Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

KEANEKARAGAMAN PADA MANUSIA

Disusun oleh :

Nama : Monita Rahayu

NIM : 16304241011

Prodi : Pendidikan Biologi

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
A. TUJUAN
Mengetahui keanekaragaman genetik pada manusia melalui pengamatan
fenotip

B. DASAR TEORI
Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan
saja tetapi juga manusia. namun pada manusia, keanekaragaman yang
terjadi hanya pada tingkat gen dan berkaitan dengan pewarisan sifat.
Manusia memperlihatkan variasi pada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat
dengan mudah melalui fenotip atau sifat yang tampak (Cummings, 2011:
1-4).
Keanekaragaman merupakan dasar ciri–ciri makhluk hidup.
Adanya keanekaragaman genetik merupakan hasil seleksi alam dari suatu
spesies terhadap lingkungannya. Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada
tumbuhan dan hewan saja tetapi juga manusia. Namun pada manusia,
keanekaragaman yang terjadi hanya pada tingkat gen dan berkaitan dengan
pewarisan sifat. Manusia memperlihatkan variasi pada beberapa ciri-ciri
yang dapat dilihat dengan mudah melalui fenotip atau sifat yang tampak.
(Cummings, 2011 : 6-7).
Gen sebenarnya adalah serangkaian DNA yang merepresentasikan
sebuah unit cetak biru. Gen untuk tinggi badan, atau sifat lain apapun,
dapat di tentukan dalam dua atau lebih bentuk alternatif yang dikenal
sebagai alel, minsalnya sifat tinggi dan sifat pendek. Jika sepasang alel
pada suatu individu adalah sama, individu itu disebut homozigot bagi sifat
tersebut. Suatu individu dengan sepasang faktor yang berlawanan
(berbeda) disebut heterozigot atau hibrid. Alel-alel yang terdapat dalam
genom merupakan penyusun genotipe suatu individu. Genotipe
berinteraksi dengan lingkungan untuk menghasilkan fenotipe akhir.
(George, 2010: 107).
Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
dari parental (induknya) kepada keturunannya. Sifat ini diwariskan melalui
gen yaitu struktur terkecil pewaris sifat yang terdapat didalam kromosom,
sedangkan kromosom itu sendiri terdapat didalam inti sel. Dalam
mempelajari genetika dikenal istilah fenotip dan genotip. Sifat fenotip
merupakan sifat individu yang nampak dari luar, sedangkan sifat genotip
adalah sifat yang tidak nampak dari luar (Prowell, 2010 :115-116).
Fenotip dapat dikatakan sebagai karakteristik atau ciri-ciri yang
dapat diukur atau sifat yang nyata yang dimiliki oleh organisme. Ciri itu
tampak oleh mata, seperti warna kulit atau tekstur rambut. Fenotip dapat
juga diuji untuk identifikasinya, seperti pada penentuan angka respiratoris
atau uji serologi tipe darah. Fenotip merupakan hasil produk-produk gen
yang diekspresikan di dalam lingkungan tertentu. Namun, gen memiliki
batasan-batasan di dalamnya sehingga lingkungan dapat memodifikasi
fenotip ( Susanto, 2011: 156).
Genotip ialah seluruh gen yang dimiliki suatu individu. Genotip
yang terekpresikan menampakan fenotip pada suatu individu. Genotip
yang melibatkan alel-alel pada suatu lokus tunggal dapat menghasilkan
genotip yang homozigot. Keturunan homozigot dapat dihasilkan dari
galur murni. Perpaduan heterozigot dihasilkan dari alel yang berbeda.
(Starr and McMillan, 2011 : 374)
Pada manusia, setiap sel somatik (somatic cell), sel apapun selain
yang terlibat dalam pembentukan gamet, mengandung 46 kromosom.
Selama mitosis, kromosom menjadi cukup terkondensasi sehingga bisa
terlihat dengan mikroskop cahaya. Karena kromosom berbeda-beda dalam
ukuran , posisi sentromer, dan pola pita berwarna akibat zat pewarna
tertentu, kromosom yang cukup terkondensasi dapat dibedakan satu sama
lain melalui pemeriksaan mikroskopik (Triwibowo Yuwono, 2010: 49).
C. METODE

Praktikum keanekaragaman pada manusia dilakukan pada tanggal


6 Maret 2018 di Laboratorium genetika, FMIPA, UNY. Dalam praktikum
tersebut digunakan alat dan bahan yaitu alat tulis dan gambar cakram
genetika. Praktikum tersebut bertujuan untuk mengetahui keanekargaman
genetik pada manusia melalui pengamatan fenotip. Pengamatan fenotipik
yang diamati meliputi 6 ciri-ciri yaitu jempol melekuk dan tidak melekuk,
adanya lesung pipi atau tidak, lidah melekuk atau tidak melekuk, ujung
daun telinga melekat atau tidak, dan tidak ada widows peak dan ada
widows peak. Teknik pengambilan data diperoleh dengan cara mengambil
sampel sebanyak 21 mahasiswa dari prodi pendidikan biologi dan
selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap ciri morfologinya. Langkah-
langkah yang dilakukan dalam praktikum tersebut yaitu pertama,
menentukan ciri yang ada pada diri anda sesuai dengan keenam ciri yaitu
jempol melekuk dan tidak melekuk, adanya lesung pipi atau tidak, lidah
melekuk atau tidak melekuk, ujung daun telinga melekat atau tidak, dan
tidak ada widows peak dan ada widows peak. Selanjutnya, Menggunakan
cakram genetika, dimulai dari bagian tengah dengan ciri pertama dan
menentukan apakah praktikan berada di sisi kanan atau sisi kiri dari garis
vertikal. Setelah itu, memindah pada garis lingkaran ke dua pada roda
cakram tersebut, kemudian menentukan pada bagian mana sifat praktikan.
Demikian selanjutnya sampai lingkaran terluar, yaitu tipe golongan darah,
pilih salah satu dari keempat macam tipe golongan darah. Membaca angka
yang tertulis untuk mengkombinasi ciri khusus yang diamati. Terakhir,
melaporkan angka yang diperoleh dan mendapatkan angka yang dipunyai.
Hasil pencandraan tersebut kemudian dituliskan pada tabel hasil
pengamatan yang tersedia, dan menentukan pula kemungkinan genotip
dari sifat-sifat tersebut dengan mengingat sifat dominan dan resesifnya.
Menentukan ciri-ciri yang ada pada diri anda sesuai dengan keenam
ciri yaitu jempol melekuk dan tidak melekuk, adanya lesung pipi atau
tidak, lidah melekuk atau tidak melekuk, ujung daun telinga melekat
atau tidak, dan tidak ada widows peak dan ada widows peak

Menggunakan cakram genetika, dimulai dari bagian tengah dengan ciri


pertama dan menentukan apakah praktikan berada di sisi kanan atau
sisi kiri dari garis vertikal

Memindah pada garis lingkaran ke dua pada roda cakram tersebut,


kemudian menentukan pada bagian mana sifat praktikan. Demikian
selanjutnya sampai lingkaran terluar, yaitu tipe golongan darah, pilih
salah satu dari keempat macam tipe golongan darah. Membaca angka
yang tertulis untuk mengkombinasi ciri khusus yang diamati

Melaporkan angka yang diperoleh

Mendapatkan angka yang dipunyai

D. HASIL
Sifat yang diamati :
No. Sifat Keterangan

1. Bentuk jempol Jempol melekuk dominan terhadap jempol


yang tidak melekuk

2. Lesung pipi berlesung pipi dominan terhadap yang tidak


berlesung pipi

3. Lidah Lidah dapat menggulung dominan terhadap


lidah yang tidak dapat menggulung

4. Ujung daun telinga Ujung daun telinga bebas dominan terhadap


ujung daun telinga melekat

5. Widows peak berwidows peak dominan terhadap yang


tidak berwidows peak

6. Golongan darah Golongan A dan B dominan terhadap O,


Golongan A dan B tidak dominan sesamanya

Sifat yang diamati


Nama : Monita Rahayu
Bentuk jempol : melekuk
Lesung pipi : ada
Lidah : melekuk
Ujung daun telinga : bebas
Widows peak : tidak ada
Golongan darah :O
Indeks genetika : 124

Indeks genetika kelas

No. Nama Mahasiswa Skor cakram Keterangan

1. Kusuma Galih Ayu Saputri 9 Mata belok

2. Puti Alifia Artalani 18

3. Puji Lestari 10

4. Monita Rahayu 124


5. 28 Badan lebih
Elisa Septiani
gendut

6. Vinasti Fatonah 75

7. 25 Ukuran mata
Nurul Janatun Arihayana
kecil, wajah oval

8. Annisa Hidayati 44

9. 28 Badan lebih
Siti Maghfiroh
kurus

10. Ainun Rubi Faradila 57

11. Alfian Surya Fathoni 26 Laki-laki

12. 25 Ukuran mata


Umi Walidatul Fitriyani besar, wajah
bulat

13. Khairusyifa Pratiwi 27 Perempuan

14. Tharik Cesar Kurniawan 12

15. Agil Azis Handini 11

16. Rahmanisa Laila Fitri 78

17. Irfan Aditya Prananda 86

18. Nabila Afriani 50

19. Ayuningtyas Widayanti 9 Mata sipit

20. M Ikhsan Al Ghazi 20

21. Reza Kharisma Siswi L. 91


E. PEMBAHASAN

Praktikum kali ini berjudul cakram genetika yang dilaksanakan


pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2018 di Laboratorium Genetika
FMIPA UNY. Praktikum tersebut bertujuan untuk mengetahui
keanekaragaman genetik pada manusia melalui pengamatan fenotipnya.
Alat dan bahan yang digunakan yaitu cakram genetika yang berisi enam
sifat pada manusia yaitu menggulung atau tidaknya lidah, lesung pipi,
ujung daun telinga, golongan darah, jempol melekuk atau tidak, dan
widows peak. Pada lingkaran pertama dimasukkan sifat jempol yang
melekuk dan jempol yang tidak melekuk. Pada lingkaran kedua
dimasukkan sifat ada tidaknya lesung pipi. Pada lingkaran yang ketiga
dimasukkan sifat lidah melekuk dan tidak. Lingkaran keempat dimasukkan
sifat ujung daun telinga yang dapat melekuk atau tidak. Lingkaran kelima
dimasukkan variasi sifat yaitu ada widows peak dan tidak adanya widows
peak. Lingkaran keenam dimasukkan sifat variasi golongan darah yaitu
A,B,O dan AB. Setiap sifat memiliki variasi yaitu sifat resesif dan
dominan. Karena terdapat enam sifat dan sifat yang terakhir adalah
golongan darah maka indeks genetika tertinggi yang bisa diperoleh yaitu
128 dari rumus 2n-1x 4, dimana n adalah variasi sifat yang digunakan
dalam cakram genetika. Dari hasil pengamatan terhadap diri praktikan
sendiri, praktikan memiliki indeks genetika sebesar 124 artinya banyak
sifat dominan yang ditunjukkan karena semakin besar nilai indkes
genetikanya maka semakin banyak pula sifat dominan dibawa. Dari hasi
pengamatan menggunakan data kelas, diperoleh mahasiswa dengan indeks
genetika tertinggi yaitu Monita dengan skor 124 yang berarti bahwa
memiliki sifat dominan yang paling tinggi dan indeks genetika terendah
dimiliki oleh Ayu dan Tyas yaitu masing-masing 9 poin dan memiliki sifat
dominan yang paling rendah (lebih banyak sifat resesifnya). Dalam
praktikum tersebut juga ditemukan beberapa mahasiswa yang memiliki
indeks genetika yang sama yaitu Ayu dan tyas dengan skor 9 poin, Elisa
dan Siti dengan skor 28 poin, Nurul dan Umi memiliki sekor 25 poin, dan
Alfian dan syifa dengan skor berturut-turut 26 dan 27 poin. Meskipun
terpaut 1 poin, tetapi alfian dan Syifa memiliki lebih banyak kesamaan dan
yang membedakannya hanyalah golongan darah mereka sehingga mereka
digolongkan memiliki karakteristik hampir sama. Orang dengan indeks
genetika yang sama atau hampir sama dengan orang lain berarti bahwa
orang tersebut memiliki sifat dominan dan sifat resesif yang sama dan
memiliki variasi yang sama atau mirip. Namun apabila diperhatikan lebih
lanjut dengan mengabaikan keenam sifat itu, ternyata masing-masing
mahasiswa memiliki beberapa perbedaan. Ayu dan Tyas meskipun
memiliki sekor yang sama tetapi keduanya memiliki perbedaan warna
kulit dan ukuran mata. Ayu berkulit sawo matang dan bermata belok
sedangkan Tyas memiliki kulit yang sedikit lebih putih dan mata yang
sipit. Begitu juga dengan Elisa dan Siti dimana Elisa memiliki badan yang
lebih gemuk daripada siti. Umi dan Nurul juga memiliki perbedaan yaitu
Umi memiliki wajah bulat dan mata belok sedangkan Nurul memilki
wajah lebih tirus dan kecil serta ukuran mata yang lebih kecil pula. Alfian
dan Syifa juga memiliki perbedaan yaitu jenis kelamin dan susunan gigi
dimana Alfian memiliki jenis kelamin laki-laki dan susunan gigi rapi
sedangkan Syifa memiliki jenis kelamin perempuan dan susunan gigi
kurang teratur. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa kebanyakan
mahasiswa memiliki indeks genetika yang berbeda satu dengan yang
lainnya terlepas dari beberapa persamaan indeks yang dimiliki oleh
beberapa mahasiswa. Namun apabila diamati secara lebih teliti semua
mahasiswa memiliki variasi sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya
yang mampu dilihat dari sifat fenotipnya. Hal tersebut jelas dan tegas
membuktikan bahwa adanya keanekaragaman (biodiversity) setiap
manusia. Cakram genetika ternyata bisa digunakan untuk melihat
keanekargaman manusia berdasarkan sifat fenotip yang terlihat akan tetapi
tidak bisa digunakan untuk menentukan kemiripan sesorang yang memiliki
kesamaan indeks genetika karena masih banyak faktor-fakor lain yang
menentukan termasuk faktor lingkungan dan keterbatasan jumlah sampel
serta variasi yang digunakan. Fenotip merupakan hasil produk-produk gen
yang diekspresikan di dalam lingkungan tertentu. Namun, gen memiliki
batasan-batasan di dalamnya sehingga lingkungan dapat memodifikasi
fenotip.
Ciri-ciri indeks yang diperoleh dari pengamatan diatas, tidak
menunjukkan sifat yang satu lebih unggul dari pada sifat yang lain. Akan
tetapi, dengan adanya perbedaan fisik bisa membantu untuk membedakan
orang yang satu dengan yang lainnya . Setiap orang, individu unik, dikenal
sebagai manusia yang senantiasa berbeda dari manusia lain. Perbedaan
yang ada diantara individu yang berfenotip sama kemungkinan dapat
memiliki genotip yang berbeda. Hal ini terbukti dengan adanya sampel
mahasiswa yang memiliki persamaan sifat fisik tertentu dengan mahasiswa
yang lainnya tetapi tidak memiliki hubungan genetik atau kekerabatan
yang dekat. Setiap mahasiswa dalam populasi kelas mempunyai
karakteristik sifat yang berbeda. Perbedaan tersebut menyebabkan adanya
variasi atau keanakaragaman sifat pada manusia yang dapat dilihat pada
cakram genetika.

F. KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum tentang cakram genetika dapat diambil


kesimpulan bahwa :
1. Cakram genetika dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk
mengetahui variasi atau keanekaragaman sifat pada manusia
2. Variasi sifat fisik atau fenotipik pada mahasiswa Semester 4
Pendidikan Biologi yang teramati pada cakram genetika meliputi
golongan darah , widows peak, ujung daun telinga, lidah melekuk atau
tidak, lesung pipi, dan jempol melekuk atau tidak dan hasilnya
menunjukan bahwa 13 dari 21 mahasiswa mempunyai indeks genetika
yang berbeda sedangkan 4 pasang mahasiswa lainnya memiliki indeks
genetika yang sama
3. Mahasiswa yang memiliki indeks yang sama adalah Ayu dan Tyas,
Elisa dan Siti, Alfian dan Syifa, serta Nurul dan Umi

G. DAFTAR PUSTAKA

Cummings, Michael R. 2011. Human Heredity : Principles and Issues,


Ninth Edition. New York : Brooks/Cole Cengage Learning.

George, F and H. George. 2010.Schaums Outline of Biology Thrd Edition.


Jakarta : Erlangga.

Sianipar, Prowel. 2010. Mudah dan Cepat Menghafal Biologi. Yogyakarta


: Pinus.

Starr, Cecie and Beverly McMillan. 2010. Human Biology, Eighth Edition.
New York : Brooks Cole Cengage Learning.

Susanto, Agus H. 2011. Genetika. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Yuwono, Triwibowo.2010. Biologi Molekuler. Jakarta: Erlangga.


H. DISKUSI

1. Apakah ada seseorang di kelas Anda yang memiliki kesamaan


terhadap ke enam ciri tersebut? Yang berarti mempunyai angka yang
sama dengan yang Anda punyai? ( Jika ada, dapatkah Anda
menentukan ciri-ciri ke tujuh yang dapat membedakan Anda?)
Jawab : Dikelas saya tidak ada yang memiliki nilai indek genetika
yang sama dengan saya yaitu 124.
2. Bagaimana ciri-ciri seseorang dengan angka 73 dapat berbeda dengan
orang lainnya yang memiliki angka 56?
Jawab : Berdasarkan cakram genetika yang saya gunakan, orang
dengan nilai indeks genetika angka 73 dan angka 56 memiliki
beberapa perbedaan yaitu

Ciri-ciri Indeks angka 73 Indeks angka 56

Widows peak Tidak ada Ada

Ujung daun telinga Bebas Melekat

Lidah Tidak melekuk Melekuk

Lesung pipi Tidak ada Ada

Jempol Melekuk Tidak melekuk

Golongan darah A O

3. Bagaimana ciri-ciri seseorang dengan angka 46 dapat berbeda dengan


orang lainnya yang memiliki angka 80?
Jawan : Berdasarkan cakram genetika yang saya gunakan, orang
dengan nilai indeks genetika angka 46 dan angka 80 memiliki
beberapa perbedaan yaitu
Ciri-ciri Indeks angka 46 Indeks angka 80

Ujung daun telinga Bebas Melekat

Lidah Tidak melekuk Melekuk

Lesung pipi Tidak ada Ada

Jempol Melekuk Tidak melekuk

4. Coba laporkan melalui beberapa kelompok individual di dalam kelas


Anda untuk ciri-ciri lainnya
Jawab : Ciri-ciri lain yang dapat diamati yaitu
a. Hidung mancung dan tidak mancung
b. Jenis kelamin laki-laki dan perempuan
c. Ada tidaknya lipatan pada dagu
d. Lancip atau tidaknya dagu
e. Tinggi atau pendeknya badan
f. Mata sipit dan lebar
g. Kisaran rambut kekiri atau kekanan

5. Apabila ada suatu kecelakaan pesawat terbang , dua orang laki-laki dan
dua orang perempuan, masing-masing berturut-turut memiliki angka
36,40,44, dan 48 dapat selamat dan tinggal pada suatu pulau yang tidak
berpenghuni, terpisah secara populasi dengan yang lainnya. Ciri-ciri
apa yang tidak Anda dapatkan pada populasi di pulau ini yang ada di
kelas Anda?
Jawab :
Ciri-ciri Indeks 36 Indeks 40 Indeks 44 Indeks 48

Widows Tidak ada Ada Tidak ada Ada


peak
Golongan O O O O
darah
Ujung Melekat Melekat Bebas Bebas
daun
telinga
Lidah Tidak Tidak Tidak Tidak

Lesung Ada Ada Ada Ada


pipi
Jempol Tidak dapat Tidak Tidak tidak
melekuk melengkung melengkung melengkung

Ciri-ciri yang tidak ditemukan di pulau ini namun terdapat di kelas


Pendidikan Biologi 2016 :
a. Golongan darah A, B, dan AB
b. Jempol melekuk
c. Lidah melekuk
d. Tidak adanya lesung pipi
e. Jempol melengkung

Anda mungkin juga menyukai