Anda di halaman 1dari 217

PETA KOTA PALANGKA RAYA

PROFIL KESEHATAN KOTA PALANGKA RAYA


TAHUN 2016

Penanggung Jawab

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya

Penyusun :

Ary Wijayanti, SKM, MPH


Miftakhul Hidayah, SKM
Gina Fatiah,S.Farm., Apt
Martin Luther,S.Kp.G
Harry Putra, SKM
Fuel Richwanto, SKM
Siti Hapsari, SKM
Magdalena Danisia, S.Si
Heriny, Amd.Keb
Dedy Irawan, S.Kep.,Ners
Linda, S.Kep., Ners

Kontributor :

BPS Kota Palangka Raya


PMI Kota Palangka Raya
BPM&KB Kota Palangka Raya
Sekretariat Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
Bidang PMK Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
Bidang SDMK Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
RS di Wilayah Kota Palangka Raya
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 I

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas limpahan rahmat dan karunia-NYA buku Profil Kesehatan
Kota Palangka Raya Tahun 2016 dapat diselesaikan.
Buku Profil kesehatan Kota Palangka Raya tahun 2016 merupakan
gambaran pembangunan kesehatan di wilayah Kota Palangka Raya
berdasarkan indikator-indikator, Sustainable Development Goals (SDGs),
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya serta kegiatan-kegiatan pembangunan
kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat Kota Palangka Raya.
Harapan kami, semoga buku ini dapat bermanfaat bagi instansi
dan masyarakat yang membutuhkan informasi serta dapat dipergunakan
sebagai bahan perencanaan berdasarkan fakta dan data (evidence based)
guna peningkatan derajat kesehatan di Kota Palangka Raya.
Kami menyadari bahwa profil ini banyak kekurangan, baik dalam
kelengkapan, ketepatan waktu serta kemampuan analisa data. Guna
kesempurnaan penyusunan dan peningkatan mutu profil kesehatan di
masa akan datang, kritik dan saran pembaca sangat diharapkan.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada instansi terkait dan
semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan profil ini.

Palangka Raya, JULI 2017,


Plt. KEPALA DINAS KESEHATAN
KOTA PALANGKA RAYA,

drg. ANDJAR HARI PURNOMO,M.Mkes.


Pembina
NIP. 19650910 199303 1 012

KATA PENGANTAR
i
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 ii

DAFTAR ISI

Hal
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Daftar Tabel vi
Daftar Gambar vii
Daftar Lampiran xii
BAB I. PENDAHULUAN 1-4
A LATAR BELAKANG 1
B MAKSUD DAN TUJUAN 3
C SISTEMATIKA PENULISAN 4

BAB II. GAMBARAN UMUM 5-12


A GEOGRAFIS 5
B DEMOGRAFIS 5
1. Kepadatan dan Sebaran Penduduk 5
2. Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin 7
C SOSIAL EKONOMI 8
1. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) 8
2. Tingkat Pendidikan 9
D. BUDAYA DAN LINGKUNGAN 11
1. Budaya Masyarakat 11
2. Lingkungan Sosial 12

BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN 13-45


A ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS) 13
1. Angka Kematian Bayi (AKB) 14
2. Angka Kematian Ibu (AKI) 15

DAFTAR ISI

ii
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 iii

3. Angka Kematian Balita (AKABA) 16

B ANGKA KESAKITAN (MORBIDITAS) 17


1. Pola 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas 17
2. Penyakit Menular 18
3. Penyakit Tidak Menular 32
C STATUS GIZI MASYARAKAT 38
1. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) 38
2. Gizi Balita 39
3. Gizi Ibu Hamil 40
4. Kecamatan Bebas Rawan Gizi 41
5. Obesitas 41
D KESEHATAN LINGKUNGAN 42
1. Akses Terhadap Air Minum 42
2. Perumahan Pemukiman 43
E. ANGKA HARAPAN HIDUP 44

BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN 46-81


A UPAYA PELAYANAN KESEHATAN DASAR 48
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak 48
2. Layanan Prioritas Lansia 52
3. Pelayanan Keluarga Berencana 53
4. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin 55
5. Jaminan Kesehatan (Asuransi) bagi Masyarakat 56
6. Akses Pelayanan Kesehatan 57
7. Mutu Pelayanan Kesehatan 58

B PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT 62


1. Pelayanan Imunisasi 62
2. Pemberantasan Penyakit Malaria 64

DAFTAR ISI

iii
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 iv

3. Pemberantasan Penyakit DBD 65


4. Pengendalian Penyakit Polio dan Surveilans AFP 66
5. Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Campak 67
6. Penanggulangan HIV/AIDS dan PMS 68
7. Penanggulangan KLB 70

C PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI 70


DASAR
1. Kualitas Air 70
2. Sarana Sanitasi Dasar 71
3. Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan 72

D PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 73


1. Pemberian Makanan Tambahan 73
2. Penanggulangan Kekurangan Yodium dan Vitamin A 74
(GAKY dan KVA)
3. Perbaikan Gizi Kelompok Rawan 74
E PROMOSI KESEHATAN 75
F PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGAWASAN 76
OBAT & MAKANAN/MINUMAN
1. Pelayanan Kefarmasian 76
2. Pengawasan Obat dan Makanan/Minuman 77
3. Pemantauan dan Perbaikan Alat Kesehatan 79
4. Monitoring Penggunaan Obat yang Rasional 79
G PELAYANAN KESEHATAN DALAM SITUASI BENCANA 80

BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 82-104


A KEADAAN SARANA KESEHATAN 82
1. Sarana Kesehatan Pemerintah 82
2. Sarana Kesehatan Swasta 85

DAFTAR ISI

iv
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 v

3. Sarana Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat 86


(UKBM)

B KEADAAN TENAGA KESEHATAN 87


1. Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan 88
2. Ketersediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di 89
Puskesmas
3. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan 91
4. Pendidikan dan Pelatihan 92
5. Regristasi dan Akreditasi 94
6. Sistem Reward dan Punishment 95
C PEMBIAYAAN KESEHATAN 96

D SEDIAAN FARMASI DAN ALAT KESEHATAN 102


E. SISTEM INFORMASI KESEHATAN 104

BAB VI. KESIMPULAN 105

DAFTAR ISI

v
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 vi

DAFTAR TABEL

1. Tabel II.1 Jumlah Penduduk dan Angka Beban Ketergantungan 9


Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Produktif
dan Tidak Produktif Kota Palangka Raya Tahun 2016

2.. Tabel II.2 Persentase Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan 10


yang Ditamatkan Menurut Jenis Kelamin Berusia 10
Tahun Keatas Kota Palangka Raya Tahun 2016

3. Tabel III.1 Pola 10 Besar Penyakit di Puskesmas Kota Palangka 17


Raya Tahun 2016

4. Tabel III.2 Indikator DBD Kota Palangka Raya Tahun 2010 - 2016 19

5. Tabel V.1 Puskesmas Menurut Karakteristik Wilayah Kota 82


Palangka Raya Tahun 2016

6. Tabel V.2 Puskesmas dan Jaringannya di Kota Palangka Raya 83


Tahun 2016

7. Tabel V.3 Sumber Daya Manusia Kesehatan di Kota Palangka 90


Raya Tahun 2016

8. Tabel V.4 Daya Guna Staf Puskesmas Menurut Beban Kerja Kota 91
Palangka Raya Tahun 2016

9. Tabel V.5 Sumber Daya Manusia Kesehatan Yang Menempuh 93


Pendidikan di Kota Palangka Raya Tahun 2016

10. Tabel V.6 Sumber Pembiayaan SDM Kesehatan Yang Menempuh 93


Pendidikan di Kota Palangka Raya Tahun 2016

DAFTAR TABEL

vi
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 vii

DAFTAR GAMBAR
Hal

Gambar II.1 Jumlah Penduduk Kota Palangka Raya Tahun 2005 – 6


2016

Gambar II.2 Peta Kepadatan Penduduk Kota Palangka Raya Tahun 7


2016

Gambar II.3 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis 8


Kelamin Kota Palangka Raya Tahun 2016
Gambar II.4 11
Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Yang
Melek Huruf Menurut Jenis Kelamin Kota Palangka Raya
Tahun 2009 – 2016
Gambar III.1 Jumlah Kematian (bayi, ibu, balita) di Kota Palangka Raya 13
Tahun 2011 - 2016

Gambar III.2 Angka Kematian Bayi di Kota Palangka Raya Tahun 2012 14
– 2016

Gambar III.3 Angka Kematian Ibu di Kota Palangka Raya Tahun 2012 15
– 2016

Gambar III.4 Angka Kematian Balita di Kota Palangka Raya Tahun 16


2012 – 2016

Gambar III.5 Peta Daerah Endemis Malaria Menurut Kelurahan di Kota 19


Palangka Raya 2016

Gambar III.6 Peta Kelurahan Endemis DBD Kota Palangka Raya 21


Tahun 2016

Gambar III.7 Jumlah Spesimen Positif Pada Hewan Penular Rabies di 22


Kota Palangka Raya Tahun 2010 – 2016

Gambar III.8 Korban Gigitan Hewan Penular Rabies Kota Palangka 22


Raya tahun 2010 – 2016

Gambar III.9 Angka Penemuan Kasus Case Detection Rate (CDR) TB 23


di Kota Palangka Raya Tahun 2010 - 2016

Gambar III.10 Succes Rate (SR) TB Kota Palangka Raya Tahun 2010 – 25
2016

Gambar III.11 Penderita Kusta Selesai Berobat di Kota Palangka Raya 26


Tahun 2016

DAFTAR GAMBAR

vii
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 viii

Gambar III.12 Proporsi Penemuan Penderita Pneumonia Balita di Kota 27


Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.13 Presentasi Penemuan Penderita Pneumonia Balita di 28


Kota Palangka Raya Tahun 2010 - 2016

Gambar III.14 Penemuan Kasus AFP (per 100.00 penduduk usia < 15 29
tahun) Kota Palangka Raya Tahun 2004 - 2016

Gambar III.15 Proporsi Penderita Diare Menurut Jenis Kelamin Kota 30


Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.16 Kasus Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi 30


(PD3I) di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.17 Penderita Hipertensi Di Kota Palangka Raya Tahun 2010 33


– 2016

Gambar III.18 Proporsi Penderita Hipertensi Menurut Sex Gender di 33


Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.19 Kasus Hipertensi di Puskesmas Kota Palangka Raya 34


Tahun 2016

Gambar III.20 Kasus Gastritis di Kota Palangka Raya Tahun 2012 - 35


2016

Gambar III.21 Penderita Diabetes Mellitus di Kota Palangka Raya Tahun 36


2006 – 2016

Gambar III.22 Proporsi Penderita Diabetes Mellitus Menurut Umur di 37


Kota Palangka Raya Tahun 2015

Gambar III.23 Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara 38
Di Kota Palangka Raya Tahun 2015-2016

Gambar III.24 BBLR di Kota Palangka Raya Tahun 2010 – 2016 39

Gambar III.25 Hasil Pemantauan BB/U Balita di Kota Palangka Raya 40


Tahun 2011 - 2016

Gambar III.26 Kasus Obesitas di Kota Palangka Raya Tahun 2015 - 42


2016

DAFTAR GAMBAR

viii
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 ix

Gambar III.27 Proporsi Sumber Air Minum Penduduk Kota Palangka 43


Raya Tahun 2016

Gambar III.28 Rumah Sehat Di Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 2016 44

Gambar III.29 Angka Harapan Hidup Di Kota Palangka Raya 45


Dibandingkan dengan Angka Harapan Hidup Provinsi
Kalimantan Tengah Tahun 2011 – 2016

Gambar IV.1 Cakupan K4 Kota Palangka Raya Tahun 2009 – 2016 49

Gambar IV.2 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 di Puskesmas Kota 49


Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.3 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga 50


Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2010 - 2016

Gambar IV.4 Cakupan Kunjungan Neonatus Lengkap (KN3) dan 51


Penanganan Neonatus Risti di Kota Palangka Raya
Tahun 2012 - 2016

Gambar IV.5 Cakupan ASI Eksklusif Kota Palangka Raya Tahun 2010 52
– 2016

Gambar IV.6 Layanan Kesehatan Usila/Lansia Di Kota Palangka Raya 53


Tahun 2008 – 2016

Gambar IV.7 Cakupan Pelayanan KB di Kota Palangka Raya Tahun 54


2010 - 2016

Gambar IV.8 Cakupan Pelayanan KB Aktif dan KB Baru Menurut Jenis 54


Kontrasepsi Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.9 Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta JKN Kota Palangka 55


Raya Tahun 2012 - 2016

Gambar IV.10 Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional Menurut Jenis 57


Jaminan di Puskesmas Kota Palangka Raya Tahun 2014
– 2016

Gambar IV.11 Cakupan Pelayanan Kesehatan Kota Palangka Raya 58


Tahun 2010 - 2016

Gambar IV.12 Hasil Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Di 59


Puskesmas Kota Palangka Raya Tahun 2005 – 2016

Gambar IV.13 Hasil Rata-Rata Pengukuran Tingkat Kepatuhan Petugas 60


Terhadap Standart Yankes di Puskesmas Kota Palangka

DAFTAR GAMBAR

ix
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 x

Raya Tahun 2005 - 2016

Gambar IV.14 Jumlah Keluhan Pelanggan Puskesmas Di Kota Palangka 61


Raya Tahun 2008 - 2016

Gambar IV.15 Cakupan Imunisasi Campak Kota Palangka Raya Tahun 63


2004 - 2016

Gambar IV.16 Cakupan Imunisasi DT dan Td pada Anak Sekolah Dasar 64


Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.17 Angka Bebas Jentik di Kota Palangka Raya Tahun 2009 – 65
2016

Gambar IV.18 Capaian Penemuan Kasus AFP (per 100.000 penduduk < 67
15 tahun) Kota Palangka Raya Tahun 2004 - 2016

Gambar IV.19 Cakupan Imunisasi Campak Anak SD Kelas 1 dan IP 68


Vaksin Pada BIAS Campak Kota Palangka Raya Tahun
2016

Gambar IV.20 Penemuan Penderita HIV Kota Palangka Raya Tahun 69


2003 - 2016

Gambar IV.21 Kualitas Air Minum di Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 71
2016

Gambar IV.22 Desa yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis 72


Masyarakat Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.23 Status Hygiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan 73


(TPM) dan Tempat Umum Di Kota Palangka Raya Tahun
2016

Gambar IV.24 Cakupan Pemberian Vitamin A Kota Palangka Raya 74


Tahun 2013 – 2016

Gambar IV.25 Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe) pada Ibu Hamil 75
Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 2016

Gambar IV.26 Rumah Tangga Ber-PHBS Di Kota Palangka Raya Tahun 76


2013-2016

Gambar IV.27 10 Besar Pemakaian Obat di Puskesmas Kota Palangka 77


RayaTahun 2016

Gambar IV.28 Sertifikasi IRTP di Kota Palangka Raya Tahun 2011 – 78


2016

DAFTAR GAMBAR

x
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 xi

Gambar IV.29 Pemakaian Obat Rasional di Puskesmas Kota Palangka 79


Raya Tahun 2013 – 2016

Gambar V.1 Rasio Puskesmas (per 100.000 penduduk) Kota Palangka 85


Raya Tahun 2016

Gambar V.2 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta Di Kota 85


Palangka Raya Tahun 2010 - 2016

Gambar V.3 Posyandu Balita dan Posyandu Lansia Di Kota Palangka 87


Raya Tahun 2016

Gambar V.4 Sumber Daya Manusia Kesehatan Menurut Jenis Kelamin 88


Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar V.5 Sumber Daya Manusia Kesehatan Menurut Tempat Kerja 89


dan Jenis Kelamin Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar V.6 Pemberian Lisensi/Ijin Praktek Kepada Tenaga 95


Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2012 - 2016

Gambar V.7 Distribusi Sumber Pembiayaan Kesehatan Kota Palangka 96


Raya tahun 2016

Gambar V.8 Proporsi APBD Kesehatan terhadap Total APBD Kota 97


Palangka Raya Tahun 2007 - 2016

Gambar V.9 Komposisi Belanja Langsung (Bl) Pada Apbd Kesehatan 98


Kota Palangka Raya Tahun 2012 - 2016

Gambar V.10 Biaya Operasional Puskesmas (BOP) di Kota Palangka 99


Raya Tahun 2007 – 2016

Gambar V.11 Prosentase Biaya Operasional Puskesmas (BOP) 99


terhadap Total APBD Kesehatan Kota Palangka Raya
Tahun 2008 - 2016

Gambar V.12 Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas di Kota 100


Palangka Raya Tahun 2010 - 2016

Gambar V.13 Alokasi Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 101


Puskesmas Kota Palangka Raya Tahun 2014 – 2016

Gambar V.14 Alokasi Dana Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan 102


Dasar di Kota Palangka Raya Tahun 2008-2016

Gambar V.15 Alokasi Dana untuk Alat Kesehatan Di Kota Palangka 103
Raya Tahun 2007 – 2016

DAFTAR GAMBAR

xi
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 xii

DAFTAR GAMBAR

xii
BAB I
PENDAHULUAN
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 I

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Kesehatan menjadi salah satu tolok ukur kemajuan bangsa di samping


tingkat pendidikan dan perekonomian, sebagaimana tercakup dalam Human
Development Index (HDI). Alasan tersebut tidak berlebihan jika kesehatan
ditempatkan sebagai salah satu kebutuhan terpenting bagi manusia. Tanpa
sehat, manusia mustahil dapat melakukan berbagai kegiatan produktif
khususnya dalam pembangunan generasi mendatang yang lebih berkualitas.
“Kesehatan bukan segala-galanya, namun tanpa kesehatan segala-galanya
tidak ada artinya” (Health is not everything, but everything without health is
nothing - WHO).
Namun untuk menjadikan masyarakat sehat dan kuat, bukan hanya
menjadi tanggungjawab dinas kesehatan semata. Faktor sosial budaya,
demografi, dan peran aktif masyarakat, sangat berperan untuk menciptakan
kawasan sehat dan mengatasi masalah kesehatan yang ada. Sehat dan
sakitnya masyarakat Kota Palangka Raya tergantung kembali kepada semua
individu, adanya kesadaran semua pihak baik masyarakat dan dinas
kesehatan serta sektor terkait adalah kunci terakhir yang mampu membuka
pintu Palangka Raya Sehat.
Dalam Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Maka tidak diragukan lagi ada keterkaitan antara pembangunan dan eksistensi
sebuah negara dengan tingkat kualitas SDM yang tersedia. Pembangunan
Kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional diarahkan
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat dilaksanakan melalui program
peningkatan perilaku sehat, pemeliharaan lingkungan sehat, pelayanan
kesehatan masyarakat yang berhasil guna, didukung oleh sistem pengamatan,
informasi dan manajemen yang handal.
Dalam era desentralisasi dimana terjadi pelimpahan kewenangan
kepada pemerintah daerah membawa dampak dalam pembangunan

BAB I 1
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 I

kesehatan. Menunjukkan dukungan besar terhadap pembangunan kesehatan,


berkomitmen tinggi, serta memiliki kerjasama yang baik dalam mensukseskan
program-program kesehatan di wilayah, merupakan tanggungjawab
pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat sehat. Jika sebelumnya
pembangunan kesehatan lebih kepada upaya-upaya kuratif dan rehabilitatif,
maka sekarang diarahkan kepada upaya-upaya preventif dan promotif yang
proaktif dengan pendekatan kewilayahan. Setiap wilayah kabupaten dan kota
dengan karakterisitik dan masalah khas daerah memerlukan perencanaan
pembangunan kesehatan yang khas daerah. Oleh sebab itu keberhasilan
pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras
sektor kesehatan saja, tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta
kontribusi positif pelbagai sektor pembangunan lainnya. Semua kebijakan
pembangunan yang sedang dan atau akan diselenggarakan hendaknya
memiliki wawasan kesehatan, artinya semua program pembangunan harus
memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan lingkungan sehat dan
perilaku sehat.
Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut
diperlukan indikator, antara lain Indikator Indonesia Sehat dan Indikator
Kinerja dari Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan. Indikator-indikator
tersebut meliputi (1) Indikator Derajat Kesehatan yang terdiri atas indikator
Mortalitas, Morbiditas, dan Status gizi; (2) Indikator untuk Keadaan lingkungan,
Perilaku Hidup, Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan, serta (3) Indikator
untuk Pelayanan Kesehatan, Sumberdaya Kesehatan, Manajemen Kesehatan,
dan Kontribusi sektor terkait.
Selain indikator tersebut diatas, dalam rencana strategis Kota
Palangka Raya juga tercantum beberapa indikator dan tolok ukur diantaranya
adalah persentase ketersediaan tenaga medis dan paramedis, cakupan dan
mutu pelayanan kesehatan, menurunnya angka kesakitan baik karena
penyakit menular ataupun penyakit tidak menular, pembiayaan kesehatan,
menurunnya angka kesakitan ibu dan bayi, peningkatan status gizi,
meningkatnya upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM), peningkatan
kualitas lingkungan sampai kepada ketersediaan obat serta keamanan bahan
pangan.
Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil
pemantauan terhadap pencapaian pembangunan kesehatan dan hasil kinerja

BAB I 2
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 I

dari penyelenggaraan pelayanan minimal adalah Profil Kesehatan Kota


Palangka Raya. Dengan demikian dapat dikatakan Profil Kesehatan Kota
Palangka Raya pada intinya berisi berbagai data/informasi yang
menggambarkan tingkat pencapaian pembangunan kesehatan khususnya
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan sesuai dengan Standar Pelayanan
Minimal bidang Kesehatan serta target indikator kesehatan lainnya.
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 ini mencoba
memberikan gambaran pencapaian pembangunan kesehatan dan kinerja
pembangunan kesehatan selama tahun 2016. Melalui Profil Kesehatan Kota
Palangka Raya, diharapkan semua pihak/instansi terkait dapat memanfaatkan
dan memberikan solusi terhadap setiap masalah yang dihadapi.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


1. Maksud
Penyusunan Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 ini
dimaksudkan untuk memantapkan dan mengembangkan Sistem Informasi
Kesehatan, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan
kebijakan pelaksanaan upaya kesehatan.

2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Memberikan informasi tentang program-program pembangunan
kesehatan, pencapaian pembangunan kesehatan dan kinerja bidang
kesehatan.

b. Tujuan Khusus
- Mengetahui data tentang geografi, demografi, sosial dan ekonomi
Kota Palangka Raya.
- Mengetahui situasi derajat kesehatan masyarakat di Kota Palangka
Raya
- Mengetahui situasi upaya kesehatan dari setiap program
kesehatan di Kota Palangka Raya
- Mengetahui situasi sumber daya kesehatan di Kota Palangka Raya
- Tersedianya informasi yang dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan dalam pembangunan bidang kesehatan di
masa yang akan datang.

BAB I 3
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 I

C. SISTEMATIKA PENULISAN
Bab I. Pendahuluan yang meliputi tentang Latar Belakang, Maksud dan
Tujuan Penulisan, serta Sistematika Penyajian.
Bab II. Gambaran Umum Kota Palangka Raya yang meliputi keadaan
geografi administratif dan informasi umum lainnya. Selain itu bab ini
juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan
dan faktor lainnya seperti demografi, ekonomi, pendidikan, sosial
budaya dan lingkungan.
Bab III. Situasi Derajat Kesehatan yang meliputi indikator mengenai angka
kematian, angka kesakitan, status gizi masyarakat, dan kesehatan
lingkungan.
Bab IV. Situasi Upaya Kesehatan, meliputi pelayanan kesehatan,
pemberantasan penyakit, pembinaan kesehatan lingkungan,
perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alkes, serta
pelayanan kesehatan dalam situasi bencana.
Bab V. Situasi Sumber Daya Kesehatan, meliputi sarana kesehatan, tenaga
kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan
lainnya.
Bab VI. Kesimpulan berisi tentang keberhasilan dan hal-hal yang perlu
mendapat telaah lebih lanjut.

BAB I 4
BAB Ii
GAMBARAN UMUM
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. GEOGRAFIS
Palangka Raya merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Secara
geografis terletak 113030’ – 114007’ Bujur Timur dan 1035’ – 2024’ Lintang
Selatan. Secara administrative wilayah Palangka Raya terbagi menjadi 5 (lima)
kecamatan, dan 30 kelurahan yaitu : Kecamatan Pahandut dengan 6 kelurahan,
Kecamatan Bukit Batu dengan 7 kelurahan, Kecamatan Jekan Raya sebanyak 6
kelurahan, Kecamatan Sabangau sebanyak 4 kelurahan dan Kecamatan
Rakumpit, dengan 7 kelurahan.
Batas-batas wilayah adalah :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas.
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau
3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Katingan
Kondisi daerah berupa dataran rendah berpasir, sebagian besar terdiri dari
sungai, danau serta rawa. Beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.300
mm3 /tahun, temperatur udara berkisar antara 270 - 31 0
C dan kelembaban
antara 70 – 90 %.

B. DEMOGRAFIS
1. Kepadatan dan Sebaran Penduduk
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, jumlah
penduduk tahun 2016 sebesar 259.865 jiwa, terdiri dari 132.980 laki-laki dan
126.885 perempuan. Dibandingkan dengan tahun 2015, terjadi pertambahan
jumlah penduduk sebesar 7.760 jiwa atau meningkat dengan rerata
pertumbuhan penduduk per tahun sebesar 2,99%. Gambar II.1 berikut
menunjukan jumlah penduduk selama 11 tahun dari tahun 2005-2016

BAB II
5
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

Gambar II.1.
Jumlah Penduduk Kota Palangka Raya
Tahun 2005 – 2016

2016 259.865
2015 252.105
2014 248.244
2013 244.496
2012 229.599
Tahun

2011 224.663
2010 220.962
2009 200.998
2008 191.014
2007 184.279
2006 182.802
2005 183.251

Sumber : BPS Kota Palangka Raya Tahun 2016

Luas wilayah Kota Palangka Raya adalah 2.678,51 km2, dengan jumlah
penduduk sebesar 259.865 jiwa maka rata-rata kepadatan penduduk adalah
97 jiwa/km2. Kepadatan tertinggi adalah di Kecamatan Pahandut yaitu 776,76
jiwa/ km2, dan terendah Kecamatan Rakumpit dengan rata-rata 3,16 jiwa/ km2.
Persebaran penduduk masih tidak merata, antara daerah perkotaan dengan
daerah luar kota dan jalur sungai. Wilayah perkotaan seperti Kecamatan
Pahandut dan Jekan Raya dengan luas geografi hanya 17,5% berpenduduk
sebesar 87,05%, sedangkan daerah jalur sungai dan perdesaan yaitu
Kecamatan Bukit Batu, Sabangau dan Rakumpit dengan luas geografi 82,5%,
berpenduduk hanya 12,95%.

BAB II
6
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

Gambar II.2
Peta Kepadatan Penduduk Kota Palangka Raya Tahun 2016

3 jiwa/km2

KEPADATAN PENDUDUK KOTA PALANGKA AYA


TAHUN 2 9

97 jiwa/km2
Legenda :

Densitas 2010 :
< 20 jiwa/km2 424 jiwa/km2 776 jiwa/km2
20 - 50 jiwa/km2
301 - 600 jiwa/km2
>6
601

84 jiwa/km2

Sumber :
BPS ota Palangka Raya

2. Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin


Komposisi penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin,
menunjukan penduduk jenis kelamin laki-laki maupun perempuan terbanyak
pada golongan umur 15 - 19 tahun dan 20 – 24 tahun. Penduduk usia muda (0
– 14 tahun) sebesar : 65.488 jiwa (25,97%), usia produktif (15 – 64 tahun)
sebesar 180.200 jiwa (71,48%) dan usia > 65 tahun sebesar 6.417 jiwa (2,55%).
Gambaran komposisi penduduk seperti gambar II.3.
Rasio jenis kelamin merupakan perbandingan jumlah penduduk laki-laki per
100 penduduk perempuan. Data rasio jenis kelamin berguna untuk perencanaan
pembangunan berwawasan gender. Pada tahun 2016, rasio jenis kelamin
penduduk Kota Palangka Raya sebesar 104,8, yang berarti jumlah penduduk
laki-laki 4,80% lebih banyak dibanding jumlah penduduk perempuan atau setiap
100 penduduk perempuan terdapat 105 penduduk laki-laki.
Komposisi penduduk menurut piramida penduduk merupakan gambaran
struktur penduduk usia muda, dewasa dan tua. Dasar piramida menunjukan
jumlah penduduk, sedangkan badan piramida menunjukan jumlah penduduk
laki-laki dan perempuan berdasarkan golongan umur. Struktur ini dapat menjadi
dasar untuk kebijakan kependudukan, social, budaya dan ekonomi.

BAB II
7
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

Piramida penduduk Kota Palangka Raya menunjukan struktur penduduk


muda. Dasar piramida yang melebar menunjukan bahwa masih tingginya jumlah
kelahiran. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah Kota Palangka Raya
dalam menyediakan layanan kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja yang
semakin besar. Sedangkan puncak piramida menunjukan umur harapan hidup
penduduk semakin tinggi dan harapan untuk hidup sampai usia lebih 65 tahun
semakin besar.
Gambar II.3.
JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR DAN JENIS KELAMIN
KOTAPALANGKA RAYA TAHUN 2016]

75+ 0,776 0.954

70-74 0,862 0.901

65-69 1.511 1.413

60-64 2.754 2.192

55-59 4.862 3.962

50-54 6.699 5.674

45-49 8.497 7.562

40-44 10.091 9.531

35-39 11.122 10.589

30-34 11.784 11.282

25-29 11.896 11.489

20-24 15.309 15.034

15-19 12.508 13.563

10-14 10.581 10.313

5-09 10.960 10.148

0-04 12.580 12.126

14 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 14 16
Thousands Thousands

Sumber : BPS Kota Palangka Raya 2016

C. SOSIAL EKONOMI
1. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Komposisi penduduk menurut golongan umur digunakan untuk mengetahui
produktivitas penduduk yaitu rasio beban ketergantungan atau Dependency
Ratio. Rasio beban ketergantungan adalah angka yang menyatakan
perbandingan antara banyaknya penduduk tidak produktif (umur < 15 tahun dan
> 65 tahun) dengan penduduk umur produktif (umur 15 – 64 tahun). Rasio
beban ketergantungan ini menunjukan dinamika beban tanggungan umur tidak
produktif terhadap umur produktif. Semakin tinggi rasio beban tanggungan
berarti semakin tinggi pula jumlah penduduk tidak produktif yang ditanggung
penduduk produktif.

BAB II
8
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

Tabel II.1.
Jumlah Penduduk dan Angka Beban Ketergantungan
Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Produktif dan Tidak Produktif
Kota Palangka Raya Tahun 2016

Jenis Kelamin
No Umur %
Laki-laki Perempuan Jumlah
1. 0 – 14 tahun 34.121 32.587 66.708 25,67
2. 15 – 64 tahun 95.522 90.878 186.400 71,73
3. ≥ 65 tahun 3.337 3.420 6.757 2,6
Jumlah 132.980 126.885 259.865 100,00
Angka Beban Tanggungan (%) 39,2 39,6 39,41
Sumber : BPS Kota Palangka Raya, Tahun 2016

Komposisi penduduk Kota Palangka Raya menurut kelompok umur


menunjukan bahwa penduduk usia muda (0-14 tahun) sebesar 25,67%, usia
produktif (15 – 65 tahun) sebesar 71,73 % dan usia tua (≥ 65 tahun) sebesar
2,6%. Angka beban tanggungan sebesar 39,41%, hal ini menunjukan bahwa
100 penduduk Palangka Raya usia produktif akan menanggung 39 penduduk
yang belum/sudah tidak produktif lagi. Jika dibandingkan antar jenis kelamin
maka angka beban tanggungan perempuan sediikit lebih besar jika
dibandingkan dengan angka beban tanggungan laki-laki, yaitu 39,6%
perempuan dan 39,2% laki-laki.

2. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan dalam menyerap
informasi termasuk informasi kesehatan dan lebih pandai dalam menyelesaikan
masalah. Tingkat pendidikan merupakan indikator pokok kualitas penduduk
formal, semakin tinggi ijazah/STTB yang dimiliki oleh rata-rata penduduk
mencerminkan semakin tingginya taraf intelektualitas suatu daerah.
Berdasarkan data BPS Kota Palangka Raya, tingkat pendidikan yang
ditamatkan tertinggi masih SLTA/sederajat sebesar 16,55%, sedangkan
pendidikan tinggi seperti akademi/perguruan tinggi berkisar 16,25%,
sebagaimana table II.2. berikut.

BAB II
9
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

Tabel II.2.
Persentase Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan
Menurut Jenis Kelamin Berusia 10 Tahun Keatas
Kota Palangka Raya Tahun 2016
Persentase
No Tingkat Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Tidak memiliki ijazah SD 3.425 3.480 6.905
2. SD/MI 9.760 8.967 18.727
3. SMP/MTs 8.241 7.917 16.158
4. SMA/SMK/MA 18.416 16.999 35.415
5. Sekolah Menengah Kejuruan 8.137 7.512 15.649
6. Universitas/Diploma 17.736 17.042 34.778
Jumlah 65.715 61.917 127.632
Sumber : BPS Kota Palangka Raya 2016

Kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan minimum


yang dibutuhkan oleh penduduk untuk mencapai kesejahteraannya.
Kemampuan baca tulis ini tercermin dari Angka Melek huruf, yaitu persentase
penduduk umur 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis. Pada
wanita diharapkan angka melek huruf mempengaruhi dalam pemilihan alternatif
kesehatan sehingga Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi dapat
menurun. Di Kota Palangka Raya Angka Melek Huruf tahun 2016 sebesar
96,77%, angka ini lebih tinggi dibandingkan Angka Melek Huruf Nasional
sebanyak 88,25%.
Gambar II.4.
Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Yang Melek Huruf
Menurut Jenis Kelamin Kota Palangka Raya Tahun 2009 -

97,7
98 97,4

96 94,91 94,91
94,2 93,6
93,43 93,5
94
92 90,79 90,72
87,3 89,69 89,18
89,16 89,03
90 88,5
88
86
84
82
2009 2010 2011 2012 L P 2013 2014 2015 2016

Sumber : BPS Kota Palangka Raya, Tahun 2016

BAB II
10
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

D. BUDAYA DAN LINGKUNGAN


1. Budaya Masyarakat
Budaya masyarakat Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh karakteristik
penduduk, adat istiadat daerah, serta agama/kepercayaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa. Karakteristik penduduk Kota Palangka Raya terdiri dari
beberapa suku bangsa, antara lain ; Suku Dayak (penduduk asli), dan beberapa
suku pendatang yaitu Suku Banjar (dari Kalimantan Selatan), Suku Jawa, Suku
Batak, Suku Toraja, Suku Bugis, Suku Madura, Suku Sunda , Suku Menado,
Suku Minang, dll. Keberagaman suku inilah yang memperkaya budaya
masyarakat di Kota Palangka Raya.
Budaya masyarakat dari Suku Dayak sebagai penduduk asli, ada yang
mempunyai keterkaitan dengan kewaspadaan dini terhadap bencana.
Diantaranya perilaku masyarakat yang diyakini secara turun temurun dapat
mengetahui tanda-tanda bencana alam akan datang. Hal ini yang membantu
tidak jatuh korban berlebihan, kepercayaan tersebut antara lain :
 Apabila akar pohon kayu-kayu yang menjalar mulai tumbuh akar muda,
menandakan akan banjir dan musim hujan
 Kalau ikan biawan (nama jenis ikan) mulai bertelur, pertanda akan terjadi
musim kemarau panjang, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan
bahan makanan serta hal lain menghadapi musim kemarau panjang
tersebut
 Apabila terdapat jamur air disebut “kulat danum” tumbuh diatas batang
kayu yang terdampar, suatu pertanda bahwa permukaan air akan naik dan
kemungkinan banjir. Pertanda ini diyakini oleh penduduk yang bertempat
tinggal di daerah aliran sungai bahkan di tepi sungai (rumah terapung dan
disebut “lanting”), atau di rumah panggung dimana dibawah panggung
adalah rawa-rawa
 Kalau ada bunyi binatang Tupai di malam hari, pertanda akan ada mara
bahaya menimpa kampung, karena itu penduduk yang mendengar bunyi
tersebut wajib memberi tahu kepada penduduk lain secara berantai agar
seluruh penduduk kampung waspada.

2. Lingkungan Sosial
BAB II
11
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 II

Lingkungan di Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh beberapa faktor


antara lain budaya masyarakat dan perkembangan Kota Palangka Raya
sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagian masyarakat yang masih
senang tinggal di daerah aliran sungai dengan rumah panggung dari kayu,
mempunyai kebiasaan membuang sampah langsung dibawah rumah panggung.
Hal ini akan memicu munculnya masalah kesehatan, seperti rawan sebagai
perindukan vektor saat musim hujan, dan rawan kebakaran di musim kemarau.
Sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya sangat
potensial di bidang perhotelan, jasa dan perdagangan. Karena itu perilaku dan
gaya hidup masyarakat di perkotaan akan cenderung meniru gaya hidup
metropolis. Perubahan gaya hidup, perubahan pola makan, dan pola pergaulan,
apabila tidak dikendalikan akan memicu munculnya masalah kesehatan.
Penyakit menular, penyakit degeneratif, dan masalah gizi ganda (kurang gizi
dan gizi lebih) akan muncul sebagai dampak perubahan tersebut.
Kesehatan masyarakat Palangka Raya bukan hanya tanggungjawab
Dinas Kesehatan semata, struktur sosial di masyarakat ikut berpengaruh
terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Sektor lain ikut
berperan dalam menciptakan derajat kesehatan masyarakat, seperti ketahanan
pangan, lingkungan perumahan yang sehat, kesadaran masyarakat yang tinggi
terhadap hidup sehat, keamanan dan kenyamanan masyarakat, dan adanya
lapangan pekerjaan sumber perekonomian masyarakat.

BAB II
12
BAB III
SITUASI DERAJAT
KESEHATAN
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan masyarakat dapat dinilai dan dilihat dari beberapa indikator,
antara lain adalah angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat.
Menurut Hendrick L. Blum, seorang ahli kesehatan masyarakat, derajat kesehatan
masyarakat dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yang saling berinteraksi yaitu : faktor
keturunan (herediter), faktor perilaku (behavior), faktor lingkungan (environment) dan
faktor pelayanan kesehatan.
Derajat kesehatan masyarakat Kota Palangka Raya yang optimal, akan dapat
dicapai dengan memperhatikan beberapa indikator penting yang menjadi acuan
antara lain : angka kematian, angka kesakitan, status gizi, kualitas lingkungan, dan
umur harapan hidup.

A. ANGKA KEMATIAN ( MORTALITAS)


Angka Kematian (mortalitas) merupakan salah satu dari tiga komponen
demografi selain fertilitas dan migrasi yang dapat mempengaruhi jumlah dan
komposisi penduduk. Mortalitas merupakan angka kematian yang terjadi pada kurun
waktu dan tempat tertentu yang diakibatkan oleh keadaan tertentu, baik oleh penyakit
maupun sebab lain. Indikator mortalitas yang umum dipakai adalah: Angka Kematian
Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Balita (AKABA), Umur
Harapan Hidup (UHH). Sebelum dihitung menggunakan rumus mortalitas, jumlah
nominal kematian (bayi, ibu, balita) di Kota Palangka Raya Tahun 2016 seperti
tampak pada gambar III.1 berikut ini
Gambar III.1.
Jumlah Kematian (bayi, Ibu, balita)
di Kota Palangka Raya Tahun 2011 – 2016
100
81
80 71
56 75
60 62 Bayi
Ibu
40
20 Balita
20 10 5 9 19
3 10
6
0 6 4 3 1
1
2011 2012 2013 2014 2015 2016

BAB III 13
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

1. Angka Kematian Bayi (AKB)


Angka Kematian Bayi didefinisikan sebagai jumlah bayi yang meninggal
setiap 1000 kelahiran hidup. Menurunnya angka kematian bayi merupakan indikator
yang paling penting dalam menentukan status kesehatan masyarakat karena
indikator ini mencerminkan pelayanan kesehatan dasar yang paling awal dan juga
menentukan kualitas pelayanan kebidanan yang juga sangat menentukan kualitas
generasi yang akan datang.
Angka kematian bayi di Kota Palangka Raya pada tahun 2016 tercatat
1,18/1000KH. Penyebab kematian antara lain adalah : asphyxia berat, kelainan
bawaan, asfirasi dan BBLR. Angka tersebut menurun drastis dibanding tahun 2015
tercatat 3/1000KH dan 2014 tercatat 11,1/1000 KH
Gambar III.2.
AKB di Kota Palangka Raya Tahun 2012 – 2016
13,3 13 12
14
12
10,1
10
Per 1.000 KH

11,1
8
9
6
4 1,3 1,3
1,18
2 3
0
2012 2013 2014 2015 2016
AKB RENSTRA

Sumber : Bidang Yankes

Kesannya angka kematian bayi menurun, namun fakta dilapangan bisa


sebaliknya dan perlu diamati secara intensif. Penurunan angka kematian bayi secara
signifikan, ditengarai disebabkan beberapa hal, antara lain karena sistem pencatatan
dan pelaporan yang kurang intensif dari RS dan Klinik Swasta, lalu petugas
puskesmas tidak aktif menjemput bola ke RS dan klinik swasta. Kesalahan (mistake)
data sangat dimungkinkan karena data kematian dari RS dan kilinik swasta tidak
masuk dalam sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas. PWS-KIA perlu
mendapatkan perhatian dari pemegang program di Dinas Kesehatan.
Dalam rangka pencapaian SDGs, target AKB secara nasional pada tahun
2019 adalah 24/1000KH, sedangkan target MDGs tahun 2015, target AKB secara
nasional pada tahun 2015 sebesar 23/1000KH. Target Renstra/RPJMD Kota

BAB III 14
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Palangka Raya Tahun 2016 sebesar 9/1.000KH, maka AKB Kota Palangka Raya
masih dalam batas toleransi. Namun memperhatikan angka tersebut dan berbagai
penyebab kematian bayi, diharapkan kepada pengelola program kesehatan anak/bayi
tidak terlena. Kemampuan tehnis tenaga kesehatan dalam pertolongan dan
pendampingan persalinan perlu terus ditingkatkan, disamping pemantapan supervisi
dan bimbingan tehnis dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

2. Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka Kematian Ibu didefenisikan sebagai jumlah ibu yang meninggal akibat
komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas setiap 100.000 kelahiran hidup. Sama
halnya dengan angka kematian bayi, angka kematian ibu (AKI) juga merupakan
indikator yang sangat penting dalam menentukan status kesehatan masyarakat.
Kedua indikator ini menjadi primadona dalam peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Angka kematian ibu di Kota Palangka Raya pada tahun 2016 adalah
19,65/100.000KH, dengan penyebab kematian ibu adalah shock hypovolemic akibat
perdarahan. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2015 adalah
52,99/100.000KH dan tahun 2014 yang mencapai 72,6/100.000KH

Gambar III.3.
AKI di Kota Palangka Raya Tahun 2012 – 2016

72,6
80
70
53,9 52,99
60
per 100.000 KH

50
40 50 35
45
30 19,1
20 25 25
10 19,65
0
2012 2013 2014 2015 2016
AKI Renstra

Sumber : Bidang Yankes

Menurut gambar III.3 terdapat penurunan angka kematian ibu secara


signifikan pada tahun 2016. Namun perlu dicermati secara intensif, mengingat sistem
pencatatan dan pelaporan PWS-KIA puskesmas tahun ini tidak melibatkan data dari
RS dan klinik swasta. Sehingga diasumsikan ada data kematian ibu dari RS dan
kilinik swasta yang belum masuk dalam sistem pencatatan dan pelaporan

BAB III 15
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

puskesmas. Walaupun angka tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan target
Angka Kematian Ibu (AKI) nasional dalam rangka pencapaian SDGs pada tahun
2019 sebesar 306/100.000 KH, dan Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan target
Renstra sebesar 45/100.000 KH, namun masih adanya kasus kematian ibu beberapa
tahun terakhir mencerminkan mutu pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, ibu
bersalin dan melahirkan, memerlukan perhatian dari pengelola program dan
pemerintah daerah.

Sistem pelayanan kesehatan rujukan harus diperkuat, sarana dan prasarana


PONED di beberapa puskesmas ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, juga
peningkatan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya melahirkan di
sarana pelayanan kesehatan bagi ibu hamil resiko tinggi. Sistem kemitraan dengan
dukun bayi perlu digalang kembali, supaya proses pendampingan persalinan oleh
tenaga kesehatan dapat ditingkatkan.

3. Angka Kematian Balita (AKABA)


Angka Kematian Balita di Kota Palangka Raya tahun 2016 mencapai
1,96/1000KH, sedangkan tahun 2015 mencapai 4/1000KH, dan tahun 2014
mencapai 0,73/1000KH, menurun jika dibandingkan tahun 2013 mencapai
14,6/1000KH, tahun 2012 tercatat 10,7/1000 KH, dan tahun 2011 mencapai
11,39/1000 KH. Penyebab kematian balita pada tahun 2016 di Kota Palangka Raya
adalah akibat infeksi penyakit menular, kecelakaan, dan lain-lain.

Gambar III.4.
AKABA di Kota Palangka Raya Tahun 2012 – 2016

40
35 35 35
30
Per 1000 KH

25
20
14,6
15
10,7
10 10 10 48
5 4
0 0,73
2012 2013 2014 2015 2016
AKABA Renstra

Sumber : Bidang Yankes

BAB III 16
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Walaupun angka tersebut lebih rendah dari target SDGs pada tahun 2019
AKABA sebesar 32/1000 KH, namun ketrampilan tenaga kesehatan dan kompetensi
tehnis dalam pelayanan kesehatan anak yang berkualitas perlu mendapat perhatian,
juga penyuluhan kepada ibu balita tentang pola asuh perlu ditingkatkan.

B. ANGKA KESAKITAN (MORBIDITAS)


Morbiditas adalah angka kesakitan, baik insidens maupun prevalens suatu
penyakit. Morbiditas menggambarkan derajat kesehatan masyarakat di suatu
wilayah. Morbiditas menggambarkan kejadian penyakit pada suatu populasi
dalam kurun waktu tertentu.

1. Pola 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas


Pola penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan yang berobat di
puskesmas Kota Palangka Raya masih didominasi penyakit menular seperti
gangguan pada saluran pernafasan dan gangguan pencernaaan. Namun penyakit
tidak menular juga telah mulai menunjukan peningkatan seiring dengan
perubahan gaya hidup masyarakat. Masih tingginya penderita penyakit menular
dan mulai meningkatnya beberapa penyakit tidak menular merupakan beban
ganda (double burden) masalah kesehatan. Penyakit tidak menular yang masuk
dalam 10 besar penyakit terbanyak di puskesmas yaitu hipertensi pada urutan
kedua, dan Gastritis urutan ketiga. Tabel III.1 berikut menggambarkan 10 besar
penyakit terbanyak yang dilaporkan oleh puskesmas di Kota Palangka Raya
pada tahun 2015
Tabel III.1.
Pola 10 Besar Penyakit di Puskesmas Kota Palangka Raya
Tahun 2016

No Nama Penyakit Jml. Kasus


1. ISPA 35.568
2. Hipertensi 12.038
3. Gastritis 6.694
4. Pharingitis 5.376
5. Penyakit Pulpa dan Jaringan Periapikal 3.880
6. Penyakit Kulit Alergi (Dermatitis contact alergy) 3.482
7. Cepalgia 3.137
8. Diare dan Gastroenteritis 2.844
9. R Atritis (Otot Rangka) 2.576
10. Peny.lain pada Sal. Nafas Bag. Atas 2.506
Sumber : Bidang Yankes

BAB III 17
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

2. Penyakit Menular
Pemberantasan penyakit menular merupakan bagian integral dari
pembangunan kesehatan, serta simpul dari jejaring internasional pemberantasan
penyakit menular. Pemberantasan penyakit menular di Kota Palangka Raya
terbagi dalam pemberantasan penyakit bersumber binatang, pemberantasan
penyakit menular langsung dan pemberantasan penyakit akibat imunisasi.
2.1. Penyakit Menular Bersumber Binatang
2.1.1. Malaria
Sustainable Development Goals (SDGs) menetapkan Malaria
sebagai salah satu komitmen global untuk diperangi. Hingga saat ini
Malaria masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena
mempengaruhi angka kesakitan dan kematian pada bayi dan ibu hamil
serta dapat menurunkan produktifitas kerja dan biaya untuk pengobatan.
Malaria disebabkan parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak
dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria
(Anopheles) betina. Menyerang semua golongan umur (bayi hingga
dewasa) dan semua jenis kelamin.
Jumlah penderita malaria di Kota Palangka Raya yang berobat ke
sarana kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu pada
tahun 2016 sebanyak 1.764 (supect) dan hasil laboratorium sebanyak 32
positif. Angka ini naik jika dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1.710
(suspect) dan hasil laboratorium positif sebanyak 62. Angka tersebut
menurun jika dibandingkan tahun 2014 sebanyak 1.773 (suspect) dan
hasil laboratorium positif sebanyak 81. Gambar III.5 berikut menunjukan
kelurahan endemis malaria tahun 2016.

BAB III 18
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.5
Peta Daerah Endemis Malaria Menurut Kelurahan
etaK lur hanEndemisMalaria
Di Kota Palangka Raya
KotaPalangkaR Tahun
aya 2016
ahun2014

Endemisitas Malaria ;
Bebas Malaria ( API = 0)
Endemis Rendah (API < 1)
Endemis Sedang (API 1 - 5)
Endemis Tinggi I (API 5-10)
Endemis Tinggi II (API 10-50)
Endemis Tinggi III ( API > 50
1
21

2.1.2. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue dan ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes Aepyty. Penyakit
DBD cenderung meningkat dan menyebar luas dan seringkali disertai
kejadian luar biasa (KLB), sehingga menimbulkan keresahan di
masyarakat karena menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan
kematian. Penderita DBD di Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun
terakhir disertai dengan kematian, sebagaimana tabel III.2 berikut.
Tabel III.2.
Indikator DBD Kota Palangka Raya
Tahun 2010 - 2016
Indikator Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2016 Standar
DBD
Angka
Kesakitan /
10 89 40,9 97,8 111,8 84,7 50
IR (100.000
pddk)
Angka
Kematian 4,5 1,5 3,2 0,4 1,1 0,9 < 1%
CFR (%)
Angka
Bebas 85,6 85,2 86,7 85,6 85,1 - 95%
Jentik/ABJ
(%)
Sumber : Bidang PMK

Tabel III.2. menunjukan bahwa kasus DBD sejak tahun 2012


menunjukan peningkatan, dan melonjak naik pada tahun 2014 kasus DBD
sebanyak 239 kasus dengan angka kesakitan 97,8/100.000 penduduk,

BAB III 19
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

dan tahun 2016 menurun menjadi 220 kasus dengan angka kesakitan
mencapai 84,7/100.000 penduduk. Angka tersebut diatas standar yang
ditetapkan yaitu 50/100.000 penduduk dengan angka kematian (CFR)
sebesar <1%. Masalah justru pada kegiatan Pemantauan Jentik Berkala
(PJB) pada tahun 2016 tidak lagi dilaksanakan, sehingga monitoring
terhadap pertumbuhan serta penyebaran nyamuk DBD tidak bisa
dipantau. PJB juga membantu kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) di lingkungan masyarakat. Dengan angka Bebas Jentik yang
rendah, memicu suatu lingkungan harus segera diadakan PSN, baik
melalui partisipasi dengan masyarakat, maupun dengan mengendalikan
pemberantasan nyamuk melalui fogging yang dilakukan oleh Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya
Faktor iklim pada tahun 2016 memberikan keuntungan yaitu
menyebabkan penyakit DBD menurun namun tidak signifikan, seperti
terjadinya musim hujan di sepanjang tahun 2016 sehingga air hujan
melimpah/banjir dengan asumsi air hujan menghanyutkan sarang vektor.
Hal ini menyebabkan perkembangbiakan nyamuk aides agypti mengalami
gangguan. Namun kasus DBD masih ada pada awal tahun. Kemudahan
transportasi dan tingkat mobilitas penduduk juga turut mempengaruhi
penyebaran penyakit DBD karena di Kota Palangka Raya sebaran kasus
umumnya terjadi di daerah perkotaan, sebagaimana terlihat pada gambar
III.6 tentang daerah endemis DBD. Peran serta masyarakat dalam
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sangatlah rendah. Pengelolaan
sampah belum berjalan sesuai ketentuan, hal ini terlihat dari sampah
anorganik yang belum terkelola dengan baik akan berpotensi sebagai
perindukan vektor. Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sangatlah
diperlukan, dengan metode yang tepat, sistematis, dan dengan frekuensi
yang lebih gencar sehingga menciptakan suatu gebrakan di masyarakat
dalam PSN, diharapkan akan berhasil menurunkan kasus DBD secara
signifikan

BAB III 20
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.6.

Peta Kelurahan Endemis DBD Kota Palangka Raya


Tahun 2016

D ae rah E n e m is D B D :
E nd e m is
S po rad is
P oten s ial
B eb a s

17
1

Kasus DBD telah menyebar di 23 kelurahan dari 30 kelurahan yang ada;


terdiri 10 kelurahan endemis dan 13 kelurahan sporadis. Kelurahan yang
berpotensi untuk tertular DBD pada tahun 2016 sebanyak 4 kecamatan.
Penularan umumnya terjadi di daerah padat penduduk dengan mobilitas
cukup tinggi.

2.1.3. Rabies
Rabies merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan oleh
hewan berdarah panas tersangka rabies seperti anjing, kucing dan
monyet. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosa yang terpenting di
Indonesia karena bila sudah menunjukan gejala klinis pada manusia
ataupun hewan yang selalu berakhir dengan kematian, sehingga
menimbulkan rasa cemas dan ketakutan bagi orang-orang yang terkena
gigitan dan kekhawatiran serta keresahan bagi masyarakat pada
umumnya. Pemberian vaksin pada manusia secara dini pasca gigitan
dapat mencegah kematian.
Kasus gigitan oleh hewan tersangka rabies dilaporkan oleh
Puskesmas Bukit Hindu sebagai Rabies Center. Gambar III.7
menggambarkan specimen positif pada hewan tersangka rabies tahun
2016.

BAB III 21
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.7.
Jumlah Spesimen Positif pada Hewan Penular Rabies
Di Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

100
83
80
Spesimen (+)

60 52
36
40 28
26 23
20 14

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang PMK

Pada tahun 2016 dilaporkan 784 kasus gigitan Rabies (GHPR)


dengan pemberian VAR kepada 384 kasus (48,98%) dan 52 kasus
dinyatakan positif Rabies. Pada tahun 2015 dilaporkan 631 kasus gigitan
hewan penular rabies (GHPR), 2014 dilaporkan 247 kasus gigitan hewan
penular rabies (GHPR), dan tahun 2013 dilaporkan 862 kasus. Penderita
yang mendapat vaksinasi tahun 2015 sebanyak 372 (59,11%). Gambar
III.8 berikut menunjukan kasus gigitan hewan tersangka Rabies selama
tahun 2010-2016.
Gambar III.8.
Korban Gigitan Hewan Penular Rabies
Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

1500
1143
1200
894
Jumlah Kasus

862
900 784
744 676 631 GHPR (Man)
613
527 VAR(Man)
600 384
421 372
247
300
112
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang PMK

BAB III 22
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

2.2. Penyakit Menular Langsung


2.2.1. TB. Paru
Tuberculosis atau sering disebut TB adalah penyakit menular
langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini
menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi basil TB. Umumnya
menyerang organ paru, namun dapat juga menyerang organ tubuh
lainnya. Bersama dengan Malaria dan HIV / AIDS, TB menjadi salah satu
penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global dalam MDGs.
Penemuan penderita merupakan langkah pertama dalam kegiatan
program penanggulangan TB. Upaya penemuan penderita dilakukan
secara pasif dengan promosi aktif, artinya penjaringan penderita dilakukan
di unit pelayanan kesehatan pada saat penderita datang untuk berobat
didukung dengan penyuluhan aktif. Keberhasilan pengobatan TB Paru
diukur antara lain melalui penemuan dan pengobatan penderita dan
tingkat kesembuhan penderita yang diobati dengan menggunakan
strategi DOTS.
Salah satu indikator yang digunakan dalam pengendalian TB
adalah Case Detection Rate (CDR) yaitu proporsi jumlah pasien baru BTA
positif yang ditemukan dan diobati terhadap jumlah pasien baru BTA
positif yang diperkirakan ada dalam wilayah tersebut. Target minimal CDR
yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan adalah 70%. Berikut adalah
penemuan kasus (CDR) sejak tahun 2010-2016.
Gambar III.9.
Angka Penemuan Kasus (Case Detection Rate) TB Paru
Di Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

80 Target CDR; 70
70
60 48
Persentase

50 48,8
37,68
40 31,3 27,6
25,6 25
30
20
10
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang PMK

BAB III 23
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Di Kota Palangka Raya jumlah penderita TB paru yang berobat di


unit pelayanan kesehatan (UPK) serta mendapat pengobatan yang sesuai
standar, pada tahun 2016 sebanyak 255 kasus dan yang mendapat
pengobatan sebanyak 109 kasus. Dibandingkan dengan tahun 2015,
kasus mencapai 113 kasus dan 83 kasus mendapatkan obat TB Paru.
Tahun 2014 sebanyak 74 kasus (CDR 48%), dan pada tahun 2013
sebanyak 117 kasus (CDR 25%) dengan prevalensi 53,1/100.000
penduduk.

Selain CDR, sejak tahun 2014 terdapat satu indikator lagi untuk
mengetahui penganggulangan kasus TB Paru, yaitu Case Notification
Rate (CNR) yaitu angka yang menunjukkan jumlah pasien baru yang
ditemukan dan tercatat di antara 100.000 penduduk di suatu wilayah
tertentu. Angka ini bila dikumpulkan serial, akan menggambarkan
kecenderungan penemuan kasus dari tahun ke tahun atau kecenderungan
(trend) meningkat atau menurunnya penemuan pasien di wilayah tersebut.
Pada tahun 2016 dengan CNR seluruh kasus mencapai 98,13 dan CNR
kasus baru sebesar 41,94. Mengalami peningkatan jika dibanding dengan
tahun 2015 CNR seluruh kasus mencapai 78,54%, dengan CNR kasus
baru sebesar 37,68%. Tahun 2014 CNR seluruh kasus TB mencapai
62,99/100.000 penduduk, dan CNR untuk kasus baru mencapai
30,27/100.000 penduduk.
Keberhasilan pelaksanaan penanggulangan TB diukur dari
pencapaian angka kesembuhan penderita. Angka kesembuhan ini
menunjukan persentase pasien baru TB dengan BTA (+) yang telah
berhasil menyelesaikan pengobatan baik sembuh maupun pengobatan
lengkap (success rate/SR). Angka kesuksesan tahun 2015 sebesar 33%.

BAB III 24
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.10.
Succes Rate (SR) TB Di Kota Palangka Raya
Tahun 2010-2016

86,2 89,3
100
Target SR; 85
80
Persentase

60

40 76,6 79,07
69,5
20 33 Sumber :
19,28
Bidang PMK
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Gambar III.10 memperlihatkan trend angka keberhasilan (success


Rate/SR) pengobatan TB Paru di Kota Palangka Raya. SR pada tahun
2016 mencapai 33% dan mengalami kenaikan jika dibanding dengan
tahun 2015 mencapai 19,28%, namun masih rendah jika dibandingkan
SR pada tahun 2014 yaitu 79,07%. Ada beberapa penyebab yang
dimungkinkan, salah satunya adalah terjadinya resistensi obat TB Paru
pada pasien. Resistensi obat disebabkan beberapa hal antara lain; pasien
tidak mematuhi anjuran dokter/ petugas kesehatan, tidak teratur menelan
OAT sesuai paduan, menghentikan pengobatan secara sepihak sebelum
waktunya, dan gangguan penyerapan obat TB Paru.

Pemegang program TB Paru diharapkan untuk lebih meningkatkan


komitmen dalam pelaksanaan program “Pengendalian TB Resistan Obat”
sesuai tatalaksana Pengendalian TB yang berlaku saat ini dengan
mengutamakan berfungsinya jejaring diantara fasilitas pelayanan
kesehatan. Titik berat manajemen program meliputi: perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta menjamin ketersediaan
sumber daya (dana, tenaga, sarana dan prasarana).

2.2.2. Kusta
Kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh
Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan jaringan tubuh
lainnya. Penyakit ini dapat menyebabkan stigma sosial di masyarakat
akibat cacat yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Upaya pelayanan

BAB III 25
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

terhadap penderita penyakit kusta antara lain pemeriksaan intensif


penderita yang datang ke pelayanan kesehatan dengan keluhan atau
pernah kontak erat dengan penderita.
Tahun 2016 kasus baru type Multi Basiler sebanyak 1 kasus dan
type Pausi Basiler sebanyak 2 kasus, dengan Newly Case Detection Rate
(NDCR) 1,15 /100.000 penduduk. Mengalami penurunan jika dibanding
dengan tahun 2015 ditemukan kasus baru type Multi Basiler 7 kasus
dengan Newly Case Detection Rate (NDCR) sebesar 2,78/100.000
penduduk. Mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2014 yaitu
kasus baru type Multi Basiler sebanyak 2 kasus dengan Newly Case
Detection Rate (NDCR) sebesar 0,82/100.000 penduduk. Tahun 2013
kasus baru tipe Multi Basiler sebanyak 1 kasus dengan Newly Case
Detection Rate (NDCR) sebesar 0,44/100.000 penduduk.
Tingkat penularan di masyarakat menggunakan indikator proporsi
anak (0-14 tahun) diantara pederita baru. Di Kota Palangka Raya kusta
ditemukan pada penderita usia ≥ 15 tahun. Sedangkan keberhasilan
dalam mendeteksi kasus baru diukur dari proporsi cacat tingkat II yang
pada tahun 2016 sebesar 0%.
Gambar III.11
Penderita Kusta Selesai Berobat
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

70 63
60
50
Persentase

40
30
20 14
10
0
2013 2014 2015 2016

2.2.3. Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS


Infeksi menular seksual merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang cukup menonjol disebagian wilayah dunia. Kegagalan
dalam mendiagnosis dan memberikan pengobatan pada stadium dini
dapat menimbulkan komplikasi serius dan berbagai gejala sisa lainnya,
seperti infertilitas, infeksi baik pada neonatus maupun pada bayi.

BAB III 26
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Penderita penyakit infeksi menular seksual yang dilaporkan di Kota


Palangka Raya tahun 2016 sebanyak 8 penderita. Penderita terbanyak
adalah laki-laki sebesar 75%. Sedangkan penderita HIV/AIDS dilaporkan
dari RSUD dr Dorys Sylvanus sebanyak 27 penderita untuk HIV, dan 38
penderita untuk AIDS dan meninggal 1 orang.

2.2.4. Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang jaringan paru
(alveoli) yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau terhirup udara
yang tercemar. Kelompok rentan terserang pneumonia adalah balita, usia
lanjut dan yang memiliki masalah kesehatan seperti gangguan malnutrisi
dan gangguan imunologi.
Penyakit ini merupakan penyakit utama penyebab kesakitan dan
kematian bayi dan balita. Namun perhatian dunia selama ini terhadap
pneumonia sangat sedikit sehingga ISPA dikenal sebagai the forgotten
pandemic. Oleh karena itu dunia memasukan pneumonia kedalam
komitmen global SDGs untuk ditanggulangi bersama. Diperkirakan 10%
dari seluruh balita pernah menderita pneumonia. Untuk tahun 2016 jumlah
perkiraan penderita pneumonia sebanyak 2.504 penderita, namun
penderita yang ditemukan dan ditangani/diobati sesuai dengan standar
pada pelayanan dasar (puskesmas) hanya 42 penderita atau 1,68%.

Gambar III.12.
Proporsi Penemuan Penderita Pneumonia Balita
di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Perempuan;
38,1; 38%
Laki; 61,9; 62%

Sumber : Bidang PMK

Secara nasional penderita pnemonia balita yang ditemukan dan


diobati ditargetkan sebesar 86%, dengan demikian capaian penemuan
kasus pneumonia di Kota Palangka Raya tahun 2016 sangatlah rendah.

BAB III 27
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.13 berikut menunjukan persentase penemuan dan pengobatan


penderita pneumonia balita dari tahun 2010- 2016.
Gambar III.13.
Persentase Penemuan Penderita Pneumonia Balita
Di Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

100
90
Target,
80 86
70
Penemuan

60
50
40
30
20 9,2 9,5
7,8 8,8 5,23
10 3,28 1,68
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang PMK

Berbagai kendala yang ditemui dalam penanggulangan ISPA


pneumonia adalah cara penularannya yang lintas udara (air borne
desease), sulitnya mengidentifikasi gejala pneumonia oleh masyarakat
serta masih minimnya pelatihan tenaga kesehatan dalam tatalaksana
penderita pneumonia balita (MTBS).

2.2.5. AFP (Accute Flacid Paralysis)


AFP berbeda dengan polio, AFP merupakan sekumpulan penyakit yang
ditandai dengan lumpuh layuh akut. Dalam rangka eradikasi polio, seluruh
negara (global) melaksanakan surveilans AFP. Survailans AFP difokuskan
pada penyakit-penyakit yang sifatnya akut dan layuh (flaccid) seperti pada
kasus polio. Sebagian besar kasus polio non paralitik tidak disertai
manifestasi klinis yang jelas. Ditemukannya kasus polio paralitik menunjukan
adanya penyebaran virus polio liar di wilayah tersebut.
Surveilans AFP merupakan salah satu upaya pencegahan dan
pemberantasan penyakit polio. Kelompok rentan terhadap kasus polio adalah
anak-anak sehingga pelaksanaan program Surveilans AFP difokuskan pada
anak usia < 15 tahun yang menderita kelumpuhan mirip polio (lumpuh layuh
akut).

BAB III 28
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Selama pelaksanaan Surveilans AFP di Kota Palangka Raya, tidak


ditemukan ada kasus kelumpuhan akibat polio paralitik. Di Kota Palangka
Raya pada tahun 2016 jumlah anak usia < 15 tahun belum mencapai 100.000
jiwa hanya 66.708 jiwa sehingga target penemuan adalah 1 penderita setiap
tahun. Untuk sensitifitas kegiatan maka target penemuan penderita AFP
menjadi 2 penderita. Pada tahun 2016 hanya ditemukan 3 penderita, berarti
berhasil dipenuhi dengan AFP Rate > 1/100.000 penduduk usia > 15 tahun,
seperti gambar III.14 berikut.
Gambar III.14.
Penemuan Kasus AFP (per 100.000 penduduk usia < 15 tahun)
Kota Palangka Raya Tahun 2004-2016

7
6
6
(per 100.000 pddk usia < 15 thn)

5 5 5
5
4 4
4
Jml. Kasus

3
3
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2
1
1
1 0 0 0
0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Penemuan Target (per 100.000 pddk usia < 15 th)

Sumber : Bidang PMK

2.2.6. Diare
Diare merupakan penyakit ketika terjadi perubahan konsistensi
feses dan peningkatan frekuensi buang air besar. Diare merupakan
penyakit yang potensial menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Kejadian
diare dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : faktor lingkungan, gizi,
kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku
masyarakat. Secara proporsional diare lebih banyak terjadi pada golongan
balita.
Upaya menurunkan angka kesakitan diare di Kota Palangka Raya
adalah tatalaksana penderita diare seperti melalui Manajemen Terpadu
Balita Sakit (MTBS) pada penderita diare balita, ketersediaan logistik serta
pengamatan terhadap peningkatan kasus diare.

BAB III 29
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Penderita Diare yang berobat dan ditangani di puskesmas pada


tahun 2016 sebanyak 2.879, menurun jika dibandingkan tahun 2015
sebanyak 3.275 dengan angka kesakitan diare sebesar 214/1000
penduduk. Sedangkan proporsi penderita terbanyak pada kelompok
perempuan 51,88%, sebagaimana gambar III.15

Gambar III.15.
Proporsi Penderita Diare Menurut Jenis Kelamin
Kota Palangka Raya Tahun 2016

Perempuan Laki-laki
50,54% 49,46%

Sumber : Bidang PMK

2.3. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)


Penyakit menular yang diupayakan pencegahannya melalui program
imunisasi di Indonesia ada 7 (tujuh) jenis penyakit, yaitu Difteri, Pertusis, Tetanus,
Hepatitis, TBC, Polio dan Campak. Di Kota Palangka Raya pada tahun 2016
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yang dilaporkan adalah
Difteri.
Gambar III.16.
Kasus Penyakit yang dapat dicegah dengan Immunisasi (PD3I)
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Polio

Tetanus Neonatorum

Difteri

0 1 2 3 4 5
Tetanus
Difteri Pertusis Campak Polio Hepatitis
Neonatoru

Meninggal 1 0 0 0 0 0
Jml Kasus 1 0 0 0 0 0

Sumber : Bidang PMK

BAB III 30
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

2.3.1. Difteri
Difteri adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh
Corynebacterium Diphteriae dimana gejala klinik (local maupun umum)
yang ditimbulkannya adalah merupakan akibat dari eksotoksin yang
dihasilkan oleh bakteri ini. Difteri menyerang selaput lendir pada hidung
serta tenggorokan dan terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini
sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa
jika tidak segera ditangani. Pengobatan difteri harus segera dilakukan
untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama
pada penderita anak-anak. Diperkirakan hampir satu dari lima penderita
difteri balita dan berusia di atas 40 tahun yang meninggal dunia
diakibatkan oleh komplikasi.
Pada tahun 2016 di Kota Palangka Raya terdapat 1 (satu) penderita difteri
dan meninggal dunia karena terlambat dalam penanganan serta terjadi
komplikasi.

2.3.2. Campak
Penyakit Campak disebabkan oleh virus campak atau biasa disebut
virus measles. Virus campak termasuk genus Morbilivirus familia
Paramyxoviridae. Penyakit ini sangat menular dan akut. Sebagian besar
menyerang anak-anak. Bila mengenai balita terutama dengan gizi buruk
maka dapat terjadi komplikasi. Komplikasi yang sering adalah
bronchopneumonia, gastroenteritis, dan otitis media; ensefalitis jarang
terjadi tetapi dapat berakibat fatal, yaitu kematian.
Penularan dapat terjadi melalui udara yang telah terkontaminasi oleh
sekret orang yang telah terinfeksi. Penegakan kasus campak melalui
pemeriksaan darah penderita.
Kasus campak yang dilaporkan adalah kasus klinis. Kasus klinis
yang dilaporkan pada tahun 2016 adalah 207. Angka tersebut
berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium sampel darah penderita
dinyatakan positif virus measles. Penyakit Campak dapat menyerang
semua golongan umur, terutama bayi sebagai kelompok rentan. Namun
beberapa tahun terakhir dengan semakin baiknya cakupan imunisasi

BAB III 31
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

campak, mulai terjadi pergeseran penderita klinis campak kepada


golongan umur yang lebih tua.
Selain imunisasi campak pada bayi, salah satu upaya untuk
mencegah terjadinya KLB Campak, maka pemerintah melaksanakan
program kampanye imunisasi campak dengan sasaran anak sekolah
dasar yang dilaksanakan pada bulan Agustus

3. Penyakit Tidak Menular


Dipicu oleh isu global (WHO) tentang perubahan pola penyakit dan
kecenderungan masa depan, angka kejadian penyakit tidak menular atau gaya
hidup sebagai penyebab utama kematian yang signifikan telah menggeser
kedudukan penyakit menular. Penyakit tidak menular terjadi bukan karena proses
infeksi sebagai faktor resiko utama yang mengakibatkan kecacatan dan kematian.
Penyakit tidak menular dapat dicegah jika faktor risiko dapat dikendalikan.
Beberapa penyakit tidak menular yang dominan dilaporkan oleh puskesmas
adalah sebagai berikut :

3.1. Hipertensi
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan
pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi
ditengarai sebagai penyebab utama stroke dan jantung. Penyakit ini sudah jadi
epidemi di zaman modern, menggantikan Diare dan TBC.
Kunjungan penderita hipertensi di Kota Palangka Raya dalam 5 tahun
terakhir menunjukan peningkatan yang cukup tajam. Pada tahun 2016 dilaporkan
terdapat 12.038 penderita. Penderita hipertensi seringkali mengabaikan atau
kurang menyadari karakter penyakit yang timbul tenggelam. Ketika tekanan darah
sudah kembali normal, maka penderita cenderung menganggap kesembuhannya
permanen. Padahal, sekali divonis hipertensi, penyakit tersebut akan terus
membelit tubuh penderita.

BAB III 32
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.17.
Penderita Hipertensi Di Kota Palangka Raya
Tahun 2010-2016

14000 13147 12919


12038
12000
10000
7541
Jml. Penderita

8000 6696 7272


6447
6000
4000
2000
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan

Suatu penelitian menyebutkan bahwa satu dari setiap lima orang


menderita tekanan darah tinggi, dan sepertiganya tidak menyadari. Sehingga
sekitar 40 % kematian pada usia produktif di bawah usia 65 tahun bermula
dari tekanan darah tinggi. Sebagai suatu proses degeneratif, hipertensi
banyak ditemukan pada golongan dewasa. Proporsi gender penderita
hypertensi sebagaimana gambar III.18 berikut ini.
Gambar III.18.
Proporsi Penderita Hipertensi Menurut sex gender
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

Laki-Laki Sumber : Bidang


39% Pelayanan
Kesehatan

Perempuan
61%

Pada gambar III.17 terlihat bahwa gender perempuan beresiko >50% menderita
hypertensi, dan perlu penelitian lebih lanjut apakah beban kerja di rumah tangga
serta pola makan perempuan berpengaruh terhadap munculnya hypertensi.
Distribusi penderita hypertensi menurut puskesmas di Kota Palangka Raya pada
tahun 2016 terlihat seperti gambar III.19 dibawah ini.

BAB III 33
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.19.
Kasus Hypertensi
di Puskesmas Kota Palangka Raya Tahun 2016

3000
2638
2500
2179
1957
2000
1476 1480
1500

1000
658 618
529
500 266 237

Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan

Pada gambar diatas terlihat bahwa, distribusi hypertensi sangat


proporsional di 10 puskesmas sesuai dengan trend kunjungan pasien ke
puskesmas tersebut.

3.2. Gastritis
Penyakit Gastritis pada lambung merupakan suatu peradangan mukosa
lambung yang dapat bersifat akut, kronik difus, atau lokal. Penyakit
gastritis sering masyarakat menyebutnya dengan penyakit maag, adalah
proses inflamasi pada mukosa dan sub mukosa lambung. Gastritis yang
ditemukan di puskesmas didiagnosa berdasarkan gejala klinis bukan
pemeriksaan hispatologi.
Penyebab Gastritis antara lain karena ; terlambat makan, mengkonsumsi
makanan asam atau pedas, minum kopi atau alkohol, merokok, serta
resiko meningkat pada strees psikis. Pada tahun 2016 kasus Gastritis
mencapai 6.694 kasus dan menempati urutan ketiga pada 10 besar
penyakit/kasus di puskesmas

BAB III 34
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.20.
Kasus Gastritis di Kota Palangka Raya Tahun 2012 – 2016

9000 8336
8209
8000
7022
7000 6607 6694

6000

5000

4000

3000

2000

1000

Sumber : Bidang Yankes

Gambar III.20 menunjukkan angka kasus gastritis semakin menurun, hal tersebut
sepadan dan sinkron dengan angka 10 besar penyakit. Pada tahun 2012 sampai
dengan tahun 2013, Gastritis menduduki urutan ke dua, dan pada tahun 2014
sampai dengan 2016 menduduki urutan ke tiga, pada angka 10 besar penyakit di
Kota Palangka Raya. Tingkat pengetahuan masyarakat sudah semakin terhadap
pengobatan serta pencegahan gastritis.

3.3. Diabetes Mellitus (DM)


Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan
kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal. Apabila dibiarkan tidak
terkendali, penyakit ini dapat menimbulkan penyakit-penyakit yang dapat
berakibat fatal termasuk penyakit jantung, ginjal dan impotensi. Dewasa ini
penderita diabetes mellitus atau diabetisi terjadi tidak hanya pada masyarakat
berpenghasilan tinggi, tetapi juga masyarakat menengah dan rendah, baik yang
bermukim di perkotaan maupun di perdesaan.
Prevalensi diabetisi di Indonesia menunjukan kecenderungan meningkat.
Pada tahun 2000 diabetisi yang berusia diatas 20 tahun sebesar 5,6 juta. Pada

BAB III 35
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

tahun 2020 diabetisi diperkirakan sebesar 8,2 juta jiwa. Di Kota Palangka Raya
penyandang diabetisi yang datang dan berobat ke puskesmas meningkat cukup
tajam dalam 6 tahun terakhir, jika pada tahun 2006 dilaporkan sebanyak 379
penderita, maka pada akhir tahun 2016 sebanyak 1.372 penderita. Gambar III.21
di bawah ini menunjukan peningkatan penyandang diabetisi dalam kurun waktu
2006-2016.

Gambar III.21.
Penderita Diabetes Mellitus Di Kota Palangka Raya
Tahun 2006 – 2016

1500 1372
Jml. Penderita

1000 864 887


635 703
624 578
474 482 517
500 379

0
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Tahun

Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan

Proporsi penyandang diabetisi umumnya pada usia produktif, hal ini


dipengaruhi oleh faktor risiko diabetes mellitus yang umumnya banyak dijumpai
pada umur produktif. Faktor risiko diabetes mellitus antara lain pola hidup yang
tidak sehat seperti pola makan yang cenderung kelebihan kalori, kurang aktivitas
(olah raga) dan obesitas yang akan berdampak pada menurunnya produktifitas,
meningkatnya ketergantungan penderita pada keluarga dan masyarakat serta
kebutuhan biaya untuk pengobatan yang cukup tinggi. Penyandang diabetisi di
Kota Palangka Raya terbanyak pada kelompok usia produktif yaitu 20-54 tahun
sebesar 1.101 penderita (42%) dari total 2.597 penderita yang dilaporkan,
sebagaimana gambar III.22 berikut ini.

BAB III 36
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.22.
Proporsi Penderita Diabetes Mellitus Menurut Umur
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

< 20 th
4%
> 70 th
9% 20 -44 th
14%

55 - 69 th 45 - 54 th
45% 28%

Sumber : Bidang PMK

3.4. Kanker

Penyakit kanker adalah sel jaringan tubuh yang tumbuh tidak normal dan
terus menerus membelah diri dengan cepat dan tidak terkendali. Penyakit kanker
sebenarnya bukan penyakit yang datang seketika, namun perlu proses untuk
menggerogoti tubuh. Sel-sel kanker, karsinoma atau sarkoma bersifat infiltratif,
akan terus bertumbuh menyusup ke jaringan di sekitarnya, lalu menyebar ke
tempat yang lebih jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
Secara teori kanker menyerang orang dewasa yang berusia >40 tahun, namun
kenyataannya kanker menyerang siapa saja dari berbagai golongan umur, dan
kanker bisa tumbuh di semua bagian tubuh.
Deteksi dini terhadap kanker, telah dilaksanakan sejak tahun 2015 di Kota
Palangka Raya, dan pada prioritas paling atas adalah deteksi kanker kanker
leher rahim dan kanker payudara pada wanita usia 30 – 50 tahun. Berikut hasil
pemeriksaan pada deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA serta
kanker payudara dengan metode pemeriksaan klinis (CBE) di Kota Palangka
Raya dari tahun 2015 - 2016

BAB III 37
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.23.
Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara
Di Kota Palangka Raya Tahun 2015-2016

IVA
IVA
Positif 1% Positif
Negatif Negatif 6%
7% 7%
98% 93%
Benjolan
1% Benjolan
1%

TAHUN 2015 TAHUN 2016

Sumber : Bidang PMK

C. STATUS GIZI MASYARAKAT


Di dalam era globalisasi sekarang dimana terjadi perubahan gaya hidup dan
pola makan, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda. Di satu pihak masalah
kurang gizi yaitu: gizi buruk, anemia, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) dan
Kurang Vitamin A (KVA) masih merupakan kendala yang harus ditanggulangi. Di sisi
lain adalah terjadinya obesitas atau gizi lebih akibat perilaku dan gaya hidup yang
kurang mendukung pola hidup sehat. Masalah gizi adalah masalah kesehatan
masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan
medis dan pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi disamping merupakan sindroma
kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah
tangga, juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung
pola hidup sehat.

1. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

Berat badan bayi baru lahir merupakan tolok ukur status gizi bayi dan status gizi
ibu hamil. Pada tahun 2016 di Kota Palangka Raya, tercatat kasus Berat Bayi Lahir
Rendah (BBLR) sebanyak 4 (0,1%) dari jumlah bayi yang lahir). Perbandingan kasus
BBLR tahun 2010 – 2016 seperti tampak pada gambar III.24

BAB III 38
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.24.
BBLR di Kota Palangka Raya Tahun 2010 – 2016

40
38
35
BBLR
30
25 25
Jml. Kasus

20
15 16
14
10 10
5 4
3
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang Yankes

Turunnya kasus BBLR pada tahun 2016 bukan merupakan suatu pertanda kinerja
yang baik, karena ternyata hanya 1 puskesmas yang melaporkan kasus BBLR, dan 9
puskesmas lainnya tidak membuat laporan. Angka tersebut belum mencerminkan
kondisi BBLR di Kota Palangka Raya. Diharapkan kepada pengelola program gizi
masyarakat yang berintegrasi dengan pengelola KIA, untuk meningkatkan sistem
pencatatan dan pelaporan terkait BBLR baik di puskesmas maupun di Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya.

2. Gizi Balita

Status gizi bayi/balita adalah tolak ukur yang paling penting dalam menentukan
status gizi masyarakat di suatu wilayah. Status gizi/bayi balita dapat diukur
berdasarkan umur, berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Indikator BB/U
memberikan gambaran tentang status gizi yang sifatnya umum, tidak spesifik. Tinggi
rendahnya prevalensi gizi buruk atau gizi buruk dan gizi kurang mengindikasikan ada
tidaknya masalah gizi pada balita, tetapi tidak memberikan indikasi apakah masalah
gizi tersebut bersifat kronis atau akut.
Di Kota Palangka Raya Pada tahun 2016 ditemukan 3 kasus gizi buruk dari
10.941 balita (0,03%) yang ditimbang baik di Puskesmas juga di Posyandu. Pola
asuh balita oleh ibu, dan asupan gizi pada balita perlu mendapatkan perhatian,
dengan meningkatkan penyuluhan gizi yang lebih intensif di posyandu maupun
puskesmas.

BAB III 39
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Indikator TB/U serta BB/TB belum bisa dilaksanakan secara rutin di posyandu di
Kota Palangka Raya karena beberapa hal, antara lain keberadaan peralatan ukur,
ketelatenan kader posyandu, serta minimnya bimbingan tehnis. Pemantauan status
gizibayi/balita dapat dilakukan melalui penimbangan setiap bulannya baik di
posyandu ataupun di sarana pelayanan kesehatan lainnya seperti di puskesmas,
pustu dan polindes. Hasil pemantauan disajikan dalam SKDN, di Kota Palangka
Raya pada tahun 2016 adalah sebagai berikut :
a. D/S (jumlah balita ditimbang dari jumlah sasaran) : 48,3%
b. D/S (jumlah baduta ditimbang dari jumlah sasaran) : 48,4%
c. BGM (Jumlah Balita dan Baduta dengan BB dibawah Garis Merah) : 1,2%

Gambar III.25.
Hasil Pemantauan BB/U Balita di Kota Palangka Raya Tahun 2011-2016

30.000
25.000
20.000
Jml. Balita

15.000
10.000
5.000
-
Sasaran Ditimbang BB Naik BGM Gizi Buruk
2011 22.096 8.161 4.865 122 1
2012 22.466 8.211 5.491 114 2
2013 22960 8643 6374 121 2
2014 22730 7824 1244 123 3
2015 24448 13153 5674 179 2
2016 27770 13429 4432 128 3

Sumber : Bidang Yankes

3. Gizi Ibu Hamil

Status gizi ibu hamil juga merupakan indikator yang sangat penting untuk
menentukan status gizi masyarakat karena pada momentum inilah awal
pembentukan kualitas generasi mendatang. Pada tahun 2016 tercatat masalah gizi
pada ibu hamil sebagai berikut :

a. Prevalensi KEK pada ibu hamil dengan indikator LILA < 23,5 cm adalah 7,73%
b. Prevalensi anemia pada ibu hamil dengan indikator HB <11 gr% adalah 2,35%.

BAB III 40
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

4. Kecamatan Bebas Rawan Gizi


Pada tahun 2016 ditemukan balita gizi buruk di Kecamatan Sebangau sebanyak
1 kasus, dan Kecamatan Jekan Raya sebanyak 2 kasus. Pada tahun 2015 ada 1
kecamatan yang mempunyai kasus gizi buruk adalah Kecamatan Jekan Raya. Pada
tahun 2014 ditemukan gizi buruk 3 balita di Kecamatan Bukit Batu, tahun 2013
ditemukan 2 balita gizi buruk dan tahun 2012 terdapat 2 balita gizi buruk. Kecamatan
lainnya (3 kecamatan) di Kota Palangka Raya merupakan kecamatan bebas rawan
gizi.
Berdasarkan pemantauan faktor risiko terjadinya kasus gizi buruk adalah
adanya penyakit penyerta, kondisi ekonomi keluarga dan kurangnya pengetahuan
orang tua balita. Upaya untuk mengatasi masalah gizi adalah pemberian PMT dan
penyuluhan kesehatan terhadap pola asuh anak serta tata cara peningkatan asupan
gizi dari pola makan keluarga. Tatacara pengolahan makanan untuk meminimalisir
hilangnya kandungan gizi terhadap beberapa makanan juga perlu diinformasikan
kepada masyarakat secara berkala melalui berbagai media.

5. Obesitas

Obesitas adalah akumulasi kelebihan jaringan lemak dalam tubuh manusia yang
terjadi akibat makan terlalu banyak dikombinasikan dengan aktifitas otot yang tidak
memadai. Obesitas juga merupakan penyakit yang dihasilkan dan didominasi sintesis
lemak dan penyimpanan atas penghancuran lemak. Salah satu mekanisme utama
yang bertanggungjawab untuk obesitas adalah terganggunya koordinasi antara
metabolisme lemak dan metabolisma karbohidrat. Gangguan ini mengintensifkan
konversi karbohidrat ke lemak. Makan berlebihan seperti makanan berkarbohidrat,
yang mengandung tepung dan gula, mendorong manifestasi obesitas secara turun
temurun.
Di Kota Palangka Raya pada tahun 2016, terdapat 1.372 kasus obesitas atau
49,05% dari 2.797 orang yang diukur berat badannya di puskesmas (dalam dan luar
gedung), dimana obesitas pada perempuan sebesar 2.301 (63,6%) dan laki-laki
sebesar 496 (36,4%). Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan
dengan tahun 2015, terdapat 17,56% (102 obesitas) dari 581 yang diukur berat
badannya. Menurut gender, ternyata obesitas pada perempuan lebih tinggi
dibandingkan obesitas pada laki-laki.

BAB III 41
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar.III.26
Kasus Obesitas di Kota Palangka Raya Tahun 2015-2016

1000
803
800

600
459 Perempuan
400 Laki-laki

200
60 42
0
2015 2016

D. KESEHATAN LINGKUNGAN
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah
suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar
dapat menjamin keadaan sehat dari manusia. Menurut HAKLI (Himpunan Ahli
Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi
lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara
manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia
yang sehat dan bahagia.
Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan
dalam kesejahteraan penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan
bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk
kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar.

1. AKSES TERHADAP AIR MINUM


Air minum masyarakat Kota Palangka Raya bersumberkan dari PDAM, air
kemasan, serta air isi ulang yang berasal dari air tanah dengan proses
pengeboran diatas 50 meter dari daerah perbukitan yang dipercayai memiliki
hasil inspeksi sanitasi rendah. Jumlah penduduk yang memanfaatkan air
PDAM sebagai air minum pada tahun 2016 mencapai 72.465 jiwa atau 27,9%
dari total penduduk.
Air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari,
bersumberkan dari air tanah yaitu Sumur Bor dengan pompa sebanyak

BAB III 42
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

150.845 jiwa (58%), dan Sumur Gali terlindungi sebesar 1.080 jiwa (0,4%).
Namun penduduk yang bertempat tinggal di daerah aliran sungai seperti di
wilayah Kecamatan Rakumpit, masih menggunakan air sungai untuk
keperluan sehari-hari (mandi dan cuci) yaitu sekitar <5% dari total penduduk.
Gambar III.27.
PROPORSI SUMBER AIR MINUM PENDUDUK
KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2016
SGL; 0,4
lain-lain; 1,8

PDAM; 27,9

SUMUR BOR; 58

Khusus air minum, penduduk Kota Palangka Raya 85,93% atau 223.310 jiwa
yang mempunyai akses berkelanjutan terhadap air minum layak, dan
sebagian besar berada di tengah perkotaan.

2. PERUMAHAN PEMUKIMAN

Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat


kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih,
tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah,ventilasi rumah
yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak
terbuat dari tanah.

BAB III 43
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar III.28.
RUMAH SEHAT DI KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2013 – 2016

100 86,35 86,47 86,99 89,14


89
80
87
60 RUMAH SEHAT
65
40 Target RENSTRA
40
20

0
2013 2014 2015 2016

Kota Palangka Raya dalam kondisi berkembang dalam pembangunan


perumahan, baik pembangunan yang dilakukan oleh pengembang maupun
secara swadaya. Perumahan baru yang dibangun para pengembang, rata-
rata telah memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana sanitasi namun
pengelolaan system kesehatan lingkungan yang harus dikaji ulang oleh Dinas
Kesehatan. Pengelolaan sampah, air limbah rumah tangga, serta jarak septick
tank dengan sumber air bersih, perlu mendapatkan pengawasan serta
penyuluhan yang intens kepada masyarakat luas. Perumahan pemukiman
yang sehat, dimulai dari rumah tangga sehat, kemudian bisa berkembang
menuju kelurahan/desa sehat dan kecamatan sehat. Jika setiap kepala
keluarga sadar akan pentingnya rumah sehat sebagai cikal bakal lingkungan
permukiman yang sehat, dan selanjutnya menuju kepada Kelurahan Sehat
dan Kecamatan Sehat.

E. ANGKA HARAPAN HIDUP


Angka Harapan Hidup (AHH) didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak
tahun yang dapat ditempuh oleh sesorang sejak lahir. Angka harapan hidup
menggambarkan seberapa lama peluang seseorang untuk bertahan hidup, dianggap
sebagai indikator umum bagi taraf hidup. Tingginya umur harapan hidup
menunjukkan taraf hidup suatu negara atau daerah yang juga tinggi, begitu juga
sebaliknya jika umur harapan rendah maka taraf hidup suatu daerah tersebut juga
rendah. Selain indikator bagi taraf hidup, angka harapan hidup juga memperlihatkan
derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah bahkan negara. Semakin tinggi angka
harapan hidup mencerminkan semakin tingginya derajat kesehatan di suatu wilayah
karena sesorang yang hidup panjang cenderung didukung dengan kondisi kesehatan

BAB III 44
III
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

yang baik. Angka harapan hidup juga merupakan salah satu indikator dalam Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), dimana sebagai representasi dari dimensi kesehatan
pada suatu daerah .
Angka harapan hidup di Kota Palangka Raya dalam lima tahun terakhir
menunjukan peningkatan signifikan kecil. Lambatnya kenaikan angka harapan hidup
tersebut menggambarkan bahwa memang tidak mudah untuk menaikkan satu tahun
dari indikator ini. Perlu upaya keras di bidang kesehatan secara menyeluruh untuk
meningkatkannya, apalagi jika angka yang dicapainya sudah tinggi. Berdasarkan
perhitungan angka harapan hidup masyarakat Kota Palangka Raya dari BPS Kota
Palangka Raya adalah sudah mencapai angka diatas 72 tahun, diatas angka
Harapan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah yaitu 69,57 tahun.

Gambar III.29.
Angka Harapan Hidup Di Kota Palangka Raya
Dibandingkan dengan Angka Harapan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah
Tahun 2011 – 2016

74
72.97
73 73
72.68 72.85 72.97
72 72.77 72.95
Kota
71
69.54 69.57 Provinsi
70 69.18 69.29 69.39
69.09 Target RPJMD
69
68
67
2011 2012 2013 2014 2015 2016

BAB III 45
BAB IV
SITUASI UPAYA
KESEHATAN
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Konsep sehat dan upaya kesehatan yang dianut dunia telah banyak
bergeser. Upaya kesehatan yang dulu ditujukan sebagai Health Program for
Survival diganti menjadi Health Program for Human Development yaitu untuk
mempertahankan dan meningkatkan upaya pembangunan diperlukan sumber daya
manusia yang tidak sekedar tidak sakit tetapi sehat dan produktif.
Pembangunan kesehatan perlu dilihat sebagai investasi jangka panjang dimana
return of invesmentnya berupa avoided lost atau berkurangnya kerugian akibat
orang tidak sakit, meningkatnya mutu tenaga kerja, meningkatkan pendapatan dan
mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata
ditentukan oleh hasil kerja keras sektor kesehatan saja, tetapi sangat dipengaruhi
oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif pelbagai sektor lainnya. Semua
kebijakan pembangunan yang sedang diselenggarakan hendaknya memiliki
wawasan kesehatan terpadu. Artinya program pembangunan harus memberikan
kontribusi yang positif terhadap pembentukan lingkungan sehat dan perilaku sehat.
Pembangunan Daerah berwawasan kesehatan bertolak dari kesadaran
dan keyakinan bahwa kesehatan adalah hak azazi manusia dan bahwa masyarakat
adalah penggerak atau pelaku dari pembangunan daerah tersebut. Oleh karena itu
dalam rangka menuju kota yang berwawasan sehat maka Dinas Kesehatan Kota
Palangka Raya menyusun visi yaitu “Terwujudnya derajat kesehatan masyarakat
yang optimal di Kota Palangka Raya ”. Selaras dengan pembangunan berwawasan
kesehatan dan visi tersebut, disusunlah misi Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
mencakup :
1) Meningkatkan pelayanan yang bermutu
2) Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap masalah kesehatan
3) Terpenuhinya Jaminan Kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Palangka
Raya
4) Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan
5) Meningkatkan tata kelola administrasi kesehatan yang baik

BAB IV
46
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Peningkatan kualitas hidup dan lingkungan yang dilaksanakan melalui sektor


kesehatan antara lain melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan
ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat, pemantauan penyakit untuk mencegah
kejadian luar biasa dan pencegahan penyakit melalui imunisasi pada bayi dan
wanita sebagai bagian yang rentan terhadap penyakit. Peningkatan kesehatan
lingkungan fisik dengan mengupayakan agar rumah, tanah, air dan lain-lain
terbebas dari pencemaran tinja, sampah, asap, bau, zat kimia dan lain-lain.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan
Paradigma Sehat dalam budaya hidup perorangan, keluarga dan masyarakat yang
berorientasi sehat, bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi
kesehatannya baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Menciptakan perilaku
hidup bersih dan sehat masyarakat dilakukan melalui penyebaran informasi,
pendidikan dan pengetahuan yang tercakup dalam upaya perubahan perilaku
masyarakat dari perilaku sakit menjadi perilaku sehat. Indikator perilaku hidup
bersih dan sehat mencakup pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan
masyarakat serta meningkatkan kualitas generasi mendatang melalui pelayanan
oleh tenaga kesehatan terampil dan peningkatan status masyarakat. Peningkatan
perilaku hidup bersih dan sehat juga mencakup pengembangan sarana dan
prasarana dalam rumah tangga melalui penyediaan air bersih, jamban umum,
tempat pembuangan sampah serta rumah sehat sesuai dengan syarat kesehatan.
Penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, surveilance penyakit
yang berindikasi Kejadian Luar Biasa (KLB), serta penanggulangan bencana yang
terjadi di masyarakat, merupakan upaya penanggulangan masalah kesehatan
secara sistematis dan menyeluruh dengan mengedepankan prinsip epidemiologi.
Identifikasi kasus, penegakan diagnosa, dan pemantauan indikator penyakit
degeneratif dilakukan guna pengambilan kebijakan dalam upaya pemberantasan
dan penanggulangan penyakit.
Pelayanan kesehatan berupaya untuk meningkatkan kemandirian bagi unit-
unit pelayanan dan menerapkan manajemen yang berorientasi pada mutu. Mutu
pelayanan kesehatan harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui peningkatan
kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan obat serta peningkatan dan
pemeliharaan sarana dan peralatan kesehatan. Untuk meningkatkan pemerataan
dan keterjangkauan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, dikembangkan
pembiayaan kesehatan melalui sistem asuransi kesehatan.

BAB IV
47
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

A. UPAYA PELAYANAN KESEHATAN DASAR


Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui pelayanan
kesehatan dasar diharapkan masalah kesehatan masyarakat dapat diatasi.

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak


Ibu dan anak merupakan sasaran utama pembangunan bidang kesehatan,
angka kematian ibu dan angka kematian anak merupakan indikator utama
penentuan derajat kesehatan masyarakat suatu bangsa. Menekan angka
kematian dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal terhadap ibu dan
anak, akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan menjaga kualitas
generasi bangsa masa mendatang.

1.1. Pelayanan Antenatal


Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga
kesehatan profesional (dokter spesialis, dokter umum, bidan dan perawat)
kepada ibu selama masa kehamilannya, yang dilaksanakan sesuai dengan
standar pelayanan antenatal yang ditetapkan. Hasil pelayanan antenatal
terukur melalui cakupan pelayanan ibu hamil K1 dan K4.
Cakupan K1 merupakan gambaran kunjungan pertama ibu hamil ke
sarana kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan K4
merupakan gambaran pelayanan ibu hamil yang sesuai standar dan
mendapatkan paling sedikit empat kali kunjungan. Angka ini bertujuan untuk
melihat kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil.
Cakupan pelayanan ibu hamil K1 di Kota Palangka Raya tahun 2016
sebesar 96,1% meningkat jika dibandingkan tahun 2015 sebesar 94,5% dan
menurun jika dibandingkan tahun 2014 sebesar 97,5%. Sedangkan cakupan
pelayanan K4 tahun 2016 sebesar 87,2% meingkat jika dibandingkan tahun
2015 sebesar 82,3% menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014
sebesar 87,9.

BAB IV
48
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.1.
Cakupan K4 Kota Palangka Raya Tahun 2009 – 2016

96
94 92,9 92,4 Target K4 :95
92
89,6
90 87,9
87,2
88 85,7
86
84
82
80
2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang Yankes

Secara umum cakupan K4 dari tahun 2011 sampai tahun 2016 masih
dibawah 95%. Berdasarkan wilayah pencapaian K4 pada Kecamatan
Sebangau khususnya Puskesmas Kalampangan hanya 63,4% dan
Puskesmas Kereng Bangkirai 97,6%. Kecamatan Bukit Batu 79,2%,
Kecamatan Pahandut khususnya Puskesmas Pahandut mencapai 98,9%
dan Kecamatan Jekan Raya khususnya Puskesmas Jekan Raya mencapai
84,1% sebagaimana terlihat pada gambar IV.2 berikut.
Gambar IV.2.
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 di Puskesmas
Kota Palangka Raya Tahun 2016

150
Persentase (%)

100

50

0
Kalampan K.Bangkir
Pahandut Panarung Menteng B.Hindu Kayon Jekan R Tangkiling Rakumpit
gan ai
K4 100 88,2 73,2 95,5 94,1 99,7 67,6 94,2 72,8 51

Sumber : Bidang Yankes

BAB IV
49
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

1.2. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan


Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan bertujuan untuk
mengurangi komplikasi dan kematian ibu maternal serta bayi baru lahir.
Dengan rasio tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
sebesar 69,63 per 100.000 penduduk, cakupan persalinan oleh tenaga
kesehatan tahun 2016 sebesar 90,3%.
Gambar IV.3.
Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan
Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

100

95

90
Target :90%
85

80
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Linakes 91 98,4 88,6 95,2 91,4 86,8 90,3

target 90 90 90 90 90 90 90

Sumber : Bidang Yankes

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan telah > 90% di lima


kecamatan. Sebagian masyarakat masih mencari pertolongan pesalinan
kepada dukun kampung. Upaya untuk meningkatkan pertolongan persalinan
oleh tenaga kesehatan adalah menyediakan sarana antar jemput ambulans
bagi warga yang hendak melahirkan ke sarana kesehatan.

1.3. Pelayanan Neonatus

Kunjungan neonatus bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan


kesehatan pada bayi baru lahir hingga usia kurang sebulan yang merupakan
kelompok paling rentan terhadap gangguan kesehatan. Upaya pelayanan
kesehatan yang dilakukan adalah pertolongan persalinan dilakukan oleh
tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada neonatus (usia 0-28 hari )
minimal dua kali, yaitu pada umur 0-7 hari dan pada umur 8-28 hari.

BAB IV
50
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Tahun 2016 persentase kunjungan neonatus lengkap (KN3) di Kota


Palangka Raya sebesar 96,2% meningkat dibandingkan dengan tahun 2015
sebesar 87,6%. Gambar IV.4 berikut menunjukan pencapaian kunjungan
neonatus dari tahun 2012 - 2016.

Gambar IV.4.
Cakupan Kunjungan Neonatus Lengkap (KN3)
dan Penanganan Neonatus Risti di Kota Palangka Raya Tahun 2012 - 2016

120 98,8
92,6 94,4 87,6 96,2
100
Persentase (%)

80
Cakupan Kunj. Neonatus
60 33,9 Penanganan Neonatus Risti
40 16,28
30,6
20 4,7
1,05
0
2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang Yankes

Pada tahun 2016 neonatus risiko tinggi yang ditangani mencapai 8


(1,05%) lebih rendah jika dibandingkan pada tahun 2015 ditangani sebesar
219 (16,28%), tahun 2014 ditangani sebesar 253 (30,6%), tahun 2013
ditangani sebesar 296 (33,9%), dan tahun 2012 ditangani sebanyak 37
(4,7%)

1.4. ASI Eksklusif


Pemberian makanan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui
bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur enam bulan dan
meneruskan menyusui sampai anak umur 24 bulan dengan mendapat
makanan pendamping ASI yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhannya.
Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi beberapa hal seperti belum adanya
peraturan tentang pemberian ASI Eksklusif, belum maksimalnya kegiatan
edukasi, sosialisasi dan advokasi, serta masih terbatasnya sarana dan
prasarana KIE ASI dan MP ASI.
Gambar IV.5 berikut menunjukan Cakupan ASI Eksklusif sejak tahun
2010 - 2016. Cakupan ASI Eksklusif masih dibawah target, pada tahun
2016 sebesar 14,99%.

BAB IV
51
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.5.
Cakupan ASI Eksklusif Kota Palangka Raya
Tahun 2010 – 2016
100
Target; 80
80
Persentase (%)

60
39,3 41,9
40 30,2 33,2
19,5 18,8 14,99
20
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan

Rendahnya cakupan ASI Eksklusif, merupakan tantangan bagi para


bidan puskesmas dan pengelola KIA di Dinas Kesehatan Kota Palangka
Raya, untuk lebih giat melakukan promosi kesehatan tentang pentingnya
ASI Eksklusif bagi pertumbuhan bayi. Juga tantangan bagi para bidan untuk
melawan arus informasi/iklan penggunaan susu formula, dan komitmen
para bidan untuk menolak penghargaan dari distributor susu formula di
tempat praktek swasta atau di sarana layanan kesehatan.

2. Layanan Prioritas Lansia

Lanjut Usia dalam pandangan umum identik dengan keterbatasan dan


ketergantungan baik dari sisi kesehatan, usia, maupun produktivitas. Usia Harapan
Hidup (UHH) Masyarakat Kota Palangka Raya terus meningkat, tahun 2006 UHH
mencapai 71,8 tahun , dan UHH tahun 2016 mencapai 72,8 tahun. Meningkatnya
usia harapan hidup ini membawa konsekuensi pada meningkatkannya populasi
lansia, sehingga menimbulkan kebutuhan pelayanan sosial baru bagi lansia dalam
mengisi hari tuanya dengan sejahtera.

BAB IV
52
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Meningkatnya populasi lansia juga berpengaruh pada jenis kunjungan


Puskesmas. Untuk mengantisipasi hal ini diterapkan Program Lansia Prioritas pada
semua Puskesmas di Kota Palangka Raya. Warga Kota Palangka Raya yang
berusia 60 tahun keatas, mendapat pelayanan dan perlakuan istimewa saat berobat
di puskesmas. Puskesmas menyediakan loket khusus bagi Lansia, supaya tidak ikut
antri dengan pelanggan lainnya. Kebijakan tersebut didukung dengan poster
”Prioritas Lansia” sehingga pelanggan lain akan memakluminya.
Gambar IV.6.
Layanan Kesehatan Usila/Lansia
Di Kota Palangka Raya Tahun 2008 – 2016

50 45,27 42,46 43,42


40,1
40 33,37 35,44
Persentase (%)

30 21
20
10
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang Yankes


Gambar IV.6. memperlihatkan bahwa para usila yang datang berkunjung ke
puskesmas sangat fluktuatif. Pada tahun 2016 pelayanan usila mencapai 43,21%.
Pelayanan kesehatan tidak hanya dilaksanakan di puskesmas saja namun juga
dilaksanakan di Posyandu Usila dan Posbindu. Upaya meningkatkan kesehatan
usia lanjut serta menjaga kemampuannya agar tetap produktif, merupakan langkah
untuk meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia. Lansia yang produktif, mandiri
dan terampil diharapkan dapat berperan aktif mengisi pembangunan. Selain itu juga
diharapkan dapat memberi semangat bagi generasi muda untuk terus berkreasi
karena sebenarnya ada banyak semangat/spirit dan keteladan yang perlu ditiru dari
lansia.

3. Pelayanan Keluarga Berencana

Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat digambarkan


melalui cakupan peserta KB, baik peserta KB aktif maupun peserta KB baru. Di
Kota Palangka Raya partisipasi masyarakat dalam KB aktif berfluktuasi dari tahun
ke tahun. Pelayanan KB dilakukan baik di puskesmas maupun di pelayanan

BAB IV
53
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

kebidanan seperti bidan praktek swasta dan dokter praktek swasta. Target
pelayanan KB aktif dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 70%.

Gambar IV.7.
Cakupan Pelayanan KB di Kota Palangka Raya
Tahun 2010 - 2016

100
90
92,4
80 84,1
Persentase (%)

70 target 70
49,5
60 66 65,1
50
40
30 34,1 35,4
20
10
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Badan PP&KB Kota P. Raya

Pelayanan terhadap peserta KB aktif, dipengaruhi beberapa hal antara lain


ketersediaan alat kontrasepsi di puskesmas yang masih mengandalkan dari Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP & KB) Kota Palangka
Raya dalam pengadaan dan pemenuhan alat kontrasepsi.

Gambar IV.8.
Cakupan Pelayanan KB Aktif dan KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi
Kota Palangka Raya Tahun 2016
Kondom IUD
Kondom IUD; 4 MOP
4% 4%
; 3,5 0%
Implant; Pil Implant
7,7 26% 10%
Pil;
37,6
Suntik;
45,6
Suntik
KB AKTIF 56%
KB BARU

Sumber : - BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah

BAB IV
54
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Jenis kontrasepsi yang digunakan oleh peserta KB bervariasi. Gambar IV.8.


menunjukan bahwa alat kontrasepsi yang paling diminati oleh peserta KB aktif dan
peserta KB Baru adalah suntik dan pil. Kepesertaan pria dalam penggunaan alat
kontrasepsi mulai terlihat dengan penggunaan alat kontrasepsi kondom.

4. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin

Kriteria Masyarakat Miskin (Maskin) yang disepakati adalah kriteria yang


ditetapkan oleh Badan Penduduk dan Statistik (BPS). Pelayanan kesehatan dasar
kepada masyarakat miskin, diberikan puskesmas dengan kerjasama dengan BPJS
sebagai badan penyelenggara dan Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai
penjamin atau pembayar iuran/kapitasi. Kategori maskin dalam BPJS disebut
sebagai PBI atau Penerima Bantuan Iuran.
Tahun 2016 jumlah masyarakat Palangka Raya yang terlindungi asuransi
kesehatan melalui kepesertaan JKN sebesar 45,17%, terdiri dari PBI sebesar
23,22% dan Non-PBI sebesar 21,95%. Angka tersebut mengalami penurunan jika
dibandingkan tahun 2015 peserta JKN sebesar 74,19 %, dengan rincian PBI
sebesar 24,76(%) dan Non-PBI sebesar 49,43(%). Peserta JKN yang mendapat
Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) mencapai 15.221 jiwa (layanan
rujukan kesehatan mencapai 9.667 jiwa atau 63,5%) meningkat jika dibandingkan
dengan tahun 2015 yaitu 14.233 jiwa (layanan rujukan kesehatan mencapai 8.234
jiwa atau 57,9%) seperti gambar IV.9
Gambar IV.9.
Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta JKN
Kota Palangka Raya Tahun 2012 - 2016

2016 9.667
15.221

2015 8.234
14.233

2014 7.112
12.544

2013 1.120
26.148
1.172
23.942
2012

1.000 6.000 11.000 16.000 21.000 26.000

Sumber : Bidang JSK

BAB IV
55
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Sistem pengelolaan pelayanan JKN mengacu pada sistem kapitasi, dimana


puskesmas membuat ikatan kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan sesuai
sasaran kepesertaan JKN di wilayah puskesmas. Pencapaian layanan kesehatan
berdasarkan rencana awal puskesmas dalam membuat prediksi kunjungan di
puskesmas, juga kegiatan promotif dan preventif yang disetujui oleh pihak BPJS
Kesehatan. Untuk masyarakat yang tidak mempunyai kartu kepesertaan JKN
dikenakan tarif Perda Pelayanan Kesehatan yang berlaku.

5. Jaminan Kesehatan (Asuransi) bagi Masyarakat


Dengan diberlakukannya UU No.40/2009 tentang Jaminan Kesehatan
Nasional pada awal 2014 di seluruh Indonesia, di Kota Palangka Raya juga telah
mengimplementasikan JKN dengan berbagai kepesertaan sesuai kategori.
Kebijakan pemerintah tentang pengembangan sistem jaminan sosial sejalan dengan
visi Kementerian Kesehatan RI yaitu Masyarakat sehat yang mandiri dan
berkeadilan, dimana prioritas pembangunan kesehatan adalah peningkatan akses
dan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu pilar untuk mencapai visi tersebut
adalah melalui penerapan asuransi kesehatan bagi masyarakat.
Pelayanan kesehatan pada peserta JKN tahun 2016 diberikan sesuai petunjuk
teknis dari Kementerian Kesehatan RI, dengan pemberi pelayanan kesehatan dari
puskesmas dan Rumah Sakit, serta pihak BPJS sebagai Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial. Masyarakat Miskin (Maskin) yang sebelumnya ditanggung oleh
Jamkesmas, dengan aturan baru tersebut kapitasi maskin dibiayai oleh negara
dengan kategori PBI (Penerima Bantuan Iuran). Jumlah Maskin yang memiliki Kartu
JKN atau KIS pada tahun 2016 mengacu SK Walikota Palangka Raya Nomor 40
tahun 2016 yaitu 24.888 jiwa. Jumlah Maskin yang tidak masuk pada kuota kapitasi
pemerintah pusat, iuran kapitasinya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi
Kalimantan Tengah melalui program “Kalteng Barigas” dan ditanggung oleh
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui program “Palangka Raya Sehat”.
Pada Tahun 2016 jumlah masyarakat Palangka Raya yang terlindungi oleh
Jaminan Kesehatan Nasional sebanyak 138.952 jiwa atau 53,47% dari total
penduduk Kota Palangka Raya. Proporsi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional
seperti tampak pada gambar dibawah ini

BAB IV
56
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.10.
Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional
Menurut Jenis Jaminan di Puskesmas Kota Palangka Raya
Tahun 2014-2016

200000

150000
124606
Non-PBI
100000
57032 PBI
62378
50000
62427 60349
42216
0
2014 2015 2016

Sumber : Bidang JSK

Gambar IV.10 memperlihatkan bahwa Penerima Bantuan Iuran (PBI)


mencapai 60.349 (23,22%), dimana kuota kapitasi yang dibiayai oleh pemerintah
pusat (APBN) sebesar 58,76% dan dibiayai Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan
Tengah melalui Program Kalteng Barigas maupun Kota Palangka Raya (APBD)
sebesar 41,24% melalui Program Palangka Raya Sehat.
Sistem pengelolaan pelayanan peserta JKN melalui BPJS berdasarkan ikatan
kerjasama yang telah disepakati oleh puskesmas sebagai sarana pelayanan
kesehatan tingkat pertama dan juga BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara
jaminan kesehatan.

6. Akses Pelayanan Kesehatan


Angka kunjungan ke sarana kesehatan dasar (puskesmas dan jaringannya) di
Kota Palangka Raya selama tahun 2016 mencapai 161.967, mengalami
peningkatan dibandingkan tahun 2015 mencapai 136.866 kunjungan, tahun 2014
mencapai 150.000 kunjungan, dan tahun 2013 mencapai 194.234 kunjungan.
Angka ini belum menggambarkan angka kunjungan sebenarnya karena yang
terdata hanyalah penderita yang berkunjung ke sarana kesehatan puskesmas dan
puskesmas pembantu, sedangkan penderita yang berkunjung ke praktek dokter,
Balai Pengobatan dan Klinik bersalin belum terdata.
Tahun 2016 cakupan pelayanan kesehatan mencapai 40,3% mengalami
peningkatan dibandingkan tahun 2015 mencapai 35,7%, tahun 2014 mencapai
41,8% dan tahun 2013 cakupan pelayanan kesehatan dasar mencapai 58,0%

BAB IV
57
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

dengan ratio rate 3-4 kali/tahun atau setiap pasien diperkirakan berkunjung 3-4
kali/tahun. Target cakupan pelayanan kesehatan dalam Renstra Kota Palangka
Raya sebesar 40%. Pencapaian cakupan kunjungan tersebut juga mengindikasikan
masih adanya kantong-kantong daerah rawan yang memerlukan intervensi
pelayanan kesehatan, baik melalui puskesmas keliling maupun kegiatan sosial
lainnya. Gambar IV.11 menunjukan cakupan pelayanan kesehatan di Kota Palangka
Raya selama tahun 2010 – 2016.
Gambar IV.11.
Cakupan Pelayanan Kesehatan
Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

80% 80%

60% 60%

40% 40%

20% 20%

0% 0%
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
KOTA 38,44% 41,02% 29,04% 58% 41,80% 35,70% 40,30%
RENSTRA 40% 40% 40% 40% 40% 40% 40%

Sumber : Bidang Yankes

7. Mutu Pelayanan Kesehatan


Mutu adalah suatu konsep yang multidimensi artinya pengertiannya akan
berbeda-beda dari orang per orang tergantung pada kepentingan, latar
belakang, kehidupan, pendidikan dan harapan seseorang terhadap pelayanan
kesehatan. Mutu Pelayanan Kesehatan ialah tingkat kesempurnaan pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan, yang di satu pihak menimbulkan kepuasan
pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta di
pihak lain tatacara penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan etika
profesi yang telah ditetapkan.
Dengan berkembangnya kesadaran mengenai berbagai variasi tingkat
penggunaan, pola praktek pelayanan kesehatan, hasil pelayanan kesehatan
ditambah dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran, disatu pihak dan
semakin baiknya tingkat pendidikan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat di

BAB IV
58
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

pihak lain, maka persyaratan mutu pelayanan kesehatan perlu mendapat


perhatian dan penanganan yang lebih serius dan profesional.
Pelayanan kesehatan yang bermutu akan dapat menghindarkan efek
samping, malpraktek, tuntutan yuridis masyarakat serta dapat mewujudkan
pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Mutu pelayanan di puskesmas mendapat perhatian dengan pengukuran
terhadap beberapa indikator mutu pelayanan kesehatan, antara lain dengan
pengukuran terhadap tingkat kepuasan pelanggan melalui survey/wawancara,
juga pengukuran terhadap tingkat kepatuhan petugas terhadap standart
pelayanan kesehatan.

8.1. Tingkat Kepuasan Pelanggan


Kepuasan Pelanggan adalah sejauh mana harapan pelanggan
terpenuhi. Untuk mengetahui harapan pelanggan di puskesmas, maka
diselenggarakan survey untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan.
Untuk tahun 2016 dan 2015 tidak ada pelaksanaan pengukuran tingkat
kepuasan pelanggan. Pada tahun 2014 tingkat kepuasan pelanggan
mencapai 93%. Gambar IV.12 berikut adalah hasil pengukuran tingkat
kepuasan pelanggan hingga tahun 2016.
Gambar IV.12.
Hasil Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan
Di Puskesmas Kota Palangka Raya Tahun 2005 – 2016

100
80
60
40
20
0
20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 20 10 20 11 20 12 20 13 20 14 20 15 20 16
% Tk.K epua sa n 89 ,57 95 ,69 91 ,2 95 ,8 97 ,2 95 ,07 97 ,6 82 ,13 0 93 0 0
Renstra 90 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0

Sumber : Bidang Yankes

Gambar IV.12 memperlihatkan angka kepuasan pelanggan antara tahun


2005-2011 sudah diatas 90%, namun mengalami penurunan pada tahun
2012 menjadi 82,13% dan meningkat kembali pada tahun 2014 menjadi
93%. Ini sebanding dengan tingkat kepatuhan petugas yang juga mengalami
penurunan pada tahun 2012 tersebut, artinya tingkat kepatuhan petugas
BAB IV
59
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

terhadap pelaksanaan standard pelayanan kesehatan mempengaruhi tingkat


kepuasan pelanggan.
Kebijakan penilaian akreditasi puskesmas, seharusnya memacu puskesmas
untuk melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas, sehingga menunjang komitmen petugas untuk patuh terhadap
SOP yang ditetapkan, sehingga berdampak terhadap angka kepuasan
pelanggan puskesmas.

9.1. Tingkat Kepatuhan Petugas terhadap Standart Pelayanan


Indikator lain dari mutu pelayanan kesehatan adalah tingkat kepatuhan
petugas terhadap standart pelayanan kesehatan yang telah ditentukan.
Standart adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan
sempurna yang dipergunakan sebagai penerimaan minimal. Standart
menunjuk pada tingkat ideal tercapai yang diinginkan. Tingkat ideal tersebut
tidak ditetapkan secara kaku, tetapi dalam bentuk minimal dan maksimal,
sehingga standart dapat pula disebut sebagai kisaran variasi yang dapat
diterima. Standar adalah alat untuk mengukur apakah seorang petugas
puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu atau
tidak.
Untuk mengetahui sejauhmana petugas kesehatan di puskesmas
patuh terhadap standart pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan, Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya juga melaksanakan pengukuran terhadap
tingkat kepatuhan petugas terhadap Standart Pelayanan Kesehatan di 9
puskesmas.
Gambar IV.13.
Hasil Rata-Rata Pengukuran Tingkat Kepatuhan Petugas
Terhadap Standart Yankes di Puskesmas
Kota Palangka Raya Tahun 2005-2016

110

100

90

80

70
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

%Tk.Kepatuhan 93,62 92,68 97,51 91,8 95,46 89,12 96,39 88,85 - 84,09 - -
Target Renstra 90 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber : Bidang Yankes

BAB IV
60
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Pengukuran tingkat kepatuhan petugas pada tahun 2016, 2015 dan


2013 juga tidak dilaksanakan, karen adanya kebijakan efisiensi terhadap
alokasi anggaran APBD untuk menunjang kegiatan tersebut. Gambar IV.13.
menampilkan hasil pengukuran tingkat kepatuhan petugas terhadap standart
pelayanan kesehatan di 9 puskesmas Kota Palangka Raya yaitu Pahandut,
Bukit Hindu, Panarung, Menteng, Jekan Raya, Kalampangan, Tangkiling,
Kayon dan Kereng Bangkirai. Tampak pada gambar tersebut bahwa antara
tahun 2005-2011 tingkat kepatuhan petugas terhadap standart pelayanan
kesehatan sudah diatas 90%, namun mengalami penurunan pada tahun 2012
menjadi 88,85% dan tahun 2014 menjadi 84,09%.
Keluhan pelanggan puskesmas yang dikelola puskesmas melalui kotak
keluhan/kotak saran serta melalui ponsel keluhan di Dinas Kesehatan Kota
Palangka Raya, masih tetap ada dan jumlah keluhannya seperti tampak pada
gambar IV.14 berikut
Gambar VI.14.
Jumlah Keluhan Pelanggan Puskesmas
Di Kota Palangka Raya Tahun 2008-2016
60

50 49 48
40
28 34
30 25
26
20 24
10
4 6
0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang Yankes

Gambar VI.14 memperlihatkan bahwa keluhan pelanggan puskesmas setiap


tahun selalu ada. Menurunnya angka keluhan pelanggan puskesmas pada
tahun 2015, tidak bisa disimpulkan bahwa mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas makin membaik. Pada tahun 2016, keluhan berasal dari SMS
keluhan di Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, sedangkan puskesmas tidak
aktif lagi mengelola kotak keluhan di puskesmas, sehingga sarana dan

BAB IV
61
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

prasarana penjaring/penerima keluhan tidak diperhatikan lagi (sms,


kertas+ballpoint di dekat kotak keluhan, serta umpan balik keluhan yang tidak
dibuat).
Menurunnya angka kepuasan pelanggan membuat petugas harus lebih
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, perlu melaksanakan jaminan mutu
pelayanan kesehatan secara berkesinambungan, sistematis, obyektif dan
terpadu. Meningkatkan tingkat kepatuhan petugas terhadap standar, dalam arti
profesionalisme petugas dalam memberikan pelayanan tetap dijunjung tinggi,
merupakan salah satu kiat menjaga jaminan mutu di puskesmas. Selain itu,
dengan mengintegrasikan jaminan mutu ke dalam sistem manajemen
Puskesmas yang telah ada yaitu Perencanaan Tahunan Puskesmas,
Minilokakarya dan Evaluasi Kinerja Puskesmas. Persyaratan serta elemen
penilaian pada sistem Akreditasi Puskesmas segera dipenuhi dan dilaksanakan
secara konsisten dan komitmen yang penuh.

B. PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT

1. Pelayanan imunisasi
Program imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang cost
effective, karena merupakan kegiatan yang berorientasi pada pencegahan dan
dapat diterapkan di semua daerah. Tujuan dari program imunisasi adalah untuk
menurunkan angka kesakitan penyakit menular yang dapat dicegah dengan
imunisasi (PD3I). Upaya program imunisasi dilaksanakan melalui imunisasi rutin
dan imunisasi tambahan.
Untuk dapat menekan angka PD3I, cakupan imunisasi harus
dipertahankan tinggi dan merata. Pencapaian imunisasi dasar lengkap (UCI)
merupakan upaya untuk menekan angka PD3I. Bila cakupan UCI dihubungkan
dengan suatu wilayah maka akan menggambarkan tingkat kekebalan
masyarakat terhadap penularan PD3I. Agar terbentuk kekebalan di masyarakat
diharapkan cakupan imunisasi dasar lengkap di suatu wilayah minimal 80%.
Pelayanan imunisasi menggunakan 3 (tiga) indikator yaitu : indikator
jangkauan pelayanan, indikator efektifitas program dan indikator efisiensi
program. Pada Tahun 2016 capaian immunisasi dasar lengkap mencapai
81,98% meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 mencapai 61,04% dan
menurun jika dibandingkan capaian tahun 2014 yaitu 94,14%.
BAB IV
62
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Indikator jangkauan pelayanan imunisasi adalah cakupan imunisasi


DPT1-HB1 dengan target 90%, imunisasi ini merupakan antigen kontak pertama
imunisasi yang diberikan pada bayi. Jangkauan pelayanan imunisasi kontak
pertama sampai ketiga (DPT-HB3/DPT-HB-HIB3) di Kota Palangka Raya tahun
2016 mencapai 80,29% menurun jika dibandingkan tahun 2015 mencapai
82,43% dan tahun 2014 mencapai 96,82%.
Indikator efektifitas program atau kualitas pelayanan imunisasi adalah
cakupan imunisasi campak yang merupakan kontak terakhir imunisasi dasar
pada bayi dengan target 80%. Pada tahun 2016 pencapaian immunisasi
campak adalah 81,71 meningkat jika dibandingkan tahun2015 mencapai 79,7%
dan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2014 sebesar 94,1%.

Gambar IV.15.
Cakupan Imunisasi Campak Kota Palangka Raya
Tahun 2004-2016

150

100
%

50

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

% Cakupan 103 90,9 93,3 96,8 94,1 79,7 81,7


Target 80 80 80 80 80 80 80

Sumber : Bidang PMK

Indikator efisiensi program imunisasi adalah angka drop out yaitu


imunisasi DPT1 - HB1 - Campak dengan target maksimal 10%. Angka drop out
imunisasi bayi di Kota Palangka Raya sebesar 5,8%. Dropt out paling tinggi
dilaporkan adalah Puskesmas Pahandut sebesar 68,3% dan Puskesmas
Kereng Bangkirai sebesar 66,2%.
Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) merupakan salah
satu upaya untuk menurunkan kasus Tetanus Neonatorum. Kegiatan yang
dilaksanakan adalah imunisasi DPT pada bayi, imunisasi DT dan TT pada anak
SD, serta imunisasi Tetanus toxoid (TT) pada wanita usia subur dan ibu hamil.
Cakupan imunisasi TT2+ pada ibu hamil di Kota Palangka Raya pada tahun

BAB IV
63
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

2016 sebesar 37% dan tahun 2015 mencapai 59,9% menurun jika dibandingkan
dengan tahun 2014 sebesar 81,7%.
Upaya lain yang dilaksanakan dalam rangka eliminasi tetanus
neonatorum selain imunisasi TT2 dan imunisasi DPT adalah melalui pemberian
imunisasi pada anak sekolah dasar (BIAS) pada anak kelas 1 – 3 SD. Gambar
IV.16 berikut adalah hasil imunisasi DT dan Td pada anak sekolah dasar.

Gambar IV.16.
Cakupan Imunisasi DT dan Td pada Anak Sekolah Dasar
Kota Palangka Raya Tahun 2016

120.0

100.0

80.0
Persentase (%)

60.0

40.0

20.0

0.0
Phdt Pan Kyn Mtg B.Hindu J.Raya Kalamp K. Bgkr Tkl Rkmpt
DT 94.5 100.0 87.0 0.0 0.0 97.5 100.0 94.0 95.7 83.7
Td 95.9 86.3 91.4 94.0 96.8 99.1 100.0 94.0 97.8 90.6

Sumber : Bidang PMK

Gambar IV.16 terlihat pencapaian DT untuk Puskesmas Menteng dan Bukit


Hindu adalah 0 (nol), hal tersebut dikarenakan kedua puskesmas tersebut tidak
melakukan vaksinasi DT. Jumlah vaksin DT yang terbatas, sehingga prioritas
terbesar adalah daerah pinggiran dan daerah luar kota (remote area), dan
Puskesmas Pahandut & Bukit Hindu tidak mendapatkan alokasi vaksin DT.

2. Pemberantasan Penyakit Malaria


Upaya pemberantasan penyakit Malaria dilaksanakan melalui ”Gebrak
Malaria” atau Gerakan Berantas Kembali Malaria. Gerakan ini merupakan
embrio pengendalian malaria berbasis kemitraan dengan slogan ”Ayo Berantas

BAB IV
64
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Malaria”. Eliminasi malaria bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang hidup


sehat, bebas dari penularan malaria secara bertahap sampai tahun 2030.
Penderita malaria yang datang ke sarana kesehatan diobati sesuai
pengobatan standar (ACT dan Non ACT). Sejak tahun 2012 diagnosa terhadap
seluruh penderita malaria (100%) melalui konfirmasi laboratorium, untuk
pemeriksaan sediaan darah.

3. Pemberantasan Penyakit DBD


Upaya pemberantasan penyakit DBD terdiri dari 3 hal, yaitu : surveilans
penyakit dan surveilans vektor, diagnosis penyakit dan pengobatan, serta
pemberantasan vektor penular DBD. Upaya pemberantasan vektor dilakukan
melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang diukur melalui angka bebas
jentik (ABJ). ABJ sebagai tolok ukur upaya pemberantasan vektor melalui PSN
– 3M menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam mencegah DBD.
Salah satu upaya yang ditempuh oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka
Raya adalah melalui kegiatan pemantauan jentik berkala (PJB). Kegiatan
pemantauan jentik dilaksanakan di 5 puskesmas, sebagaimana gambar IV.17
berikut.
Gambar IV.17.
Angka Bebas Jentik di Kota Palangka Raya
Tahun 2009 – 2016

100
95
90
85
%

80
75
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

ABJ 97,9 92,2 85,6 86,2 86,2 85,6 84,5 -


Standart ABJ 95 95 95 95 95 95 95 95

Sumber : Bidang PMK


Tahun 2016 tidak ada dilakukan pemantauan jentik berkala. Tingkat partisipasi
masyarakat masih rendah terhadap pemberantasan sarang nyamuk, hal
tersebut terlihat dari angka bebas jentik (ABJ) pada gambar IV.17 diatas,

BAB IV
65
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

dimana lima tahun terakhir selalu dibawah 95%. Kesadaran akan hidup bersih
dan sehat perlu ditingkatkan melalui penyuluhan yang sistematis kepada
masyarakat luas, terutama masyarakat di daerah endemis DBD.

4. Pengendalian Penyakit Polio dan Surveilans AFP


Dalam rangka eradikasi polio, seluruh negara (global) melaksanakan
surveilans AFP. Diketahui bahwa AFP berbeda dengan Polio, karena Polio
disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang system syaraf sehingga
penderita mengalami kelumpuhan. Umumnya menyerang anak-anak yang
ditandai dengan munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku leher dan
sakit ditungkai dan lengan. Sedangkan AFP (Acute Flaccid Paralysis)
merupakan kondisi abnormal ketika seseorang mengalami penurunan kekuatan
otot tanpa penyebab yang jelas dan berakibat pada kelumpuhan. AFP
merupakan sekumpulan penyakit yang ditandai dengan lumpuh layuh akut.
Survailans AFP difokuskan pada penyakit-penyakit yang sifatnya akut dan
layuh (flaccid) seperti pada kasus polio. Sebagian besar kasus polio non
paralitik tidak disertai manifestasi klinis yang jelas. Ditemukannya kasus polio
paralitik menunjukan adanya penyebaran virus polio liar di wilayah tersebut.
Surveilans AFP merupakan salah satu upaya pencegahan dan
pemberantasan penyakit polio. Kelompok rentan terhadap kasus polio adalah
anak-anak sehingga pelaksanaan program Surveilans AFP difokuskan pada
anak usia < 15 tahun yang menderita kelumpuhan mirip polio (lumpuh layuh
akut). Indikator surveilans AFP yaitu dtemukannya Non Polio AFP minimal
sebesar 2/100.000 anak usia < 15 tahun.
Selama pelaksanaan Surveilans AFP di Kota Palangka Raya, tidak
ditemukan ada kasus kelumpuhan akibat polio paralitik. Di Kota Palangka Raya
pada tahun 2016 jumlah anak usia < 15 tahun belum mencapai 100.000 jiwa
hanya 66.708 jiwa sehingga target penemuan adalah 1 penderita setiap tahun,
untuk sensitifitas kegiatan maka target penemuan penderita AFP menjadi 2
penderita. Selama ini target penemuan 2 penderita berhasil dipenuhi dengan
AFP Rate > 1/100.000 penduduk usia > 15 tahun. Non Polio AFP Rate tahun
2016 sebesar 3,11/100.000 anak usia <15 tahun, mengalami peningkatan
dibanding tahun 2015 yaitu 1,53/100.000 anak usia < 15 tahun, seperti gambar
IV.18 berikut.

BAB IV
66
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.18.
Capaian Penemuan Kasus AFP (per 100.000 penduduk < 15 tahun)
Kota Palangka Raya Tahun 2009 - 2016
Kasus AFP per-100.000 pddk <15 tahun

0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Penemuan 5 6 5 4,6 4,6 7 1 3,11


Target 2 2 2 2 2 2 2 2

Sumber : Bidang PMK

5. Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Campak


Program pemberantasan Penyakit Campak di Indonesia saat ini telah
memasuki tahap reduksi, suatu tahap dimana kita diharapkan dapat
mengendalikan Penyakit Campak sehingga tidak terjadi suatu kejadian luar
biasa (KLB). Strategi yang dilaksanakan dalam tahap reduksi ini adalah
pengendalian dan pencegahan Penyakit Campak melalui peningkatan cakupan
imunisasi campak serta mempertahankan cakupan yang tinggi dan merata.
Reduksi campak mempunyai 5 strategi yaitu:
 Imunisasi Rutin 2 kali, pada bayi 9-11 bulan dan anak Sekolah Dasar Kelas I
(belum dilaksanakan secara nasional) dan Imunisasi Tambahan atau
Suplemen.
 Surveilans Campak.
 Penyelidikan dan Penanggulangan KLB
 Manajemen Kasus
 Pemeriksaan Laboratorium
Belum semua kasus klinis campak dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Pada tahun 2016, penderita campak di puskesmas mencapai 207 kasus.
Kendala utama yang dihadapi adalah, belum semua unit pelayanan kesehatan
baik Pemerintah maupun Swasta ikut berkontribusi melaporkan bila menemukan

BAB IV
67
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

campak. Dukungan dana yang belum memadai, terutama untuk melaksanakan


aktif surveilans ke Rumah Sakit dan pengembangan surveilans campak pada
umumnya. Surveilans campak sangat penting untuk menilai perkembangan
pemberantasan campak dan untuk menentukan strategi pemberantasannya di
setiap daerah.
Untuk mengantisipasi terjadinya KLB campak terutama pada anak
sekolah yang merupakan kelompok rentan, maka Dinas Kesehatan Kota sejak
tahun 2007 telah melaksanakan imunisasi campak tambahan (booster).
Kegiatan dilaksanakan adalah Cacth up campaign Campak pada anak sekolah
dasar (SD) kelas 1-6. Program BIAS Campak (Bulan Imunisasi anak Sekolah)
rutin dilaksanakan pada bulan Agustus dengan sasaran anak kelas 1 SD.
Cakupan imunisasi campak pada anak sekolah dasar pada tahun 2016
mencapai 91%, mengalami penurunan jika dibanding tahun 2015 adalah
sebesar 94,4%. Gambar IV.19 menunjukan cakupan imunisasi BIAS Campak
menurut puskesmas.

Gambar IV.19.
Cakupan Imunisasi Campak Anak SD Kelas 1 dan IP Vaksin
Pada BIAS Campak Kota Palangka Raya Tahun 2016
8 8 8 8 8
120 9
7 7 7 7 8
100
5 7
Persentase (%)

80 94 97 6
96 87 5
60 83 98 94 88
78 78 4
40 3
2
20
1
0 0
Pa ut

n
R
ng

Ta irai
u

t
ng
n

Ra ng

pi
K. nga
nd
yo

an
nd

ru

te

li

m
k

ki
Ka

Hi

Campak
k

ng
en
na
ha

ku
pa

ng
Je
B.

Ba
M
Pa

IP
la
Ke

Sumber : Bidang PMK

6. Penanggulangan HIV / AIDS dan PMS


Dalam rangka penanggulangan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS
kegiatan yang dilaksanakan selain pengobatan penderita secara pasif adalah
sero survey. Kegiatan sero survey dilaksanakan pada masyarakat mempunyai
risiko tinggi untuk tertular yaitu : PSK dan pelanggan, pengguna narkoba dan

BAB IV
68
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

pasangan pengguna narkoba serta transseksual. Penderita IMS dan HIV/AIDS


seperti fenomena gunung es, hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan sero
survey tidak semua tempat dan penduduk berisiko tinggi diambil darahnya.
Dengan ditemukan penderita setiap tahunnya, dapat diprediksi bahwa ada lebih
banyak penderita di masyarakat yang memerlukan perhatian dan penanganan
lebih lanjut.
Penderita HIV di Kota Palangka Raya mulai terdeteksi pada tahun 2003
saat dilaksanakan sero survey pada kelompok risiko tinggi (PSK). Pada tahun
2004 dilakukan sero survey pada kelompok rentan (PSK dan pengguna
narkoba). Tahun 2016 Kegiatan pengambilan sampel darah dilakukan pada
kelompok risiko tinggi (PSK, narapidana, pengguna narkoba dan trans gender)
di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, kompleks lokalisasi, panti
rehabilitasi narkoba dan salon-salon kecantikan. Gambar IV.20 berikut
menunjukan penemuan HIV di Kota Palangka Raya melalui kegiatan sero
survey pada 2003 - 2016.
Gambar IV.20.
Penemuan Penderita HIV Kota Palangka Raya
Tahun 2003 - 2016

40
34
35
29
Jumlah Penderita

30 27
25
(org)

20 15
15 13 12
9
10 7
4 4 5 4
5 1 1
0

Sumber : Bidang PMK

Upaya lain yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya
melalui Dinas Kesehatan Kota adalah bekerja sama dengan Komisi
Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palangka Raya dalam memberikan
pelayanan kesehatan kepada kelompok khusus melalui Klinik IMS di tempat
potensial terjadinya penularan penyakit seksual yaitu Lokalisasi Jalan Riwut Km
12.
BAB IV
69
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

7. Penanggulangan KLB

Upaya penanggulangan KLB yang di Kota Palangka Raya adalah upaya


penemuan penderita/tersangka penderita, penatalaksanaan kasus dan isolasi
kasus. Upaya penanggulangan dilaksanakan segera setelah kasus pertama
dilaporkan (< 24 jam), hal ini bertujuan untuk pencegahan peningkatan penderita
dan perluasan KLB. Tindakan penanggulangan dilaksanakan < 24 jam setelah
informasi diterima baik melalui pesan singkat ataupun telepon. Di Kota Palangka
Raya selama tahun 2016 tidak terjadi KLB penyakit yang berpotensi wabah.
7.1. Tetanus Neonatorum
Kebijakan Departemen Kesehatan menetapkan bahwa satu kasus atau
kematian tetanus neonatorum merupakan KLB dan harus dilakukan
penyelidikan epidemiologi. Pada tahun 2015 di Kota Palangka Raya
dilaporkan tidak ada kasus tetanus neonatorum.

C. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI DASAR


Penyakit menular banyak dipengaruhi oleh sanitasi dasar seperti akses
terhadap ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan kotoran (jamban
ataupun pembuangan air limbah). Intervensi peningkatan akses sanitasi dasar
dalam rangka perbaikan kualitas lingkungan memerlukan penggalangan
kemitraan, karena permasalahan pemberantasan penyakit menular, khususnya
melalui perbaikan kualitas lingkungan melampaui kewenangan administratif
kesehatan.

1. Kualitas Air
Sumber air bersih yang digunakan oleh penduduk dibagi menjadi 2
kelompok yaitu mata air terlindungi dan tidak terlindungi. Mata air terlindungi
seperti : ledeng, sumur pompa, sumur gali dan air kemasan, sedangkan
sungai merupakan mata air tidak terlindungi.
Pengawasan kualitas air minum dan air bersih dilaksanakan secara
berkala dengan pemeriksaan kualitas air pada beberapa titik reservoir atau
rumah penduduk. Pada tahun 2016 jumlah sample air minum diperiksa
sebanyak 63 sample dengan hasil 53 sample(84,13%) memenuhi syarat
(fisik, bakteriologi, dan kimia). Kondisi Tahun 2015 jumlah sample air minum
diperiksa 55 sample dengan hasil 51 sample (92,73%) memenuhi syarat

BAB IV
70
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

(fisik, bakteriologi, dan kimia). Tahun 2014 jumlah sample air minum
diperiksa sebanyak 55 sample dan 50 sample (90,91%) memenuhi syarat
(fisik, bakteriologi, dan kimia)

Gambar IV. 21.


Kualitas Air Minum di Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 2016

100
84,13
80 90,91 92,73
Porsentase (%)

60
M.Syarat
40 Tdk M. Syarat
9 15,87
20 7,2

0
2014 2015 2016

2. Sarana Sanitasi Dasar


Kepemilikan sarana sanitasi dasar di Kota Palangka Raya difokuskan
kepada kepemilikan jamban keluarga, hal ini terkait dengan pelaksanaan
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dari 68.469 keluarga dengan
jumlah penduduk sebaesar 259.865 jiwa, terdapat 98.080 (37,7%) penduduk
dengan akses sanitasi layak (jamban sehat). Hal tersebut mengalami
peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2015 dimana penduduk
dengan akeses sanitasi layak jamban (jamban sehat) sebesar 78,8%.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan salah satu
program pencapaian SDGs pada tahun 2019. Kota Palangka Raya pada
tahun 2016 mempunyai 13 kelurahan (43,3%) yang melaksanakan STBM
dari 30 kelurahan yang ada. Namun untuk kelurahan Stop BABS (SBS),
pada tahun 2014 hanya 1 kelurahan di Kota Palangka Raya, bahkan
Kelurahan STBM masih pada kondisi 0 (nol) atau belum ada desa/kelurahan
STBM di Kota Palangka Raya

BAB IV
71
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.22.
Desa yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

8
6
4
2
0
Pahandut Jkn Raya Sebangau Bukit Batu Rakumpit

Desa/Kelurahan 6 4 6 7 7
Desa Melaksanakan STBM 2 3 1 7 0
Desa Stop BABS 0 0 0 1 0
Desa STBM 0 0 0 0 0

Sumber : Bidang PMK

3. Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan


Tempat Umum dan Pengelolaan makanan (TUPM) merupakan
sarana yang dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit.
TUPM meliputi hotel, restoran, pasar dan lain-lain. TUPM sehat adalah
tempat-tempat umum dan pengelolaan makanan yang memenuhi syarat
kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah,
sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai (luas ruang)
yang sesuai dengan banyaknya pengunjung serta memiliki pencahayaan
ruang yang sesuai. TUPM di Kota Palangka Raya yang dipantau oleh Dinas
Kesehatan Kota antara lain adalah Hotel, restoran/rumah makan, pasar,
sebagaimana gambar IV.23 berikut.

BAB IV
72
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.23.
Status Hygiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
dan Tempat Umum Di Kota Palangka Raya Tahun 2016

250
181
200
150 5 Tidak M.Syarat
100 36 M. Syarat
137 32
50 0 0 12
31 56 7
0 4 20 1
Jasa Boga

DAM
Resto/RM

Makanan

Pendidikan

Keseatan

Hotel
Jajanan

Sarana
Sarana

Sumber : Bidang PMK

Gambar IV.23 diatas menunjukan TUPM yang paling banyak


diperiksa atau dilakukan inspeksi sanitasi adalah sarana pendidikan
sebanyak 237 buah sekolah dan Depot Air Minum (DAM) sebanyak 142
buah.

D. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


1. Pemberian Makanan Tambahan
Penanggulangan gizi buruk dilakukan dengan pemberian makanan
tambahan pada bayi, balita, dan anak sekolah. Makanan tambahan pada bayi
diberikan dalam bentuk makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), dengan
sasaran utama pada masyarakat miskin. Jumlah bayi dan balita yang
mendapatkan MP-ASI pada tahun 2016 mencapai 1.601 bayi dan balita
(89,59%), meningkat jika dibandingkan tahun 2015 mencapai 58 bayi dan balita
tahun 2014 mencapai 142 bayi dan balita.

BAB IV
73
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

2. Penanggulangan Kekurangan Yodium dan Vitamin A (GAKY & KVA)

Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) pada


tahun 2016 di Kota Palangka Raya adalah penyuluhan tentang penggunaan
garam beryodium. Seluruh kelurahan (30 kelurahan) di Kota Palangka Raya
telah menggunakan garam beryodium.
Penanggulangan Kurang Vitamin A (KVA) dilaksanakan melalui
pendistribusian vitamin A bagi bayi dan anak balita dilaksanakan pada bulan
Pebruari dan Agustus. Hasil cakupan pemberian vitamin A sebanyak 2 kali
tahun 2016 : 19.826 (80,81%) balita dan pada anak balita sebesar 17.131
(88,1%), dan pada bayi adalah 2.326 (46,70%).
Gambar IV.24.
Cakupan Pemberian Vitamin A
Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 2016

100 84,75 86,6


76,1 78,08 80,81
80
Porsentase (%)

60 45,06 46,53 45,7 Bayi


40 Balita
20
0
2013 2014 2015 2016

3. Perbaikan Gizi Kelompok Rawan


Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang
penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan
pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi disamping merupakan sindroma
kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat
rumah tangga, juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang
mendukung pola hidup sehat.

Penanggulangan anemia dilaksanakan dengan pemberian tablet besi (Fe)


sebanyak 90 tablet kepada setiap ibu hamil. Cakupan pemberian Fe pada tahun
2016 adalah Fe1 sebesar 5.045 (86,15%) dan Fe3 sebesar 4.428 (75,61%),
mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2015 yaitu Fe1 sebesar 6.157
(91,55%) dan Fe3 (90 hari) sebesar 5.602 (83,3%) dan tahun 2014 capaian
Fe1 sebesar 5.932 (93,95%) dan Fe3 (90 tablet) pada ibu hamil sebesar 5.511
(87,28%).

BAB IV
74
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Gambar IV.25.
Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe) pada Ibu Hamil
Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 2016
98,87 93,95
100 91,13 91,55
87,28 86,15
83,3 75,61
75
Porsentase (%)

Fe1
50
Fe3
25

0
2013 2014 2015 2016

E. PROMOSI KESEHATAN

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal adalah tujuan utama


pembangunan di bidang kesehatan, melalui promosi kesehatan yang
dilaksanakan secara sistematis dan terus menerus. Kesehatan yang optimal
didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, spiritual, dan
intelektual. Ini bukan sekedar perubahan gaya hidup semata, namun berkaitan
dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung
dalam membuat keputusan yang sehat. Pengubahan gaya hidup dapat
difasilitasi melalui penggabungan: 1) menciptakan lingkungan yang
mendukung, 2) mengubah perilaku, 3) meningkatkan kesadaran. Dalam
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I yang diadakan di Ottawa
(Kanada) menghasilkan sebuah kesepakatan yang dikenal sebagai Piagam
Ottawa. Dalam piagam tersebut tercantum beberapa strategi dalam
meningkatkan kontrol masyarakat terhadap kesehatan masyarakat sendiri.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk
memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi
perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat, dengan membuka jalur
komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy),
bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment)
sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengetahui
masalahnya sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat menerapkan
cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan
kesehatannya.

BAB IV
75
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Pada tahun 2016 di Kota Palangka Raya dilakukan pemantauan PHBS


terhadap 2.495 keluarga dan hasilnya 100% melaksanakan PHBS (indikator
terbaru dari keluarga sehat). Sedangkan tahun 2015 terhadap 1.182 rumah
tangga atau 2,1% dari 66.241 rumah tangga dengan hasil 269 (22,8%) rumah
tangga yang ber-PHBS. Tahun 2014 dilakukan survey terhadap beberapa
rumah tangga yang teripilih sebagai sample. Dari 49.007 rumah tangga di Kota
Palangka Raya, terpilih secara acak 2.431 rumah tangga (5%), dengan 772
rumah tangga (31,8%) telah melaksanakan PHBS.

Gambar IV.26.
Rumah Tangga Ber-PHBS
Di Kota Palangka Raya Tahun 2013-2016

6000

4000
Prosentase (%)

2000
2455
573 772 269
0
2013 2014 2015 2016

Jml Rumah di pantau 1500 2431 1182 2495


Ber-PHBS 573 772 269 2455

Sumber : Bidang Yankes

F. PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGAWASAN OBAT & MAKANAN/


MINUMAN

1. Pelayanan Kefarmasian
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi
untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Sediaan farmasi, alat kesehatan
dan makanan minuman adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya yang
berkaitan untuk menjamin keamanan, khasiat / kemanfaatan, mutu,
ketersediaan dan keterjangkauan serta digunakan secara rasional dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan. Yang dimaksud dengan sediaan farmasi
adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika. Di sektor publik
pengelolaan obat dan alat kesehatan yang efisien termasuk perencanaan
terpadu, pengadaan dan distribusi termasuk perawatan alat kesehatan

BAB IV
76
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

menggunakan pola buttom up planning sesuai pola penyakit dan standar


pengobatan.
Tingkat kecukupan obat menurut jenis obat pada tahun 2016 di Kota
Palangka Raya cukup tinggi, hampir setengah dari item obat mempunyai tingkat
kecukupan >6 bulan, sisanya mempunyai tingkat kecukupan > 50 bulan(tabel
66). Hal ini disebabkan anggaran pengadaan obat mengalami peningkatan jika
dibandingkan tahun 2015. Walaupun pengadaan obat menggunakan sistem E-
Catalog yang membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu juga ada beberapa
obat yang pengadaannya diserahkan kepada puskesmas karena bersumber
dana kapitasi JKN yang langsung masuk ke rekening puskesmas. Kepala
Puskesmas telah melakukan pengadaan obat bersumber dana JKN, dimana
ditetapkannya kepala puskesmas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Perlu bimbingan serta pendampingan dari Dinas Kesehatan Kota Palangka
Raya guna mendapatkan obat sesuai keperluan, juga aman sesuai ketentuan
yang berlaku.
Pemakaian 10 obat terbanyak di Puskemas se Kota Palangka Raya
didominasi kelas terapi vitamin.

Gambar IV.27.
10 Besar Pemakaian Obat di Puskesmas Kota Palangka RayaTahun 2016

Captopril 91067

Ibuprofen 120014

Ambroxol 118019
Vit B12 235901

Amoxicilin 263234

Antasida Doen 298014

Deksametason 311736

Vit B Komp 323616

Vit C
381172

Paracetamol 570643

0 100000 200000 300000 400000 500000 600000

Sumber : Bidang JSK

2. Pengawasan Obat & Makanan/Minuman


Kegiatan pengawasan terhadap obat khususnya sarana kesehatan yang
bergerak dibidang distribusi obat, dilakukan secara berkala. Pembinaan
kennpada pemilik/penanggung jawab apotek, toko obat, instalasi farmasi RS

BAB IV
77
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

dan instalasi farmasi klinik dilakukan pada saat pemeriksaan sarana sebelum
diterbitkan surat ijin operasionalnya. Kegiatan pengawasan obat narkotika dan
psikotropika di apotek dan istalasi farmasi melalui Sistem Pelaporan Narkotika
dan Psiktropika (SIPNAP) setiap bulannya sedangkan toko obat dilakukan
pengawasan obat khususnya obat keras. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
bekerja sama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya
melakukan pengawasan terhadap obat palsu dan jamu-jamu yang mengandung
bahan kimia obat.
Kegiatan pengawasan terhadap sarana industri rumah tangga pangan
(IRTP) khususnya yang bergerak dibidang makanan/minuman juga dilakukan
secara berkala. Pembinaan kepada pemilik IRTP dilakukan pada saat
penerbitan Sertifikat Penyuluhan dan Sertifikasi IRTP. Kegiatan pengawasan
sekaligus pembinaan pada tahun 2015 dilakukan langsung ke sarana IRTP
meliputi proses produksi, pelabelan, pengemasan dan pendistribusiannya.
Adapun jumlah sarana IRTP dengan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah
Tangga terdaftar di Kota Palangka Raya sampai dengan tahun 2015 seperti
tampak pada gambar IV.28 berikut

Gambar IV.28.
Sertifikasi IRTP di Kota Palangka Raya Tahun 2011 – 2016
235
250
189
200

150

100
52
50 28
12 14
0
2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Bidang JSK


Dalam rangka memudahkan pengawasan makanan/minuman hasil
produksi IRTP dan sesuai peraturan terbaru Badan POM No.
HK.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat
Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, No.HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun

BAB IV
78
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

2012 tentang Cara Produksi Pangan Yang Baik Untuk Industri Rumah Tangga
maka Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melakukan pemutihan Sertifikat
Produksi Pangan Industri Rumah Tangga yang sebelumnya tidak ada masa
berlaku menjadi berlaku selama 5 tahun dan bisa diperpanjang 6 bulan
sebelum masa berlaku habis. Adapun jumlah sarana IRTP dengan Sertifikat
Produk Pangan Industri Rumah Tangga terdaftar di Kota Palangka Raya Tahun
2016 berjumlah 235 meningkat tajam jika dibandingkan tahun 2015 sebesar
189 sarana, tahun 2014 yaitu 52 sarana setelah pemutihan dan Tahun 2013
berjumlah 28 sarana

3. Pemantauan dan Perbaikan Alat Kesehatan


Kegiatan pemantauan dan perbaikan alat kesehatan di Puskesmas
dilakukan secara berkala. Kegiatan perbaikan alat kesehatan bisa dilakukan di
Puskesmas pada saat pemantauan atau berdasarkan permintaan puskesmas
dengan megirimkan alat kesehatan ke UPOPPK untuk diperbaiki.

4. Monitoring Penggunaan Obat Yang Rasional


Kegiatan monitoring dan evaluasi penggunaan obat yang rasional di
Puskesmas baru mulai aktif pada tahun 2011 dan dilakukan secara berkala.
Monitoring dan evaluasi ini meliputi pemantauan langsung proses mulai dari
pasien datang ke loket sampai pasien terima obat, pemantauan indikator
peresepan terhadap diagnosa ISPA non pneumonia, diare non spesifik dan
mialgia, serta pemantauan penulisan resep obat generik. Tahun 2016 diperoleh
data rata-rata jumlah R/ tiap lembar resep adalah 4, peresepan antibiotika pada
diagnosa ISPA non pneumonia 21,68% dan pada diare non spesifik sebanyak
32,01% dan peresepan obat generik mencapai 100%.
Gambar IV.29.
Pemakaian Obat Rasional di Puskesmas
Kota Palangka Raya Tahun 2013 – 2016
94.15 95.51 100
100 5
80
80 4 ISPA Non-Pneumonia
Prosentase (%)

Mialgia Injeksi
60 43.35 43.35 3
35.87 35.87 32.01 R/ Generik
40 2
21.48 Diare Non Spesifik
20 6.83 9.97 1
2.95 2.95 0.37 0 R/ tiap lembar
0 0
2013 2014 2015 2016

BAB IV
79
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

G. PELAYANAN KESEHATAN DALAM SITUASI BENCANA


Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh
faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian
harta benda dan dampak psikologis (UU No.24/2007).
Situasi saat bencana dapat disebut sebagai situasi kedaruratan, dimana
kebutuhan masyarakat akan pelayanan jauh lebih besar dibandingkan dengan
ketersediaan sumber kebutuhan dasar dan pelayanan. Keadaan darurat adalah
situasi/kondisi kehidupan atau kesejahteraan individu manusia atau masyarakat
terancam, apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat dan segera, sekaligus
menuntut tanggapan dan cara penanganan yang luar biasa (diluar prosedur
rutin/standar).
Kejadian bencana dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi
geografis, iklim, geologis dan faktor-faktor lain seperti keragaman sosial budaya
dan politik. Banyaknya sungai besar dan kecil yang melintasi kawasan pemukiman
penduduk berpotensi terjadinya banjir pada musim penghujan. Pembukaan lahan
oleh penduduk rawan kebakaran pada musim kemarau. Semua kondisi tersebut
dapat menimbulkan gangguan krisis kesehatan seperti lumpuhnya pelayanan
kesehatan, timbulnya korban, pengungsi, masalah gizi, masalah ketersediaan air
bersih, sanitasi lingkungan, penyakit menular dan stress.
Dalam rangka antisipasi masalah kesehatan akibat kejadian bencana Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya membentuk Tim Penanggulangan Krisis dan
Masalah Kesehatan melalui SK Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
Nomor 366/E-3/PMK/V/2014. Tim ini terdiri dari Sekretariat, Tim Reaksi Cepat, Tim
RHA dan Tim Bantuan Kesehatan.
Secara umum tugas tim penanggulangan krisis dan masalah kesehatan ini
adalah melaksanakan koordinasi, komunikasi dan kerjasama dengan Satuan
koordinasi Pelaksanaan (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Kota Palangka Raya
dan lintas sektor terkait, segera bergerak ke lokasi bencana dan memberikan
pelayanan kesehatan bagi korban, menilai kondisi dan kebutuhan pelayanan
kesehatan, membuat rencana penanggulangan krisis dan masalah kesehatan serta
membuat pemetaan daerah risiko dan rawan bencana, KLB penyakit menular dan

BAB IV
80
IV
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

gizi buruk, melakukan identifikasi penanggulangan krisis kesehatan dalam waktu


yang singkat.
Pada tahun 2016 terjadi 5 kejadian kebakaran di daerah pemukiman padat
penduduk dan tidak ada bencana asap yang melanda Kota Palangka Raya.
Pendirian Posko Kesehatan di setiap lokasi kebakaran dengan pelayanan
kesehatan selama 24 jam bagi para korban bencana kebakaran.

BAB IV
81
BAB V
SITUASI
SUMBER DAYA KESEHATAN
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

A. KEADAAN SARANA KESEHATAN


Sarana kesehatan yang ada di Kota Palangka Raya diantaranya adalah
sarana pelayanan kesehatan pemerintah, sarana pelayanan kesehatan swasta
dan sarana upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang
dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
1. Sarana Kesehatan Pemerintah
Sarana kesehatan yang dimiliki Pemerintah Kota Palangka Raya
adalah puskesmas beserta jaringannya seperti puskesmas pembantu,
poskesdes dan polindes.Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat
dalam mengakses pelayanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.
Tabel V.1.
Puskesmas Menurut Karakteristik Wilayah
Kota Palangka Raya Tahun 2016

Kecamatan Puskesmas Tipe Puskesmas Karakteristik Wilayah


Perawatan/PON Non Perawatan Sangat Terpencil Biasa
ED Terpencil
Pahandut 1 Pahandut √ √
2 Panarung √ √
3 Kalampangan √ √
Jekan Raya 1 Bukit Hindu √ √
2 Menteng √ √
3 Kayon √ √
4 Jekan Raya √ √
Sebangau 1 Kereng Bangkirai √ √ √
Bukit Batu 1 Tangkiling √ √
Rakumpit 1 Rakumpit √ √

JUMLAH 3 7 1 1 8

Tabel V.1 menunjukan bahwa puskesmas non perawatan sebagian


besar terletak di dalam kota. Sedangkan puskesmas rawat inap dibangun di
wilayah perifer yang cukup jauh dari pusat kota. Puskesmas Rawat Inap
terletak di jalur lintas kabupaten yang masih bisa diakses melalui angkutan

BAB V

82
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

darat. Selain pelayanan rawat inap, puskesmas tersebut juga wajib


memberikan pelayanan obstetri neonatus emergensi dasar (PONED).
Pada tahun 2016, salah satu puskesmas induk yang berada di
Kecamatan Sebangau, ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Kota Palangka Raya Kelas D Pratama. Sebagai puskesmas
pengganti adalah Pustu Pondok Marina ditingkatkan menjadi puskesmas
induk, dengan nama Puskesmas Kalampangan yang berlokasi di Kecamatan
Pahandut. Dan upaya kesehatan masyarakat serta upaya pelayanan
kesehatan di wilayah Kecamatan Sebangau menjadi tanggungjawab penuh
Puskesmas Kereng Bangkirai. Perubahan batas wilayah kerja puskesmas di
Kota Palangka Raya tersebut diatur di dalam Surat Keputusan Kepala Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya nomor : 440/1262.1/A-1/sekr/XII/2015
tanggal 29 Desember 2015 tentang Penetapan Wilayah Kerja Puskesmas
dan Puskesmas Pembantu Kota Palangka Raya
Puskesmas pembantu terdapat di hampir semua kelurahan, dan
Puskesmas Kereng Bangkirai yang sebelumnya tidak mempunyai Pustu,
dengan adanya perubahan batas wilayah kerja puskesmas, maka ada dua
pustu di wilayah Kecamatan Sebangau yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Kereng Bangkirai. Semua kelurahan di Kota Palangka Raya telah
mempunyai sarana pelayanan kesehatan, baik puskesmas pembantu atau
polindes atau poskedes.
Tabel V.2.
Puskesmas dan Jaringannya di Kota Palangka Raya
Tahun 2016
Jejaring Puskesmas
No Puskesmas Pustu Poskesdes Polindes Posyandu
(Balita+Usila)
1 Pahandut 4 - - 18
2 Panarung 4 - - 30
3 Bukit Hindu 4 - - 18
4 Menteng 6 - - 9
5 Kayon 3 - - 15
6 Jekan Raya 4 1 - 13
7 Kalampangan 1 1 1 16
8 Kereng Bangkirai 2 - 3 13
9 Tangkiling 9 - 2 17
10 Rakumpit 7 3 1 10
Jumlah 44 5 7 159

BAB V

83
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Sumber : Bidang JSK Tahun 2016

Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengoperasionalkan RSUD


Kota Palangka Raya Kelas D Pratama sejak Mei 2015 dengan
menyesuaikan/adaptasi pelayanan kesehatan secara perlahan. Alur rujukan
dari puskesmas ada yang sudah dilayani RSUD Kota Palangka Raya, namun
tidak menutup fakta bahwa puskesmas dari arah barat masih mengirim
rujukan langsung ke rumah sakit type B Pendidikan milik Pemerintah Provinsi
Kalimantan Tengah (RSUD dr.Doris Sylvanus), karena pertimbangan jarak
tempuh. Selain rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, di
Palangka Raya juga terdapat rumah sakit milik TNI dan Polri, 2 rumah sakit
swasta, 1 Rumah Sakit Khusus, 1 rumah sakit ibu dan anak. Ratio sarana
pelayanan kesehatan (puskesmas) terhadap jumlah penduduk di Kota
Palangka Raya pada tahun 2016 mencapai 3,85 atau 1 sarana pelayanan
kesehatan melayani 25.986 jiwa.
Konsep pelayanan kesehatan berdasarkan wilayah telah terpenuhi,
semua kecamatan terdapat puskesmas dan puskesmas pembantu. Wilayah
administratif Kota Palangka Raya sangat luas, memerlukan cukup banyak
sarana kesehatan, terutama di Kecamatan Bukit Batu dan Rakumpit. Namun
gambar V.1 di berikut ini menunjukan bahwa dengan jumlah penduduk yang
terkonsentasi di perkotaan, maka sarana kesehatan di wilayah
perdesaan/terpencil telah mencukupi, sedangkan daerah perkotaan seperti
Kecamatan Pahandut dan Jekan Raya masih memerlukan sarana kesehatan
(puskesmas).

BAB V

84
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Gambar V.1.
Rasio Puskesmas (per 100.000 penduduk) Kota Palangka Raya
Tahun 2016
 10 7 – 10 3–6 <3
Rakumpit 30,02 Bukit 7,43 Pahandut 3,29 Jekan 2,96
Batu Raya
Sebangau 5,93 --

Sumber Data : Dinkes Kota Palangka Raya,


2016

2. Sarana Kesehatan Swasta


Berdasarkan pembinaan dan pengawasan terhadap sarana pelayanan
kesehatan swasta, jumlah secara kumulatif sampai tahun 2016 mencapai 232
buah mencakup Klinik/Poliklinik, Apotek, Toko Obat/Alkes, Laboratorium Klinik,
dan Optik. Pengawasan terhadap sarana kesehatan swasta dilakukan secara
sinergi dengan proses penerbitan ijin sarana kesehatan swasta. Jumlah izin
kegiatan dan usaha sarana kesehatan swasta yang diproses pada tahun 2016 di
Kota Palangka Raya seperti tampak pada gambar V.2
Gambar V.2.
Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta
Di Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016
120 111
95 97
100 88 Klinik
75 78
80 66 68 RS Swasta

60 49 Lab.Klinik
45
37 Apotik
40 31
16 16 Toko Obat
20 10 9 11 10 9 8 8 14 10 5 10 8 12 11 12 14 12 12512 12
1 8 2 3 3 3 3
Optik
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Sumber : Bidang Jamsarkes Tahun 2015

BAB V

85
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Tahun 2016 jumlah apotik dan toko obat meningkat tajam, dimungkinkan
terintegrasi dengan praktek bersama dokter swasta yang semakin menjamur di
Kota Palangka Raya. Hal tersebut sebanding dengan peningkatan jumlah
laboratorium klinik sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan oleh swasta.
Hal ini menuntut peran Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya harus semakin
ditingkatkan, baik sebagai pengawas maupun sebagai regulator di bidang
pelayanan kesehatan, sesuai Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016
tentang perangkat daerah. Peraturan tersebut adalah tindak lanjut dari amanat
PP nomor 23 Tahun 2014 tentang Pembagian Kewenangan Pemerintah,
Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

3. Sarana Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)


UKBM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam pelayanan
kesehatan dan pembangunan kesehatan pada umumnya. Masyarakat memiliki
kesempatan untuk berperan serta dalam penyelenggaraan upaya kesehatan
beserta sumberdayanya.
UKBM yang paling memasyarakat adalah posyandu, yang
menyelenggarakan 5 program prioritas yaitu KB, KIA, Gizi, Imunisasi, dan
penanggulangan diare. Jumlah posyandu di Kota Palangka Raya pada tahun
2016 sebanyak 170 buah terdiri dari 143 buah posyandu balita dan 27 buah
posyandu Lansia, kategori menurut strata untuk Posyandu Balita perinciannya
adalah 23 (16,08%) posyandu pratama, 112 (78,32%) posyandu madya, 7 (4.9%)
posyandu purnama dan 1 (0,7%) posyandu mandiri.
Posyandu Usia Lanjut (Posyandu Usila) makin marak dibentuk oleh
masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus
memantau kesehatan usia lanjut. Posyandu Usila ini merupakan upaya
kesehatan pengembangan di beberapa puskesmas di Kota Palangka Raya yang
mempunyai kelompok Usila binaan di wilayah kerjanya. Kegiatan posyandu ini
antara lain : penimbangan, pengukuran tekanan darah, pemberian vitamin bagi
usia lanjut (>60 tahun), dan senam bagi usia lanjut. Hingga tahun 2016 terdapat
27 posyandu usila, stratifikasi posyandu usila dapat dilihat pada gambar V.3
berikut.

BAB V

86
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Gambar V.3
Posyandu Balita dan Posyandu Lansia
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016
120 112
Pratama
Madya
100
Purnama
Mandiri
80

60

40
23
20 12 13
7
1 2 0
0
Posy. Balita Posy. Lansia

Sumber :Bidang Yankes Tahun 2016

B. KEADAAN TENAGA KESEHATAN


Tenaga kesehatan atau sumber daya manusia kesehatan adalah tenaga
kesehatan profesi dan non-profesi serta tenaga pendukung/penunjang
kesehatan, yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya
yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Tenaga kesehatan profesi merupakan tenaga kesehatan yang telah
melalui pendidikan vokasi atau pendidikan akademis dan profesi di bidang
kesehatan. Sedangkan tenaga kesehatan non profesi adalah tenaga kesehatan
yang telah melalui pendidikan vokasi atau pendidikan akademis tanpa melalui
pendidikan profesi dalam bidang kesehatan. Tenaga pendukung/penunjang
kesehatan adalah setiap tenaga yang telah memiliki ijazah pendidikan vokasi
atau pendidikan akademis dan profesi pendidikan di luar kesehatan dan
mengabdikan dirinya di bidang kesehatan sesuai keahliannya serta tenaga
lainnya yang telah mengikuti pelatihan di bidang kesehatan sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan dalam mendukung pembangunan kesehatan.

BAB V

87
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Gambar V.4.
Sumber Daya Manusia Kesehatan Menurut Jenis Kelamin
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016
1200
966 Laki-laki
1000
Jumlah (org)

800
600
400 241
225
200 88 117 125

0
Nakes Profesi Nakes Non Profesi Tenaga Penunjang
Sumber :Bidang PSDMK Tahun 2016

Gambar V.4. menunjukan sumber daya manusia kesehatan yang memberikan


pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kota Palangka Raya pada
tahun 2016 menurut jenis kelamin yang berjumlah 1.770 orang, dengan proporsi
terbesar adalah perempuan 76,5%, sedangkan laki-laki sebesar 23,5%. Jumlah
tersebut merupakan gabungan dari tenaga kesehatan yang bekerja di
puskesmas, pustu, poskesdes, polindes, dinas kesehatan, dan rumah sakit di
wilayah Kota Palangka Raya. Khusus tenaga kesehatan yang bekerja di
lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, yang bekerja di puskesmas , RSUD
dan Dinas Kesehatan mencapai 832 orang, dengan status kepegawaian PNS
sebanyak 688 orang dan PTT sebanyak 144 orang.

1. Distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan


SDM Kesehatan di Kota Palangka Raya didayagunakan di dinas kesehatan,
puskesmas dan jaringannya serta RSUD, yang bekerja melalui mekanisme PNS
dan PTT. Sebagian besar tenaga kesehatan bekerja di unit pelayanan
puskesmas dan jaringannya sebanyak 502 orang (28,62%), bekerja di RS
(pemerintah + swasta) sebanyak 1.180 (67,27%) dan sisanya dinas kesehatan
sebanyak 72 orang (4,1%).

BAB V

88
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Gambar V.5.
Sumber Daya Manusia Kesehatan Menurut Tempat Kerja dan Jenis Kelamin
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016
4.1

24.4
28.62

67.27
75.6

Dinkes Puskesmas RSU Laki-laki Perempuan

Besarnya jumlah sumber daya manusia kesehatan yang ada di Kota Palangka
Raya belum diimbangi dengan distribusi jenis ketenagaan kesehatan di puskesmas,
baik jumlah dan jenis. Seperti di Puskesmas Kereng Bangkirai, yang belum memiliki
dokter gigi, analis, kesehatan masyarakat dan sanitarian. Puskesmas Rakumpit,
belum memiliki dokter gigi maupun perawat gigi dan tenaga analis. Puskesmas
Jekan Raya belum memiliki dokter gigi dan tenaga farmasi.

2. Ketersediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas


Kepmenkes RI No. 81/Menkes/SK/I/2004, tentang penyusunan
perencanaan sumber daya manusia kesehatan, menjelaskan bahwa
perencanaan kebutuhan pegawai dibuat berdasarkan jumlah penduduk dan
kunjungan (output) puskesmas. Memperhatikan Kepmenkes tersebut, maka
jumlah sumber daya manusia kesehatan yang bekerja di lingkungan Kota
Palangka Raya cukup tinggi, sebagaimana tabeI V.3. berikut.

BAB V

89
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Tabel V.3.
SDM Kesehatan di Puskesmas Kota Palangka Raya
Tahun 2016

Nakes Tenaga Non Kes Total


Unit Kerja TA**)
Std R Std R Std R
A. Pusk. Perawatan/PONED :
1. Pahandut 30 61 10 5 40 66
2. Tangkiling 30 52 10 4 40 56
3. Kalampangan 30 23 10 3 40 26

4. K. Bangkirai 18 40 5 3 15 43

B. Pusk. Perkotaan :
5. Panarung 30 57 10 5 40 62
6. B. Hindu 30 52 10 5 40 57
7. Menteng 30 57 10 10 40 67
8. Kayon 30 45 10 11 40 56
9. Jekan Raya 30 43 10 4 40 47
C. Pusk. Terpencil/ST :
10. Rakumpit 12 19 5 1 15 20
Sumber : Bidang PSDMK Tahun 2016

Tabel V.3. diatas menggambarkan bahwa SDM Kesehatan di puskesmas


perkotaan umumnya telah mencukupi, namum puskesmas luar kota/pedesaan
dan puskesmas sangat terpencil masih kekurangan tenaga.
Tenaga non kesehatan yang masih sangat terbatas di puskesmas, perlu menjadi
perhatian Dinas Kesehatan. Tenaga non kesehatan sangat diperlukan dalam
menunjang kelancaran pelayanan di puskesmas.Terbatasnya tenaga non
kesehatan mengakibatkan tenaga kesehatan merangkap tugas mengerjakan
pekerjaan administrasi dan keuangan puskesmas. Hal ini perlu menjadi
perhatian, jika sebagian besar waktu terserap untuk pengerjaan administrasi,
maka tenaga fungsional kesehatan tidak dapat memaksimalkan pelayanan
terhadap masyarakat yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kualitas
pelayanan.

BAB V

90
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

3. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan


Pendayagunaan tenaga kesehatan merupakan upaya pemerataan,
pembinaan dan pengawasan tenaga kesehatan. Pelayanan kesehatan
seyogyanya dapat diakses oleh seluruh penduduk, baik dari aspek sarana
maupun ketersediaan tenaganya.Jumlah SDM Kesehatan yang ada di Kota
Palangka Raya masih perlu diimbangi dengan peningkatan output puskesmas
(jumlah kunjungan).
Tabel V.4.
Daya Guna Staf Puskesmas Menurut Beban Kerja
Kota Palangka Raya Tahun 2016

No Puskesmas Out put Jumlah Daya Guna


Puskesmas Staf Staf/hari (S) *)
(O) (N)
1 Pahandut 23.233 68 1.14
2 Panarung 16.314 62 0.88
3 Menteng 28.221 67 1.40
4 Bukit Hindu 32.750 57 1.92
5 Kayon 27.634 56 1.64
6 Jekan Raya 8.654 47 0.61
7 Kalampangan 2.587 26 0.33
8 Kereng Bangkirai 8.451 43 0.66
9 Tangkiling 12.317 56 0.73
10 Rakumpit 1.806 20 0.30
PALANGKA RAYA 161.967 502 1,08
Ket : - Nilai Daya guna staf/hari (S) minimal = 5
- Staf yang dihitung adalah yang aktif bekerja (tidak termasuk staf tugas belajar)

Wilayah yang sangat luas, sebaran penduduk yang tidak merata dan
kondisi geografis merupakan salah satu penyebab rendahnya daya guna staf,
terutama di puskesmas luar kota dan daerah terpencil/sangat terpencil dimana
daya guna staf sangat rendah (<1). Di sisi lain banyaknya sarana pelayanan
kesehatan swasta memberikan alternatif bagi masyarakat dalam memilih
pelayanan kesehatan selain puskesmas.
Upaya yang perlu ditempuh oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya
dalam meningkatkan dayaguna staf adalah melalui pemberian pelayanan
kesehatan yang bermutu. Petugas diharapkan dapat meningkatkan kinerja
melalui kegiatan program yang inovatif, pemberdayaan masyarakat di bidang
kesehatan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan output/kunjungan
BAB V

91
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

puskesmas. Dinas Kesehatan juga perlu menerapkan zero growth dengan lebih
selektif dalam menerima tenaga baru dan memberdayakan secara optimal
sumber daya manusia kesehatan yang ada.

4. Pendidikan dan Pelatihan


Pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan adalah upaya peningkatan
kemampuan tenaga kesehatan sesuai jenis, kualifikasi dan kebutuhan
pembangunan kesehatan. Pada umumnya hasil pendidikan dan pelatihan
tenaga kesehatan masih terbatas. Kemandirian, akuntabitilitas dan daya saing
tenaga kesehatan masih lemah. Upaya yang ditempuh oleh Dinas Kesehatan
Kota Palangka Raya dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kesehatan
adalah melalui ijin belajar/tugas belajar serta berbagai pelatihan.

a. Tugas Belajar dan Ijin Belajar


Dinas Kesehatan Kota memberikan kesempatan kepada tenaga baik di
dinas maupun di puskesmas untuk melanjutkan pendidikan. Pendidikan yang
ditempuh merupakan respon terhadap tuntutan untuk peningkatan kualitas
sumber daya dan akselerasi pendidikan kesehatan. Peningkatan kompetensi
tenaga kesehatan merupakan syarat mutlak bagi tenaga kesehatan agar
dapat memberikan pelayanan yang bermutu. Salah satu contoh upaya
pemerintah dalam meningkatkan kompetensi petugas adalah program
khusus/ akselerasi bagi profesi perawat dan bidan agar melanjutkan
pendidikan minimal Diploma III.
Pada tahun 2016 tidak ada tenaga kesehatan yang mengajukan Ijin
Belajar maupun Tugas Belajar. Tahun 2015 merupakan tahun dimana
peserta ijin belajar dan tugas belajar paling banyak, karena terkait motivasi
tenaga kesehatan untuk memenuhi kompetensi dan persyaratan minimal
dalam bekerja di Puskesmas.

BAB V

92
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Tabel V.5
Sumber Daya Manusia Kesehatan Yang Menempuh Pendidikan
Di Kota Palangka Raya Tahun 2016
Status Belajar
No Jenis Pendidikan Jumlah
Ijin Belajar Tugas Belajar
1. D-III - - -
2. D-IV - - -
3. S-1 - - -
4. S-2 - - -
5. Spesialis - - -
JUMLAH - - -

Sumber : Bidang SDMK Dinkes Kota P. Raya Tahun 2016

b. Pelatihan
Selain pendidikan yang ditempuh melalui jenjang akademik,
peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan juga diupayakan
melalui waktu yang lebih singkat seperti : mengirimkan tenaga kesehatan
untuk mengikuti kursus/pelatihan/seminar dan pendidikan berkelanjutan.
Pelatihan yang diikuti oleh tenaga kesehatan baik di dinas kesehatan
maupun di puskesmas adalah pelatihan teknis fungsional, manajemen
dan penunjang.
Salah satu kegiatan peningkatan mutu tenaga kesehatan adalah
melalui round table dan pelatihan yang bekerja sama dengan organisasi
profesi. Tahun 2016 Dinas Kesehatan Kota Palangka melaksanakan 2
kegiatan kediklatan,yaitu pelatihan bagi tenaga fungsional dengan tujuan
meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam upaya kesehatan
masyarakat.
Tabel V.6.
Kegiatan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016

Nama Diklat Sasaran Jenis Diklat Tgl Lama Akredit Tempat


Peserta Pelaksa Kegiatan asi Penyelenggaraan
naan JPL Hari
Diklat ASI Eksklusif Bidan Teknis 6 - 8 18 3 hr B Aula Bappeda
Juni jpl
Data Fasilitator Desa Siaga Seluruh Teknis 22 – 26 24 5 hr B LPMP Palangka Raya
Pegawai Agustus jpl
Sumber : Dinkes Kota P. Raya Tahun 2016

BAB V

93
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

5. Registrasi dan Akreditasi


Kebijakan tentang sumber daya manusia kesehatan khususnya yang
berkaitan dengan kualitas dalam PP No 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan menyatakan :
a) Tenaga kesehatan wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan di
bidang kesehatan yang dinyatakan dengan ijazah dari Lembaga
Pendidikan; dan
b) Setiap tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk
mematuhi standar profesi tenaga kesehatan.

Sistem Kesehatan Nasional (SKN) Tahun 2004, khususnya Sub Sistem


Sumber Daya Manusia Kesehatan antara lain menyatakan bahwa
“pembinaan dan pengawasan praktek profesi dilakukan melalui sertifikasi,
registrasi, uji kompetensi dan pemberian lisensi”.
Institusi yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah :
a) Sertifikasi dilakukan oleh institusi pendidikan
b) Registrasi dilakukan oleh komite registrasi tenaga kesehatan
c) Uji kompetensi dilakukan oleh masing-masing organisasi profesi
difasilitasi oleh dinas kesehatan; dan
d) Pemberian lisensi/ijin dilakukan oleh pemerintah (dinas kesehatan
kabupaten/kota).

Masa berlaku ijin praktek untuk tenaga kesehatan selama 5 tahun,


Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan yang
berpraktek di Kota Palangka Raya berada dalam tanggung jawab Dinas
Kesehatan Kota sebagai penanggung jawab wilayah, jika terjadi pelanggaran
atau tindakan yang menyalahi peraturan maka Dinas Kesehatan Kota
Palangka Raya akan bekerja sama dengan organisasi profesi dalam
memberikan pembinaan.
Pada tahun 2016 jumlah tenaga kesehatan yang mengurus ijin praktek
berjumah 618 orang, sedangkan tahun 2014 berjummlah 189 orang,
sebagaimana gambar V.6. berikut

BAB V

94
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Gambar V.6.
Pemberian Lisensi/Ijin Praktek Kepada Tenaga Kesehatan
Kota Palangka Raya Tahun 2012 - 2016
450 422
400
350
300
250
200
150
100 48 45
8 23 28
50 7 4 4 0 3 4 3 0 2 1
0
Prwt Radiog Fisioter Nutrisi Aneste Rekam
dr drg dr sp drg. Sp Prwt Bidan Apt AA RO Battra
Gigi rafer afis onis si Medik
2012 45 9 20 1 21 0 24 68 57 2 0 0 0 0 0 0
2013 37 12 15 1 25 0 23 28 35 1 1 2 0 0 0 0
2014 63 10 19 0 214 14 243 43 46 0 5 3 3 15 13 1
2015 52 7 19 4 391 0 9 43 80 0 1 6 3 0 2 1
2016 48 7 8 4 422 4 23 28 45 0 3 4 3 0 2 1

Sumber : : Bidang SDMK Dinkes Kota P. Raya Tahun 2016

Pembinaan dan pengawasan oleh Dinas Kesehatan juga ditujukan kepada


tenaga komplementer dan pengobat tradisional. Kegiatan ini melekat pada
saat pemberian ijin bagi pengobat tradisional.

6. Sistem Reward dan Punishment

Manajemen karier sumber daya manusia kesehatan tidak bisa lepas


dari sistem reward dan punishment. Untuk memberikan motivasi terhadap
kinerja tenaga kesehatan di Kota Palangka Raya, telah diberikan beberapa
penghargaan kepada tenaga kesehatan. Penghargaan tersebut antara lain
adalah pemilihan tenaga kesehatan teladan, percepatan kenaikan pangkat,
percepatan kesempatan melanjutkan pendidikan bagi nakes didaerah
terpencil, pemberian fasilitas penunjang pelayanan (laptop), dan pemberian
insentif bagi nakes di daerah terpencil. Reward terhadap tenaga kesehatan
belum diimbangi dengan inovasi sistem punishment kepada tenaga
kesehatan. Sistem punishment tenaga kesehatan masih mengacu kepada
Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin
Pegawai Negeri Sipil, dimana sanksi teguran lisan, tertulis tahap I-III, dan
tindakan sanksi indisipliner, diberikan dengan lunak dan dalam selang waktu
yang cukup lama.

BAB V

95
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN

Guna mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan juga


dibutuhkan pembiayaan kesehatan yang dapat menjamin kecukupan, pembelanjaan,
ekuitas, portabilitas, berkelanjutan, efektif dan efisien, akuntabel, subsidiaritas dan
fleksibilitas. Pembiayaan kesehatan merupakan suatu proses yang terus menerus
dan terkendali, agar tersedia dana kesehatan yang memadai dan
berkesinambungan, yang bersumber dari masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan
sumber lainnya. Perencanaan dan pengaturan pembiayaan kesehatan merupakan
hal yang penting agar dapat dimobilisasi sumber-sumber dana kesehatan,
mengalokasikannya secara rasional serta menggunakannya secara efisien dan
efektif serta diarahkan pada hal-hal pokok yakni kesinambungan pembiayaan
program kesehatan prioritas, menghilangkan hambatan biaya untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan dikarenakan pembiayaan tunai perorangan, pemerataan dalam
akses pelayanan, peningkatan efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya serta
kualitas` pelayanan. Pembiayaan kesehatan yang mengutamakan pemerataan serta
berpihak kepada masyarakat miskin akan mendorong tercapainya akses yang
universal.
Gambar V.7.
Distribusi Sumber Pembiayaan Kesehatan
Kota Palangka Raya tahun 2016

11.41%
0.00%
0.00%
APBD Kota
18.91% TP Prov.
APBN
69.68%
Pajak Rokok
0.00% JKN Kapitasi
PHLN/GF

Sumber : Sekretariat Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya

BAB V

96
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Pembiayaan kesehatan di Kota Palangka Raya bersumber dana dari


pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dan bantuan luar negeri. Dana
perimbangan dari pusat berupa DAK Fisik dan DAK Non- Fisik. Sumber dana lain
penyokong Belanja Langsung (BL) Dinas Kesehatan adalah kapitasi JKN, dan dana
pajak rokok (DBH-CHT). Kontribusi Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya dalam
hal ini APBD pada pembiayaan kesehatan untuk tahun 2016 sebesar 20,32% (Rp.
16.557.229.732,57) dari total biaya kesehatan. Sedangkan Belanja Langsung
mencapai 69,68% (Rp.56.776.358.410,57) itupun proporsi terbesar adalah Belanja
Tidak Langsung (BTL) sebesar 70,83% (Rp.40.219.126.678,20).
Total APBD Kota Palangka Raya pada Tahun 2016 mencapai
Rp.1.238.316.171.075,-, dan Anggaran bidang Kesehatan dalam APBD tahun 2016
mencapai Rp.81.481.809.485,77 (4,58% dari total APBD). Mengalami penurunan
dibanding tahun 2015 yaitu mencapai 4,61%, tahun 2014 mencapai 4,87% dari total
APBD Kota Palangka Raya.
Biaya kesehatan tersebut secara keseluruhan, yaitu belanja tidak langsung
(gaji pegawai) dan belanja langsung (operasional rutin+program kesehatan). Untuk
belanja langsung yang dibiayai APBD Kota Palangka Raya Tahun 2016 sebesar Rp.
Hal ini belum sesuai dengan amanat UU no.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
dimana daerah kabupaten/kota diharapkan dapat mengalokasikan dana
pembangunan untuk kesehatan minimal 10% dari total APBD diluar gaji.
Gambar V.8.
Proporsi APBD Kesehatan terhadap Total APBD
Kota Palangka Raya Tahun 2007-2016

10
7.8 % APBD Kes
8
5.69
6 5.12 4.89
4.61 4.38 4.65 4.61 4.58
4.19
%

0
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 20152 2016
Sumber : Sekretariat Dinkes 2016

BAB V

97
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan, menunjukkan trend naik dari tahun
2012 sampai dengan tahun 2016 seperti tampak pada gambar V.8. Mulai tahun
2016, DAK dikategorikan menjadi DAK Fisik dan DAK Non-Fisik, dimana DAK Non-
Fisik awalnya merupakan Dana Perbantuan (TP) pada tahun 2015 (BOK, Jampersal,
dan Akreditasi Puskesmas)
Gambar V.9.
KOMPOSISI BELANJA LANGSUNG (BL) PADA APBD KESEHATAN
Kota Palangka Raya Tahun 2012-2016

20,000,000,000

15,000,000,000

10,000,000,000

5,000,000,000

-
2012 2013 2014 2015 2016
DAK 3,248,529,842 6,486,790,001 6,668,329,998 15,212,140,000 15,412,166,575
DAU BL 8,168,804,983 8,191,680,114 16,965,531,271 12,474,469,496 16,557,229,733
TP 1,173,200,000 1,213,300,000 1,213,300,000 3,540,717,000 -
KTR - 128,379,548 850,000,000 850,000,000 -
GF 211,201,219 167,153,693 145,700,140 - -
Jamkesmas/JKN 497,692,600 995,796,000 4,658,742,500 7,876,600,000 9,293,286,500

Pada gambar V.9. dana kapitasi JKN mulai masuk pada struktur APBD Kota
Palangka Raya sejak tahun 2014, sedangkan sebelumnya merupakan dana
Jamkesmas di tahun 2012 dan 2013. Kota Palangka Raya mulai tahun 2013 sampai
dengan 2015 mendapatkan alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-
CHT), namun pada tahun 2016 tidak ada alokasi DBH-CHT alias nihil.
Biaya Operasional Puskesmas (BOP) untuk 10 puskesmas dipenuhi dari
APBD Kota Palangka Raya, tahun 2016 mencapai Rp.1.587.970.750,- atau 1,94%
dari total APBD Kesehatan. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan
dengan tahun 2015 sebesar Rp.1.961.802.003,- atau 2,44% dari total APBD
Kesehatan dan tahun 2014 mencapai Rp.2.140.524.003,- (3,9%) serta tahun 2013
sebesar Rp. 1.793.945.099,- (3,8%).

BAB V

98
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Gambar V.10.
Biaya Operasional Puskesmas (BOP) di Kota Palangka Raya
Tahun 2007–2016

2,400,000,000

1,900,000,000

1,400,000,000

900,000,000

400,000,000
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Bersumber
1,926,4 2,115,5 1,879,1 1,505,4 1,525,9 1,793,9 2,140,5 1,961,8 1,587,9
APBD Murni

Sumber : Sekretariat Dinkes

Anggaran operasional puskesmas dibandingkan dengan total APBD


Kesehatan Kota Palangka Raya seperti tampak pada gambar V.11. berikut.
Gambar V.11.
Prosentase Biaya Operasional Puskesmas (BOP)
terhadap Total APBD Kesehatan
Kota Palangka Raya Tahun 2008-2016
10
6.64

7.47 4.7
% 5 3.8 3.8
5.79 3.9
2.44
1.94
0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Sumber : Sekretariat

Minimnya anggaran operasional puskesmas di Kota Palangka Raya, hanya


mampu digunakan untuk pembiayaan keperluan rutin operasional puskesmas dan
pustu, seperti pembayaran rekening listrik, air, ATK, dan penggandaan. Pembiayaan
untuk pembinaan program kesehatan di puskesmas, memanfaatkan Biaya

BAB V

99
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Operasional Kesehatan (BOK) yang disalurkan melalui Tugas Perbantuan (DAK-


NON FISIK tahun 2016)
Gambar V.12.
Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas
di Kota Palangka Raya Tahun 2010-2016

2016 2,240,000,000

2015 2,169,402,355

2014 1,213,300,000

2013 1,213,300,000

2012 1,173,200,000

2011 752,540,000

2010 90,000,000

0 500,000,000 1,000,000,000 1,500,000,000 2,000,000,000 2,500,000,000 3,000,000,000

Sumber : Sekretariat Dinkes

Gambar V.12. memperlihatkan bahwa alokasi BOK untuk puskesmas dari tahun
2010 mengalami peningkatan, pada tahun 2011 yaitu Rp.752.540.000,- untuk 10
puskesmas. Pada tahun 2012 alokasi dana BOK untuk 10 puskesmas Rp.
1.173.200.000,-,pada tahun 2013 sebesar Rp. 1.213.300.000,-. Pada tahun 2014
alokasi dana BOK untuk 10 Puskemas sama dengan pagu tahun 2013 yaitu sebesar
Rp. 1.213.300.000,- dan alokasi dana BOK Tahun 2015 untuk 10 puskesmas adalah
Rp.2.169.402.355,-.. Tahun 2016 dana BOK mencapai Rp.2.240.000.000,-
Anggaran Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang disalurkan
langsung ke rekening puskesmas, dimana puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) memperoleh dana kapitasi yang nilainya sesuai jumlah
kepesertaan JKN di wilayah kerja masing-masing. Kapitasi JKN pada tahun 2016
mencapai Rp.11.962.459.314,- dimana didalamnya terdapat Silpa Tahun 2014 dan
2015 sebesar Rp.4.330.955.527,-. Angka tersebut mengalami peningkatan
dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp.7.876.650.000,- dan tahun 2014 sebesar Rp.
4.658.742.500,-. Pemanfaatan dana tersebut sesuai dengan PMK No. 19 Tahun

BAB V

100
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional untuk Jasa
pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasinal pada Fasilitas Kesehatan
Tingkat pertama milik Pemerintah Daerah. Dana kapitasi tersebut dapat di gunakan
untuk pembayaran Jasa Pelayanan Kesehatan sebesar 60 %, sisanya 40%
digunakan untuk pembelian obat dan biaya operasional Puskesmas lainnya.
Gambar V.13.
Alokasi Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas
Kota Palangka Raya Tahun 2014 – 2016

11,962,459,314
12,000,000,000

10,000,000,000
7,876,650,000
8,000,000,000

6,000,000,000 4,613,811,000
4,000,000,000
Rp.
2,000,000,000
2014 2015 2016

Penyerapan anggaran JKN selalu mengalami kendala, karena harus masuk sistem
APBD Kota Palangka Raya, sehingga pemanfaatanya harus mengacu juga kepada
aturan keuangan dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Jika terjadi realisasi
anggaran lebih daripada nilai proyeksi kapitasi yang sudah menjadi DPA Tahun
2015, maka kelebihan anggaran (Dana Silpa) tersebut harus mendapatkan
rekomendasi hasil audit dari BPK terlebih dahulu baru bisa dipergunakan atau masuk
pada anggaran tahun berikutnya. Dana silva JKN tahun 2014 dan 2015 mencapai
Rp.4.330.955.527,-, tidak bisa langsung masuk pada APBD murni , namun masuk
pada APBD-P yang pengesahan pada triwulan IV, sehingga kurang waktu
pelaksanaan pengadaan obat atau alat kesehatan untuk puskesmas.

BAB V

101
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

D. SEDIAAN FARMASI DAN ALAT KESEHATAN

Salah satu indikator penting untuk menggambarkan ketersediaan sarana


pelayanan kesehatan adalah jumlah sarana produksi dan distribusi sediaan farmasi
dan alat kesehatan. Dana pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya
termasuk bahan reagensia, dari berbagai sumber anggaran Pemerintah Kota
Palangka Raya tahun 2016 sebesar Rp. 2.904.463.000,- meningkat jika
dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp.1.126.680.000,-. Namun masih dibawah angka
anggaran obat pada tahun 2014 sebesar Rp. 3.475.991.578,- (Tiga Milyard Empat
Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu Lima Ratus
Tujuh Delapan Rupiah) berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN, Silpa DAK
Tahun 2013 dan APBD Kota Palangka Raya. Cakupan obat per-kapita tahun 2016
sebesar Rp. 10.906 meningkat jika dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp.4.470,
namun masih dibawah angka tahun 2014 yaitu Rp.14.216,- /kapita, sedangkan
standar WHO adalah Rp.18.000,- /kapita.
Gambar V.14.
Alokasi Dana Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar
di Kota Palangka Raya Tahun 2008-2016
4,000,000,000

3,500,000,000

3,000,000,000

2,500,000,000

2,000,000,000

1,500,000,000

1,000,000,000

500,000,000

0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Rp. 1,169,6 1,437,7 1,535,0 780,739 959,120 1,206,2 3,475,9 1,126,6 2,833,

Sumber : Sekretariat Dinkes Tahun 2016

BAB V

102
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

Anggaran obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) cenderung meningkat,


hal ini disebabkan adanya pergeseran subsidi dari Pusat ke Pemerintah Daerah.
Pada tahun 2010 anggaran obat PKD tahun 2010 meningkat dikarenakan Kota
Palangka Raya memperoleh dana dari pusat (DAK). Anggaran obat tahun 2016
naik jika dibandingkan dengan tahun 2015, namun masih dibawah angka tahun
2014 karena anggaran tahun 2014 mendapat tambahan dari silpa DAK 2013,
sedangkan anggaran tahun 2016 bersumber APBN-DAK Farmasi.
Guna menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sediaan farmasi dan alat
kesehatan yang bermutu dan aman, maka dalam penyelenggaraannya
diperlukan upaya-upaya yang dapat memberikan jaminan keamanan dan
kualitas, responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat dan perorangan,
menjunjung tinggi prinsip transparansi, cost efective dalam pemanfaatannya,
mandiri dalam mencukupi kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan dan
berorientasi pada klien dengan mempertimbangkan kearifan lokal.
Gambar V.15.
Alokasi Dana untuk Alat Kesehatan Di Kota Palangka Raya
Tahun 2007 – 2016

12 14
11
10 12
9
Milyar Rupiah

8 10
7
6 8 (%)
5
4 6
3
2 4
1
0 2
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Dana Alkes 3.56 3.55 0.249 0.127 0.164 0.97 0.594 2.61410.1493.195
% thd Total Dana Kes 9.45 10.68 0.7 0.38 5.1 2.4 1.2 4.8 12.6 3.9
Sumber : Bidang Jamsarkes Tahun 2015

Pada gambar diatas tampak jumlah dan proporsi dana untuk pengadaan alat
kesehatan pada tahun 2016 sebesar Rp. 3.195.290.000,- mengalami penurunan
dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp. 10.149.906.000,- dimana Rp.9.967.900.000,-
(98,21%%) merupakan anggaran alat kesehatan untuk RSUD Kota Palangka Raya
type D, dan sisanya Rp. 182.006.000,-(1,79%) berupa alat kesehatan untuk
puskesmas (dental unit).

BAB V

103
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 V

E. SISTEM INFORMASI KESEHATAN


Sistem informasi kesehatan bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem
informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan disemua tingkat
administrasi. Di Kota Palangka Raya belum semua sarana kesehatan melaporkan
hasil kegiatannya ke Dinas Kesehatan, sehingga laporan yang ada belum dapat
menggambarkan permasalahan sebenarnya. Namun laporan dari puskesmas dan
puskesmas pembantu dapat mewakili gambaran tentang kondisi / permasalah
kesehatan yang ada jika data yang dilaporkan akurat, tepat waktu dan lengkap.
Jumlah sarana kesehatan yang telah melaporkan hasil kegiatan secara rutin ada 54
yang terdiri 10 puskesmas dan 44 puskesmas pembantu.
SIKNAS online dari Pusat Data dan Informasi Indonesia (Pusdatin) yang
dipasang di Dinas`Kesehatan sebagai bentuk komunikasi data antara pusat dan
daerah masih berupa data agregat, dimana petugas harus melakukan entri ulang
terhadap data-data yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan pengisian data di Siknas
Online menjadi terabaikan, sehingga menghambat sistem pelaporan dan informasi
dari Kab/Kota ke Pusdatin begitu juga sebaliknya.
Kendala dalam penyediaan informasi kesehatan adalah tingkat sinkronisasi
data rendah antara laporan program dengan laporan SP2TP, sehingga memerlukan
aksi nyata dalam peningkatan pengelolaan data di Puskesmas maupun Dinas
Kesehatan. SP2TP merupakan sistem pencatatan dan pelaporan secara terpadu di
Puskesmas, diharapkan semua laporan Puskesmas berawal dari SP2TP. Laporan
dengan pengelolaan sistem satu pintu data, akan menunjang sinkronisasi angka
yang tinggi, dimana laporan program atau laporan evaluasi yang dikirim ke Dinas
Kesehatan bersumber pada sumber yang sama yaitu SP2TP.
Dengan ketersediaan data yang validitas serta reliabilitasnya tinggi, akan
tersusun suatu informasi yang akurat, dan bermanfaat bagi lahirnya keputusan
pimpinan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan kesehatan. Kebijakan
kesehatan yang ditetapkan akan bermanfaat bagi masyarakat, berhasil guna, efisien
serta efektif.

BAB V

104
BAB vi
KESIMPULAN
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 VI
I

BAB VI

KESIMPULAN
Derajat kesehatan masyarakat Kota Palangka Raya tahun 2016
terdeskripsi, dengan memperhatikan pola angka kesakitan, peningkatan status
gizi balita dan meningkatnya umur harapan hidup, serta pola angka kematian
dibanding tahun 2015.

1. Angka kematian bayi, ibu, dan balita, menurun secara signifikan dibawah
target yang ditetapkan Renstra Kota Palangka Raya tahun 2016. Angka
Kematian Bayi (AKB) mencapai 1,18/1000 KH, dibawah angka nasional
34/1000 KH dan dibawah angka Renstra Kota Palangka Raya tahun 2016
sebesar 9/1000 KH. Sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) Kota Palangka
Raya tahun 2016 adalah 19,65/100.000 KH diatas target Renstra
35/100.000KH, dan Angka Kematian Balita (AKABA) mencapai 4/1000 KH
dibawah target Renstra Kota Palangka Raya tahun 2015 sebesar 8/1000
KH.

2. Pada data sepuluh besar penyakit, angka kesakitan masih didominasi


penyakit menular seperti ISPA pada urutan pertama. Penyakit tidak
menular yang dilaporkan oleh puskesmas adalah Hypertensi berada pada
urutan kedua, sedangkan Gastritiis ada pada urutan ketiga. Terjadi
pergeseran dari penyakit menular menjadi penyakit degenerative. Hal ini
sebagai dampak dari perubahan pola hidup (life style) masyarakat di Kota
Palangka Raya.

3. Indikator Gizi masyarakat adalah status gizi pada balita dan ibu hamil.
Balita dengan status gizi buruk mencapai 0,03%, hasil penimbangan balita
dibawah garis merah (BGM) sebesar 1,2% dari total balita yang aktif
ditimbang. Prevalensi KEK pada ibu hamil dengan indikator LILA <23.5 cm
turun menjadi 7,73% dari tahun 2015 sebesar 8.6% dan indikator HB<11
gr sebesar2,35% menurun jika dibandingkan tahun 2015 yaitu 17,68%.

BAB VI
105
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 VI
I

4. Kondisi kesehatan lingkungan di Kota Palangka Raya tahun 2016 dapat


dilihat dari akses berkelanjutan masyarakat terhadap air minum yang layak
mencapai 85,93%, serta cakupan rumah sehat sebesar 89,14%
5. Umur Harapan Hidup di Kota Palangka Raya tahun 2016 telah mencapai
72,97 tahun, sedangkan target Renstra Kota Palangka Raya tahun 2016
yaitu 73 tahun.

6. Upaya kesehatan dilaksanakan dengan prioritas peningkatan jangkauan


dan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, dengan memperhatikan
kelompok rawan (ibu, bayi dan balita), masyarakat miskin, dan daerah
terpencil. Memperhatikan pengendalian penyakit menular dan tidak
menular, penanggulangan terhadap masalah gizi dan masalah kesehatan
lainnya. Kepekaan pelayanan kesehatan terhadap kebutuhan masyarakat
ditingkatkan dengan mengupayakan kemandirian bagi unit-unit pelayanan
kesehatan dan diterapkan manajemen mutu yang berorientasi kepada
pelanggan/klien.

7. Mutu pelayanan kesehatan harus terus menerus dipelihara dan


ditingkatkan melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan, ketersediaan
obat, serta peningkatan dan pemeliharaan sarana dan peralatan
kesehatan. Tahun 2016 tidak dilakukan survey terhadap tingkat kepuasan
pelanggan, juga pengukuran tingkat kepatuhan petugas terhadap standart
pelayanan kesehatan. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan, perlu melaksanakan jaminan mutu pelayanan kesehatan secara
berkesinambungan, sistematis, obyektif dan terpadu.

8. Sumber daya kesehatan di Kota Palangka Raya masih kurang memadai.


Kapasitas tenaga kesehatan masih dibawah standar nasional, baik
kuantitas maupun kualitasnya. Rasio tenaga kesehatan di puskesmas
secara kuantitas dibawah angka nasional, untuk tenaga medis dokter
mencapai 15,02/100.000 penduduk (target 40/100.000 penduduk), dokter
gigi 4,8/100.000 penduduk (target 11/100.000 penduduk), bidan
73,15/100.000 penduduk. Rasio sarana kesehatan (puskesmas) terhadap

BAB VI
106
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2016 VI
I

penduduk pada tahun 2016 sebesar 3,85/100.000 penduduk, sedangkan


tahun 2015 sebesar 24,59/100.000 penduduk (mencakup keseluruhan
sarana kesehatan baik puskesmas maupun Rumah Sakit)
9. Jumlah anggaran kesehatan dari DAU murni dalam APBD Kota Palangka
Raya sangat kecil yaitu baru mencapai 4,58% dari total APBD Kota
Palangka Raya tahun 2016. Selebihnya anggaran bersumberkan dari
APBN (DAK Fisik dan DAK Non-Fisik) serta dana Kapitasi JKN. Hal ini
belum sesuai dengan amanat UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
dimana daerah kabupaten/kota diharapkan dapat mengalokasikan dana
pembangunan untuk kesehatan minimal 10% dari total APBD diluar gaji.
Dengan demikian dukungan dari pemerintah daerah untuk pembangunan
kesehatan masih sangat minimal.

BAB VI
107
LAMPIRAN
RESUME PROFIL KESEHATAN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 2,679 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 30 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 132,980 126,885 259,865 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3.80 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 97.0 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 39.4 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 104.8 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 98.42 95.05 96.77 % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 8,241 7,917 16,158 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 18,416 16,999 35,415 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 8,137 7,512 15,649 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 17,736 17,042 34,778 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III #BEZUG! #BEZUG! #BEZUG! % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV #BEZUG! #BEZUG! #BEZUG! % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) #BEZUG! #BEZUG! #BEZUG! % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN
B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 2,592 2,498 5,090 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 2 1 1 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4
12 Jumlah Kematian Neonatal 3 1 4 neonatal Tabel 5
13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 1 0 1 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
14 Jumlah Bayi Mati 4 2 6 bayi Tabel 5
15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 2 1 1 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 4 1 10 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 2 0 2 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 1 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 20 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6

B.2 Angka Kesakitan


ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 70 39 109 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 64.22 35.78 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 52.66 30.72 41.94 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 157 98 255 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 118.11 77.20 98.13 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 3.92 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek 18.18 15.98 17.33 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 24.69 12.50 20.16 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 3.70 8.33 5.43 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 28.40 20.83 25.58 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 0.75 0.00 0.38 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 2.04 1.30 1.68 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus HIV 19 8 27 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus AIDS 25 13 38 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Kematian karena AIDS 1 0 1 Jiwa Tabel 11
24 Jumlah Kasus Syphilis 6 2 8 Kasus Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV 1.55 0.94 1.47 % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0.00 0.00 0.00 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 2 1 3 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 1.50 0.79 1.15 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 0.00 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0.00 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0.00 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 0.45 0.32 0.38 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 0.00 0.00 0.00 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 50 0 63 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 3.11 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 1 0 1 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri 100 % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Campak 95 112 207 Kasus Tabel 20
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
Case Fatality Rate Campak 0% Tabel 20
Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 86.48 82.75 84.66 per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 0.87 0.95 0.91 % Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0.12 0.13 0.12 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria 0.00 0.00 0.00 % Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 15.33 15.30 15.31 % Tabel 24
35 Persentase obesitas 92.54 34.90 49.05 % Tabel 25
36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 6.37 % Tabel 26
37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 1.12 % Tabel 26
38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 13.33 % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN
C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 96 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 87.18 % Tabel 29
41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 90.27 % Tabel 29
42 Pelayanan Ibu Nifas 86.08 % Tabel 29
43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 87.82 % Tabel 29
44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 45.31 % Tabel 30
45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 75.61 % Tabel 32
46 Penanganan komplikasi kebidanan 28.09 % Tabel 33
47 Penanganan komplikasi Neonatal 1.29 0.80 1.05 % Tabel 33
48 Peserta KB Baru 2.38 % Tabel 36
49 Peserta KB Aktif 92.35 % Tabel 36
50 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37
51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) - 0.16 0.08 % Tabel 37
52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 98.03 95.44 96.76 % Tabel 38
53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 97.42 95.00 96.23 % Tabel 38
54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 13.27 16.77 14.99 % Tabel 39
55 Pelayanan kesehatan bayi 99.23 83.39 91.45 % Tabel 40
56 Desa/Kelurahan UCI 53.33 % Tabel 41
57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 79.71 83.79 81.71 % Tabel 43
58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 79.28 84.79 81.98 % Tabel 43
59 Bayi Mendapat Vitamin A 50.23 40.99 45.70 % Tabel 44
60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 96.30 79.50 88.10 % Tabel 44
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
61 Baduta ditimbang 48.37 48.38 48.37 % Tabel 45
62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 0.98 0.93 0.96 % Tabel 45
63 Pelayanan kesehatan anak balita 77.14 82.95 79.97 % Tabel 46
64 Balita ditimbang (D/S) 48.34 48.32 48.33 % Tabel 47
65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 0.91 0.98 0.95 % Tabel 47
66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100.00 100.00 100.00 % Tabel 48
67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 94.88 90.12 92.53 %
Tabel 49
68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 1.32 Tabel 50
69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 68.97 sekolah Tabel 51
70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 100.00 sekolah Tabel 51
71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 17.25 15.84 16.52 % Tabel 51
72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 57.50 61.79 59.74 % Tabel 51
73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan
mulut 57.50 61.79 59.74 % Tabel 51
74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 27 61 43 % Tabel 52

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Persentase

75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 52.09 54.91 53.47 % Tabel 53


76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 32.68 48.86 40.26 % Tabel 54
77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 8.62 12.27 10.33 % Tabel 54
78 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 4.42 3.44 3.84 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
79 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 1.61 1.72 1.67 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 68.75 % Tabel 56
81 Bed Turn Over (BTO) di RS 60.16 Kali Tabel 56
82 Turn of Interval (TOI) di RS 1.90 Hari Tabel 56
83 Average Length of Stay (ALOS) di RS 3.66 Hari Tabel 56

C.3 Perilaku Hidup Masyarakat


87 Rumah Tangga ber-PHBS 100.00 % Tabel 57

C.4 Keadaan Lingkungan


88 Persentase rumah sehat 89.14 % Tabel 58
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 85.93 % Tabel 59
90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 84.13 % Tabel 60
91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 37.74 % Tabel 61
92 Desa STBM - % Tabel 62
93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 21.84 % Tabel 63
TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 16.71 % Tabel 64
TPM tidak memenuhi syarat dibina 51.22 % Tabel 65
TPM memenuhi syarat diuji petik 3.13 % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN
D.1 Sarana Kesehatan
94 Jumlah Rumah Sakit Umum 5 RS Tabel 67
95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 1 RS Tabel 67
96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 3 Tabel 67
97 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 7 Tabel 67
Jumlah Puskesmas Keliling 19 Tabel 67
Jumlah Puskesmas pembantu 44 Tabel 67
98 Jumlah Apotek 111 Tabel 67
99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 83.33 % Tabel 68
100 Jumlah Posyandu 143 Posyandu Tabel 69
101 Posyandu Aktif 5.59 % Tabel 69
102 Rasio posyandu per 100 balita 0.58 per 100 balita Tabel 69
103 UKBM
Poskesdes 3 Poskesdes Tabel 70
Polindes 6 Polindes Tabel 70
Posbindu 24 Posbindu Tabel 70
104 Jumlah Desa Siaga 5 Desa Tabel 71
105 Persentase Desa Siaga 17 % Tabel 71

D.2 Tenaga Kesehatan


106 Jumlah Dokter Spesialis 26 23 49 Orang Tabel 72
107 Jumlah Dokter Umum 26 63 89 Orang Tabel 72
108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 53 per 100.000 penduduk Tabel 72
109 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 4 36 40 Orang Tabel 72
110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 15.39 per 100.000 penduduk
111 Jumlah Bidan 267 Orang Tabel 73
112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 210 per 100.000 penduduk Tabel 73
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
113 Jumlah Perawat 157 511 668 Orang Tabel 73
114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 253.98 per 100.000 penduduk Tabel 73
115 Jumlah Perawat Gigi 6 47 53 Orang Tabel 73
116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 15 89 104 Orang Tabel 74
117 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 4 31 35 Orang Tabel 75
118 Jumlah Tenaga Sanitasi 5 14 19 Orang Tabel 76
119 Jumlah Tenaga Gizi 6 51 57 Orang Tabel 77

D.3 Pembiayaan Kesehatan


120 Total Anggaran Kesehatan 81,481,809,485.77 Rp Tabel 81
121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 4.58 % Tabel 81
122 Anggaran Kesehatan Perkapita 313,554.38 Rp Tabel 81
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
DESA KELURAHAN PENDUDUK
(km 2) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pahandut 117.25 0 6 6 91,075 23,423 3.89 776.76
2 Jekan Raya 352.62 0 4 4 135,129 36,706 3.68 383.21
3 Sabangau 583.50 0 6 6 16,875 4,192 4.03 28.92
4 Bukit Batu 572.00 0 7 7 13,455 3,346 4.02 23.52
5 Rakumpit 1,053.14 0 7 7 3,331 802 4.15 3.16

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,678.5 0 30 30 259,865 68,469 3.80 97.02

Sumber: - Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya


TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 12,580 12,126 24,706 103.74


2 5-9 10,960 10,148 21,108 108.00
3 10 - 14 10,581 10,313 20,894 102.60
4 15 - 19 12,508 13,563 26,071 92.22
5 20 - 24 15,309 15,034 30,343 101.83
6 25 - 29 11,896 11,489 23,385 103.54
7 30 - 34 11,784 11,282 23,066 104.45
8 35 - 39 11,122 10,589 21,711 105.03
9 40 - 44 10,091 9,531 19,622 105.88
10 45 - 49 8,497 7,562 16,059 112.36
11 50 - 54 6,699 5,674 12,373 118.06
12 55 - 59 4,862 3,962 8,824 122.72
13 60 - 64 2,754 2,192 4,946 125.64
16 65+ 3,337 3,420 6,757 97.57

JUMLAH 132,980 126,885 259,865 104.80


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 39.41

Sumber: - Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya


TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 109,440 104,611 214,051
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
2 107,716 99,430 207,146 98.42 95.05 96.77
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 3,425 3,480 6,905 3.13 3.33 3.23
b. SD/MI 9,760 8,967 18,727 8.92 8.57 8.75
c. SMP/ MTs 8,241 7,917 16,158 7.53 7.57 7.55
d. SMA/ MA 18,416 16,999 35,415 16.83 16.25 16.55
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 8,137 7,512 15,649 7.44 7.18 7.31
f. UNIVERSITAS/DIPLOMA 17,736 17,042 34,778 16.21 16.29 16.25

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya


TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH KELAHIRAN
NAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KECAMATAN
PUSKESMAS
HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 414 1 415 344 0 344 758 1 759
2 Panarung 306 1 307 350 0 350 656 1 657
Kalampangan 137 0 137 140 0 140 277 0 277
2 Jekan Raya Menteng 424 0 424 438 0 438 862 0 862
4 Bukit Hindu 461 0 461 475 1 476 936 1 937
5 Kayon 369 0 369 311 1 312 680 1 681
6 Jekan Raya 167 1 168 143 0 143 310 1 311
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 1 147 161 0 161 307 1 308
4 Bukit Batu Tangkiling 112 0 112 92 0 92 204 0 204
5 Rakumpit Rakumpit 56 0 56 44 0 44 100 0 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 4 2,596 2,498 2 2,500 5,090 6 5,096


ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 1.5 0.8 1.2

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH KEMATIAN
LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
ANAK ANAK ANAK
NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA
BALITA BALITA BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Pahandut Pahandut 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 2
2 #BEZUG! Panarung 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 2
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 #BEZUG! Bukit Hindu 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 2
5 #BEZUG! Kayon 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1
6 #BEZUG! Jekan Raya 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 2
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 3 4 0 4 1 2 0 1 4 6 0 10
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 1 1.54 0 1.54 0.40 0.80 0 0 0.79 1.18 0 1.96

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KEMATIAN IBU
JUMLAH LAHIR JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
HIDUP < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34
≥35 tahun JUMLAH ≥35 tahun JUMLAH ≥35 tahun JUMLAH ≥35 tahun JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Pahandut Pahandut 758 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 656 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
3 Sebangau Kalampangan 277 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 862 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 936 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Kayon 680 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Jekan Raya 310 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 307 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 204 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 100 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 5,090 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1


ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 19.65

Sumber: Bidang Yankes


Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK 0-
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
14 TAHUN
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 2.79E-05
1 Pahandut Pahandut 21,209 20,336 41,545 25 62.50 15 37.50 40 53 66.25 27 33.75 80 1 1.25
#### #BEZUG! Panarung 15,079 14,487 29,566 7 54 6 46.15 13 11 46 13 54.17 24 0 0.00
3 Sebangau Kalampangan 10,182 9,782 19,964 1 0 0 0.00 1 2 67 1 33.33 3 1 33.33
2 Jekan Raya Menteng 18,440 17,717 36,157 6 86 1 14.29 7 20 67 10 33.33 30 4 13.33
#### #BEZUG! Bukit Hindu 26,405 25,370 51,775 12 75 4 25.00 16 25 66 13 34.21 38 1 3
#### #BEZUG! Kayon 19,345 18,587 37,932 12 75 4 25.00 16 25 74 9 26.47 34 1 2.94
#### Jekan Raya Jekan Raya 4,725 4,540 9,265 1 50 1 50.00 2 5 71 2 28.57 7 0 0.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 8,775 8,100 16,875 5 45 6 54.55 11 11 41 16 59.26 27 0 0.00
4 Bukit Batu Tangkiling 6,997 6,458 13,455 1 33 2 66.67 3 5 42 7 58.33 12 2 16.67
5 Rakumpit Rakumpit 1,765 1,566 3,331 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0.00 0 0 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 132,922 126,943 259,865 70 64 39 36 109 157 62 98 38 255 10 4

CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 52.66 30.72 41.94

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 118.11 77.20 98.13

Sumber : Bidang PMK


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 89 57 146 25 15 40 28.09 26.32 27.40
#### #BEZUG! Panarung 20 15 35 7 6 13 35.00 40.00 37.14
3 Sebangau Kalampangan 4 3 7 1 0 1 25.00 0.00 14.29
2 Jekan Raya Menteng 72 38 110 6 1 7 8.33 2.63 6.36
#### #BEZUG! Bukit Hindu 84 29 113 12 4 16 14.29 13.79 14.16
#### #BEZUG! Kayon 61 27 88 12 4 16 19.67 14.81 18.18
#### Jekan Raya Jekan Raya 19 15 34 1 1 2 5.26 6.67 5.88
3 Sebangau Kereng Bangkirai 13 18 31 5 6 11 38.46 33.33 35.48
4 Bukit Batu Tangkiling 23 42 65 1 2 3 4.35 4.76 4.62
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 385 244 629 70 39 109 18.18 15.98 17.33

Sumber : Bidang PMK


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Puskesmas Pahandut menjadi tempat pemeriksaan TB untuk Puskesmas Panarung, Kayon, Jekan Raya Kalampangan dan Kereng Bangkirai
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) ANGKA KEBERHASILAN
(COMPLETE RATE) JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI PENGOBATAN (SUCCESS
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P RATE/SR)

L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 Pahandut Pahandut 25 15 40 3 12.00 1 6.67 4 10.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 12.00 6.67 10.00 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 7 3 10 - - - - - - 0 0.00 0 0.00 0 0.00 - - - 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 3 2 5 3 100.00 0 0.00 3 60.00 0 - 1 - 1 20.00 - - - 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 5 1 6 1 20.00 1 100.00 2 33.33 0 0.00 0 0.00 0 0.00 20.00 100.00 33.33 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 12 4 16 - - - - - - 0 0.00 0 0.00 0 0.00 - - - 0 0 0
#### #BEZUG! Kayon 12 4 16 3 25.00 1 25.00 4 25.00 3 25.00 2 50.00 5 31.25 50.00 75.00 56.25 0 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 1 1 2 0 0.00 1 100.00 1 50.00 0 - 0 0.00 - - - 100.00 - 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 5 6 11 0 0.00 2 33.33 2 18.18 0 0.00 1 0.00 1 0.00 0.00 33.33 18.18 1 0 1
4 Bukit Batu Tangkiling 1 3 4 - - - - - - 0 0.00 0 0.00 0 0.00 - 0.00 - 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 10 9 19 10 - 0 - 10 52.63 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0.00 0.00 52.63 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 81 48 129 20 24.69 6 12.50 26 20.16 3 3.70 4 8.33 7 5.43 28.40 20.83 25.58 1 0 1
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 1 0 0

Sumber : Bidang PMK


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Pahandut Pahandut 1,683 1,622 3,305 168 162 331 9 5.35 5 3.08 14 4.24
#### #BEZUG! Panarung 1,747 1,683 3,430 175 168 343 3 1.72 0 0.0 3 0.9
3 Sebangau Kalampangan 1,020 983 2,003 102 98 200 0 0.0 0 0.0 0 0.0
2 Jekan Raya Menteng 2,168 2,089 4,257 217 209 426 3 1.4 4 1.9 7 1.6
#### #BEZUG! Bukit Hindu 2,142 2,064 4,206 214 206 421 0 0.0 0 0.0 0 0.0
#### #BEZUG! Kayon 1,619 1,560 3,179 162 156 318 9 5.6 4 2.6 13 4.1
#### #BEZUG! Jekan Raya 701 676 1,377 70 68 138 2 2.9 3 4.4 5 3.63
3 Sebangau Kereng Bangkirai 829 799 1,628 83 80 163 0 0.0 0 0.0 0 0.0
4 Bukit Batu Tangkiling 625 602 1,227 63 60 123 0 0.0 0 0.0 0 0.0
5 Rakumpit Rakumpit 216 209 425 22 21 43 0 0.0 0 0.0 0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 12,750 12,287 25,037 1,275 1,229 2,504 26 2.04 16 1.30 42 1.68

Sumber : Bidang PMK


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

SYPHILIS (IMS Total) Umur 15-19 tahun, 25-49


HIV AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS
tahun
NO KELOMPOK UMUR PROPORSI PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P L P L+P KELOMPOK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 4 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0 0.00

2 5 - 14 TAHUN 0 0 0 0.00 0 1 1 2.63 0 0 0 0 0 0 0.00

2 15 - 19 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0 0.00

4 20 - 24 TAHUN 5 3 8 29.63 4 2 6 15.79 0 0 0 5 2 7 87.50

5 25 - 49 TAHUN 13 5 18 66.67 15 7 22 57.89 0 0 0 0 0 0 0.00

6 50 TAHUN 1 0 1 3.70 6 3 9 23.68 1 0 1 1 0 1 12.50

JUMLAH (KAB/KOTA) 19 8 27 25 13 38 1 0 1 6 2 8

PROPORSI JENIS KELAMIN 70.37 29.63 65.79 34.21 100.00 0.00 75.00 25.00

Sumber : Bidang PMK


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 UDD PMI Kota Palangka Raya 9,033 1,273 10,306 9,033 100.00 1,273 100.00 10,306 100.00 140 1.55 12 0.94 152 1.47

JUMLAH 9,033 1,273 10,306 9,033 100.00 1,273 100.00 10,306 100.00 140 1.55 12 1 152 1.47

Sumber : PMI Kota Palangka Raya


TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

DIARE
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET DIARE DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENEMUAN L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Pahandut Pahandut 21,209 20,336 41,545 454 435 889 180 39.7 146 33.5 326 36.7
#### #BEZUG! Panarung 15,079 14,487 29,566 323 310 633 155 48.0 159 51.3 314 49.6
3 Sebangau Kalampangan 10,182 9,782 19,964 218 209 427 75 34.4 82 39.2 157 36.7
2 Jekan Raya Menteng 18,440 17,717 36,157 395 379 774 279 70.7 281 74.1 560 72.4
#### #BEZUG! Bukit Hindu 26,405 25,370 51,775 565 543 1,108 187 33.1 194 35.7 381 34.4
#### #BEZUG! Kayon 19,345 18,587 37,932 414 398 812 168 40.6 178 44.8 346 42.6
#### Jekan Raya Jekan Raya 4,725 4,540 9,265 101 97 198 131 129.6 137 141.0 268 135.2
3 Sebangau Kereng Bangkirai 8,775 8,100 16,875 188 173 361 94 50.1 91 52.5 185 51.2
4 Bukit Batu Tangkiling 6,997 6,458 13,455 150 138 288 111 74.1 122 88.3 233 80.9
5 Rakumpit Rakumpit 1,765 1,566 3,331 38 34 71 44 116.5 65 194.0 109 152.9

JUMLAH (KAB/KOTA) 132,922 126,943 259,865 2,845 2,717 5,561 1,424 50.1 1,455 53.6 2,879 51.8
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 10.000 PENDUDUK 214

Sumber : Bidang Yankes


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KASUS BARU
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0 0 1 1 0 1 1
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 1 0 0 0 1 0 1
#### #BEZUG! Kayon 1 0 1 0 0 0 1 0 1
#### Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 0 2 0 1 1 2 1 3
PROPORSI JENIS KELAMIN 100.00 0.00 0 100.00 67 33.33
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 1.50 0.79 1.15

Sumber : Bidang PMK


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KASUS BARU
PENDERITA KUSTA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pahandut Pahandut 0 0 0.00 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0.00 0 0
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0.00 0 0
2 Jekan Raya Menteng 1 0 0.00 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 0.00 0 0
#### #BEZUG! Kayon 1 0 0.00 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0.00 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0.00 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0.00 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0.00 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 3 0 0.00 0 0


ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KASUS TERCATAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0 2 3 5 2 3 5
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 1 1 0 1 2 0 2
#### #BEZUG! Kayon 1 0 1 0 1 1 1 1 2
#### #BEZUG! Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0 1 0 1 1 0 1
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 0 2 4 4 8 6 4 10
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0.45 0.32 0.38

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


RFT PB RFT MB
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PBa PENDERITA MBa
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5 1 0 2 0 3 60
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 100 0 0 1 100
#### #BEZUG! Kayon 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 100
Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 0 2 0 0 0 0 0 0 4 4 8 2 50 3 0 5 63

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KECAMATAN PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5
1 Pahandut Pahandut 6,958 0
#### #BEZUG! Panarung 11,002 0
3 Sebangau Kalampangan 2,016 0
2 Jekan Raya Menteng 9,234 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 8,664 0
#### #BEZUG! Kayon 6,886 0
#### #BEZUG! Jekan Raya 1,552 1
3 Sebangau Kereng Bangkirai 1,355 1
4 Bukit Batu Tangkiling 3,077 0
5 Rakumpit Rakumpit 789 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 64,312 2


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 3.11

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH KASUS PD3I


DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS PERTUSIS
JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Kayon 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 100 0.00 0.00

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH KASUS PD3I

NO KECAMATAN PUSKESMAS CAMPAK


POLIO HEPATITIS B
JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Pahandut Pahandut 11 13 24 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 9 8 17 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 4 1 5 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 9 5 14 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 39 61 100 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Kayon 15 19 34 0 0 0 0 0 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 8 5 13 0 0 0 0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 95 112 207 0 0 0 0 0 0 0


CASE FATALITY RATE (%) 0.0

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 5 9 14 0 0 0 0.0 0.0 0.0
#### #BEZUG! Panarung 20 19 39 0 0 0 0.0 0.0 0.0
3 Sebangau Kalampangan 0 1 1 0 0 0 0.0 0.0 0.0
2 Jekan Raya Menteng 19 21 40 0 0 0 0.0 0.0 0.0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 22 8 30 0 0 0 0.0 0.0 0.0
#### #BEZUG! Kayon 31 32 63 0 1 1 0.0 3.1 1.6
#### Jekan Raya Jekan Raya 1 2 3 0 0 0 0.0 0.0 0.0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 10 8 18 0 0 0 0.0 0.0 0.0
4 Bukit Batu Tangkiling 7 5 12 1 0 1 14.3 0.0 8.3
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0.0 0.0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 115 105 220 1 1 2 0.9 1.0 0.9


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 86.5 82.8 84.7

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Pahandut Pahandut 121 80 201 121 80 201 2 1.65 2 3 4 1.99 0 0 0 0.00 0.00 0.00
#### #BEZUG! Panarung 202 134 336 202 134 336 2 0.99 2 1 4 1.19 0 0 0 0.00 0.00 0.00
3 Sebangau Kalampangan 99 65 164 99 65 164 1 1.01 1 2 2 1.22 0 0 0 0.00 0.00 0.00
2 Jekan Raya Menteng 170 112 282 170 112 282 1 0.59 1 1 2 0.71 0 0 0 0.00 0.00 0.00
#### #BEZUG! Bukit Hindu 296 197 493 296 197 493 1 0.34 1 1 2 0.41 0 0 0 0.00 0.00 0.00
#### #BEZUG! Kayon 68 45 113 68 45 113 3 4.41 3 7 6 5.31 0 0 0 0.00 0.00 0.00
#### Jekan Raya Jekan Raya 5 3 8 5 3 8 1 20.00 1 33 2 25.00 0 0 0 0.00 0.00 0.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 38 24 62 38 24 62 3 7.89 3 13 6 9.68 0 0 0 0.00 0.00 0.00
4 Bukit Batu Tangkiling - - 0 - - - - #WERT! - #WERT! - #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
5 Rakumpit Rakumpit 63 42 105 63 42 105 2 3.17 2 5 4 3.81 0 0 0 0.00 0.00 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,062 702 1,764 1,062 702 1,764 16 1.51 16 2 32 1.81 0 0 0 0 0 0

JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 132,980 126,855 259,835

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 0.12 0.13 0.12

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PENDERITA FILARIASIS
NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Kayon 0 0 0 0 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 17,448 16,764 34,212 5,307 30.42 8,676 51.75 13,983 40.87 1183 22.29 1455 16.77 2638 18.87
#### #BEZUG! Panarung 12,435 11,948 24,383 3,636 29.24 5,112 42.79 8,748 35.88 801 22.03 1156 22.61 1957 22.37
3 Sebangau Kalampangan 8,380 8,051 16,431 663 7.91 872 10.83 1,535 9.34 112 16.89 154 17.66 266 17.33
2 Jekan Raya Menteng 15,208 14,611 29,819 4,164 27.38 5,866 40.15 10,030 33.64 587 14.10 889 15.16 1476 14.72
#### #BEZUG! Bukit Hindu 21,742 20,889 42,631 6,559 30.17 10,359 49.59 16,918 39.68 780 11.89 1399 13.51 2179 12.88
#### #BEZUG! Kayon 15,900 15,277 31,177 5,115 32.17 6,933 45.38 12,048 38.64 609 11.91 871 12.56 1480 12.28
#### Jekan Raya Jekan Raya 3,917 2,763 6,680 1,147 29.28 2,184 79.04 3,331 49.87 155 13.51 374 17.12 529 15.88
3 Sebangau Kereng Bangkirai 7,224 6,668 13,892 1,392 19.27 2,488 37.31 3,880 27.93 260 18.68 398 16.00 658 16.96
4 Bukit Batu Tangkiling 5,766 5,322 11,088 2,336 40.51 4,114 77.30 6,450 58.17 193 8.26 425 10.33 618 9.58
5 Rakumpit Rakumpit 1,452 1,288 2,740 558 38.43 1,139 88.43 1,697 61.93 54 9.68 183 16.07 237 13.97

JUMLAH (KAB/KOTA) 109,472 103,581 213,053 30,877 28.21 47,743 46.09 78,620 36.90 4,734 15.33 7,304 15.30 12,038 15.31

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA 15
NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 7,043 6,766 13,809 2 0.03 24 0.35 26 0.19 2 100 24 100 26 100
#### #BEZUG! Panarung 5,019 4,823 9,842 78 1.55 193 4.00 271 2.75 42 53.85 95 49.22 137 50.55
3 Sebangau Kalampangan 3,382 3,250 6,632 - - - - - - - - - - - -
2 Jekan Raya Menteng 6,141 5,900 12,041 57 0.93 106 1.80 163 1.35 22 38.60 31 29.25 53 32.52
#### #BEZUG! Bukit Hindu 8,776 8,432 17,208 76 0.87 567 6.72 643 3.74 38 50.00 247 43.56 285 44.32
#### #BEZUG! Kayon 6,439 6,186 12,625 145 2.25 594 9.60 739 5.85 56 38.62 247 41.58 303 41.00
#### Jekan Raya Jekan Raya 1,581 1,519 3,100 77 4.87 579 38.12 656 21.16 42 54.55 292 50.43 334 50.91
3 Sebangau Kereng Bangkirai 2,916 2,691 5,607 23 0.79 150 5.57 173 3.09 19 82.61 89 59.33 108 62.43
4 Bukit Batu Tangkiling 2,328 2,148 4,476 - - - - - - - - - - - -
5 Rakumpit Rakumpit 586 520 1,106 38 6.48 88 16.92 126 11.39 38 100 88 100 126 100.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 44,211 42,235 86,446 496 1.12 2,301 5.45 2,797 3.24 459 92.54 803 34.90 1,372 49.05

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS DAN PAYUDARA
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pahandut Pahandut 5732 6 0.10 0.00 0.00 0 0.00
#### #BEZUG! Panarung 4083 84 2 1 1.19 0 0.00
3 Sebangau Kalampangan 2757 10 0 0 0.00 0 0.00
2 Jekan Raya Menteng 4994 31 1 1 3.23 0 0.00
#### #BEZUG! Bukit Hindu 7151 51 1 5 9.80 3 5.88
#### #BEZUG! Kayon 5239 173 3 19 10.98 0 0.00
#### Jekan Raya Jekan Raya 1280 1 0 0 0.00 0 0.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 2283 0 0 0 0.00 0 0.00
4 Bukit Batu Tangkiling 1820 39 2 1 2.56 0 0.00
5 Rakumpit Rakumpit 441 6 1 0 0.00 0 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 35,779 267 1 17 6.37 3 1.12

Sumber : Bidang PMK


Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

YANG TERSERANG
WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN JUMLAH PENDUDUK TERANCAM ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN
NO JUMLAH JUMLAH
LUAR BIASA
KEC DESA/KEL DIKETAHUI DITANGGU- AKHIR L P L+P
0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
1. AFP 1 1 15.Jul 15.Jul 19.Jul 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 697 658 1,355 0.14 0.00 0.07 0.00 0.00 0.00
1 1 25.Feb 29.Feb 04.Mär 1 1 2 0 0 0 0 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1,963 1,867 3,830 0.05 0.05 0.05 0.00 0.00 0.00
2. Pneumonia 1 1 21.Sep 21.Sep 21.Sep 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 17,280 16,349 33,629 0.00 0.01 0.00 0.00 100.00 100.00
3. Diare 1 1 19.Okt 19.Okt 19.Okt 13 15 28 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 6,581 6,378 12,959 0.20 0.24 0.22 7.69 0.00 3.57
4. Campak 1 1 20.Okt 27.Okt 27.Okt 1 0 1 1 2 4 3 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8,938 8,419 17,357 0.01 0.00 0.01 0.00 0.00 0.00

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
1 Pahandut Pahandut 3 0 -
#### #BEZUG! Panarung 3 0 0
3 Sebangau Kalampangan 4 0 -
2 Jekan Raya Menteng 1 0 -
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 -
#### #BEZUG! Kayon 1 1 100
#### Jekan Raya Jekan Raya 1 1 100
3 Sebangau Kereng Bangkirai 2 1 50
4 Bukit Batu Tangkiling 7 1 14
5 Rakumpit Rakumpit 7 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 30 4 13.33

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
NO KECAMATAN PUSKESMAS K1 K4
JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Pahandut Pahandut 774 774 100.0 774 100.0 739 739 100.0 739 100.0 739 100.0
#### #BEZUG! Panarung 803 803 100.0 708 88.2 766 656 85.6 523 68.3 626 81.7
3 Sebangau Kalampangan 469 406 86.6 317 67.6 447 276 61.7 263 58.8 277 62.0
2 Jekan Raya Menteng 996 958 96.2 729 73.2 951 862 90.6 882 92.7 882 92.7
#### #BEZUG! Bukit Hindu 985 985 100.0 941 95.5 940 934 99.4 834 88.7 878 93.4
#### #BEZUG! Kayon 744 720 96.8 700 94.1 711 680 95.6 680 95.6 680 95.6
#### Jekan Raya Jekan Raya 321 321 100.0 320 99.7 306 306 100.0 306 100.0 306 100.0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 379 370 97.6 357 94.2 362 295 81.5 295 81.5 223 61.6
4 Bukit Batu Tangkiling 287 234 81.5 209 72.8 274 204 74.5 204 74.5 204 74.5
5 Rakumpit Rakumpit 98 58 59.2 50 51.0 94 94 100.0 86 91.5 94 100.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 5,856 5,629 96.1 5,105 87.2 5,590 5,046 90.3 4,812 86.1 4,909 87.8

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Pahandut Pahandut 1,003 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
QA` #BEZUG! Panarung 1,320 701 53.1 508 38.5 21 1.6 3 0.2 2 0.2 534 40.5
3 Sebangau Kalampangan 464 162 34.9 124 26.7 2 0.4 0 - 0 - 126 27.2
2 Jekan Raya Menteng 1,244 188 15.1 165 13.3 108 8.7 49 3.9 22 1.8 344 27.7
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1,234 997 80.8 807 65.4 47 3.8 46 3.7 34 2.8 934 75.7
#### #BEZUG! Kayon 726 689 94.9 600 82.6 14 1.9 1 0.1 3 0.4 618 85.1
#### Jekan Raya Jekan Raya 455 212 46.6 190 41.8 67 14.7 42 9.2 27 5.9 326 71.6
3 Sebangau Kereng Bangkirai 553 200 36.2 170 30.7 49 8.9 38 6.9 23 4.2 280 50.6
4 Bukit Batu Tangkiling 258 102 39.5 92 35.7 2 0.8 3 1.2 1 0.4 98 38.0
5 Rakumpit Rakumpit 66 48 72.7 52 78.8 4 6.1 1 1.5 1 1.5 58 87.9

JUMLAH (KAB/KOTA) 7,323 3,299 45.0 2,708 37.0 314 4.3 183 2.5 113 1.5 3,318 45.3

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH WUS
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
(15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Pahandut Pahandut 6,715 605 9.0 587 8.7 384 5.7 30 0.4 153 2.3
#### #BEZUG! Panarung 6,712 218 3.2 76 1.1 1 0.0 0 0.0 1 0.0
3 Sebangau Kalampangan 4,203 14 0.3 0 - 0 0.0 0 0.0 0 0.0
2 Jekan Raya Menteng 8,660 124 1.4 55 0.6 18 0.2 2 0.0 14 0.2
#### #BEZUG! Bukit Hindu 8,580 226 2.6 117 1.4 1 0.0 0 0.0 0 0.0
#### #BEZUG! Kayon 6,639 129 1.9 87 1.3 15 0.2 0 0.0 0 0.0
#### Jekan Raya Jekan Raya 2,783 40 1.4 23 0.8 2 0.1 0 0.0 0 0.0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 3,248 68 2.1 1 0.0 1 0.0 0 0.0 0 0.0
4 Bukit Batu Tangkiling 2,580 20 0.8 0 - 0 0.0 0 0.0 0 0.0
5 Rakumpit Rakumpit 878 7 0.8 0 - 0 0.0 0 0.0 0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 50,998 1,451 2.8 946 1.9 422 0.8 32 0.1 168 0.3

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KECAMATAN PUSKESMAS
IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pahandut Pahandut 774 642 82.95 613 79.20
#### #BEZUG! Panarung 803 706 87.92 582 72.48
3 Sebangau Kalampangan 469 210 44.78 141 30.06
2 Jekan Raya Menteng 996 996 100.00 729 73.19
#### #BEZUG! Bukit Hindu 985 799 81.12 745 75.63
#### #BEZUG! Kayon 744 713 95.83 682 91.67
#### Jekan Raya Jekan Raya 321 321 100.00 321 100.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 379 370 97.63 357 94.20
4 Bukit Batu Tangkiling 287 234 81.53 209 72.82
5 Rakumpit Rakumpit 98 54 55.10 49 50.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 5856 5,045 86.15 4,428 75.61

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PERKIRAAN PENANGANAN
PERKIRAAN NEONATAL PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL
BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH BAYI
JUMLAH KOMPLIKASI
NO KECAMATAN PUSKESMAS DENGAN KEBIDANAN L P L+P
IBU HAMIL KOMPLIKASI
KEBIDANAN S % L P L+P L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 Pahandut Pahandut 774 155 17 11 414 344 758 62 52 114 0 0.0 1 1.9 1 0.9
#### #BEZUG! Panarung 803 161 0 0 306 350 656 46 53 98 1 2.2 0 0.0 1 1.0
3 Sebangau Kalampangan 469 94 0 0 137 140 277 21 21 42 0 0.0 0 0.0 0 0.0
2 Jekan Raya Menteng 996 199 261 131 424 438 862 64 66 129 0 0.0 0 0.0 0 0.0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 985 197 0 0 461 475 936 69 71 140 0 0.0 0 0.0 0 0.0
#### #BEZUG! Kayon 744 149 0 0 369 311 680 55 47 102 3 5.4 2 4.3 5 4.9
#### Jekan Raya Jekan Raya 321 64 2 3.1 167 143 310 25 21 47 0 0.0 0 0.0 0 0.0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 379 76 33 43.5 146 161 307 22 24 46 0 0.0 0 0.0 0 0.0
4 Bukit Batu Tangkiling 287 57 0 0 112 92 204 17 14 31 0 0.0 0 0.0 0 0.0
5 Rakumpit Rakumpit 98 20 16 81.6 56 44 100 8 7 15 1 11.9 0 0.0 1 6.7

JUMLAH (KAB/KOTA) 5,856 1,171 329 28.09 2,592 2,498 5,090 389 375 764 5 1.3 3 0.8 8 1.05

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PESERTA KB AKTIF
MKJP NON MKJP MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS % MKJP +
IM KON OBAT LAIN NON
IUD % MOP % MOW % % JUMLAH % % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % NON MKJP
PLAN DOM VAGINA NYA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Pahandut Pahandut 123 2.6 7 0.1 45 1.0 271 5.7 446 9.4 169 3.6 2,568 54.3 1,543 32.6 0 0 0 0 4,280 90.6 4,726 100
#### #BEZUG! Panarung 158 3.8 4 0.1 56 1.3 221 5.3 439 10.5 214 5.1 1,904 45.7 1,610 38.6 0 0 0 0 3,728 89.5 4,167 100
3 Sebangau Kalampangan 68 2.9 5 0.2 42 1.8 123 5.2 238 10.0 122 5.1 1,332 56.0 687 28.9 0 0 0 0 2,141 90.0 2,379 100
2 Jekan Raya Menteng 254 5.0 15 0.3 87 1.7 323 6.4 679 13.4 152 3.0 1,449 28.7 2,772 54.9 0 0 0 0 4,373 86.6 5,052 100
#### #BEZUG! Bukit Hindu 321 6.6 10 0.2 71 1.5 352 7.3 754 15.6 126 2.6 1,082 22.4 2,865 59.3 0 0 0 0 4,073 84.3 4,829 100
#### #BEZUG! Kayon 261 4.4 12 0.2 67 1.1 292 4.9 632 10.6 101 1.7 4,211 70.9 998 16.8 0 0 0 0 5,310 89.4 5,942 100
#### Jekan Raya Jekan Raya 186 8.7 34 1.6 54 2.5 284 13.2 558 26.0 87 4.1 907 42.2 596 27.7 0 0 0 0 1,590 74.0 2,148 100
3 Sebangau Kereng Bangkirai 40 0.9 3 0.1 17 0.4 384 8.3 444 9.6 240 5.2 2,019 43.8 1,902 41.3 0 0 0 0 4,161 90.4 4,605 100
4 Bukit Batu Tangkiling 63 2.4 4 0.2 15 0.6 506 19.5 588 22.7 104 4.0 1,090 42.0 814 31.4 0 0 0 0 2,008 77.3 2,596 100
5 Rakumpit Rakumpit 6 0.9 0 0.0 8 1.2 99 15.3 113 17.4 0 0.0 367 56.6 168 25.9 0 0 0 0 535 82.6 648 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,480 4.0 94 0.3 462 1.2 2,855 7.7 4,891 13.2 1,315 3.5 16,929 45.6 13,955 37.6 0 0 0 0 32,199 86.8 37,092 100

Sumber : BPP-KB Kota Plangka Raya


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PESERTA KB BARU
MKJP NON MKJP MKJP + % MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS
OBAT LAIN NON NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Pahandut Pahandut 4 2.9 1 0.7 0 0.0 30 21.6 35 25.2 6 4.3 69 49.6 29 20.9 0 0.0 0 0.0 104 74.8 139 100.0
#### #BEZUG! Panarung 4 6.8 0 0.0 0 0.0 9 15.3 13 22.0 0 0.0 36 61.0 10 16.9 0 0.0 0 0.0 46 78.0 59 100.0
3 Sebangau Kalampangan 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 2 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 2 100.0 2 100.0
2 Jekan Raya Menteng 13 7.4 2 1.1 0 0.0 4 2.3 19 10.9 9 5.1 145 82.9 2 1.1 0 0.0 0 0.0 156 89.1 175 100.0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 0 0.0 0 0.0 0 0.0 1 1.1 1 1.1 8 8.5 32 34.0 53 56.4 0 0.0 0 0.0 93 98.9 94 100.0
#### #BEZUG! Kayon 12 21.8 0 0.0 0 0.0 7 12.7 19 34.5 2 3.6 29 52.7 5 9.1 0 0.0 0 0.0 36 65.5 55 100.0
#### Jekan Raya Jekan Raya 4 4.3 0 0.0 0 0.0 12 13.0 16 17.4 2 2.2 73 79.3 1 1.1 0 0.0 0 0.0 76 82.6 92 100.0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0.0 0 0.0 0 0.0 34 10.4 34 10.4 7 2.1 144 44.0 142 43.4 0 0.0 0 0.0 293 89.6 327 100.0
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 7 50.0 7 50.0 0 0.0 0 0.0 14 100.0 14 100.0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 37 3.9 3 0.3 0 0.0 97 10.1 137 14.3 34 3.6 537 56.1 249 26.0 0 0.0 0 0.0 820 85.7 957 100.0

Sumber : BPP-KB Kota Plangka Raya


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pahandut Pahandut 5,302 139 2.6 4,726 89.1
#### #BEZUG! Panarung 5,502 59 1.1 4,167 75.7
3 Sebangau Kalampangan 3,213 2 0.1 2,379 74.0
2 Jekan Raya Menteng 6,828 175 2.6 5,052 74.0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 6,747 94 1.4 4,829 71.6
#### #BEZUG! Kayon 5,101 55 1.1 5,942 116.5
#### Jekan Raya Jekan Raya 2,209 92 4.2 2,148 97.2
3 Sebangau Kereng Bangkirai 2,611 327 12.5 4,605 176.4
4 Bukit Batu Tangkiling 1,968 14 0.7 2,596 131.9
5 Rakumpit Rakumpit 683 0 0.0 648 94.9

JUMLAH (KAB/KOTA) 40,164 957 2.4 37,092 92.4

Sumber : BPP-KB Kota Plangka Raya


TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 414 344 758 414 100 344 100.0 758 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0
#### #BEZUG! Panarung 306 350 656 306 100.0 350 100.0 656 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0
3 Sebangau Kalampangan 137 140 277 137 100.0 140 100.0 277 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 424 100.0 438 100.0 862 100.0 0 0.0 4 0.9 4 0.5
#### #BEZUG! Bukit Hindu 461 475 936 461 100.0 476 100.2 937 100.1 0 0.0 0 0.0 0 0.0
#### #BEZUG! Kayon 369 311 680 369 100.0 312 100.3 681 100.1 0 0.0 0 0.0 0 0.0
#### Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 167 100.0 143 100.0 310 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 146 100.0 161 100.0 307 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 112 100.0 92 100.0 204 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 56 100.0 44 100.0 100 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 2,498 5,090 2,592 100.0 2,500 100.1 5,092 100.0 0 0.0 4 0.2 4 0.1

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 414 344 758 372 89.9 331 96.2 703 92.7 372 89.9 331 96.2 703 92.7
#### #BEZUG! Panarung 306 350 656 326 106.5 330 94.3 656 100.0 310 101.3 329 94.0 639 97.4
3 Sebangau Kalampangan 137 140 277 136 99.3 136 97.1 272 98.2 136 99.3 127 90.7 263 94.9
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 421 99.3 441 100.7 862 100.0 421 99.3 441 100.7 862 100.0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 461 475 936 459 99.6 436 91.8 895 95.6 459 99.6 436 91.8 895 95.6
#### #BEZUG! Kayon 369 311 680 370 100.3 310 99.7 680 100.0 370 100.3 310 99.7 680 100.0
#### Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 162 97.0 130 90.9 292 94.2 162 97.0 130 90.9 292 94.2
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 154 105.5 141 87.6 295 96.1 154 105.5 141 87.6 295 96.1
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 97 86.6 107 116.3 204 100.0 97 86.6 107 116.3 204 100.0
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 44 78.6 22 50.0 66 66.0 44 78.6 21 47.7 65 65.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 2,498 5,090 2,541 98.0 2,384 95.4 4,925 96.8 2,525 97.4 2,373 95.0 4,898 96.2

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 414 344 758 50 12.1 61 17.7 111 14.6
#### #BEZUG! Panarung 306 350 656 41 13.4 50 14.3 91 13.9
3 Sebangau Kalampangan 137 140 277 14 10.2 17 12.1 31 11.2
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 37 8.7 45 10.3 82 9.5
#### #BEZUG! Bukit Hindu 461 475 936 45 9.8 55 11.6 100 10.7
#### #BEZUG! Kayon 369 311 680 72 19.5 87 28.0 159 23.4
#### Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 30 18.0 37 25.9 67 21.6
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 46 31.5 57 35.4 103 33.6
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 8 7.1 9 9.8 17 8.3
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 1 1.8 1 2.3 2 2.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 2,498 5,090 344 13.3 419 16.8 763 14.99

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 414 344 758 483 116.7 188 54.7 671 88.5
#### #BEZUG! Panarung 306 350 656 413 135.0 238 68.0 651 99.2
3 Sebangau Kalampangan 137 140 277 116 84.7 102 72.9 218 78.7
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 399 94.1 383 87.4 782 90.7
#### #BEZUG! Bukit Hindu 461 475 936 411 89.2 438 92.2 849 90.7
#### #BEZUG! Kayon 369 311 680 370 100.3 310 99.7 680 100.0
#### Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 128 76.6 140 97.9 268 86.5
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 134 91.8 166 103.1 300 97.7
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 84 75.0 101 109.8 185 90.7
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 34 60.7 17 38.6 51 51.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 2,498 5,090 2,572 99.2 2,083 83 4,655 91.5

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KECAMATAN PUSKESMAS
DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6
1 Pahandut Pahandut 3 3 100
#### #BEZUG! Panarung 2 1 50
3 Sebangau Kalampangan 1 - -
2 Jekan Raya Menteng 1 1 100
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 1 100
#### #BEZUG! Kayon 1 1 100
#### Jekan Raya Jekan Raya 1 1 100
3 Sebangau Kereng Bangkirai 6 2 33.3
4 Bukit Batu Tangkiling 7 1 14.3
5 Rakumpit Rakumpit 7 5 71.4

JUMLAH (KAB/KOTA) 30 16 53.3

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 414 344 758 381 92.03 346 100.58 727 95.91 347 83.82 365 106.10 712 93.93
#### #BEZUG! Panarung 306 350 656 477 155.88 460 131.43 937 142.84 329 107.52 282 80.57 611 93.14
3 Sebangau Kalampangan 137 140 277 72 52.55 69 49.29 141 50.90 86 62.77 72 51.43 158 57.04
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 230 54.25 214 48.86 444 51.51 378 89.15 396 90.41 774 89.79
#### #BEZUG! Bukit Hindu 461 475 936 368 79.83 385 81.05 753 80.45 394 85.47 364 76.63 758 80.98
#### #BEZUG! Kayon 369 311 680 396 107.32 344 110.61 740 108.82 407 110.30 322 103.54 729 107.21
#### Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 86 51.50 82 57.34 168 54.19 122 73.05 104 72.73 226 72.90
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 112 76.71 120 74.53 232 75.57 171 117.12 99 61.49 270 87.95
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 26 23.21 22 23.91 48 23.53 66 58.93 52 56.52 118 57.84
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 41 73.21 45 102.27 86 86.00 51 91.07 42 95.45 93 93.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 2592 2498 5090 2189 84.45 2087 83.55 4276 84.01 2351 90.70 2098 83.99 4449 87.41

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 43

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI a
DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4 CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
NO KECAMATAN PUSKESMAS (SURVIVING INFANT)
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Pahandut Pahandut 414 344 758 312 75.4 346 101 658 87 342 82.6 353 102.6 695 91.7 314 75.8 356 103.5 670 88.4 316 76.3 354 102.9 670 88.4
2 0 Panarung 306 350 656 321 104.9 199 57 520 79 191 62.4 312 89.1 503 76.7 251 82.0 294 84.0 545 83.1 262 85.6 265 75.7 527 80.3
0 0 Kalampangan 137 140 277 79 57.7 61 44 140 51 66 48.2 83 59.3 149 53.8 64 46.7 54 38.6 118 42.6 63 46.0 75 53.6 138 49.8
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 366 86.3 368 84 734 85 352 83.0 372 84.9 724 84.0 367 86.6 341 77.9 708 82.1 352 83.0 367 83.8 719 83.4
4 0 Bukit Hindu 461 475 936 378 82.0 368 77 746 80 376 81.6 370 77.9 746 79.7 392 85.0 411 86.5 803 85.8 389 84.4 388 81.7 777 83.0
5 0 Kayon 369 311 680 328 88.9 334 107 662 97 264 71.5 372 119.6 636 93.5 352 95.4 356 114.5 708 104.1 349 94.5799 359 115.4 708 104.1
6 Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 122 73.1 102 71 224 72 126 75.4 97 67.8 223 71.9 94 56.3 96 67.1 190 61.3 118 70.7 89 62.2 207 66.8
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 123 84.2 124 77 247 80 94 64.4 105 65.2 199 64.8 123 84.2 88 54.7 211 68.7 109 74.7 112 69.6 221 72.0
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 63 56.3 52 57 115 56 54 48.2 56 60.9 110 53.9 45 40.2 52 56.5 97 47.5 54 48.2 43 46.7 97 47.5
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 34 60.7 48 109 82 82 49 87.5 53 120.5 102 102.0 64 114.286 45 102.3 109 109.0 43 76.7857 66 150.0 109 109.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 2,498 5,090 2,126 82.02 2,002 80 4,128 81.10 1,914 73.84 2,173 86.99 4,087 80.29 2,066 79.71 2,093 83.79 4,159 81.71 2,055 79.28 2,118 84.79 4,173 81.98

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P S Ʒ % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 Pahandut Pahandut 414 344 758 119 28.74 93 27.03 212 27.97 1,315 1,252 2,567 1,306 99.32 1,026 81.95 2,332 90.85 1,729 1,596 3,325 1,434 82.94 1,119 70.11 2,553 76.78
#### #BEZUG! Panarung 306 350 656 222 72.55 175 50.00 397 60.52 1,365 1,299 2,664 1,560 114.29 1,226 94.38 2,786 104.58 1,671 1,649 3,320 1,587 94.97 1,401 84.96 2,988 90.00
3 Sebangau Kalampangan 137 140 277 32 23.36 26 18.57 58 20.94 797 759 1,556 286 35.88 225 29.64 511 32.84 934 899 1,833 829 88.76 251 27.92 1,080 58.92
2 Jekan Raya Menteng 424 438 862 241 56.84 190 43.38 431 50.00 1,694 1,612 3,306 1,602 94.57 1,259 78.10 2,861 86.54 2,118 2,050 4,168 1,935 91.36 1,449 70.68 3,384 81.19
#### #BEZUG! Bukit Hindu 461 475 936 283 61.39 223 46.95 506 54.06 1,674 1,593 3,267 2,061 123.12 1,619 101.63 3,680 112.64 2,135 2,068 4,203 1,957 91.66 1,842 89.07 3,799 90.39
#### #BEZUG! Kayon 369 311 680 141 38.21 110 35.37 251 36.91 1,265 1,204 2,469 1,201 94.94 944 78.41 2,145 86.88 1,634 1,515 3,149 1,406 86.05 1,054 69.57 2,460 78.12
#### Jekan Raya Jekan Raya 167 143 310 51 30.54 40 27.97 91 29.35 548 522 1,070 370 67.52 290 55.56 660 61.68 715 665 1,380 599 83.78 330 49.62 929 67.32
3 Sebangau Kereng Bangkirai 146 161 307 115 78.77 90 55.90 205 66.78 648 616 1,264 538 83.02 423 68.67 961 76.03 794 777 1,571 763 96.10 513 66.02 1,276 81.22
4 Bukit Batu Tangkiling 112 92 204 75 66.96 59 64.13 134 65.69 488 465 953 537 110.04 422 90.75 959 100.63 600 557 1,157 563 93.83 481 86.36 1,044 90.23
5 Rakumpit Rakumpit 56 44 100 23 41.07 18 40.91 41 41.00 168 160 328 132 78.57 104 65.00 236 71.95 224 204 428 191 85.27 122 59.80 313 73.13

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,592 2,498 5,090 1,302 50.23 1,024 40.99 2,326 45.70 9,962 9,482 19,444 9,593 96.30 7,538 79.50 17,131 88.10 12,554 11,980 24,534 11,264 89.72 8,562 71.47 19,826 80.81

Sumber : Bidang Yankes


Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 520 426 946 428 350 778 82.3 82.2 82.2 5 1.2 4 1.1 9 1.2
#### #BEZUG! Panarung 1,373 1,124 2,497 703 575 1,278 51.2 51 51.2 12 1.7 9 1.6 21 1.6
3 Sebangau Kalampangan 333 272 605 151 123 274 45.3 45 45.3 3 2.0 2 1.6 5 1.8
2 Jekan Raya Menteng 2,104 1,722 3,826 630 516 1,146 29.9 30 30.0 4 0.6 3 0.6 7 0.6
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1,609 1,317 2,926 617 505 1,122 38.3 38 38.3 6 1.0 5 1.0 11 1.0
#### #BEZUG! Kayon 1,474 1,206 2,680 855 700 1,555 58.0 58 58.0 3 0.4 2 0.3 5 0.3
#### Jekan Raya Jekan Raya 454 371 825 232 190 422 51.1 51 51.2 4 1.7 3 1.6 7 1.7
3 Sebangau Kereng Bangkirai 603 493 1,096 429 351 780 71.1 71 71.2 2 0.5 2 0.6 4 0.5
4 Bukit Batu Tangkiling 646 529 1,175 404 331 735 62.5 63 62.6 3 0.7 2 0.6 5 0.7
5 Rakumpit Rakumpit 139 114 253 28 23 51 20.1 20 20.2 2 7.1 2 8.7 4 7.8

JUMLAH (KAB/KOTA) 9,255 7,574 16,829 4,477 3,664 8,141 48.4 48 48.4 44 1.0 34 0.9 78 1.0

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 1,315 1,252 2,567 1,055 80.2 1,361 108.7 2,416 94.1
2 0 Panarung 1,365 1,299 2,664 831 60.9 687 52.9 1,518 57.0
0 0 Kalampangan 797 759 1,556 151 18.9 21 2.8 172 11.1
2 Jekan Raya Menteng 1,694 1,612 3,306 1,248 73.7 2,058 127.7 3,306 100.0
4 0 Bukit Hindu 1,674 1,593 3,267 1,944 116.1 1,323 83.1 3,267 100.0
5 0 Kayon 1,265 1,204 2,469 1,155 91.3 1,314 109.1 2,469 100.0
6 Jekan Raya Jekan Raya 548 522 1,070 519 94.7 342 65.5 861 80.5
3 Sebangau Kereng Bangkirai 648 616 1,264 621 95.8 639 103.7 1,260 99.7
4 Bukit Batu Tangkiling 488 465 953 53 10.9 32 6.9 85 8.9
5 Rakumpit Rakumpit 168 160 328 108 64.3 88 55.0 196 59.8

JUMLAH (KAB/KOTA) 9,962 9,482 19,444 7,685 77.1 7,865 82.9 15,550 80.0

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
JUMLA JUMLA JUMLA
L P L+P L P L+P L P L+P % % %
H H H
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Pahandut Pahandut 331 284 615 272 233 505 82.2 82.0 82.1 3 1.1 3 1.3 6 1.2
#### #BEZUG! Panarung 874 749 1,623 447 383 830 51.1 51 51.1 7 1.6 6 1.6 13 1.6
3 Sebangau Kalampangan 212 182 394 96 82 178 45.3 45 45.2 2 2.1 2 2.4 4 2.2
2 Jekan Raya Menteng 1,339 1,148 2,487 401 344 745 29.9 30 30.0 2 0.5 2 0.6 4 0.5
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1,024 878 1,902 392 336 728 38.3 38 38.3 4 1.0 3 0.9 7 1.0
#### #BEZUG! Kayon 938 804 1,742 544 466 1,010 58.0 58 58.0 2 0.4 2 0.4 4 0.4
#### Jekan Raya Jekan Raya 289 247 536 148 127 275 51.2 51 51.3 2 1.4 2 1.6 4 1.5
3 Sebangau Kereng Bangkirai 384 329 713 273 234 507 71.1 71 71.1 1 0.4 1 0.4 2 0.4
4 Bukit Batu Tangkiling 411 353 764 257 220 477 62.5 62 62.4 2 0.8 2 0.9 4 0.8
5 Rakumpit Rakumpit 89 76 165 18 15 33 20.2 20 20.0 1 5.6 1 6.7 2 6.1

JUMLAH (KAB/KOTA) 5,891 5,050 10,941 2,848 2,440 5,288 48.3 48 48.3 26 0.9 24 1.0 50 0.9

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KASUS BALITA GIZI BURUK


MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN
L P L+P
L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 1 0 1 1 100 0 0 1 100
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 1 1 100 0 0 1 100
#### #BEZUG! Kayon 0 0 0 0 0 0 0 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 1 1 0 0 1 100 1 100
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 1 3 2 100 1 100 3 100

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P MENDAPAT
PELAYANAN
JUMLAH %
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Pahandut Pahandut 382 373 755 354 92.7 311 83.4 665 88.1 18 18 100.00
#### #BEZUG! Panarung 581 540 1,121 554 95.4 491 90.9 1,045 93.2 26 26 100.00
3 Sebangau Kalampangan 84 63 147 84 100.0 63 100.0 147 100.0 7 7 100.00
2 Jekan Raya Menteng 365 355 720 325 89.0 306 86.2 631 87.6 12 12 100.00
#### #BEZUG! Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
#### #BEZUG! Kayon 270 315 585 270 100.0 315 100.0 585 100.0 10 10 100.00
#### Jekan Raya Jekan Raya 183 147 330 165 90.2 141 95.9 306 92.7 9 9 100.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 213 218 431 214 100.5 182 83.5 396 91.9 12 12 100.00
4 Bukit Batu Tangkiling 126 142 268 121 96.0 130 91.5 251 93.7 17 17 100.00
5 Rakumpit Rakumpit 43 34 77 45 104.7 32 94.1 77 100.0 9 9 100.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 2,247 2,187 4,434 2,132 94.9 1,971 90.1 4,103 92.5 120 120 100.00
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 94.9 90.1 92.5

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
1 Pahandut Pahandut 0 0 0
#BEZUG! Panarung 81 11 7.4
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 0 0 0
#BEZUG! Bukit Hindu 0 0 0
#BEZUG! Kayon 200 193 1.0
Jekan Raya Jekan Raya 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 45 3 15.0
4 Bukit Batu Tangkiling 101 116 0.9
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0

JUMLAH (KAB/ KOTA) 427 323 1.3

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH


JUMLAH

NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLA SD/MI JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
DGN SD/MI
H % %
SIKAT MENDAPAT
SD/MI GIGI YAN. GIGI
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
MASSAL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 Pahandut Pahandut - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
2 #BEZUG! Panarung 26 8 30.8 26 100.0 3,469 3,581 7,050 581 16.7 540 15.1 1,121 15.9 331 291 622 251 0.0 221 0.0 472 0.0
3 Sebangau Kalampangan 7 7 100.0 7 100.0 - - - - - - - - - - - - - - - - - -
2 Jekan Raya Menteng - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
4 #BEZUG! Bukit Hindu - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
5 #BEZUG! Kayon 10 10 100.0 10 100.0 1,534 1,869 3,403 270 17.6 315 16.9 585 17.2 979 1,142 2121 555 56.7 727 63.7 1,282 60.4
#### Jekan Raya Jekan Raya - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
3 Sebangau Kereng Bangkirai 6 6 100.0 6 100.0 772 823 1,595 142 18.4 141 17.1 283 17.7 123 127 250 18 14.6 16 12.6 34 13.6
4 Bukit Batu Tangkiling - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
5 Rakumpit Rakumpit 9 9 100.0 9 100.0 242 215 457 45 18.6 32 14.9 77 16.8 - - - - - - - - -

JUMLAH (KAB/ KOTA) 58 40 69.0 58 100.0 6,017 6,488 12,505 1,038 17.3 1,028 15.8 2,066 16.5 1,433 1,560 2,993 824 57.5 964 61.8 1,788 59.7

Sumber : Bidang Yankes


Keterangan : Puskesmas tidak semuanya mengirimkan laporan kesehatan gigi dan mulut
TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

USILA (60TAHUN+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pahandut Pahandut 862 789 1,651 32 4 286 36 318 19
#### #BEZUG! Panarung 894 819 1,713 416 46 390 48 806 47
3 Sebangau Kalampangan 522 478 1,000 68 13 199 42 267 27
2 Jekan Raya Menteng 1,109 1,016 2,125 97 9 819 81 916 43
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1,096 1,004 2,100 62 6 418 42 480 23
#### #BEZUG! Kayon 828 759 1,587 439 53 682 90 1,120 71
#### Jekan Raya Jekan Raya 359 329 688 138 38 403 122 541 79
3 Sebangau Kereng Bangkirai 424 389 813 479 113 338 87 817 100
4 Bukit Batu Tangkiling 320 293 613 17 5 119 41 136 22
5 Rakumpit Rakumpit 111 100 211 16 14 10 10 26 12

JUMLAH (KAB/KOTA) 6,525 5,976 12,501 1,763 27 3,664 61 5,427 43.42

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 87714 86699 117381 65.96 68.33 45.17

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) 31630 28719 60349 23.79 22.63 23.22

- PBI APBN 18,440 17,021 35,461 13.87 13.41 13.65

- PBI APBD 13,191 11,697 24,888 9.92 9.22 9.58

1.2 Non Penerima Bantuan Iuran (Non PBI) 28,042 28,990 57,032 21.09 22.85 21.95

- Pekerja penerima upah (PPU) 20,976 22,724 43,700 15.77 17.91 16.82

- Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 7,066 6,266 13,332 5.31 4.94 5.13

- Bukan pekerja (BP) 0 0 0 0.00 0.00 0.00

2 Jamkesda 0 0 0 0.00 0.00 0.00

3 Asuransi Swasta 0 0 0 0.00 0.00 0.00

4 Asuransi Perusahaan 0 0 0 0.00 0.00 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 69,275 69,677 138,952 52.09 54.91 53.47

Sumber : Bidang JSK


TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Pahandut 9,344 13,889 23,233 0 225 225 60 81 141
2 Puskesmas Panarung 5,803 10,511 16,314 0 0 0 22 6 28
3 Puskesmas Menteng 11,184 17,037 28,221 0 0 0 0 0 0
4 Puskesmas Bukit Hindu 12,902 19,848 32,750 0 0 0 61 72 133
5 Puskesmas Kayon 11,998 15,636 27,634 0 0 0 54 69 123
6 Puskesmas Jekan Raya 2,829 5,825 8,654 0 0 0 0 0 0
7 Puskesmas Kalampangan 971 1,616 2,587 0 0 0 0 0 0
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 3,369 5,082 8,451 0 0 0 2 2 4
9 Puskesmas Tangkiling 5,874 6,443 12,317 104 101 205 16 10 26
10 Puskesmas Rakumpit 609 1,197 1,806 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH I 64,883 97,084 161,967 104 326 430 215 240 455
1 RS Bhayangkara 13,703 14,500 28,203 1,560 1,600 3,160 0 0 0
2 RS TNI - AD 616 875 1,491 251 308 559 0 0 0
3 RS Ibu dan Anak Yasmin 1,645 10,437 12,082 555 1,716 2,271 0 0 0
4 RS Muhammadiyah 4,332 4,361 8,693 1,056 1,308 2,364 0 0 0
5 RS Doris Sylvanus 44,173 57,281 101,454 7,861 10,205 18,066 0 0 0
6 RS Kota P. Raya 1,033 1,469 2,502 76 102 178 1 0 1
SUB JUMLAH II 65,502 88,923 151,923 11,359 15,239 26,420 1 0 0
1 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 130,385 186,007 313,890 11,463 15,565 26,850 216 240 455
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 132,980 126,885 259,865 132,980 126,885 259,865
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 32.7 48.9 40.3 8.6 12.3 10.3

Sumber : Bidang Yankes


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan di dalam dan luar gedung
- Ratio Rate Kunjungan 3-4 kali/pengunjung
TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PASIEN KELUAR PASIEN KELUAR MATI


NAMA RUMAH JUMLAH PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO (HIDUP + MATI) 48 JAM DIRAWAT
SAKITa TEMPAT TIDUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RS Doris Silvanus 306 8,377 12,411 20,788 496 549 1,045 177 281 458 59.2 44.2 50.3 21.1 22.6 22.0
2 RS Bhayangkara 51 1,560 1,600 3,160 14 10 24 4 - 4 9.0 6.3 7.6 2.6 - 1.3
3 RS TNI AD 19 251 308 559 3 1 4 - - - 12.0 3.2 7.2 - - -
4 RS Yasmin 25 555 1,161 1,716 10 9 19 - 2 2 18.0 7.8 11.1 - 1.7 1.2
5 RS Muhammadiyah 49 1,056 1,308 2,364 2 11 13 10 7 17 1.9 8.4 5.5 9.5 5.4 7.2
6 RS Kota P. Raya 10 77 90 167 - - - - - - - - - - - -
KABUPATEN/KOTA 460 11,876 16,878 28,754 525 580 1,105 191 290 481 4.4 3.4 3.8 1.6 1.7 1.7

Sumber : Bidang Yankes


Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

NAMA RUMAH JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
SAKITa TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 RS Doris Silvanus 306 20,788 86,801 82,358 77.7 67.93 1.20 3.96
2 RS Bhayangkara 51 3,160 9,132 8,058 49.1 61.96 3.00 2.55
3 RS TNI AD 19 559 2,003 2,148 28.9 29.42 8.82 3.84
4 RS Yasmin 25 1,716 4,577 4,493 50.2 68.64 2.65 2.62
5 RS Muhammadiyah 49 1,272 12,525 4,300 70.0 25.96 4.21 3.38
6 RS Kota P. Raya 10 178 398 366 10.9 17.80 18.27 2.06
KABUPATEN/KOTA 460 27673 115,436 101,357 68.8 60.16 1.90 3.66

Sumber : Bidang Yankes


Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

RUMAH TANGGA
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pahandut Pahandut 10,685 0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 7,604 0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 5,134 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 9,821 0 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 14,064 739 5.3 739 100
#### #BEZUG! Kayon 10,304 300 2.9 300 100
#### Jekan Raya Jekan Raya 2,517 355 14.1 355 100
3 Sebangau Kereng Bangkirai 4,192 1,101 26.3 1101 100
4 Bukit Batu Tangkiling 3,346 0 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 802 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 68,469 2,495 3.6 2,495 100

Sumber : Bidang Yankes (Hasil survey PHBS tahun 2016)


TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

2016 2016
RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA RUMAH MEMENUHI SYARAT
JUMLAH RUMAH DIBINA
(RUMAH SEHAT) RUMAH YANG MEMENUHI SYARAT (RUMAH SEHAT)
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELURUH
BELUM
RUMAH
JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Pahandut Pahandut 5859 4,289 73.20 1570 0 0.00 0 0 4,289 73.20
#### #BEZUG! Panarung 7123 6,859 96.29 264 0 0.00 0 0 6,859 96.29
3 Sebangau Kalampangan 4308 3,874 89.93 434 250 57.60 215 86 4,089 94.92
2 Jekan Raya Menteng 11412 10,645 93.28 767 120 15.65 97 80.83 10,742 94.13
#### #BEZUG! Bukit Hindu 9186 8,839 96.22 347 347 100.00 264 76.08 9,103 99.10
#### #BEZUG! Kayon 8323 7,599 91.30 724 264 36.46 246 93.18 7,845 94.26
#### Jekan Raya Jekan Raya 1100 942 85.64 158 0 0.00 0 0 942 85.64
3 Sebangau Kereng Bangkirai 3702 2,830 76.45 872 145 16.63 108 74.48 2,938 79.36
4 Bukit Batu Tangkiling 3018 1,965 65.11 1053 150 14.25 150 100 2,115 70.08
5 Rakumpit Rakumpit 853 0 0.00 0.00 0 0.00 0 0 0 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 54,884 47,842 87.17 6189 1,276 20.62 1080 0.00 48,922 89.14

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN


PENDUDUK
DENGAN AKSES
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) BERKELANJUTAN
SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERHADAP AIR
MINUM LAYAK

NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDUK


MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
1 Pahandut Pahandut 41,545 0 0 0 0 0 0 0 0 3,538 17,690 2872 14360 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2562 10248 2433 12165 26525 63.846
#### #BEZUG! Panarung 29,566 0 0 0 0 0 0 0 0 4,600 23,000 2289 11445 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2628 13140 2244 11220 22665 76.66
3 Sebangau Kalampangan 19,964 0 0 0 0 0 0 0 0 1,855 9,275 1234 6170 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1360 8800 998 4990 11160 55.90
2 Jekan Raya Menteng 36,157 0 0 0 0 0 0 0 0 12,735 38,205 8544 42720 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3461 10383 3221 16105 58825 162.69
#### #BEZUG! Bukit Hindu 51,775 0 0 0 0 0 0 0 0 6,071 24,284 4566 22830 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3026 15130 2884 14420 37250 71.95
#### #BEZUG! Kayon 37,932 0 0 0 0 0 0 0 0 5,139 20,556 4665 23325 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2983 11932 2134 10670 33995 89.62
#### Jekan Raya Jekan Raya 9,265 0 0 0 0 0 0 0 0 3,036 12,104 2441 12205 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 452 2260 231 1155 13360 144.20
3 Sebangau Kereng Bangkirai 16,875 47 188 0 0 0 0 0 0 3,076 12,304 2211 11055 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 662 1986 226 1130 12185 72.21
4 Bukit Batu Tangkiling 13,455 202 808 0 0 0 0 0 0 2,011 8,044 1324 6620 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 330 900 122 610 7230 53.73
5 Rakumpit Rakumpit 3,331 21 84 0 0 0 0 0 0 87 522 23 115 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 115 3.45

JUMLAH (KAB/KOTA) 259,865 270 1080 0 0 0 0 0 0 42148 165984 30169 150845 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17464 74779 14493 72465 223310 85.93

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7
1 Pahandut Pahandut 5 18 12 66.67
### #BEZUG! Panarung 0 10 10 100
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 40 10 10 100
### #BEZUG! Bukit Hindu 0 9 7 77.78
### #BEZUG! Kayon 78 10 10 100
### #BEZUG! Jekan Raya 0 4 2 50
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 2 2 100
4 Bukit Batu Tangkiling 20 0 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 143 63 53 84.13

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG DENGAN AKSES
SANITASI LAYAK

PENDUDUK
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
(JAMBAN SEHAT)

JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 Pahandut Pahandut 41545 244 3,660 0 0 0 5,859 23,436 2,335 11,675 49.8 0 0 0 0 0 567 2268 0 0 0 11675 28.1
#### #BEZUG! Panarung 29566 67 1,005 0 0 0 6,010 34,560 3,224 16,120 46.6 0 0 0 0 0 239 956 0 0 0 16120 54.5
3 Sebangau Kalampangan 19964 44 660 0 0 0 3,682 18,410 1,668 8,340 45.3 0 0 0 0 0 98 392 0 0 0 8340 41.8
2 Jekan Raya Menteng 36157 88 1,320 0 0 0 10,555 42,084 4,773 23,865 56.7 0 0 0 0 0 177 708 0 0 0 23865 66.0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 51775 52 780 0 0 0 9,118 39,423 4,662 23,310 59.1 0 0 0 0 0 111 444 0 0 0 23310 45.0
#### #BEZUG! Kayon 37932 76 1,140 0 0 0 2,264 32,200 1,227 6,135 19.1 0 0 0 0 0 228 912 0 0 0 6135 16.2
#### Jekan Raya Jekan Raya 9265 48 720 0 0 0 1,782 8,910 669 3,345 37.5 0 0 0 0 0 191 764 0 0 0 3345 36.1
3 Sebangau Kereng Bangkirai 16875 12 180 0 0 0 2,264 9,056 876 4,380 48.4 0 0 0 0 0 221 884 0 0 0 4380 26.0
4 Bukit Batu Tangkiling 13455 16 240 0 0 0 2,464 9,896 159 795 8.0 0 0 0 0 0 321 1284 0 0 0 795 5.9
5 Rakumpit Rakumpit 3331 2 30 0 0 0 236 944 23 115 0.0 0 0 0 0 0 455 1820 0 0 0 115 3.5

JUMLAH (KAB/KOTA) 259,865 649 9,735 - - 0.0 44,234 218,919 19,616 98,080 44.8 0 0 0 0 0 #### 10,432 0 0 0 98,080 37.7

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA STBM
KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pahandut Pahandut 3 0 0.0 0.0 0 0 0
#### #BEZUG! Panarung 2 0 0.0 0.0 0 0 0
3 Sebangau Kalampangan 1 0 0.0 0.0 0 0 0
2 Jekan Raya Menteng 1 0 0.0 0.0 0 0 0
#### #BEZUG! Bukit Hindu 1 0 0.0 0.0 0 0 0
#### #BEZUG! Kayon 1 0 0.0 0.0 0 0 0
#### Jekan Raya Jekan Raya 1 0 0.0 0.0 0 0 0
3 Sebangau Kereng Bangkirai 6 0 0.0 0.0 0 0 0
4 Bukit Batu Tangkiling 7 0 0.0 1.0 14.29 0 0
5 Rakumpit Rakumpit 7 0 0.0 0.0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 30 0 0.0 1 3.33 0 0

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN UMUM

JUMLAH TTU
RUMAH SAKIT
NO KECAMATAN PUSKESMAS SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG
UMUM

SAKIT UMUM
PUSKESMAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
RUMAH
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Pahandut Pahandut 18 5 2 1 2 - 14 42 - - - - - - 0 - - 0 #DIV/0! - - - -
#### #BEZUG! Panarung 31 15 19 1 1 - 5 72 - - - 0 - 0 0 - 2 200.0 0 #DIV/0! 0 0 - -
3 Sebangau Kalampangan 5 4 3 1 1 - - 14 - - - 0 - 0 0 - - - 0 #DIV/0! 0 - - -
2 Jekan Raya Menteng 15 5 5 1 2 5 3 36 14 93.3 4 80 4 80 1 100.0 1 50.0 1 20.0 0 0 24 66.67
#### #BEZUG! Bukit Hindu 16 7 4 1 1 1 1 31 - - - 0 - 0 0 - 1 100.0 0 - 0 0 - -
#### #BEZUG! Kayon 10 5 3 1 1 1 2 23 10 100.0 5 100 3 100 1 100.0 - - 0 0 0 0 19 82.61
#### Jekan Raya Jekan Raya 9 3 2 1 - - 3 18 - 0 - 0 - 0 0 - - #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 - -
3 Sebangau Kereng Bangkirai 6 3 3 1 - - 1 14 - - - 0 - 0 0 - - #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 - - -
4 Bukit Batu Tangkiling 17 5 3 1 1 - 1 28 10 58.8 3 60 3 100 1 100.0 - - 0 #DIV/0! 0 - 17 61
5 Rakumpit Rakumpit 9 3 2 1 - - - 15 - 0 - 0 - 0 0 - - #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 - 0 -

JUMLAH (KAB/KOTA) 136 55 46 10 9 7 30 293 34 25.0 12 21.8 10 21.7 3 30.0 4 44.4 1 14.3 0 - 64 21.84

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KECAMATAN PUSKESMAS MAKANAN MAKANAN
TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Pahandut Pahandut 106 0 0 4 0 4 3.77 0 0 0 0 0 0.00
### #BEZUG! Panarung 186 0 0 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0.00
3 Sebangau Kalampangan 56 0 0 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0.00
2 Jekan Raya Menteng 178 1 10 36 0 47 26.40 0 0 4 5 9 5.06
### #BEZUG! Bukit Hindu 71 0 0 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0.00
### #BEZUG! Kayon 143 3 10 77 11 101 70.63 0 0 1 11 12 8.39
### #BEZUG! Jekan Raya 132 0 0 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 179 0 0 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0.00
4 Bukit Batu Tangkiling 98 0 0 20 20 40 40.82 0 0 0 20 20 20.41
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1149 4 20 137 31 192 16.71 0 0 5 36 41 3.57

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

PERSENTASE TPM

PERSENTASE TPM
MEMENUHI SYARAT

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH TPM TIDAK

HIGIENE SANITASI
RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/
JUMLAH TPM

DIUJI PETIK
MINUM (DAM)

MINUM (DAM)
JASA BOGA

JASA BOGA
RESTORAN

RESTORAN
DEPOT AIR

DEPOT AIR
MAKANAN

MAKANAN
DIBINA
JAJANAN

JAJANAN
TOTAL

TOTAL
NO KECAMATAN PUSKESMAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Pahandut Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0.00
####### #BEZUG! Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
3 Sebangau Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
2 Jekan Raya Menteng 9 0 0 4 5 9 100 47 0 0 0 3 3 6.38
####### #BEZUG! Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
####### #BEZUG! Kayon 12 0 0 1 11 12 100 101 0 0 0 3 3 2.97
####### #BEZUG! Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
3 Sebangau Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
4 Bukit Batu Tangkiling 20 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0.00
5 Rakumpit Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 41 0 0 5 16 21 51.22 192 0 0 0 6 6 3.13

Sumber : Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan)


TABEL 66

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 55,800 31,300 116,900 148200 265.59
2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 4,091 5,900 16,700 22600 552.43
3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet 100 180 - 180 180.00
4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 3,600 600 48,300 48900 1358.33
5 Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul - - - #DIV/0!
6 Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet 272,550 1,219,700 1,100,800 2320500 851.40
7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol 14,796 92,935 108,545 201480 1361.72
8 Metampiron tablet 500 mg tablet 15,600 55,700 9,300 65000 416.67
9 Metampiron injeksi 250 mg ampul 1,148 480 - 480 41.81
10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium tablet 1174.03
Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg 251,400 1,950,000 1,001,500 2951500

11 Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + tube 1593.72
2,150 3,501 30,764 34265
polimiksin 10.000 IU/g
12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + supp
Heksaklorofen 250 mg - - - - -

13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam pot


648 - - - -
Salisilat 3%
14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet - - - - -
15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet 1167.90
2,025 22,800 850 23650.00
Levodopa 250 mg
16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial 1,868 - - - -
17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet 861,300 1,375,800 2,600 1378400 160.04
18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet 44,400 6,600 - 6600 14.86
19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet 450 - - - -
20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet 4,500 400 19,600 20000 444.44
21 Atropin tetes mata 0,5% botol 150 100 - 100.00 66.67
22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/mL - 1 mL (sulfat) ampul 270 480 - 480 177.78
23 Betametason krim 0,1 % krim 5,646 38,001 3,150 41151 728.85
24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul 19,800 18,500 700 19200 96.97
25 Deksametason tablet 0,5 mg tablet 307,950 1,209,800 500,000 1709800 555.22
26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol - - - - -
27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol - - - - -
28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet - - - - -
29 Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul 675 110 - 110 16.30
30 Diazepam tablet 2 mg tablet 12,000 - - - -
31 Diazepam tablet 5 mg tablet 11,250 - - - -
32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul 1,800 - - - -
33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 19,199 3,400 6,600 10000 52.09
34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet - - - - -
35 Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet - - - - -
36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul 594 6,330 330 6660 1121.21
37 Etakridin larutan 0,1% botol 148 - - - -
38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul - - - - -
39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul - - - - -
40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 23,400 4,000 - 4000 17.09
41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet 3,600 9,300 500 9800 272.22
42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet - - - - -
43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol 1,030 - - - -
44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul 3,720 910 - 910 24.46
45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet 10,350 5,300 8,300 13600 131.40
46 Furosemid tablet 40 mg tablet 9,750 6,200 204,200 210400 2157.95
47 Gameksan lotion 1 % botol - - - - -
48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach 560.45
26,550 137,200 11,600 148800
klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g
49 Gentian Violet Larutan 1 % botol 1,568 - - - -
50 Glibenklamida tablet 5 mg tablet 15,150 8,700 38,700 47400 312.87
51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet 108,000 6,000 - 6000 5.56
52 Gliserin botol 45 68 427 495 1100.00
53 Glukosa larutan infus 5% botol 879 2,078 - 2078 236.41
54 Glukosa larutan infus 10% botol 360 2,580 - 2580 716.67
55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul - - - - -
56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet 14,100 7,200 60,900 68100 482.98
57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet 12,150 1,400 2,600 4000 32.92
58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet 7,800 600 9,000 9600 123.08
59 Haloperidol tablet 5 mg tablet 8,250 400 4,100 4500 54.55
60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet - - - - -
61 Hidrkortison krim 2,5% tube - 148 - 148 -
62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet - - - - -
63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet 123,000 126,600 110,000 236600 192.36
64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet 2,450 2,900 14,600 17500 714.29
65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet - - - - -
66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet 31,650 9,200 73,400 82600.00 260.98
67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 89,100 504,200 1,000 505200 567.00
68 Karbamazepim tablet 200 mg tablet - - - - -
69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial 135 30 - 30 22.22
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul - - - - -
71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 20,225 13,080 38,160 51240 253.35
72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 12 7 - 7.00 58.33
73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 256,200 47,600 464,400 512000 199.84
74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul 540 1,470 - 1470 272.22
75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul - - - - -
76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet - - - - -
77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet 1,650 2,600 1,900 4500 272.73
78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet
- - - - -
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol 73.40
7,425 3,535 1,915 5450.00
+ Trimetoprim 40 mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : tablet 1002.71
58,950 281,400 309,700 591100
Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet
- - - - -
Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet 3,510 1,320 9,900 11220 319.66
83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul 15,120 - - - -
84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial 4,200 2,900 4,100 7000 166.67
85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial 23 - - - -
86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 738 - - - -
87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach - - - - -
88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol - - - - -
89 Mebendazol tablet 100 mg tablet - - - #DIV/0!
90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet
- - - - -
mg
91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul - - - - -
92 Metronidazol tablet 250 mg tablet 1,350 6,400 235,600 242000 17925.93
93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet - - - - -
94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol - - - - -
95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 895 2,703 1 2704 302.12
96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul - - - - -
97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet 10,000 3,900 5,200 9100 91.00
98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 6,840 - - - -
99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 894 4 - 4 0.45
100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 3,365 1,605 - 1605 47.70
101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial 60 30 - 30 50.00
102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul - - - - -
103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 17,363 99,700 175,628 275328 1585.72
104 Paracetamol tablet 100 mg tablet - - - - -
105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 447,357 1,458,250 1,800 1460050 326.37
106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol - - - - -
107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet 10,545 44,830 97,400 142230 1348.79
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet - - 800,000 800000 -
109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 810 4,872 20 4892 603.95
110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 141 5,039 15 5054 3584.40
111 Prednison tablet 5 mg tablet - 10,300 4,700 15000 -
112 Primakuin tablet 15 mg tablet 30,900 3,600 2,700 6300 20.39
113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 1,800 - - - -
114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 51,686 13,800 500 14300 27.67
115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet - - - - -
116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet - - - - -
117 Ringer Laktat larutan infus botol 3,048 648 - 648 21.26
118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube
5,958 - - - -
4%
119 Salisil bedak 2% kotak 3,963 7,394 99 7493 189.07
120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial - - - - -
121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial - - - - -
122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial - - - - -
123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul - - - - -
124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial - - - - -
125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 5,100 2,100 2,400 4500 88.24
126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol - - - - -
127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol - - - - -
128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 23,400 14,800 600 15400 65.81
129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul 750 - - - -
130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul - - - - -
131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet - - - - -
132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul - - - - -
133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet 3,960 5,700 35,500 41200 1040.40
134 Vaksin Rabies Vero vial - - - - -
135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 225,000 383,600 800,400 1184000 526.22
VAKSIN
136 BCG vial 1,845 2,138 382 2520 136.59
137 T T vial 7,933 1,254 - 1254 15.81
138 D T vial 733 - - - -
139 CAMPAK 10 Dosis vial 1,826 2,035 612 2647 144.96
140 POLIO 10 Dosis vial 4,741 3,918 317 4235 89.33
141 DPT-HB vial 5,974 3,851 799 4650 77.84
142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 6,214 5,860 1,205 7065 113.69
143 POLIO 20 Dosis vial - - - - -
144 CAMPAK 20 Dosis vial - - - - -

Sumber : Bidang Jaminan Dan Sarana Kesehatan


TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM - 1 1 2 - 1 5
2 RUMAH SAKIT KHUSUS - - - - - 1 1
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP - - 3 - - - 3
- JUMLAH TEMPAT TIDUR - - 17 - - - 17
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP - - 7 - - - 7
3 PUSKESMAS KELILING - - 19 - - - 19
4 PUSKESMAS PEMBANTU - - 44 - - - 44
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN - - - - - 2 2
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK - - 1 1 2 8 12
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA - - - - - 10 10
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN - - 146 - - 146 292
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL - - - - - 3 3
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT - 1 - - - - 1
7 UNIT TRANSFUSI DARAH - - 1 - - - 1
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI - - - - - - 0
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL - - - - - - 0
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL - - - - - - 0
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN - - - - - - 0
5 PEDAGANG BESAR FARMASI - - - - 2 3 5
6 APOTEK - - - - 5 106 111
7 TOKO OBAT - - - - - 78 78
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN - - - - - 8 8

Sumber: Bidang Jaminan Dan Sarana Kesehatan


TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 5 4 80

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 1 1 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 6 5 83.33

Sumber: Bidang Jaminan Dan Sarana Kesehatan


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

STRATA POSYANDU
POSYANDU AKTIF
NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Pahandut Pahandut 2 13.33 13 86.67 0 0.00 0 0.00 15 0 0.00
#### #BEZUG! Panarung 0 0.00 15 88.24 2 11.76 0 0.00 17 2 11.76
3 Sebangau Kalampangan 2 20.00 8 80.00 0 0.00 0 0.00 10 0 0.00
2 Jekan Raya Menteng 0 0.00 5 83.33 1 16.67 0 0.00 6 1 16.67
#### #BEZUG! Bukit Hindu 5 22.73 16 72.73 1 4.55 0 0.00 22 1 4.55
#### #BEZUG! Kayon 1 9.09 10 90.91 0 0.00 0 0.00 11 0 0.00
#### Jekan Raya Jekan Raya 2 15.38 10 76.92 1 7.69 0 0.00 13 1 7.69
3 Sebangau Kereng Bangkirai 3 13.64 17 77.27 2 9.09 0 0.00 22 2 9.09
4 Bukit Batu Tangkiling 0 0.00 16 94.12 0 0.00 1 5.88 17 1 5.88
5 Rakumpit Rakumpit 8 47.06 2 11.76 0 0.00 0 0.00 10 0 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 23 16.08 112 78.32 7 4.90 1 0.70 143 8 5.59


RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 0.58

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)


KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7
1 Pahandut Pahandut 3 0 0 0
Panarung 2 0 0 4
3 Sebangau Kalampangan 1 1 0 3
2 Jekan Raya Menteng 1 0 0 3
Bukit Hindu 1 0 0 2
Kayon 1 0 0 4
Jekan Raya 1 1 0 3
3 Sebangau Kereng Bangkirai 6 0 3 2
4 Bukit Batu Tangkiling 7 1 2 0
5 Rakumpit Rakumpit 7 0 1 3

JUMLAH (KAB/KOTA) 30 3 6 24

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pahandut Pahandut 3 1 0.00 - 0.00 1 33.33
Panarung 2 - 0.00 - 0.00 0 0.00
3 Sebangau Kalampangan 1 1 0.00 - 0.00 1 100
2 Jekan Raya Menteng 1 - 0.00 - 0.00 0 0.00
4 Bukit Batu Bukit Hindu 1 - 0.00 - 0.00 0 0.00
5 Rakumpit Kayon 1 - 0.00 - 0.00 0 0.00
#### #BEZUG! Jekan Raya 1 1 0.00 - 0.00 1 100
3 Sebangau Kereng Bangkirai 6 1 0.00 - 0.00 1 16.67
4 Bukit Batu Tangkiling 7 - 0.00 - 0.00 0 0.00
5 Rakumpit Rakumpit 7 1 0.00 - 0.00 1 14.3

JUMLAH (KAB/KOTA) 30 5 0 0 0 5 16.67

Sumber : Bidang Yankes


TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

DOKTER
NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI
GIGI SPESIALIS
TOTAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Puskesmas Pahandut 0 0 0 3 2 5 3 2 5 0 3 3 0 0 0 0 3 3
2 Puskesmas Panarung 0 0 0 0 4 4 0 4 4 0 1 1 0 0 0 0 1 1
3 Puskesmas Menteng 0 0 0 1 3 4 1 3 4 0 2 2 0 0 0 0 2 2
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 0 0 1 2 3 1 2 3 0 1 1 0 0 0 0 1 1
5 Puskesmas Kayon 0 0 0 0 4 4 0 4 4 0 1 1 0 0 0 0 1 1
6 Puskesmas Jekan Raya 0 0 0 0 2 2 0 2 2 0 1 1 0 0 0 0 1 1
7 Puskesmas Kalampangan 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 0 0 0 3 3 0 3 3 0 1 1 0 0 0 0 1 1
9 Puskesmas Tangkiling 0 0 0 2 1 3 2 1 3 1 1 2 0 0 0 1 1 2
10 Puskesmas Rakumpit 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 7 23 30 7 23 30 1 11 12 0 0 0 1 11 12
1 RS Doris Silvanus 21 12 33 10 21 31 31 33 64 1 7 8 0 3 3 1 10 11
2 RS Bhayangkara 0 2 2 3 3 6 3 5 8 1 8 9 0 2 2 1 10 11
3 RS TNI AD 1 1 2 1 0 1 2 1 3 0 1 1 0 0 0 0 1 1
4 RS Yasmin 2 2 4 1 4 5 3 6 9 1 1 2 0 2 2 1 3 4
5 RS Muhammadiyah 2 4 6 1 9 10 3 13 16 0 1 1 0 0 0 0 1 1
6 RS Kota Palangka Raya 0 2 2 3 2 5 3 4 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 26 23 49 19 39 58 45 62 107 3 18 21 0 7 7 3 25 28
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 26 23 49 26 63 89 52 86 138 4 29 33 0 7 7 4 36 40
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 18.86 34.25 53.10 12.70 2.69 15.39

Sumber : Bidang PSDMK


Keterangan : a termasuk S3
TABEL 73

JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

a
PERAWAT PERAWAT GIGI
NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Puskesmas Pahandut 19 7 14 21 0 5 5
2 Puskesmas Panarung 24 2 17 19 0 3 3
3 Puskesmas Menteng 22 0 20 20 1 4 5
4 Puskesmas Bukit Hindu 16 2 18 20 0 4 4
5 Puskesmas Kayon 16 1 10 11 0 4 4
6 Puskesmas Jekan Raya 14 3 14 17 0 4 4
7 Puskesmas Kalampangan 10 3 5 8 0 1 1
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 15 7 7 14 0 3 3
9 Puskesmas Tangkiling 21 9 9 18 0 2 2
10 Puskesmas Rakumpit 12 1 3 4 0 0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 169 35 117 152 1 30 31
1 RS Doris Silvanus 49 59 281 340 2 5 7
2 RS Bhayangkara 15 18 37 55 2 5 7
3 RS TNI AD 2 15 7 22 0 1 1
4 RS Yasmin 10 7 12 19 0 2 2
5 RS Muhammadiyah 11 19 47 66 0 0 0
6 RS Kota Palangka Raya 8 4 2 6 0 3 3
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 95 122 386 508 4 16 20
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 3 0 8 8 1 1 2
JUMLAH (KAB/KOTA) 267 157 511 668 6 47 53
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 210.43 253.98 19.63

Sumber : Bidang PSDMK


a
Keterangan : termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
TABEL 74

JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA APOTEKER TOTAL
KEFARMASIANa
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Pahandut 0 1 1 0 1 1 0 2 2
2 Puskesmas Panarung 0 2 2 0 1 1 0 3 3
3 Puskesmas Menteng 0 2 2 0 0 0 0 2 2
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 2 2 0 0 0 0 2 2
5 Puskesmas Kayon 0 2 2 0 2 2 0 4 4
6 Puskesmas Jekan Raya 0 1 1 0 0 0 0 1 1
7 Puskesmas Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 1 1 0 0 0 0 1 1
9 Puskesmas Tangkiling 0 1 1 0 1 1 0 2 2
10 Puskesmas Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 12 12 0 5 5 0 17 17
1 RS Doris Silvanus 6 29 35 4 8 12 10 37 47
2 RS Bhayangkara 0 9 9 0 1 1 0 10 10
3 RS TNI AD 1 2 3 0 1 1 1 3 4
4 RS Yasmin 0 5 5 0 2 2 0 7 7
5 RS Muhammadiyah 3 5 8 0 3 3 3 8 11
6 RS Kota Palangka Raya 1 0 1 0 1 1 1 1 2
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 11 50 61 4 16 20 15 66 81
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 5 5 0 1 1 0 6 6
JUMLAH (KAB/KOTA) 11 67 78 4 22 26 15 89 104
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 30.02 10.01 40.02

Sumber : Bidang PSDMK


Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
TABEL 75

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

KESEHATAN MASYARAKATa KESEHATAN LINGKUNGANb


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Puskesmas Pahandut 0 1 1 1 0 1
2 Puskesmas Panarung 0 1 1 0 0 0
3 Puskesmas Menteng 0 0 0 0 0 0
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 3 3 0 1 1
5 Puskesmas Kayon 1 1 2 0 2 2
6 Puskesmas Jekan Raya 0 1 1 0 1 1
7 Puskesmas Kalampangan 0 1 1 0 1 1
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 1 1 0 0 0
9 Puskesmas Tangkiling 0 2 2 0 1 1
10 Puskesmas Rakumpit 0 1 1 0 0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 1 11 12 1 6 7
1 RS Doris Silvanus 0 1 1 4 5 9
2 RS Bhayangkara 0 1 1 0 0 0
3 RS TNI AD 0 0 0 0 0 0
4 RS Yasmin 0 1 1 0 1 1
5 RS Muhammadiyah 0 0 0 0 0 0
6 RS Kota Palangka Raya 0 0 0 0 1 1
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 0 3 3 4 7 11
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 3 17 20 0 1 1
JUMLAH (KAB/KOTA) 4 31 35 5 14 19
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 13.47 7.31

Sumber : Bidang PSDMK


Keterangan :
a
termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan,
tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan
b
termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
TABEL 76

JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Pahandut 0 4 4 0 0 0 0 4 4
2 Puskesmas Panarung 0 2 2 0 0 0 0 2 2
3 Puskesmas Menteng 0 2 2 0 0 0 0 2 2
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 2 2 0 0 0 0 2 2
5 Puskesmas Kayon 0 1 1 0 0 0 0 1 1
6 Puskesmas Jekan Raya 0 2 2 0 0 0 0 2 2
7 Puskesmas Kalampangan 0 1 1 0 0 0 0 1 1
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 2 2 0 0 0 0 2 2
9 Puskesmas Tangkiling 0 1 1 0 0 0 0 1 1
10 Puskesmas Rakumpit 0 1 1 0 0 0 0 1 1
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 18 18 0 0 0 0 18 18
1 RS Doris Silvanus 0 17 17 4 5 9 4 22 26
2 RS Bhayangkara 0 4 4 0 0 0 0 4 4
3 RS TNI AD 0 1 1 0 0 0 0 1 1
4 RS Yasmin 0 1 1 0 1 1 0 2 2
5 RS Muhammadiyah 0 2 2 0 0 0 0 2 2
6 RS Kota Palangka Raya 0 2 2 0 0 0 0 2 2
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 0 27 27 4 6 10 4 33 37
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 2 0 2 0 0 0 2 0 2
JUMLAH (KAB/KOTA) 2 45 47 4 6 10 6 51 57
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 21.93

Sumber : Bidang PSDMK


TABEL 77

JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TENAGA KETERAPIAN FISIK


TOTAL
NO UNIT KERJA FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Puskesmas Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Puskesmas Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Puskesmas Menteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Puskesmas Kayon 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Puskesmas Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Puskesmas Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Puskesmas Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Puskesmas Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 RS Doris Silvanus 3 4 7 0 1 1 0 1 1 0 0 0 3 6 9
2 RS Bhayangkara 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2
3 RS TNI AD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 RS Yasmin 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2
5 RS Muhammadiyah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 RS Kota Palangka Raya 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 7 5 12 0 1 1 0 1 1 0 0 0 7 7 14
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 7 5 12 0 1 1 0 1 1 0 0 0 7 7 14
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 5.39

Sumber : Bidang PSDMK


TABEL 78

JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TENAGA KETEKNISIAN MEDIS


NO UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN
TEKNISI ANALISIS REFRAKSIONIS TEKNISI TRANSFUSI TEKNISI
RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI GIGI ORTETIK PROSTETIK INFORMASI JUMLAH
ELEKTROMEDIS KESEHATAN OPTISIEN DARAH KARDIOVASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35
1 Puskesmas Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 3
2 Puskesmas Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2
3 Puskesmas Menteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
5 Puskesmas Kayon 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 3
6 Puskesmas Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
7 Puskesmas Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
9 Puskesmas Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
10 Puskesmas Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pengelolaan Obat Publik & Perbekalan
11 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
Kesehatan (POPPK)
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 2 2 2 11 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 13 16
1 RS Doris Silvanus 4 3 7 0 0 0 4 1 5 0 3 3 3 10 13 1 0 1 3 3 6 0 0 0 2 3 5 0 0 0 17 23 40
2 RS Bhayangkara 3 1 4 0 0 0 1 0 1 0 0 0 2 4 6 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 7 5 12
3 RS TNI AD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 2 3
4 RS Yasmin 2 0 2 2 0 2 1 0 1 1 0 1 2 5 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 5 13
5 RS Muhammadiyah 3 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 10 13 0 0 0 0 0 0 3 2 5 0 0 0 0 0 0 9 13 22
6 RS Kota Palangka Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 8 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 8 11
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 12 5 17 2 0 2 6 1 7 1 3 4 14 38 52 1 0 1 3 3 6 4 3 7 2 3 5 0 0 0 45 56 101
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 12 5 17 3 0 3 6 1 7 1 5 6 16 49 65 1 0 1 3 3 6 4 3 7 2 3 5 0 0 0 48 69 117
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 45.02

Sumber : Bidang PMK


TABEL 79

JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TENAGA KESEHATAN LAIN


PENGELOLA PROGRAM TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Pahandut 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Puskesmas Panarung 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Puskesmas Menteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Puskesmas Bukit Hindu 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Puskesmas Kayon 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Puskesmas Jekan Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Puskesmas Kalampangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Puskesmas Tangkiling 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Puskesmas Rakumpit 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 RS Doris Silvanus 0 0 0 6 5 11 6 5 11
2 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 RS TNI AD 2 1 3 0 0 0 2 1 3
4 RS Yasmin 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 RS Muhammadiyah 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 RS Kota Palangka Raya 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2 1 3 6 5 11 8 6 14
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 2 1 3 6 5 11 8 6 14

Sumber : Bidang PSDMK


TABEL 80

JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN


TENAGA
PEJABAT STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG TENAGA PENUNJANG TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA PENDIDIK JURU
STRUKTURAL ADMINISTRASI TEKNOLOGI PERENCANAAN KEPENDIDIKAN KESEHATAN
LAINNYA
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
1 Puskesmas Pahandut 1 1 2 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5
2 Puskesmas Panarung 1 1 2 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 4 5
3 Puskesmas Menteng 0 1 1 2 7 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 8 10
4 Puskesmas Bukit Hindu 2 0 2 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5
5 Puskesmas Kayon 2 0 2 1 8 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 8 11
6 Puskesmas Jekan Raya 0 2 2 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 4
7 Puskesmas Kalampangan 2 0 2 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 3
8 Puskesmas Kereng Bangkirai 0 1 1 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 3
9 Puskesmas Tangkiling 1 0 1 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 3 4
10 Puskesmas Rakumpit 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 10 6 16 6 29 35 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 35 51
1 RS Doris Silvanus 16 15 31 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 15 31
2 RS Bhayangkara 7 2 9 8 18 26 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 8 8 0 0 0 17 28 45
3 RS TNI AD 0 0 0 5 1 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 1 6
4 RS Yasmin 2 3 5 0 5 5 3 0 3 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 13 18
5 RS Muhammadiyah 6 2 8 18 17 35 6 0 6 7 9 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 37 28 65
6 RS Kota Palangka Raya 4 0 4 2 2 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 2 8
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 35 22 57 33 43 76 9 0 9 9 14 23 0 0 0 0 0 0 0 8 8 0 0 0 86 87 173
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 45 28 73 39 72 111 9 0 9 9 14 23 0 0 0 0 0 0 0 8 8 0 0 0 102 122 224

Sumber : Bidang PSDMK


TABEL 81

ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2016

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 56,776,356,410.77 69.68

a. Belanja Langsung 16,557,229,732.57 20.32

b. Belanja Tidak Langsung 40,219,126,678.20 49.36

2 APBD PROVINSI - 0.00

- DAK BARIGAS - 0.00

3 APBN : 15,412,166,575 18.91

- Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 12,635,616,575 15.51

'*Pelayanan Dasar 5,715,323,512 7.01

'*Pelayanan Kefarmasian 2,833,963,063 3.48

'*Pelayanan Rujukan 4,086,330,000 5.02

- Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik 2,776,550,000 3.41

'*BOK 2,240,000,000 2.75

'*Jampersal 319,500,000 0.39

'*Akreditasi 217,050,000 0.27

4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) - 0.00


- GF Malaria - 0.00

5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 9,293,286,500 11.41

- JKN Kapitasi 9,293,286,500 11.41

- Pajak Rokok - 0.00

TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 81,481,809,485.77


TOTAL APBD KAB/KOTA 1,238,316,171,075.00
% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 4.58
ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 313,554.38

Sumber : Bidang Perencanaan