Anda di halaman 1dari 6

ROLE PLAY KOMUNIKASI

PEMBERIA CAIRAN ELEKTROLIT INTRAVENA

ARIEF HIDAYAT : DOKTER

LINA RINISWARI :PASIEN

MUHAMMAD ROSYIDI : PERAWAT

SULISTYANINGSIH :IBU PASIEN

LINAANA FITRIANI : NARATOR

Pada suatu pagi sekitar pikul 10 pagi seorang remaja perempuan datang ke UGD ditemani
ibunya. Ia terlihat sangat lemah sambil memegangi perutnya. Ia dibantu berjalan oleh sang
ibu menuju ruang UGD. Sang ibu pun terlihat panik dan langsung memanggil sang perawat
yang berjaga diruang UGD

Setting I (ruang UGD)

Ibu : (terlihat panik) PERAWAT.. PERAWAT.. tolong anak saya pak

PERAWAT : (mendekati sang ibu) iya ibu mari saya bantu (membatu memapah pasien
sampai ketempat tidur)

Ibu : tolong anak saya pak

PERAWAT : anak ibu kenapa bu?

Ibu : anak saya diare sejak tadi malam

PERAWAT : sudah berapa kali BAB nya bu?

Ibu :kurang lebih sekitar 5x pak

PERAWAT : nama anak ibu siapa?

I bu : namanya lina pak

PERAWAT :umurnya berapa bu?


Ibu : 17 tahun pak

PERAWAT : (menghampiri Pasien) Selamat Pagi dek, Perkenalkan dek nama saya
muhammad rosyidi, adek bisa panggil saya rosyid,saya perawat pagi ini yang
akan melakukan tindakan keperawatan pada adik, pertama saya akan
memeriksa tanda vital adik dulu ( mulai memeriksa tanda vital Pasien)

Ibu : Bagaimana Keadaan anak saya pak ? ( terlihat panik)

PERAWAT : anak ibu mengalami diare ringan, ibu tunggu sebentar saya panggilkan
dokternya, ibu tenang dulu ya, tidak usah panik, kita akan memberikan
pelayanan terbaik bu

Ibu : iya pak, terimakasih

PERAWAT : saya permisi dulu bu

Ibu : iya pak

PERAWAT pun segera menuju keruang dokter

Setting II (ruang dokter)

PERAWAT : permisi dok

Dokter : iya pak silahkan

PERAWAT : ada pasien yang menderita diare sejak tadi malam dok

Dokter : baiklah pak, saya akan segera memeriksa kondisi pasien tersebut

PERAWAT : iya dok, mari

PERAWAT dan dokterpun bergegas menemui pasien tersebut

Setting III(ruang UGD)

Dokter : selamat pagi ibu

Ibu : pagi dokter, anak saya diare sejak tadi malam dok

Dokter :Baik bu saya akan memeriksa kondisi anak ibu dulu


Ibu : iya dok

Dokter : Pak Sudah memeriksa Tanda Vitalnya ?

PERAWAT : Sudah dokter.

Dokter : Bagaiman Hasilnya ?

PERAWAT : TD 90/60 , Nadi 56/menit, Respirasi 16/menit , dan Suhu 37,5 c

Dokter : Terimakasih pak, sudah berapa kali anak ibu BAB?

Ibu : sekitar 5x sejak tadi malam dok

Dokter : anak ibu sudah banyak kehilangan cairan elektrolitnya, kami akan segera
memasangkan infus untuk anak ibu

Ibu : iya dokter

Dokter : baik bu saya permisi dulu untuk menuliskan resep untuk anak ibu, nanti
perawat rosyid akan memasangkan infusnya kepada anak ibu

Ibu : iya dokter, tolong bantu anak saya, saya tidak mau dia kenapa- kenapa

Dokter : iya ibu kita akan berusaha melakukan yang terbaik

Ibu : terimakasih dok

Dokter : iya sama- sma bu.. Pak mari ikut saya

PERAWAT : iya dok

PERAWAT dan dokterpun menuju ruang dokter

Setting IV (ruang dokter)

Dokter : silahkan duduk pak.

PERAWAT : baik dok.

Dokter :(sambil menuliskan resep) tolong berikan cairan elektrolit intravena kepada
pasiennya, ia sudah kehilangan banyak cairan tubuhnya.

PERAWAT : iya dok, pasien juga terlihat sangat lemah


Dokter : iya pak, ini resepnya, tolong segera diberikan cairannya pak

PERAWAT : baik dok, saya permisi dulu

Dokter : iya pak, silahkan

PERAWATpun segera kembali re ruang UGD untuk menemui pasien

PERAWAT : permisi ibu, saya akan segera memberikan cairan lewat infus kepada anak
ibu

Ibu : iya pak

PERAWAT : (menghampiri pasien) selamat pagi dek , sekarang saya akan segera
memberikan cairan lewat infus kepada adik untuk menggantikan cairan tubuh
adik yang sudah banya hilang, tujuannya disini agar kondisi adik kembali
stabil, kurang lebih saya akan membutuhkan waktu 10 menit dek. Bagaiman
dek, apakah adik bersedia?

Pasien : iya pak, saya bersedia

PERAWAT : baiklah dek, kalau begitu saya permisi untuk mempersiapkan alat- alat dulu.

Pasien : iya pak.

Perawatpun segera menuju ruang peralatan dan mempersiapkan alat- lat yang
dibutuhkan, setelah alat- alatnya siap perawatpun kembali membaca perintah dokter
dan mempersiaapkan dirinya. Setelah mencuci tangan perawatpun membawa alat- alat
menuju pasien untuk segera melakukan tindakan pemberian caran elektrolit

PERAWAT : permisi, saya akan segera melakukan tindakan pemberian cairan lewat infus
dek. Bagaimana adek sudah siap?

Pasien : sudah pak.

PERAWAT : sebelum saya memasang infusnya,mungkin ada yang adik ingin tanyakan ?

Pasien : tidak ada pak.


PERAWAT : Baiklah kalau begitu, sekarang saya akan memasang infusnya dek, akan
terasa sakit sedikit saat saya memasangnya, jadi adik bisa menarik nafas untuk
mengurangi rasa sakitnya.

Pasien : Iya, Pak.

PERAWAT : ( mendekatkan alat ke pasien dan mulai memasang infus)

Pasien : Aduh Sakit Pak ( menjerit kesakitan ).

PERAWAT : iya dek, tarik nafas agar rasa sakitnya bisa berkurang.

Pasien : iya pak (mulai menarik nafas).

PERAWAT : Baiklah dek infusnya sekarang sudah terpasang, bagaimana keadaan adek
sekarang ?

Pasien : Baik Pak,

PERAWAT : Baiklah kalau begitu, saya akan mengunjungi adik sekitar 3 jam lagi untuk
mengecek kondisi adik lagi.

Pasien : iya pak, Terimakasih

PERAWAT : Sama- sama dek, ada yang adik ingin tanyakan sebelum saya keluar ?

Pasien : tidak ada pak.

PERAWAT : Iya sudah kalau begitu, kalau ada apa-apa adik atau ibu bisa mencari saya di
nurse station, dan ini resep yang harus ibu tebus di apotek dan ibu bisa segera
mengurus administrasinya bu.

Terimaksih atas kerjasama dek. Saya permisi dulu

Pasien : iya pak.

Ibu : Terimaksaih banyak atas bantuannya pak.

Perawat : iya bu, saya permisi dulu kalau begitu bu...selamat pagi..

Ibu : pagi

TERIMA KASIH