Anda di halaman 1dari 18

Makalah Bimbingan dan Konseling

“Bidang Pelayanan BK dan Peran Guru dalam Bidang Pengembangan Pelayanan BK“

Oleh :

Kelompok 6
Alifia Syarna Salika 16045041
Ari Setiawan 16086118
Cendani Jutin 16045081

Dosen Pengampu :
Zadrian Ardi, S.Pd, M.Pd.

Universitas Negeri Padang


2018
Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayahnya kepada kita semua, sehingga
kita masih bisa melaksanakan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Diantaranya menulis makalah
Bimbingan dan Konseling yang berjudul “Bidang Pelayanan BK dan Peran Guru dalam Bidang
Pengembangan Pelayanan BK”. Dan terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Zadrian Ardi,
S.Pd, M.Pd. sebagai dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling atas bimbingannya serta ilmu
yang diberikan.

Makalah ini masih jauh dari kategori sempurna, untuk itu penulis berharap kepada para
pembaca agar memberi kritik dan sarannya, agar makalah ini menjadi lebih baik lagi. Akhir kata
penulis ucapkan terimakasih, semoga makalah ini memberi manfaat bagi kita semua.

Padang, 1 Oktober 2018

Penulis

i
Daftar Isi

Halaman

Kata Pengantar………………………………………………….………………............ i

Daftar Isi………………………………………………………………………....……... ii

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang…………………………………………………………....... 1
B. Rumusan Masalah………………………………………………………….. 1
C. Tujuan……………………………………………………………………….. 2
D. Manfaat……………………………………………………………………... 2

BAB II Pembahasan

A. Bimbingan dan Konseling di bidang Pribadi................................................. 3


B. Bimbingan dan Konseling di bidang Sosial................................................... 3
C. Bimbingan dan Konseling di bidang Belajar.................................................. 4
D. Bimbingan dan Konseling di bidang Karir..................................................... 6
E. Peran Guru dalam Bidang Pengembangan Pelayanan BK............................. 8
BAB III Penutup

A. Kesimpulan....................................................................................................... 14
B. Saran................................................................................................................. 14

Daftar Pustaka…………………………………………………………………............... 15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk
pribadi siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Sekolah
merupakan suatu sistem yang komponen- komponen didalamnya terintegrasi dengan
baik.
Bimbingan Konseling (BK) adalah salah satu komponen sekolah yang bertugas
membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi komponen sekolah yang lain.
Khususnya para siswa atau anak didik baik permasalahan pribadi, keluarga maupun sosial
masyarakat sehingga tercapai tujuan pendidikan.
Secara formal kedudukan BK dalam sistem pendidikan di Indonesia ada didalam undang-
undang No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional beserta perangkat peraturan
pemerintahannya, sedangkan hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan dasar dimana
sekolah dasar ada didalamnya dibicarakan secara khusus dalam PP No. 28/1999 tentang
pendidikan dasar bab X. pada pasal 25 ayat I, dalam PP tersebut dikatakan bahwa: 1.
bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya
menemukan pribadi, mengenal ligkungan dan merencanakan masa depan. 2. bimbingan
diberikan oleh guru pembimbing.
Peraturan pemerintah tersebut mengisyaratkan bahwa layanan BK di sekolah dasar sangat
penting untuk dilaksanakan secara khusus, terprogram dan ditangani dengan baik oleh
guru yang bersangkutan agar siswa-siswanya dapat mengembangkan kemampuan yang di
miliki dapat berkembang dengan baik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja bidang-bidang pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah?
2. Bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang pribadi?
3. Bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang sosial?
4. Bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang
pembelajaran?
5. Bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang karir?

1
6. Bagaimana peran guru dalam bidang pengembangan pelayanan BK?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa saja bidang-bidang pelayanan Bimbingan dan Konseling di
sekolah
2. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di
bidang pribadi
3. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di
bidang sosial
4. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di
bidang pembelajaran
5. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling di
bidang karir
6. Untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam bidang pengembangan pelayanan BK

D. Manfaat
1. Supaya kita mengetahui bidang-bidang pelayanan Bimbingan dan Konseling di
Sekolah
2. Supaya kita mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling
di bidang pribadi
3. Supaya kita mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling
di bidang sosial
4. Supaya kita mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling
di bidang pembelajaran
5. Supaya kita mengetahui bagaimana karakteristik pelayanan Bimbingan dan Konseling
di bidang karir
6. Supaya kita mengetahui peran guru dalam bidang pengembangan pelayanan BK

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang pribadi (Bimbingan Pribadi)


Bimbingan Pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami,
menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi yang
sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya. Bidang bimbingan pribadi
bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mengenal diri sendiri agar dapat menjadi
pribadi yang baik dan dapat mengambil keputusan tentang dirinya sendiri.
Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan memamahami serta
mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
mandiri, aktif dan kreatif, serta sehat jasmani dan rohani. Bidang bimbingan ini meliputi
pokok-pokok materi berikut:
1. Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa.
2. Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk
kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan
pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.
4. Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha
penanggulangannya.
5. Pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri.
6. Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat, baik secara rohaniah maupun jasmaniah.
7. Pengembangan kemampuan untuk mengarahkan diri sesuai keputusan yang telah
diambilnya.

B. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang sosial (Bimbingan Sosial)


Bimbingan Sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami
dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif
dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
Bidang ini bertujuan membantu peserta didik memahami diri kaitannya dengan interaksi

3
dirinya dengan lingkungan dan etika yang didasari dengan budi pekerti luhur dan tanggung
jawab sosial.
Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa dalam proses sosialisasi untuk
mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan
rasa tanggung jawab. Bidang bimbingan ini memuat pokok-pokok materi berikut:
1. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan
secara efektif.
2. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial, baik di rumah, di
sekolah, maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma, sopan santun, serta
nilai-nilai agama, adat, peraturan dan kebiasaan yang berlaku.
3. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman
sebaya.
4. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah, rumah dan lingkungan serta
kesedaran untuk melaksanakannya.
5. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi
secara dinamis kreatif dan produktif.
6. Orientasi tentang hidup berkeluarga.
Ada beberapa macam layanan bimbingan sosial, yaitu:
1. Layanan Informasi
Layanan informasi mencakup informasi tentang keadaan masyarakat yang dapat
mencakup perkembangan tentang ciri-ciri masyarakat maju dan modern, makna ilmu
pengetahuan dan pentingnya IPTEK bagi kehidupan manusia serta informasi tentang
cara-cara bergaul.
2. Layanan Orientasi
Layanan orientasi untuk bidang pengembangan hubungan sosial adalah suasana,
lembaga dan objek-objek pengembangan sosial seperti berbagai suasana hubungan sosial
antar indivdu dalam keluarga, organisasi atau lembaga tertentu, dalam acara sosial
tertentu.

4
C. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang belajar (Bimbingan Belajar)
Bimbingan Belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan
kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar
secara mandiri. Bidang ini bertujuan membantu peserta didik dalam mengenal,
menumbuhkan dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk
menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan program belajar di sekolah.
1. Aspek-aspek bimbingan belajar
Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengembangkan kebiasaan
belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya
untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bidang
bimbingan ini meliputi pokok-pokok materi berikut:
a. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dari berbagai
sumber belajar, bersikap terhadap guru dan narasumber lainnya, mengikuti pelajaran
sehari-hari, mengerjakan tugas, mengembangkan keterampilan belajar dan menjalani
program penilaian.
b. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih baik secara mandiri maupun kelompok.
c. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran
d. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan
e. Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya yang ada
di sekolah, lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan
dan kemamapuan serta pengembangan pribadi.
2. Tujuan bimbingan belajar
Secara umum tujuan belajar adalah membantu individu (siswa) agar mencapai
perkembangan yang optimal, sehingga tidak menghambat prkembangan belajar siswa.
Selain itu secara khusus tujuan belajar yaitu agar siswa mampu menghadapi dan
memecahkan masalah-masalah belajar.Sedangkan dalam konteks kemandirian tujuan
bimbingan belajar adalah agar siswa mandiri dalam belajar.
3. Bentuk-bentuk layanan bimbingan belajar
Ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan belajar, yaitu:

5
a. Orientasi kepada siswa (khususnya siswa baru) tentang tujuan sekolah dan madrasah,
isi kurikulum pembelajaran, struktur organisasi sekolah, cara-cara belajar yang tepat,
dan penyesuaian diri dengan corak pendidikan di sekolah atau madrasah.
b. Penyadaran kembali secara berkala tentang cara belajar yang tepat selama mengikui
pelajaran di sekolah dan madrasah maupun dirumah baik secara individual maupun
kelompok.
c. Bantuan dalam memilih jurusan atau program studi yang sesuai, memilih kegiatan-
kegiatan non akademik yang menunjang usaha belajar dan memilih program studi
lanjutan untuk tingkat pndidikan yang lebih tinggi. Bantuan ini juga menyangkut
penyebaran informasi tentang program studi yang tersedia pada jenjeng pendidikan
tertentu.
d. Pengumpulan data siswa (layanan pengumpulan data) yang berkenaan dengan
kemampuan intelektual, bakat khusus, cita-cita hidup, ada program studi atau
jurusan-jurusan tertentu dan lain sebagainya.
e. Bantuan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar seperti kurang mampu
menyusun dan mentaati jadwal belajar dirumah, kurang siap menghadapi ujian atau
ulangan, kurang dapat berkonsentrasi, kurang menguasai cara belajar yang tepat di
berbagai mata pelajaran, menghadapi keadaan dirumah yang mempersulit cara
belajar secara rutin dan lain sebagainya.
f. Bantuan dalam hal membuat kelompok-kelompok belajar dan mengatur kegiatan-
kegiatan belajar kelompok supaya belajar berjalan secara efektif dan efisien.

D. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di bidang karir (Bimbingan Karir)


Bimbingan Karier, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami
dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karier. Bidang ini bertujuan
membantu peserta didik mengenal dunia kerja agar dapat menentukan kemana selanjutnya
mereka akan melangkah setelah lulus dan mengetahui potensi diri yang dimiliki agar dapat
diterapkan dengan kehidupannya serta dapat membaca peluang karier yang tersedia di
lingkungan sekitarnya.
Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karier adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri
menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta

6
membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan
berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karier juga dapat
dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat
sebagai bagian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap
pengalaman belajar bidang studi.
Bimbingan karier adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu
(siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami
dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang
diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya
tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-
persyaratan dan tunutan pekerjaan / karier yang dipilihnya (Ruslan A.Gani : 11)
Menurut Herr bimbingan karier adalah suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang
sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu
memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan
dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-
ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan
mengelola perkembangan kariernya (Marsudi, 2003:113).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karier adalah suatu upaya bantuan
terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia
kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang
diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan
bertanggungjawab.
1. Aspek-aspek bimbingan karier
Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengenali dan mulai
mengarahkan diri untuk masa depan karier. Bidang bimbingan ini memuat pokok-pokok
materi berikut:
a. Pengenalan awal terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
b. Pengenalan, orientasi dan informasi karier pada umumnya secara sederhana.
c. Pengenalan dan pemahaman diri secara awal berkenaan dengan kecenderungan
karier yang hendak dikembangkan.

7
d. Orientasi dan informasi sederhana terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya
dalam kaitannya dengan karier yang hendak dikembangkan.
2. Tujuan bimbingan karier
Berdasarkan pengertian diatas, dapat di ketahui bahwa tujuan bimbingan karier
antara lain:
a. Agar siswa memperoleh informasi tentang karier atau jabatan atau profesi tertentu.
b. Agar siswa memperoleh pemhaman tentang karier atau pekerjaan atau profesi
tertentu secara benar.
c. Agar siswa mampu merencanakan dan memilih karier tertentu kelak setelah selesai
dari pendidikan.
d. Agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan karier yang akan dipilihnya kelak.
e. Agar siswa mampu mengembangkan karier setelah selesai dari pendidikannya.
Dengan demikian, bimbingan karier di sekolah atau di madrasah tidak secara
langsung membantu siswa untuk berkarier tetapi lebih banyak bersifat informasi. Hal ini
tentunya pengecualian bagi sekolah-sekolah kejuruan yang berorientasi karier, dimana
selain siswa dibekali tentang aplikasi karier-karier tertentu, juga dibimbing bagaimana
pemilihan, perencanaan, dan pengembangannya.

3. Bentuk-bentuk layanan bimbingan karier


Beberapa jenis layanan karier yang bisa diberikan kepaa siswa disekolah dan
madrasah antara lain:
a. Layanan informasi tentang diri sendiri, yang mencakup: kemampuan intelektual,
bakat khusus dibidang akademik, minat-minat umum dan khusus, hasil belajar dalam
berbagai bidang studi, sifat-sifat kepribadian yang ada relevansinya dengan karier
seperti potensi kepemimpinan, kejujuran, keterbukaan, dll, nilai-nilai kehidupan dan
cia-cita masa depan, keterampilan-keterampilan khusus yang dimiliki siswa,
kesehatan fisik dan mental, kematangan vokasional, dan lain sebagainya.
b. Layanan informasi tentang lingkungan hidup yang relevan bagi perencanaan karier,
yang mencakup: informasi pendidikan (educational information), informasi jabatan
(vocational information), atau informasi karier (career information).

8
c. Usaha-usaha membantu siswa merencanakan masa depannya, mencakup:
perencanaan masa depan, pengambilan keputusan, penyaluran ke salah satu jalur
studi akademik, pemantapan dan orientasi.
d. Layanan orientasi untuk bidang pengembangan karier mencakup suasana, lembaga,
dan objek karier (pekerjaan) seperti kantor, bengkel, pabrik, pengoperasionalan
perangkat kerja tertentu, dan lain sebagainya.

E. Peran Guru dalam Bidang Pengembangan Pelayanan BK sesuai dengan Mata


Pelajaran yang diampu/dibina
Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang
dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas
perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang
sebagai individu yang mandiri dan produktif. Siswa adalah individu yang unik. Artinya,
tidak ada dua individu yang sama. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki
kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat,
kemampuan dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang
sedang berkembang. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan
itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing.
Hubungan guru dan siswa seperti halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani
tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya.
Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai
pada waktunya untuk berbuah. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu
tumbuh dengan sempurna, tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan tanaman
tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat, yaitu dengan cara menyemai, menyiram,
memberi pupuk dan memberi obat pembasmi hama. Demikian juga halnya dengan seorang
guru. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ”itu” atau jadi ”ini”. Siswa akan tumbuh
dan berkembang menjadi seseorang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas
guru adalah menjaga, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang
sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Inilah makna peran sebagai pembimbing. Jadi,
inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan
interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya.

9
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan
pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan
pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat
diharapkan guna kepentingan efektifitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di
sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi
siswanya. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru
yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki
pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru
mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan
bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus
manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan
menghargai tanpa syarat.
Lebih jauh, Abin Syamsuddin (2003) menyebutkan bahwa guru sebagai pembimbing
dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam
belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus
membantu pemecahannya (remedial teaching). Berkenaan dengan upaya membantu
mengatasi kesulitan atau masalah siswa, peran guru tentu berbeda dengan peran yang
dijalankan oleh konselor profesional. Sofyan S. Willis (2004) mengemukakan tingkatan
masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk
kategori ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, berkelahi
dengan teman sekolah, bertengkar, minum minuman keras tahap awal, berpacaran, mencuri
kelas ringan.
Dalam konteks organisasi layanan Bimbingan dan Konseling, di sekolah, peran dan
konstribusi guru sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan
Bimbingan dan Konseling di sekolah. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung
jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah:
1) Membantu konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan
bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
2) Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
3) Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling
kepada konselor.

10
4) Menerima siswa alih tangan dari konselor, yaitu siswa yang menuntut konselor
memerlukan pelayanan khusus, seperti pengajaran/latihan perbaikan, dan program
pengayaan.
5) Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan
siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.
6) Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan
atau kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti atau menjalani layanan
kegiatan yang dimaksudkan itu.
7) Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian
pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

Peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dapat di bedakan menjadi
beberapa bagian yaitu:
1. Tugas guru dalam layanan bimbingan dalam kelas
Kejelasan gambaran tugas dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam
kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan
itu. Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, misalnya guru yang bersifat
otoriter akan menimbulkan suasana tegang, hubungan guru siswa menjadi kaku, keterbukaan
siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelajaran itu menjadi
terbatas. Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan
belajar-mengajar. Seorang guru dapat melakukan bimbingan di dalam kelas dengan hal-hal
berikut.
a) Guru sebagai pembangkit motivasi belajar
Pembangkitan motivasi belajar oleh guru kelas dapat dilakukan secara khusus
menggunakan jam pelajaran atau diselipkan sambil mengajar atau memberikan
latihan-latihan. Selain itu guru juga harus melakukan upaya-upaya untuk
membangkitkan motivasi belajar peserta didik antara lain:
1) Menjelaskan manfaat dan tujuan dari pelajaran yang diberikan. Tujuan yang
jelas dan manfaat yang betul-betul dirasakan oleh peserta didik akan
membangkitkan motivasi belajar.

11
2) Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa.
Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik minat sisiwa, dan minat tersebut
merupakan salah satu bentuk motivasi.
3) Memilih cara penyajian yang bervariasi, sesuai dengan kemampuan peserta
didik dan banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mencoba dan berpartisipasi. Banyak berbuat dalam belajar akan lebih
membangkitkan semangat dibandingkan hanya dengan mendengarkan. Oleh
karena itu, guru perlu menciptakan berbagai kegiatan peserta didik di dalam
kelas.
4) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meraih kesuksesan.
Kesuksesan yang dicapai oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi
belajar, dan sebaliknya kegagalan yang terjadi pada peserta didik dapat
menghilangkan motivasi.
5) Memberikan kemudahan dan bantuan kepada peserta didik dalam proses
belajar. Tugas guru ialah membantu mengoptimalkan perkembangan siswa.
Agar perkembangan peserta didik lancar, guru memberikan kemudahan-
kemudahan dalam belajar, dan tidak mempersulit perkembangan belajar yang
dialami siswa. Apabila peserta didik mengalami kesulitan atau hambatan
dalam belajar, guru memberikan bantuan baik secara langsung maupun
dengan memberi petunjuk kepada siapa atau kemana meminta bantuan.
6) Memberikan pujian, ganjaran, ataupun hadiah untuk membangkitkan
motivasi belajar peserta didik.

2. Guru sebagai tokoh kunci dalam bimbingan


Guru memiliki hubungan yang erat dengan murid. Karena guru banyak memiliki waktu dan
kesempatan untuk mempelajari murid, mengawasi tingkah laku dan kegiatannya.
Kedudukan guru dalam pendidikan yaitu memiliki wewenang sepenuhnya dalam
mempelajari dan memahami siswa-siswanya, bukan saja sebagai individu tetapi juga sebagai
anggota kelompok atau kelasnya. Sejak siswa masuk ke sekolah dari pagi hari sampai
sekolah usai, guru akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk membantu BK dalam
mengumpulkan data yang diperlukan agar dapat memahami siswa dengan baik.

12
Sebagian dari data tersebut didapatkan dari murid sendiri atau dari orang tuanya dengan
mengisi formulir-formulir isian atau melalui informasi lisan. Data lainnya diperoleh dari
pelaksanaan tes atau melalui observasi terhadap kegiatan-kegiatan siswa, kebiasaan dan
tingkah lakunya baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Karena itulah guru memiliki peran
penting sebagai anggota utama di antara petugas-petugas bimbingan. Pada umumnya guru
tersebut berada pada posisi yang lebih baik untuk mengetahui masalah-masalah, sikap dan
kebutuhan siswa sehingga memudahkan guru untuk memberikan bantuan kepada siswa yang
membutuhkan.

3. Mengetahui murid sebagai individu


Tugas pertama guru dalam bimbingan adalah mengetahui atau lebih mengenal siswanya.
Kegiatan bimbingan tidak akan berhasil dengan baik manakala guru kurang memahami siswa.
Oleh karena itu diperlukan pemahaman atau pengetahuan terhadap siswa tentang
kebiasaannya dalam belajar, dalam bermain, kesehatannya, asal-usulnya, teman-teman
karibnya bahkan latar belakang sosial-ekonominya Djumhur (1975: 127-129).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan
fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu: Mengusahakan agar siswa-siswa dapat
memahami dirinya, kecakapan-kecakapan, sikap, minat, dan pembawaannya. Menyediakan
kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman, dan berkeyakinan bahwa
kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan
perhatian. Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku sosial yang
baik. Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang
lebih baik. Membantu memilih jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan dan
minatnya. Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati,
menyenangkan. Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu,
siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya
sendiri untuk mandiri. Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan
membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu. Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan
terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja, melainkan menyangkut
pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bimbingan merupakan suatu proses bantuan psikologis dan kemanusiaan secara ilmiah dan
profesional yang dibekali oleh pembimbing kepada yang dibimbing (peserta didik) agar ia
dapat berkembang secara optimal. Sedangkan konseling merupakan situasi pertemuan tatap
muka antara konselor dengan klien (siswa) yang berusaha memecahkan sebuah masalah
dengan mempertimbangkannya bersama-sama sehingga klien dapat memecahkan
masalahnya berdasarkan penentuan sendiri.

Materi bimbingan dan konseling terbagi dalam 4 (empat) bidang bimbingan yaitu :
Bimbingan sosial, bimbingan belajar, bimbingan karier, dan bimbingan pribadi. Bimbingan
sosial membantu peserta didik dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Bimbingan
belajar membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam mengikuti
pendidikannya. Bimbingan karier membantu peserta didik peserta didik agar dapat
menentukan kemana selanjutnya mereka akan melangkah setelah lulus. Bimbingan pribadi
membantu peserta didik dalam mengenal dirinya sendiri. Bimbingan keluarga membantu
peserta didik memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga.

B. Saran
Suatu kemampuan dapat berkembang secara optimal apabila mendapat bimbingan dan
konseling yang terarah. Oleh karena itu, guru Bimbingan dan Konseling sebaiknya
menyusun dan melaksanakan program kegiatan terarah yang dapat mengembangkan potensi
siswa, baik bidang akademik, non akademik dan psikologis melalui pembelajaran yang
bermakna.

14
DAFTAR PUSTAKA

Priyatno dan Erman Anti. 1999. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta

Mamat Supriana. 2011. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta; Rajawali Pers

15