Anda di halaman 1dari 16

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH

PUSKESMAS UPT PUSKESMAS SELAAWI


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tahun 2016
A. UMUM
1. Pendirian Perusahaan dan Informasi Lainnya

UPT Puskesmas Selaawi Kabupaten Garut menjadi salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat sejak tahun 1982
dan menjadi kebanggaan masyarakat Garut terutama wilayah kerja binaannya. Sejak awal pendiriannya UPT
Puskesmas Selaawi Garut merupakan milik Pemerintah Kabupaten Garut yang mengalami perubahan dinamika
pelayanan dan mendapat kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat di wilayah kerja dan masyarakat dari
luar wilayah kerja.

UPT Puskesmas Selaawi merupakan Puskesmas mampu PONED yang memberikan pelayanan PONED
disamping melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya

Dengan mengemban fungsi yang demikian berat maka pengelolaan puskesmas harus betul-betul optimal
untuk dapat memuaskan masyarakat pelanggan sekaligus mensukseskan program-program pemerintah yang
dibebankan kepada puskesmas. Salah satu bagian dari pengelolaan yang cukup strategis yaitu pengelolaan
keuangan.

UPT Puskesmas Selaawi menyediakan berbagai jenis pelayanan, baik Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial,
Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan dan Upaya Kesehatan Perorangan, UPT Puskesmas Selaawi
terdapat Ruang pendaftaran,Poli Umum,Manajemen Terpadu Balita Sakit, Poli Gigi, UGD, Perawatan Poned/KIA,
Konsultasi Gizi, Laboratorium, Apotek, Imunisasi, Promkes, Tempat Parkir, Toilet, Mushola.

2. Susunan Kepengurusan UPT PUSKESMAS SELAAWI pada tahun 2016 sbb:

PIMPINAN BLUD : Aceng M. Turmudi, S.Sos,S.Kep

PEJABAT KEUANGAN : Engkus Kusnadi, Amd.Kep

 Bendahara Penerimaan : Ooy Rokayah


 Bendahara Pengeluaran : Ai Tien Kartini, S.Kep

PEJABAT PELAKSANA TEKNIS

 Penanggungjawab UKM Esensial dan Keperawatan Kesmas : Anita Ganita, SST


 Penanggungjawab UKM Pengembangan : Sri Widiati
 Penanggungjawab UKP Kefarmasian dan Laboratorium : dr. Neng Heny Purwanti
 Penanggungjawab Jaringan Yankes dan Jejaring Faskes : Ipit Julaeha, S.Kep

B. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan, yang
sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

UPT Puskesmas Selaawi memiliki dasar hukum/landasan operasional sebagai berikut:

UPT PUSKESMAS SELAAWI 1


 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4355).
 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab
Keuangan Negara.
 Undang-undang Nomor 32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Indonesia
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377).
 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Daerah (Lembaran Negara Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4438).
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan.
 Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
 Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah.
 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.
 Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 1 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2016.
 SK Bupati Nomor 060/Kep.517-Org/2015 Tentang Penetapan Unit Pelaksana Teknis Dinas
Puskesmas DTP dan Non DTP serta Unit Pelaksana Teknis Dinas Laboratorium Kesehatan Daerah
Sebagai Unit Kerja yang Menerapkan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah Penuh.
 Nomor 1172 Tahun 2015 tentang Tarif Layanan Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas DTP
dan Non DTP Dengan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Penuh.
 Peraturan Bupati Garut No. 1465 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengajuan, Penetapan,
Perubahan Rencana Bisnis dan Anggaran Serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran pada Unit Pelaksana
Teknis Dinas Puskesmas, Unit Pelaksana Teknis Dinas Laboratorium, Unit Pelaksana Teknis Dinas
Akademi Keperawatan Sebagai Unit Kerja yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah Penuh;

b. Setara Kas

Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di Bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai
kegiatan/melakukan pembayaran yang sangat likuid yang siap dicairkan menjadi kas serta bebas dari resiko
perubahan nilai yang signifikan.Kas juga meliputi seluruh uang yang harus dipertanggungjawabkan, saldo
simpanan di Bank yang setiap saat dapat ditarik atau digunakan untuk melakukan pembayaran. Dalam
pengertian kas ini juga termasuk setara kas yaitu investasi jangka pendek yang sangat likuid yang siap dicairkan
menjadi kas yang mempunya imasa jatuh tempo yang pendek, yaitu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal
perolehannya

c. Piutang Usaha

Piutang merupakan hak atau klaim kepada pihak ketiga yang diharapkan dapat dijadikan kas dalam periode
akuntansi. Piutang diakui pada akhir periode akuntansi sebesar Surat Ketetapan tentang Piutang yang belum
dilunasi, atau pada saat terjadinya pengakuan hak untuk menagih piutang pada saat terbitnya Surat Ketetapan
tentang Piutang. Piutang dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai rupiah piutang yang belum dilunasi.
Piutang UPT Puskesmas Selaawi,terdiri dari

 Piutang Klaim Pasien Rawat Inap BPJS


 Piutang Klaim Pasien Persalinan BPJS

UPT PUSKESMAS SELAAWI 2


 Piutang Klaim Rujukan Pasien BPJS
 Piutang Klaim Lainnya Pasien BPJS
 dan Piutang Pasien Umum.

Pada setiap akhir periode akuntansi UPT Puskesmas Selaawi membuat pengelompokan piutang menjadi
lancar, menunggak lebih 1-2 tahun, menunggak lebih2-3 tahun, menunggak lebih 3-5 tahun, masing-masig dibuat
daftar umur piutang (AgingSchedule). Atas dasar aging schedule dibuatkan penyisihan kerugian piutang
kemungkinan tidak dapat ditagih dengan prosentase sebesar :

 Lancar sebesar 0%
 Menunggak lebih 1-2 tahun sebesar 25%
 Menunggak lebih 2-3 tahun sebesar 50%
 Menunggak lebih 3-5 tahun sebesar 75%
 Lebih dari 5 tahun sebesar 100%

d. Pihak-Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa


1. Pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dalam pengelolaan BLUD UPT Puskesmas Selaawi
Adalah : DPPKA Kabupaten garut sebagai kepanjangan tangan dari Bupati garut yang bertindak sebagai
pemilik BLUD.
2. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sebagai pembina entitas keuangan BLUD.
3. BPJS Kesehatan Sebagai loyal cutomer UPT Puskesmas Selaawi

e. Aset Tetap

Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi atau 12
(dua belas) bulan dan digunakan untuk penyelenggaraan/operasional dan pelayanan serta yang memiliki harga
perolehan lebih dari Rp. 250.000. Aset dengan nilai perolehan kurang dari Rp.250.000 diklasifikasikan ke dalam
Asset Ekstrakomtabel dengan klasifikasi pembebanan pada Biaya lainnya. Aktiva Tetap dapat diperoleh melalui
pembelian, pembangunan, donasi dan pertukaran dengan aktiva lainnya.

PengakuanAsetTetap :

Pengakuan AsetTetap oleh UPT Puskesmas Selaawi adalah bila aset tetap telah diterima atau diserahkan hak
kepemilikannya dan atau pada saat penguasaannya berpindah.

Aset tetap UPT Puskesmas Selaawi dinilai dengan nilai historis atau harga perolehan. Jika penilaian aset
tetap dengan menggunakan nilai historis tidak memungkinkan, maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar
pada saat perolehan. Nilai perolehan aset tetap diperoleh dengan menjumlahkan biaya pembelian dengan biaya
atribusi seperti Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan biaya pengiriman.

Penyusutan aset tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus. Periode penyusutan dilakukan
pada laporan keuangan semester I, sehingga pelaporan pada periode ini tidak terdapat penyusutan.

f. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pengakuan Pendapatan/ Revenue recognition adalah prinsip yang sangat penting dari dasar-dasar
akuntansi dimana yang terpenting adalah perbedaan antara cash basisac counting and accrual basis
accounting Dalam cash basis accounting, pengakuan pendapatan diakui ketika kas diterima,tanpa memandang
apakah Jasa telah dilakukan atau barang dagang telah dikirimkan kepada pembeli. Sedangkan pada Acrual basis
accounting, pengakuan pendapatan diakui ketika Pendapatan diakui walaupun cash belum diterima (Realized
orrealizable ).Secara umum pendapatan terjadi ketika penyerahan Barang atau jasa telah dilaksanakan dan cash

UPT PUSKESMAS SELAAWI 3


diterima (cash basis) atau piutang dibukukan (Acrualbasis). Pengukuran pendapatan harus diukur dengan nilai
wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi untuk
pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi berikut ini:

1) PenjualanBarang

Pendapatandari penjualan barang harus diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi:

 Barang ataumanfaat ekonomi telahdipindah tangan


 Penjual tidaklagi memiliki kontrolatas barang
 Jumlah pendapatandan biaya sehubungandengan transaksidapat diukur dengan andal

2) PenjualanJasa

Bila hasil suatu transaksi yang meliputi penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal, pendapatan
sehubungan dengan transaksi tersebut harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada
tanggal neraca. Hasil suatu transaksi dapat diestimasi dengan andal bila seluruh kondisi berikut ini dipenuhi:

- Jumlahpendapatan, biaya dan tingkat menyelesaikantransaksi dapat diukur denganandal(tanggal


neraca)
- Manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebutakandiperoleh perusahaan;

Bila hasil transaksi yang meliputi penjualan jasa tidakdapat diestimasi dengan andal,pendapatan yang diakui
hanya yang berkaitan dengan beban yang telah diakui yang dapat diperoleh kembali.

3) Bunga,Royalti dan Dividen

Pendapatan yang timbul dari penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan
bunga,royalti dan dividen harus diakui bila:

 Besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebutakan diperoleh


perusahaan; dan
 Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.

Pendapatan harus diakui dengan dasar sebaqai berikut:

 Bunga harus diakui atas dasar proporsi waktu yang memperhitungkan hasil efektif aktiva
tersebut.
 Royalti harus diakui atas dasarakrual sesuai dengansubstansi perjanjian yang relevan;dan
 Dalam metode biaya (cost method),dividen tunai harus diakui bila hak pemegang saham untuk
menerima pembayaran ditetapkan.

g. Pajak Penghasilan

Karena pajak penghasilan mempengaruhi semua perusahaan akuntansi untuk pajak penghasilan sangat
penting dan diperlukan. Masalah akuntansi pajak penghasilan meliputi hal-hal berikut ini :

1. Alokasi penghasilan dalam suatu priode

Karena pajak penghasilan terutama berhubungan dengan unsur-unsur pendapatan dan biaya, pelaporan
pajak penghasilan harus secara langsung dikaitkan dengan unsur-unsur tersebut. Jika semua pendapatan dan
biaya semuanya berhubungan langsung dengan operasi, jumlah pajak penghasilan dalam suatu priode akan

UPT PUSKESMAS SELAAWI 4


dilaporkan sebagai pengurang laba operasi sebelum pajak. Namun demikian,laporan laba rugi telah dibagi
kedalam beberapa bagian. Didalamnya meliputi laba dari operasi, laba dari penghentian operasi, pos-pos luar
biasa, pengaruh kumulatif perubahan akuntansi. Masing-masing unsur biaya termasuk dalam penghasilan kena
pajak, baik sebagai penambah atau pengurang. Alokasi tersebut disebut sebagai intraperiod taxal location.

2. Alokasi pajak penghasilan antar priode

Masalah yang paling kompleks menegani akuntansi pajak penghasilan adalah penyesuaian yang diperlukan
untuk menerapkan dasar akrual terhadap pajak penghasilan. Karena jumlah biaya pajak secara langsung
berhubungan dengan diperoleh, maka pengendalian biaya ini hanya dapat dilakukan dengan perencanaan pajak
dengan menerapkan aturan perpajakan yang akan meminimumkan nilai pajak yang dibayar.

Penerapan aturan perpajakan seringkali akan mengakibatkan jumlah laba kena pajak berbeda dengan laba
sebelum pajak yang dilaporkan dalam rugi-laba, atau sering jugadi sebut laba akuntansi. Laba kena pajak
ditentukan oleh peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Umumnya, perturan perpajakan
tidak berkepentingan pengukuran laba untuk menetapkan apakah lembaga lebih baik, tetapi lebih kepentingan
terhadap kemampuan perusahaan membayar pajak. Jadi, kebanyakan laba dikenakan pajak apabila kas telah
diterima meskipun jasa yang dijual masih akan diserahkan menurut akuntansi laba tersebut belum diakui dalam
catatan.

Perbedaan laba kena pajak dengan laba kauntansi dapat bersifat permanen atau hanya sementara.
Perbedaan permanen timbul dari :

- Unsur-unsur yang diperhitungkan untuk menentukan laba kena pajak tetapi tidak pernah diakui tujuan
kauntansi dan
- Unsur-unsur yang diakui untuk tujuan akuntansi, tetapi tidak pernah dimasukkan untuk perhitungan laba
kena pajak.

Perbedaan sementara atau perbedaan waktu timbul dari unsur-unsur pendapatan dan biaya yang untuk
tujuan akuntansi diakui dalam priode-priode sebelum atau setelah priode perhitungan unsur-unsur tersebut
untuk menentukan laba kena pajak. Perbedaan sementara tersebut memerlukan alokasi pajak antar periode.
Alokasi ini menimbulkan masalah yang paling besar dalam akuntansi untuk pajak penghasilan.

Perbedaan permanen

Seperti penyebutannya, perbedaan permanen didefinisakan sebagai perbedaan antara laba kena pajak
dengan laba akuntansi yang timbul akibat transaksi-transaksi yang menurut aturan perundang-undangan tidak
ditutup dengan perdedaan yang sama, atau sebaliknya dalam periode lain.

Perbedaan permanen dapat dikalasifikasikan kedalam pendapatan-pendapatan yang tidak termasuk dalam
laba kena pajak dan biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk mendapat laba kena pajak.

Contoh pendapatan yang tidak kena pajak meliputi :

 Hibah atau bantuan yang tidak ada hubungannya dengan usaha perusahaan
 Pembayaran yang diterima dari perusahaan asuransi jiwa
 Deviden yang diterima oleh perusahaan dari perusahaan lain dengan syarat perusahaan memiliki
paling sedikit 25% dari nilai saham yang disetor dari perusahaan yang membayar deviden dan
kedua perusahaan tersebut mempunyai hubungan ekonomis dalam jalur usahanya.

Contoh biaya yang tidak bisa dikurangi meliputi :

UPT PUSKESMAS SELAAWI 5


 Denda atau biaya yang timbul akibat pelanggaran hukum
 Amortisasi goodwill

Perbedaan waktu

Terutama yang menyebabkan perbedaan antara laba akauntansi dengan laba kena pajak berisfat
semenetara. Sebuah biaya mungkin dapat dikurangkan untuk tujuan perpajakan pada tahun ini. Tetapi untuk
tujuan pelaporan keuangan kepada pihak eksternal dibebankan pada akun berikutnya.Sebuah pendapatan
mungkin dilaporkan dalam faktur pajak untuk menentukan laba kena pajak tahun ini, tetapi untuk tujuan
pelaporan keuangan eksternal dilaporkan saat diperoleh pada priode setelahnya. Dalam usaha untuk
mempertemukan biaya pajak dengan laba terkait, alokasi pajak antara periode diperlukan karena perbedaan
waktu tersebut. Ringkasnya, masksudnya yaitu biaya pajak penghasilan dilaporkan dalam laporan laba rugi
digunakan untuk tujuan pajak penghasilan. perbedaan antara jumlah yang dilaporkan sebagai biaya pajak
penghasilan dengan jumlah pajak yang dilaporkan sebagai beban ditunda atau utang tergantung pada sifat
salodnya. Saat unsur tersebut dibalik pada priode berikutnya, saldo yang ditunda akan terhapus.

Perbedaan waktu dapat diklasifikasikan kedalam kelompok-kelompok berikut ini :

a. Laba akuntansi lebih kecil daripadalaba kena pajak

Pendapatan yang ditunda untuk tujuanpelaporan keuangantetapi diakui pada priodeyang


bersangkutan untuk tujuanperpajakan. Biaya yang telah diakui untuk tujuanpelaporan
tetapiditunda untuk tujuan pajak

b. Laba akuntansi lebih besar dari labakena pajak

Pendapatan yang telah diakui untuktujuan pelaporan, tetapiditunda untuk tujuan perpajakan.
Biaya ditanguhkan untuk tujuanpelaporan, tetapi telah diakui untuk tujuan perpajakan

C. POS-POS KEUANGAN
1. Kas dan Setara Kas
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Kas dan Setara Kas
Kas
Kas di Bendahara Penerimaan 0.00 0.00
Kas di Bendahara Pengeluaran 0.00 0.00
Jumlah Kas 0.00 0.00
Bank
Rekening Bank BLUD 105,821,902.00 0.00
Rekening Bank JKN 399,009,147.00 0.00
Jumlah Bank 504,831,049.00 0.00
Jumlah Kas dan Setara Kas 504,831,049.00 0.00

2. Investasi Jangka Pendek


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Investasi Jangka Pendek

UPT PUSKESMAS SELAAWI 6


Deposito s/d 3 Bulan 0.00 0.00
Jumlah Investasi Jangka Pendek 0.00 0.00

3. Piutang Usaha
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Piutang Usaha
Piutang Pasien Umum 0.00 0.00
Piutang Pasien BPJS (37,120,000.00) 0.00
Piutang Jamkesda 0.00 0.00
Piutang Jaminan Perusahaan 0.00 0.00
Piutang Pasien Askes Mandiri 0.00 0.00
Piutang Jamkesmata 0.00 0.00
Piutang Asuransi Lainnya 0.00 0.00
Jumlah Piutang Usaha (37,120,000.00) 0.00

4. Piutang Lainnya
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Piutang Lainnya
Piutang Sewa
Piutang Sewa ATM 0.00 0.00
Piutang Sewa Lahan Parkir 0.00 0.00
Jumlah Piutang Sewa 0.00 0.00
Jumlah Piutang Lainnya 0.00 0.00

5. Cadangan Kerugian Piutang


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Cadangan Kerugian Piutang
Kurang Lancar (lebih dari 1 tahun sd 2 tahun) 0.00 0.00
Kurang Lancar (lebih dari 2 tahun sd 3 tahun) 0.00 0.00
Tidak Lancar (lebih dari 3 tahun sd 5 tahun) 0.00 0.00
Macet (lebih dari 5 tahun) 0.00 0.00
Jumlah Cadangan Kerugian Piutang 0.00 0.00

6. Biaya dibayar dimuka


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Biaya dibayar dimuka
Asuransi Dibayar Dimuka
Asuransi 0.00 0.00

UPT PUSKESMAS SELAAWI 7


Jumlah Asuransi Dibayar Dimuka 0.00 0.00
Jumlah Biaya dibayar dimuka 0.00 0.00

7. Persediaan
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Persediaan
Persediaan Bahan Farmasi
Persediaan Obat-obat Farmasi 0.00 0.00
Persediaan Bahan Medis Habis Pakai 12,270,272.00 0.00
Persediaan Alat Kesehatan 2,454,054.00 0.00
Persediaan Radiologi 0.00 0.00
Persediaan Radioterapi 0.00 0.00
Persediaan Laboratorium 1,365,760.00 0.00
Persediaan obat, BHP, dan Embalage 604,400.00 0.00
Persediaaan Barang bahan Makanan 0.00 0.00
Jumlah Persediaan Bahan Farmasi 16,694,486.00 0.00
Persediaan Alat-alat
Persediaan ATK 1,500,000.00 0.00
Persediaan Alat Kebersihan 0.00 0.00
Persediaan Alat Cetak 0.00 0.00
Persediaan Alat Listrik 665,500.00 0.00
Persediaan Alat Bangunan 0.00 0.00
Persediaan Barang Cetakan 0.00 0.00
Jumlah Persediaan Alat-alat 2,165,500.00 0.00
Persediaan Barang Gizi 0.00 0.00
Biaya Bahan Bakar Dapur Pasien 0.00 0.00
BHP Ruangan & Oksigen 0.00 0.00
Jumlah Persediaan 18,859,986.00 0.00

Investasi Jangka Panjang Non Permanen


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Investasi Jangka Panjang Non Permanen
Jumlah Investasi Jangka Panjang Non Permanen 0.00 0.00

Investasi Jangka Panjang Permanen


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Investasi Jangka Panjang Permanen
Jumlah Investasi Jangka Panjang Permanen 0.00 0.00

10. Aset Tetap

UPT PUSKESMAS SELAAWI 8


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Tanah 500,040.00 0.00 0.00 500,040.00
Gedung dan Bangunan 25,657,260.00 0.00 0.00 25,657,260.00
Peralatan dan Mesin 503,108,920.00 280,736,887.00 0.00 783,845,807.00
Kendaraan 0.00 0.00 0.00 0.00
Perlengkapan dan Peralatan Kantor 0.00 0.00 0.00 0.00
Jalan, Irigasi dan Jaringan 0.00 0.00 0.00 0.00
Aset Tetap Lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 529,266,220.00 280,736,887.00 0.00 810,003,107.00
Akumulasi Penyusutan
Gedung dan Bangunan 0.00 0.00 0.00 0.00
Peralatan dan Mesin 0.00 0.00 0.00 0.00
Kendaraan 0.00 0.00 0.00 0.00
Perlengkapan dan Peralatan Kantor 0.00 0.00 0.00 0.00
Jalan, Irigasi dan Jaringan 0.00 0.00 0.00 0.00
Aset Tetap Lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 0.00 0.00 0.00
Nilai Buku 529,266,220.00 280,736,887.00 0.00 810,003,107.00

Akun ini terdiri dari :


Tahun 2015
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Tanah 500,040.00 0.00 0.00 500,040.00
Gedung dan Bangunan 25,657,260.00 0.00 0.00 25,657,260.00
Peralatan dan Mesin 503,108,920.00 0.00 0.00 503,108,920.00
Kendaraan 0.00 0.00 0.00 0.00
Perlengkapan dan Peralatan Kantor 0.00 0.00 0.00 0.00
Jalan, Irigasi dan Jaringan 0.00 0.00 0.00 0.00
Aset Tetap Lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 529,266,220.00 0.00 0.00 529,266,220.00
Akumulasi Penyusutan
Gedung dan Bangunan 0.00 0.00 0.00 0.00
Peralatan dan Mesin 0.00 0.00 0.00 0.00
Kendaraan 0.00 0.00 0.00 0.00
Perlengkapan dan Peralatan Kantor 0.00 0.00 0.00 0.00
Jalan, Irigasi dan Jaringan 0.00 0.00 0.00 0.00
Aset Tetap Lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 0.00 0.00 0.00
Nilai Buku 529,266,220.00 0.00 0.00 529,266,220.00

11. Hutang Usaha


Akun ini terdiri dari :

UPT PUSKESMAS SELAAWI 9


Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Hutang Usaha
Hutang Usaha - Obat dan BMHP 0.00 0.00
Hutang Usaha - Bahan Makanan 0.00 0.00
Hutang Usaha - Perlengkapan Pasien 0.00 0.00
Hutang Usaha - Bahan Pembersih 0.00 0.00
Hutang Usaha - Barang Cetakan 0.00 0.00
Hutang Usaha - Barang ATK 0.00 0.00
Hutang Usaha - Perlengkapan Rumah Tangga 0.00 0.00
Hutang Usaha - Pengadaan Aset Tetap 0.00 0.00
Hutang Usaha - Pengadaan Jasa 0.00 0.00
Hutang Usaha - Bahan Bakar Dapur 0.00 0.00
Jumlah Hutang Usaha 0.00 0.00

Utang Bunga
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Utang Bunga
Jumlah Utang Bunga 0.00 0.00

Bagian Lancar Utang Jangka Panjang


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Jumlah Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 0.00 0.00

14. Utang Pajak


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Utang Pajak
Hutang PPN 0.00 0.00
Hutang PPh ps 21 0.00 0.00
Hutang PPh ps 23 0.00 0.00
Hutang PPh Ps 22 0.00 0.00
Hutang Pajak Daerah 0.00 0.00
Jumlah Utang Pajak 0.00 0.00

15. Biaya Yang Masih Harus Dibayar


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Biaya Yang Masih Harus Dibayar

UPT PUSKESMAS SELAAWI 10


Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Jasa Pelayanan (37,120,000.00) 0.00
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Pemeliharaan 0.00 0.00
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Administrasi
(1,284,500.00) 0.00
Kantor
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Barang dan Jasa 0.00 0.00
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Biaya Operasional 1,003,800.00 0.00
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Biaya Non
1,485,155.00 0.00
Operasional
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - Biaya Pegawai 0.00 0.00
Jumlah Biaya Yang Masih Harus Dibayar (35,915,545.00) 0.00

16. Pendapatan Diterima Dimuka


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Pendapatan Diterima Dimuka
Uang Muka Pasien 0.00 0.00
Jumlah Pendapatan Diterima Dimuka 0.00 0.00

Utang Bank
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Utang Bank
Jumlah Utang Bank 0.00 0.00

Utang Imbalan Kerja Pegawai


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Utang Imbalan Kerja Pegawai
Jumlah Utang Imbalan Kerja Pegawai 0.00 0.00

19. Ekuitas
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
Ekuitas
Koreksi Ekuitas Awal 916,993,098.00 916,993,098.00
Ekuitas Hibah 0.00 0.00
Surplus (Defisit) Periode Lalu 0.00 0.00
Surplus (Defisit) Periode Berjalan 415,245,679.00 0.00
Jumlah Ekuitas 1,332,238,777.00 916,993,098.00

20. PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015

UPT PUSKESMAS SELAAWI 11


Rp Rp
PENDAPATAN
PENDAPATAN BLUD
Jasa Layanan
Pendapatan Pasien Umum 233,733,000.00 0.00
Pendapatan BPJS
Pendapatan BPJS - Kapitasi 1,628,561,500.00 0.00
Pendapatan BPJS - Rawat Inap dan Persalinan 123,230,000.00 0.00
Pendapatan BPJS - Ambulance BPJS 0.00 0.00
Pendapatan BPJS - Klaim Lainnya 0.00 0.00
Jumlah Pendapatan BPJS 1,751,791,500.00 0.00
Pendapatan Asuransi Lain 0.00 0.00
Pendapatan Jamkesda 0.00 0.00
Pendapatan Kesekretariatan 0.00 0.00
Jumlah Jasa Layanan 1,985,524,500.00 0.00
Hibah
Hibah 0.00 0.00
Hibah-Kendaraan 0.00 0.00
Hibah-Peralatan 0.00 0.00
Jumlah Hibah 0.00 0.00
Hasil Kerjasama
Hasil Kerjasama 0.00 0.00
Hasil Kerjasama-ATM 0.00 0.00
Hasil Kerjasama-Kantin 0.00 0.00
Jumlah Hasil Kerjasama 0.00 0.00
Lain lain Pendapatan BLUD yang Sah
Pelayanan Parkir 0.00 0.00
Jasa Giro 22,042,139.00 0.00
Pendapatan Bunga Bank 0.00 0.00
Jumlah Lain lain Pendapatan BLUD yang Sah 22,042,139.00 0.00
Jumlah PENDAPATAN BLUD 2,007,566,639.00 0.00
PENDAPATAN/PENERIMAAN APBD
Pendapatan/Penerimaan APBD
Operasional 0.00 0.00
Investasi 0.00 0.00
Jumlah Pendapatan/Penerimaan APBD 0.00 0.00
Jumlah PENDAPATAN/PENERIMAAN APBD 0.00 0.00
PENDAPATAN / PENERIMAAN APBN
Pendapatan/Penerimaan APBN
PENDAPATAN / PENERIMAAN APBN 0.00 0.00
Jumlah Pendapatan/Penerimaan APBN 0.00 0.00
Jumlah PENDAPATAN / PENERIMAAN APBN 0.00 0.00
Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA)
SiLPA
Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) 0.00 0.00

UPT PUSKESMAS SELAAWI 12


Jumlah SiLPA 0.00 0.00
Jumlah Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) 0.00 0.00
Jumlah PENDAPATAN 2,007,566,639.00 0.00

21. BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN
BIAYA PELAYANAN
Biaya Pegawai
Gaji & Tunjangan Non PNS 37,400,000.00 0.00
Lembur 9,441,300.00 0.00
Honorarium Pelayanan 2,400,000.00 0.00
Dinas Malam 31,325,000.00 0.00
Piket Idul Fitri 6,360,000.00 0.00
Piket Natal dan Tahun Baru 0.00 0.00
Jumlah Biaya Pegawai 86,926,300.00 0.00
Biaya Bahan
Biaya Obat-obatan 0.00 0.00
Biaya Bahan Medis Habis Pakai 0.00 0.00
Biaya Alkes Habis Pakai 10,146,730.00 0.00
Biaya Bahan dan Alat Laboratorium 5,463,040.00 0.00
Biaya Bahan dan Alat Radiologi 0.00 0.00
Biaya Bahan Makan Pasien 0.00 0.00
Biaya Bahan Bakar Dapur Pasien 0.00 0.00
BHP Ruangan & Oksigen 12,684,300.00 0.00
Jumlah Biaya Bahan 28,294,070.00 0.00
Biaya Jasa Pelayanan
Biaya Jasa Pelayanan Pegawai 1,080,649,470.00 0.00
Biaya Jasa Pelayanan Medis Akrual 0.00 0.00
Biaya Jasa Pelayanan Hari Raya 19,800,000.00 0.00
Biaya Jasa Insentif 29,263,025.00 0.00
Biaya Jasa Pembinaan 0.00 0.00
Jumlah Biaya Jasa Pelayanan 1,129,712,495.00 0.00
Biaya Pemeliharaan
Biaya Pemeliharaan Alat Kedokteran 0.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Alat Transportasi 0.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Perlengkapan Kantor 550,000.00 0.00
Jumlah Biaya Pemeliharaan 550,000.00 0.00
Biaya Barang dan Jasa
Biaya Linen 1,708,000.00 0.00
Biaya Cetakan 2,268,000.00 0.00
Biaya Makanan dan Minuman Pelayanan Lainnya 42,000,000.00 0.00
Biaya Perlengkapan Ruang Pasien 0.00 0.00
Jumlah Biaya Barang dan Jasa 45,976,000.00 0.00

UPT PUSKESMAS SELAAWI 13


Biaya Penyusutan 0.00 0.00
Biaya Pelayanan Lain-lain
Biaya Pasien Jamkesmas, PKMS, Jamkesda, dll 0.00 0.00
Biaya Pemulasaran 0.00 0.00
Biaya Pasien TB 0.00 0.00
Biaya Perjalanan Dinas Pelayanan 4,200,000.00 0.00
Biaya Pelayanan Laboratorium 0.00 0.00
Jumlah Biaya Pelayanan Lain-lain 4,200,000.00 0.00
Jumlah BIAYA PELAYANAN 1,295,658,865.00 0.00
Jumlah BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN 1,295,658,865.00 0.00

22. BIAYA OPERASIONAL ADMINISTRASI DAN UMUM


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
BIAYA OPERASIONAL ADMINISTRASI DAN UMUM
BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM
Biaya Pegawai
Biaya Gaji dan Tunjangan PNS 0.00 0.00
Biaya Lembur 100,000.00 0.00
Biaya Honorarium Panitia 0.00 0.00
Jumlah Biaya Pegawai 100,000.00 0.00
Biaya Administrasi Kantor
Biaya Benda Pos dan Pengiriman 0.00 0.00
Biaya ATK 11,276,743.00 0.00
Biaya Cetakan & Penggandaan 9,394,650.00 0.00
Biaya Pakaian Dinas / Kerja 20,530,500.00 0.00
Biaya Makan Minum Tamu 900,000.00 0.00
Biaya Jasa Langganan Listrik, Air, Telp, Internet 14,760,200.00 0.00
Biaya Jasa Langganan Media, Surat Kabar , Majalah 520,000.00 0.00
Jumlah Biaya Administrasi Kantor 57,382,093.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Adm dan UM
Biaya Pemeliharaan Gedung & Bangunan 40,599,937.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Instalasi/Jaringan 0.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Alat Transportasi 0.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Sarpras Lainnya 300,000.00 0.00
Biaya Pemeliharaan Alat Kantor dan RT 550,000.00 0.00
Jumlah Biaya Pemeliharaan Adm dan UM 41,449,937.00 0.00
Biaya Barang dan Jasa
Biaya Bahan dan Alat Sanitasi 0.00 0.00
Biaya Bahan Pembersih dan Alat Kebersihan 3,725,000.00 0.00
Biaya Bahan Bakar 1,908,100.00 0.00
Biaya Bahan Gas 6,090,000.00 0.00
Biaya Dapur/Pantry 0.00 0.00
Biaya Pengisian Tabung Pemadam Kebakaran 0.00 0.00
Biaya Jasa Konsultan dan Pihak Ketiga Lainnya 0.00 0.00

UPT PUSKESMAS SELAAWI 14


Biaya Makanan dan Minuman Kantor 525,000.00 0.00
Biaya Pengembangan SIM dan TI 2,650,910.00 0.00
Biaya Langganan Media 90,000.00 0.00
Biaya Jasa Kebersihan 0.00 0.00
Biaya Persediaan Alat Listrik dan Elektronik 584,500.00 0.00
Biaya Peralatan dan Bahan Pustaka 935,000.00 0.00
Biaya Sewa 0.00 0.00
Biaya Representasi / Perjalanan Dinas 38,986,900.00 0.00
Biaya Pelatihan 118,186,000.00 0.00
Biaya Instruktur/Narasumber/Pemateri 21,700,000.00 0.00
Biaya Bahan Bangunan 0.00 0.00
biaya persediaan barang bahan obat, BHP dan
0.00 0.00
Embalage
Biaya Barang Bahan Makan 0.00 0.00
Biaya Barang Cetakan 0.00 0.00
Jumlah Biaya Barang dan Jasa 195,381,410.00 0.00
Biaya Promosi
Biaya Pemasaran dan Publikasi 0.00 0.00
Biaya Komunikasi Cepat dan Media Massa 0.00 0.00
Seragam Anggota Klub Prolanis 0.00 0.00
Jumlah Biaya Promosi 0.00 0.00
Biaya Penyusutan & Amortisasi
Biaya Penyusutan 0.00 0.00
Biaya Amortisasi 0.00 0.00
Jumlah Biaya Penyusutan & Amortisasi 0.00 0.00
Biaya Administrasi Umum dan Lain-Lain
Biaya Premi Asuransi dan Kesehatan 0.00 0.00
Biaya Kerugian Piutang 0.00 0.00
Biaya Kerugian Penghapusan Aset Tetap dan Piutang 0.00 0.00
Biaya Aset Extracomtable 0.00 0.00
Biaya Perijinan, Legalisasi, dan Akreditasi 573,500.00 0.00
Biaya Keamanan dan Ketertiban / Sosial 250,000.00 0.00
Biaya Peningkatan SDM dan Capacity Building 0.00 0.00
Jumlah Biaya Administrasi Umum dan Lain-Lain 823,500.00 0.00
Jumlah BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM 295,136,940.00 0.00
Jumlah BIAYA OPERASIONAL ADMINISTRASI DAN
295,136,940.00 0.00
UMUM

23. PENDAPATAN LAIN-LAIN


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 Tahun 2015
Rp Rp
PENDAPATAN LAIN-LAIN
PENDAPATAN LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga Bank
Pendapatan Bunga Bank 0.00 0.00

UPT PUSKESMAS SELAAWI 15


Jumlah Pendapatan Bunga Bank 0.00 0.00
Laba Penjualan Aset Tetap
Laba Penjualan Aset tetap 0.00 0.00
Jumlah Laba Penjualan Aset Tetap 0.00 0.00
Denda
Denda 0.00 0.00
Jumlah Denda 0.00 0.00
Jumlah PENDAPATAN LAIN-LAIN 0.00 0.00
Jumlah PENDAPATAN LAIN-LAIN 0.00 0.00

24. BIAYA NON OPERASIONAL


Akun ini terdiri dari :
Tahun 2016 (Rp.) Tahun 2015 (Rp.)
BIAYA NON OPERASIONAL
BIAYA NON OPERASIONAL
Biaya Bunga
Biaya Bunga 0.00 0.00
Jumlah Biaya Bunga 0.00 0.00
Biaya Administrasi Bank
Biaya Administrasi Bank 1,525,155.00 0.00
Jumlah Biaya Administrasi Bank 1,525,155.00 0.00
Biaya Kerugian Penjualan Aset Tetap 0.00 0.00
Biaya Kerugian Penurunan Nilai 0.00 0.00
Biaya Non Operasional Lain-lain
Biaya Non Operrasional Puskesmas 0.00 0.00
Jumlah Biaya Non Operasional Lain-lain 0.00 0.00
Jumlah BIAYA NON OPERASIONAL 1,525,155.00 0.00
Jumlah BIAYA NON OPERASIONAL 1,525,155.00 0.00

D. PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN

Hambatan dan Kendala yang Ada dalam Pencapaian Target yang telah Ditetapkan

 Perubahan etos kerja menghabiskan anggaran belanja dan pemanfaatan anggaran belum optimal,
pelaksanaan anggaran masih berorientasi menghabiskan anggaran daripada pertimbangan maksimalisasi
pemanfaatan.
 Belum adanya standar penatausahaan dan kebijakan akuntansi yang mendasari setiap penyusunan
pertanggungjawaban dan pelaporan BLUD Puskesmas.

Adapun indikator pencapaian target kinerja BLUD adalah :

 Terpenuhinya kebutuhan anggraan BLUD untuk pemenuhan sarana dan prasarana serta kebutuhan
penunjang untuk memberikan pelayanan kesehatan (misal : alat kesehatan, obat-obatan,pemeliharaan alat
medik dan non medik).
 Belum tercapainya mutu kinerja pelayanan yang dibuktikan dengan survey kepuasan masyarakat
sebesardari target 90%.
 Berjalannya fungsi puskesmas dalam tatanan pelayanan UKP dan UKM.

UPT PUSKESMAS SELAAWI 16