Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN

Secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan parenkim


paru distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan
alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas
setempat. Pnemunonia dibedakan menjadi dua yaitu pneumonia komuniti dan
pneumonia nosokomial. Pneumonia komunitas adalah pneumonia yang terjadi
akibat infeksi di luar rumah sakit, sedangkan pneumonia nosokomial adalah

Hasil anamnesis yang didapat pada pasien ini yaitu keluhan demam sejak 5
hari yang lalu, memberat 2 hari SMRS. Demam dirasakan naik turun yang
semakin hari semakin memberat. Selama demam pasien mengeluhkan sesak napas
yang dirasakan seperti tertekan benda berat pada kedua dada. Sesak napas
dirasakan terus menerus sepanjang hari sehingga pasien sulit untuk beraktivitas,
ketika berbicara pasien merasa napas terasa capek. Sesak napas tidak diserta
dengan bunyi ngik-ngik. Pasien juga mengeluhkan batuk yang sudah dirasakan
sejak 5 hari, batuk disertai dahak berwarna putih dengan volume sekali batuk ± 1-
2 sendok makan. Riwayat asma dan minum obat 6 bulan disangkal oleh pasien.

Pemeriksaan menggunakan foto thoraks (PA/lateral) merupakan


pemeriksaan penunjang utama (gold standard) untuk menegakkan diagnosis
pneumonia. Pada pasien ini telah dilakukan pemeriksaan foto thoraks dengan
kesan pneumonia terdapat berupa infiltrat sampai konsoludasi dengan air
bronchogram ditambah dengan 2 atau lebih gejala. Sedangkan, dari pemeriksaan
laboratorium biasanya menunjukkan peningkatan leukosit.

Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang, maka pasien ini
didiagnosis pneumonia karena ditemukan gejala batuk, sesak, demam dan telah
dilakukan pemeriksaan rontgen thorax dengan hasil yang sesuai dengan
pneumonia. Penatalaksanaan yang diberikan pada pasien ini meliputi IVFD
Ringer Laktat 20 tetes permenit, Inj. Seftriakson 1 gr per 12 jam, Inj. Omeprazole
40 mg per 12 jam, Drip paracetamol 500 mg (bila suhu ≥ 39oC), N.

23
Acethylcysteine 3x200 mg, Neurodex 1x1. Pada prinsipnya penatalaksaan utama
pneumonia adalah memberikan antibiotik tertentu terhadap kuman tertentu infeksi
pneumonia. Pemberian antibitotik bertujuan untuk memberikan terapi kausal
terhadap kuman penyebab infeksi, akan tetapi sebelum antibiotika definitif
diberikan antibiotik empiris dan terapi suportif perlu diberikan untuk menjaga
kondisi pasien.

24