Anda di halaman 1dari 25

Rangkuman Materi UAS Sejarah Peminatan Kelas X IPS

Unsur-unsur Sejarah …
A. Manusia > Sebagai pelaku dan actor yang ada dalam sebuah peristiwa sejarah
B. Ruang > Sebagai tempat dan lokasi terjadinya peristiwa sejarah
C. Waktu > Sesuatu yang terus menerus bergerak dari masa sebelumnya ke masa-masa
berikutnya serta melahirkan peristiwa-peristiwa baru yang saling terkait.
Kurun Waktu memiliki 3 Dimensi :
· Waktu yg lalu (The Past)
· Waktu yg sekarang (The Present)
· Waktu yg akan datang (The Future)

KETERKAITAN WAKTU DAN PERISTIWA SEJARAH

1. Perkembangan : Sesuatu peristiwa/kejadian dalam masyarakat yang mengalami perkembangan


dari yang kecil/sederhana menjadi semakin baik/sempurna atau canggih. Atau perkembangan
dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks..

Contoh : Perkembangan teknologi PC Komputer dari tahun 1991 s.d. 2014. (Kita bisa melihat
perkembangan yang luar biasa dalam teknologi computer tersebut.

2. Kesinambungan : Kesinambungan terjadi jika suatu masyarakat hanya mengadopsi


lembaga-lembaga lama, atau mengulang konsep lama dalam sistem yang sedang mereka pakai
sekarang. (terkait dengan peristiwa lama)
Contoh: Kolonialisme/Penjajahan bangsa barat di Indonesia hanya kelanjutan/diadopsi dari
sistem Patrionalisme. Ada unsur yang sama antara kedua paham tersebut.
Atau sistem RT (Rukun Tetangga) RW (Rukun Warga) warisan penjajahan zaman Jepang yang
masih kita gunakan hingga saat ini di Indonesia.

3. Perubahan :Peristiwa sejarah yang sama sekali berbeda dengan yang terjadi sebelumnya.
Terjadi perubahan yang besar dalam kejadian sejarah tersebut.

Perubahan yang cepat disebut Revolusi, sedangkan perubahan yg lambat disebut Evolusi
Contoh: Sistem otoriter Zaman Orde Baru (Soeharto) berubah menjadi sistem demokratis pada
zaman Reformasi, dimana semua orang bisa bebas berbicara dan berpendapat serta
menyampaikan pendapat di muka umum.
(intinya : Jika Berkembang : ada sesuatu yang semakin bagus dari sebelumnya, semakin
berkembang. Jika Berkesinambungan: ada unsur lama yang dipakai kembali di masa sekarang.
(peristiwa yang saling terkait )Jika Berubah: sistem yang lama tidak dipakai lagi digantikan
oleh sistem baru yang lebih baik).
Kesimpulannya : Masa sekarang sebentar lagi akan menjadi masa lalu, sehingga menjadi bahan
pelajaran dan perenungan agar pada masa sekarang kita selalu membuat keputusan yang
terbaik agar di masa depan tidak terjadi penyesalan.
Konsep Sejarah secara umum dapat dibagi menjadi 4 yaitu : Sejarah sebagai Peristiwa, Sejarah
sebagai Kisah, Sejarah sebagai Seni dan Sejarah Sebagai Ilmu.
· Sejarah sebagai Peristiwa. Peristiwa yang bisa dituliskan dalam sejarah haruslah :
a) Penting: Tidak semua peristiwa yg terjadi dalam hidup manusia harus dituliskan dalam sejarah,
hanya peristiwa yang penting, yg sangat berpengaruh pada masa depan manusia di masa depan
yg menyangkut kehidupan banyak orang yg harus diltuliskan dalam sejarah.
Misalnya : Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
b) Abadi : Abadi berarti peristiwa sejarah tidak bisa berubah-ubah dan tidak bisa dirubah karena
dia abadi.
Misalnya : Peristiwa “Sumpah Pemuda”, 28 Oktober 1928.
c) Unik : Unik berarti spesial dan terjadi hanya sekali, tidak ada peristiwa lain yang terjadi persis
dengan persitiwa tersebut, peristiwa itu sangat unik.
Misalnya : Peristiwa Sumpah Palapa, Gajah Mada.
· Sejarah sebagai Ilmu .. > Sejarah harus memenuhi kaidah-kaidah atau cara-cara penulisan
yang ilmiah dan bukan hasi karangan namun melalui serangkaian penelitian. Maka sejarah
haruslah :
>memiliki objek, metode, empiris , teori dan generalisasi. Mari kita lihat satu per satu apakah
Sejarah bisa dikatakan sebagai Ilmu…
a) Memiliki objek : Sejarah tentu punya objek penelitian yaitu Manusia dan peristiwa yang terjadi
di sekitarnya.
b) Memiliki metode : Dalam hal ini metode sejarah adalah tahapan-tahapan kajian ilmu dalam
melakukan penulisan sejarah > Heuristik (pengumpulan data), Kritik, Interpretasi (penafsiran)
dan Historiografi (Penulisan sejarah) .
c) Sejarah tentu saja Empiris, (empiria : pengamatan, pengalaman) karena melalui pengamatan ,
percobaan penemuan dan pengalaman sejarah berdasarkan data sejarah dan fakta-fakta yang
terjadi. Bukan hasil karangan atau dongeng semata.
d) Sejarah juga memiliki teori sendiri dalam penulisannya. Teori dalam sejarah adalahpenggunaan
kajian-kajian atau temuan/penelitian ahli-ahli sejarah sebelumnya. Artinya para sejarawan muda
bisa menggunakan pendapat para sejarawan yang lebih berpengalaman untuk melengkapi dan
menyempurnakan penelitiannya.
e) Sejarah juga memiliki Generalisasi (kesimpulan umum) sama seperti ilmu-ilmu lain. Dan
uniknya Generalisasi sejarah bisa menjadi koreksi atas kesimpulan umum ilmu lain.
· Sejarah sebagai Seni.
Jika berbicara mengenai sejarah sebagai Seni maka kita diperhadapkan pada kreativitas dalam
penulisan sejarah. Artinya kita harus cerdas dalam menyajikan tulisan sejarah agar para pembaca
tidak bosan dalam membaca tulisan tersebut. Maka harus lah dipenuhi beberapa persyaratan
antara lain:
a) Memiliki emosi (Menyatukan antara perasaan dengan peristiwa sejarah, yang ditujukan agar
pembaca mampu merasakan dan seolah-olah berada dalam peristiwa tersebut. Artinya ada
ketersambungan antara pembaca dan yang dibacanya)
b) Intuisi ( pemahaman penulis secara langsung tentang peristiwa sejarah tersebut)
c) Imajinasi (Membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yg sedang terjadi dan apa yg akan
terjadi, seolah-olah pembaca sedang berada dalam peristiwa tersebut)
d) Gaya Bahasa/Majas : (penulisan sejarah tidak serta merta harus dengan bahassa formal. Tapi
harus menyelipkan seni menulis dengan Gaya Bahasa/Majas. Ini akan lebih menantang pembaca
untuk lebih mendalami lagi apa yang dibacanya)
· Sejarah sebagai Kisah; Sejarah sebagai kisah adalah Sejarah yang dikisahkan oleh para
sejarawan.
Misalnya: Guru sejarah sedang mengisahkan tentang Pertempuran Diponegoro melawan
Belanda 1825-1830.
Ilmu bantu dalam Sejarah.
Untuk lebih menyempurnakan penelitian sejarah, kita bisa menggunakan beberapa ilmu
bantu dalam sejarah antara lain:
1. Arkeologi (Ilmu khusus yang mempelajari tentang peninggalan-peninggalan zaman kuno,
termasuk fosil dan artefak-artefak )..
2. Paleontologi (Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan purba)
3. Paleoantropologi (Ilmu yang memperlajari tentang Manusia Purba)

4. Paleografi (Ilmu yg memperlajari tentang tulisan-tulisan kuno yang ada di Papirus, tembikar,
kayu, perkamen dll).
5. Ikonografi (Ilmu yg mempelajari tentang arca-arca atau patung-patung kuno dari zaman pra
sejarah sampai zaman sejarah).
6. Numismatik (Ilmu yg mempelajari tentang mata uang atau Coin-coin)
7. Filologi ( Ilmu yg mempelajri naskah-naskah kuno)
Jenis-Jenis Tulisan Sejarah :
1. Sejarah Ekonomi : Sejarah yang di dalamnya banyak membahas tentang peristiwa-peristiwa
ekonomi yang penting.
Misal : Sejarah Ekonomi Orde Baru. Atau Sejarah Ekonomi zaman Demokrasi Terpimpin.
2. Sejarah Sosial : Sejarah yang di dalamnya banyak membahas tentang kejadian-kejadian sosial
maupun gerakan sosial dalam masyarakat.
Misal: a. Sejarah munculnya gerakan Mesianisme di Pulau Jawa. Di mana rakyat menantikan
datangnya seorang juru selamat yang akan membawa Pulau Jawa ke masa keemasannya.
b. Sejarah gerakan milleniarisme yaitu sebuah gerakan sosial di mana rakyat Jawa
mengharapkan kehidupan yg lebih baik di masa depan.
3. Sejarah Silsisah Keluarga (Sejarah Keluarga) adalah sejarah yg di dalamnya kebanyakan
membahas tentang keluarga kerajaan sebagai peletak dasar ssebuah kota, sebuah tradisi dsb.
Misal: Sejarah Kota Pematang Siantar di Sumatera Utara berkaitan dengan keluarga Raja
Sangnauwaluh sebagai pendiri sekaligus peletak dasar kota tersebut.
4. Sejarah Politik : Sejarah yg secara khusus membahas tentang peristiwa politik dalam suatu
tempat.
Misal: Sejarah munculnya gerakan NAZI dan peran Hitler di Jerman. Sejarah Gerakan 30
September 1965.
5. Sejarah Militer : tentu saja sejarah yg membahas tentang militer termasuk peperangan.
Misal; Sejarah TNI, Sejarah PETA dsb.
Sejarah Dunia : Sejarah yg membahas peristiwa yg mendunia secara keseluruhan tapi secara
garis besar.
contoh: Sejarah Perang Dunia I dan II.
Konsep berpikir DIAKRONIS dan SINKRONIS dalam Sejarah.
Diakronis, berasal dari bahasa latin DIA (melampaui/melewati) dan Chronos (waktu) yg berarti
melampaui waktu atau dengan kata lain memanjang dalam waktu namun terbatas dalam ruang.
Misal : Penjajahan Jepang 1942-1945.
Dalam hal ini kita akan membahas tentang seputar peristiwa tibanya Jepang di Indonesia,
bagaimana mereka menaklukkan Belanda, bagaimana akhirnya mereka bisa menguasai Indonesia
dan bagaimana ketika Jepang harus meninggalkan Indonesia akibat kalah dalam Peerang Dunia
II oleh sekutu.
(Kita harus membahas tentang Sejarah Jepang yg sangat luas dari segi waktunya, dari 1942-
1945, atau dari datangnya Jepang hingga keluarnya Jepang dari Indonesia di tahun 1945).
Sinkronis adalah kebalikan dari Diakronis. Sinkronis justru lebih meluas dalam ruang dan
terbatas dalam waktu.
Misalnya: Peristiwa penyerahan tanpa syarat Pasukan Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang
Jawa Barat tahun 1942.
Maka kita harus secara lebih terinci dan spesifik membahas tentang kejadian di seputra
penyerahan tersebut. Mulai tokoh-tokohnya, bagaimana penyerahannya hingga upacara
penandatanganan penyerahan tersebut.
(kita harus lebih spesifik membahas tentang peristiwa penyerahan tersebut, waktunya tidak
boleh jauh melenceng dari 1942, dengan kata lain kita meluaskan pembahasan dalam ruangnya
bukan waktunya)…
Kausalitas ; Cara berpikir sejarah dengan hukum sebab akibat. Cara berpikir ini menunjukkan
pandangan bahwa sebuah kejadian diawali sebab yang menimbulkan akibat.
Misalnya : Peristiwa Proklamasi 1945.
(Kita harus meneliti latar belakang (sebab) dari Proklamasi tersebut, siapa tokoh pencetusnya
intinya segala sesuatu yg menjadi sebab musabab/penyebab peristiwa tersebut dan
PROKLAMASI hanyalah akibat dari adanya sebab-sebab tersebut.

Periodisasi dalam Sejarah;

Periode isasi atau pembabakan sejarah, yaitu membagi sejarah menjadi beberapa bagian sesuai
dengan ciri-ciri dan karakteristik tiap masanya/zamannya.

Misal: Periodisasi sejarah Indonesia :


`Zaman Pra sejarah
`Zaman Hindu-Budha
`Zaman Islam
`Zaman Penjajahan Bangsa Barat
`Zaman Jepang
`Zaman Republik
`Zaman Orde Lama
`Zaman Orde Baru.
`Zaman Reformasi-sekarang.. (kita melihat pembabakan sejarah Indonesia sesuai dengan ciri-
ciri khas per zamannya)…
Selain pembabakan (Periodesasi) kita juga harus mengenal Konsep Kronologis dalam Sejarah
yaitu urutan waktu dari sejumlah kejadian atau peristiwa.
Misalnya:
Tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka.
Tanggal 18 Agustus 1945 Indonesia menetapakan Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai
wakil Presiden dan mengesahkan UUD 1945. Dan pembentukan KNIP.
Tanggal 19 Agustus Dalam sidang hari kedua (19 Agustus 1945), PPKI mengambil tiga
keputusan yang bersifat pelaksanaan, Membentuk Komite Nasional Indonesia, Merancang
pembentukan 12 departemen dan menunjuk para menterin. Menetapkan wilayah Republik
Indonesia atas 8 propinsi.
Tanggal 22 Agustus 1945, Presiden mengumumkan dibentuknnya tiga badan baru, yaitu :
Komite Nasional Indonesia, Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Pembentukan Partai Nasional
Indonesia
(atau yg gampang: Jam 06.00 kamu bangun pagi, 06.15. Mandi. 06.30 Sarapan. 07.00 Berangkat
Sekolah. Dan seterusnya, begitulah cara berpikir Kronologis, atau sesuai urutan waktu).

Sumber Sejarah ;

· Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

Sumber Benda ( artefak atau fosil dari manusia/hewan zaman purba/praaksara/tidak bisa dibaca).
Sumber Lisan (Cerita rakyat/peribahasa atau dongeng rakyat atau sumber yg merupakan
kesaksian bukan merupakan tulisan dan benda, hanya lisan atau kesaksian); Catatan : Sejarawan
haru memverifikasi atau membuktikan kebenaran cerita rakyat tersebut melalui serangkaian
penelitian dan data sejarah, jika tidak ditemukan kesesuaian antara fakta dan cerita rakyat
tersebut, maka cerita rakyat/dongeng tersebut tidak bisa digunakan, tapi kalau sesuai dengan
fakta, baru bisa digunakan sebagai sumber sejarah).
Sumber Tulisan (Prasasti, Buku, dokumen, notulen hasil rapat, kontrak kerja, bon-bon,
piagam, arsip dsb. Intinya sumber ini adalah sumber-sumber tertulis yg dapat dibaca).
· Sumber Sejarah berdasarkan Asalnya dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

Sumber Primer: Yaitu sumber yang berasal dari orang pertama/pelaku atau orang yg ada ketika
kejadian itu berlangsung. Atau orang yg menyaksikan langsung kejadian tersebut. Atau Saksi
Sejarah atau Pelaku Sejarah.
Contoh: Soekarno dan Hatta sebagai sumber Primer dari Peristiwa Proklamasi, karena mereka
berdua menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah Proklamasi.
Sumber Sekunder: Sumber/kesaksian dari orang yg tidak ada dalam kejadian tersebut. Dari orang
kedua/bukan saksi mata.
Contoh: dokumentasi koran, buku yang ditulis oleh peneliti sejarah, pendapat sejarawan dsb.

Metode Sejarah (Urutan-urutan dalam penelitian sejarah)..

1. Pemilihan Topik atau Tema tulisan (pemilihan Judul Tulisan) ..


Tema yang dipilih haruslah :
· Memiliki Nilai (VALUE) yaitu tema yg memberikan penjelasan secara universal, sekaligus
memberikan inspirasi dan pelajaran bagi pembacanya.
· Harus Original (memiliki keaslian). Artinya Tema yg kita pilih sebisa mungkin belum pernah
ditulis oleh peneliti lain. Jadi benar-benar tema yg baru. Kita juga tidak bisa PLAGIAT
(Menyontek) karya orang lain dan kita akui sebagai karya kita.
· Kepraktisan (memilih tema yang sekiranya bisa praktis dan bisa kamu teliti dan tidak terlalu
mengada-ada)
· Kedekatan Emosional (artinya kita memilih tema yang terkait dengan wilayah atau letak
geografis tempat kita tinggal sekaligus dekat secara emosional dengan kita)
· Kedekatan Intelektual (Artinya sejarawan harus bisa membuka pikiran dan menampung
gagasan-gagasan lain yg secara intelektual dapat meningkatkan kemampuan menulisnya
menjadi semakin baik).

2. Heuristik (Pengumpulan sumber-sumber sejarah yang terkait dengan Topik yg kita pilih )
Note: Heuristik berasal dari kata Heuriskein yg berarti mengumpulkan.
3. Kritik : Mengetahui kebenaran dari sumber sejarah yg telah kita kumpulkan
ataumemverifikasi (menguji kebenaran sumber tersebut)
Kritik ekstern : Menilai keaslian dan kesesuaian sebuah sumber sejarah, menilai
apakah sumber tersebut palsu atau asli. (dilihat dari segi fisiknya. Misalnya: Ada sebuah buku
yg dikatakan ditulis oleh Soekarno, maka kita harus melakukan kritik ekstern untuk mengetahui
keaslian buku tersebut apakah benar merupakan tulisan Soekarno).

Kritik Intern: Menilai sekaligus menguji Kebenaran suatu sumber sejarah, dengan
melihat isi dari sumber sejarah tersebut. Kita membedah isi tulisannya, disesuaikan dengan gaya
penulisan zaman tersebut dsb. Intinya kita ingin mengetahui apakah tulisan tersebut benar apa
adanya.

4. Interpretasi : Penafsiran sumber-sumber sejarah yg telah di kritik sebelumnya. Kita memisahkan


antara FAKTA dengan DONGENG/MITOS dalam sumber-sumber sejarah tersebut. Kita akan
menyusun fakta-fakta yg telah di interpretasi tadi/ditafsirkan menjadi sebuah kisah sejarah yg
akan dituliskan dalam tahap akhir atau disebut dengan HISTORIOGRAFI.
5. HISTORIOGRAFI atau penulisan sejarah. Tahap ini merupakan tahap akhir dari penelitian
sejarah hingga nanti kita menghasilkan sebuah Tulisan sejarah yg siap untuk dibaca orang
banyak/

Historiografi Indonesa dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:


· Historiografi Tradisonal : Historiografi yg berasal dari zaman Hindu-Budha dan Islam.
(Dibuat pada zaman Hindu/Budha dan Islam)
· Zaman Hindu-Budha:
Ciri-cirinya: Istana Sentris (menuliskan perjalanan Raja dan Keluarga Istana)
Kuat dalam Silsilah atau Genealogis.
Ditulis dalam bentuk prasasti di Batu.
Beberapa media penulisan zaman Hindu-Budha.

Ø Daun Lontar : Daun Palem yg dikeringkan kemudian diukir dengan pisau dan huruf-huruf yg
diukir tersebut dihitamkan dengan Jelaga.
Ø Dluwang: Adalah alat Tulis yg terbuat dari kulit kayu pohon murbei
Ø Kulit pohon, kulit bagian dalam pohon alim
Ø Kertas.

Contoh : Kitab Negarakretagama karya Mpu Prapanca. Sutasoma karya Mpu Tantular,
Bharatayudha karya Mpu Sedah dsb.

· Zaman Islam.
Ciri-cirinya:
v berkurangnya sifat istana sentris.
v Tidak hanya menjelaskan perjalanan raja-raja, namun menjelaskan hal lain. Misalnya perjalanan
Wali dalam mneyebarkan agama Islam.
Contoh Historiografi zaman Islam ada dua yaitu Babad dan Hikayat.
Ø Babad Tanah Jawi
Ø Hikayat Bustanus Salatin dari Aceh
Ø Hikayat Raja-Raja Pasai dsb.

Historiografi Kolonial:
Tulisan-tulisan sejarah yg berkembang di Indonesia pada masa penjajahan, yang kebanyakan
ditulis oleh penulis barat yg ada di Indonesia.

Ciri-cirinya :
Ø Neerlando sentris/Belanda sentris (lebih banyak tentang menceritakan tentang Belandanya
daripada Indonesianya)
Ø Ditulis dari sudut pandang orang Belanda.
Ø Penulisan dilakukan sendiri oleh orang Belanda.
Ø Ditulis untuk kepentingan orang Belanda sendiri.
Ø Contoh : Kisah Pemberontakan Diponegoro yang ditulis oleh orang Belanda, berarti yg
diceritakan adalah Orang Belanda yg berjuang melawan pemberontak Diponegoro. Intinya dalam
tulisan-tulisan dari zaman Kolonial ini, orang Indonesia yg berjuang melawan Belanda akan
disebut sebagai pemberontak, dan orang Belandanya menjadi pahlawannya.
Historiografi Indonesia Modern/Historiografi Nasional.
Ini adalah kebalikan dari Historiografi Kolonial. Karena pada zaman ini tulisan-tulisan yang kita
temukan ditulis ketika Indonesia sudah merdeka dari genggaman penjajah kolonial. Semuanya
berubah, tadinya orang Indonesia yg melawan Belanda disebut sebagai pemberontak di zaman
Belanda, berubah menjadi Pahlawan. Mari kita lihat ciri-cirinya

Ø Mengingat adanya Character and Nation Building (Pembangunan Karakter bangsa)


Artinya Tulisan-tulisan sejarah yg dibuat adalah untuk membangkitkan semangat kesatuan
bangsa Indonesia yg sudah merdeka dan lepas dari cengkraman penjajah serta mampu berdiri di
atas kakinya sendiri.
Ø Dibuat setelah masa kemerdekaan
Ø Indonesia Sentris
Ø Penulisannya untuk kepentingan Nasional.
Ø Sesuai dengan Pandangan Hidup bangsa Indonesia itu sendiri
Ø Disusun dan ditulis oleh penulis-penulis Indonesia itu sendiri.
Ringkasan Materi UAS Sejarah Peminatan Kelas XI IPS...
Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia.
Dalam agama Hindu dikenal sistem kasta, yaitu penggolongan manusia berdasarkan profesi atau
pekerjaannya.
1. Brahmana adalah kaum ahli agama Hindu/Budha.
2. Ksatria yaitu golongan prajurit dan bangsawan.
3. Waisya yaitu para pedagang.
4. Sudra yaitu orang-orang miskin atau pemulung sebagai kasta terendah dalam masyarakat pada
masa itu.
Siapa yang membawa agama Hindu-Budha dibawa ke Indonesia (Nusantara) masih menjadi
perdebatan hingga hari ini. Kita hanya mempunyai beberapa teori yang memperkirakan siapa
yang membawa agama dan ajaran ini ke Indonesia antara lain:
1. Teori Brahmana : Teori ini dikemukakan oleh Jc.Van Leur yang menyatakan bahwa agama
dan kebudayaan Hindu-Budha yang datang ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana
(golongan ahli agama) yang sengaja diundang oleh penguasa Indonesia.
2. Teori Ksatria: Teori ini berpendapat bahwa penyebaran kebudayaan Hindu-Budha yang
dilakukan oleh golongan ksatria. Pendukung teori ini percaya bahwa kaum Ksatria yang ada di
India Selatan sedang ada dalam sebuah konflik. Para kaum Ksatria yang kalah akhirnya mencari
tempat baru, termasuk Indonesia untuk mendirikan kerajaan baru.
3. Teori Waisya: Teori ini dikemukakan oleh NJ. Krom yang menyatakan bahwa golongan
Waisya (pedagang) merupakan golongan terbesar yang berperan dalam menyebarkan agama
dan kebudyaan Hindu-Budha. Perdagangan yang membutuhkan waktu lama, membuat para
pedagang harus menetap untuk sementara di Indonesia. Ketika itulah mereka berdagang sambil
menyebarkan agama Hindu-Budha.
4. Teori Sudra: Teori ini percaya bahwa golongan-golongan masyarakat kecil yang
terpinggirkan di India menjadi korban peperangan telah memaksa kaum sudra untuk
meninggalkan tanah airnya. Beberapa kelompok dari mereka ini sampai di Indonesia dan
menyebarkan ajaran tersebut.
5. Teori Arus Balik: Teori ini dikemukakan oleh F.D.K Bosch yang menjelaskan peran aktif
orang-orang Indonesia dalam penyebaran kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Menurut
Bosch, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah orang-orang India yang memiliki
semangat untuk menyebarkan Hindu-Budha. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh
masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya. Pada perkembangan selanjutnya,
banyakorang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berziarah dan belajar agama
Hindu-Budha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya pada
masyarakat Indonesia yang lain.
Salah satu peninggalan terbesar kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia adalah sistem Kerajaan.
KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA

1. Kerajaan Sriwijaya.
Sampai hari ini belum diketahui di mana lokasi pastinya kerajaan ini. Para ahli masih berdebat
tentang lokasi tersebut, sebagian besar mengatakan di Palembang, dan sebagian besar lagi
mengatakan di Jambi. Sumber sejarah tentang kerajaan ini bisa kita temukan dari berita China
dan Arab, di samping Candi dan prasasti tentunya. Berita China ini didasarkan pada
pengalaman seorang China yang pernah tinggal antara tahun 685-689 M di Sriwijaya
bernama I-Tsing yang menurut beberapa sumber belajar agama Budha di Sriwijaya.
Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang menggantungkan kehidupan perekonomiannya pada
perdagangan dan pelayaran. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa
pemerintahan Balaputradewa. Namun pada perkembangannya kerajaan ini
mengalami kemunduran pada abad ke 13 Masehi (M), yang diakibatkan oleh beberapa hal
antara lain:
A. Serangan dari Kerajaan Colamandala (India)
B. Serangan Majapahit.
C. Banyak wilayah jajahan Sriwijaya yang melepaskan diri
D. Pusat Sriwijaya berpindah dan tidak lagi dekat dengan pantai.
2. Mataram Kuno.
Kerajaan ini pernah dipimpin oleh dua Dinasti dengan agama yang berbeda pula. Dinasti
pertama adalah Sanjaya yang beragama Hindu. Pengganti raja Sanjaya adalah Rakai
Panangkaran. Nama Rakai Panangkaran ditulis setelah Sanjaya dalam dalam prasasti
Kedu/Balitung. Prasasti Kedu/Balitung memuat silsilah raja-raja keturunan Sanjaya yang
dikeluarkan oleh Dyah Balitung pada tahun 907 M, atau ratusan tahun sejak masa kehidupan
Rakai Panangkaran. Prasasti lain yang ditemukan adalahprasasti Kalasan tahun 778 M yang
berasal dari zaman Rakai Panangkaran yang disebutkan Rakai Panangkaran
menghadiahkan sebidang tanah dan membangun candi Budha untuk memuja Dewi
Tara. Candi ini dikenal dengan sebutan Candi Kalasan.
Dinasti Sailendra yang beragama Budha diyakini sebagai pendiri Candi Borobudur
pada zaman Raja Samaratungga. Sedangkan dinasti Sanjaya diyakini pula sebagai
pendiri Candi Prambanan, yang dibangun oleh Raja Rakai Pikatan dan istrinya
Pramodhawardhani (putri raja Samaratungga dari dinasti sailendra). Pernikahan politik
antara Rakai Pikatan dan Promodhawardhani bertujuan untuk menjaga perdamaian antara
dua agama yaitu Hindu dan Budha.
Selain Sanjaya dan Sailendra ada satu Dinasti lain yang berkembang karena konflik
berkepanjangan antara 2 dinasti awal. Dinasti baru ini bernama Ishana (Isyana) yang didirikan
oleh Raja Mataram Mpu Sindok. Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan Mataram dari
Jawa Tengah ke Jawa Timur karena beberapa hal yaitu:
A. Terjadi wabah penyakit.
B. Letusan Gunung berapi.
C. Menghindari ancaman serangan dari kerajaan lain terutama Sriwijaya.
D. Mencari daerah lain yang lebih subur dan lebih banyak aliran sungainya.
3. Kerajaan besar Majapahit.
Ketika berbicara tentang Majapahit, kita tidak bisa melupakan dua kerajaan
pendahulunya yaitu Kediri dan Singosari. Sebelum kita masuk dalam pembahasan Majapahit
mari kita lihat dulu kisah tentang Kediri dan Singosari dimulai dari Kediri.
Kediri merupakan sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh keturunan Airlangga. Pada
zamannya, Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua yaitu Panjalu dan Jenggala, untuk
menghindari perang saudara antara kedua putranya. Pada perkembangannya, ketika Airlangga
wafat, kedua putranya akhirnya berperang untuk memperebutkan tahta Airlangga. Konflik ini
akhirnya dimenangkan oleh Kerajaan Panjalu yang lebih dikenal dengan nama Kediri.
Kerajaan Kediri hancur ketika raja terakhirnya yaitu Kertajaya
tewas dalam Peristiwa Ganter 1222. Pada peristiwa itu, Kertajaya tewas di tangan seorang
Ken Arok yang dibantu oleh kaum Brahmana dari Kediri yang menolak menyembah
Kertajaya sebagai dewa. Dengan demikian berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri. Kemenangan
Ken Arok dalam perang Ganter tersebut membuat dia dipercaya menjadi pemimpin (raja) di
kerajaan yang didirikannya yaitu Singosari. Pada masa pemerintahan Kertanegara, Singosari
mengalami masa kejayaannya. Kertanegara terkenal akan kebijakan politik luar
negerinya yang hebat. Dia bercita-cita ingin menyatukan nusantara di bawah kekuasaan
Singosari. Kertanegara juga membuat kebijakan dalam negeri untuk melanggengkan
kekuasaanya antara lain:
1. Mengangkat Jayakatwang sebagai Raja kecil di Kediri
2. Mengambil Raden Wijaya sebagai menantu.
3. Memperkuat angkatan Perang Singosari. Semua ini dilakukan agar Singosari menjadi
Kerajaan yang besar dan ditakuti.
Kertanegara juga dikenal pernah mengirimkan sebuah ekspedisi ke utara yang dikenal dengan
istilah Ekspedisi Pamalayu yang bertujuan untuk menangkal/menahan serangan dari Pasukan
Kubilai Khan, Raja Kerajaan Mongol di utara . Ekspedisi ini dipimpin oleh Kebo
Anabrang. Pada perkembangannya, Campa akhirnya jatuh ke tangan Mongol dan Kubilai Khan
mengirimkan utusan ke Singasari untuk meminta pengakuan Kertanegara atas kekuasaan Kubilai
Khan. Kertanegara menolak untuk tunduk terhadap Mongol, bahkan dia melukai utusan tersebut.
Kubilai Khan tidak menerima perlakuan Kertanegara tersebut. Dia akhirnya
mengirimkan pasukan untuk menyerang Kertanegara, ketika pasukan itu tiba, Kertanegara sudah
tewas di tangan Jayakatwang. Namun dengan cerdik, Raden Wijaya, menantu
Kertanegara memanfaatkan pasukan tersebut untuk menyerang Jayakatwang. Pasukan
Mongol (Tartar) itu tidak tahu menahu tentang terbunuhnya Kertanegara. Penyerangan itu
akhirnya berhasil, dan mereka menawan Jayakatwang. Namun lagi-lagi dengan cerdiknya,
Raden Wijaya berhianat dan menyerang balik tentara Mongol tersebut. Ribuan tentara
Mongol tewas dan sisanya kembali ke negaranya. Jayakatwang akhirnya dibunuh oleh Raden
Wijaya.
Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan baru dengan nama Majapahit. Raden
Wijaya digantikan oleh Jayanegara.Pada masa Jayanegara berkuasa terjadi pemberontakan
seperti yang dilakukan oleh Ranggalawe dan Lembu Sora yang merupakan orang-orang
kepercayaan raja. Jayanegara kemudian digantikan oleh Tribnuwanatunggadewi. Pada saat
Tribuwanatunggadewi berkuasa, Gajah Mada yang pada zaman Jayanegara berhasil
menyelamatkan raja dari berbagai pemberontakan diangkat menjadi Mahapatih (seperti
Perdana Menteri zaman sekarang). Ketika dilantik, dia mengucapkan sebuah sumpah
yaitu Sumpah Palapa (Amukti Palapa), yang berarti bersumpah tidak bersenang-senang
sebelum menaklukkan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Tribuwanatungadewi kemudian digantikan anaknya yang bernama Hayam Wuruk. Pada
masa Hayam Wuruk yang dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak
kejayaannya. Namun pada suatu waktu terjadi sebuah peristiwa yang mengakibatkan hubungan
mereka menjadi renggang yaitu Peristiwa Bubat .
Sejak meninggalnya Gajah Mada, Hayam Wuruk tidak mampu lagi meneruskan
“kemegahan” Majapahit, hingga nantinya wafat pada tahun 1389. Setelah mereka, tidak ada lagi
pemimpin Majapahit yang mampu membesarkan Majapahit sehebat yang mereka lakukan. Hal
ditambah juga dengan konflik di antara keluarga kerajaan yang berujung pada Perang
Paregreg. Selain itu, kerajaan Demak Islam yang semakin berkembang sedikit banyaknya
mendorong Majapahit ke ambang kehancurannya. Majapahit akhirnya runtuh pada tahun 1478 M
dengan sangkakala “Sirna Hilang Kertaning Bumi”, dengan begitu berakhirlah riwayat
kerajaan besar yang berusia kurang lebih 150 tahun tersebut.
Beberapa faktor penyebab runtuhnya Majapahit:
1. Perang saudara (Paregreg) antara keturunan Raja Majapahit.
2. Serangan Kerajaan Islam Demak.
3. Perang Bubat.
4. Banyak wilayah taklukan Majapahit yang melepaskan diri.
5. Berkembang pesatnya ajaran dan agama Islam.
6. Tidak ada pemimpin yang secakap Gajah Mada dan Hayam Wuruk.

Keberadaan dan kisah kerajaan Majapahit dapat kita lihat dalam kitab Negarakertagama yang
ditulis oleh Mpu Prapanca. Kitab ini menceritakan silsilah raja-raja Majapahit, keadaan kota
kerajaan, wilayah kerajaan Majapahit, negara-negara bawahan Majapahit, dsb.

KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA


A. Samudera Pasai.
Kerajaan ini diperkirakan tumbuh pada kurun waktu 1270 dan 1275 (Abad ke
XIII). Kerajaan ini merupakan kerajaan bercorak Islam karena itu pemimpinnya disebut Sultan
(Raja). Merah Selu atau Malikush Saleh atau Malik Al Saleh (wafat 1297 M) merupakan
Sultan pertama kerajaan ini. Lokasi yang dekat dengan Selat Malaka, membuat Pasai menjadi
sebuah kerajaan maritim yang menggantungkan ekonominya pada perdagangan.
Portugis yang telah berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511, berniat untuk
memperluas daerah kekuasannya hingga ke pulau sumatera termasuk Pasai. Pasai akhirnya
berhasil dikuasai oleh Portugis pada tahun 1521, sampai kemudian dikuasai Sultan Ali Mughayat
Syah dari Kerajaan Aceh Darusallam.

B. Kerajaan Aceh Darusallam.


Seperti yang telah disinggung di atas, Pasai akhirnya berhasil diambil alih dari Portugis oleh
kerajaan Aceh Darusallam, tepatnya pada tahun 1524. Selain menguasai Pasai, Sultan Ali
Mughayat Syah juga berusaha untuk menyerang kapal-kapal Portugis di Malaka, sayangnya
rencana penyerbuan Portugis pada tahun 1529 gagal dikarenakan wafatnya Sultan Mughayat
Syah.
Kerajaan ini mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar
Muda. Namun pada awal abad ke-19 (1800an) kerajaan ini semakin
mengalami kemunduran karena ancaman Kolonialisme Belanda. Di samping itu, pengganti
Iskandar Muda yaitu Iskandar Tani tidak memiliki wibawa dan pengaruh yang sama seperti
yang dimiliki oleh mertuanya Iskandar Muda.

C. Kerajaan Demak.
Berdirinya kerajaan Islam Demak dilatarbelakangi oleh runtuhnya kerajaan Majapahit,
dukungan para wali dan banyaknya adipati (penguasa) di daerah pesisir yang ingin
melepaskan diri dari Majapahit.
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Berkembangnya ajaran
Islam di Demak didorong oleh runtuhnya kerajaan Majapahit pada tahun 1478 M, dukungan
dari keluarga kerajaan, peran besar wali songo dalam kegiatan dakwah dan pendirian
pesantren-pesantren di wilayah Demak. Pada awalnya Demak merupakan sebuah kerajaan
taklukan Majapahit. Menurut beberapa riwayat, pendiri Demak yaitu Raden Patah adalah putra
dari seorang Raja Majapahit, Brawijaya dengan ibu dari Cina (Cempa). Beberapa hal yang patut
dicatat dari seorang Raden Patah adalah keputusannya mengirim Dipati Unus atau Pangeran
Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Serangan yang dilakukan pada tahun 1513
ini bertujuan untuk melemahkan posisi Portugis yang sewaktu-waktu bisa melakukan
penyerangan ke Jawa. Namun serangan ini gagal karena kurangnya persenjataan. Hingga
kematiannya, Raden Patah belum berhasil mengganggu kekuatan Portugis yang semakin
meluaskan pengaruhnya ke wilayah nusantara.
Setelah wafat, Patah digantikan oleh Dipati Unus. Dipati Unus kemudian digantikan oleh
Trenggono. Pada zaman pemerintahan Trenggono, Demak mengalami masa kejayaan.
D. Mataram Islam.
Kerajaan ini didirikan oleh Sutawijaya (Panembahan Senopati). Dia mendirikan kerajaan
Mataram yang berlokasi di Kota Gede (sebelah utara kota Jogjakarta sekarang).
Mataram mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Agung. Ketika Sultan Agung
berkuasa, dia ingin mengusir VOC yang pada saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Jan
Pieterzoon Coen karena merasa bahwa VOC telah banyak merugikan dan berniat menguasai
wilayah-wilayah yang sebenarnya menjadi hak Mataram.
Akhirnya Sultan Agung melakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia, yang dipimpin
oleh Tumenggung Baureksa.
Berikut faktor pendorong serangan ini :
A. Monopoli yang dilakukan oleh VOC.
B. VOC sering menghalang2i kapal Mataram yang berlayar ke Malaka.
C. VOC menolak mengakui kedaulatan Mataram
D. VOC menjadi ancaman bagi kerajaan2 di Pulau Jawa.
Perselisihan ini akhirnya berujung pada terjadinya perang antara Mataram dengan
VOC. Sultan Agung mengirimkan 2 kali pasukan untuk menyerang VOC, yaitu pada tahun
1628 dan 1629, namun kedua penyerangan ini gagal karena kurangnya persenjataan,
penyakit, medan yang terlalu sulit dan kurangnya persediaan bahan makanan.
Sepeninggalnya Sultan Agung, kerajaan Mataram mengalami kemunduran yang
disebabkan oleh banyaknya pemberontakan serta adu domba VOC terhadap keluarga
keraton, menyebabkan mundurnya Mataram, hingga ditandatanganinya Perjanjian Giyanti,
tahun 1755 di mana Mataram harus dibagi menjadi 2 kerajaan yaitu Jogjakarta dan
Surakarta. Tidak cukup sampai di situ melalui Perjanjian Salatiga, Jogjakarta dipecah lagi
menjadi Paku Alaman dan Jogjakarta. Serta Surakarta menjadi Mangkunegaraan dan
Surakarta. Akhirnya Mataram yang besar itu menyisakan 4 kerajaan yang terpecah yaitu
Kesultanan Jogjakarta, Kasunanan Surakartam Mangkunegaraan dan Paku Alaman dengan raja
masing-masing, Belanda berhasil memecah belah kerajaan Islam terbesar di Jawa tersebut.
Merkantilisme di Eropa
 Merkantilisme adalah sebuah paham yang ditandai oleh adanya campur tangan
pemerintah secara ketat dan menyeluruh dalam kehidupan perekonomian serta politik. Artinya
pemerintah mempunyai peran ganda yaitu sebagai penguasa politik sekaligus penguasa
ekonomi.
 Tujuan dari Merkantilisme adalah agar perekonomian negara kuat serta unggul dalam
persaingan dengan negara-negara lain.
 Beberapa negara penganut Merkantilisme : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman dll.
Bagaimana caranya mewujudkan Merkantilisme tersebut?
· Memperoleh kekayaan (terutama emas dan komoditas lain) sebanyak-banyaknya demi
kepentingan negara.
· Meningkatkan aktivitas pertanian dan industri untuk sasaran ekspor.
· Meningkatkan Ekspor dan menekan impor sehingga neraca perdagangan positif.
· Proteksionisme (melakukan perlindungan terhadap produksi/ekonomi dalam negeri)
· Mencari negara-negara jajahan baru terutama yang memiliki kekayaan alam yang tinggi.
· Melaksanakan monopoli dalam perdagangan.
Dampak Merkantilisme bagi negara (kerajaan) di Eropa adalah adanya persaingan dan
peperangan antarnegara untuk memperebutkan tanah-tanah jajahan seperti yang terjadi di
Indonesia.
Renaisans/ Aufklarung/ Zaman Pencerahan.
Renaisans berasal dari kata renaitre artinya hidup kembali atau lahir kembali. Renaisans yang
dimaksudkan di sini adalah kelahiran kembali nilai-nilai dasar budaya dan filsafat Yunani-
Romawi klasik di eropa, setelah ribuan tahun terkungkung dalam kuasa gereja (abad
pertengahan/Abad Kegelapan/DArk Ages).
Renaisans juga bisa diartikan sebagai zaman peralihan dari abad pertengahan (zaman
kegelapan) menuju zaman modern. Abad pertengahan adalah zaman di mana gereja
menguasai kesenian, pendidikan dan ilmu pengetahuan di kawasan eropa. Di bawah
kekuasaan gereja ini, orang harus menerima apa yang dikatakan oleh kaum agamawan tanpa
banyak bertanya. Semua ini berubah di zaman Renaisans/ Aufklarung, dominasi agama
semakin surut, ilmu pengetahuan dan kesenian mulai berkembang, teknologi dikembangkan
dan semakin maju, dan berkembangnya pemikiran yang realistis dan manusiawi. Beberapa
tokoh yang berasal dari zaman Renaisans adalah Leonardo Da Vinci dan Rene
Descartes. Mereka menjadi tokoh penting perkembangan kesenian dan ilmu pengetahuan pada
zaman Renaisans.
Renaisans juga mendorong munculnya Humanisme yaitu gerakan kemanusiaan yang
dilakukan oleh masyarakat untuk mengembalikan kedudukan manusia sesuai dengan
kodratnya dan untuk menggali ilmu pengetahuan demi kepentingan hidup manusia. Intinya,
manusia menjadi pusat dari kehidupan, bukan Tuhan seperti yang diajarkan oleh gereja.
Reformasi Gereja.
Gerakan ini merupakan sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Martin Luther. Gerakan ini
bertujuan untuk mengoreksi dan mereformasi penyimpangan-penyimpangan yang telah
dilakukan oleh para biarawan dan biarawati Gereja Katolik Roma.
Apa saja penyimpangan-penyimpangan yang ingin dikoreksi oleh gerakan ini?
 Kekuasaan Paus. sekitar abad 15-16 kekuasaan Paus cukup besar dan bersifat ganda,
yaitu sebagai pemimpin agama sekaligus sebagai pemimpin negara.
 Perpecahan dalam komunitas umat kristen dikarenakan perbedaan pandangan dan
pemahaman terhadap pokok-pokok ajaran agama.
 Cara hidup pemimpin agama dan biarawan/biarawati yang meyimpang. Seperti misalnya
banyak dari mereka yang berkecimpung di dunia usaha dan menomorduakan pelayanan
terhadap masyarakat.
 Penjualan surat penghapusan dosa (Indulgensia). Yaitu surat yang dikeluarkan pada
zaman pemerintahan Paus Leo X. Surat ini diberikan kepada orang-orang yang baru
bertobat (memeluk agama kristen) sebagai balasannya, mereka harus memberikan
sumbangan sejumlah uang kepada gereja. Dengan menerima indulgensia ini, seseorang
dianggap telah lepas dari siksa karena dosa-dosanya.
Karena pemikirannya ini, Martin Luther akhirnya dikucilkan oleh gereja dan dianggap
murtad. namun di Jerman justru Luther mendapat banyak pengikut yang nantinya berkembang
menjadi apa yang disebut sekarang sebagai Kristen Protestan atau Gereja Lutheran. Sementara
itu gerakan protestan di Prancis dipimpin oleh John Calvin dan Zwingli di Swiss.

Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah perubahan atau perombakan cara kerja yang radikal dari
penggunaan tenaga manusia secara manual menjadi mesin secara mekanis.
Revolusi ini terjadi karena beberapa hal yaitu antara lain:
1. Faktor Politik: yaitu kemenangan bangsawan baru dalam Perang Mawar. Perang ini adalah
perang antara kaum bangsawan kuno dengan bangsawan baru (petani kaya, pedagang
sukses, tuan tanah dan pemilik modal, dan bangsawan rendah). Bangsawan baru ini lebih
bersikap terbuka dan berpikiran maju, mereka juga lebih mengutamakan kemajuan ekonomi
daripada kepentingan politik, semua ini sangat berbeda dengan kebiasaan para bangsawan
kuno.
2. Faktor Sosial-Ekonomi yaitu:
· Revolusi Agraria, Revolusi ini adalah sebuah sistem di mana tanah-tanah yang sebelumnya
digunakan untuk pertanian dialihfungsikan menjadi tanah peternakan. Peternakan ini
digunakan sebagai cara untuk memenuhi permintaan wol (domba) yang pada saat itu memang
sedang tinggi.
· Inggris kaya akan bahan industri seperti batubara, besi termasuk wol untuk industri
tekstil.
· Modal cukup banyak.

3. Faktor Budaya.
a. Perkembangan ilmu pengetahuan ini pulalah yang mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan
semacam James Watt dan John Kay. Untuk menghargai jasa James Watt, nama belakangnya
Watt digunakan sebagai nama satuan daya. Berikut ini beberapa nama tokoh-tokoh penemu
teknologi di masa revolusi industri:
Nama Penemu Teknologi temuannya
James Watt Mesin uap tahun 1796
John Kay Alat tenun yang bekerja secara otomotif tahun
James Hargreaves 1733
Graham Bell Alat pemintal/ Spinning Jenney tahun 1765
Robert Fulton Pesawat telepon tahun 1872
Samuel Morse Kapal perang pertama dengan mesin uap tahun
Daimler 1814
Telegraf tahun 1832
Mobil tahun 1887

b. Bahkan Inggris memiliki sebuah lembaga ilmiah yg diberi nama Royal Society for Improving
Natural Knowledge.
c. Akibatnya banyak tersedia tenaga ahli.
d. Tersedia banyak lahan yang diperuntukkan untuk Industri, yang nantinya berkembang menjadi
kota-kota Industri seperti yang telah dijelaskan di atas.

Dampak Revolusi Industri di Inggris


a) Bidang sosial dan ekonomi:
· Barang melimpah dengan harga murah
· Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota)
· Menurunnya upah buruh
· Munculnya kelas borjuis (majikan) dan proletar (buruh)
· Berkembangnya perdagangan
· Lancarnya transportasi dengan pemenuan kereta api

b) Bidang politik:
· Revolusi Sosial: gerakankaum buruh yang ingin memperbaiki nasib dan berjuang untuk
perbaikan gaji.
· Partai Puruh (Labour Party): wadah perjuangan politik bagi kaum buruh.
· Munculnya Imperialisme/Kolonialisme Inggris, Inggris melakukan ekspansi (perluasan
wilayah) hingga ke wilayah Amerika Utara, India, dan Kanada. Perluasan daerah jajahan ini
dimaksudkan untuk:
a. Mencari daerah pemasaran hasil-hasil barang industri di luar Eropa
b. Mencari penghasil bahan mentah untuk keperluan industri
c. Tempat penanaman modal asing (investasi)
d. Mendapatkan tenaga kerja yang murah dan tersedia
DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA
a. Indonesia menjadi daerah pemasaran
b. Indonesia menjadi penghasil bahan baku yang murah
c. Indonesia menjadi lahan penanaman modal asing
d. Masyarakat Indonesia mengenal teknologi untuk kelancaran industri kolonial
e. Indonesia menjadi daerah jajahan
REVOLUSI-REVOLUSI BESAR DI DUNIA
REVOLUSI PERANCIS
Sebelum terjadinya Revolusi Perancis, kehidupan masyarakat tidak berjalan sebagaimana
mestinya. Berbagai bidang kehidupan, seperti bidang politik, sosial, ekonomi, berlangsung dalam
situasi yang kacau dan tidak adil. Hal-hal yang menjadi pendorong/ melatarbelakangi terjadinya
Revolusi Perancis adalah:
1. Kekuasaan Raja yang absolut
Kekuasaan raja yang absolut/mutlak dan benar-benar diterapkan pada masa Louis XIII dan terus
dipertahankan. Penggantinya Louis XIV juga mempertahankan sikap absolut tersebut bahkan
mengikrarkan dirinya sebagai pengganti Tuhan di dunia (le Droit Devin) dan perpegang pada
semboyan L’etat cest moi (Negara adalah saya). Keadaan ini terus dipertahankan hingga masa
Louis XVI. Masa pemerintahan Louis XIV sampai Louis XVI disebut sebagai masa ancien
regime (masa pemerintahan lama).
2. Kecemburuan sosial akibat ketimpangan ekonomi
Kekuasaan yang absolut menimbulkan pembagian struktur dalam masyarakat Perancis atas 3
golongan yaitu:
1) Golongan I, golongan bangsawan: terdiri atas pemilik tanah dan kerabat raja.
2) Golongan II, golongan gereja atau agamawan
3) Golongan III, golongan rakyat umum: terdiri atas kaum borjuis, pengrajin dan petani.
3. Keluarga kerajaan yang hidup mewah dan berfoya-foya
Raja dan keluarganya hidup boros dan mewah. Keuangan negara dihambur-hamburkan oleh para
putri Raja. Bahkan permaisuri Louis XVI, yaitu Marie Antoinette terkenal dengan sebutan
Madame Defisit.
4. Berkembangnya pemikiran baru
Para penulis dan filsuf Perancis abad ke-18 banyak menulis tentang kesalahan-
kesalahan pemerintah lama, ketidakadilan sosial, dan parahnya kondisi keuangan negara.
Berikut beberapa tokoh pembaru tersebut dan pemikirannya:
a. Montesquieu
Menurutnya, negara akan berjalan dengan baik jika kekuasaan negara dibagi menjadi 3 badan
yang disebut Trias Politika yang memiliki kewenangan masing-masing, yaitu:
1. Legislatif: kekuasaan membuat Undang-Undang
2. Eksekutif: kekuasaan menjalankan Undang-Undang
3. Yudikatif: kekuasaan mengawasi dan mengadili pelanggaran Undang-Undang.
b. Voltaire
Voltaire menyerukan untuk tidak menjalankan segala peraturan raja Louis XVI yang tidak masuk
akal. Dia juga mengkritik keburukan-keburukan kaum agamawan dan dominasi gereja.
c. Jean Jacques Rousseau (Bapak Demokrasi Modern)
Dalam bukunya Emile dan Du Contract Social dikatakan bahwa manusia mempunyai hak yang
sama dan merdeka. Raja seharusnya menjalankan kekuasaan pemerintahan atas dasar kehendak
rakyat.
Pengaruh/ dampak Revolusi Perancis
Semboyan Revolusi Perancis yang dikumandangkan oleh rakyat Perancis adalah Fraternite
(Persaudaraan), Liberty (Kebebasan), dan Egalite (Persamaan) memberi dampak yang luas
pada dunia seperti dalam:
1. Bidang politik:
1) Paham liberal, demokrasi, dan kebebasan pribadi berkembang pesat.
2) Lahirnya negara-negara republik.
3) Munculnya aksi-aksi revolusioner menentang kekuasaan absolut.
2. Bidang ekonomi
1) Pajak feodal dihapus diganti pajak negara.
2) Perdagangan bebas lahir.
3) Penghapusan sistem monopoli.
3. Bidang sosial-ekonomi
a. Sistem feodalisme dihapus.
b. Susunan masyarakat tidak membedakan golongan.
c. Pemerataan pendidikan.

REVOLUSI AMERIKA
Revolusi Amerika (1776) timbul karena buruknya hubungan antara negara koloni dengan negara
induk (negara Inggris) Beberapa faktor yang menjadi latar belakang terjadinya Revolusi
Amerika:
1. Pertentangan antara negara koloni dan negara induk.
Menurut Inggris, kaum kolonis tidak berhak mempunyai pemerintahan sendiri karena peranan
mereka hanya untuk kepentingan Inggris. Akibatnya negara koloni tidak memiliki perwakilan
dalam parlemen Inggris.
2. Kebijakan negara Inggris di tanah koloni.
Inggris mengeluarkan beberapa peraturan pajak sehubungan dengan perekonomian di daerah
koloni seperti:
a. Undang-Undang Mata Uang: mencegah uang kertas di daerah koloni menjadi alat
pembayaran yang sah.
b. Undang-Undang Materai: para kolonis harus membayar materai atas semua surat kabar,
lisensi, pamflet, perjanjian dagang, surat pinjaman, dan dokumen lainnya.
c. Undang-Undang Townshead: untuk membiayai pejabat-pejabat Inggris yang bertugas di
Amerika.
d. Undang-Undang Paksaan.

3. Peristiwa the Boston Tea Party


Adanya banyak peraturan yang dikeluarkan negara Inggris tentu amat merugikan bagi kaum
kolonis. Oleh karena itu, pada tahun 1765 para tokoh kaum kolonis mengeluarkan pernyataan
bersama yang berbunyi No Taxation Without Representation (tidak akan membayar pajak jika
mereka tidak mempunyai perwakilan di parlemen Inggris). Permusuhan Inggris dan kaum
kolonis semakin meruncing, pada tanggal 6 Desember 1773, tiga kapal Inggris yang memuat teh
untuk koloni-koloni berlabuh di Boston. Adanya pengiriman teh ini mengharuskan koloni
Massachusetts membayar pajak kepada pemerintah Inggris. Kaum kolonis tidak mau
menerimanya apalagi membayar pajaknya. Hingga pada suatu malam, segerombolan orang yang
menyamar sebagai Suku Indian Mohawk menaiki kapal-kapal Inggris dan menceburkan semua
muatan teh ke dalam laut di pelabuhan Boston. Peristiwa ini dikenal dengan The Boston Tea
Party.
TERJADINYA REVOLUSI AMERIKA
Kasus The Boston Tea Party telah menimbulkan kemarahan kaum Inggris. Inggris segera
menutup pelabuhan Boston sampai muatan tehnya selesai dibayarkan.
Sebagai balasan atas keangkuhan Inggris, pada 5 Spetember 1774 wakil-wakil koloni Amerika
berkumpul di Philadelphia. Pertemuan yang dikenal dengan Kongres Kontinental I ini
menghasilkan keputusan :
1. Koloni-koloni menentang Undang-Undang Paksaan pemerintahan Inggris.
2. Persatuan di antara koloni-koloni di Amerika Utara harus dibentuk.
Raja Inggris, George III sangat geram dengan tantangan kaum kolonis Amerika. Inggris
mengutus Jenderal Thomas Gage untuk menangkap Samuel Adam dan kaum pejuang (kaum
patriot) lainnya. Pada 18 April 1775 meledak tembak menembak di antara kedua belah pihak.
Peristiwa ini awal dari perang kemerdekaan Amerika.
Setelah peristiwa tersebut, kongres Kontinental II dilaksanakan kembali di Philadelphia 10 Mei
1775 yang menghasilkan keputusan:
1. Kongres memutuskan untuk berperang melawan pihak Inggris.
2. Mengubah milisi kolonial menjadi tentara kontinental.
3. Menunjuk kolonel George Washington (kelak menjadi presiden Amerika pertama) sebagai
pemimpin tertinggi tentara kontinental.
Selanjutnya, pada 11 Juni 1776 anggota Kongres Kontinental II menugaskan suatu komite untuk
menyusun Deklarasi Kemerdekaan. Pada 4 Juli 1776 Kongres Kontinental mengesahkan
Deklarasi Kemerdekaan Amerika (diabadikan sebagai Hari Kemerdekaan Amerika Serikat).
Deklarasi Kemerdekaan tersebut mengungkapkan dua aspirasi penting dari rakyat koloni-koloni
di Amerika Utara, yaitu masalah hak asasi manusia dan pemerintahan yang demokrasi.
Sedangkan perjuangan fisik dalam perang kemerdekaan Amerika, Amerika mendapat dukungan
dari pasukan Perancis yang dipimpin oleh Lafayette. Melihat perjuangan kaum kolonis
Amerika melawan pihak Inggris menyadarkan Lafayette (Perancis) untuk memperjuangkan
negaranya dari absolutisme kerajaannya. Sepulangnya Lafayette dari Amerika, dia
mengusulkan kepada Konstituante/ dewan di Perancis agar mengeluarkan pernyataan yang
menyangkut hak-hak manusia seperti yang dilakukan Amerika Serikat. Konstituante
menanggapi positif dengan mengeluarkan Declaration des Droits de I’home et du Citoyen
(Deklarasi Hak-hak Manusia dan Warga negara) pada tanggal 26 Agustus 1789.

REVOLUSI TIONGKOK
Munculnya Revolusi Tiongkok yang diprakarsai kaum cendekiawan bermula dari
kekecewaan rakyat Tiongkok terhadap Dinasti Manchu yang lemah dan korup. Bukti
kekecewaan rakyat Tiongkok adalah ketika Tiongkok mulai ditundukkan oleh bangsa asing.
Inggrislah yang pertama membuka Tiongkok, menyelundupkan banyak candu ke Tiongkok.
Penyebaran candu menyebabkan rakyat menjadi korban, sebaliknya Inggris mengeruk
keuntungan besar. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Perang Candu (1839 – 1842).
Selain perang Candu, rakyat Tiongkok pun kecewa terhadap Dinasti Manchu yang mengalami
kekalahan dalam perang Tiongkok – Jepang, yang menyebabkan Tiongkok kehilangan
pelabuhan Port Arthur dan Taiwan (Formosa).
Kekalahan demi kekalahan diderita bangsa Tiongkok atas bangsa asing menyadarkan rakyat
Tiongkok terutama para pemuda untuk bangkit dan menyelamatkan nasib bangsa dan negerinya.
Salah satunya adalah dr. Sun Yat Sen. Sun Yat Sen dan kaum nasionalis lainnya berusaha
menciptakan Tiongkok yang baru, modern, dan jaya. Untuk mencapai hal itu, Sun Yat Sen
menganjurkan pelaksanaan asan San Min Chu I (Tiga Asas Kerakyatan), yang terdiri dari
Nasionalisme, Demokrasi, dan Sosialisme.

REVOLUSI RUSIA
Revolusi Rusia adalah sebuah gerakan politik pada tahun 1917 untuk menggulingkan
kekuasaan Tsar Nicholas II dan digantikan dengan kekuasaan baru berpaham komunis.
Sebab-sebab munculnya Revolusi Rusia:
1. Tsar Nicholas II tidak mau memberikan hak-hak politik bagi warga negaranya, tidak semua
rakyat memiliki hak pilih. Duma (Dewan Rakyat) yang dibentuk Tsar tidak berjalan sesuai
fungsinya.
2. Struktur pemerintahan Tsar amat buruk. Tsar memilih orang-orang yang dekat dengannya dan
bukan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya (nepotisme).
3. Perbedaan strata sosial. Tsar dan kaum bangsawan hidup mewah, sebaliknya rakyat terutama
kaum petani dan buruh makin miskin dan sengsara.
4. Kekalahan pasukan Rusia di daerah Tannenberg dan Danau Misuri.
5. Rakyat dimobilisasi untuk kebutuhan tentara perang.
Revolusi Rusia diawali dengan pemogokan umum di Petrograd tahun 1905. Di kota itu kaum
buruh Rusia membentuk Dewan Buruh yang disebut Dewan Soviet. Kekuatan massa buruh itu
berhasil memaksa Tsar untuk membentuk Dewan Rakyat yang disebut Duma yang berfungsi
sebagai badan penasehat dan dipilih oleh rakyat.
REVOLUSI INDONESIA
Kronologi Revolusi Indonesia:
1. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Bangsa Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
2. Kedatangan tentara Sekutu dan Belanda
Tentara Sekutu yang dikenal dengan AFNEI mendarat di Jakarta pada 29 September 1945
bersama dengan orang-orang pemerintahan sipil Belanda (NICA) yang akan berusaha
menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia.
3. Perundingan Linggarjati
Isi perundingan:
1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia (RI) atas wilayah Sumatera, Jawa
dan Madura.
2. RI dan Belanda akan bekerja sama membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).
3. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai
ketuanya.
4. Agresi Militer Belanda I
Terjadi pada tanggal 21 Juli 1947 dengan serangan yang diarahkan ke pulau Jawa dan Sumatera.
5. Perundingan Renville ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN)
Isi perundingan:
1. Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata.
2. Disetujuinya garis demarkasi/pembatas yang memisahkan daerah RI dengan daerah
pendudukan Belanda.
3. TNI harus ditarik dari daerah-daerah wilayah pendudukan Belanda.
6. Agresi Militer Belanda II
Terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 dengan menyerang ibukota RI di Yogyakarta.
7. Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)
Dibentuk sebagai dampak Agresi Militer Belanda II. Penangkapan atas Presiden Soekarno,
Wapres Moh.Hatta, dan beberapa pejabat lainnya membuat Presiden Soekarno memberikan
mandat kepada Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Bukit Tinggi, Sumatera
Barat sebagai bentuk mempertahankan dan menegakkan pemerintahan RI.
8. Perundingan Roem Royen dengan penengah UNCI
Isi persetujuan:
1. Penghentian perang.
2. Kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta.
3. Belanda dan RI harus melaksanakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.
9. Konferensi Meja Bundar (KMB)
Isi perundingan:
1. Belanda akan mengakui kedaulatan RIS pada akhir bulan Desember 1949.
2. Status Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.
3. Dibentuk Uni-Indonesia Belanda berdasarkan kerjasama sukarela dan sederajat.
4. RIS harus membayar semua hutang Belanda sejak tahun 1942.
5. Pasukan Belanda akan dipulangkan, KNIL dibubarkan, dan bekas anggota KNIL
diperbolehkan menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).
10. Pengakuan kedaulatan RIS.
Penandatanganan Pengakuan Kedaulatan dilakukan bersamaan di dua tempat, di Indonesia
dan di Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Sejak saat itu Indonesia menjadi negara
merdeka, berdaulat, serta mendapatkan pengakuan de yure (secara hukum) dari dunia
internasional.
Dampak Revolusi Indonesia:
1. Memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia mampu
mempertahankan kemerdekaannya.
2. Bangsa Indonesia mendapat pengakuan de yure (kedaulatan penuh) bagi negerinya.
3. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat semakin tergembleng jiwa patriotismenya.
4. Menunjukkan kemampuan para tokoh Indonesia dalam berjuang secara diplomasi sehingga
mendapat dukungan dari dunia internasional.