Anda di halaman 1dari 18

PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN

(HAND HYGIENE) RUMAH SAKIT


DAERAH KALISAT

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER


RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT
Jl. MH. Thamrin No. 31 Kalisat - Jember
Telp / Fax (0331) 591038/(0331) 593997
Email/Website rskalisat@yahoo.co.id / www.rskalisat.org

1
DAFTARISI
Halaman Judul i
1. SK DIREKTUR Rumah SakitnDaerah Kalisat
2. KATA PENGANTAR
3. DAFTAR ISI
BAB I LATAR BELAKANG
A. TUJUAN
B. DEFINISI
BAB IIRUANG LINGKUP
BAB IIITATA LAKSANA
1. Kebersihan Tangan
2. Indikasi kebersihan tangan
3. Mempersiapkan kebersihan tangan
4. Prosedur Standar Membersihkan Tangan
5. Handrub antiseptic (handrub berbasis alcohol)
6. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kebersihan tangan
7. Penatalaksanaan hand hygiene
BAB IV DOKUMENTASI
BAB V PENUTUP
LAMPIRAN

2
PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER
RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT
Jln. MH. Thamrin No. 31 Telp. (0331) 591038 Fax (0331) 593997 Kalisat – Jember

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT
NOMOR : 440 / 2002 /35.09.612 / 2017

TENTANG
PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN ( HAND HYGIENE )
DI RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT JEMBER

DIREKTUR RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT,

Menimbang : a. bahwa kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi rumah


sakit merupakan suatu keharusan untuk melindungi
keselamatan pasien, pengunjung, tenaga kesehatan RS dan
masyarakat sekitar Rumah Sakit Daerah Kalisat dari bahaya
terjangkit infeksi dari RS
b. bahwa salah satu kegiatan pencegahan dan pengendalian
infeksi RS, praktek membersihkan tangan adalah salah satu
cara jitu mencegah infeksi yang ditularkan melalui tangan
c. bahwa untuk melaksanakan seperti dimaksud pada butir a,
dan b konsideran menimbang, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia. No. 36 Tahun 2009,

tentang Kesehatan.
2. Undang-Undang Republik Indonesia. No. 44 Tahun 2009,
tentang Rumah Sakit.
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor :
270/Menkes/SK/III/2007, tentang Pedoman Manajerial
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Lainnya.
4. Keputusan Direktur tentang pedoman pengorganisasian PPI
5. Keputusan Direktur tentang pedoman pelayanan PPI

3
M EM UTUSKAN

Menetapkan :

PERTAMA : Memberlakukan Panduan Kebersihan Tangan yang disusun oleh


tim PPI Rumah Sakit Daerah Kalisat

KEDUA : Mengamanatkan pada Komite PPI bertanggung jawab dalam hal


sosialisasi dan monitoring terhadap pelaksanaan
kebersihan tangan ( Hand Hygiene )
KETIGA : Segala kebutuhan biaya kegiatan yang terkait dengan
kebersihan tangan dalam rangka kegiatan PPI Rumah
Sakit Daerah Kalisat, dibebankan pada anggaran Rumah
Sakit Daerah Kalisat Jember
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekliruan dalam
penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : JEMBER

Pada tanggal :

DIREKTUR
RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT

drg. KUNIN NASIHAH, M.Kes.


PEMBINA
NIP. 19650502 199303 2 004

BAB I
PENDAHULUAN

4
I. LATAR BELAKANG
Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat di rumah sakit ketika pasien
masuk rawat atau pernah dirawat di rumah sakit. Infeksi nosokomial terjadi setelah
lebih dari 48 jam, hari rawat. Kegagalan melakukan kebersihan tangan yang baik dan
benar dianggap sebagai penyebab utama infeksi nosokomial (HAIs/ Healthcare-
associated infections) dan penyebaran miroorganisme multiresisten di fasilitas
pelayanan kesehatan dan telah diakui sebagai kontributor yang penting terhadap
timbulnya wabah.
Dari sudut pandang pencegahan dan pengendalian infeksi, praktik membersihkan
tangan adalah untuk mencegah infeksi yang ditularkan melalui tangan. Tujuan
kebersihan tangan adalah untuk menghilangkan semua kotoran atau debris serta
menghambat atau membunuh mikroorganisme pada kulit. Mikroorganisme di tangan
ini diperoleh dari kontak dengan pasien dan lingkungan. Sejumlah mikroorganisme
permanen juga tinggal dilapisan terdalam permukaan kulit yaitu staphylococcus
epidermis.
Selain memahami prosedur mencuci, para petugas kesehatan perlu memahami
indikasi dan keuntungan dari kebersihan tangan terutama keterbatasan, pemakaian
sarung tangan. Dengan adanya panduan kebersihan tangan diharapkan masyarakat
rumah sakit mampu menerapkan prosedur tangan dengan baik dan benar dapat
mencegah penularan mikroorganisrne dan menurunkan frekuensi infeksi nosokomial.

II. TUJUAN
1. Tujuan umum
Terlaksananya kegiatan kebersihan tangan untuk mencegah infeksi yang
ditularkan melalui tangan.
2. Tujuan khusus
a. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mengetahui pengertian tentang
kebersihan tangan.
b. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mengetahui pentingnya
pelaksanaan kebersihan tangan.
c. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mengetahui indikasi dalam
kebersihan tangan.
d. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mengetahui persiapan untuk
kebersihan tangan.
e. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mengetahui metode
kebersihan tangan.
f. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mengetahui prosedur tentang
kebersihan tangan.
g. Semua karyawan Rumah Sakit Daerah Kalisat mampu mengaplikasikan
kebersihan tangan.

5
III. DEFINISI
Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanik melepaskan kotoran dan debris
dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air. Flora transien dan flora
residen pada kulit
1. Flora transien pada tangan diperoleh melalui kontak dengan pasien, petugas
kesehatan lain dan permukaan lingkungannya (misalnya meja periksa, lantai
atau toilet). Organisme ini tinggal di lapisan luar kulit dan terangkat dengan
mencuci tangan menggunakan sabun biasa dan air mengalir.
2. Flora residen tinggal di lapisan kulit yang lebih dalam serta di dalam folikel
rambut, dan tidak dapat dihilangkan seluruhnya, bahkan dengan pencucian dan
pembilasan keras dengan sabun dan air bersih. Untungnya pada sebagian kasus,
flora residen kemungkinan kecil terkait dengan penyakit infeksi yang menular
melalui udara, seperti flu burung. Tangan atau kuku dari petugas kesehatan
dapat terkolonisasi pada lapisan dalam oleh organisme yang menyebabkan
infeksi seperti S.aureus, batang Gram negative atau ragi.
3. Air bersih adalah air yang secara alami atau kimiawi dibersihkan dan disaring
sehingga aman untuk diminum, serta untuk pemakaian lainnya (misalnya
mencuci tangan dan membersihkan instrument medis) karena memenuhi
standar kesehatan yang telah ditetapkan. Pada keadaan minimal, air bersih
harus bebas dari mikroorganisme dan memiliki turbuditas rendah (jernih, tidak
berkabut).
4. Sabun adalah produk-produk pembersih (batang, cair, lembek atau bubuk) yang
menurunkan tegangan permukaan sehingga membantu melepaskan kotoran,
debris dan mikroorganisme yang menempel sementara pada tangan. Sabun
biasa memerlukan gosokan untuk melepaskan mikroorganisme secara mekanik,
sementara sabun antiseptic (antimikroba) selain melepas juga membunuh atau
menghambat pertumbuhan dari hampir sebagian besar mikroorganisme.
5. Agen antiseptic atau antimikroba adalah bahan kimia yang diaplikasikan di atas
kulit atau jaringan hidup untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme
(baik yang sementara atau yang merupakan penghuni tetap), sehingga
mengurangi jumlah hitung bakteri total. Contohnya adalah :
Alcohol 60-90% (etil dan isopropyl atau metil alcohol)
Klorheksidin glukonat 2-4% (Hibiclens, hibiscrub,hibitane)
Klorheksidin glukonat dan cetrimide, dalam berbagai konsentrasi (savlon)
Yodium 3%, yodium dan produk alcohol berisi yodium atau tincture
(yodium tinktur) Iodofor 7,5-10%, berbagai konsentrasi (Betadine atau
Wescodyne).

6
Kloroksilenol 0,5-4% (Paraklorometaksilenol atau PCMX) berbagai
konsentrasi (Dettol)
Triklosan 0,2-2%.
6. Emollient adalah cairan organic, seperti gliserol, propilen atau sorbitol yang
ditambahkan pada handrub dan losion. Kegunaan emollient untuk melunakkan
kulit dan membantu mencegah kerusakan kulit (keretakan, kekeringan, iritasi,
dan dermatitis) akibat pencucian tangan dengan sabun yang sering (dengan atau
tanpa antiseptic) dan air.

BAB II
RUANG LINGKUP
Panduan hand hygiene dipakai sebagai acuan dalam penerapan cuci tangan oleh
semua tenaga di RSD Kalisat, pasien, keluarga dan pengunjung.
7
BAB III
TATA LAKSANA
1. Kebersihan tangan
a. Kebersihan tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien.

8
b. Kebersihan tangan merupakan hal yang paling penting untuk mencegah
penyebaran infeksi.
c. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila tangan terlihat kotor atau
terkontaminasi dengan bahan-bahan protein.
d. Gunakan handrub berbasis alkohol secara rutin untuk dekontaminasi
tangan, jika tangan tidak terlihat noda.
e. Jangan gunakan handrub berbasis alkohol jika tangan terlihat kotor
f. Jangan gunakan produk berbasis alkohol setelah menyentuh kulit yang
tidak utuh, darah atau cairan tubuh. Pada kondisi ini cuci tangan dengan
sabun dan air mengalir dan keringkan dengan lap/tisu sekali pakai.
Hal-hal yang perlu diingat saat membersihkan tangan :
a. Bila jelas terlihat kotor atau terkontaminasi oleh bahan yang mengandung
protein, tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir.
b. Bila tangan TIDAK jelas terlihat kotor atau terkontaminasi, harus digunakan
antiseptic berbasis alkohol untuk dekontaminasi tangan rutin.
c. Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan.

2. Indikasi kebersihan tangan


1) Segera : setelah ditempat kerja
2) Sebelum :
1. Kontak langsung dengan pasien
2. Memakai sarung tangan sebelum pemeriksaan klinis dan tindakan
invansif (pemberian suntikan intra vaskuler).
3. Menyediakan/mempersiapkan obat-obatan.
4. Mernpersiapkan makanan
5. Memberi makan pasien
6. Meninggalkan rumah sakit
3) Diantara : prosedur tertentu pada pasien yang sama dimana tangan
terkontaminansi, untuk menghindari kontaminasi.
4) Setelah :
1. Kontak dengan pasien
2. Melepas sarung tangan
3. Melepas alat pelindung diri
4. Kontak dengan darah, cairan tubuh, sekresi, ekskresi, eksudat luka, dan
peralatan yang diketahui atau kemungkinan terkontaminasi dengan darah,
cairan tubuh, ekskresi (bedpen, urinal) apakah menggunakan sarung
tangan atau tidak menggunakan sarung tangan.
5. Menggunakan toilet, rnenyentuh / melap hidung dengan tangan.
Perlu diperhatikan 5 saat melakukan praktik membersihkan tangan :
1) Sebelum kontak dengan pasien

9
2) Sebelum tindakan aseptis
3) Setelah terkena cairan tubuh pasien
4) Setelah kontak dengan pasien
5) Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

3. Mempersiapkan kebersihan tangan


a) Air mengalir
Sarana utama untuk mencuci tangan adalah air mengalir dengan saluran
pembuangan atau bak penampung yang memadai. Dengan guyuran air mengalir
tersebut maka mikroorganisme yang terlepas karena gesekan mekanis atau
kimiawi saat cuci tangan akan terhalau dan tidak menempel lagi dipermukaan
kulit.
b) Sabun
Bahan tersebut tidak membunuh mikroorganisme tetapi menghambat dan
mengurangi jumlah mikroorganisme dengan jalan mengurangi tegangan
permukaan sehingga mikroorganisme terlepas dari permukaan kulit dan mudah
terbawa oleh air.
c) Larutan antiseptic
Larutan antiseptic atau antimikroba topical, dipakai pada kulit atau jaringan hidup
lainnya untuk menghambat aktivitas atau membunuh mikroorganisme pada kulit.
Kulit manusia tidak dapat disterilkan. Tujuan yang ingin dicapai adalah penurunan
jumlah mikroorganisme pada kulit secara maksimal terutama kuman transien.
Kriteria memilih antiseptic adalah sebagai berikut:
Memiliki efek yang luas, menghambat atau merusak mikroorganisme secara
luas (gram positif dan gram negative, virus lipofilik, basillus atau tuberculosis,
fungi, endospora).
Efektifitas
Kecepatan aktivitas awal
Efek residu, aksi yang lama setelah pemakaian untuk merendam
pertumbuhan. Tidak mengakibatkan iritasi kulit.
Tidak menyebabkan alergi
Efektif sekali pakai, tidak perlu diulang-ulang.
Dapat diterima secara visual maupun estetik.
d) Lap tangan yang bersih dan kering

4. Prosedur Standar Membersihkan Tangan


Prosedur cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dilakukan selama 40 - 60
detik.

10
Tehnik membersihkan tangan dengan sabun dan air harus dilakukan seperti
dibawah ini :
1) Basahi tangan mulai dari pergelangan tangan dengan air mengalir
2) Tuangkan 3 -5 cc sabun cair untuk menyabuni seluruh permukaan tangan,
dengan metode 6 langkah yaitu :
1. Ratakan dengan kedua telapak tangan.
2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
3. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
5. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan
sebaliknya.
6. Gosok dengan memutar ujung jari-jari di telapak tangan kiri dan
sebaliknya.
3) Bilas kedua tangan dengan air mengalir
4) Keringkan dengan handuk sekali pakai atau tissue towel sampai benar-benar
kering
5) Gunakan handuk sekali pakai atau tissue towel untuk menutup kran.

Karena mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak pada keadaan lembab dan air
yang tidak mengalir, maka :
1) Dispenser sabun harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum pengisian ulang.
2) Jangan menambahkan sabun cair kedalam tempatnya bila masih ada isinya,
penambahan ini dapat rnenyebabkan kontaminasi bakteri pada sabun yang
dimasukkan.
3) Jangan menggunakan baskom yang berisi air. Meskipun memakai tarnbahan
antiseptic, mikroorganisme dapat bertahan dan berkembang biak dalam
larutan ini.
4) Jika air mengalir tidak tersedia, gunakan wadah air dengan kran tampung air
yang telah digunakan dalam sebuah ember dan buanglah ke toilet.

5. Handrub antiseptic (handrub berbasis alcohol)


Prosedur cuci tangan dengan handrub antiseptic dilakukan selama 20 - 30 detik.
Penggunaan handrub antiseptic untuk tangan yang bersih lebih efektif membunuh
flora residen dan flora transien daripada mencuci tangan dengan sabun antiseptic
atau dengan sabun biasa dan air. Penggunaan larutan handrub yang efektif sesuai
petunjuk pabrik (sekitar satu sendok teh, 3-5 cc).
Tehnik untuk menggosok tangan dengan antiseptic adalah (tetap menggunakan 6
langkah):

11
Langkah 1 : Tuangkan handrub berbasis alcohol untuk dapat rnencakup seluruh
permukaan tangan dan jari (kira-kira satu sendok teh)
Langkah 2 : Gosokkan larutan dengan teliti dan benar pada kedua belah tangan,
khususnya diantara jari-jari jemari dan dibawah kuku hingga
kering.
Handrub antiseptic tidak menghilangkan kotoran atau zat organic, sehingga jika
tangan sangat kotor atau terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh, harus
mencuci tangan dengan sabun dan air terlebih dahulu. Selain untuk mengurangi
penumpukan emolien pada tangan setelah memakai handrub antiseptic berulang,
tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali setelah 5-10
aplikasi handrub.
6. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kebersihan tangan
1) Jari tangan
Kuku harus dijaga tetap pendek (tidak lebih dari 3 mm melebihi ujung jari).
2) Kuku buatan
Dilarang menggunakan kuku buatan karena dapat berperan sebagai reservoir
untuk bakteri Gram negative.
3) Cat kuku
Tidak diperkenankan menggunakan cat kuku saat bertugas.
4) Perhiasan
Tidak diperkenankan menggunakan perhiasan saat bertugas.
6. Penatalaksanaan hand hygiene
1) Petugas penanggungjawab
Penanggungjawab penerapan hand hygiene adalah IPCN dan IPCD dibantu
IPCLN.
2) Perangkat kerja
a. SPO mencuci tangan
b. Daftar tilik kepatuhan hand hygiene
c. Peralatan cuci tangan :
Menggunakan handwash
- Sabun cair
- Air mengalir
- Wastafel
- Lap pengering (tissu towel)
Menggunakan Handrub
- Botol handrub
- Handrub
3) Tata laksana
IPCN :

12
a. Melakukan kunjungan di tiap unit RSD Kalisat.
b. Melakukan observasi penerapan hand hygiene sesuai dengan SPO mencuci
tangan yang berlaku.
c. Mencatat hasil observasi penerapan hand hygiene sesuai daftar tilik hand
hygiene.
d. Melakukan klarifikasi tentang hasil penerapan hand hygiene.
e. Memberikan informasi dan pelatihan tentang penerapan hand hygiene yang
sesuai dengan SPO yang berlaku.
f. Memberikan reward

IPCLN :
a. Melakukan observasi penerapan hand hygiene sesuai SPO mencuci tangan yang
berlaku.
b. Selalu mengingatkan untuk menerapkan SPO hand hygiene di unit masing-
masing yang menjadi tanggungjawabnya.

BAB IV
DOKUMENTASI

13
1. Hasil observasi penerapan hand hygiene dicatat dalam daftar tilik.
2. Hasil daftar tilik direkap sesuai masing-masing unit kerja di RSD Kalisat.
3. Setiap bulan hasil rekapitulasi dilaporkan kepada pimpinan RSD Kalisat.

BAB V
PENUTUP

14
Demikian panduan kebersihan tangan di Rumah Sakit Daerah Kalisat yang
merupakan keharusan untuk dilaksanakan, dimana dengan adanya panduan dan
pelaksanaan program kebersihan tangan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan
mampu mengendalikan dan mencegah kejadian infeksi nosokomial di RSD Kalisat.

DIREKTUR
RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT

drg. KUNIN NASIHAH, M.Kes.


PEMBINA
NIP. 19650502 199303 2 004

Lampiran Keputusan Direktur Rumah Sakit Daerah Kalisat


Nomor : 440 / 2002 /35.09.612 / 2017
Tanggal :

15
CARA MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN DAN AIR

16
17
Cuci tangan dengan bahan berbasis Alkohol

18