Anda di halaman 1dari 12

Nama : Ifana Ida Yahya

Progdi : Pendidikan Bahasa Inggris


No PPG : 19036015710001
Kelas :B

TUGAS AKHIR MODUL 2 KB 2


Pertanyaan:
Setelah mempelajari semua kegiatan belajar, silahkan Ibu/Bapak kerjakan tugas akhir
berikut:
1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh?

Jawaban:
1. Kompetensi Guru
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10
ayat (1) menyatakan bahwa
“Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”
Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan
menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada
SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK*.
A. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan
dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah :
1. Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik
dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip
kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
2. Merancang pembelajaran, teermasuk memahami landasan pendidikan untuk
kepentingan pembelajaran yang meliputi memahmi landasan pendidikan, menerapkan
teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan
karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta
menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
3. Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar (setting) pembelajaran dan
melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
4. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi merancang dan
melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan denga berbagai metode, menganalisis hasil evaluasi proses dan
hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan
memamfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program
pembelajaran secara umum.
5. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya
meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik,
dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi
nonakademik.

B. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang
mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan
berakhlak mulia.
Sub kompetensi dalam kompetensi kepribadian meliputi :
1. Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan norma sosial,
bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
2. Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai
pendidik dan memiliki etod kerja sebagai guru.
3. Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan pada
kemamfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan
dalam berpikir dan bertindak.
4. Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang berpengaruh positif
terhadappeserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
5. Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputibertindak sesuai dengan norma
religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani
peserta didik.
C. Kompetensi Profesional
Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam,
yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi
keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi
keilmuannya.
Sub kompetensi dalam kompetensi profesional meliputi :
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung
pelajaran yang diampu
2. Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu
3. Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif.
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan
reflektif
5. Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.

D. Kompetensi Sosial
Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat
sekitar.
Sub kompetensi dalam kompetensi sosial meliputi :
1. Bersikap inkulif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan
jenis kelamin, agara, raskondisifisik, latar belakang keluarga, dan status sosial
keluarga.
2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua dan masyarakat.
3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman social
budaya.
4. Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan
Pertanyaan :
2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa?

Jawaban :
Keterampilan abad XXI adalah keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi
kehidupan dalam masyarakat global. Beberapa organisasi telah mendefinisikan dan
mengidentifikasi keterampilan abad XXI. Walaupun penglasifikasian keterampilan abad XXI
ini dari beberapa organisasi berbeda, namun esensinya sama.

Pendapat ke-1
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan peradaban di
suatu negara. Maju atau mundurnya negara ditentukan oleh kualitas pendidikan. Dalam
perkembangannya, pendidikan senantiasa mengalami perubahan. Hal ini disebabkan seiring
dengan semakin berubahnya zaman, yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi dan
informasi.
Ada 6 keterampilan inti yang wajib dikuasai oleh Kepala Sekolah, Guru dan Siswa dalam
menghadapi abad 21.
1. keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah atau sering dikenal
dengan critical thinking and problem solving. Keterampilan atau kemampuan guru
untuk menciptakan anak berpikir kritis. Maksudnya berpikir kritis adalah
mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan
menganalisis, mensintesis, mengenai permasalahan dan pemecahannya,
menyimpulkan seran mengevaluasi. Atau secara singkatnya berpikir untuk
menyelesaikan masalah dengan tujuan untuk menjadi lebih baik.
2. Keterampilan bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik atau sering dikenal
dengan collaboration and communication. Keterampilan ini merupakan keterampilan
dalam hal bekerjasama dan komunikasi yang baik. Maksud dari komunikasi disini
adalah kita mampu berinteraksi dengan seluruh manusia yang ada di dunia ini, karena
Abad 21 tidak ada lagi sekat negara yang memisahkan. Jadi, setiap siswa harus
mampu berbahasa Internasional dalam menghadapai Abad 21.
3. Keterampilan berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi atau sering dikenal
dengan creativity and imagination. Guru harus bisa memancing siswa untuk berpikir
kreatif dalam segala bidang yang ada di dunia pendidikan. Setiap siswa mempunyai
kemampuan yang berbeda-beda, guru harus mampu menumbuhkan setiap kreatifitas
semua siswa. Yang mempunyai kreatifitas dan Imaginasi tinggilah yang akan sukses
dan menguasai dunia saat ini.
4. Keterampilan untuk menjadi warga negara yang baik atau sering dikenal
denan citizenship. Kemajuan Teknologi dan Informasi di abad 21 akan membuat rasa
nasionalis berkurang. Oleh sebab itu, guru harus memberikan doktrin kepada siswa
menjadi warga negara yang baik, dengan cara berkontribusi membangun negara untuk
ikut serta mensejahterakan masyarakat. Jika suatu negara krisis, maka banyak masalah
yang akan muncul.
5. Kemampuan atau keterampilan untuk dapat memahami dan menggunakan informasi
dari berbabagai sumber untuk ditampilkan di Internet atau sering dikenal
dengan digital literacy. Berdasarkan catatan UNESCO, digital literacy merupakan
kemampuan untuk mengakses sumber berita dan mengevaluasi secara kritis dan
menciptakan informasi melalui teknologi digital. Melalui digital literacy, seseorang
tidak sekedar memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan teknologi, tapi
juga harus memiliki kemampuan lain.
6. Kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan potensi siswa atau sering
dikenal dengan student leadership and personal development. Guru harus mampu
memahami potensi setiap siswa dan mengembangkan potensi tersebut. Setiap anak
mempunyai potensi yang berbeda–beda, guru harus mampu meningkatkan rasa
percaya diri kepada siswa dalam mengembangkan potensinya.

Pendapat ke-2
The Partnership for 21st Century Skills (P21, 2008) telah mengidentifikasi.
Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21 yang sangat diperlukan oleh peserta didik
dan lulusan untuk berprestasi dan berkompetisi di abad XXI. Keterampilan abad XXI ini akan
dapat meningkatkan kemampuan daya jual (marketability), kemampuan bekerja
(employability), dan kesiapan menjadi warga negara (readiness for citizenship) yang baik.
Keterampilan abad XXI yang dimaksud oleh The Partnership for 21st Century Skills (P21,
2008 ) adalah sebagai berikut:
(1) Berpikir kritis dan membuat pertimbangan tentang melimpahnya informasi yang muncul
setiap hari apakah dalam web, di media massa, di media elektronik, di rumah, di tempat kerja,
dan di mana saja. Berpikir kritis dan membuat pertimbangan akan membantu seseorang
menilai kredibilitas, akurasi, dan manfaat informasi, menganalisis dan menilai informasi,
membuat keputusan yang masuk akal, dan mengambil tindakan yang bertanggung jawab.
(2) Memecahkan masalah kompleks, terbuka, dan multidisiplin bahwa semua pekerja akan
menghadapi masalah. Tantangan yang dihadapi oleh pekerja adalah mereka tidak akan
menghadapi masalah dalam format tertutup dan juga tidak menghasilkan solusi (jawaban)
tunggal, seperti sering ditemukan dalam kebanyakan buku-buku teks, melainkan mereka akan
menghadapi masalah-masalah dalam format kompleks, tidak terstruktur, dan memerlukan
solusi ganda (jawaban lebih dari satu). Dunia kerja mengharapkan seorang pekerja yang
mampu mengidentifikasi masalah, mencari solusi dan alternatif, dan menggali pilihan-pilihan
baru jika pendekatan yang diterapkan tidak berhasil.
(3) Kreativitas dan berpikir entreprener, yaitu sejumlah keterampilan yang berkaitan dengan
kreasi pekerjaan. Hampir semua pekerjaan mengharapkan pekerjanya menguasai
keterampilan berpikir kreatif, yaitu kemampuan berpikir yang tidak biasa, mengajukan
pertanyaan yang tidak biasa, menghasilkan scenario yang baru, dan menghasilkan pekerjaan
yang menakjubkan. Seseorang harus mampu menciptakan pekerjaan bagi dirinya dan orang
lain dengan pola berpikir entreprener, misalnya kemampuan mengorganisasikan dan
mengambil kesempatan dan keinginan untuk mengambil resiko dan tanggung jawab.
(4) Berkomunikasi dan berkolaborasi dalam tim yang anggotanya berasal dari orangorang lintas
budaya, geografis, dan/atau bahasa. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di tempat kerja dan
masyarakat global. Semua orang harus mampu berinteraksi denganorang lain secara
kompeten dan saling menghormati.
(5) Menggunakan pengetahuan, informasi, dan kesempatan secara inovatif untuk melakukan
pelayanan-pelayanan dan proses-proses baru dan menciptakan produkproduk baru. Pasar
global mengharuskan organisasi menemukan cara-cara melakukan sesuatu dengan lebih baik
secara cepat dan rutin. Perusahaan menginginkan pekerja yang dapat memberikan kontribusi
sebesar-besarnya bagi kemajuan perusahan.
(6) Memiliki tanggung jawab finansial, kesehatan, dan warga negara dan membuat pilihan-pilihan
yang bijaksana. Setiap warga negara harus mampu menghemat dananya untuk merencanakan
perawatan kesehatannya. Setiap orang memerlukan keterampilan ini karena pilihan-pilihan
semakin kompleks dan akibat keputusan yang salah dapat menghasilkan sesuatu yang
membahayakan.
Pendapat ke-3
Sementara itu, National Education Association (NEA, 2015.) mengidentifikasi ada
empat keloompok Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21 yang tergolong
keterampilan abad XXI. Keempat kelas keterampilan tersebut adalah keterampilan berpikir
kritis, keterampilan berkomunikasi, keterampilan berkolaborasi, dan kreativitas. Keempat
kelas keterampilan ini disebut sebagai keterampilan 4Cs (Critical thinking, Communication,
Collaboration, dan Creativity). NEA mengungkapkan bahwa pendidik harus melengkapi
semua materi subjek dengan keterampilan 4 Cs untuk menyiapkan generasi muda menjadi
warga negara yang baik dan agar berhasil bersaing di pasar kerja dalam masyarakat global.

1. Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21 yang pertama menurut NEA


(NEA, 2015 ) adalah berpikir kritis. Hubungan antara berpikir kritis dan pendidikan
sangat jelas. Seseorang tidak dapat belajar dengan baik tanpa berpikir kritis dengan
baik. Berpikir kritis memberikan sumbangan pada kesuksesan dalam studi dan karir.
Keterampilan seperti analisis, interpretasi, ketepatan dan ketelitian, pemecahan
masalah, dan penalaran lebih penting daripada hanya sekadar penguasaan konten
tertentu. Mengajar berpikir kritis dan memecahkan masalah secara efektif di dalam
kelas sangat penting bagi peserta didik. Belajar berpikir kritis membimbing peserta
didik mengembangkan keterampilan yang lain, seperti level konsentrasi tingkat tinggi,
kemampuan menganalisis dan proses berpikir secara mendalam. Saat ini, setiap warga
negara harus menjadi seorang pemikir kritis, yaitu seorang yang mampu
membandingkan bukti, mengevaluasi klaim, dan membuat keputusan yang masuk
akal. Demikian juga dalam bekerja sehari-hari, pekerja harus menggunakan berpikir
kritis untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, dan
mengembangkan produk-produk yang lebih baik (NEA, n.d.).

2. Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21 yang kedua menurut NEA (2015.)
adalah komunikasi. Peserta didik harus dapat menganalisis dan memproses sejumlah
informasi yang jumlahnya sangat melimpah dalam kehidupan atau pekerjaan sehari-
hari. Peserta didik harus mampu menilai sumber-sumber informasi yang kredibel dan
bagaimana sumber-sumber informasi ini dapat digunakan secara efektif?
3. Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21 yang ketiga menurut NEA (2015)
adalah kolaborasi. Umumnya, kolaborasi telah diterima sebagai keterampilan yang
penting untuk mencapai hasil-hasil belajar maupun pekerjaan yang efektif dan
bermakna. Pada dekade sekarang ini, kolaborasi tidak hanya penting, tetapi juga
diperlukan oleh semua orang. Peserta didik harus mampu berkolaborasi satu sama lain
dalam masyarakat global.

4. Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21 (XXI) yang keempat menurut


NEA (2015) adalah kreativitas. Dunia sekarang ini dan ke depan akan diisi oleh
orang-orang yang berpikir kreatif. Oleh karena itu, kita harus dapat menjadi seorang
kreator, yaitu seorang yang empati, pengenal pola, dan embuat makna. Setelah tamat
dari institusi pendidikan, jika lulusan tidak mampu mencipta dan berinovasi secara
kontinyu, maka mereka tidak akan siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan
masyarakat global. Dalam dunia kompetisi global dan automatisi tugastugas sekarang
ini, kreativitas dan inovasi menjadi kebutuhan penting bagi keberhasilan personal dan
professional. Dengan demikian, lulusan harus memiliki kreativitas dan inovasi dengan
baik.

Keterampilan Belajar (Kompetensi Siswa) Abad 21


Pertanyaan :
3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan?

Jawaban :

DAFTAR EVALUASI DIRI KERJA GURU

Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Magelang NSM/NPSN : -


Alamat : Jl. Pahlawan no.41 Magelang Kota : Magelang
Nama Guru : Ifana Ida Yahya, S.Pd Tahun Pelajaran: Tanggal :
2018/2019

A. Kompetensi Inti Evaluasi Diri terhadap kompetensi terkait

1. Menguasai karakteristik peserta didik 80% saya menguasai karakteristik peserta didik.
Karena saya sering meluangkan waktu untuk
mengobrol dengan siswa.
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip Saya merasa masih kurang menguasai berbagai
belajar yang mendidik teori belajar dan implementasinya dalam
pembelajaran, utamanya teori-teori belajar
terkini yang menjadi rujukan. Terutama teori
pembelajaran yang merujuk keabad 21.
3. Pengembangan kurikulum 70 % Saya sudah paham bagaimana menyusun
RPP sesuai dengan standar proses dan silabus
4. Kegiatan Belajar yang mendidik 60 % Saya sudah mampu melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan pendekatan PAKEM dan
model pembelajaran lain yang mendidik
5. Pengembangan potensi peserta didik Saya belum dapat mengoptimalkan
pengembangan potensi peserta didik baik dalam
aspek kognitif, afektif maupun psykhomotorik
6. Komunikasi dengan peserta didik Dalam berkomunikasi dengan peserta didik saya
tidak mengalami kendala yang berarti.
7. Penilaian dan Evaluasi Saya merasa sedikit kesulitan dalam melakukan
penilaian kepada peserta didik baik kognitif,
afektif maupun psikomotorik.
KEPRIBADIAN
8. Bertindak sesuai norma agama, hukum, Saya sudah bisa berperilaku sesuai dengan
sosial dan kebudayaan nasional norma agama yang saya yakini dan belum
sepenuhnya sesuai dg norma-norma hukum serta
sosial yang berlaku baik di sekolah maupun di
masyarakat
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan Saya sudah bisa menampilkan diri sebagai
teladan pribadi yang mantap dan stabil, berusaha tidak
terlalu emosional dalam menghadapi masalah
dalam bergaul dengan rekan guru , dan peserta
didik
10 Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi dan 80% Saya sudah bisa menunjukkan etos kerja
. rasa bangga menjadi guru yang baik, bertanggungjawab dan bangga
manjadi guru
SOSIAL
11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif serta Saya selalu berusaha untuk bisa membawa diri
tidak diskriminatif saya sebaik mungkin dalam bergaul dengan
sesama rekan guru tanpa membedakan suku, ras,
mapun agama. Saya berupaya untuk bisa
bersikap adil dalam memberikan perlakuan
terhadap peserta didik
12 Komunikasi dengan sesama guru, tenaga Komunikasi saya dengan sesama guru, tenaga
. kependidikan, orang tua, peserta didik dan kependidikan, orang tua, dan masyarakat tidak
masyarakat ada hambatan / permasalahan. Tetapi
ketrampilan berkomunikasi secara ilmiah di
forum/komunitas ilmiah baik melalui media
cetak maupun elektronik belum maksimal
PROFESIONAL
13 Penguasaan materi, struktur, konsep dan 80% Saya merasa sudah menguasai materi,
. pola pikir keilmuwan yang mendukung struktur, konsep dan pola pikir keilmuwan yang
mata pelajaran yang diampu mendukung mata pelajaran yang saya ampu
14 Pengembangan keprofesionalan melalui Saya masih belum memahami cara
. tindakan yang reflektif mengimplementasikan Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) sesuai
tuntunan , dan kebutuhan peserta didik
BERBAGAI HAL TERKAIT DG PEMENUHAN DAN PENINGKATAN KOMPETENSI
INTI TERSEBUT
1. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Belajar secara mandiri baik melalui buku-buku
memenuhi dan mengembangkan ke-14 referensi , browsing internet yang terkait dengan
kompetensi Inti permasalahan kompetensi inti, memaksimalkan
fungsi MGMP Kota dan MGMP sekolah
2. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Pengelolaan waktu baik di sekolah maupun di
dan mengembangkan kompetensi inti rumah, finansial serta motivasi diri
tersebut
3. Keberhasillan yang saya capai setelah Belum nyata terlihat, hanya merasa bertambah
mengikuti pengembangan keprofesian wawasan pengetahuan keilmuwan
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan kompetensi inti
4. Pengembangan keprofesian berkelanjutan Saya tentu masih membutuhkan pengembangan
yang masih saya butuhkan dalam pengetahuan serta ketrampilan untuk Ke-14
memenuhi dan mengembangkan kompetensi inti tersebut. Utamanya ketrampilan
kompetensi inti tersebut mengelola pembelajaran yang bisa / mampu
menggugah inspirasi , motivasi belajar peserta
didik
B. Kompetensi Menghasilkan Publikasi Ilmiah
1. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Mengikuti seminar penulisan PTK, membaca
memenuhi dan mengembangkan PTK karya guru lain, mencari info seputar PTK
kompetensi untuk menghasilkan publikasi
ilmiah
2. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Belum nampak karena baru direncanakan, tetapi
dan mengembangkan kompetensi untuk punya keinginan berkomunikasi dengan sejawat,
menghasilkan publikasi ilmiah profesi ilmiah , dan komunitas ilmiah lainnya
dalam rangka meningkatkan kualitas
pendidikan.
3. Keberhasilan yang saya capai setelah Belum ada wujudnya dan menunggu
mengikuti pengembangan keprofesian perkembangan sesuai dengan petunjuk yang ada.
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan kompetensi untuk
menghasilkan publikasi ilmiah
C. Kompetensi menghasilkan karya Inovatif
1. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Saya belum melakukan apa-apa untuk hal ini.
memenuhi dan mengembangkan Hanya sebatas memiliki ide.
kompetensi untuk menghasilkan karya
inovatis
2. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Mungkin terkait dengan keyakinan diri, dan
dan mengembangkan kompetensi untuk tujuan lainnya sehingga akan saya mengikuti
menghasilkan karya inovatif kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai
sumber.
3. Keberhasilan yang saya capai setelah Belum ada, dan akan berusaha untuk
mengikuti pengembangan keprofesian memgembangkan di bidang aspek sosial
berkelanjutan untuk memenuhi dan kultural, spiritual dan intelektual
mengembangkan kompetensi untuk
menghasilkan karya inovatif
D. Kompetensi untuk penunjang pelaksanaan pembelajaran berkualitas [ TIK, Bahasa asing,
dsb ]
1. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Saya sudah belajar tentang beberapa program
memenuhi dan mengembangkan dasar pengoperasian kumputer dan program TIK
kompetensi penunjang pelaksanaan untuk pengembangan diri
pembelajaran yang berkualitas
2. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Perangkat terbatas, kemauan diri kurang
dan mengembangkan kompetensi sehingga perlu adanya informasi yang aktual dan
penunjang pelaksanaan pembelajaran yang terkini.
berkualitas
3. Keberhasilan yang saya capai setelah Belum nampak karena belum memulai serta
mengikuti pengembangan keprofesian kurangnya kemampuan kami bidang tersebut.
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan kompetensi penunjang
pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas
4. Pengembangan keprofesian yang masih Latihan pemanfaaatan, pengelolaan
saya butuhkan dalam memenuhi dan pembelajaran yang berkualitas, sehingga
mengembangkan kompetensi penunjang penerapan pendekatan pembelajaran optimal.
pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah

Ifana Ida Yahya, S.Pd