Anda di halaman 1dari 9

Seminar Tugas Akhir 2018/2019

BAB V

KRITERIA DAN KONSEP DESAIN


Kriteria desain merupakan poin-poin yang menjadi dasar untuk melanjutkan
ke tahap pengembangan racangan dimana input dari kriteria desain ini adalah output
atau hasil dari programming yang terdiri atas program ruang dan program tapak.
Input kriteria desain dari program ruang, seperti kebutuhan ruang, performa ruang,
luas ruang, hubungan ruang, organisasi dan sirkulasi ruang, sedangkan dari program
tapak adalah karakteristik tapak yang memuat keseluruhan analisis tapak yang
terpilih. Dalam konsep desain akan menjelaskan kriteria-kriteria yang dibuat dalam
sketsa-sketsa yang mendukung kriteria yang telah dibuat.

5.1 Tujuan Kriteria dan Konsep Desain

Tujuan dari kriteria desain ini adalah sebagai arahan atau acuan dalam
merancang. Kriteria desain ini disebut juga dengan design guidelines yang
menjembatani antara programming (yang terdiri atas program ruang dan program
tapak) dan desain rancangan Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di
Denpasar.

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 108


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

Kriteria tapak bertujuan untuk menetapkan dan mengarahkan desain proyek


secara visual maupun fisik dari segi desain tapak maupun site, hingga desain
bangunan. Kriteria desain proyek juga harus memenuhi peraturan pemerintah Kota
Denpasar, sebagai pemberi izin pembangunan suatu proyek.

5.2 Kriteria dan Konsep Desain

Kriteria dan konsep desain merupakan tuntutan dalam perancangan Galeri


Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar, kriteria dan konsep desain
meliputi beberapa hal yaitu :

5.2.1 Sirkulasi

1. Sirkulasi antara pengunjung dan pengelola dipisahkan dan mempertimbangkan


lalu lintas disekitar agar tidak menimbulkan kemacetan untuk menciptakan
sirkulasi yang baik dan terhindari dari cross circulation.

Sirkulasi pengunjung (main entrance) dan Adanya setback 3m sebagai penanda entrance
pengelola (side entrance) berbeda dan mempermudah sirkulas

Dimensi main entrance mampu dilalui oleh 2 buah


kendaraan roda 4 dengan arah berlawanan

2. Sistem sirkulasi dibuat untuk mudah dimengerti oleh pengunjung dan diberikan
arahan-arahan yang jelas agar tidak membingungkan pengunjung yang datang.

Sirkulasi satu arah Sculputre sebagai focal point Signage untuk menunjukan
pintu masuk

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 109


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

IN OUT

Tampilan main entrance di buat menarik agar dapat Terdapat tanaman pengarah pada
mengundang pengunjung untuk datang jalur sirkulasi

3. Jalur sirkulasi dapat mengakomodasi penyandang disabilitas atau pengunjung


yang memiliki kesulitan dalam mobilitas.

Setiap ramp memiliki kemiringan maksimum 7⁰ Jalur sirkulasi di buat lebih lebar

4. Sistem sirkulasi kendaraan terintegrasi dengan system parkir dengan


menerapkan system parkir yang sesuai.

Pola parkir 90⁰ Pola parkir 45⁰

Pola parkir untuk disabilitas Penataan vegetasi sebagai perindang dan lampu
penerangan pada area parkir

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 110


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

5.2.2 Penampilan Bangunan

1. Menampilkan kesan perpaduan arsitektur masa kini dan arsitektur bali di mana
bangunan itu akan dibangun.
2.

Penggunaan konsep natah Bentuk Tri Angga

Bentuk bangunan dinamis Minimal menggunakan tipologi arsitektur tropis

2. Setiap bangunan memiliki masing-masing fungsi yang berbeda namun tetap


memberi kesan bangunan yang saling terikat dan menyatu antara fungsi satu
dengan fungsi yang lainnya.

Massa bangunan jamak Terdapat penanda pada area Terdapat focal point sebagai
entrance masing-masing banguna pengikat antar bangunan

3. Tampilan bangunan harus dapat menyesuaikan dengan keadaan tapak, namun


Bentuk bangunan tidak mencolok atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan
dengan bentuk bangunan di sekitar tapak agar tetap terlihat serasi dengan
lingkungan.

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 111


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

Terdiri dari elemen atas, Terdapat pengulangan bentuk Bentuk dinding mengikuti
samping dan bawah bangunan bentuk jalan/tapak

Material yang ramah lingkungan dan aman bagi seluruh civitas

Skyline yang harmonis

4. Arsitektur yang digunakan pada rancangan mengacu kepada peraturan daerah


Provinsi Bali.

Bentuk dasar atap yaitu bentuk pelana dan limasan sesuai dengan perda Ketinggian bangunan
yang berlaku maksimal 15 m

5.2.3 Keamanan dan Kenyamanan

1. Mampu memberikan keamanan lebih kepada pengelola dan pengunjung yang


datang ke Taman Wisata Mināgro Untuk Keluarga.

Menghindari penggunaan Metode pengamanan tidak langsung Metode pengamanan langsung


furniture bersudut tajam menggunaan CCTV pada area yang dengan tenaga staff keamanan
rawan dan diletakan tersembunyi dengan melakukan pemeriksaan dan
penjagaan

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 112


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

Kartu akses pada Disediakan alat-alat penanggulangan Adanya jalur evakuasi untuk
ruang-ruangyang terhadap bencana di setiap bangunan bencana
memiliki privasi tinggi seperti APAR, alarm, sprinkler, smoke
detector, dan lain-lain

2. Pengolahan pada pematangan tapak tidak perlu metode yang khusus karena
tapak relative landai dan siap dibangun.

Menggunakan pondasi batu kali untuk Pondasi bangunan 2 lantai


bangunan 1 lantai. menggunakan pondasi batu kali
dan footplate

Vegetasi sebagai pengatur iklim di dalam Menggunakan metode lubang biopori


tapak untuk mencegah air menggenang di
sekitar tapak

3. Mengolah penataan elemen ruang dalam bangunan untuk memberikan


kenyamanan aktivitas yang terjadi dalam ruang.

Menggunakan sistem cross sirculation pada bukaan agar udara dan cahaya dapat bersirkulasi
dan masuk dengan baik dan di bantu oleh sistem pencahayaan dan penghawaan buatan.

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 113


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

Penggunaan sun shading pada bangunan untuk Menggunakan sky light untuk membuat ruang
meminimalisir cahaya yang masuk berlebihan, lebih terang pada siang hari
sun shading digunakan sesuai dengan orientasi
matahari

Penggunaan overstek dengan ukuran Menggunakan warna-warna soft dan mudah


1-1,5m untuk melindungi bangunan dibersihkan pada bangunan
dari air hujan dan sinar matahari
berlebih.

4. Ruangan MEP terletak jauh dari zona publik sehingga tidak menggangu
pengunjung.

Peletakan area MEP jauh dari Letak MEP terletak tersembunyi dengan cara menutup
sirkulasi pengunjung dan pandangan civitas dengan bangunan atau vegetasi
tersembunyi

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 114


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

5.2.4 Display

1. Display harus mampu membuat karya-karya dari anggota komunitas fotografer


yang di pajang menjadi lebih menarik dan mudah dilihat.

Penggunaan penataan karya Penggunaan penataan karya on wall Posisi Pengaturan Dengan Rata
display in show case pada karya panel display pada karya yang Atas
yang berdimensi kecil berdimensi sedang dan besar

Ukurannya panel harus disesuaikan dengan anatomi tubuh manusia, dalam konteks ini manusia di
Indonesia, dengan tinggi diantara 160cm – 180cm. Kemampuan gerak anatomi leher manusia sekitar 30º ke
atas, 30⁰ ke bawah. Maka tinggi vitrin dan panel maksimal adalah 213,3 cm dan 73,15 cm

Pada penataan karya on wall panel display menggunakan Pada penataan karya in show case menggunakan
system celling light (track light) dengan penataan cahaya teknik direct light
non uniform illumination (terfokus pada 1 objek)

Rencana pengaturan ruang dengan pengaturan ruang


yang menunjukkan arah

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 115


Seminar Tugas Akhir 2018/2019

2. Display harus memperhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi


pengunjung maupun pengelola.

Menggunakan pembatas jarak pada karya yang Menghindari bentuk-bentuk display yang menyudut
di anggap memiliki harga yang tinggi tajam

3. Display harus informatif dan komunikatif

Menggunakan shelf talker pada karya-karya Menggunakan floor standing stand untuk
yang di display menaruh diskripsi dari karya yang di anggap
memilikit harga jual yang tinggi

5.2.5 Visibilitas

1. Pengunjung dapat melihat maupun praktek secara langsung saat terdapat


kegiatan sesi pemotretan atau kegiatan lainnya dari komunitas di areal fasilitas
ini sepanjang waktu tanpa mengganggu kegiatan tersebut.
2. Mampu menampilkan view dalam tapak untuk memberikan spot-spot yang bisa
dipakai untuk berfoto.
3. Membatasi jarak pandang wilayah area pengelola atau area private lainnya
untuk menjaga privasi.

Galeri Fotografi dan Pusat Komunitas Fotografer di Denpasar 116