Anda di halaman 1dari 10

Diklus, Edisi XVII, Nomor 01, Septmber 2013

200

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI KESENIAN KARAWITAN


Di BEJIHARJO KARANGMOJO GUNUNGKIDUL

Nurendra Setya Pamungkas


noerendrasp@gmail.com
FIP Universitas Negeri Yogyakarta

ABSTRAK, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kontribusi


kelompok PKK Mawar dalam pemberdayaan perempuan melalui kesenian
karawitan, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) kontribusi kelompok PKK Mawar yaitu
penyusunan pengurus kesenian karawitan, menjadi wadah bagi ibu-ibu untuk
bertukar informasi serta menyelenggarakan kegiatan berbasis budaya melalui
pengetahuan dan keterampilan karawitan, (2) pemberdayaan perempuan melalui
kesenian karawitan meningkatkan peran perempuan di bidang sosial yaitu
meningkatnya rasa kepedulian, rasa kebersamaan, rasa percaya diri serta turut
mendukung pariwisata Desa Bejiharjo, di bidang budaya meningkatkan
kepedulian terhadap kebudayaan serta menjaga dan melestarikan dengan aktif
berkesenian karawitan, di bidang ekonomi melatih untuk mengelola keuangan,
memberikan kemampuan untuk mendapat penghasilan sendiri dan dapat
menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga,

Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Kesenian Karawitan

ABSTRACT, this research aimed to describe: PKK mawar’s contribution in an


effort to empower women through karawitanart, This research is descriptive with
a qualitative approach. The result showed: 1 ) contributions pkk mawar in
women empowerment via art namely by drafting committee karawitan, and
members of the arts be a medium for iadies use to exchange information as well
as organizing the dna-based culture through knowledge and skill karawitan, 2 ) of
women empowerment via art karawitan in enhancing the role of women in the
field of social that is, an increase in a sense of concern, a sense of togetherness,
confidence in himself and also iadies and to support tourism bejiharjo village. In
the field of culture that is increasing concern for culture and to maintain and
preserve by active berkesenian karawitan. In the economic field training to
manage finance, give the ability to elicit own income and can produce additional
income for their families.

Keywords: Women Empowerment, Karawitan Art.


Diklus, Edisi XVII, Nomor 01, Septmber 2013
202

PENDAHULUAN Jumlah pengangguran laki-laki 7,5%


sedangkan perempuan 8,76%,
Pemberdayaan secara perempuan sebagai pengusaha
konseptual, berasal dari kata ‘power’ 41,40% sedangkan laki-laki sebesar
yang berarti kekuasaan atau 58,60%, tenaga kerja perempuan SD
keberdayaan (Edi Suharto, 2010: 57) ke bawah 72,25% sedangkan laki-laki
Dari pendapat tersebut dapat 66,45%, perempuan bekerja di sektor
diketahui bahwa proses informal mencapai 70% dimana
pemberdayaan mengandung unsur dalam sektor informal kurang
pemberian keberdayaan sekaligus mendapat perlindungan hukum, selain
kekuasaan baik untuk masyarakat itu perempuan dengan status pekerja
maupun individu untuk dapat tidak dibayar mencapai 72,32 %
mengaktualisasikan diri dalam upaya (Direktorat Pemberdayaan Keluarga
mewujudkan pribadi yang mandiri dan Kelembagaan Sosial 2011:6).
dan produktif. Oleh karena itu proses Dari data tersebut diketahui bahwa
merupakan hal yang penting dalam akses perempuan terhadap pekerjaan
pemberdayaan. lebih rendah dibanding laki-laki,
Pemberdayaan sebagai sebuah perempuan juga menghadapi masalah
proses juga diungkapkan Edi Suharto diskriminasi upah.
(2010: 59) adalah serangkaian Keterbatasan akses perempuan
kegiatan untuk memperkuat terhadap kegiatan pelestarian budaya
kekuasaan atau keberdayaan juga nampak dari kenyataan di
kelompok lemah dalam masyarakat, lapangan dimana perempuan jaman
termasuk individu-individu yang dahulu memiliki keterbatasan
mengalami masalah kemiskinan. kapasitas untuk ikut melestarikan
Individu dalam masyarakat yang budaya daerahnya. Hal tersebut
memiliki kebutuhan besar untuk dikarenakan adanya stereotip atau
mendapatkan treatment pandangan negative terhadap
pemberdayaan atau program perempuan, dimana perempuan hanya
peningkatan kemampuan adalah dipandang sebagai konco wingking
kaum perempuan. Namun selama ini seorang laki-laki (Bainar, 1998 :
yang terjadi adalah ketidakadilan 185).Pandangan perempuan sebagai
gender pada kebanyakan program konco wingking tersebut membuat
pemberdayaan masyarakat karena akses perempuan untuk turut
pandangan negatif terhadap peran dan berpartisipasi dalam berbagai
fungsi seorang perempuan. kegiatan menjadi terbatas, hal
Dari segi ekonomi perempuan tersebut membuat perempuan tidak
masih lemah, kecenderungan dapat berkontribusi secara maksimal
perempuan memasuki pasar kerja dalam kegiatan pelestarian budaya.
lebih rendah dibanding laki-laki.
203 Pemberdayaan Perempuan Melalui Kesenian Karawitan …….. Nurendra

Upaya yang dilakukan untuk berarti bagi perempuan untuk


mengatasi berbagai keterbatasan meningkatkan kapasitas
gerak perempuan yang dipaparkan di pribadinya.Melalui organisasi,
atas adalah proses pendidikan dan perempuan dapat membangun
pemberdayaan kaum perempuan. kekuatan dan kemampuan secara
Kaum perempuan berhak pribadi, seperti menambah wawasan
memperoleh pendidikan dan dan pengetahuan tentang dirinya
pengajaran pada semua jenis, jenjang, sebagai perempuan yang memiliki
dan jalur pendidikan, tanpa hambatan hak untuk berekspresi, dilibatkan
dan tekanan apapun dalam rangka dalam berbagai kegiatan dan
meningkatkan keterampilan dan mengakses berbagai kesempatan
kualitas hidupnya. Dengan begitu maupun peluang (Direktorat
perempuan akan lebih mampu untuk Pemberdayaan Keluarga dan
meningkatkan kemampuan Kelembagaan Sosial, 2011: 25).
perempuan dalam memperoleh akses Perihal kontribusi organisasi tersebut
dan kontrol terhadap sumber daya juga memiliki keterkaitan dengan
dalam seluruh aspek kehidupan tujuan penelitian ini yaitu
Terdapat berbagai macam mendeskripsikan bagaimana peran
strategi dan program untuk organisasi kelompok perempuan PKK
mendukung pemberdayaan Mawar dalam memberikan
perempuan, termasuk dengan konstribusi untuk pemberdayaan
membentuk organisasi ataupun perempuan di Dusun Karangmojo
kelompok, salah satunya PKK melalui adanya program atau kegiatan
(Pemberdayaan dan Kesejahteraan Kesenian Karawitan.
Keluarga). PKK merupakan sebuah
gerakan yang tumbuh dari bawah METODE PENELITIAN
dengan perempuan sebagai penggerak Penelitian ini menggunakan
dan dinamisatornya dalam pendekatan kualitatif. Penelitian
membangun, membina, dan dilaksanakan pada bulan Februari
membentuk keluarga guna hingga bulan Mei 2013 di PKK
mewujudkan kesejahteraan keluarga Mawar di Dusun Karangmojo, Desa
sebagai unit kelompok terkecil dalam Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo,
masyarakat. Melalui organisasi, Kabupaten Gunungkidul. Subjek
perempuan cenderung lebih mudah penelitian adalah 2 orang pengurus
meningkatkan kapasitasnya, baik PKK Mawar1 orang pelatih kesenian
secara personal, maupun karawitan 1 orang tokoh masyarakat
kelembagaan dalam mengembangkan dan 7 orang anggota PKK sekaligus
kemitraan. anggota karawitan.
Organisasi perempuan telah Data diperoleh dari pengurus
memberikan kontribusi yang cukup dan anggota PKK Mawar serta pelatih
Diklus, Edisi XVII, Nomor 01, Septmber 2013
204

dan tokoh masyarakat. Teknik memiliki keterkaitan dengan tujuan


pengumpulan data yang digunakan penelitian ini yaitu mendeskripsikan
dalam penelitian ini adalah observasi bagaimana peran kelompok
partisipatif pasif, wawancara perempuan PKK Mawar dalam
mendalam, dan dokumentasi. memberikan kontribusi untuk
Penelitian ini dibantu dengan pemberdayaan perempuan di Dusun
instrumen pedoman observasi, Karangmojo melalui adanya kegiatan
pedoman wawancara, dan pedoman kesenian karawitan.
dokumentasi. Teknik analisis data Berdasarkan hasil penelitian di
yang digunakan adalah reduksi data, lapangan dapat diketahui bahwa
penyajian data, dan penarikan keterlibatan PKK Mawar terhadap
kesimpulan. keberlangsungan dari program
Penelitian ini melakukan kesenian karawitan ini dalam
pemeriksaan keabsahan data dengan meningkatkan pemberdayaan
trianggulasi sumber, yaitu perempuan di Dusun Karangmojo.
menanyakan hal yang sama melalui Dari hasil penelitian PKK Mawar
sumber yang berbeda. sebagai induk dalam kegiatan ini
belum mampu berkontribusi secara
HASIL DAN PEMBAHASAN maksimal dalam kegiatan kesenian
1. Kontribusi Kelompok PKK karawitan, hal ini dikarenakan PKK
Mawar dalam Pemberdayaan Mawar masih dalam keadaaan
Perempuan melalui Kesenian perubahan dengan kepengurusan yang
Karawitan baru mengingat PKK Mawar sempat
mengalami vakum dalam periode
Sesuai dengan pernyataan yang
yang cukup lama, yaitu antara tahun
ada dalam buku berjudul “Berdaya
2008 hingga tahun 2012 karena pada
Bersama Perempuan Indonesia” dari
periode tersebut tidak dipilih
Direktorat PKKS Kemensos RI,
pengganti ketua PKK yang pada saat
tentang peran organisasi dalam
itu meninggal.
meningkatkan kapasitas diri
Sejatinya PKK Mawar juga
perempuan yakni sebagai “Wadah
telah membantu dalam pelaksanaan
untuk meningkatkan pengetahuan,
kesenian karawitan ini, meskipun
wawasan, dan keterampilan yang
masih dalam tahap-tahap yang
terkait dengan pemenuhan kehidupan
sederhana, seperti pembuatan susunan
perempuan dan keluarganya, melalui
pengurus dari kesenian karawitan
organisasi perempuan memperoleh
Dusun Karangmojo dan menjadi
pengetahuan baru yang terkait dengan
sarana dari kaum perempuan dalam
kehidupannya, termasuk keterampilan
hal ini ibu-ibu Dusun Karangmojo
kerja dan kewirausahaan yang bisa
untuk saling bertemu dan
memberi peluang kerja dan usaha
membicarakan terkait program-
bagi perempuan”. Hal serupa
205 Pemberdayaan Perempuan Melalui Kesenian Karawitan …….. Nurendra

program dari kesenian karawitan 2. Meningkatnya Peran


maupun hanya sebatas memberikan Perempuan dalam Bidang Sosial,
informasi terkait kegiatan-kegiatan Budaya, dan Ekonomi melalui
yang akan dilakukan. Kesenian Karawitan.
Sehingga dapat disimpulkan a. Meningkatnya Peran
bahwa keberadaan PKK Mawar Perempuan dalam Bidang
sebagai induk dari kesenian karawitan Sosial
belum mampu berkontribusi secara Dalam pemberdayaan perempuan
maksimal terhadap pemberdayaan oleh PKK Mawar melalui kesenian
perempuan melalui kesenian karawitan ini, telah memberikan
karawitan ini dikarenakan dampak terhadap ibu-ibu untuk turut
kepengurusan yang masih baru dan serta membantu kemajuan Desa, yaitu
masih minimnya bantuan maupun dengan menampilkan kesenian
keterlibatan PKK Mawar dalam karawitan di Objek Pariwisata Goa
kegiatan kesenian. Akan tetapi Pindul. Penampilan kesenian
kontribusi PKK Mawar dalam karawitan ini telah membantu dalam
kesenian karawitan telah sesuai mempromosikan Goa Pindul terhadap
dengan salah satu Misi yang diemban pengunjung, hal ini dibuktikan
dari Tim Penggerak PKK pusat (2010 dengan penyertaan kesenian
:3) , yakni Meningkatkan pengelolaan karawitan dalam brosur Goa Pindul.
gerakan PKK baik kegiatan Sesuai dengan pernyataan Chatarina
pengorganisasian maupun Rusmiyati (2011: 16) yang
pelaksanaan program yang menyatakan bahwa pemberdayaan
disesuaikan dengan situasi dan adalah suatu cara rakyat, organisasi,
kondisi masyarakat. PKK Mawar dan komunitas diarahkan agar mampu
sebagai induk kegiatan kesenian menguasai kehidupanya, atau
karawitan berusaha untuk pemberdayaan dianggap sebuah
meningkatkan pengelolaan dan proses menjadikan orang cukup kuat
pelaksanaan program salah satunya untuk berpartisipasi terhadap
yaitu kesenian karawitan ini, meski kejadian-kejadian serta lembaga yang
belum mampu berkontribusi secara
mempengaruhi kehidupanya.
maksimal karena kepengurusan yang Berdasarkan hasil penelitian
baru, tetapi PKK Mawar telah maka dapat disimpulkan bahwa
memulai untuk meningkatkan bidang sosial yang dituju dalam
pengelolaan programnya supaya pemberdayaan melalui kegiatan
menjadi lebih baik dan terorganisir. Kesenian Karawitan kelompok PKK
Mawar ini menghasilkan beberapa
peningkatan seperti berikut ini : 1)
Peningkatan rasa kepedulian terhadap
kemajuan desa; 2) Memiliki rasa
Diklus, Edisi XVII, Nomor 01, Septmber 2013
206

kebersamaan dengan anggota kepedulian terhadap kebudayaan


kelompok yang lain; 3) Meningkatnya bangsa.
rasa percaya diri ibu-ibu dalam c. Meningkatnya peran
berkegiatan; 4) Turut serta dalam Perempuan dalam Bidang
mendukung kegiatan pariwisata di Ekonomi
Goa Pindul yaitu dengan tampil setiap Berkenaan dengan pemaknaan
seminggu sekali. konsep peemberdayaan masyarakat,
b. Meningkatnya Peran menurut Winarni (Ambar teguh S,
Perempuan dalam Bidang 2004: 79) mengungkapkan bahwa inti
Budaya dari pemberdayaan adalah meliputi
Proses pemberdayaan perempuan tiga hal, yaitu pengembangan
memiliki tujuan untuk meningkatkan (enabling), memperkuat potensi atau
peran dan kemampuan kaum daya (empowering), dan terciptanya
perempuan dalam segala bidang. kemandirian.Kegiatan kesenian
Salah satu wujud dari meningkatnya karawitan ini telah memberikan
peran perempuan dalam bidang manfaat bagi ibu-ibu dari segi
kebudayaan yaitu timbulnya rasa atau ekonomi. Melalui kesenian karawitan
keinginan ibu-ibu untuk mencintai, ini telah memberikan kepuasan
menjaga dan ikut melestarikan salah kepada ibu-ibu untuk medapatkan
satu kebudayaan jawa ini. penghasilan melalui proses dan kerja
Dari hasil penelitian di atas, keras dalam bermain gamelan. Dari
diketahui bahwa adanya kelompok proses pengembangan (enabling)
kesenian karawitan di PKK Mawar yaitu berupa pengembangan terhadap
ini memberikan konstribusi dalam rasa keinginan yang tinggi yang
bidang budaya melalui aktivitas yang dimiliki kaum perempuan di Dusun
dilakukan. Belajar menabuh gamelan Karangmojo pada suatu kegiatan yang
dan tampil di depan para tamu adalah bernilai positif dan tersedianya
rutinitas yang dilakukan oleh ibu-ibu fasilitas yang kemudian melahirkan
anggota kelompok karawitan. suatu kegiatan berupa kesenian
Pengetahuan dan keterampilan karawitan, kemudian berlanjut pada
kesenian budaya lokal yang dimiliki penguatan potensi yang dimiliki.
oleh ibu-ibu sekaligus mampu Dalam hal ini potensi yang dimiliki
meningkatkan rasa kepedulian yaitu kemampuan untuk memainkan
terhadap kebudayaan (kesenian gamelan sehingga dapat tampil dalam
karawitan) dan membuat ibu-ibu berbagai acara seperti di Obyek
semakin mencintai aktivitas bermain Wisata Goa Pindul dan dapat
gamelan serta menimbulkan rasa memberikan manfaat dalam segi
kepedulian untuk meng”uri-uri” ekonomi. dengan mendapatkan
kebudayaan setelah belajar kesenian manfaat dalam segi ekonomi inilah
karawitan, meningkatnya rasa kemudian akan terciptanya
207 Pemberdayaan Perempuan Melalui Kesenian Karawitan …….. Nurendra

kemandirian dalam diri perempuan sangat berpengaruh terhadap suatu


tanpa harus selalu bergantung kepada proses kegiatan yang akan berjalan.
laki-laki. Dari penelitian di atas diketahui
Pemberdayaan perempuan dalam bahwa faktor yang mendukung
bidang ekonomi melalui kesenian kegiatan kesenian karawitan dalam
karawitan ini Sesuai dengan pemberdayaan perempuan yakni
penjelasan Loekman Sutrisno (1997: berasal dari dalam dan luar
92-93) bahwa terdapat satu kelompok.Adanya keinginan dan
persyaratan penting yang harus motivasi yang muncul oleh tiap
dipenuhi oleh tiap pengembangan anggota menjadi faktor pendukung
kelompok perempuan yakni dari dalam kelompok yang
peningkatan kualitas hidup kelompok menjadikan kegiatan pemberdayaan
perempuan di Indonesia dalam bidang ini dapat berjalan.Sedangkan dari luar
ekonomi dan perbaikan status kelompok yakni fasilitas yang
perempuan. Penjelasan tersebut memadai, adanya dukungan dari
menunjukkan bahwa kesenian keluarga anggota kelompok
karawitan PKK Mawar ini telah karawitan.
sesuai dengan pernyataan tersebut. Disamping faktor pendukung
Pemberdayaan perempuan dalam yang memberikan dorongan dalam
bidang ekonomi melalui kesenian suatu kegiatan juga terdapat faktor
karawitan yaitu berupa proses ibu-ibu yang menghambat jalannya suatu
untuk dapat mendapatkan penghasilan kegiatan.Faktor yang menghambat
melalui kesenian karawitan ini, jalannya suatu kegiatan disebut faktor
meskipun hasil yang didapat tidak penghambat.
seberapa akan tetapi proses dalam Dari penelitian di atas diketahui
mendapatkan hasil ini telah bahwa faktor penghambat dalam
memberikan dampak bagi ibu-ibu kegiatan kesenian karawitan ini yang
untuk terus melakukan kegiatan menghambat yaitu terkait dengan
serupa yang mampu menghasilkan kesibukan masing-masing dari setiap
atau memberikan manfaat. anggota, sehingga untuk mengatur
3. Faktor Pendukung dan waktu ibu-ibu harus menyiasati
Penghambat Pemberdayaan meskipun terkadang harus
Perempuan dalam Kesenian mengorbankan salah satu
Karawitan kegiatan.Selain itu terdapat juga
Dalam suatu kegiatan tentu hambatan pelaksanaan kegiatan
terdapat faktor yang dapat mendorong karawitan yaitu pembagian kelompok
dan memberikan kekuatan dalam ketika tampil dalam acara-acara,
pelaksanaan kegiatan, faktor tersebut dimana terkadang hanya satu
dinamakan faktor pendorong. Faktor kelompok saja yang sering tampil
pendorong dapat menjadi hal yang sehingga menimbulkan pertanyaan
Diklus, Edisi XVII, Nomor 01, Septmber 2013
208

bagi ibu-ibu yang lain. Kurang diri ibu-ibu dalam berkegiatan,


meratanya pembagian kelompok Turut serta dalam mendukung
untuk tampil dalam suatu acara kegiatan pariwisata di Goa Pindul
menjadi salah satu faktor penghambat yaitu dengan tampil setiap
dalam pemberdayaan perempuan seminggu sekali.
melalui kesenian karawitan ini karena b. Dalam Bidang Budaya:
dapat menimbulkan ketidak Meningkatkan rasa kepedulian
harmonisan dalam kelompok. terhadap kebudayaan(kesenian
karawitan), Memunculkan
PENUTUP kecintaan melakukan aktivitas
Simpulan menabuh gamelan, Menimbulkan
Berdasarkan hasil penelitian rasa kepedulian untuk meng-uri-
dan pembahasan, penelitian ini dapat uri budaya kesenian karawitan
disimpulkan sebagai berikut: dengan aktif berkesenian
1. Konstribusi PKK Mawar dalam karawitan.
pemberdayaan perempuan c. Dalam Bidang Ekonomi :
melalui kesenian karawitan Melatih ibu-ibu untuk mengelola
adalah 1) Penyusunan pengurus keungan secara kelompok,
dan anggota kesenian karawitan; Memberikan kemampuan kepada
2) Menjadi wadah atau forum ibu-ibu untuk mendapatkan
bertemunya ibu-ibu Dusun penghasilan secara mandiri,
Karangmojo untuk saling diskusi Menghasilkan pendapatan
dan bertukar informasi terkait tambahan yang digunakan
program kesenian karawitan; 3) untukmemenuhi kebutuhan
Menyelenggarakan kegiatan rumah tangga.
pemberdayaan berbasis budaya Faktor pendukung dalam
melalui pengetahuan dan pemberdayaan perempuan melalui
keterampilan tentang kesenian kesenian karawitan adalah 1)
karawitan. Motivasi dari diri anggota; 2)
2. Pemberdayaan perempuan Dukungan dan ijin dari masing-
melalui kesenian karawitan masing pihak keluarga anggota
dalam meningkatkan peran karawitan; 3) Adanya fasilitas yang
perempuan di bidang sosial, memadai untuk kegiatan karawitan.
budaya dan ekonomi antara lain : Faktor penghambat pemberdayaan
a. Dalam Bidang Sosial : perempuan melalui kesenian
Meningkatnya rasa kepedulian karawitan ini yaitu 1) kesibukan
terhadap kemajuan desa, masing-masing dari anggota; 2)
Memiliki rasa kebersamaan pembagian kelompok kesenian
dengan anggota kelompok yang karawitan untuk tampil dalam setiap
lain, Meningkatnya rasa percaya acara.
209 Pemberdayaan Perempuan Melalui Kesenian Karawitan …….. Nurendra

Saran DAFTAR PUSTAKA


Berdasarkan penelitian yang
Ambar Sulistiyani T. (2004).
telah dilakukan maka peneliti
Kemitraan dan Model-model
memberikan beberapa saran Pemberdayaan.Yogyakarta: Gala
terkaitPemberdayaan Perempuan Media.
melalui Kesenian Karawitan oleh Bainar, (1998). Wacana Perempuan
PKK Mawar, yaitu: dalam Keindonesiaan dan
1. PKK Mawar diharapkan untuk Kemodernan.Jakarta : Pustaka
Cidesindo.
lebih meningkatkan
Chatarina Rusmiyati. (2011).
kontribusinya terhadap kesenian Pemberdayaan Remaja Putus
karawitan dengan lebih banyak Sekolah.Yogyakarta : BP2P3KS
terlibat dalam proses persiapan PRESS.
maupun pelaksanaan kegiatan, Direktorat Pemberdayaan Keluarga
sehingga dengan lebih dan Kelembagaan Sosial.(2011).
meningkatnya keterlibatan PKK Berdaya Bersama Perempuan
Indonesia. Jakarta: Kementerian
Mawar dapat memaksimalkan
Sosial RI.
pemberdayaan perempuan bagi Edi Suharto. (2010). Membangun
warga Dusun Karangmojo Masyarakat Memberdayakan
2. Pemberdayaan perempuan Rakyat : Kajian Strategis
melalui kesenian karawitan Pembangunan Kesejahteraan
sangat bermanfaat bagi kaum Sosial dan Pekerjaan Sosial.
Bandung : PT. Refika Aditama.
perempuan, sehingga kegiatan ini
Loekman Soetrisno. (1997),
perlu dijaga dan dikembangkan
Kemiskinan, Perempuan, dan
lagi agar nantinya peran
Pemberdayaan.Yogyakarta :
perempuan di sektor publik
Penerbit Kanisius.
menjadi lebih meningkat.
Tim Penggerak PKK Pusat.(2010).
3. Faktor pendukung diharapkan
Hasil Rapat Kerja Nasional VII
dapat memberikan semangat bagi
PKK. Jakarta: Tim Penggerak
kaum perempuan untuk terus
PKK Pus
berkarya. Sedangkan terkait
faktor penghambat perlu
penyusunan waktu kegiatan yang
bisa disesuaikan oleh ibu-ibu dan
terkait pembagian kelompok
yang tampil dalam suatu event
perlu lebih merata agar semua
mendapat kesempatan.