Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pneumonia merupakan salah satu permasalahan utama dalam bidang
kesehatan respirasi. Data dari World Health Organization menyebutkan infeksi
saluran pernafasan bawah sebagai penyebab utama kematian di negara miskin dan
berkembang, dan data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan
penyakit infeksi saluran pernapasan menempati urutan pertama dari sepuluh
penyakit infeksi terbanyak pada pasien rawat jalan dan urutan keempat dari
sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat inap.1,2

Pneumonia merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat, yang


merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi pada anak-anak dan
orang dewasa. Hal ini diduga karena penyakit ini merupakan penyakit yang akut
dan kualitas penatalaksanaannya belum memadai. Pneumonia didefinisikan
sebagai suatu peradangan akut parenkim paru yang disebakan oleh
mikroorganisme (bakteri, jamur, virus dan parasit). Pneumonia yang disebabkan
oleh Mycobacterium tuberkulosis tidak termasuk. Peradangan paru yang
disebabkan oleh nonmikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan toksik,
obat-obatan dan lain-lain) disebut pneumonitis.3

Pneumonia paling banyak disebabkan oleh bakteri dan virus. Patogen yang
paling umum adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae tipe b
(Hib), dan Respiratory Syncytial Virus (RSV). Pneumonia merupakan penyakit
yang banyak terjadi di seluruh penjuru dunia yang telah menginfeksi kira-kira 450
juta orang pertahun. Penyakit ini menjadi penyebab utama jutaan kematian pada
semua kelompok (7% dari kematian total dunia) setiap tahun. Angka ini paling
besar terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun dan dewasa yang
berusia lebih dari 75 tahun. Angka period prevalence pneumonia atau angka
penderita pneumonia pada waktu tertentu di Indonesia cenderung meningkat dari
2,1% pada tahun 2007 menjadi 2,7% pada tahun 2013.5

1
Pneumonia dapat dibagi menjadi pneumonia komunitas/ Community
Acquired Pneumonia (CAP) dan Hospital Acquired Pneumonia (HAP). CAP
adalah pneumonia yang terjadi pada individu yang tidak sedang dalam perawatan
rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan lainnya. Sedangkan HAP adalah pasien
yang terinfeksi pneumonia akibat perawatan di rumah sakit atau fasilitas
kesehatan setelah setidaknya dirawat selama 48 jam.3,4,6

Penyebab pneumonia sulit ditemukan dan memerlukan waktu beberapa


hari untuk mendapatkan hasilnya, sedangkan pneumonia dapat menyebabkan
kematian bila tidak segera diobati, maka pada pengobatan awal pneumonia
diberikan antibiotika secara empiris. Pemilihan dan penggunaan antibiotik harus
rasional untuk menghindari resistensi bakteri. Dipilih antibiotik yang ampuh dan
merupakan pilihan utama untuk mengatasi kuman penyebab pneumonia.1,6