Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
2018
BAB. 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada zaman 9000 sebelum masehi susu sapi digunakan untuk makanan,
persembahan, korban, kosmetika dan obat di Amerika Serikat. Masyarakat India
menghasilkan mentega untuk keperluan pangan dan persembahan suci sejak 2000
tahun sebelum masehi, sedangkan di Mesir, masyarakat telah memanfaatkan susu,
keju dan mentega sejak 3000 tahun sebelum Masehi (Blakely, J dan David, H.B.,
1991).
Selama berabad – abad susu telah dikenal sebagai bahan pangan yang
dibutuhkan oleh manusia, karena susu mengandung semua komponen bahan yang
perlu dalam diet manusia. Disamping itu susu yang diproduksi dengan cara – cara
yang memenuhi persyaratan higienis, merupakan bahan pangan yang sesuai bagi
manusia, yaitu rasa yang dapat diterima, bersih dan aman, mudah dicerna dan
harga yang dapat dijangkau.
Air susu merupakan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena
kelezatan dan komposisinya yang ideal selain air susu mengandung semua zat
yang dibutuhkan oleh tubuh, semua zat makanan yang terkandung didalam air
susu dapat diserap oleh darah dan dimanfaatkan oleh tubuh.
. Menurut Standar Nasional Indonesia, es krim adalah sejenis makanan
semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran
susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan
lain yang diizinkan. Secara umum, komposisi bahan-bahan pembuat es krim
adalah sebagai berikut: 10-16% lemak susu (milkfat), 9-12% padatan susu bukan
lemak (milk solids-non-fat, MSNF), 12-16% pemanis, 0,2-0,5% penstabil
(stabilizer) dan pengemulsi (emulsifier), dan 55-64% air. Proses pembuatan es
krim terdiri dari: pencampuran, pasteurisasi, homogenisasi,
pendinginan, aging atau penuaan, freezing atau pembekuan, hardening atau
pengerasan, dan penyimpanan.
2. Teori Singkat
Dipandang dari segi gizi, susu merupakan bahan makanan yang hampir
sempurna dan merupakan minuman yang bergizi tinggi, khususnya karena susu
mengandung protein yang bernilai biologi tinggi serta mempunyai aroma yang
spesifik khas susu. Susu didefinisikan sebagai sekresi dari kelenjar susu binatang
yang menyusui anaknya (mamalia). Sebagai bahan pangan susu dapat digunakan
baik dalam bentuk aslinya sebagai satu kesatuan, maupun dari bagian-bagiannya.
Banyak sekali problema-problema yang dihadapi dalam pengolahan,
penyimpanan dan penggunaan air susu. Problema-problema tersebut dapat
dipecahkan terutama bila kita mengetahui secara mendalam susunan kimianya dan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahannya.
Es krim merupakan produk beku yang dibuat terutama dari susu atau
produk susu. Syarat-syarat produk ini adalah :
a. Mengandung lemak susu minimum 10%. Jika digunakan flavor (buah, kacang,
coklat) maka kadar lemak produk minimum 8%.
b. Mengandung minimum 20% padatan susu. Jika digunakan flavor maka kadar
padatan susu produk minimum 16%.
c. Stabilizer maksimum 0,5%.
d. Mengandung minimum 1,6 lb total per gallon produk atau berat produk minium
4,5 lg per gallon.
Bahan-bahan yang umumnya digunakan untuk membuat es krim antara
lain:
1. Susu cair atau susu bubuk
Bahan ini digunakan sebagai sumber padatan susu yaitu protein, lakosa
dan lemak. Bahan yang dapat digunakan sebagai sebagai sumber padatan susu
antara lain susu segar (fullcream), susu skim, susu bubuk fullcream atau susu
bubuk skim. Yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah susu bubuk
skim. Susu bubuk skim merpuakan sumber padatan susu bukan lemak yaitu
terutama protein dan laktosa. Penggunaan susu bubuk skim memberikan
keuntungan, antara lain :
a. Dapat diketahui dengan pastik komposisi bahan yang digunakan tanpa
melakukan analisis yang lama. Dengan demikian dapat dihitung kebutuhan
bahan dengan mudah sesuai dengan formula yang akan digunakan (untuk
mencukupi total padatan susu).
b. Harga susu bubuk skim lebih murah dibandingkan susu bubuk fullcream.
Jika digunakan susu bubuk skim maka kebutuhan lemak akan disuplai dari
bahan lain misalnya cream atau butteroil. Padatan susu berfungsi membentuk
body (tekstur) es krim disamping menimbulkan rasa.
2. Lemak susu
Sebagai sumber lemak susu biasanya digunakan krim yang berkadar lemak
sekitar 20 – 50% atau butteroil. Krim atau butteroil yang digunakan harus
diketahui dengan pastik kadar lemaknya agar dihitung jumlah bahan yang
dibutuhkan untuk mencukupi kadar lemak yang dikehendaki sesuai dengan
formula. Lemak susu berfungsi melembutkan tekstur es krim serta
menimbulkan rasa gurih.
3. Gula
Gula yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah gula pasri
(sukrosa), HFS (high fructose syrup) atau kombinasi keduanya. Gula berfungsi
memberika rasa manis disamping juga turut membentuk body atau tekstur.
Banyaknya gula yang digunakan sekitar 15%.
4. Stabilizer
5. Emulsifier
6. Flavor
b. Bahan:
1. Susu bubuk skim
2. Krim
3. Gula pasir/HFS
4. Stabilizer
4. Emulsifier
5. Flavor
6. Air
7. Es batu
5. Prosedur
g. Uji Katalase
Sebanyak 2 tetes contoh susu diteteskan pada spot test plate. Pada contoh
ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 2%.Aktifitas katalase dengan terbentuknya
gelembung-gelembung udara (O2).
h. Uji Oksidase
Sejumlah contoh susu dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian
ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 2% dan 2 tetes larutan parafenildiamin 2%
lalu dikocok. Jika contoh adalah susu mentah akan terbentuk warna violet. Jika
warna campuran tidak berubah, maka contoh susu telah dipanaskan pada suhu
tinggi. Intensitas warna yang terbentuk bergantung pada tingkat pemanasan susu
yang dilakukan.
i. Uji fosfatase
Ke dalam 2 tabung reaksi dimasukkan masing-masing 1 ml susu dan
dipanaskan pada penangas air sampai 370 C. Pada salah satu tabung
ditambahkan 1 tetes (0,04 ml) larutan fenolftalein monofosfat dank ke dalam
tabung yang lain ditambahkan 1 tetes fenolftalein tartrazine. Setelah
penambahan, kedua tabung dikocok dan diletakkan lagi dalam penangas air
selama 30 menit. Larutan NaOH 2,5 N ditetapkan pada kedua tabung reaksi
masing-masing sebanyak 1 tetes dan dikocok.
j. Berat jenis
Contoh susu sebanyak 1000 ml didinginkan sampai suhu 1000 C (500 F)
selama 2 jam. Contoh dikeluarkan dari pendinginan dan suhunya dibiarkan naik
sampai kira-kira 15,560 C (600 F) sambil dilakukan homogenisasi yaitu dengan
cara menuangkan contoh perlahan-lahan dari satu wadah ke wadah lain.
Diusahakan tidak ada udara yang terperangkap di dalam susu (menuangkannya
melewati dinding wadah). Contoh yang sudah homogen dituangkan ke dalam
gelas ukur sebanyak 500 ml. Laktometer yang bersih dan kering dicelupkan ke
dalam gelas ukur dan dibiarkan sampai stabil.Pembacaan skala dilakukan pada
miniscus atas.Selanjutnya lactometer dikeluarkan dan suhu segera diukur.
k. Pembuata es krim
a) Hitung masing-masing bahan yang akan digunakan sesuai dengan formula.
b) Timbang masing-masing bahan pada tempat yang berbeda.
c) Larutkan stabilizer pada suhu sekitar 900 C dalam sebagian air yang akan
digunakan. Sisa air digunakan untuk melarutkan bahan lainnya kecuali
buah, vanilla dan kacang.
d) Setelah stabilizer larut dengan sempurna, diamkan sebentar kemudian
masukkan campuran susu dan bahan lainnya ke dalamnya. Campuran ini
disebut adkonan es krim (ice cream mix).
e) Lakukan pasteurisasi terhadap adonan es krim pada suhu 71,10 C selama
20 menit atau pada suhu 79,40 C selama 25 detik.
f) Lakukan homogenisasi pada suhu 700 C.
g) Dinginkan dengan cepat sampai suhunya sekitar 40 C sambil diaduk.
h) Aging pada suhu 40 C selama 4 – 24 jam.
i) Bekukan dalam mesin pembuat es krim sampai suhunya sekitar – 5 0 C.
j) Lakukan hardening pada suhu – 200 C sampai -500 C selama minimum 4
– 5 jam
BAB. III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil
A. Pengamatan Susu Ultra
1. Organoleptic :
a. Warna= putih, khas susu
b. Aroma = khas susu
c. Rasa = khas, tidak ada penyimpangan
2. Uji alcohol = tidak terbentuk koagolasi
3. Uji kelengketan = lengket (+)
4. Uji aciditas
a. % asam laktat = ml NaOH x N NaOH / (g) contoh x 100%
= 4 ml x 0,1 N / 18 g x 100%
= 2,23%
b. pH susu = 6
5. Uji katalase = tidak terbentuk gelembung (-)
6. Uji laktosa
a. % laktosa = (w2-w1) / (ml) contoh x 100 % = 0%
B. Pengolahan susu menjadi es krim
Berat adonan es krim = 887 gram
B. Pembahasan
1. Pengamatan susu
Warna air susu dapat berubah dari satu warna ke warna yang lain,
tergantung dari bangsa ternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat, dan bahan
pembentuk warna. Warna air susu berkisar dari putih kebiruan hingga kuning
keemasan.
Warna susu kelompok kami yaitu susu ultra yang berwarna putih tulang.
Warna putih dari susu merupakan hasil dispersi dari refleksi cahaya oleh globula
lemak dan partikal koloidal dari kasein dan kalsium pospat. Warna kuning adalah
karena lemak dan karoten yang dapat larut. Bila lemak diambil dari susu maka
susu akan menunjukan warna kebiruan.
Pada hasil data pengamatan kami, susu yang kami tambahkan dengan 5ml
alcohol 70% tidak terjadi koagulasi hal ini menyatakan bahwa susu yang
dihasilkan oleh hewan tersebut tidak adanya penyakit.
c. Uji kelengketan
Susu ultra yang kami uji, mempunyai sifat lengket (ardhesive).Sifat ini
menunjukkan adaka kasein.Kasein mempunyai sifat lengket (dapat merekatkan
kertas).Kasein banyak digunakan untuk membuat perekat.
Asiditas susu segar dikenal sebagai asiditas alami yaitu berkisar 0,10 –
0,26% sebagai asam laktat, uji asiditas sering digunakan dalam penilaian mutu
susu. Berdasarkan hasil uji persen nilai asam laktat pada susu ultra adalah 2,23%.
Artinya susu jenis ini lemaknya masih stabil berkualitas bagus.
e. Kadar Laktosa Susu
Sebanyak 25 ml susu dimasukan kedalam Erlenmeyer. Asam khlorida atau
HCL ditambahkan kedalam contoh sampai pH menjadi 4-5. Lalu disaring dan
filtratnya dipanaskan sampai timbul gumpalan-gumpalan, kemudian disaring
kembali. Filtratnya ditempatkan pada cawan porselen dan keringkan pada suhu
sekitar 4 ºC. Kristal-kristal laktosa akan menempel didinding dan dasar cawan.
Kadar laktosa dapat dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut.
Sebanyak 2 tetes susu full cream yang diteteskan pada spot test plate. Pada
susu ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 3%. Aktifitas katalase dengan terbentuknya
gelembung-gelembung udara (O2).
· H2O2 3% : 1 tetes
2.. Es krim
Susu skim adalah padatan susu bukan lemak yang umum digunakan.
Komponen terbesar susu skim adalah laktosa dan protein susu (kasein dan whey).
Protein susu memiliki fungsi penting dalam es krim yaitu dapat menstabilkan
water-continuous emulsion dan buih karena mereka merupakan surface active
(Clarke, 2004). Kasein juga berperan dalam meningkatkan total padatan dalam
produk es krim. Es krim dengan penggunaan susu bubuk skim akan membuat es
krim memiliki teksture padat keras ketika membeku, dan waktu leleh lebih cepat.
Gula yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah gula pasir
(sukrosa), HFS (high fructose syrup) atau kombinasi keduanya. Gula berfungsi
memberikan rasa manis disamping juga turut membentuk body/kekentalan atau
tesktur. Banyaknya gula yang digunakan sekitar 15%.
BAB. III
KESIMPULAN
b. Es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan
tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan
atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan.
DAFTAR ISI