Anda di halaman 1dari 3

Kasus 30

Tahap 1. Pasien laki-laki umur 65 tahun, nyeri paha atas, pasien dan keluarga curiga ada fraktur.
Riwayat nyeri tulang sejak 2-3 tahun yang lalu.
1. Apa diagnosis saudara?
2. Apa pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan.
3. Apa tambahan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Tahap 2 : hasil hematologi : pansitopenia (Hb 3,0 g/dL. Leukosit 3.000/mm3, trombosit menurun),
MCV, MCH, dan MCHC normal, hitung jenis dbn, LED 120.
Kimia Klinik : Hiperkalsemia, ureum/kreatinin normal, SGOT/SGPT normal. Pemeriksaan PSA dan CEA
kesan dbn
4. Apa diagnosis yang mungkin?
5. Jelaskan kenapa saudara mendiagnosis tersebut.
6. Bagaimana saudara menjelaskan kelainan laboratorium di atas.
Tahap 3. Keluar gambaran SHDT: roloex, sel plasma
BMP: banyak kelompokan sel plasma
SPE : M.Spike
7. Bagaimana interpretasi lab
8. Apa diagnosis saudara saat ini.
9. Bagaimana patofisiologi kelainan ini.
Wawancara :
- Apa diagnosis banding saudara?
- Kenapa terjadi hiperkalsemia?
- Pemeriksaan CEA dan PSA perlukah?
- Apa pemeriksaan urinalisis yang diperlukan?
- Apa dasar penegakkan diagnosis pada kasus ini?
- Pemeriksaan yang diperlukan untuk mengkonfirmasi adanya hasil m-spike pada SPE?
- Kenapa terjadi pansitopenia pada MM?
- LED itu pada?
- Untuk pemeriksaan elektroforesis sampel apa yang digunakan?
- Apa beda serum dan plasma.
Kasus 36
Tahap 1
Seorang anak berumur 13 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas sejak 3 bulan yang lalu , batuk
berdahak, sejak 5 hari yang lalu muntah 4-5 kali perhari, BAB dan BAK tidak akan kelainan.
Pemeriksaan fisik : temperetur 37,4; tekanan darah 145/70 mmHg, conjungtiva anemis, pemeriksaan
laboratorium : Hb 6,8 g/dL; leukosit 24.500/mm3.
1. Apa kemungkinan diagnosis?
2. Mendiagnosis beserta alasannya?
3. Pemeriksaan anjuran?
Tahap 2:
Pemeriksaan laboratorium: Ureum 200/ kreatini 16
SI, TIBC, dan Ferritin menurun.
Analisis cairan pleura: warna kemerahan, keruh, jumlah sel>1.000, LDH tinggi, protein tinggi.
4. Apa kemungkinan diagnosis sekarang?
5. Jelaskan mekanisme penyakitnya?
6. Apa anjuran pemeriksaan?
Tahap 3
PTH 11 (meningkat) coba lihat nilai normalnya. USG ginjal : Cyst renal dekstra.
7. Apa diagnosis akhirnya?
8. Jelaskan mekanisme penyakit diatas?
Tahap 4
Pertanyaan baru, beda dengan kasus di atas, ditampilkan grafik wesgard
9. Intrepretasi gambar grafik westgard di atas
10. Bagaimana penangan kasus grafik wesgard di atas.
11. Sebutkan macam2 wegard
Wawancara
Jelaskan dd yang anda buat
Mengapa hipokalsemia pada kasus ini jelaskan mekanisme>
Dimana letak kelenjar paratiroid?
Diagnosis akhir helma: CKD+ hipokalsemia+ hiperparatiroid sekunder+ efusi pleura bilateral + kista
ginjal (dari USG ginjal)
Penangan hasil westgard

Kasus 27
Tahap 1
Seorang pasien wanita, 54 tahun, demam, polifagi, polidipsi, poliuria, penurunan berat badan, ulkus
di kaku tidak sembuh 2 minggu, RR 29x/menit, HR 98x/menit, TD 100/80 mmHg.
Pertanyaan:
1. Differential diagnosis apa?
2. Pemeriksaan apa yang dianjurkan
3. Alasan anjuran pemeriksaan
Tahap 2:
Hasil pemeriksaan lab:
Hema : Hb 11,9 g/dL; Leukosit 19.000/mm3, Neutrofil 82%, yang lain dbn
Urine : Glukosa (++++); protein (+); Keton (+); Heme (+); Leukosit (+);
Sedimen urine: eritrosit dbn; Silinder (+), Epitel bulat (+), Bakteri (+), Yeast (+).
Kimia : Glukosa 695 mg/dL; BUN 29; Kreatinin 2,7; SGOT N, SGPT N; Kalium 1,9; Natrium 125.
Pertanyaan :
4. Interpretasi
5. Pemeriksaan anjuran
6. Kenapa dianjurkan pemeriksaan tersebut:
Tahap 3:
1 hari kemudian pasien penurunan kesadaran, TD 60/40 mmHg.
Pertanyaan:
7. Apa kemungkinan
8. Anjuran pemeriksaan
9. Mengapa dianjurkan
Tahap 4
AGD :
pH 7,1 ; pCO2 15; pO2 151; HCO3 18; BE -21
Prokalsitonin 20 ng/mL
Kultur darah (-)
Kultur Swab luka : Acinetobacter baumanii
Pertanyaan :
10. Kesan AGD
11. Patogenesis KAD dan Sepsis
12. Kesan prokalsitonin