8. Pneumonia adalah proses inflamasi infeksius akut yang mengakibatkan
alveoli penuh terisi cairan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri,
jamur, protozoa, virus, atau zat kimia.

Obat Saluran Pernapasan 4


 Penyakit Saluran Pernapasan
Selain masalah-masalah diatas, terdapat juga beberapa penyakit pada
saluran pernapasan yang dikenal dengan istilah CARA (Chronic Aspecific
Respiratory Affections) yang mencakup semua penyakit saluran pernapasan yang
bercirikan penyumbatan (obstruksi) bronchi disertai pengembangan mukosa
(udema) dan sekresi dahak (sputum) berlebihan. Gejala terpenting dari penyakit
saluran pernapasan antara lain sesak napas (dyspnoe) saat mengeluarkan tenaga
atau selama istirahat dan/atau sebagai serangan akut, juga batuk kronis dengan
pengeluaran dahak yang kental.
Penyumbatan bronchi dengan sesak napas, yang merupakan sebab utama
asma dan COPD, diperkirakan dapat terjadi menurut mekanisme berikut, yaitu
berdasarkan hiperreaksitivitas bronchi (HRB), reaksi alergi atau infeksi saluran
pernapasan.
1. Hiperreaksitivitas bronchi (HRB)
Pada semua penderita asma dan COPD terdapat hiperreakstivitas bronchi.
HRB adalah meningkatnya kepekaan bronchi dibandingkan saluran napas normal,
terhadapkan zat-zat merangsang tak spesifik yang dihirup dari udara. Pada
sebagian penderita asma juga terdapat kepekaan berlebihan bagi stimuli spesifik
yang pada orang sehat tidak memberikan reaksi pada saluran pernapasannya. HRB
aspesifik selalu timbul bersamaan reaksi peradangan di saluran pernapasan.

2. Alergi
Pada sebagian pasien asma, disamping HRB aspesifik juga terdapat alergi
untuk membentuk antibody terhadap allergen tertentu yang memasuki tubuh
(antigen). Antibodies ini dari tipe IgE (immunoglobulin type E), juga disebut
regain, mengikat dari pada mastcells antara lain disaluran pernapasan, mata dan
hidung. Jika jumllah IgE sudah cukup besar maka pada waktu allergen yang sama
masuk lagi ke dalam tubuh terjadilah penggabungan antigen-antibodi. Mattcells
pecah (degranulasi) den segera melepaskan mediatornya. Akibatnya sering kali
bronchokontriksi dengan pengembangan mukosa dan hipersekresi dahak, yang
merupakan gejala khas asma.
a. Alergen inhalasi; yang masuk ke tubuh lewat pernapasan.

Obat Saluran Pernapasan 5


b. Alergen oral dan lokali; yang memasuki tubuh melalui mulut atau kulit

3. Infeksi saluran pernapasan


Dapat menyebabkan gejala radang dengan perubahan di selaput lender,
yang pada pasien asma dan COPD memperkuat HRB dan bronchokontriksi serta
mempermudah penetrasi allergen sehingga terjadi infeksi yang sering kambuh
akibat obtruksi bronchi.

3.1 ASMA
Asma atau bengek adalah suatu penyakit peradangan steril kronis yang
bercirikan serangan sesak napas akut secara berkala, mudah tersengal-sengal,
disertai batuk dan hipersekresi dahak. Berlainan dengan COPD, obstruksi saluran
napas pada asma bersifat reversible dan serangan biasanya berlangsung beberapa
menit sampai beberapa jam.
Penyebabnya, adanya peradangan steril kronis dari saluran pernapasan
dengan mastcells dan granulosit eosinofil sebagai pemeran penting. Selain itu juga
terdapat hiperreaktivitas bronchi terhadap berbagai stimuli aspesifik yang dapat
memicu serangan.
Ada beberapa jenis stimuli (rangsangan) yang dapat menyebabkan masalah pada
sistem pernapasan, yaitu :
1. Rangsangan fisis, seperti perubahan suhu, dingin, dan kabut.
2. Rangsangan kimiawi, seperti polusi udara (gas-gas pembuangan,
sulfurdioksida, ozon, asap rokok).
3. Rangsangan fisik, seperti exertion, hiperventilasi.
4. Rangsangan psikis, seperti emosi dan stress.
5. Rangsangan farmakologi, seperti histamin, serotonin, asetilkolin, asetosal,
dan lainnya
Peranan lekosit
Di membrane mukosa saluran napas dan alveoli terdapat banyak makrofag dan
limfosit. Makrofag berperan pada pengikatan pertama allergen, dapat melepaskan
mediator peradangan seperti prostaglandin, tromboksan, leukotrien dan PAF

Obat Saluran Pernapasan 6


(Platelet activating factor). Aktivitas makrofag dan limfosit dihambat oleh
kortikosteroid tetapi tidak oleh β2 adrenergik.
Mastcells
Pada penderita asma, mastcells bertambah banyak di sel-sel epitel serta
mukosa dan melepaskan mediator vasoaktif kuat pula, seperti histamine,
serotaonin, dan bradikinin yang mmencetuskan reaksi asma akut.

3.2 BRONCHITIS KRONIS


Penyakit ini bercirikan batuk ‘produktif’ menahun dengan pengeluaran
banyak dahak, tanpa sesak napas atau hanya ringan. Dalam kebanyakan kasus
(80%) disebabkan infeksi akut saluran pernapasan oleh virus, yang mudah
disuprainfeksikan (Str pneumonia dan branhamella catarrhalis) dengan suatu
bakteri Haemophilus influenza.

3.3 EMFISEMA PARU


Emfisema bercirikan dilatasi dan destruksi dari jaringan paru-paru, yang
mengakibatkan sesak napas terus-menerus dan menghebat pada waktu
mengeluarkan tenaga. Gelembung paru (alveoli) terus mengembang dan
rongganya membesar sehingga dinding-dindingnya yang mengandung pembuluh
darah menjadi amat tipis dan sebagian akhirnya rusak sehingga permukaan paru
untuk penyerapan oksigen dapat berkurang di bawah 30% hingga jantung harus
bekerja lebih keras untuk memenuhi akan oksigen. Tonus di cabang-cabang
batang nadi (aorta) bertambah dan tekanan darah di arteri paru-paru meningkat.
Sehingga menimbulkan kegagalan ventrikel jantung dan terjadilah cor pulmonale
(jantung membesar).
Penyebab emfisema adalah :
a. Bronchitis kronis dengan batuk bertahun-tahun lamanya, juga asma.
b. Merokok
c. Asap rokok, mengandung zat-zat yang menstimulasi enzim elastase yang
merombak serat-serat elastin dalam dinding gelembung paru, sehingga
kekenyalannya menurun, terjadi kelainan irreversible dalam bentuk fibrosis
dan destruksi dari dinding gelembung bersama pembuluh darahnya.

Obat Saluran Pernapasan 7


 Obat Saluran Pernapasan
 Antihistaminika
Semua antihistamin memberikan manfaat potensial pada terapi alergi nasal,
rhinitis alergik.Sifat antikolinergik pada kebanyakan antihistamiin menyebabkan
mulut kering dan pengurangan sekresi, membuat zat ini berguna untuk mengobati
rhinitis yang ditimbulkan oleh flu.Antihistamin juga mengurangi rasa gatal pada
hidung yang menyebabkan penderita bersin banyak obat-obat flu yang dapat
dibeli bebas mengandung antihistamin, yang dapat menimbulkan rasa mengantuk.
Contoh obat antihistamin
NO GENERIK PATEN PABRIK

1 Difenhidramin HCL Benadryl Pfizer

2 Prometazin Phenargen Aventis

3 Oksomemazin Toplexil Aventis

4 Oksatomida

POTENSI OBAT
1. Prometazin HCl
 Derivat fenotiazin ini sebagai antihistaminikum berdaya meredakan
rangsangan batuk berkat sifat sedative dan antikolinergisnya yang
kuat.Obat ini digunakan teerutama pada batuk malam yang
menggelitik pada anak- anak. Perlu diperhatikan bahwa obat ini
jangan diberikan kepada anak kecil dibawah usia satu tahun , kareana
dapat mengakibatkan depresi pernafasan dan kematian mendadak.
 Efek samping : dapat menyebabkan gangguan buang air kecil dan
akomodasi pada manula.
 Dosis : yang dianjurkan 3 kali sehari 25 -50 mg dan untuk
anak-anak diatas satu tahun denagn dosis 2-4 kali sehari 0,2mg/kg
 Nama paten (Pabrik) :
1) Phenargen (Aventis)
2) Erpha allergil (Erlimpex)

Obat Saluran Pernapasan 8


2. Oksometazin ( Toplexil)
Derivat yang sama dari turunan derifat fenotiazin ini sebagai
antihistaminikum berdaya meredakan rangsangan batuk berkat sifat
sedative dan antikolinergisnya yang kuat. Obat ini digunakan teerutama
pada batuk malam yang menggelitik pada anak- anak. Perlu diperhatikan
bahwa obat ini jangan diberikan kepada anak kecil dibawah usia satu tahun
, karena dapat mengakibatkan depresi pernafasan dan kematian
mendadak.daya antikolinergisnya lemah.
 Dosis yang diberikan 2-3 kali sehari 15 mg untuk dewasa, dan anak
usia 1-2 tahun 2,5- 10 mg sehari, untuk anak 2-5 tanun 10-20 mg
sehari, 5-10 tahun 2-3 kali seri 10 mg.
 Nama paten (Pabrik) :
1) Comtusi (Combiphar)
2) Oxoril (Meprofarm)
3) Toplexil (Aventis)

3. Difenhidramin (Benadryl)
Sebagai zat antihistamin (H1-blocker), senyawa ini yang bersifat
hipnotis-sedatif dan dengan demikian meredakan rangsangan batuk. Pada
bayi dapat menimbulkan perangsangan paradoksal, misalnya
mengeringnya selaput lender karena efek antikolinergisnya
 Dosis yang digunakan adalah 3-4x sehari 25-50 mg.
 Nama paten (Pabrik) :
1) Benadryl (Pfizer)
2) Duradryl (Durafarma Jaya)
3) Erlandryl (Erlimpex)
4) Novadryl (Novapharin)
5) Phenadryl (Cendo)
6) Recodryl (Global Multi Pharmalab)
7) Seminal (Erela)
8) Veldres (Pharos)

Obat Saluran Pernapasan 9


9) Caladryl (Pfizer)
10) Calamec (Mecosin)
11) Paradryl (Prafa)
12) Neladryl (Galenium Pharmasia Lab)

4. Oksatomida
 Efek Samping :Mengantuk, efek antikolinergik, edskrasia,
euphoria, gelisah, insomnia dan tremor, nafsu makan berkurang, mual,
muntah, keluhan pada epigastrium, konstipasi atau diare.
 Oksatomida : resorpsinya di usus cepat, pp –nya 90 % dan
metabolisme di hati pesat. Eksresinya lewat kemih.

 Mukolitik
Mukolitik bekerja sebagai deterjen dengan mencairkan dan mengencerkan secret
mukosayang kental sehingga dapat dikeluarkan.Efek samping yang paling sering
terjadi adalah mual dan muntah, maka penderita tukak lambung perlu
waspada.Wanita hamil dan selama laktasi boleh menggunakan obat ini.

Contoh obat :
NO GENERIK PATEN PABRIK
1 Bromhexin Bisolvon Boehringer
Ingelheim
2 Asetil Sistein Fluimucil Zambon
POTENSI OBAT
1. Bromhexin (Bisolvon)
Mekanisme kerja Pengurangan viskositas dahak.Stimulasi pada sekresi,
gerakan siliarpembentuk surfaktan.
Perbaikan penangkal imunologis setempat.Indikasi Sekretolitik pada infeksi
jalan pernapasan yangkronis serta pada penyakit paru dengan pembentukan
mucus berlebih.
 Kontraindikasi : Hipersensitivitas, wanita hamil, menyusui.
 Efek samping : Reaksi alergi, gangguaan gastrointestinal ringan.
 Interaksi obat : Hati-hati penggunaan dengan obat lain.

Obat Saluran Pernapasan 10


 Dosis : Dewasa yang dianjurkan 3x 8mg/hari.
 Nama paten (Pabrik):
1) Bisolvon (Boehringer Ingelheim)
2) Bromifar (Ifars)
3) Celovon (First Medipharma)
4) Dexolut (Dexa Medica)
5) Erpha Hexin (Erlimpex)
6) Ethisolvan (Ethica)
7) Hexolyt (Sandoz)
8) Hustab P (Phapros)
9) Hexon (Global Multi Pharmatama)
10) Mucosulvan (Hexfarm Jaya)
11) Miravon (Sampharrindo Perdana)
12) Lexavon (Molex Ayus)
13) Mucobron (Corsa)
14) Poncosolvon (Armoxindo Farma)
15) Solvinex (Meprofarm)
16) Thephidron (Combiphar)
17) Wibrom (Itrasal)
18) Yavon (Yarindo Farmatama)

2. Asetil Sistein ( Fluimicil)


Obat mukolitik.Ini mencairkan dahak dan memfasilitasi isolasi. Aksi
acetylcysteine terkait dengan kemampuan kelompok sulfhidril untuk
memutuskan ikatan disulfida dari asam mucopolysaccharides sputum,
yang mengarah ke depolarisasi dan mukoproteidov menurunkan viskositas
lendir. Menyimpan aktivitas di hadapan sputum purulen.
Merupakan derivat asam amino alamiah sistein ini berkhasiat
mencairkan dahak yanng liat dengan jalan memutuskan jembatan
disulfida, sehingga rantai panjang antara mukoprotein-mukoprotein
panjang terbuka dan lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Sebagi
prekusor dari glutathion, zat ini juga berdaya anti oksidan dengan

Obat Saluran Pernapasan 11


melindungi sel terhadap oksidasi dan perusakan oleh radikal bebas.
Asetilsistein juga mampu memperbaiki gerakan bulu getar (cilia) dan
membantu efek antibiotika (doksisiklin, amoksisiklin, dan tiamfenikol)
(Tjay dan Rahardja, 2007).
 Dosis : pada Parenteral dewasa diperkenalkan 300 mg (3 ml)
mendalam / m atau / 1-2 kali / hari. Anak-anak berusia 6 untuk 14
tahun diperkenalkan 1/2 dosis dewasa. Dosis harian untuk anak usia
6 tahun aku s 10 mg / kg berat badan. Lamanya pengobatan
ditentukan secara individual.
 Nama Paten (Pabrik) :
1) Fluimucil (Zambon)
2) Acetylcysteine (Indofarma)
3) Alstein (Sampharindo Perdana)
4) Pectocil (Ethica) : kapsul 200 mg
5) Sistenol (Dexa Medica)
6) N-Ace (Pratapa Nirmala) : larutan inhalasi
7) Mucylin (Yarindo Farmatama) ; kapsul 200 mg

 Antiasma dan Bronkodilator


GENERIK PATEN PABRIK
NO

1 Teophyllin Euphylin Pharos

2 Terbutalin Astherin Pyridam

1. Teophyllin
Terdapat bersama kofein pada daun teh dan memiliki sejumlah khasiat
antara lain spamolitis terhadap otot polos khususnya pada bronchi,
menstimuli jantung dan mendilatasinya serta menstimulasi SSP dan
pernapasan. Reabsorpsi nya di usus tidak teratur.
 Efek sampingnya yang terpenting berupa mual dan muntah baik pada
penggunaan oral maupun parienteral.Pada overdosis terjadi efek
sentral (sukar tidur, tremor, dan kompulsi) serta gangguan pernapasan
juga efek kardiovaskuler.

Obat Saluran Pernapasan 12


 Dosis : 3-4 dd 125-250 mg microfine (retard).
Teofilin dapat diberikan dengan cara injeksi dalam bentuk aminofilin,
suatu campuran teofilin dengan etilendiamin.
 Nama paten (Pabrik) :
1) Euphylin (Pharos)
2) Euphylin Retard (Pharos)
3) Aminophylllinum (Ethica)
4) Brondilex (Medifarma)
5) Bufabron (Bufa Aneka)
6) Cospamic (Ifars)
7) Kalbron (Dankos)
8) Rataphyl SR (Kimia Farma)
9) Samcolat (Samco Farma)
10) Theobron (Interbat)

2. Terbutalin
Terbutaline merupakan obat golongan bronkodilator yang dapat
digunakan untuk meringankan gejala mengi, batuk, dan sesak napas.
Obat ini bekerja dengan cara melebarkan saluran udara yang
menyempit akibat gejala-gejala tersebut. Dengan melebarnya saluran
udara, maka otomatis udara bisa lebih lancar masuk ke paru-paru.
Untuk mencegah dan memberikan pertolongan pertama pada saat
terjadinya gangguan saluran pernapasan.
 Nama Paten (Pabrik) :
1) Astherin (Pyridam)
2) Asmabet (Rocella)
3) Lintaz (Heronic)
4) Lasmalin (Lapi)
5) Nairet (Otto)
6) Neosma (Ifars)
7) Tabas (Meprofarm)
8) Terasma (Dexa Medica)

Obat Saluran Pernapasan 13


 Antitusif
Antitusif bekerja menghentikan batuk secara langsung dengan
menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Dengan demikian
tidak sesuai digunakan pada kasus batuk yang disertai dengan dahak
kental, sebab justru akan menyebabkan dahak sulit dikeluarkan.

NO GENERIK PATEN PABRIK


1 Kodein Codipront Kimia Farma
2 Dektrometorfan Code Erela
POTENSI OBAT

1. Kodein
Codipront Mengandung Dua Zat Aktif Dengan Tempat Kerja Yang
Berbeda. Codeine Akan Mengurangi Batuk Dengan Penekanan Sentral
Pada Pusat Batuk.Phenyltoloxamine Merupakan Antihistamin Yang
Mempunyai Efek Pada Alergi. Zat Aktif Codipront Terikat Dengan Ion-
Exchanger Dengan Memberikan Pelepasan Lambat Dan Seragam Dalam
Saluran Pencernaan Untuk Mencapai Efek Antitusif Jangka Panjang
Dengan Dosis Pemberian Sehari 2 Kali.
 Indikasinya Adalah Pengobatan Simtomatik Batuk Kering (Non
Produktif) Yang Disertai Keadaan Alergi.
 Nama paten (Pabrik)
1) Codipront (Kimia Farma)

2. Dextrometorfan
Dextromethorphan adalah obat yang digunakan untuk
meredakan batuk. Jenis batuk yang dapat ditangani dengan obat ini adalah
batuk kering yang menyertai pilek atau flu. Senyawa dextromethorphan
bekerja dengan menekan dorongan untuk batuk yang berasal dari otak kita.
Obat ini tidak mempunyai efek analgesik dan ketergantungan. Obat
ini efektif bila diberikan dengan dosis 30 mg setiap 4-8 jam, dosis dewasa

Obat Saluran Pernapasan 14


10-20 mg setiap 4 jam. Anak-anak umur 6-11 tahun 5-10 mg. Sedangkan
anak umur 2-6 tahun dosisnya 2,5 – 5 mg setiap 4 jam
 Nama paten (Pabrik) :
1) Code (Erela)
2) Dextromethorphan (Errita)
3) Dexyl (Gratia Husada Farma)
4) Dexitab (Zenith)
5) Dextromex (Apex Pharma)
6) Dextromethorphan (Indofarma)
7) Dextropim (PIM)
8) Milaro (First Medipharma)
9) Siladex Antitusive (Konimex)
10) Zenidex (Zenith)

 Dekongestan
1. Efedrin
Efedrin adalah alkaloid yang dikenal sebagai obat simpatomimetik
aktif pertama secara oral. Efedrin sebagai obat adrenergik dapat bekerja
ganda dengan cara melepaskan simpanannorepinefrin dari ujung saraf dan
mampu bekerja memacu secara langsung di reseptor α dan β. Pada sistem
kardiovaskuler, efedrin meninggikan tekanan darah baik sistolik maupun
diastolik melalui vasokonstriksi dan terpacunya jantung. Efedrin berefek
bronkodilatasi tetapilebih lemah dan lebih lambat dibandingkan epinefrin
atau isoproteronol. Efedrin memacuringan SSP sehingga menjadi sigap,
mengurangi kelelahan, tidak memberi efek tidur dandapat digunakan
sebagai midriatik.
 Efedrin digunakan sebagai dekongestan hidung, bekerjasebagai
vasokonstriktor lokal bila diberikan secara topikal pada permukaan
mukosa hidung,karena itu bermanfaat dalam pengobatan kongesti
hidung pada Hay fever, rinitis alergi,influenza dan kelainan saluran
napas atas lainnya.

Obat Saluran Pernapasan 15


 Dosis : pada asma, oral 3-4 dd 25-50 mg(HCl), anak-anak 2-3 mg/kg
sehari dalam 4-6 dosis.
 Nama Paten (Pabrik)
1) Asmasolon (Medifarma)
2) Epedrin HCl (Ethica)
3) Erlandrine (Erela)

2. Pseudoefedrin
Isomer dekstro dari efedrin dengan mekanisme kerja yang sama,
namun bronkodilatasinya lebih lemah, tetapi efek sampingnya terhadap
SSP dan jantung lebihringan. Obat ini, jika masuk ke dalam sistem saraf
pusat, dapat menyebabkan kecemasan, peka rangsangan, dan gelisah.
 Efek samping lainnya berupa denyut jantung lebih cepat,insomnia,
efek alergi pada kulit, kulit kering, retensi urin, anoreksia, halusinasi,
sakit kepala,mual, dan sakit perut. Pseudoefredin juga dikaitkan
dengan peningkatan risiko stroke. Obatini banyak digunakan dalam
sediaan kombinasi untuk flu.
 Dosis : oral 3-4 dd 60 mg (hcl,sulfat) Nama Paten : Sinutab, Sudafed,
Polaramin.
 Nama Paten (Pabrik) :

Nama Paten Komposisi Pabrik sediaan


Triaminic batuk Pseudoephedrine Hcl 15 Mg, Novartis Indonesia Syrup 60 ml
Dextromethorphan Hbr 5 Mg
Actifed Pseudoephedrine Hcl 30 Mg , Glaxo Wellcome Syrup 60 ml dan
Tripolidine Hcl 1,25 Mg 120 ml
Alco Per 0,8 Ml Tetes Interbat Tetes 15 ml
Pseudoephedrine Hcl 7,5 Mg Syrup plus 100 ml
Per 5 Ml Syrup Plus: Syrup plus DMP
Pseudoephedrine Hcl 30 Mg 100 ml
,Brompheniramin Maleat 2
Mg
Per 5 Ml Syrup Plus DMP:
Pseudoephedrine Hcl 30 Mg ,
Brompheniramine Maleat 2
Mg, Dextromethorphan Hbr
10 Mg

Obat Saluran Pernapasan 16


Aldisa SR Loratadine 5 Mg, Sanbe Kapsul
Pseudoephedrine Sulfat 120
Mg
Alpara Per Kapl: Molex Ayus Kaplet
Pct 500 Mg, Syrup 60 ml
Phenylpropanolamin Hcl 12,5
Mg, Ctm 2 Mg, DMP 3,75
Mg
Per 5 Ml Syrup :
Pct 125 Mg,
Phenylpropanolamin Hcl
3,125 Mg, Ctm 0,5 Mg, DMP
3,75 Mg

Bantif child Per 5 Ml : Caprifarmindo Syrup 60 ml


Dextromehorphan Hbr 7,5
Mg , Pseudoephedrine HCL
15 Mg
Bodrex flu dan Per Kapl : Tempo Scan Pasific Kaplet
batuk berdahak Pct 500 Mg, Pseudoephedrine Syrup 60 ml
HCL 30 Mg, GG 50 Mg,
Bromheksine Hcl 8 Mg
Per 5 Ml Syrup :
Pct 150 Ml, Pseudoephedrine
HCL 10 Mg, GG 50 Mg
Clarinase Loratadine 5 Mg, Schering-Plough Tablet
Pseudoephedrine Sulfat 120
Mg
Decolgen FX Pct 500 Mg, Pseudoephedrine Medifarma Tablet
HCL 30 Mg, Ctm 20 Mg
Flurin Per 5 Ml : Yarindo Farma Syrup 60 ml
PCT 120 Mg, CTM 0,5 Mg,
Pseudoephedrine HCL 7,5
Mg
Iliadin kinder Oxymetazolin Hcl Merck Consumer Tetes hidung 25 %
Health Prod 10 ml
Otrivin Oxymetazolin Hcl Novartis Indonesia Tetes hidung dws
0,1 % 10 ml
Tetes hidung anak
0,05% 10 ml
Afrin Oxymetazolin Hcl Schering-Plough Semprot hidung
dewasa 0,05 %
10ml
Tetes hidung anak
0,025% 10 ml
Semprot hidung
dws 0,05 % 15 ml

Obat Saluran Pernapasan 17


 Mucolitik
Mukolitik adalah obat batuk berdahak yang bekerja dengan cara membuat
hancur formasi dahak sehingga dahak tidak lagi memiliki sifat-sifat alaminya.
Mukolitik bekerja dengan cara menghancurkan benang-benang mukoprotein dan
mukopolisakarida dari dahak. Sebagai hasil akhir, dahak tidak lagi bersifat kental
dan dengan begitu tidak dapat bertahan atau berada di tenggorokan lagi seperti
sebelumnya. Membuat saluran nafas bebas dari dahak.
1. Ambroksol
Ambroxol, yang berefek mukokinetik dan sekretolitik, dapat
mengeluarkan lendir yang kental dan lengket dari saluran pernafasan dan
mengurangi staknasi cairan sekresi. Pengeluaran lendir dipermudah
sehingga melegakan pernafasan. Sekresi lendir menjadi normal kembali
selama pengobatan dengan Ambril. Baik batuk maupun volume dahak
dapat berkurang secara bermakna. Dengan demikian cairan sekresi yang
berupa selaput pada permukaan mukosa saluran pernafasan dapat
melaksanakan fungsi proteksi secara normal kembali. Penggunaan jangka
panjang dimungkinkan karena preparat ini mempunyai toleransi yang baik.
 Indikasi :
Gangguan saluran pernafasan sehubungan dengan sekresi bronki yang
abnormal baik akut maupun kronis, khususnya pada keadaan-keadaan
abnormal baik akut maupun kronis, khususnya pada keadaan-keadaan
eksaserbasi dari penyakit-penyakit bronchitis asmatis, asma bronchial.
 Nama paten (Pabrik) :

Nama Paten Komposisi Pabrik Sediaan


Interpec Ambroksol Hcl Interbat Tablet 30 mg
Laprimuc Ambroksol Hcl Lapi Tablet 30 mg
Limoxin Ambroksol Hcl Pharos Tablet 30 mg
Molapect Ambroksol Hcl Molex Ayus Tablet 30 mg
Mucos Ambroksol Hcl Meprofarm Tablet 30 mg
Nufanibrox Ambroksol Hcl Nurfarindo Tablet 30 mg
Roverton Ambroksol Hcl Ifars Tablet 30 mg
Silopect Ambroksol Hcl Pyridam Tablet 30 mg
Transbroncho Ambroksol Hcl Kalbe Farma Tablet 30 mg

Obat Saluran Pernapasan 18


Transmuco Ambroksol Hcl Kalbe Farma Tablet 30 mg

Obat Saluran Pernapasan 19