Anda di halaman 1dari 4

Apakah itu harmonisa?

Jawaban : Gelombang tegangan atau arus listrik yang timbul pada


sistem AC akibat penggunaan beban non-linier. Gelombang ini memiliki
frekuensi yang besarnya kelipatan dari frekuensi dasar/fundamental
sistem.

Gambar 1 Sinyal
harmonik dasar, kedua, dan ketiga
Biasanya besaran harmonisa untuk setiap frekuensi harmoniknya di
dapat dari menguraikan gelombang dengan menggunakan deret Fourier
yang diturunkan dari gelombang periodiknya. Parameter besarnya
harmonisa sering dinyatakan dengan THD (Total Harmonic Distortion).
Untuk sistem DC, gelombang AC yang timbul akibat penggunaan beban
non-linier disebut dengan riak/ripple.
2. Apa efek negatif dari harmonisa?
Jawaban : Harmonisa pada jaringan yang ditimbulkan oleh konsumen
akan menimbulkan arus urutan. Efek dari arus urutan nol adalah adanya
arus residu yang akan mengalir pada titik netral (trafo atau generator).
Sementara arus negatif akan menimbulkan flux balik di stator generator
dan belitan medan, dimana efeknya akan sangat membahayakan belitan
tersebut. Oleh sebab itu PLN (sisi sumber) menginginkan harmonisa
yang ditimbulkan konsumen harus serendah mungkin.
Harmonisa pada sisi beban mengakibatkan overheated pada
peralatan. Overheated ini mengakibatkan derating pada insulasinya
yang berpengaruh pada peralatan menjadi cepat rusak. Oleh karena itu,
Konsumen (sisi beban) menginginkan harmonisa tegangan dari PLN
serendah mungkin.
3. Bagaimana cara mengurangi harmonisa?
Jawaban : Salah satu cara untuk mengurangi harmonisa adalah dengan
mendesain peralatan yang tidak menimbulkan harmonisa itu sendiri.
Cara mendesain peralatan yang bebas harmonisa adalah dengan
menambahkan (a) tapis/filter pasif, (b) penambahan jumlah fase (Phase
Multiplication), dan (c) kompensasi atau injeksi harmonisa negatif.
4. Bagaimana cara kerja filter pasif?
Jawaban : Arus selalu mengalir ke arah impedansi sistem yang lebih
rendah. Kapasitor memiliki nilai impedansi yang rendah apabila dialiri
oleh arus yang memiliki frekuensi tinggi. Apabila kita memasang
kapasitor secara paralel terhadap beban, semua arus frekuensi tinggi
secara alamiah akan mengalir melalui kapasitor bukan ke beban.
Dengan cara ini, arus yang mengalir di beban menjadi bebas dari
harmonisa.
Filter L biasanya dipasang secara seri terhadap beban. Dengan
menggunakan filter L, arus yang mengalir melalui L akan sulit berubah
berbanding lurus dengan besarnya L.

5. Bagaimana cara menentukan nilai filter L dan C?


Jawaban : Model filter yang digunakan adalah low pass filter, yaitu filter
yang hanya melewatkan gelombang yang memili frekuensi dibawah
frekuensi cut-off filter. Misal harmonisa terendah yang dihasilkan adalah
harmonisa-3, maka frekuensi cut off nya adalah nilai dibawah 3×50 Hz :
150 Hz dengan berbagai kombinasi nilai L dan C yang tersedia.
6. Apa perbedaan beban linier dan beban non-linier?
Jawaban : Pada beban linier, arusnya akan sinusoidal jika tegangannya
sinusoidal. Pada beban nonlinier, arusnya bisa nonsinusoidal walaupun
tegangannya sinusoidal. Perlu diingat disini, arus nonsinusoidal tidak
identik dengan beban nonlinier. Disebut nonlinier karena arus keluaran
yang timbul tidak lagi sebanding dengan tegangan sumbernya.
7. Apa saja beban non-linier tersebut :
Jawaban : beban non linear yang diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu:
(i)peralatan elektronika daya seperti konverter, (ii) peralatan yang
menimbulkan busur api (arcing devices) seperti arc furnaces dan lampu
fluorescent, (iii) peralatan dengan saturasi inti ferromagnetik (Standar
IEEE 519-1992).
8. Apa perbedaan THDV dan THDI? Yang mana yang lebih
berbahaya?
Jawaban : THDV menyatakan THD tegangan listrik dan THDI
menyatakan THD arus listrik. Indeks ini didefenisikan sebagai
perbandingan nilai rms komponen harmonik terhadap komponen dasar
dan biasanya dinyatakan dalam persen.
Kualitas tegangan ditentukan oleh sumber sedangkan kualitas arus
ditentukan oleh beban. Sumber biasanya telah dirancang supaya
tegangannya mendekati sinusoidal murni sehingga nilai THD tegangan
yang diijinkan jauh lebih kecil dibanding THD arusnya. Berbicara
mengenai bahaya yang akan timbul, yang menentukan pemanasan lebih
pada peralatan adalah harmonisa arus. Tetapi harmonisa tegangan
yang besar juga merupakan indikasi harmonisa arus yang terlalu besar,
karena sumber tegangan yang biasanya dirancang sinusoidal ini.

9. Kenapa harmonik orde ganjil lebih tinggi dari pada harmonik


orde genap?
Jawaban : Pada gelombang bolak-balik yang simetris yang
dihubungkan pada beban non-linier hanya menimbulkan harmonisa orde
ganjil.
10. Bagaimana cara mengukur THD?
Jawaban : Cara paling sederhana adalah dengan mengukur daya aktif
dan daya reaktif sistem untuk setiap frekuensi dasar dan frekuensi
harmoniknya. Dari sini bisa kita asumsikan bahwa daya aktif nantinya
hanya menentukan resistansi sistem, daya reaktif pada frekuensi dasar
menentukan induktasi sistem, dan daya reaktif pada frekuensi harmonik
dapat menentukan impedansi harmonik.
Perlu dicatat disini bahwa cara ini bisa digunakan karena reaktansi
induktor naik sebanding dengan frekuensi sedangkan reaktansi
kapasitor berbanding terbalik dengan frekuensi. Daya reaktif pada
frekuensi harmonics biasanya sangat kecil.
Transformator dirancang untuk menyalurkan daya yang dibutuhkan ke
beban dengan rugi-rugi minimum pada frekuensi fundamentalnya. Arus
harmonisa dan tegangan secara signifikan akan menyebabkan panas
lebih. Ada 3 pengaruh yang menimbulkan panas lebih pada
transformator ketika arus beban mengandung komponen harmonisa :
 Arus rms. Jika transformator kapasitasnya hanya untuk kVA
yang dibutuhkan beban, arus harmonisa dapat mengakibatkan arus
rms trafo menjadi lebih besar dari kapasitasnya. Meningkatnya arus
rms menyebabkan rugi-rugi pada penghantar juga bertambah.
 Eddy-current loses. Arus induksi di dalam trafo yang disebabkan
oleh fluks magnetik. Arus induksi ini mengalir di belitan, di inti, dan
di badan penghantar lain yang terlingkupi oleh medan magnet dari
transformator dan menyebabkan panas lebih. Komponen rugi-rugi
trafo ini meningkat dengan kuadrat dari frekuensi arus
penyebab eddy current. Oleh karena itu, ini menjadi komponen yang
sangat penting dari rugi – rugi trafo yang menyebabkan pemanasan
oleh harmonisa.
 Rugi Inti. Peningkatan rugi inti yang disebabkan oleh harmonisa
bergantung pada pengaruh harmonisa pada tegangan yang
diberikan dan rancangan dari inti trafo. Semakin besar distorsi
tegangan maka semakin tinggi pula eddy current di laminasi inti.
Peningkatan rugi inti karena harmonisa tidak sekritis dua rugi – rugi
di atas.