DRAFT 3

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008

BADAN PERENCANAAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2008

KATA PENGANTAR
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting. Selain berfungsi memberi arah bagi proses pembangunan jangka panjang dan jangka menengah; perencanaan tahunan daerah juga akan menjadi dasar bagi proses penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan tahunan daerah. Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional, perencanaan

pembangunan daerah provinsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan tahunan nasional dan kabupaten/kota. Dalam konteks ini, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) akan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan/atau Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Daerah dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Draft 3 ini merupakan rancangan awal hasil pembahasan baik ditingkat internal Bapeda Provinsi Jawa Barat, maupun dengan SKPD Provinsi yang telah dilaksanakan oleh masing-masing bidang. Selanjutnya rancangan awal RKPD ini akan disempurnakan melalui pembahasan dengan Gubernur, Kabupaten/Kota, serta penyebaran angket melalui media massa, untuk memperoleh masukan yang berharga bagi penyempurnaan Rancangan Awal RKPD tahun 2008 ini. Akhir kata, kiranya Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Draft 3 ini masih sangat perlu mendapat masukan dari semua pihak, agar dapat disempurnakan menjadi Rancangan RKPD yang sesuai dengan keinginan pemerintah dan masyarakat Jawa Barat.

Bandung, Kepala,

2007

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

Prof. DR.Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA Pembina Tingkat I NIP. 131 414 797

i

KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI …………………………………..……………………………………………. DAFTAR TABEL ..............................................................................................

i ii iii

BAB I

PENDAHULUAN ………….....…………………….………………………… 1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1.1.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah ...................................... 1.1.2 Landasan Hukum ............................................................ 1.2 Tujuan, Sasaran dan Fungsi ....................................................... 1.2.1 Tujuan ........................................................................... 1.2.2 Sasaran .......................................................................... 1.2.3 Fungsi ............................................................................ 1.3 Pendekatan dan Proses Penyusunan RKPD ................................... 1.4 Sistematika ................................................................................ ISU STARTEGIS PEMBANGUNAN DAERAH ................................... 2.1 Perkembangan Pembangunan Daerah ......................................... 2.2 Isu Strategis .............................................................................. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH ......................................... 3.1 Kerangka Ekonomi Daerah ......................................................... 3.1.1 Perkembangan Ekonomi Daerah ...................................... 3.1.2 Perkembangan Ekonomi Regional 2007-2008 …………………. 3.2 Prioritas Pembangunan Daerah ……………………………………………….. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2008 .......................... 4.1 Matriks Rencana Kerja Prioritas Pembangunan Tahun 2008 ……….. 4.2 Matriks Rencana Kerja Penunjang Pembangunan Tahun 2008 ……. ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH ………………………………… 5.1 Kerangka Anggaran Daerah …………………………………………………….. 5.1.1 Kondisi APBD ………………………………………………………………. 5.1.1.1 Pendapatan Daerah …………………………………………. 5.1.1.2 Belanja Daerah ……………………………………………….. 5.1.1.3 Pembiayaan Daerah ............................................ 5.1.2 Alokasi APBN .................................................................. 5.2 Kebijakan Anggaran ……………………………………………………………….. 5.2.1 Kebijakan Pendapatan Daerah ………………………………………. 5.2.2 Kebijakan Belanja Daerah …………………………………………….. 5.3 Alokasi Anggaran Indikatif Tahun 2008 ....................................... 5.3.1 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ........... 5.3.2 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ………… PENUTUP………………………………………………………………………

I-1 I-1 I-2 I-3 I-5 I-5 I-5 I-5 I-5 I-8 II-1 II-2 II-20 III-1 III-2 III-2 III-5 III-7 IV-1 IV-4 IV-24 V-1 V-1 V-2 V-2 V-5 V-8 V-8 V-12 V-12 V-13 V-15 V-15 V-17 VI-1

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

BAB VI

i

. Perkembangan Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007 Perkembangan Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 s/d 2007 ..........................9 Tabel 5.... Perkembangan Total Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007 ................... Rekapitulasi Daftar Kegiatan APBN/PHLN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2006 Berdasarkan Departemen/LPND ......................................................................11 Tabel 5............... Jumlah Dana APBN Tahun 2004 s/d 2007 .........................................................7 Tabel 5.....................................2 Tabel 5...........................................................8 Tabel 5........................ Rekapitulasi Daftar Kegiatan APBN/PHLN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 Berdasarkan Departemen/LPND ......................................... Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi pada 9 Sektor PDRB .. Perkembangan Dana Pembangunan Berbagai Sumber Dana di Provinsi Jawa Barat tahun 2004 s/d 2007 ........................................2 Tabel 5.. Perkembangan Rincian Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007 .12 Tabel 5..........13 Gambaran Indiaktor Makro Pembangunan Jawa Barat Tahun 2002 s/d 2006 ………………………………………………………………………..........1 Tabel 5....... Perkembangan Pembiayaan Tahun 2003 s/d 2007 ....................................... Alokasi Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan (APBN) Per-SKPD di Provinsi Jawa Barat ................................4 Tabel 5.10 Tabel 5..........DAFTAR TABEL Tabel 2.. Proyeksi Ekonomi dan Sosial Makro Tahun 2008 ........1 Tabel 3................................ Perkembangan Komponen Pendapatan Tahun 2000-2007 dan Proyeksi Tahun 2008 .......... II-2 III-6 III-8 V-2 V-3 V-4 V-4 V-5 V-6 V-7 V-8 V-9 V-10 V-11 V-11 V-13 ii ........5 Tabel 5.......... Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007.....................1 Tabel 3........... Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 s/d 2007 .......................6 Tabel 5..3 Tabe 5..

.........1 Gambar 5.........DAFTAR GAMBAR Gambar 3.................... III-2 V-15 V-16 iii .... Sumber Dana dalam Kebijakan Tahunan Daerah .......................................1 Gambar 5.. Interaksi Kebijakan Pembangunan .....2 Bagan Alir Penetapan Pembangunan Daerah .........................

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB I PENDAHULUAN 1. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan tahunan daerah. Dengan demikian. Atau dengan kata lain.1 LATAR BELAKANG Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional. melalui urutan pilihan. Sebagaimana juga dialami oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. tingkat keberhasilan dari rencana tahun ini akan sangat mewarnai hasil dari keseluruhan proses pembangunan pada periode sebelumnya. Pada tahun 2008 Provinsi Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) akan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan/atau Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Daerah dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). perubahan yang sangat cepat dari kerangka regulasi sejak tahun 2003 merupakan bentuk tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menyiasati proses pembangunan agar tetap sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Renstra masing-masing daerah. Selain berfungsi memberi arah bagi proses pembangunan jangka panjang dan jangka menengah. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. perencanaan tahunan daerah juga akan menjadi dasar bagi proses penganggaran. tahun 2008 ini akan merupakan rencana tahun terakhir dari pelaksanaan Renstra Pemerintah Jawa Barat.1 . Oleh karenanya. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. tingkat keberhasilan dari rencana tahun ini akan menentukan keberhasilan dari kepemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat selama periode 20032008. Dalam konteks ini. perencanaan pembangunan daerah provinsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan tahunan nasional dan kabupaten/kota. Renstra Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat disusun untuk jangka waktu 2003-2008. proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting. Bentuk tantangan lain adalah berbagai permasalahan internal yang dialami oleh daerah.

Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagaimana telah ditetapkan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 20032008 dalam pengelolaan pemerintahan memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan Peningkatan hal tersebut.1. selain untuk tetap sesuai dengan arah pembangunan pemerintah. sehingga ditetapkan visi “Akselerasi Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Guna Pencapaian Visi Jawa Barat 2010”. Meningkatkan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan. yaitu “Dengan Iman dan Taqwa Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010”. Dalam rangka mewujudkan visi akselerasi tersebut ditetapkan lima misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu : Pertama. maka perlu direformulasikan kembali isu strategis dan prioritas pembangunan yang baru. juga untuk mendorong agar kebijakan. Struktur Perekonomian Regional yang Keempat.2 . Disamping itu peta politik di Jawa Barat akan diwarnai oleh penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Kedua. meluasnya penyebaran penyakit flu burung. Mengembangkan Tangguh. 1. seperti kependudukan. rentannya bencana dan kerusakan lingkungan.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah Visi Jawa Barat yang telah ditetapkan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Jawa Barat. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . dan rendahnya ketahanan budaya masyarakat Jawa Barat. Memantapkan Kinerja Pemerintahan Daerah. program dan kegiatan yang direncanakan pada tahun 2008 tetap mengarah kepada pencapaian visi. Ketiga. kurangnya pengendalian pemanfaatan ruang. Upaya reformulasi ini sangat penting. misi dan target yang ditetapkan dalam Renstra Pemerintah Daerah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT diperkirakan masih dihadapkan kepada beberapa permasalahan strategis. Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat. Dengan adanya berbagai tantangan tersebut.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 11. 3 Tahun 2005 Jo Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. 5. 10. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.1. 3. 9.3 . 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. 2. 8. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kelima.2 Landasan Hukum Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Provinsi adalah sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Perpu No. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Nasional. 6. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Budaya Daerah. 7. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.

Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Meneg PPN/Kepala Bappenas tentang dan Petunjuk Mendagri Teknis No.... Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 12.PPN/01/2007.0008/M. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. 21.. Peraturan Presiden Nomor . 23.050/264A/SJ. 18. 20. 15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.. 19. 13. 17. Provinsi Jawa Barat Tahun Penyelenggaraan Musrenbang tahun 2007. 14. Tahun 2007 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2008. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Rencana Strategis Pemerintah Daerah 2003-2008.. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional.. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010. 22..4 .

yaitu pendekatan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan.2 TUJUAN. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antarwilayah. Pendekatan teknokratik. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . antarsektor pembangunan. SKPD Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD). 2. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Kabupaten/Kota. Pendekatan partisipatif. kewilayahan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1.2.1 Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bertujuan untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan. b. Penyusunan RAPBD Provinsi Jawa Barat 1. penganggaran.3 PENDEKATAN DAN PROSES PENYUSUNAN RKPD Dalam penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat. baik yang bersumber dari APBN. APBD maupun sumber lainnya yang sah. 3. dan antartingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. yaitu merupakan penjabaran agenda-agenda pembangunan yang berdasarkan kebijakan kepala daerah maupun aspirasi masyarakat melalui DPRD.2. dan lintas pelaku. 1. lintas sektor. 1. yaitu pendekatan yang menggunakan metode dan kerangka ilmiah yang dilaksanakan secara fungsional. SASARAN DAN FUNGSI 1. Pendekatan politik.2.3 Fungsi RKPD Provinsi Jawa Barat berfungsi sebagai pedoman bagi : 1.2 Sasaran Sasaran RKPD adalah menjadi acuan dan pedoman pembangunan daerah provinsi Jawa Barat. c. yaitu: a. terdapat beberapa pendekatan yang digunakan.5 .

I . Kepala SKPD melaksanakan Forum SKPD untuk mendapatkan susunan prioritas kegiatan dan program serta menampung rencana kerja tambahan ke dalam Rancangan Renja SKPD yang telah disusun. tugas dan fungsi keberhasilan permasalahan dalam periode sebelumnya. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Peraturan Presiden No. Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode tahun 2006.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT d. dan bawah-atas (bottom up) yaitu dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan melalui musyawarah. Proses penyusunan RKPD Provinsi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. 7. Pendekatan atas-bawah (top down). Bapeda melaksanakan penyusunan Rancangan Awal RKPD dengan bahanbahan : hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan tahun 2006. 9. 2. 6. 3. Renstra SKPD. 5. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 serta Rancangan Awal RKP. Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008. 8. Penyusunan SKPD serta Rancangan capaian Renja SKPD dan oleh Kepala SKPD dengan memperhatikan Rancangan Awal RKPD. Penyampaian secara resmi dokumen Rancangan Awal RKPD kepada masingmasing Kepala SKPD untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan Rancangan Renja SKPD serta kepada Kabupaten/Kota untuk penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten/Kota.6 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 . Bapeda melaksanakan penyusunan Rancangan RKPD. Pemerintah Provinsi (Gubernur u.p Kepala Bapeda Provinsi) sebagai peninjau mengikuti Rapat Koordinasi Pusat (Rakorpus) RKP Tahun 2008. yaitu mengintegrasikan Rancangan Awal RKPD dengan Rancangan Renja SKPD yang diterima resmi dari Kepala SKPD. Pembahasan Rancangan Awal RKPD dengan para Kepala SKPD guna disepakati sebagai pedoman penyusunan Rancangan Renja SKPD. 4.

Hasil Musrenbangprov menjadi masukan untuk penyusunan Rancangan Akhir RKPD. Penetapan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT menyampaikan aspirasi Daerah Provinsi terhadap agenda dan program prioritas nasional yang memerlukan dukungan pendanaan dekonsentrasi dan/atau tugas pembantuan pada tahun 2008. dengan Renja mensinergikan dokumen Rancangan Kementrian/Lembaga hasil Rakorpus. Sosialisasi dan penyampaian secara resmi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang RKPD Tahun 2008 Kepada para SKPD. menyampaikan usulan prioritas rencana kegiatan hasil Musrengbangprov dan kebijakan perioritas daerah yang telah disesuaikan dengan agenda dan program prioritas pemabangunan nasional yang tertuang dalam rancangan RKP. 12. Rancangan RKPD Kabupaten/Kota serta melakukan penjaringan aspirasi masyarakat.Kab. 14. Pemerintah Provinsi (Gubernur u. 10. Bapeda melakukan Penyusunan Rancangan Akhir RKPD dengan mempertimbangkan RKP tahun 2008 dan penyusunan naskah Rancangan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi. 13.p Kepala Bapeda Provinsi) sebagai peserta mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrengbannas) Tahun 2007.7 . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . rancangan awal Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD dan rancangan awal kerangka regulasi menurut SKPD. Tujuannya adalah untuk merinci kegiatan prioritas pembangunan. Kepala Bapeda menyelenggarakan Musrenbangprov untuk mendapatkan program masukan bagi penyempurnaan Rancangan Rancangan RKP. mensinkronkan agenda dan program prioritas pembangunan nasional dalam Rancangan RKP serta mensinkronkan Rancangan Renja KL untuk pendanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. RKPD./Kota dan Masyarkat. 11.

PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan prioritas pembangunan daerah berdasarkan isu strategis pembangunan daerah. Latar belakang 1. rancangan RKPD sampai dengan penetapan peraturan kepala daerah.3.2 Landasan Hukum Mencantumkan peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD. evaluasi pembangunan tahunan. musrenbang.4 SISTEMATIKA RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. kerangka ekonomi daerah. capaian kinerja yang direncanakan dalam Renstra Pemerintah.8 . BAB II. sasaran dan fungsi RKPD. BAB III. 1. 1.2. disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I. Sistematika Menjelaskan isi bahasan tiap bab dalam RKPD.4.1. 1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan rumusan evaluasi umum pembangunan daerah pada tahun sebelumnya dan isu strategis pembangunan daerah. Pendekatan dan Proses Penyusunan RKPD Menjelaskan pendekatan dan proses penyusunan RKPD sejak penyusunan rancangan awal RKPD.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah.1.1. Mendeskripsikan visi dan misi jangka menengah daerah dan kaitannya dengan rencana kerja pada tahun rencana. 1. Sasaran dan Fungsi Menjelaskan tujuan. Tujuan. serta aspirasi masyarakat yang disepakati dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . PENDAHULUAN 1.

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV.9 . belanja. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2008 Menjelaskan rumusan prioritas pembangunan. indikasi kegiatan. BAB VI. program. KERANGKA ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan kondisi keuangan daerah dari berbagai sumber dana dan kebijakan pemerintah daerah yang dalam hal pendapatan. sasaran program. PENUTUP Memuat kaidah pelaksanaan dan penegasan dalam menerapkan RKPD serta tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh pembangunan lainnya. sumber dana dan pelaksana kegiatan. dan pembiayaan pembangunan daerah. BAB V. SKPD dan pelaku Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . lokasi.

1 . Perkembangan Indikator makro Jawa Barat sebagai representasi keberhasilan menggambarkan tingkat capaian seluruh bidang pembangunan di Jawa Barat pembangunan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH Menyikapi berbagai perkembangan pembangunan. Berbagai upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat Jawa Barat pada tahun 2008 diharapkan lebih fokus pada program maupun kegiatan yang mempunyai daya ungkit pencapaian target dimaksud. baik itu Pemerintah Pusat. maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. dan daya beli. bisnis kelautan. Untuk itu pencapaian target pembangunan. pendidikan. pada gilirannya diharapkan dapat menjadi pendorong dalam proses pembangunan dalam rangka akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat tahun 2010. Disamping itu hal lain yang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . perkembangan pembangunan daerah di Jawa Barat dihasilkan melalui evaluasi terhadap indikator makro dan terhadap kinerja pembangunan Provinsi Jawa Barat secara umum selama kurun waktu Tahun 2006. Pencapaian Indikator tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh tiga komponen saja yaitu kesehatan. khususnya dalam upaya pencapaian Visi dan Misi yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. yaitu pengembangan Sumber Daya Manusia. masih perlu dioptimalisasikan dalam implementasinya. keberhasilan pencapaian Indikator makro bukan semata-mata intervensi dari program maupun kegiatan yang dilakukan dan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi. diperlukan upaya kerja keras dari pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut sangatlah penting apabila dikaitkan dengan pencapaian target indikator makro pembangunan yang masih kurang memenuhi target. akan tetapi sesungguhnya dipengaruhi pula oleh semua bidang pembangunan. Keberhasilan dalam mendorong core business ini. Oleh karena itu. industri manufaktur dan jasa yang didukung oleh penataan ruang yang mantap dan tersedianya infrastruktur yang memadai. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan 6 (enam) core business Jawa Barat. Agribisnis. akan tetapi dipengaruhi oleh semua program maupun kegiatan yang dilakukan dan didanai oleh berbagai level Pemerintahan. Di samping itu. pariwisata. yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan isu–isu strategis yang akan menjadi rujukan utama dalam menentukan prioritas pembangunan Jawa Barat tahun 2008. baik yang terkait secara langsung dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ataupun yang dianggap sebagai penunjang. Pemerintah Provinsi.

dapat disajikan dalam tabel berikut.2 .52 7.94 7.25 5.18 556.350.02 75.17 27.57 64.42 557. Indikator-indikator keberhasilan ini merupakan indikator pencapaian visi dan misi Jawa Barat oleh seluruh stakeholders.13 67.04 66.570.93 34. Tahun 2007 (diolah) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .02 93.23 3. Perkembangan indikator makro pembangunan Jawa Barat sampai dengan tahun 2006.81 12.28 66.12 7.34 58.98 10.100.63 553.61 95.1 Gambaran Indikator Makro Pembangunan Jawa Barat Tahun 2002 s.110.d.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dijadikan sebagai dasar rujukan penentuan isu strategis adalah masalah terkini yang terjadi dalam skala nasional.35 79.31 61.52 17 2005 69.51 13 TAHUN 2004 68. yang target setiap tahunnya telah ditetapkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Program Pembangunan Daerah (Propeda) Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2007.00 2.94 58. 2.29 11.36 79.95 6.27 93.46 69.23 65.05 80.87 78.06 40.699.44 21 2006 70.10 28.93 57.83 554.08 59.69 4. Dalam bab ini akan diuraikan perkembangan setiap indikator tersebut.57 59. serta identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi setiap indikator tersebut.64 27.50 36.37 67.00 2.00 3. 2006 NO 1 2 IPM Indeks Pendidikan Angka Melek Huruf (%) Rata-rata Lama Sekolah (tahun) Indeks Kesehatan Angka Harapan Hidup (tahun) Indeks Daya Beli Purchasing Power Parity (Rp) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Penduduk Miskin (%) Pengangguran (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) Jumlah Investasi (Trilyun Rp) Kawasan Lindung (%) *)Sumber BKKBN INDIKATOR 2002 67.74 70.99 - 2003 67.1 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DAERAH Karakteristik makro pembangunan daerah merupakan uraian tentang pencapaian hasil pelaksanaan strategi pembangunan daerah yang telah ditetapkan berdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang telah disepakati.00 2.94 29.64 25 3 4 5 6 7 8 9 10 Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat dan Bapeda Provinsi Jawa Barat.96 7.05 *) 10. serta Rencana Strategis Pembangunan Jawa Barat 20032008.55 64. perbandingan dengan target tahunan.40 93.59 94.45 78.00 1.25 27.51 12.91 5.60 7.20 66. Tabel 2.53 551.

yang dihitung dari rata-rata indeks pendidikan. Meskipun pada tahun 2006 total anggaran pendidikan di Jawa Barat baru mencapai angka 12. namun menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya.2008. merupakan gambaran kualitas pembangunan manusia. juga dengan adanya kebijakan anggaran pendidikan pemerintah yang berorientasi pada pemenuhan amanat UUD 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar minimal 20% dari Total APBD. Penduduk Jawa Barat yang masih buta aksara sebagian besar yaitu penduduk usia lanjut dan penduduk yang secara geografis sulit menjangkau sarana dan prasarana pendidikan. maka perkembangan rata-rata capaian IPM tahunannya adalah sebesar 0. Bila dibandingkan dengan target IPM Jawa Barat tahun 2010 yang sebesar 80. yaitu sebesar 0. Memperhatikan perkembangan IPM Jawa Barat dari tahun ke tahun. pada tahun 2006 adalah sebesar 70. indeks kesehatan. Dalam tempo 3 tahun yang tersisa sampai dengan Tahun 2010. Hal tersebut menunjukkan masih terdapat 4. maka sampai dengan tahun 2006 masih terdapat gap sebesar 9.02 poin dibandingkan tahun 2005 yang mencapai angka 79.99 poin. IP dipengaruhi oleh Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Jawa Barat harus meningkatkan rata-rata capaian per tahun menjadi sebesar 3 poin. IPM Jawa Barat.88 % penduduk Jawa Barat yang belum bisa membaca dan menulis.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang disepakati sebagai indikator keberhasilan pembangunan di Jawa Barat berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .12 % pada Tahun 2006 atau terdapat kenaikan sebesar 0. dan indeks daya beli. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .59. dengan capaian yang cukup besar diraih pada periode tahun 20042005. Besarnya angka peningkatan pada periode 2005 – 2006 tidak terlepas dari upaya peningkatan angka partisipasi sekolah melalui kegiatan Akselerasi Penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun yang ditargetkan tercapai pada tahun 2008 dan realisasi Role Sharing Pendanaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar antara Pusat.00. Walaupun perlu diingat kembali bahwa IPM.65 poin.8 % dari Total APBD tahun 2006.05.95 poin. Provinsi dan Kabupaten/Kota. AMH di Jawa Barat telah mencapai angka sebesar 95.6 % dibandingkan dengan AMH tahun 2005.3 . Indeks Pendidikan (IP) pada tahun 2006 sebesar 80.61 mengalami peningkatan sebesar 1.

38%. Meskipun Pemerintah Pusat telah meluncurkan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM bidang pendidikan melalui penyaluran Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs). menunjukkan rata-rata penduduk Jawa Barat baru mencapai tingkat pendidikan kelas satu SMP. serta kendala geografis untuk daerah-daerah terpencil. Upaya lain untuk mengatasi keterbatasan daya tampung yaitu dengan mengembangkan SMP Terbuka dan penerapan Double Shift di sekolah-sekolah yang tidak dimungkinkan lagi dilakukan penambahan ruang kelas baru.223 ruang kelas dan SMP/MTs sebanyak 350 ruang kelas.4 . karena kebutuhan operasional sekolah seperti biaya pengadaan buku sekolah dan biaya transportasi masih tetap menjadi beban orang tua murid.102 ruang kelas. dan SMA/SMK sebanyak 223 ruang kelas. kendala budaya dan/atau tradisi di masyarakat.317 anak. Pada tahun 2006 tercatat jumlah SD/MI yang mengalami rusak berat sebanyak 44.96% dan APM sebesar 93. sejak tahun 2006 telah menyalurkan dana sebesar Rp 172. Masih rendahnya RLS Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh angka partisipasi sekolah baik Angka Partisipasi Kasar (APK) maupun Angka Partisipasi Murni (APM) terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Keterbatasan daya tampung sekolah lebih dipengaruhi oleh tingginya tingkat kerusakan bangunan sekolah di seluruh kabupaten/kota dan tidak meratanya persebaran sekolah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Berkaitan dengan RLS Tahun 2006 sebesar 7. SMP/MTs sebanyak 1.419 anak dan yang terancam DO sebesar 134. Sementara pada jenjang SMP/Sederajat.74 tahun. APK 46. Pada tahun 2005.97%.87%. Pemerintah Jawa Barat melalui Role Sharing Pendanaan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota.907 Milyar untuk rehabilitasi SD/MI sebanyak 2. APK 77.58% dan APM 39. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Sedangkan pada jenjang SMA/Sederajat. terbatasnya kapasitas daya tampung sekolah.695 ruang kelas. Pada tahun 2006 telah dilakukan pengembangan SMP Terbuka sebanyak 537 sekolah. Pada tahun 2006 tercatat angka anak usia 13-15 tahun yang belum sekolah atau tidak sekolah karena Drop Out (DO) sebanyak 37. Ditargetkan pada tahun 2008 semua sekolah yang mengalami kerusakan telah direhabilitasi dan semua kebutuhan RKB telah terpenuhi. APK untuk jenjang SD/Sederajat sebesar 103.34% dan APM 61. namun kehadirannya belum bisa menyelesaikan semua persoalan. serta RKB SMP/MTs sebanyak 700 ruang kelas. Beberapa persoalan yang menyebabkan belum optimalnya angka partisipasi sekolah yaitu biaya sekolah yang tinggi dibarengi dengan rendahnya kemampuan daya beli masyarakat.

adalah kondisi yang terjadi di daerah-daerah tersebut. Berbagai upaya yang perlu dilakukan sebagai bentuk pencegahan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Adapun untuk kendala geografis. dan telah mulai dirasakan efeknya. selain karena faktor pendidikan keluarga. Minimnya sarana dan prasarana pendidikan dan cukup jauhnya jarak antara tempat tinggal penduduk dengan letak sekolah. penyalahgunaan narkoba. Nilai-nilai budaya daerah mulai berkurang atau luntur di kalangan masyarakat terutama di kalangan usia sekolah.5 . dan pergaulan bebas di kalangan remaja. namun belum dimanfaatkan dengan optimal. Selain itu. Upaya yang telah dilakukan pada tahun 2006 yaitu kegiatan pembangunan 10 Unit Sekolah Baru (USB) SMP di kabupaten dengan IPM terendah. Sementara itu. Selain itu bahasa daerah sebagai Bahasa Ibu masyarakat Jawa Barat juga semakin berkurang intensitas dan kualitas penggunaannya baik di pergaulan sehari-hari maupun di lingkungan formal seperti di pemerintahan atau lembaga pendidikan. Manajemen Berbasis Sekolah pada setiap jenjang pendidikan telah dilaksanakan walaupun hasilnya belum optimal dan bervariasi. membuat Jawa Barat semakin rentan terhadap segala bentuk pengaruh budaya asing. Diterapkannya muatan pendidikan nilai-nilai budaya daerah terhadap anak usia Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . yang ditujukan untuk menampung lulusan SD di daerah-daerah terpencil. semakin tingginya angka kenakalan. Berkaitan dengan tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. Begitu juga dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan. juga dipercaya disebabkan oleh lunturnya norma-norma masyarakat yang notabene adalah nilai-nilai luhur budaya daerah. Selain itu pemerintah Jawa Barat juga terus mengupayakan pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerahdaerah terpencil meskipun masih menghadapi kendala rendahnya minat masyarakat dan kurangnya tenaga tutor PKBM. sarana dan prasarananya telah dibangun hampir di semua kabupaten/kota. dengan semakin heterogennya Masyarakat Jawa Barat dan semakin mudahnya akses informasi dan pengaruh budaya asing masuk ke Jawa Barat. ditunjukkan oleh masih adanya daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh sarana dan prasarana pendidikan. serta kurangnya upaya pemutakhiran data dan informasi. Beberapa kendalanya yaitu terbatasnya jumlah dan kualitas SDM pengelola SIM Pendidikan di kabupaten/kota. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin rendahnya apresiasi dan aspirasi masyarakat terhadap bentuk-bentuk kesenian dan tradisi daerah yang sebenarnya mengandung banyak nilai kearifan lokal. berdasarkan hasil evaluasi pada tahun 2006. perlu dilakukan sejak dini.

Namun peningkatan AHH tersebut masih di bawah proyeksi nasional yaitu 68. meninggal 16 orang. melakukan vaksinasi massal pada ayam milik masyarakat menyediakan 47. maka Jawa Barat masih perlu mengakselerasi program dan kegiatannya untuk memperpendek rentang umur 17.6 . Indeks Kesehatan (IK) sebagai salah satu komponen penting dalam perhitungan IPM. dan pengembangan nilai-nilai yang ada di dalamnya ke daerah lain. revitalisasi lembaga kesenian dan kebudayaan daerah yang ada di Jawa Barat juga perlu dilakukan. Upaya penanganan permasalahan wabah flu burung dengan kegiatan pengawasan lalu lintas ternak melalui pemeriksaan kesehatan hewan / unggas di perbatasan provinsi yaitu check point dengan Banjar dan Losari. menunjukkan bahwa rata-rata usia penduduk Jawa Barat adalah 67. konfirmasi 23 orang dan meninggal 19 orang.036 juta dosis disertai sarana penyimpanan vaksin. meningkatkan dan memberikan penyuluhan pada masyarakat.8 tahun meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 66. Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu pelestarian cagar dan desa budaya. pada tahun 2004 sebesar 67. mempresentasikan derajat kesehatan masyarakat suatu wilayah pada periode waktu tertentu yang diukur melalui angka harapan hidup waktu lahir (AHHe0). HIV-AIDS dan penyakit menular lainnya serta masalah gizi buruk pada bayi dan balita. Di samping itu.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dini dan usia pendidikan dasar. Dari sisi Angka Harapan Hidup (AHH). Rumah Sakit Rotinsulu. Sepanjang tahun 2006 terdapat beberapa kejadian dan kasus penyakit menular wabah flu burung (Avian Influenza). meningkatkan pengamatan penyakit baik langsung di lapangan maupun secara laboratorium melalui pengujian rapid test AI. akan menjadi salah satu strategi yang optimal. Indeks kesehatan Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama periode 2004 .57 tahun.28 pada tahun 2005.13 pada tahun 2006. Dengan kondisi tersebut. 69.2006. Di Jawa Barat sampai dengan kondisi bulan Oktober 2006 telah menyebar ke Kabupaten dan Kota dengan jumlah kasus suspect 110 orang. serta menyiapkan rumah sakit rujukan yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin. meningkatkan biosecurity melalui penyediaan desinfektan sprayer. Rumah Sakit Slamet Garut dan Rumah Sakit Sunan Gunung Jati Cirebon. dalam penanganan kasusnya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .23.2 tahun.23 dan belum mencapai kondisi yang sesuai dengan angka harapan hidup maksimal standar UNDP sebesar 85 tahun. dan menjadi 70.

meningkatkan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di bawah koordinasi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA). upaya deteksi dini khususnya untuk kejadian-kejadian penyakit menular. Pada tahun 2006 kasus gizi buruk pada bayi dan balita tercatat 24. Selain itu juga upaya pengurangan dampak buruk HIV/AIDS yang disebabkan penyalahgunaan narkoba suntik. dilakukan dengan menyiagakan Rumah Sakit Rujukan dan Unit Pelayanan Kesehatan seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). pada tahun 2006 dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana puskesmas dengan jaringannya. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan melalui fasilitasi pelaksanaan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). sementara di perdesaan 31%. pemenuhan obat. memutus mata rantai penularan dari ibu ke anak melalui Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT). terutama kaitannya dengan tempat pembuangan akhir (TPA) dan peranan Pemerintah Provinsi dalam mengkoordinasikan TPA ini masih dirasakan belum memadai. melaksanakan penyelidikan epidemiologi pada penderita suspect. Kasus persampahan di kota besar seperti Kota Bandung.7 . sampai dengan September 2006 jumlah kasus sebanyak 2. Ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah merupakan hal yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.356 HIV dengan 62 % penularan HIV karena penyalahgunaan napza suntik. Polindes. Adapun penanggulangannya. Upaya meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat di Jawa Barat. kasus penyakit lainnya yang terjadi adalah gizi buruk pada bayi dan balita. Tabungan bagi ibu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Kemudian juga menerapkan standar pengamanan untuk donor darah di PMI.729 kasus. RS Ujung Berung. mengindikasikan bahwa masalah persampahan di perkotaan belum memadai.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat merupakan Provinsi yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS terbesar ke-2 setelah DKI Jakarta. dan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.154 kasus terdiri 798 AIDS dan 1. RS Bungsu dan RS Balai Sartika. Gerakan Sayang Ibu. pengambilan spesimen penderita dan kontak untuk diperiksa. dan upaya-upaya perbaikan lingkungan. Selain itu juga dilakukan pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat. melalui aktivitas Posyandu. Sementara itu. dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT). Cakupan pelayanan air bersih di perkotaan baru mencapai 46%. Pos Kesehatan di Pesantren. peningkatan sumber daya tenaga kesehatan baik kuantitas maupun kualitas.

Dibandingkan dengan jumlah penduduk menghasilkan rasio 1 puskesmas berbanding 40. Desa Sehat dan Desa Siaga). Adapun angka riil keluarga miskin tahun 2005 sebanyak 2.622 orang dan jumlah bidan sebanyak 6. Sementara itu jumlah dokter umum di puskesmas sebanyak 1. Pada tahun 2006.465 puskesmas pembantu dan 527 unit puskesmas keliling.919 orang bidan yang tinggal di desa. ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan.100.-.481 orang dan 3.95%.. Hal ini mengindikasikan bahwa angkatan kerja yang begitu besar di Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .6 namun tidak tersebar dengan merata. Indeks daya beli masyarakat Jawa Barat pada tahun 2006 adalah sebesar 59. Tingginya angka pengangguran akan memiliki implikasi terhadap keamanan dan stabilitas regional. jauh lebih rendah dari kondisi ideal 1 puskesmas berbanding 30. banyak disebabkan oleh faktor eksternal Jawa Barat.819 orang penduduk.42 poin dengan tingkat kemampuan daya beli yang sebesar Rp 557.18 dengan tingkat kemampuan daya beli sebesar Rp 556. Tinggi rendahnya TPT mengalami kepekaan terhadap dinamika pasar kerja dan tingkat kesejahteraan masyarakat. seperti belum mantapnya kebijakan ekonomi makro Nasional.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT bersalin (Tabulin) serta peningkatan kesehatan lingkungan (SARASA.000 orang. Proporsi penduduk miskin di Jawa Barat masih menunjukkan angka yang tinggi. Rasio dokter umum per puskesmas adalah 1. menurun dari tahun 2005 yang sebesar 11.88%.29% dan pada tahun 2006 menjadi 29.8 juta KK. TPT penduduk laki-laki sebesar 8.atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005 yang sebesar 59.110.79% dan TPT penduduk perempuan sebesar 15. Pelayanan kesehatan berkaitan dengan ketersediaan sarana kesehatan baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan.8 . Faktor-faktor tersebut cukup menekan laju pengembangan kemampuan daya beli masyarakat.91%. Relatif lambatnya peningkatan kemampuan daya beli masyarakat Jawa Barat. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan proporsi jumlah penduduk yang mencari pekerjaan secara aktif terhadap jumlah seluruh angkatan kerja. belum stabilnya nilai tukar rupiah dan kenaikan BBM. dan menjadi 3.05%. Pada tahun 2005 tercatat proporsi penduduk miskin dari total keluarga di Jawa Barat sebesar 28. Pada tahun 2006 terdapat 998 puskesmas yang didukung oleh 1.02 juta KK pada tahun 2006. peralatan dan obat-obatan. Hasil Suseda 2006 menggambarkan bahwa TPT Jawa Barat mencapai 10.

sedangkan pada tahun 2005 menjadi 5. Hal yang mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflansi. Jumlah investasi yang terus berkembang ini.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat belum terserap secara optimal oleh sektor-sektor formal. sektor jasa 13. sektor industri 17. Beban tingginya angka pengangguran yang ditanggung Provinsi Jawa Barat disebabkan antara lain tidak sebandingnya jumlah pertumbuhan angkatan kerja dengan laju pertumbuhan kesempatan kerja yang menjadi pemicu timbulnya permasalahan sentral dalam ketenagakerjaan. Gambaran ini menunjukkan terjadinya kecenderungan peningkatan investasi di Jawa Barat sebagai dampak membaiknya iklim investasi.64 triliun pada tahun 2006. sedangkan yang mencari pekerjaan terjadi penurunan dari 2.9 . dari Rp 40. LPE Jawa Barat pada tahun 2004 sebesar 5.15% lebih rendah dari inflasi tahun 2005 sebesar 18.44 triliun pada tahun 2005. Jumlah Investasi Jawa Barat berdasarkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) selama periode tahun 2004 – 2006 terus mengalami pertumbuhan. pengiriman tenaga kerja keluar negeri serta pemberian pelatihan agar kualitas tenaga kerja semakin produktif.08%. dan Rp 75. selanjutnya di sektor perdagangan 25. dan memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbunan ekonomi selama periode tahun 2004 – 2006.04 juta orang.52 triliun pada tahun 2004. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .34 juta meningkat dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 17. namun di sisi lain terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan dan jasa.31%.37%. bahkan jika diperhatikan berdasarkan skenario target yang telah ditetapkan. Struktur Ketenagakerjaan di Jawa Barat pada tahun 2006 masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 26.6%.02% pada tahun 2006. Apabila dibandingkan dengan tahun 2005. Laju inflansi Jawa Barat pada tahun 2006 sebesar 6.37%. antara lain melalui program pemberian kerja sementara di desa.029 juta pada tahun 2005 menjadi 1. Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanggulangan pengangguran. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) periode tahun 2004 – 2006 mengalami kenaikan yang signifikan. terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. dan menjadi 6. menunjukkan bahwa realisasi telah melampaui target. Rp 61.51%. sebagai akibat lapangan pekerjaan yang kurang dan tingkat kompetensi angkatan kerja yang rendah.60%.89 juta pada tahun 2006. Angkatan kerja pada tahun 2006 sebesar 17. mengindikasikan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.

Pada kawasan lindung non hutan juga dipasang tanda batas di lapangan berupa Bench Mark yang menghubungkan jaringan titik kontrol geodetik sebanyak 750 titik di Kabupaten Tasikmalaya. 18. Sukabumi. dan pada tahun 2006 sebesar Rp 21. Selain itu. Peningkatan fungsi lindung pada kawasan hutan baik hutan lindung maupun hutan konservasi terus diupayakan dari berbagai sumber anggaran. Bogor. juga saresehan Kepala Desa di sekitar Hutan.371 Trilyun.806 Ha. Bandung. kawasan hutan lindung dan konservasi adalah 447. upaya-upaya preventif dilakukan melalui operasi pengamanan kawasan hutan dan pembentukan PAM swakarsa di beberapa kabupaten. Dari Neraca Sumber Daya Hutan Jawa Barat tahun 2005. Maka.146 Trilyun. Gambaran ini menunjukkan terjadinya kecenderungan peningkatan investasi yang merupakan kontribusi dari peningkatan investasi PMA maupun PMDN sebagai dampak membaiknya iklim investasi. Garut.386 Ha dan kawaan lindung di luar kawasan hutan seluas 196. pada tahun 2004 sebesar Rp. dewasa ini negara kita termasuk Provinsi Jawa Barat. 14. tahun 2005 sebesar Rp. Target pencapaian kawasan lindung pada tahun 2006 yaitu sebesar 25 % dengan rincian kawasan hutan sebesar 12% dan kawasan lindung non hutan sebesar 13%. Indikator kelestarian hutan sebagai tujuan akhir dari proses pengelolaan hutan dapat dilihat dari status hukum kawasan hutan yang ditandai dengan tanda batas yang jelas di lapangan oleh karena itu untuk menjamin status hukum kawasan hutan sampai dengan tahun 2006 sudah dilaksanakan penataan batas kawasan konservasi sebanyak 13 unit. Dlam hal Ketahanan pangan. menghadapi masalah meningkatnya harga beras yang tentunya sangat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara keseluruhan realisasi PMA/PMDN mengalami peningkatan. Papandayan dan Gunung Tilu seluas 2.543.968 Trilyun.92 Ha atau sebesar 12% sehingga target luasan kawasan lindung yang berupa kawasan hutan sudah dapat tercukupi. sementara itu di hutan lindung sampai dengan tahun 2006 telah dilaksanakan reboisasi seluas 41. Sementara kawasan lindung non hutan yang berasal dari lahan-lahan masyarakat dan perkebunan yang berfungsi sebagai hutan sekunder maupun hutan primer yaitu sebesar 417. dalam rangka peningkatan fungsi lindung pada kawasan hutan dilaksanakan melalui upaya preventif maupun kuratip. secara keseluruhan pencapaian kinerja kawasan lindung sebesar 23.25 %.479 Ha atau 11.10 . melalui Dana APBD telah dilaksanakan rehabilitasi hutan konservasi di Cagar Alam Kamojang.25%.500 Ha.

69 km (sesuai Kepmen Kimpraswil No. jaringan listrik. sementara kebutuhan beras per bulan masyarakat Jawa Barat sebesar 367.0 km. jalan provinsi. 620 / SK – 74 Peny. Infrastruktur wilayah merupakan aspek yang penting dalam pembangunan daerah. Jaringan Jalan Nasional sepanjang 1.18 km dan jembatan sebanyak 1. mobilitas dan tingkat kemantapan jalan. berdasarkan status jalan. 620/4135/Sarek perihal Ruas-ruas Jalan Provinsi di Jawa Barat) 3. pemenuhan kebutuhan wilayah. serta sarana dan prasarana permukiman berperan sebagai pengarah pembentukan struktur ruang. Jaringan jalan tol dengan panjang ± 251.Prog/98) 5.2 juta ton padi sampai dengan Bulan November 2006. Penyebabnya antara lain adalah mundurnya masa tanam akibat kekeringan cukup panjang yang melanda Provinsi Jawa Barat yang mengakibatkan keterlambatan suplai beras dan peningkatan kebutuhan masyarakat yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Jaringan Jalan Non Status pada jalur horizontal Jawa Barat Bagian Selatan sepanjang 257.00 meter. jalan non status. jalan kabupaten/kota serta jalan tol dengan rincian sebagai berikut : 1.181 km (sesuai Kep-Gub No. Jaringan Jalan Provinsi sepanjang 2. Selain itu Jawa Barat memberikan kontribusi terhadap produksi padi nasional sebesar 18%. Pada dasarnya Provinsi Jawa Barat telah berhasil memproduksi sekitar 9.74 km dan jembatan sebanyak 157 buah dengan panjang 4.11 . pemacu pertumbuhan wilayah serta pengikat wilayah. Indeks aksesibilitas dan mobilitas masing-masing adalah perbandingan antara panjang jalan dengan luas wilayah dan perbandingan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .520. 375/KPTS/M/2004) 2. 4. sumberdaya air. Walaupun total produksi setiap tahun selalu surplus. Tingkat pelayanan jaringan jalan dapat diukur dengan indeks aksesibilitas. Infrastruktur wilayah yang terdiri dari infrastruktur transportasi.5 ribu ton. Pada aspek transportasi.303 buah dengan panjang 15.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT memberatkan masyarakat.498.046. sehingga memicu kenaikan harga beras. Idul Adha dan Tahun Baru.140. Jaringan Jalan Kabupaten/Kota sepanjang 14.00 meter (sesuai Surat Gubernur Jawa Barat kepada Menteri Pekerjaan Umum No.199. Natal. sistem jaringan jalan yang ada di Provinsi Jawa Barat dapat dibagi menjadi jaringan jalan nasional. namun produksi di bulan-bulan tertentu selalu terjadi defisit.

Tingkat pelayanan ruas jalan mantap adalah ruas jalan dengan umur rencana yang dapat diperhitungkan serta mengikuti suatu standar perencanaan teknis.5 dan 1. Jalan dengan kondisi mantap adalah ruas jalan dengan kondisi baik dan sedang. Sedangkan pengertian ruas jalan tidak mantap adalah ruas jalan yang dalam kenyataannya sehari-hari masih berfungsi melayani lalu lintas dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat.45. Berdasarkan hasil survey Ditjen Perhubungan Darat. layanan infrastruktur sumber daya air dan irigasi ditinjau dari aspek pemenuhan kebutuhan air baik untuk menunjang kegiatan pertanian maupun kebutuhan domestik juga masih kurang memadai.1% dari yang ditargetkan sebesar 88. Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dan beberapa bandara perintis lainnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menampung kebutuhan penumpang dan kargo baik domestik maupun internasional.0. bencana alam banjir dan kekeringan masih terus terjadi tersumbatnya muara sungai karena sedimentasi yang tinggi. 16 % penumpang domestik dan internasional di Bandara Soekarno Hatta berasal dari Provinsi Jawa Barat. keberadaan bandar udara di Jawa Barat dirasakan masih belum memadai untuk menampung demand yang ada. Sampai dengan akhir tahun 2006. Demikian pula halnya dengan kondisi jaringan irigasi.53 dan 0.000 penduduk. dalam beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan persiapan pembangunan bandara internasional Jawa Barat. Kondisi ini masih perlu ditingkatkan mengingat standar pelayanan minimal untuk indeks aksesibilitas dan mobilitas di Provinsi Jawa Barat masing-masing adalah 1. dimana sekitar 40 % infrastuktur irigasi masih dalam kondisi rusak berat dan ringan sehingga intensitas tanam pada sawah di daerah irigasi yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru mencapai sekitar 187 %.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT panjang jalan dengan 1. indeks aksesibilitas dan mobilitas di Provinsi Jawa Barat masing-masing baru mencapai angka 0.0 %. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 antara lain akibat menurunnya kapasitas infrastruktur sumber daya air dan daya dukung lingkungan serta II . Sedangkan tingkat kemantapan jalan baru mencapai 86. Oleh karena itu. Selain itu. Pada aspek sumber daya air dan irigasi.12 . Demikian pula halnya dengan kebutuhan kargo domestik dan internasional yang terus meningkat. belum dapat terlayani dengan optimal oleh berbagai bandara yang ada di Jawa Barat. Sedangkan tingkat kemantapan jalan adalah kondisi ruas jalan didasarkan oleh nilai International Roughness Indeks (IRI) dan Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) jalan yang diperoleh melalui pengukuran dan penghitungan di lapangan. Sementara itu.

13 . Meningkatnya konsumsi energi khususnya bahan bakar minyak.3 juta sambungan baru setiap tahunnya. dibutuhkan penambahan sebesar 1. Cianjur. dimana hanya 24 desa tersebar di Kabupaten Bogor. strategis. Implementasi pemanfaatan energi alternatif dalam rangka peningkatan ketahanan energi masyarakat khususnya dipedesaan serta pengembangan produk energi alternatif secara nyata memberikan dampak positif terhadap produktivitas perekonomian dan Selain itu.73 %. pertambahan penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan semakin bertambahnya kebutuhan akan energi. Hal ini merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu proses pembangunan di Jawa Barat. Komitmen yang tinggi secara nasional.000 sambungan dengan perkiraan biaya 267 milyar yang direncanakan terealisir pada Tahun 2008. artinya sekitar setengah rumah tangga di Jawa Barat belum dapat mengakses listrik. Sampai akhir tahun 2006 rasio elektrifikasi elektrifikasi rumah tangga baru mencapai 57. Garut dan Ciamis yang belum tercakup infrastruktur listrik sampai ke desa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memprogramkan pemasangan sebanyak 80. Untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa Barat diperlukan jaminan pasokan ketenagalistrikan dan peningkatan layanan serta cakupan infrastruktur bagi masyarakat. Dalam pengembangan ketenagalistrikan yang diarahkan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. pengembangan sumber-sumber energi sebagai pembangkit listrik menjadi langkah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Cakupan pelayanan infrastruktur listrik perdesaan di Jawa Barat masih belum optimal. Kebutuhan enegi tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan penyediaan energi yang pada akhirnya akan dihadapkan pada masalah kerentanan energi yang berpotensi terhadap terjadinya krisis energi. dalam rangka menjaga kelangsungan pasokan listrik.59 %. mengingat masih rendahnya akses listrik masyarakat. Dalam hal ketahanan energi. Namun demikian tingkat perdesaan telah mencapai 99. menjadikan listrik perdesaan sebagai isu strategis dalam pengelolaan sektor ketenagalistrikan di Indonesia. kenaikan harga dan kelangkaan BBM secara langsung memberikan implikasi terhadap pasokan listrik Jawa Barat dan penggunaan energi secara langsung. Dengan basis kependudukan Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bermukin di perdesaan maka peran listrik perdesaan menjadi sangat strategis. Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 95% pada Tahun 2025 secara nasional.

Sebagaimana yang terjadi akibat tingkat aktifitas yang cukup tinggi terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan polusi udara yang cukup memprihatinkan. peningkatan industri penunjang serta lainnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada saat ini semakin banyak industri yang mulai menggunakan batu bara sebagai sumber energi yang berkontribusi terhadap degradasi kualitas udara. bioenergi. sosialisasi. 70% diantaranya dilakukan secara open dumping yang dapat mencemari lingkungan. Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang diiringi pula oleh peningkatan laju volume sampah. tidak diimbangi dengan laju penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan maupun pengolahannya. Fenomena yang ada menunjukkan adanya kemerosotan kualitas lingkungan di beberapa wilayah seperti kerusakan hutan dan lahan. serta secara nyata merupakan dukungan yang besar terhadap keberhasilan pencapaian kebijakan pengelolaan energi nasional (PEN) 2005 – 2025. Sementara itu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jawa Barat yang pada tahun 2006 berjumlah 43 unit. Dukungan secara penuh terhadap pengembangan sumber energi alternatif berikut produknya di Jawa Barat melalui kegiatan implementasi energi alternatif di masyarakat. dan 80% dari seluruh TPA yang ada hanya memiliki masa sisa pakai kurang dari 5 tahun.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kualitas kehidupan masyarakat setempat.14 . Jumlah sampah yang terangkut pada tahun 2006 tidak melebihi 20% dari total sampah yang ada. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . angin dan sebagainya dalam energy mix Jawa Barat. sehingga 80% sampah yang belum terlayani memiliki kecenderungan untuk dibuang ke sembarang tempat diantaranya ke badan sungai. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan yang merupakan faktor penentu yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Kontribusi gas buang kendaraan bermotor terhadap polusi udara telah mencapai 60-70%. surya. pencemaran air dan udara serta persoalan sampah yang cenderung meningkat baik dalam skala regional maupun lokal. Pemanfaatan energi alternatif ini akan memberikan pilihan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya energinya. diharapkan dapat memperluas peran (share) energi alternatif seperti briket batubara. Peningkatan pencemaran serta kerusakan lingkungan di Jawa Barat merupakan sisi lain dari dampak positif pembangunan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian.

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kemudian. Citanduy dan Cisanggarung. Kegiatan penanganan pengendalian LPP melalui administrasi kependudukan baru sampai tahap pengkoordinasian dari tingkat kecamatan sampai ke tingkat provinsi dalam pengelolaan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK). Hal ini ditunjukkan dengan kualitas beberapa sungai utama seperti Citarum.94 persen.25 persen meningkat menjadi hanya 2.09 persen dan di periode tahun 2005-2006 LPP-nya mengalami penurunan menjadi 1. hasil yang disepakati adalah Up Dating Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa total lahan kritis pada tahun 2004 seluas 580. Cimanuk. Selanjutnya. 53 kali angin topan. tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Program Keluarga Berencana (KB) dan transmigrasi. Pencemaran sumberdaya air dari industri maupun domestik menyebabkan kualitas air tersebut menjadi semakin buruk. intrusi air laut serta abrasi dan kerusakan pantai selatan terutama pasca tsunami. tetapi terus mengalami penurunan pada periode tahun 2004-2005 menjadi hanya sekitar 2. kondisi fisik dasar wilayah Jawa Barat dengan struktur geologi yang kompleks disertai tingginya curah hujan telah menjadikan Jawa Barat sangat rentan terhadap berbagai ancaman bencana alam. 3 kali gempa bumi dan satu kali tsunami di wilayah pantai selatan. Upaya pengendalian pertumbuhan penduduk yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu melalui pengendalian administrasi kependudukan. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Provinsi Jawa Barat dari tahun ke tahun relatif terus menurun. Di sisi lain kerusakan dan pencemaran lahan dan badan air tersebut pada akhirnya berpengaruh pula terhadap kondisi pantai Jawa Barat. 38 kejadian banjir.64 persen pada periode berikutnya (tahun 20032004). Sementara itu kondisi sumber air semakin parah dengan berkurangnya debit air yang diakibatkan oleh bertambahnya luasan lahan kritis yang menyebabkan semakin besarnya tingkat erosi dan sedimentasi. Pada tahun 2006 tercatat ada sekitar 142 kejadian kebakaran. Kerusakan pantai yang terjadi terutama di pantai utara dengan adanya akresi.397 ha. LPP Provinsi Jawa Barat mencapai 2. Ciliwung. Kondisi tersebut menunjukkan upaya pengendalian penduduk di Provinsi Jawa Barat relatif cukup baik. Sebagai tahap awal.15 . Tingginya pengambilan air tanah menyebabkan turunnya muka air tanah secara drastis terutama di Cekungan Bandung yang mencapai penurunan sekitar 2 – 5 m per tahun. Pada periode 2002-2003. 140 tanah longsor.

Berdasarkan MoU tersebut.189 PUS dan yang menjadi peserta KB aktif sebanyak 6. Dengan total animo masyarakat untuk bertransmigrasi sebanyak 6. suntik 48. pada tahun 2006 telah terealisasikan pengiriman transmigran ke 13 provinsi daerah penerima sebanyak 600 KK.510. yang sekaligus diharapkan dapat membatasi kecenderungan pertumbuhan perkotaan yang acak (urban sprawl) ke wilayah sekitarnya.4%. Implant 4. Wilayah Bodebek ditetapkan sebagai salah satu dari 3 (tiga) Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di Jawa Barat dalam satu sistem Metropolitan bersama dengan DKI Jakarta. IUD 13. Sebagaimana yang tercantum dalam Perda Nomor 2 tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Barat. MOP 1. yang ditunjukkan dengan tingginya jumlah Wanita Usia Subur (1549 tahun).959. terdapat beberapa hal penting yang berkembang akhir-akhir ini.679 KK. Maka. Adapun capaian pelaksanaan Program KB pada tahun 2006 meliputi jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 7. Dalam aspek penataan ruang. dengan kata lain kemungkinan tingkat drop out nya sangat tinggi. Kawasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT penduduk hasil pemilihan presiden putaran ke-2 yang akan dijadikan dasar pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2008. Adapun pembinaan transmigrasi lokal (translok) dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat translok di 21 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) dengan jumlah sasaran transmigran sebanyak 4. kemudian muncul istilah Megapolitan Jakarta yang menginisiasikan suatu konsep pengembangan ruang dan wilayah secara terpadu dengan melibatkan peran aktif Pemerintah Daerah masing-masing.79%.38%. Penanganan transmigrasi tahun 2006 dilaksanakan melalui pengiriman transmigran antar pulau dan mengoptimalkan transmigrasi lokal. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu penandatanganan MoU Bidang Ketransmigrasian antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai daerah pengirim dengan 14 provinsi di Indonesia sebagai daerah penerima. MOW 2. berarti baru sekitar 10% KK yang telah diberangkatkan. Dalam pengembangan wilayah Jawa Barat.8%.77%. terdiri dari Pil 28%. Selain itu pada tahun 2006 di Jawa Barat terjadi momentum demografi. dan kondom 0. Namun demikian dari dari data penggunaan alat kontrasepsi tersebut menunjukkan bahwa prosentase terbesar adalah pengguna kontrasepsi yang tidak mantap.33%.300 PUS atau CU/PUS 81. menjadi penyebab masih kecilnya prosentase KK yang telah diberangkatkan melalui kegiatan transmigrasi.16 .5%. Terbatasnya dana baik APBN maupun APBD dan tingginya biaya pemberangkatan per KK.831 KK.

hal tersebut didukung pula oleh adanya kebijakan pemerintah dengan ditetapkannya Permendagri nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelayanan Satu Pintu. namun hingga saat ini dukungan regulasi pemerintah pusat berupa penetapan Peraturan Pemerintah mengenai Penyerahan Urusan Pemerintahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . yaitu peran provinsi.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Bodebek bersama dengan Kawasan Bopunjur ditetapkan sebagai kawasan andalan. terutama dalam pengendalian pemanfaatan ruang khususnya di Kawasan yang strategis secara nasional dan regional. Salah satu tujuan otonomi daerah adalah mendekatkan pemerintah kepada masyarakatnya yang mengandung makna adanya kedekatan dalam pelaksanaan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat sesuai dengan penyerahan urusan. Artinya Bodebek dan Bopunjur tidak diposisikan sebagai penyangga dalam memenuhi kebutuhan DKI Jakarta. sebagaimana Kawasan Bedebek-punjur dalam konteks Kawasan tertentu Jabodetabek-Punjur serta Kawasan Bandung Utara (KBU) dalam konteks Metropolitan Bandung. Dalam hal itu. Di wilayah Jawa Barat lainnya. maka posisi Bodebek dan Bopunjur harus sejajar dengan ibukota Negara dalam aspek pemenuhan public services. dalam hal ini Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat. akan tetapi sebagai mitra yang saling menguntungkan. merupakan suatu hal yang harus dioptimalkan. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu harus didukung oleh konstruksi kelembagaan perangkat daerah yang memadai. cepat. Berkaitan dengan visi Jawa Barat yang ingin menjadi mitra terdepan ibukota Negara. Dalam hal ini. Pemerintah Provinsi bersama DPRD Provinsi Jawa Barat telah berhasil menyetujui suatu Peraturan Daerah yang mengatur mengenai Operasionalisasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Bandung Utara yang dimaksudkan dapat menjadi payung legalitas dari peran Provinsi Jawa Barat dalam mengendalikan kepesatan pembangunan di KBU. selain sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional. terdapat Kawasan Bandung Utara (KBU) yang mempunyai peran yang sangat penting dalam mempertahankan Daya Dukung dan Daya Tampung di Kawasan Cekungan Bandung. maka keberlanjutan daya dukung dan daya tampung Kawasan Cekungan Bandung adalah hal yang harus terus diperhatikan. Dalam hal Kawasan Cekungan Bandung. transparan. Kepuasan pelanggan harus menjadi orientasi utama dalam pelaksanaan pelayanan publik yang diwujudkan dengan pelayanan yang murah.17 . juga nota bene merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat serta merupakan pintu gerbang Jawa Barat. mudah. pasti dan terjangkau sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

hal ini sejalan dengan ditetapkannya Permendagri 15 Tahun 2006 Tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah dan Permendagri 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah. pengawasan melekat atasan langsung dan pengawasan fungsional menjadi instrumen yang menjadi pilar pemberantasan KKN yang bermuara pada terwujudnya Good Governance. lintas sektor khususnya di wilayah perbatasan guna memperkecil kesenjangan pembangunan antara daerah yang satu dengan yang lain dengan prinsip saling menguntungkan guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. kolusi dan Nepotisme menjadi hal yang substansial dalam reformasi birokrasi. Dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah pendapatan daerah merupakan salah satu modal dasar pembangunan daerah Jawa Barat. sehingga optimalisasi pengawasan masyarakat. hubungan pemerintahan yang harmonis merupakan prasyarat bagi tercapainya tujuan otonomi daerah. pengawasan legislative. upaya pemberantasan korupsi. dengan ditetapkannya PP 72 Tahun 2005 Tentang Desa membawa perubahan manajemen dan administrasi pemerintahan Desa oleh sebab itu fasilitasi Provinsi dalam meningkatkan kinerja pemerintahan Desa menjadi kata kunci dalam mendukung tercapainya tujuan otonomi Desa. Semakin efisien dan efektif pengelolaan keuangan daerah maka diharapkan dapat mempercepat pencapaian pembangunan di Jawa Barat.18 . Penguatan otonomi daerah di samping dilaksanakan di Provinsi dan Kabupaten/Kota juga dilakukan pada Pemerintahan Desa dalam mewujudkan otonomi desa yang mendukung otonomi daerah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT sebagai revisi dari PP 25 Tahun 2000 belum ditetapkan sehingga implementasi penataan organisasi perangkat daerah mengalami hambatan. Mengingat pencapaian program-program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Jawa Barat membutuhkan dukungan biaya. Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik. maka trend pendapatan daerah yang saat ini sudah cukup baik. Terkait dengan penegakan hukum. perlu dipertahankan bahkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . pembangunan bidang hukum menjadi hal yang krusial baik di sisi penyusunan produk hukumnya maupun dari penegakkannya. ini dilakukan dalam upaya menangani masalah lintas wilayah. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. hubungan pemerintahan baik antar sesama provinsi dan Kabupaten/Kota harus dilakukan secara harmonis yang dilakukan dengan instrumen Kerjasama Antar Daerah.

pasal 18 ayat (4) menyatakan “Gubernur. Oleh karena itu perlu dikembangkan sumber pendapatan lain untuk menjaga stabilitas pendapatan. kepuasan. pengujian Barang dalam keadaan Terbungkus (BDKT). dapat menjadi salah satu andalan pendapatan asli daerah Jawa Barat. Paradigma yang diusung dalam peningkatan retribusi saat ini harus dapat menjual jasa dengan mengedepankan kepentingan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT ditingkatkan. termasuk dari retribusi. Walapun dari tahun 2000-2005 menunjukkan trend meningkat. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung didasarkan pada Undang-undang Dasar 1945. Kontribusi terbesar Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat dari mulai tahun 2000 hingga sekarang berbasis pada pajak terutama Pajak kendaraan Bermotor dan pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Mengantisipasi adanya trend penurunan jumlah pemilik kendaraan bermotor baru dengan mempertimbangkan tingkat kejenuhan masyarakat dalam memiliki kendaraan bermotor. Seperti contoh retribusi pada bidang metrologi. Padahal kalau sumber-sumber retribusi yang ada terus digali atau ditingkatkan kualitasnya. misalnya masih banyaknya asset-asset daerah yang belum diinventarisasi dan dimanfaatkan secara benar. namun pada tahun 2005 terdapat trend peningkatan yang melambat. Saat ini masih banyak peluang-peluang pada sektor tertentu yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan pendapatan. maka pada masa mendatang diproyeksikan adanya trend penurunan pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Hal ini membutuhkan perencanaan yang baik untuk dapat meningkatkan pendapatan dan pengelolaan keuangan dan kekayaan yang ada tepat sasaran. Hal ini selain karena masih ada keterbatasan SDM juga kelengkapan peralatan yang masih terbatas.19 . dan masih kurangnya ketersediaan payung hukum sesuai dengan kebutuhan yang ada. Kabupaten dan Kota dipilih secara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Sementara sebenarnya masih banyak yang masih bias digali dari bidang kemetrologian ini. kurangnya ketersediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia. dan kurangnya dana untuk operasional. selama ini Balai metrologi baru dapat memberikan pelayanan yang masih terbatas pada masyarakat seperti tera/tera ulang ukuran panjang dan volume. dan LPE yang belum dapat memberikan peningkatan pesat. penambahan panjang jalan (jalur transportasi) yang hingga sekarang belum dapat mengikuti kecepatan penambahan jumlah kendaraan. paying hukum yang belum lengkap. seperti pengukuran kualitas air mineral. dan kenyamanan masyarakat. pengenaan tariff yang terlalu rendah. Bupati dan Walikota masingmasing sebagai Kepala Pemerintahan Daerah Provinsi.

Munculnya penolakan atas hasil pemilihan.20 . Tahun 2006 dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Cianjur. 2. Upaya pemerataan pendidikan di Jawa Barat telah dilakukan melalui kegiatan Akselerasi Penuntasan Wajar Dikdas Sembilan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . diawali pilkada di Kota Depok. Pendidikan dan Ketahanan Budaya Upaya mewujudkan 3 (tiga) Core Bussiness Pendidikan yang terdiri dari aspek pemerataan. serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. dan konfigurasi kearifan lokal beserta kesantunan politik lokal lebih dahulu terbentuk. secara umum berlangsung lancar. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada yang telah berjalan. hal ini dinilai merupakan cermin belum tumbuhnya sikap kedewasaan dalam menyikapi hasil pilkada serta belum mampu menerima kemenangan dan kekalahan secara elegan. Kabupaten Sukabumi. pasal 24 ayat (5). ISU STRATEGIS 1. mutu dan relevansi. Dan Kabupaten Bandung. Pelaksanaan pilkada di Provinsi Jawa Barat di mulai Tahun 2005. Kota Cimahi dan Kabupaten Bekasi sedangkan Tahun 2008 meliputi Provinsi dan 16 Kabupaten/Kota. juga mengembangkan sikap berkompetisi secara sehat dan dinamis serta siap menghadapi kemenangan dan kekalahan secara elegan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan pemahaman hak dan kewajiban warga negara secara baik. sosialisasi intensif kepada masyarakat luas serta peningkatan pendidikan politik untuk semua lapisan masyarakat. Kabupaten Karawang. benar dan proporsional. Kabupaten Indramayu. seyogyanya demokrasi di tingkat nasional akan bergerak ke arah yang lebih baik apabila tatanan.2. Permasalahan secara umum meliputi pendaftaran calon pemilih yang belum terakomodir seluruhnya. aman dan terkendali serta tidak terjadi ekses yang negatif bagi kehidupan sosial politik di daerah. Rencana pelaksanaan pilkada tahun 2007 yaitu di Kota Tasikmalaya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT demokratis”. telah dilakukan meskipun belum semuanya optimal. dukungan nyata pemerintah serta partai politik dan masyarakat dalam menyukseskan pilkada. instrumen. sedangkan pelaksanaannya didasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Pada masa mendatang diperlukan perbaikan pelaksanaan pilkada antara lain kecermatan aparat penyelenggara pilkada pada setiap tahapannya. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan fenomena baru bagi sistim politik kontemporer di Indonesia. serta tingginya anggota masyarakat yang tidak menggunakan hal pilihnya.

Adapun dalam upaya peningkatan aspek mutu dan relevansi. komitmen Pemerintah Provinsi untuk memenuhi amanat UUD 1945 tentang anggaran pendidikan minimal 20% dari APBD secara bertahap hingga tahun 2010. Bila melihat kebijakan Pemerintah Pusat tentang ditingkatkannya standar kelulusan berdasarkan Ujian Nasional (UN). serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik.18% dari Total Belanja APBD 2007. dan akan terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.21 . Di samping itu. kualitas lulusan pendidikan terutama pendidikan menengah saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti sempitnya lapangan pekerjaan dan semakin kompetitifnya seleksi masuk Perguruan Tinggi. Untuk itu perlu dilakukan upaya yang komprehensif tentang peningkatan aspek-aspek tersebut. yang pada tahun 2008 memasuki tahun atau fase yang ke-4. aspek kualitas pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Sementara itu. yaitu adanya keterbatasan sumberdaya dan sumber pendanaan. pada tahun 2007 telah dialokasikan anggaran pendidikan dengan proporsi 14. Selain itu. serta kerjasama dengan dunia usaha dan industri. partisipasi masyarakat. Berkaitan dengan semakin berkurang atau lunturnya nilai-nilai agama dan budaya daerah di kalangan masyarakat Jawa Barat. terbatasnya jumlah dan kualitas SDM terutama di kabupaten/kota. yaitu profesionalisme dan kesejahteraan guru. tidak Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . upaya tersebut diharapkan telah optimal memenuhi sasaran yang diharapkan. Begitupun dengan aspek tata kelola yang meliputi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). serta kurangnya upaya pemutakhiran data dan informasi pendidikan. serta adanya kebutuhan program dan kegiatan di luar pendidikan yang juga harus ditangani.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tahun. globalisasi dan teknologi informasi untuk pendidikan. Juga dengan diwujudkannya MoU Role Sharing Pendanaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar. kurikulum berbasis kompetensi. Meskipun demikian masih terdapat kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi dalam upaya pemenuhan anggaran pendidikan 20%. Empat hal yang menyangkut mutu dan relevansi pendidikan. masih belum optimal dilaksanakan. baik dalam tataran perencanaan maupun pelaksanaannya. dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) pendidikan. standarisasi pelayanan pendidikan. upaya Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun di kabupaten/kota se Jawa Barat telah menjadi agenda stakeholders terkait. serta masih dilanjutkannya pemberian beasiswa bagi siswa SMP/MTs/PKBM yang berasal dari keluarga tidak mampu. terutama di kalangan usia sekolah. Kendala-kendala yang dihadapi yaitu terbatasnya sarana dan prasarana.

Aksesibilitas dan Kualitas Kesehatan Keberhasilan pembangunan kesehatan di Jawa Barat dapat dilihat dari indeks kesehatan sebagai salah satu komponen penting dalam penentuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). air bersih dan sanitasi perumahan masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan. suspect flu burung. walaupun bila dibandingkan dengan angka nasional nampaknya kita masih perlu akselerasi dalam pelaksanaan program maupun kegiatannya. kesehatan lingkungan. akan semakin tidak menguntungkan bagi masa depan masyarakat Jawa Barat sendiri. penanganan permasalahan-permasalahan tersebut di atas dapat dijadikan prioritas program dan kegiatan dalam tahun 2008.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terlepas dari belum terakomodasinya muatan pendidikan yang mengangkat nilai kearifan lokal. diare. Disamping itu juga. masih munculnya kasus-kasus penyakit seperti DBD. Selain itu bahasa daerah sebagai bahasa ibu masyarakat Jawa Barat juga semakin berkurang intensitas dan kualitas penggunaannya baik di pergaulan sehari-hari maupun di lingkungan formal seperti di pemerintahan atau lembaga pendidikan. Lunturnya normanorma masyarakat yang merupakan nilai-nilai luhur budaya daerah dan kurangnya intensitas pendidikan agama di sekolah dan keluarga menjadi salah satu faktor semakin tingginya angka kenakalan. dalam menentukan indeks kesehatan dapat dilihat salah satunya melalui Angka Harapan Hidup (AHH). Perkembangan Angka Harapan Hidup di Jawa Barat menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. 2. gizi buruk dan peran serta masyarakat belum menunjukkan yang lebih baik. dan pergaulan bebas di kalangan remaja. akan menjadi kerugian yang besar bagi generasi penerus di kemudian hari. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . terutama dalam pemahaman terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). penyalahgunaan narkoba. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Kehilangan jejak budaya dan nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya serta hilangnya identitas dan jati diri. tenaga kesehatan belum merata terutama di perdesaan.22 . Oleh karena itu. Kondisi tersebut tentu saja bila dibiarkan. prasarana pelayanan kesehatan dasar belum dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat terutama penduduk miskin. masih ada beberapa penyebab yang perlu mendapat perhatian diantaranya pelayanan kesehatan dasar masih belum mencapai standar pelayanan minimal (SPM).

Berkaitan dengan tingginya jumlah pengangguran di Jawa Barat. akibat tidak terserapnya pertumbuhan angkatan kerja oleh pasar kerja yang disebabkan terbatasnya peluang kerja. dimana iklim investasi nasional mempengaruhi iklim investasi regional. tingkat pendidikan akan mempengaruhi di dalam usaha-usaha mengatasi kemiskinan. program pembentukan modal melalui peningkatan akses masyarakat miskin terhadap lembaga keuangan dan program peningkatan kemajuan pembangunan pedesaan. peningkatan pendidikan informal dan ketrampilan bagi masyarakat miskin.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) perlu mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun kalangan masyarakat. Hal ini didasarkan pada fakta empiris yang menunjukkan bahwa kelompok usaha tersebut mengerjakan lebih banyak orang. masalah lain yang juga menyebabkan rendahnya derajat kesehatan masyarakat miskin adalah rendahnya akses terhadap layanan kesehatan dasar. Hal-hal yang perlu diupayakan untuk menanggulanginya adalah mempertahankan program dan peningkatan pengelolaan beberapa kegiatan antara lain revitalisasi program bantuan beras untuk keluarga miskin. Pengangguran Pengangguran di Jawa Barat pada saat ini masih tinggi. sehingga mengakibatkan calon pekerja tidak dapat masuk kedalam pasar kerja dan pekerja yang ada sulit untuk dipertahankan. Kondisi tersebut didukung oleh masih rendahnya kualitas atau kompetensi pencari kerja dan pekerja. Selain itu. Penduduk Miskin Pada umumnya kondisi kesehatan keluarga miskin relatif lebih rendah bila dibandingkan kondisi kesehatan rumahtangga lainnya. karena kelompok unit usaha tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi sumber bagi penciptaan pendapatan. Selain kecukupan pangan. Demikian pula dengan Investasi. program pemberdayaan masyarakat. menghapuskan biaya pendidikan dasar dan menengah dan memberikan bea siswa bagi keluarga miskin untuk melanjutkan pendidikan tinggi.23 . Berdasarkan hasil Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) tahun 2005 memperlihatkan bahwa terdapat 92 % kepala rumahtangga yang dikatagorikan miskin hanya berpendidikan paling tinggi tamat Sekolah Dasar. sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran baik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . program jaminan kesehatan keluarga miskin. 4.

mobilitas serta tingkat kemantapan jalan. pengendalian daya rusak air serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dan sistem informasi sumber daya air dirasakan masih belum memadai. serta tinggi migrasi masuk yang mengambil kesempatan penduduk setempat untuk memperoleh pekerjaan. yangmana masyarakat kurang memperhatikan nilai gizi makanan yang dikonsumsi sehingga kebutuhan gizi belum/kurang terpenuhi.24 . kondisi infrastruktur yang mendukung upaya konservasi. Pada aspek transportasi. pendayagunaan sumber daya air. distribusi dan konsumsi bahan pangan yang berimplikasi pada penurunan ketersediaan pangan serta daya saing pertanian. sampai saat ini penyebarannya telah mencapai seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat kecuali Ciamis.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT akibat PHK maupun tidak adanya lapangan kerja baru. Pada aspek sumber daya air. sehingga perlu menjadi prioritas dalam rencana dan implementasi pembangunan daerah. Selain itu. mengakibatkan terganggunya produksi. tingkat pelayanan jaringan jalan masih perlu ditingkatkan yang ditunjukkan dari masih belum optimalnya indeks aksesibilitas. Hal ini dapat terlihat dari masih terjadinya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . tingginya frekuensi bencana alam serta beban lalu lintas yang sering melebihi standar muatan sumbu terberat (MST). Selain itu kasus kurang gizi/gizi buruk di beberapa daerah. 6. Pembangunan ketahanan pangan diarahkan untuk terpenuhinya kebutuhan pangan rumah tangga yang memenuhi gizi seimbang. 5. Hal ini antara lain disebabkan oleh sudah habisnya umur rencana jalan pada sebahagian besar ruas jalan provinsi sehingga kondisi struktur jalan menjadi labil. Kondisi lain yang perlu mendapat perhatian adalah maraknya flu burung yang menyerang unggas serta manusia. keberadaan bandar udara yang merupakan pintu gerbang Jawa Barat juga dirasakan masih belum memadai. Ketahanan Pangan Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional dan harus diwujudkan. terutama untuk mewujudkan kecerdasan bangsa. Kondisi ketahanan pangan akhir-akhir ini dengan tingginya laju pertambahan penduduk dan gangguan yang disebabkan adanya bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Pelayanan Infrastruktur Wilayah Rendahnya pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Jawa Barat yang harus segera diatasi karena dapat menghambat laju pembangunan daerah.

Ketersediaan Energi Jawa Barat merupakan Propinsi dengan konsumsi energi yang besar. terbatasnya infrastruktur persampahan baik dari segi kualitas maupun kuantitas menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat pelayanan persampahan yang ada di Jawa Barat. solar termik dan sebagainya. maupun transportasi. rumah tangga. Diversifikasi diupayakan untuk memberikan substitusi penggunaan energi melalui penggunaan energi alternatif yang bisa diaplikasikan seperti melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. baik dari sektor industri. panas bumi maupun pengembangan bahan bakar bersumber bio energi (biofuel) seperti biokerosene. biobriket. Demikian pula halnya dengan layanan persampahan.25 . Yang ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan energi setempat. khususnya energi terbarukan seperti panas bumi. melalui tiga pilar kebijakan intensifikasi. Kenaikan harga kenaikan harga BBM telah menyebabkan implikasi kepada masyarakat. surya. Selain itu intensitas tanam padi sawah khususnya pada daerah irigasi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga masih belum optimal. Untuk meningkatkan ketahanan energi. air skala kecil. Selanjutnya. Setiap tahun terjadi kenaikan permintaan dan konsumsi energi mencapai rata-rata 8%.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT bencana kekeringan yang mengakibatkan kekurangan ketersediaan air baku untuk berbagai keperluan serta bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat.73 %. Intensifikasi bermakna untuk mencari sumber energi yang bisa dikembangkan di Jawa Barat. ketergantungan sumber energi terhadap energi fossil. untuk meningkatan efisiensi dan efektifitas penggunaan energi. seperti ditunjukkan oleh masih rendahnya rasio elektrifikasi rumah tangga yang baru mencapai 57. 7. Akibat dari kondisi tersebut adalah terjadinya gangguan terhadap jaminan kelangsungan pasokan energi di Jawa Barat. Sementara dari sisi bauran energi (energy mix). biogas. Layanan infrastruktur listrik perdesaan juga belum optimal. Hal ini perlu untuk menurunkan tingkat intensitas energi yang masih tinggi di Jawa Barat. peran konservasi dan penghematan energi perlu dilakukan. diversifikasi dan konservasi energi. komersial. yang pada akhirnya dapat berdampak buruk terhadap lingkungan termasuk manusianya. biomassa dan sebagainya. Hal ini menunjukkan masih rendahnya akses listrik masyarakat khususnya di daerah perdesaan. minyak bumi dan gas alam sangat besar. khususnya bagi masyarakat di perdesaan. dalam rangka pengembangan energi tersebut perlu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Diperlukan upaya dalam rangka penanganan sektor energi tersebut.

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT melibatkan secara aktif Pemerintah Pusat. terutama memperkecil jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil. dan Kerusakan Lingkungan Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang sangat rawan bencana. Pengelolaan risiko seharusnya tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana melainkan juga upaya pencegahannya melalui metoda penanggulangan risiko secara profesional sebelum terjadinya bencana sehingga dapat memperkecil akibat yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung. Bagian tengah Jawa Barat memiliki risiko nbencana alam berupa letusan gunung berapi dan gempa krena merupakan satuan vulakmik yang masih aktif. Bencana. letusan gunung api. Kondisi ini bukan hanya mempunyai dampak terhadap lingkungan fisik seperti hilangnya sumberdaya hutan. Manufaktur/Pelaku Usaha. Dampak kerugian yang disebabkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Kemerosotan fungsi-fungsi ekologi di Jawa Barat terutama pada hutan alam bisa menyebabkan konsekuensi yang serius terhadap berbagai kegiatan ekonomi dari masyarakat setempat maupun industri. Berdasarkan fakta-fakta tersebut. Daerah. kesiagaan terhadap bencana alam perlu ditingkatkan. baik gempa bumi. 8. Perguruan Tinggi dan Masyarakat untuk secara sinergis bekerjasama di Jawa Barat. Pencemaran. sedangkan pada bagian selatan Jawa barat banyak terdapat pusat-pusat gempa dangkal dan gempa-gempa besar yang dapat menyebabkan timbulnya tsunami.26 . Yang dapat dilakukan oleh manusia adalah mengelola resiko bencana itu secara cermat dan rapi untuk memperkecil dampaknya. serta meliputi berbagai bentang lahan dari pegunungan sampai ke wilayah pesisir. sedangkan akibat tidak langsung adalah kerugian atau kerusakan yang tidak ada hubungan langsung dengan kejadian bencana melainkan berhubungan dengan akibat terjadinya bencana. Pemerintah Daerah bekerja sama dengan unsur-unsur lain yang terkait perlu mengadakan bimbingan pada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan tersebut. Sebagai provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi. bencana longsor yang berkaitan dengan gempa dan longsor yang berkaitan langsung dengan perusakan lingkungan (penggundulan hutan) dan banjir. Provinsi Jawa Barat mempunyai permasahan lingkungan yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai pihak. tetapi juga akan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat. misalnya risiko sosial dan politis. Manusia tidak bisa mencegah dan meramalkan bencana alam. pencemaran air dan udara. Akibat langsung adalah kerugian atau kerusakan baik yang merupakan risiko ekonomi maupun non-ekonomi karena terjadinya suatu bencana.

63% pada tahun 2006. ekonomi.57%. dan masih tingginya lahan kritis. Ciliwung.10% dengan Laju Petumbuhan Alami sebesar 1. pencemaran udara di wilayah perkotaan. Walaupun terjadi penurunan LPP.737.83% pada tahun 2006. menunjukan belum efektifnya penanganan lingkungan di Jawa Barat. dengan Laju Pertumbuhan 1. Jika dibandingkan dengan tahun 2005. Bekasi-Karawang). dan menurunnya rata-rata usia kawin pertama wanita dari 17. Memperhatikan kondisi dan permasalahan tersebut. perlu adanya upaya-upaya yang lebih intens dalam rangka pengendalian LPP dengan menekan LPA.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT oleh banjir.83 tahun pada tahun 2006. tetapi LPA mengalami kenaikan dari 1. erosi dan hilangnya pasokan air akan jauh lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapat dari ekstraksi sumberdaya hutan tersebut.27 .87 tahun pada tahun 2005 menjadi 17. Jumlah Penduduk Pada tahun 2006 jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 40.31%. Pengendalian pemanfaatan ruang Berkaitan dengan aspek penataan ruang terutama dalam aspek pengendalian pemanfaatan ruang. Bogor. Sedangkan pada tahun 2005 LPP Jawa Barat sebesar 2. dan Kondisi tersebut berimplikasi yang terhadap terjadi semakin meningkatnya penggunaan lahan di kawasan perkotaan di Jawa Barat seperti di Metropolitan Bodebek. Perkembangan menunjukkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . maupun lingkungan.53% pada tahun 2005 menjadi 1. Pertumbuhan jumlah penduduk tersebut disebabkan Laju Pertumbuhan Alami (LPA) sebesar 1.16%.63% dan adanya Migrasi Masuk sebesar 0. LPP Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 0. 10. Cimanuk. Masih buruknya perilaku dan kurangnya peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan memperparah penurunan kualitas lingkungan. deplesi muka air tanah di pusat-pusat kegiatan nasional (Cekungan Bandung. Citanduy dan Cisanggarung. Permasalahan tersebut antara lain adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor migrasi maupun pertumbuhan Bandung alami. Sampai saat ini. kegiatan pembangunan di Jawa Barat dihadapkan pada berbagai masalah.592 jiwa. kerusakan di wilayah pesisir. pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi masih belum dapat ditangani secara tuntas. Penurunan daya dukung lingkungan pada badan air di sungai Citarum. baik masalah sosial.28% pada tahun 2005 menjadi 18. 9.53% dan Migrasi Masuk sebesar 0. Hal ini disebabkan berbagai hal diantaranya meningkatnya proporsi kawin pada usia kurang di bawah 15 tahun dari 16.94%.

28 . sedangkan dengan Provinsi se-Jawa Bali dilakukan dalam forum Musrenbangreg JawaBali. meningkatkan sinergitas di bidang perencanaan baik antar SKPD maupun antar tingkat pemerintahan. peningkatan konversi lahan sawah. Kerjasama antar Provinsi yang berbatasan dalam bidang perencanaan antara lain dengan Banten. Lampung. yaitu menata kembali sisi kelembagaan maupun sumber daya manusia. dan NTT. Optimalisasi Kinerja Pemerintahan Daerah Optimalisasi kinerja pemerintahan daerah dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas manajemen pemerintahan. kecamatan dan desa/kelurahan. 11. NTB. Dari hasil fasilitasi yang dilakukan pada tahun 2006 telah diraih penghargaan dari Presiden RI kepada 5 Kabupaten/Kota dalam pelayanan publik berupa “Citra Bhakti Negara”. pengendalian pemanfaatan ruang perlu untuk dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja penataan ruang. berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 209/Kep.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terdapatnya penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Provinsi dengan Kabupaten/Kota (16 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan publik telah dilakukan melalui fasilitasi pelayanan publik kepada kabupaten/kota. pihak swasta.M. menetapkan Keputusan Gubernur tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Provinsi Jawa Barat sebagai pedoman bagi Kabupaten/Kota dalam membentuk dan menyelenggaraan PPTSP. dan lima Unit Pelayanan Publik (UPP) mendapat penghargaan “Citra Pelayanan Prima” berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 210/Kep/M. Pada tahun 2006 terdapat sebanyak 142 kerjasama yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. dan munculnya kerusakan lingkungan. maupun Luar Negeri makin meningkat sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Pan/12/2006.Pan/12/2006. serta memfasilitasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kabupaten/kota. Jawa Barat aktif pula dalam forum APPSI yang merupakan asosiasi pemerintah provinsi pada tingkat nasional. yang dikategorikan dalam 8 bentuk kerjasama. yaitu Provinsi dengan Provinsi (20 kerjasama). Pemantapan kerjasama daerah baik dengan daerah lain. Kementerian dan Lembaga Pemerintah. Pada tingkat yang lebih operasional dilakukan melalui Mitra Praja Utama (MPU) yang beranggotakan provinsi di Jawa Bali. dan dengan Jawa Tengah. Oleh karena itu. DKI Jakarta dengan difasilitasi oleh BKSP Jabodetabek. Hal ini diindikasikan oleh berkurangnya kawasan lindung.

Hal ini dapat diartikan bahwa kedaulatan rakyat dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.29 . mengingat perlunya kesiapan dalam sosialisasi dan fasilitasi peraturan-peraturan pemilu untuk mendukung pelaksanaannya. Selain itu. Pemilihan Kepala Daerah secara langsung dan Persiapan Pemilu 2009 Implikasi dari berlakunya Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang membawa perubahan yang signifikan terhadap pemilihan Kepala Daerah dan pemilihan umum Presiden/DPR/DPRD yang sebelumnya dilakukan oleh parlemen menjadi oleh rakyat secara langsung. Provinsi dengan Perguruan Tinggi (10 kerjasama). Memorandum Of Understanding (MoU). Pemilihan Kepala Daerah secara langsung juga mempunyai makna yang strategis bagi kehidupan masyarakat dan pemerintahan di daerah. Provinsi dengan Swasta (57 kerjasama). 12. karena merupakan proses yang krusial untuk suksesnya pesta demokrasi. peraturan bersama serta perjanjian kerjasama. Hal ini harus menjadi perhatian bagi daerah yang akan melaksanakan pilkada pada tahun 2008 di 16 Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Barat. penyelenggaraan Pemilu Tahun 2009 harus sudah dipersiapkan pada Tahun 2008. serta Provinsi dengan luar negeri – swasta (19 kerjasama). Provinsi dengan lembaga/instansi non pemerintah (13 kerjasama). kesepakatan bersama. Produk hukum kerjasama yang dihasilkan meliputi Letter Of Intent (LoI).Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kerjasama). Provinsi dengan Kementerian (4 kerjasama). Tantangan yang berkaitan dengan pilkada secara langsung meliputi : pendaftaran pemilih. keputusan bersama. penggunaan hak pilih dan proses penghitungan suara. karena merupakan sarana aktualisasi hak demokrasi rakyat untuk memilih secara langsung Kepala Daerahnya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Pelaksanaan pilkada dan persiapan pemilu secara langsung harus didukung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban. Provinsi dengan luar negeri pemerintahan (3 kerjasama).

pariwisata dan pengembangan sumberdaya manusia. pengembangan pusat keunggulan ilmu pengetahuan dan reformasi sistem politik.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Pembangunan daerah tahun 2008 merupakan bagian dari pembangunan daerah jangka menengah tahun 2003-2008. Adapun prasyarat yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pembangunan daerah adalah pengamalan ajaran agama dan nilai-nilai luhur budaya Jawa Barat.1. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembangunan daerah serta memberikan arahan yang lebih jelas bagi perencanaan pembangunan yang lebih rinci maka masing-masing prioritas pembangunan daerah dilengkapi dengan fokus-fokus. Prasyarat pembangunan tersebut diarahkan untuk pengembangan 6 core business yaitu agribisnis. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prioritas pembangunan daerah yang menjadi dasar penetapan rencana kerja Pemerintah Daerah tahun 2008 ditetapkan berdasarkan isu strategis pembangunan daerah dengan mengacu pada visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tercantum pada Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2003-2008. Secara kewilayah pembangunan daerah tersebut harus didasarkan pada penataan ruang dan penyediaan infrastruktur wilayah yang memadai. prediksi perkembangan ekonomi nasional yang dipengaruhi oleh prediksi perkembangan ekonomi global serta prediksi perkembangan ekonomi regional. peningkatan kemampuan keuangan.1 . pengembangan good governance dan clean government. Untuk lebih jelasnya proses penetapan prioritas pembangunan daerah tahun 2008 dilakukan berdasarkan bagan alir pada gambar 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . bisnis kelautan. industri jasa. kesepakatan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat. industri manufaktur. Penentuan prioritas pembangunan daerah juga mempertimbangkan beberapa hal lain seperti kebijakan pembangunan nasional.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia juga relatif baik dengan surplus sebesar 3.400/USD.7% dari PDB telah pula menyumbang pada stabilitas nilai tukar rupiah sepanjang tahun 2006 yang berada pada kisaran Rp.1 Tahun 2003 Pola Dasar Pembangunan Daerah Visi dan Misi Provinsi Jawa Barat Pengembangan 6 Core Bussiness Kebijakan Pemerintah Pusat Kesepakatan dengan Kab/Kota Perkembangan Ekonomi Nasional Perkembangan Ekonomi Regional Prioritas dan Fokus Pembangunan Rencana Kerja tahun 2008 Gambar 3. Inflasi pada tahun 2006 dapat dikendalikan dan berada pada tingkat 6.1.1 Bagan Alir Penetapan Prioritas Pembangunan Daerah 3. atau berada dibawah garis kisaran sasaran 8.2 .1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Perda No. di tahun 2006 mulai menunjukkan perbaikan.1 Tahun 2004 Evaluasi Pembangunan tahun 2006 Isu Strategis Pembangunan tahun 2008 Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Perda No. 9. Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang pada tahun 2005 mengalami tekanan.1%. KERANGKA EKONOMI DAERAH 3.1 Perkembangan Ekonomi Nasional Pada tahun 2006 Indonesia telah dapat mencapai kestabilan makroekonomi dan juga sistem keuangan. yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia. Keberhasilan pengendalian inflasi di tahun 2006 tersebut menunjukkan bahwa kebijakan moneter telah mampu memitigasi dampak lanjutan kenaikan BBM di penghujung tahun 2005. Pada tahun 2006 Pemerintah melakukan pelunasan utang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .100-9.6%.

3 . Meski telah dilakukan pembayaran kepada IMF. Dengan memperhatikan seluruh kondisi dan dinamika perekonomian tahun 2006 serta kecenderungannya ke depan. sehingga berada dibawah 2 digit yaitu sebesar 9. Dengan kondisi demikian maka Berdasarkan Bank Indonesia. dan berbagai kemudahan lainnya. penyederhanaan perizinan. Pertumbuhan ekonomi 2007 diperkirakan berada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate sebesar 300 basis point. mendukung perbaikan iklim usaha dan iklim investasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut. Struktur ekonomi cenderung bergerak kearah perekonomian yang padat modal dibandingkan padat karya. perlu dilakukan upaya untuk membuka akses dan partisipasi masyarakat melalui perbaikan iklim investasi.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kepada IMF tanpa menimbulkan gejolak yang berarti di pasar keuangan. Di balik semua catatan keberhasilan tersebut. Sebagai akibatnya ekspor dan permintaan konsumsi swasta masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. tetapi posisi cadangan devisa tetap terjaga. padahal ekonomi telah menunjukkan geliat untuk tumbuh. serta kemiskinan yang semakin memprihatinkan dan menciptakan kondisi yang paradoks. laju pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2006 mencapai 5. Perkembangan indikator produksi belum cukup berimbang. hal ini terjadi karena ketidakseimbangan struktural yang mengontrol perekonomian disebabkan oleh struktur pasar dan industri yang oligopolistik sehingga menghambat kemampuan pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. Di sisi lain kemiskinan juga mulai kembali meningkat. Berdasarkan perkembangan makroekonomi yang terjaga dengan baik. terdapat beban yang harus ditanggung dari tahun ke tahun yaitu rigiditas struktural dalam perekonomian yang melahirkan ketidakefisienan waktu dan sumberdaya dalam bentuk akses likuiditas dan pengangguran.75%. Sementara itu jumlah angka pengangguran cenderung meningkat. sehingga investasi tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya.5%. kondisi makroekonomi pada tahun 2007 diperkirakan masih tetap stabil. hal ini disebabkan masih belum kondusifnya iklim investasi dan masih menggejalanya ekonomi biaya tinggi. Penurunan tersebut diambil untuk mempertahankan persepsi positif pelaku ekonomi.

serta stabilitas pada nilai tukar rupiah. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin kuat pada semester II-2007 sejalan dengan perkiraan peningkatan signifikan pada investasi swasta dan peningkatan yang semakin besar pada belanja modal pemerintah. Beberapa komoditas yang diperkirakan dapat memberikan sumbangan terbesar antara lain adalah tekstil.7%-6. peralatan listrik. Pada semester I tahun 2007.3% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi tahun 2005 dan 2006 dengan investasi swasta sebagai pendorong utama disamping konsumsi.4 .87% dari PDB. juga disebabkan oleh kontribusi kecenderungan penurunan inflasi dan suku bunga. Peningkatan kegiatan ekonomi tahun 2007 diperkirakan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap harga-harga secara umum sehingga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan masih dalam kisaran sasaran yang ditetapkan Pemerintah dan Bank Indonesia yaitu 6. Ekspor diperkirakan masih tumbuh tinggi meskipun cenderung melambat akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak sekuat tahun 2006. selain didorong oleh semakin kuatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek peningkatan perekonomian ke depan. dengan perkiraan sekitar 1. Peningkatan konsumsi tersebut diperkirakan akan didorong oleh berlanjutnya perbaikan daya beli masyarakat karena adanya kenaikan gaji PNS. Dengan demikian cadangan devisa tahun 2007 diperkirakan akan mendekati USD 47 miliar. produk kimia dan peralatan mesin. dan keyakinan pasar terhadap kualitas tata-kelola kebijakan makroekonomi pada gilirannya akan mendukung nilai tukar rupiah pada tahun 2007 secara umum diperkirakan bergerak sesuai dengan keseimbangan eksternalnya. Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2007 diperkiraan akan mencatat surplus. Perkiraan inflasi IHK tahun 2007 juga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Surplus neraca pembayaran. peningkatan pertumbuhan ekonomi sebagian besar akan bersumber dari konsumsi ditambah investasi swasta. meningkatnya cadangan devisa. Perkiraan peningkatan investasi swasta baik berbentuk PMA maupun PMDN pada semester II-2007 ini.1%. peningkatan UMR di awal semester 2007 dan inflasi yang terkendali pada laju yang rendah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dalam kisaran 5. Sementara impor barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik.

kondisi perekonomian regional secara makro pada tahun 2007 diprediksi masih tetap stabil. Sementara itu pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada pada kisaran 5. Pertumbuhan kredit diharapkan dapat mencapai 15%-18% dan terfokus pada sektor-sektor andalan utama dengan muatan impor rendah dan tidak bersifat padat modal. berikut : perdagangan. 304 trilyun.9% dengan nilai PDRB dalam harga konstan 2000 berada pada kisaran Rp. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran bawahnya 5.2%-6.2 Perkembangan Ekonomi Regional 2007-2008 Dengan memperhatikan kondisi dan dinamika perekonomian pada tahun 2006 serta prediksi perkembangan ekonomi nasional.5 . Pertumbuhan perekonomian regional tersebut didukung oleh pertumbuhan perekonomian dunia yang semakin baik pada tahun 2008 sehingga aktivitas ekspor akan meningkat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT didukung oleh ekspektasi inflasi pelaku pasar yang masih terjaga dan tidak adanya rencana untuk meningkatkan harga kelompok barang yang harganya diatur Pemerintah. Pertumbuhan ekonomi dapat mencapai kisaran atasnya 6.7% jika berbagai kendala dan risiko perekonomian tidak dapat diatasi terkait dengan fleksibilitas kapasitas produksi dalam mengimbangi peningkatan permintaan terutama yang disebabkan oleh iklim investasi yang belum membaik dan ekonomi biaya tinggi. Pertumbuhan masing-masing sektor pada tahun 2007 dan 2008 diprediksi sebagai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . 284 trilyun. 3. hotel dan restoran.1. 273 trilyun-Rp.3% apabila investasi swasta dapat berperan sebagai pendorong utama disamping konsumsi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada pada kisaran 5. pertanian dan jasa-jasa. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang moderat kontribusi utama pertumbuhan ekonomi regional akan tetap diberikan oleh sektor industri pengolahan. 287 trilyunRp.3%-6. seperti di sektor dan sub-sub sektor pertanian. demikian pula halnya dengan investasi.7% dengan nilai PDRB berada pada kisaran Rp.

45% 5. Sementara itu berdasarkan perkiraan Bank Indonesia.6 . Ekspektasi yang dibarengi dengan kecenderungan penurunan suku bunga perbankan diperkirakan semakin memberikan ruang bagi investor swasta untuk merealisasikan investasinya pada tahun 2007.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 3. Akselerasi pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin kuat pada semester II tahun 2007 sejalan dengan meningkatnya investasi swasta. Namun demikian mengingat terjadinya bencana alam banjir pada awal tahun 2007 dan kemungkinan terjadinya kekeringan pada akhir tahun 2007 maka inflasi diperkirakan akan lebih tinggi namun berada di bawah 10%.59% 4.58% Sumber : Hasil Analisis Pada semester I tahun 2007. Hotel dan Restoran Pertambangan Listrik.56% 5.54% 12. Kestabilan kondisi perekonomian regional juga didukung dengan kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Sementara itu pada tahun 2008 inflasi juga diperkirakan akan berada di bawah 10% mengingat kestabilan ekonomi nasional dan regional yang semakin baik.63% 8.36% 5. peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh konsumsi. Dari sisi fiskal.78% -1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .71% -1. inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2007 akan berada pada kisaran 5%-7%.1 Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Pada 9 Sektor PDRB No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Industri Pengolahan Perdagangan.58 % 4.31% 5.56% 7.2% LPE 2008 0. Jasa Keuangan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa LPE 2007 0.97% 4.22% 4. Kegiatan ekspor diperkirakan masih tumbuh tinggi meskipun cenderung melambat akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak sekuat tahun 2006. Gas dan Air Bersih Bangunan Angkutan dan Komunikasi Persewaan. Kegiatan impor barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik.57% 4.20% 4. pengeluaran pemerintah yang tepat waktu dan tepat sasaran diharapkan dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi secara efektif.76% 13. Investor swasta diperkirakan memiliki ekspektasi yang semakin kuat akan prospek peningkatan kegiatan perekonomian ke depan.

Perikanan. 49. Berdasarkan proyeksi moderat Pembentukan Modal Tetap Bruto pada tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp. Penegakan Hukum dan HAM. Sementara itu pembiayaan dari pasar modal diperkirakan dapat lebih tinggi seiring dengan terjaganya kestabilan ekonomi makro dan penurunan suku bunga. dan Reformasi Birokrasi. Kredit perbankan tahun 2007 diperkirakan tumbuh sekitar 18%-20%. 3. investor asing serta sumber pembiayaan lain seperti modal sendiri dan penyisihan laba. Terdapat 9 (Sembilan) prioritas Pembangunan Nasional 2008 yaitu : 1.74% dari PDRB. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan.3% dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai 3. Kehutanan. Kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil dan Upah Minimum Provinsi akan berpengaruh pada peningkatan sumber pendapatan masyarakat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Konsumsi rumah tangga pada tahun 2007 dan 2008 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi mencapai 4. 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . kredit perbankan.1%. Proporsi konsumsi rumah tangga terhadap PDRB pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 65.7 . Kegiatan investasi tahun 2007 dan 2008 diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 13%-15%. 4. Revitalisasi Pertanian. 5. Sumber pembiayaan untuk investasi tersebut akan berasal dari pemerintah. serta prioritas pembangunan Nasional sebagaimana terdapat dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2008. dan Perdesaan.3 trilyun berdasarkan harga konstan tahun 2000 atau sebesar 15. Investasi. Peningkatan Kesempatan Kerja. Selain itu sumber pendapatan masyarakat juga berasal dari peningkatan devisa yang berasal dari Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja asal Jawa Barat yang bekerja di luar negeri. Pemberantasan Korupsi. 2.05%. Penanggulangan Kemiskinan. dan Ekspor. pasar modal dan lembaga keuangan non bank.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Pembangunan daerah di Provinsi Jawa Barat tahun 2008 merupakan penjabaran dari Rencana Strategis Pemerintah Daerah 2003-2008 dengan memperhatikan pula isu strategis yang telah diidentifikasi pada bab sebelumnya.

6% 8% . Sasaran pembangunan pada tahun 2008 merupakan derivat dari sasaran pembangunan jangka menengah yang tercantum dalam dokumen Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon.12% 27% . 5. Pada sisi pendapatan dilakukan dengan meningkatkan kesempatan kerja dan pemberdayaan keluarga miskin melalui Bantuan Modal Usaha. Sasaran-sasaran pembangunan makro daerah tahun 2008 tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.10% Rp.1% .8% .8 juta jiwa Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2005 Upaya pengendalian pertambahan jumlah penduduk dilakukan dengan meningkatkan pengendalian migrasi masuk melalui perbaikan sistem administrasi kependudukan terutama pada kabupaten dan kota yang berada pada Pusat Kegiatan Nasional di Metropolitan Bodebek. 275 triliun 10% . Optimalisasi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Alam. Penguatan Kemampuan Pertahanan. 6. Jumlah Penduduk b. 3. serta penyesuaian upah dengan pertimbangan pemenuhan kebutuhan fisik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . 7. Laju Pertumbuhan Penduduk Laju Pertumbuhan Ekonomi Inflasi PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000 Jumlah Keluarga Miskin Laju Pertumbuhan Investasi Tahun 2008 2. Selain itu perlu juga ditingkatkan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk alami terutama pada akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi baik diperkotaan maupun perdesaan serta menghindari terjadinya perkawinan pada usia muda.28% 42.8 . Pemantapan Keamanan dan Ketertiban serta Penyelesaian Konflik. Upaya pengurangan jumlah keluarga miskin dilakukan melalui pendekatan pada sisi pendapatan dan pengeluaran masyarakat. 8. Percepatan Pembangunan Infrastruktur.2% 5.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. 2.2 Proyeksi Ekonomi dan Sosial Makro Tahun 2008 No 1. 260 triliun – Rp. INDIKATOR a. Pembangunan Daerah Perbatasan dan Wilayah Terisolir. 9.2. 4.

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT minimal dan inflasi yang terjadi. berikut ini disajikan prioritas pembangunan daerah tahun 2008 beserta fokus-fokus yang harus dilaksanakan pada masing-masing prioritas. bisnis kelautan. Selain upaya-upaya tersebut di atas. yaitu akselerasi pencapaian IPM 80 yang bersifat kompetitif dengan pemberian insentif kepada para pelaksana program dan kegiatan di setiap Kabupaten/Kota yang unggul dalam kinerjanya. dalam rangka mengoptimalkan berbagai upaya dalam meningkatkan kinerja seluruh sektor layanan publik serta meningkatkan kerjasama dan partisipasi nyata dari masyarakat untuk keberhasilan pencapaian IPM 80 pada tahun 2010 telah ditetapkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 34 Tahun 2005 tentang Program Pendanaan Kompetisi (PPK) Akselerasi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat.9 . Tujuan program PPK-IPM tersebut di atas salah satunya adalah menerapkan pola pendanaan dengan misi tertentu (mission budget). Peningkatan produktivitas tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia serta peningkatan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya peningkatan Indeks Pendidikan dan Indeks Kesehatan dilakukan dengan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan melalui peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan pada aspek sarana/prasarana dan tenaga kesehatan maupun pendidikan. Upaya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat dilakukan dengan peningkatan produktivitas sektor-sektor ekonomi pada 6 core business Jawa Barat yaitu agribisnis. pariwisata. biaya serta jumlah perizinan yang diperlukan. industri manufaktur. Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor-sektor unggulan Jawa Barat (6 Core Business). Pada aspek pengeluaran dilakukan dengan pengurangan pengeluaran rumah tangga terutama bagi keperluan pendidikan dan kesehatan. Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan peningkatan investasi masuk di sektor-sektor unggulan Jawa Barat terutama yang bersifat padat karya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Peningkatan investasi tersebut perlu didukung dengan penyederhanaan prosedur investasi yang akan berakibat pada pengurangan waktu. Untuk memberikan arahan yang lebih jelas dalam penentuan kegiatan yang perlu dilaksanakan pada tahun 2008. jasa dan sumberdaya manusia.

Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Agama dan Budaya Daerah Fokus : • • • • • • Pelestarian dan pengembangan budaya daerah Peningkatan budaya hidup bersih dan lingkungan sehat Peningkatan implementasi nilai-nilai agama Pelestarian dan pengembangan desa budaya Peningkatan pendidikan budi pekerti Pendidikan lingkungan hidup berbasis sekolah 3. Kualitas.10 . Pemberdayaan Penduduk Miskin Fokus : • Peningkatan akses pendidikan bagi siswa miskin Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . serta mutu dan relevansi lulusan pendidikan • • Pengembangan pendidikan alternatif dan pendidikan non formal Peningkatan tata kelola pendidikan dan pencitraan publik 2. dan Tata Kelola Pendidikan Fokus : • • Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan ketersedian dan kualitas guru.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. Peningkatan Aksesibilitas. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Kesehatan Masyarakat Fokus : • • Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan dasar Penyediaan sumber daya kesehatan terutama untuk daerah perbatasan dan desa tertinggal • Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular terutama daerah perbatasan dan desa tertinggal • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan dasar Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perumahan dan permukiman di kota pusat pertumbuhan 4.

Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Fokus : • • • Pengelolaan persampahan di Metropolitan Bandung dan Jabodetabekpunjur Pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. ternak dan ikan Peningkatan daya saing industri 9. Peningkatan Peluang Investasi Untuk Perluasan Kesempatan Kerja Fokus • • • Penyederhanaan prosedur dan kelembagaan perizinan investasi di daerah Optimalisasi promosi untuk menarik investasi baru Pemberian insentif bagi kegiatan investasi di daerah 8. Peningkatan Peran KUKM dan IKM Fokus : • • Pengembangan KUKM dan IKM terutama di desa pusat pertumbuhan Peningkatan wirausaha baru 7.11 .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • Peningkatan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perumahan dan permukiman bagi penduduk miskin terutama di desa tertinggal • Peningkatan peluang berusaha bagi penduduk miskin 5. distribus serta diversifikasi pangan. produksi. Metropolitan Bandung. Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman. Metropolitan Cirebon dan PKW Sukabumi Persiapan pembangunan Bandara Internasional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Revitalisasi Agribisnis dan Industri Fokus : • • • • Peningkatan peran dan fungsi penyuluh pertanian Peningkatan produktifitas. Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Ketenagakerjaan Fokus : • • • Peningkatan keterampilan ketenagakerjaan bagi pencari kerja Peningkatan peluang kerja Peningkatan peran dan fungsi kelembagaan hubungan industrial 6.

Peningkatan Ketahanan Energi Fokus : • • • Pengembangan dan pendayagunaan energi alternatif Pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi Peningkatan upaya konservasi dan penghematan energi Penanganan Bencana.Optimalisasi Kerusakan Lingkungan Fokus : • • Peningkatan upaya pengurangan resiko bencana Peningkatan sarana dan prasarana pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan • Peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan 12. Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah Fokus : • Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk Fokus : • • Pengendalian laju pertumbuhan alamiah Pemberdayaan sistem administrasi kependudukan 13.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • Peningkatan infrastruktur penyedia air baku dan pengendali daya rusak air di Metropolitan Bandung. Peningkatan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Fokus : Peningkatan pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan Jabodetabekpunjur 14.12 . Bodebek dan Pantura. Peningkatan infrastruktur irigasi di Pantura Pembangunan Waduk Jatigede Pembangunan Jalan Tol Perluasan jaringan listrik perdesaan 10. Pengendalian Pencemaran dan 11.

13 . Berdasarkan analisis Bapeda pada tahun 2006 teridentifikasi sebanyak 980 desa yang merupakan Desa Pusat Pertumbuhan. Desa Pusat Pertumbuhan Desa Pusat Pertumbuhan adalah desa yang menjadi simpul jasa dan simpul distribusi dari desa-desa di sekitarnya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Mengingat keterbatasan sumberdaya yang ada maka pada tahun 2008 kegiatan pembangunan daerah di Desa Pusat Pertumbuhan akan difokuskan ke 438 Desa pada 25 Kabupaten/Kota. program-program prioritas pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada wilayah sasaran yang terdiri dari : a. Pemantapan Stabilitas Politik Fokus : • • Pelaksanaan Pilkada dan persiapan Pemilu Stabilitas keamanan dan ketertiban umum dalam mendukung Pilkada dan Pemilu Prioritas pembangunan daerah tahun 2008 tersebut harus dilaksanakan secara sinergis baik antarsektor pembangunan. Intervenís pembangunan yang dilakukan di Desa Pusat Pertumbuhan harus merupakan kegiatan pengembangan ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal serta mempertimbangkan keterkaitan dengan perkembangan wilayah sekitarnya. antar pelaku pembangunan maupun antarwilayah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • Peningkatan kualitas pelayanan publik Penataan dan penegakan hukum daerah dan HAM serta bantuan hukum Peningkatan kerjasama antar provinsi di daerah perbatasan Peningkatan kinerja pemerintah desa Optimalisasi potensi pendapatan daerah 15. Dari sisi kewilayahan. Intervensi pembangunan yang dilakukan di Desa Pusat Pertumbuhan diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya.

Cikampek-Cikopo. rencana pengembangan sistem kota-kota di Jawa Barat yang berkaitan dengan penataan distribusi PKW untuk mendukung keserasian perkembangan kegiatan pembangunan antar wilayah adalah meliputi pengembangan PKW Cianjur-Sukabumi. Desa Tertinggal. dan simpul transportasi yang melayani beberapa kabupaten. Pelaksanaan pembangunan daerah harus senantiasa memperhatikan aspek budaya yang merupakan bagian dari modal sosial yang dapat dikembangkan menjadi sebuah potensi pembangunan. Salah satu upaya pelestarian budaya khas Jawa Barat adalah dengan memfokuskan pembangunan di desa-desa budaya Jawa Barat. d. c. Intervensi pembangunan yang dilakukan di Desa Tertinggal ini dititikberatkan pada pemenuhan sarana dan prasarana dasar permukiman serta pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat seperti akses terhadap pendidikan dasar dan kesehatan dasar. Berdasarkan identifikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2005 teridentifikasi sebanyak 9 buah desa budaya dan 12 bentuk rumah adat yang merupakan salah satu fokus wilayah pada pembangunan daerah tahun 2008. Palabuhanratu. Mengingat keterbatasan sumberdaya yang ada maka pada tahun 2008 pembangunan di desa tertinggal akan difokuskan ke 379 desa di 16 kabupaten. III . Kekhasan tersebut bisa berupa kampung adat atau rumah adat. Berdasarkan analisis Bapeda pada tahun 2006 teridentifikasi 753 desa tertinggal. Kegiatan pembangunan yang dilakukan di Kota Pusat Pertumbuhan kesehatan dan transportasi. Tasikmalaya. Ketertinggalan suatu wilayah tentu harus segera dikurangi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Desa Budaya Jawa Barat Desa Budaya Jawa Barat adalah desa khas yang ditata untuk kepentingan pelestarian budaya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b. Berdasarkan Perda No. Kota Pusat Pertumbuhan Kota Pusat Pertumbuhan atau Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) adalah kota sebagai pusat jasa. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 dititikberatkan peningkatan pusat pelayanan pendidikan. pusat pengolahan.14 . 2 tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat. Kadipaten dan Pangandaran. Desa Tertinggal adalah desa yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan desa lain dalam suatu wilayah tertentu.

Kawasan Andalan Kawasan andalan merupakan suatu deliniasi wilayah yang apabila dilakukan sedikit dorongan intervensi ekonomi akan mendongkrak perkembangan ekonomi di wilayah tersebut. Ciamis dan Kuningan. Kegiatan di daerah perbatasan ini dititikberatkan pada perbaikan sarana dan prasarana dasar permukiman serta infrastruktur wilayah. Bopunjur. Berdasarkan PP No. dan Sukabumi. Pada tahun 2008 kegiatan di kawasan andalan akan difokuskan pada seluruh kawasan andalan yaitu Cekungan Bandung. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Kegiatan akan difokuskan pada daerah perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Cirebon. Bodebek.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT e. Ciayumajakuning. g. Kegiatan Purwasuka. 47 Tahun 2001 terdapat 8 kawasan andalan di Jawa Barat. Timur. Daerah Rawan Bencana Pada tahun 2005 dan tahun 2006 wilayah Jawa Barat didera bencana alam dengan frekuensi yang cukup tinggi. serta perbatasan dengan Provinsi Banten di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. f. Untuk menghindari resiko bencana dan meminimalkan dampak bencana alam maka intervensi yang berupa kegiatan mitigasi bencana alam perlu ditingkatkan. Bekasi dan Kota Depok. perbatasan dengan DKI di Kabupaten Bogor. Pangandaran Priangan pembangunan di kawasan andalan akan dititikberatkan pada pengembangan investasi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal dan berorientasi ekspor serta upaya mempertahankan investasi lama dan merangsang tumbuhnya usaha ekonomi baru. Daerah Perbatasan Dengan Provinsi Lain Daerah perbatasan dengan provinsi lain merupakan salah satu prioritas lokasi pembangunan daerah tahun 2008.15 . Daerah rawan bencana alam yang merupakan fokus adalah daerah rawan bencana banjir dan gerakan tanah.

Penempatan. 8. 6. Sedangkan Rencana Kerja Penunjang merupakan rencana kerja yang memuat indikasi kegiatan untuk mendukung pencapaian sasaran program Rencana Kerja Prioritas yang diuraikan berdasarkan Misi dan Program Pembangunan Jawa Barat. Program-program pembangunan tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2003-2008. Perluasan. 5. 2. 7. Kreativitas dan Kelembagaan Pemuda 10. Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan 11. 3. 4.1 . Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah Program Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah Program Peningkatan Pendidikan Luar Biasa Program Sumber Daya Kesehatan Program Upaya Kesehatan Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman Program Peningkatan Kompetensi. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja Program Peningkatan Aktivitas. terdiri dari 49 program meliputi : 1. Program Peningkatan Olahraga 12. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Rencana Kerja Prioritas Pembangunan tahun 2008 didasarkan pada fokus-fokus dari prioritas pembangunan dan merupakan rencana kerja yang berisi indikasi kegiatan yang diprioritaskan untuk menjawab isu strategis yang dihadapi saat ini.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2008 Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2008 disusun berdasarkan pada isu strategis dan prioritas pembangunan daerah sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya dan dituangkan ke dalam bentuk matrik yang terdiri dari Rencana Kerja Prioritas Pembangunan tahun 2008 dan Rencana Kerja Penunjang Pembangunan tahun 2008. 9.

Serta Kesadaran Hukum dan HAM 27. Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa 32. Program Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 18. Program Pengembangan Agribisnis 14. Program Penataan dan Pembentukan Hukum Daerah. Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 29. Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah 31. Program Pengembangan Industri Manufaktur 17. Program Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan 16. Program Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja 22. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 13. Program Perencanaan. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi 25. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 15. Program Pengembangan Kepariwisataan 19. Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk 35. Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi 23. Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 24. Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah 33. Program Penataan Ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan 28. 21. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi 26.2 . UKM. Program Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur Pemerintah 30. Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa 34. Peningkatan Mutu produk dan Pelayanan Jasa 20.

Program Pemantapan Kawasan Lindung 39. Program Peningkatan Kesadaran Politik 46. bahwa rencana kerja Prioritas dan Penunjang yang merupakan Belanja Langsung (BL) dan kegiatan-kegiatan lain yang dialokasikan dari Belanja Tidak Langsung (BTL) harus mengacu kepada 49 program. Program Peningkatan Apresiasi Seni 43. Prioritas pembangunan yang diwadahi dalam program-program. Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik 45. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 37. Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan agama 40. Program Peningkatan Kesejahteraan Sosial 48. Hal tersebut untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran yang telah dibelanjakan sehingga dapat dinilai pencapaian kinerjanya. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan dan Konservasi SDA dan LH 38.3 . Program PPKIPM merupakan metode atau pendekatan pelaksanaan pembangunan dengan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan pada bidang kesehatan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . didukung pula oleh program lain untuk mengakselerasi pencapaian IPM diantaranya melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) – Index Pembangunan Manusia (IPM) dan Program Raksa Desa. Aksara dan Sastra Daerah 44. Program Perlindungan Perkembangan Sosial Anak dan Remaja 49.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 36. Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilai-nilai Tradisional 42. Program Peningkatan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 41. Program Pelestarian dan Pengembangan Bahasa. Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat 47.

466 lokal dan SMP/MTs sebanyak 3. 2. peningkatan kemampuan (capacity building) aparat dan masyarakat serta manajemen. 4. Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan 3.4 . Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana SD/MI sebanyak 16. Peningkatan Aksesibilitas.1 MATRIKS RENCANA KERJA PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2008 1. Peningkatan Pendidikan Fokus Sarana dan Prasarana 1. Meningkatnya daya tampung sarana prasarana SMP/MTs sebanyak 2.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT pendidikan dan daya beli didukung oleh pendekatan yang akurat. Kualitas dan Tata Kelola Pendidikan No 1. Peningkatan Ketersediaan dan Kualitas Guru. Program Pembangunan Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Sasaran Program 1.109 lokal 2. Meningkatnya kompetensi dan meningkatnya kesejahteraan guru Rehabilitasi dan penambahan Ruang Kelas Baru SMA/SMK Pemerataan kesempatan diklat bagi guru SD/MI dan SMP/MTs Pemerataan distribusi guru Peningkatan kesejahteraan guru di daerah terpencil Sertifikasi guru Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 2. Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah Meningkatnya kualitas lulusan dan daya tampung SMP/MTs Penyelenggaraan Ujian Nasional yang akuntabel di 25 Kabupaten/Kota Penyelenggaraan SD-SMP Satu Atap Penyelenggaraan kelas jauh SMP 64 lokal Pengembangan Induk SMP Terbuka 195 kecamatan Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) Pengembangan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) 16 Kabupaten/Kota 16 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV .373 lokal 3. dan SMP/MTs Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Dinas Pendidikan Kanwil Depag Sumber Dana APBN APBD Provinsi Penambahan RKB SMP/MTs 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • • Peningkatan kualitas dan kuantitas PAUD Pemberdayaan pengelola satuan PAUD sejenis 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 2. Pengembangan Pendidikan Alternatif dan Pendidikan Non Formal 1. serta Mutu dan Relevansi Lulusan Pendidikan Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi Meningkatnya daya tampung SMA/SMK sebanyak 500 lokal 1. Meningkatnya layanan PAUD Indikasi Kegiatan Rehabilitasi Gedung SD/MI.

No 1. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama dan Budaya Daerah Fokus Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah Program Pembangunan 1. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK Tersedianya data yang mutakhir dan akuntabel. Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah Sasaran Program Meningkatnya kualitas dan kuantitas pendidikan non formal Indikasi Kegiatan Pengembangan kejar paket A. Peningkatan Tata Kelola Pendidikan dan Pencitraan Publik 1. 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan Bapesitelda 2. B. dan C di komunitas dan lokasi yang sulit mengakses pendidikan Pengembangan keaksaraan fungsional Peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik non formal Pembinaan dan pengembangan lembaga kursus Peningkatan kapasitas PKBM Lokasi Daerah terpencil di 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans BAPUSDA Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Sumber Dana APBN APBD Provinsi 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Biro Organisasi Dinas Pendidikan 4. Aksara Dan Sastra Daerah Sasaran Program Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap bahasa daerah Indikasi Kegiatan Penggunaan bahasa daerah di lembaga pemerintahan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 2.5 . Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Pemerintah Meningkatnya kinerja manajemen pengelolaan pendidikan Peningkatan kinerja manajemen birokrasi pendidikan Peningkatan implementasi manajemen berbasis sekolah Revitalisasi sistem informasi manajemen data pendidikan dan infrastruktur teknologi informasinya 25 Kab/Kota 2. Peningkatan Apresiasi Seni Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya daerah 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota Disbudpar Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Pelestarian dan Pengembangan Bahasa. pendidikan dan masyarakat. Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap bahasa daerah Peningkatan kemampuan guru bahasa daerah Kreativitas seni dan budaya daerah oleh masyarakat melalui berbagai media Pergelaran dan Apresiasi seni tradisional dan kontemporer Pembinaan terhadap lembaga-lembaga kesenian Lokasi 25 Kab/Kota Pelaksana Disbudpar Dinas Pendidikan Sumber Dana APBD APBN 25 Kab/Kota Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Bapusda Disbudpar APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota 2.

Pembinaan. permuseuman. pengelolaan dan pemberdayaan koleksi permuseuman dan perpustakaan Jawa Barat Lokasi Jawa Barat Pelaksana Disbudpar Dinas Pendidikan Biro Yansos Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Bapusda Sumber Dana APBD Jawa Barat APBD Jawa Barat APBD 2./Kota Distarkim Dinas Kesehatan BPMD Dinkes APBD APBN APBD Provinsi Pendidikan lingkungan hidup berbasis sekolah Pengembangan dialog antar pemuka agama Peningkatan kemampuan para juru da’wah Implementasi kesalehan sosial oleh aparatur Pemda Pembinaan kerukunan hidup umat beragama.6 . peningglan kesejarahan. dan kepurbakalaan bagi pengembangan budaya daerah APBD APBD Desa Budaya di Jawa Barat Jawa Barat Disbudpar Disbudpar APBD APBD Desa/kawasan Budaya di Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Disbudpar Distarkim Dinas Pendidikan Kanwil Depag Biro Yansos Kanwil Depag APBD APBN APBN APBD APBN APBD 5. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat 2. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama 2. Terpeliharanya dan termanfaatkannya nilai-nuilai tradisional. Pelestarian dan Pengembangan Desa Budaya Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilai –nilai Tradisional Terfasilitasinya kegiatan intern dan kegiatan antar umat beragama.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 3. Menggerakkan promosi dan penyebarluasan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Peningkatan Budaya Hidup Bersih dan Lingkungan Sehat 1. Peningkatan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 4. permuseuman dan kepurbakalaan bagi pengembangan budaya daerah Indikasi Kegiatan Penanaman nilai-nilai budaya daerah di masyarakat Pengembangan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Penghimpunan. Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah 3. Peningkatan Pendidikan Budi Pekerti 1. peninggalan kesejarahan. pelestarian. Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilainilai Tradisional Sasaran Program Terpeliharanya dan termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. Peningkatan Agama Implementasi Nilai-nilai 1. dan pengembangan Desa Budaya Penataan lingkungan Desa Budaya Pembinaan dan Pengembangan kearifan lokal Pengembangan Desa/kawasan Budaya sebagai potensi Pariwisata Jawa Barat Dinas Pendidikan BPLHD Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag Disbudpar APBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Desa Budaya di Jawa Barat APBD APBD APBD 2. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama sebagai dasar bagi pendidikan budi pekerti Pengembangan Nilai-nilai ajaran agama di sekolah Implementasi nilai-nilai ajaran agama Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Mendorong peningkatan mutu kesehatan lingkungan perumahan Melakukan sosialisasi lingkungan sehat 2. Meningkatnya pengetahuan tentang lingkungan hidup sehat bagi siswa sekolah 1. Upaya Kesehatan 1. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten/Kota dengan indeks kesehatan lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat 25 Kab.

Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tentang etika dan budi pekerti di lingkungan pendidikan dasar dan pra sekolah. SD/MI dan SLTP/MTs tentang kurikulum lingkungan hidup Pengembangan kurikulum lingkungan hidup di tingkat pendidikan dasar dan pra sekolah Pelaksanaan kurikulum lingkungan hidup di tingkat pendidikan dasar dan pra sekolah Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Kanwil Depag Biro Yansos Sumber Dana APBN APBD 2.7 . Penyediaan Sumber Daya Kesehatan terutama untuk Daerah Perbatasan dan Desa Tertinggal Sumber Daya Kesehatan Daerah Terpencil Dinkes APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Pengembangan balai pelatihan tenaga kesehatan masyarakat 25 Kabupaten/Kota Dinkes Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag BPLHD Dinas Pendidikan Kanwil Depag BPLHD Dinas Pendidikan BPLHD APBN APBD 25 Kabupaten/Kota APBN APBD 2. Mendorong peningkatan pemerataan. Terlaksananya pendidikan lingkungan hidup bagi siswa SD/MI. Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Sekolah Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah 1. 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Dinas Pendidikan Kanwil Depag BPLHD APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 6. Terwujudnya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang lingkungan hidup Pengembangan Sekolah hijau 25 Kabupaten/Kota APBN APBD 3.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Mengoptimalkan fungsi kader juru dakwah dan DKM dalam pengembangan pendidikan budi pekerti di lingkungan RT/RW Pengembangan pendidikan berbasis nilai Pengembangan kurikulum muatan lokal tentang etika dan budi pekerti Mengembangkan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya daerah di Sekolah Pelatihan pendidikan budi pekerti bagi guru SDMI dan SLTP/MTs Sosialisasi kepada guru TK/RA. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Kesehatan Masyarakat Fokus Peningkatan Sarana Kesehatan Dasar dan Prasarana Program Pembangunan Sumber Daya Kesehatan Sasaran Program Mendorong peningkatan dan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang dapat diakses masyarakat dengan cepat dan murah. SLTP/MTs dan pra sekolah. kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan (Dokter di Puskesmas 70% dan Bidan di Desa Terpencil 80%) Indikasi Kegiatan Pengembangan sarana dan prasarana kesehatan dan balai pengembangan laboratorium kesehatan • Pengembangan pendayagunaan kesehatan dan tenaga Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Dinkes Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. No 1.

Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan Upaya Kesehatan 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota Kota Pusat Pertumbuhan • Dinkes • BPMD Dinkes Distarkim APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi 6. cakupan Ibu Hamil mendapat 90 tablet Fe 85%. Kusta. Diabetes Mellitus dan Kanker.000 penduduk <15 tahun <1%. Jantung dan gangguan sirkulasi. balita diare yang ditangani 75%. cakupan pemberian makanan pendamping ASI bayi Gakin 95%. pemberantasan. meningkatnya pelayanan kesehatan jiwa klien yang mendapat pelayanan HIV/AIDS 95%. Infeksi menular seksual yang diobati 95%. kesembuhan penderita TBC-BTA Positif >80%. AFP Rate/100. Mendorong upaya perbaikan gizi.8 . Mendorong peningkatan cakupan pelayanan kesehatan (Linakes 80%) 3. cakupan balita mendapat kapsul vitamin A 2x per tahun 85%. Menggerakkan upaya pencegahan. 2. Fokus Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular terutama Daerah Perbatasan dan Desa Tertinggal Program Pembangunan Upaya Kesehatan Sasaran Program 1. Peningkatan Cakupan Kesehatan Dasar Pelayanan Upaya Kesehatan Perbaikan gizi masyarakat melalui kewaspadaan pangan 25 Kab/Kota Dinkes APBN APBD Provinsi Peningkatan pelayanan kesehatan keluarga Peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak Revitalisasi Posyandu Promosi Kesehatan Pembangunan 25 Kab/Kota Dinkes APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kab/Kota Dinkes 5. Mendorong peningkatan surveilance penyakit & penanggulangan KLB/bencana serta imunisasi 1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 3. penanganan dan pemberantasan penyakit Lokasi 25 Kab/kota Pelaksana Dinkes RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Distarkim Biro Yansos Sumber Dana APBN APBD Provinsi Peningkatan surveilance penyakit 25 Kab/Kota Dinkes APBN APBD Provinsi 4. dan Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan 90%). Menggerakkan peranserta kelembagaan di perdesaan Indikasi Kegiatan Pencegahan. dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular (Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dapat ditangani < 24 jam 95%. Mendorong peningkatan rujukan ibu hamil risiko tinggi & bayi (Rujukan Bumil Risti 75% dan Neonatal Risti 75%) 1. Menggerakkan perilaku hidup sehat 2. penderita DBD yang diobati 75%. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman di Kota Pusat Pertumbuhan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Perkotaan Meningkatkan kapasitas daya dukung perumahan di perkotaan • Memfasilitasi pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . cakupan balita dengan Pnemonia yang ditangani 95%. API penderita Malaria < 1/1000. dan rumah bebas jentik 90%). 2. bagi seluruh penduduk (Kecamatan Bebas Rawan Gizi 65%. kewaspadaan dini dan penanggulangan terhadap penderita Polio.

Meningkatnya Kualitas Perumahan Sosialisasi Lingkungan Rumah Sehat Distarkim APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Kab. Bogor. Bogor. Indramayu. Kab. Bogor. Kab. Kab. Kab. Garut. Bogor. Garut. Bogor. Sukabumi. Kab. Garut. Bogor. Kab. Kab. Bandung. Garut. Kab. Kab. Sukabumi. Pemberdayaan Penduduk Miskin No 1.9 . Bandung. Kab. Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Indramayu. Kab. Kab. Sukabumi. Kab. Kab. Garut. Garut. 2. Meningkatnya Kualitas dan Cakupan Pelayanan Air bersih dan Sanitasi Memfasilitasi Penyediaan Air bersih • • Distarkim Distamben APBN APBD Provinsi Memfasilitasi Penyediaan Sanitasi Distarkim APBN APBD Provinsi 2. Karawang Dinskes APBN APBD Provinsi Dinskes APBN APBD Provinsi 2. Indramayu. Sumberdaya Kesehatan Sasaran Program Menurunnya angka drop out (DO) siswa pendidikan dasar 1. Kab. Bandung. Kab. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman Bagi Penduduk Miskin Terutama di Desa Tertinggal Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman 1. Bandung. Mendorong peningkatan penyediaan obat baik generik maupun esensial Indikasi Kegiatan Pemberian bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin Peningkatan keterjangkuan harga obat dan perbekalan kesehatan untuk keluarga miskin Peningkatan peran serta masyarakat dalam menentukan pelayanan kesehatan masyarakat Peningkatan ketersediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh keluarga miskin Lokasi 25 Kab. Kab. Bogor. Bogor. Bandung. Kab. Kab. Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Bandung. Kab. Meningkatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 6 Kabupaten ( Kab. Bandung. Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Sukabumi. Kab. Bandung. Indramayu./Kota Pelaksana Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinskes Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2. Garut. Kab. Mendorong penyediaan jaminan pembiayaan kesehatan pra bayar bagi keluarga miskin dan masyarakat rentan 95% 2. Indramayu. Kab. Mendorong penurunan angka gizi kurang dan buruk pada balita Pelayanan asuransi kesehatan gakin (Askeskin) Dinskes APBN APBD Provinsi Peningkatan pengetahuan masyarakat miskin tentang gizi dan perawatan anak Dinskes APBN APBD Provinsi 3. Indramayu. Sukabumi. Kab. Kab. Kab. Sukabumi. Garut. Kab. Indramayu. Sukabumi. Kab. Sukabumi. Indramayu.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Fasilitasi pelaksanaan pembangunan bidang permukiman Lokasi Jawa Barat Pelaksana Biro Yansos Sumber Dana APBD Provinsi 4. Kab. Kab. Kab. Fokus Peningkatan akses pendidikan bagi siswa Miskin Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin Program Pembangunan Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah 1. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Kab. Kab. Upaya Kesehatan 1. Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab.

Kab. Kab. Sukabumi. Kab. Bogor. Kab. Bandung. Kab. Garut. Kab. garut. Indramayu. Indramayu. Karawang APBN APBD 2. Kab. Garut. Kab. Indramayu. Bandung. Sukabumi. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah 1. Bandung. Bogor. Indramayu. Sukabumi. Bogor. Indramayu. Karawang Kab. Indramayu. Bogor. Kab. Bogor. garut. Sukabumi. dan usaha mikro dan kecil dengan bunga yang terjangkau Kab. Kab. Kab. antar bursa ekonomi dan Kab. Kab. Bandung. Kab.10 . Kab. Kab. Meningkatnya akses terhadap sumber permodalan melalui lembaga keuangan mikro dan penguatan kelembagaan KUKM di pedesaan Pengembangan mekanisme penyaluran kredit bagi usaha koperasi. garut. Meningkatnya partisipasi masyarakat miskin dalam peluang berusaha Pengembangan usaha diluar pertanian ( off farm) di pedesaan Kab. Kab. Kab. Bogor. Kab. Sukabumi. garut. Karawang APBN APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Bandung. Kab. Indramayu. Bandung. Kab. Bandung. Kab.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Memberikan Bantuan Stimulan Untuk Meningkatkan Kualitas Perumahan Lokasi 6 Kabupaten ( Kab. Karawang Pelaksana Distarkim Sumber Dana APBN APBD Provinsi 4. Bogor. Karawang APBN APBD Perlindungan dan dukungan bagi lembaga keuangan mikro Kab. Kab. Kab. Peningkatan Peluang Berusaha Bagi Penduduk Miskin 1. Karawang Kab. Bogor. Sukabumi. Pengembangan dan penguatan KUKM. Karawang APBN APBD Penguatan dan pembentukan lembaga keuangan keuangan mikro Kab. Kab. Indramayu. Kab. garut. Kab. Kab. Bandung. Sukabumi. Karawang APBN APBD Peningkatan kerjasama antar lembaga. Sukabumi. Kab. Kab. Garut. Kab. Peningkatan Agribisnis Meningkatnya pendapatan petani dan nelayan Pengembangan usaha masyarakat perkebunan dan sekitar hutan Diversifikasi agribisnis Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Indag Agro Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2.

PangandaranCiamis. Terintegrasinya jaringan business KUKM pedesaan dengan IKM di perkotaan. UKM.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. Pengembangan jaringan kerjasama antara UKM di DPP (Agropolitan) dengan IKM di perkotaan (Centre Business Distrik). Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja. Meningkatnya Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja di Dalam dan Luar Negeri. • Fasilitasi pelatihan kewirausahaan bagi pengusaha baru (kemampuan teknik an entrepreuneurship). Bogor. Fokus Peningkatan Keterampilan Ketenagakerjaan Bagi Pencari Kerja Program Pembangunan Peningkatan Kompetensi. Meningkatnya Pemberdayaan Hubungan Industrial melalui Pengembangan Lembaga-lembaga Ketenagakerjaan • Penempatan Tenaga Kerja • Perluasan Lapangan Kerja Perlindungan Pengawasan Ketenagakerjaan • • Pembinaan Industrial Perencanaan Kerja Daerah dan 3. Bandung. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja.11 . Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja. Penempatan. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah Terbentuknya wirausaha baru yang memiliki daya saing Kab/Kota Sukabumi. 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 2. Perluasan. Perluasan. 1. Bogor. Indikasi Kegiatan • Pembinaan dan Fasilitasi Lembaga Pelatihan dan produktivitas • Standarisasi Sertifikasi • Pelatihan Ketenagakerjaan Lokasi Jawa Barat Pelaksana • Disnakertrans Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Disnakertrans • Disnakertrans • Disnakertrans • Disnakertrans • Disnakertrans • Biro Bangsos 2. Peningkatan Kompetensi. Peningkatan Peluang Kerja Peningkatan Kompetensi. Sasaran Program Meningkatnya Kompetensi Tenaga Kerja melalui Sertifikasi dan Pelatihan serta Pembinaan Institusional BLK/LKK. Bandung. Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Ketenagakerjaan No 1. APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Bekasi. Cirebon. Peningkatan Wirausaha Baru Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Fokus Pengembangan KUKM dan IKM Terutama di Desa Pusat Pertumbuhan Program Pembangunan Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Penempatan. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah Sasaran Program 1. Usaha Kecil dan Menengah serta Industri Kecil dan Menengah No 1. • Pendampingan dan monitoring bisnis pelaku usaha baru. Meningkatnya Perlindungan serta Pengawasan Tenaga Kerja dan Perusahaan. Bekasi. Peningkatan Peran Koperasi. Perluasan. Penempatan. Meningkatnya peran KUKM dan IKM di pedesaan. Cirebon. Lokasi 25 kab/kota Pelaksana • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas KUKM • Din Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. Pangandaran Ciamis. UKM. 2. Kab/Kota Sukabumi. Indikasi Kegiatan Pengembangan UKM di Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) dan Desa Tertinggal (DT). Peningkatan Peran dan Fungsi Kelembagaan Hubungan Industrial Hubungan Tenaga Jawa Barat Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 6.

Bekasi. Kab/Kota Sukabumi. Peningkatan Investasi Untuk Perluasan Kesempatan Kerja No 1. Fokus Penyederhanaan prosedur dan kelembagaan perizinan investasi di daerah Program Pembangunan Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Sasaran Program Terwujudnya Penyederhanaan Regulasi dan Mekanisme Pelayanan Investasi yang terkoordinasi dan efektif Indikasi Kegiatan Menciptakan penyederhanaan prosedur perizinan investasi melalui One Stop Services (OSS) pelayanan investasi. Jawa Barat Jawa Barat APBN ABPD Provinsi APBN ABPD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Bogor. • Peningkatan PMA/PMDN melalui pemberian insentif • Kajian sistem perpajakan/retribusi yang terkait dengan investasi di Jawa Barat. Optimalisasi promosi untuk menarik investasi baru. Cirebon. PangandaranCiamis. Bandung. Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat 3. Bandung. Pemberian insentif bagi kegiatan investasi di daerah Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Meningkatnya realisasi investasi PMA/PMDN di Jawa Barat. Pelaksana • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 7. Lokasi Kab/Kota Sukabumi. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pelayanan investasi One Stop Service (OSS) Membangun mekanisme pelayanan investasi yang terkoordinasi dan efektif Provinsi Jawa Barat Lokasi Jawa Barat Pelaksana • BPPMD • Biro Sarek Sumber Dana APBN APBD Provinsi Jawa Barat • BPPMD • Biro Sarek • Bapesitelda • BPPMD • Biro Sarek • Dinas Indag • BPPMD • Biro Sarek • Dinas Indag • BPPMD • Biro Sarek • BPPMD • Biro Sarek • BPPMD • Biro Sarek APBN APBD Provinsi Jawa Barat APBN APBD Provinsi 2. • Fasilitasi koordinasi peningkatan investasi di Jawa Barat • Peningkatan kerjasama dan promosi investasi investasi di kawasan khusus.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Fasilitasi kegiatan pemagangan di perusahaan besar yang terkait dengan kegiatan wirausaha baru • Fasilitasi permodalan dan keringanan biaya perizinan bagi wirasuaha baru. Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Terkoordinasinya penyelenggaraan promosi secara efektif dan efisien.12 . PangandaranCiamis. Cirebon. Bekasi. Bogor.

/ Kota 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota • Pengawasan dan pengendalian peredaran input produksi 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota 1. serta disertifikasi agribisnis • Pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab. Fokus Peningkatan peran dan fungsi penyuluh pertanian Program Pembangunan Pengembangan Agribisnis Sasaran Program Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan sumberdaya penyuluh pertanian Indikasi Kegiatan • Peningkatan kinerja penyuluh pertanian Lokasi 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Perikanan Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBD Kab. Peningkatan produktivitas./ Kota • Pengembangan penyuluh swakarsa 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab. distribusi serta diversivikasi pangan 1. 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota • Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna bagi penyuluh pertanian dan penyuluh swakarsa. • Meningkatkan kualitas sarana balai penyuluh pertanian. Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan sumberdaya Kelautan Meningkatnya produktivitas usaha perikanan laut • Pengembangan budidaya laut dan payau Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBD Kab/ Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . produksi./ Kota • Antisipasi terhadap cuaca dan ketersediaan sumberdaya air 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota 2.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8./ Kota • Penanganan panen dan pasca panen untuk mengurangi kehilangan hasil • Penganekaragaman usaha tani 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab. distribusi. Revitalisasi Agribisnis dan Industri No 1.13 . Pengembangan Agribisnis Meningkatnya produktivitas produksi.

Peningkatan Pemanfaatan Air Baku di Wilayah Rawan Air Bersih Penyediaan Rumah Bagi Masyarakat Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih Meningkatnya kapasitas daya Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan air baku untuk kegiatan domestik Memfasilitasi pembangunan rumah bagi masyarakat Distarkim APBD Provinsi 3.APBD Provinsi . Kab. Peningkatan Ketahanan Pangan Terkendalinya tingkat kerawanan pangan masyarakat • Pengembangan sistem logistik dan distribusi pangan .APBD Kabupaten/ Kota .APBD Kabupaten/ Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Meningkatkan kemampuan penyediaan pangan yang diperlukan.APBD Provinsi . No.14 . Bandung Jawa Barat Distarkim APBD Provinsi 2.APBD Kabupaten/ Kota .APBD Kabupaten/ Kota . 1. Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah Kemampuan inovasi produk.APBN .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Pengembangan usaha perikanan tangkap • Pengembangan teknologi perikanan laut Lokasi Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Indag Agro Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indagagro Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indagagro Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indagagro Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro - Sumber Dana 3. Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman. 16 Kabupaten • Pengembangan sistem isyarat dini serta sistem pemantauan dan pendataan kondisi pangan yang handal dan akurat • Peningkatan teknologi pangan 16 Kabupaten 16 Kabupaten 3. teknologi dan manajemen Pengembangan kemitraan antar industri pola Jawa Barat Jawa Barat • • • • 9. Kota Cimahi Pelaksana Distarkim Sumber Dana APBD Provinsi Citiis dan Legok Nangka.APBD Kabupaten/ Kota . Peningkatan Daya Saing Industri Program Pengembangan Industri Manufaktur 1. Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Fokus Pengelolaan persampahan di Metropolitan Bandung dan Jabodetabekpunjur Program Pembangunan Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman Sasaran Program Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan Indikasi Kegiatan Refungsionalisasi Lahan TPA Leuwigajah Penyiapan DED Calon Lahan TPA Citiis atau Legok Nangka Lokasi Leuwigajah.APBN .APBN . ternak dan ikan Jawa Barat 4.APBN . Wilayah Perkotaan Jawa Distarkim APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Meningkatnya nilai tambah dan produktivitas industri manufaktur 2.APBN . ternak dan ikan Pengembangan Agribisnis Terkendalinya hama dan penyakit tanaman.APBD Provinsi . ternak dan ikan Pengendalian hama dan penyakit tanaman.APBD Provinsi .APBD Provinsi .

Bodebek. Bodebek.Bogor Ring Road. fasilitasi dan koordinasi pembangunan bandara internasional di Jawa Barat Persiapan pembangunan waduk-waduk kecil Pengelolaan situ. Bodebek. Peningkatan infrastruktur penyedia air baku. Terlaksanya pembangunan jalan sepanjang 1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No. Cikampek-Cirebon (Cikacir). dan Metropolitan Cirebon. Cikacir. Peningkatan Ketahanan Energi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Metropolitan Bandung. dan Pantura Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Cekungan Bandung. waduk. dan Pantura Cekungan Bandung. Bogor Ring Road. Pembangunan jalan tol Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi Terlaksananya persiapan dan pembangunan Jalan Tol CileunyiSumedang-Dawuan (Cisumdawu). Perluasan jaringan listrik perdesaan Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Pengembangan listrik perdesaan / masyarakat di daerah melalui perluasan jaringan PLN dan Non PLN Jawa Barat APBD Provinsi APBN 10. Fokus Berpenghasilan Rendah Program Pembangunan permukiman Sasaran Program dukung perumahan dan permukiman Indikasi Kegiatan berpenghasilan rendah Fasilitasi pelaksanaan pembangunan bidang permukiman Pembangunan jalan dan jembatan Pembangunan jalan dan jembatan Lokasi Barat Jawa Barat Pelaksana Biro Yansos Sumber Dana APBD Provinsi APBD Provinsi 4. Terlaksananya pembangunan jalan sepanjang 20. dan PKW Sukabumi Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 1. waduk dan embung dalam rangka penyediaan air baku di Metropolitan Bandung. Pembangunan Waduk Jatigede Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Kabupaten Sumedang • • • • • • Dinas PSDA Biro Sarek Departemen PU Dinas PSDA Biro Sarek Departemen PU APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi APBN Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Jalan Tol Cisumdawu. Perhubungan Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU APBD Provinsi APBN 6. dan Kanci-Pejagan Meningkatnya cakupan dan akses pelayanan listrik terhadap masyarakat Fasilitasi dan koordinasi pembangunan jalan tol 10.2 Km dan pembangunan jembatan sepanjang 100 m Terlaksananya persiapan pembangunan bandara internasional di Jawa Barat Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. Majalengka • • • • • • • • • • • Dinas Perhubungan Setda Jabar Dep. Kertajati Kab. Bodebek dan Pantura Kab. Bodebek. Peningkatan infrastruktur irigasi di Pantura Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Pantura Jawa Barat Terlaksananya persiapan dan pembangunan Waduk Jatigede Rehabilitasi dan Peningkatan Daerah Irigasi Lintas Kab/Kota dan Daerah Irigasi dengan Luas antara 1000-3000 Ha dan diatas 3000 Ha Pembebasan tanah dan pemindahan penduduk Fasilitasi dan koordinasi pembangunan Waduk Jatigede Pembangunan Waduk Jatigede Dinas PSDA 8. dan Pantura Cekungan Bandung. Kuningan • • Dinas Bina Marga Departemen PU APBN Dinas Bina Marga APBD Provinsi 5. Kab.15 . dan Pantura Daerah Pantura Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 7. Pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. Garut. Cianjur. Bandung. dan embung Pengelolaan jaringan air baku. pengendali daya rusak air di Cekungan Bandung. dan Kanci Pejagan Departemen PU • • • • • Dinas Bina Marga Biro Sarek Departemen PU Distamben DESDM 9.4 Km dan jembatan sepanjang 1860 m 2. Persiapan pembangunan bandara internasional Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi Desain. Bodebek. Pengendalian pemanfaatan air permukaan Kec. dan Pantura Cekungan Bandung. dan Sumedang Kab.

16 . Terbangunnya sistem informasi. 2. Galunggung. biodiesel. Meningkatnya fungsi dan kualitas kawasan lindung DAS Citarum. Pemantapan Kawasan Lindung Sasaran Program 1. BPLHD BPLHD Bapeda Dishut Dishut Binprod Dishut Sumber Dana APBD APBD 2. Peningkatan efektivitas 1. Meningkatnya penyediaan energi alternatif Indikasi Kegiatan Pengembangan mikrohidro dan PLTS Lokasi Jabar Selatan Pelaksana Distamben Sumber Dana APBD Pengembangan Pemanfaatan Energi Alternatif PLT Angin. Terfasilitasinya pengembangan bioenergi Desa Pertumbuhan Distamben APBD 2. Kuningan. dan Sangkan Hurip Bandung Bandung Distamben APBD 3.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 1. monitoring dan evaluasi kawasan lindung Indikasi Kegiatan • Pengembangan sistem informasi kawasan lindung • Penyusunan sistem monitoring dan evaluasi kawasan lindung • Rehabilitasi lahan kritis di kawasan lindung • Peningkatan pengelolaan TAHURA • Pemeliharaan tanaman penghijauan dan reboisasi • Pengelolaan sumberdaya Kehati Lokasi Kota Bandung 15 kabupaten Kota Bandung Pelaksana Bapeda Dishut. Citanduy. Pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi Program pengembangan Sumberdaya mineral dan panas bumi Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Termanfaatkannya panas bumi untuk direct use dan pembangkit listrik Terfasilitasinya kegiatan hemat energi Kawasan Gunung Talagabodas. biofuel Pengembangan pemanfaatan sumberdaya panas bumi di Jawa Barat Kemitraan konservasi energi Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penghematan energi Fasilitasi peningkatan gerakan hemat energi Pantura Jabar Selatan Distamben APBD 3. Cianjur. Sukabumi dan Ciamis Kota Bandung Dishut BPLHD Dishut Dishut Disbun Dishut 3. dan Biogas Penyediaan energi alternatif bagi masyarakat melalui pengembangan biokerosin. kerusakan dan keamanan kawasan lindung 2. Optimalisasi Penanganan Bencana. Meningkatnya cakupan dan akses pelayanan energi listrik bagi masyarakat dan bagi wilayah Jabar Selatan. Citanduy. Cimanuk Kawasan Lindung Garut. Cianjur dan Bandung Kuningan. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan No 1. Terkendalinya pemanfaatan. Papandayan. Fokus Peningkatan upaya pengurangan resiko bencana Program Pembangunan 1. Terfasilitasinya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan lindung 4. Cimanuk dan Ciliwung APBD APBN APBD APBD APBD APBD DAS Citarum. Fokus Pengembangan dan pendayagunaan energi alternatif Program Pembangunan Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Sasaran Program 1. Peningkatan upaya konservasi dan penghematan energi Distamben Distamben APBD APBD Bandung Biro Binprod APBD 11. Tersedianya sistem informasi Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan atau kawasan lindung non hutan Pengawasan dan pengamanan hutan • Pengembangan Sistem APBD Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV .

banjir. gerakan tanah APBD Jawa Barat Fasilitasi dan simulasi pemberdayaan satuan linmas dalam penanganan bencana Jawa Barat Distamben Bakesbanglinmasda Dinsos Biro bangsos Bappenas Basarnas Distamben Bakesbanglinmasda Dinsos APBN APBD APBN APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Cianjur dan Garut Dept PU.17 . pengurangan resiko bencana (RAN PRB) Daerah rawan bencana. Indramayu Bakesbanglinmasda Dinas Sosial APBN APBD 2. Bekasi. Cianjur. Tasikmalaya. Bandung. Optimalisasi manajemen kebencanaan Penyusunan rencana kontijensi mitigasi dan penanganan bencana di Jawa Barat Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana Fasilitasi dan simulasi pemberdayaan satuan linmas dalam penanganan bencana Fasilitasi penyusunan mitigasi bencana di masing-masing daerah Penyusunan rancangan teknis penataan lahan akibat bencana longsor Kota Bandung Bapeda BPLHD APBN Kota Bandung Bapeda-Satkorlak BPLHD Biro Bansos APBD Daerah Rawan Bencana APBD Bandung Distamben Bakesbanglinmas Distamben APBN APBD APBD Kab bandung 3. Ciamis. Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana Pengembangan sistem peringatan dini. Sumedang. banjir. mekanisme mitigasi berbasis masyarakat Pelatihan dan sosialisasi menghadapi bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana Pelatihan dan sosialisasi rencana aksi nasional. Tasikmalaya. Subang. Garut. Karawang. Sukabumi. Kelautan & Perikanan. Basarnas APBN Kab. stunami BPLHD Biro Bansos Distamben Distamben Biro Bansos APBD Daerah rawan bencana.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan pengelolaan dan konservasi SDA dan lingkungan Sasaran Program kebencanaan yang mudah diakses Indikasi Kegiatan Informasi Kebencanaan Jawa Barat Penyusunan peta resiko bencana Inventarisasi objek/ infrastruktur vital terhadap bencana Fasilitasi dan penyediaan sistem informasi dan pemasangan early warrning sistem (EWS) pada titik rawan bencana (tsunami) dan sistem deteksi tradisonal Penyiapan data lokasi untuk pengamanan masyarakat di daerah rawan bencana Lokasi Pelaksana Sumber Dana Kota Bandung Jawa Barat Distamben Distamben APBD APBN Kab Ciamis. Majalengka. Sukabumi.

Tersedianya sistem pemantauan pencemaran dan kerusakan lingkungan Tersedianya sistem pemantauan kualitas air dan udara di Jawa Barat Pemantauan pengelolaan persampahan di perkotaan. B3. Ciliwung. dan DAS Cimanuk BPLHD APBD • Dishut BPLHD APBD 12. Cirebon APBD 5. Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . udara perkotaan. dan udara se Jawa Barat. sekolah dan pesantren • Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan wilayah pesisir Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan Daerah Aliran Sungai Prioritas / Kritis Bandung BPLHD APBD Jawa Barat BPLHD Disperindag Distamben BPLHD APBD Bodebek. LSM. Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholder Bandung BPLHD APBD Kuningan Bandung Dishut BPLHD APBD Pesisir Utara dan Pesisir Selatan DAS Citanduy. Terciptanya jejaring mitra pelestarian lingkungan di Jawa Barat 2. Peningkatan Sarana dan Prasarana pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 1. Pengembangan sistem pemantauan telemetri air tanah Bandung . persampahan. Peningkatan peran masyarakat pengelolaan lingkungan dalam Peningkatan efektivitas pengelolaan dan konservasi SDA dan lingkungan 1. Bandung. Tersedianya media komunikasi penyelesaian kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan 4. dan pertambangan Bandung. Tersedianya pedoman dan indikator pengendalian kerusakan lingkungan di kawasan lindung.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Lokasi Pelaksana Biro bangsos Bappenas Basarnas Sumber Dana 2. Pemantauan kerusakan wilayah pesisir. Tersedianya indikator baku mutu dan pedoman pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Pengembangan pedoman dan indikator pengendalian pencemaran air . Jawa Barat BPLHD APBD Bandung BPLHD Distamben APBD 2. kehati. pesisir. Bodebek DAS Citarum. Bogor BPLHD APBD Distarkim BPLHD BPLHD Distamben APBD APBD APBD 3. Cimanuk Kawasan Andalan Pantura dan Pansela CAT Bandung.18 . Tersedianya sistem informasi lilngkungan dan kebencanaan yang mudah diakses 3. B3 Peningkatan kemitraan pengelolaan lingkungan dengan pencinta lingkungan. Terfasilitasinya penerapan teknologi tepat guna dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Pembentukan wadah fasilitasi pengaduan dan penyelesaian kasus lingkungan Pengembangan implementasi produksi bersih untuk industri dan pertambangan Fasilitasi perbaikan pengelolaan dan teknologi sampah perkotaan Pengembangan sistem informasi kualitas sumber daya air.

penempatan transmigrasi serta kerjasama antar daerah Pengendalian pertumbuhan migrasi dan persebaran penduduk 25 kabupaten/ kota BKKBN APBD Provinsi 3. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat translok Pengerahan. Pemberdayaan Sistem administrasi kependudukan Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Terkendalinya tingkat pertumbuhan migrasi dibawah 0.949.784 2.5% melalui pelaksanaan Sistem Administrasi Kependudukan 21 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) di 11 kabupaten 18 provinsi di daerah perbatasan Disnakertrans APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Disnakertrans Biro Bangsos 25 kabupaten/ kota Biro Dekon APBN APBD Provinsi 13. Fokus Peningkatan pengendalian Pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara dan Jabodetabekpunjur Program Pembangunan Penataan Ruang Sasaran Program Meningkatnya kinerja pengendalian pemanfaatan ruang Indikasi Kegiatan Fasilitasi pelaksanaan petunjuk operasional Bandung Utara Fasilitasi penataan ruang di Jabodetabekpunjur Lokasi Bandung Utara Pelaksana Distarkim Sumber Dana APBD Provinsi Kab/Kota Bogor.Jawa Barat 2. Kab/Kota Bekasi Distarkim APBD Provinsi 14.126. Peningkatan Pengendalian Pemanfaatan Ruang No 1.19 . Pendewasaan usia perkawinan Indikasi Kegiatan Penyediaan alat dan obat kontrasepsi terutama bagi GAKIN Lokasi 25 kabupaten/ kota Pelaksana BKKBN Sumber Dana APBN APBD Provinsi Peningkatan rata-rata usia kawin pertama wanita menjadi 18. Depok. Cianjur. Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah No 1. Tercapainya peserta KB baru sebanyak 1. Peningkatan kualitas pelayanan publik 1.3 th. Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah Meningkatnya fungsi kelembagaan dan ketatalaksanaan organisasi • Fasilitasi pelaksanaan SPM kepada SKPD Jawa Barat Setda (Biro Organisasi) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 1.192. Fokus Penataan kelembagaan ketatalaksanaan dan Program Pembangunan Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah Sasaran Program Meningkatnya fungsi kelembagaan dan ketatalaksanaan organisasi perangkat daerah.62% dari PUS sebanyak 8.600 akseptor atau 72.336 akseptor dan terbinanya peserta KB aktif sebanyak 5. Terbinanya masyarakat translok di 21 UPT 4. Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan dan kabupaten/kota se. Fokus Pengendalian laju pertumbuhan alamiah Program Pembangunan Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Sasaran Program 1. Indikasi Kegiatan • Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan • Fasilitasi dan evaluasi kelembagaan dan ketatalaksanaan di Kabupaten/Kota Lokasi Jawa Barat Pelaksana Setda (Biro Organisasi) Sumber Dana APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Prov APBD Kab/Kota Jawa Barat Setda (Biro Organisasi) 2.

Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Meningkatnya kinerja Aparat Desa 26 Kabupaten/Kota Bandiklatda Setda (Biro Kepegawaian) SKPD lainnya Setda (Biro Desen. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Meningkatnya sarana. Penataan dan penegakan hukum daerah dan HAM serta Bantuan Hukum 1. prasarana pelayanan kepada masyarakat Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat khususnya perbaikan Kantor Kecamatan. Biro Dekon) Distarkim SKPD lainnya APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 3. Biro Desen. Biro Dekon) BPMD Bapesitelda APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 5. Desa/Kelurahan di wilayah perbatasan antar provinsi dan Kabupaten Diklat dan Bintek yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat Fasilitasi peningkatan kinerja Aparat Desa 26 Kabupaten/Kota APBD Provinsi 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Desen) APBD Provinsi Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Setda (Biro Perlengkapan. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK 3. Terwujudnya penyediaan produk hukum daerah untuk operasional pemerintahan • Penyusunan produk hukum daerah • Penyusunan dan penyerasian produk hukum daerah kab/kota dengan provinsi • Evaluasi produk hukum Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Hukum) APBD Prov APBD Kab/Kota 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Terwujudnya perlindungan hak azasi manusia 26 Kabupaten/Kota Jawa Barat Setda (Biro Hukum) Dinas Pol PP Setda (Biro Hukum) POLRI Kejaksaan APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Provinsi Jawa Barat Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi 2. HAM dan lingkungan • Optimalisasi pemberian bantuan hukum kepada aparat dan masyarakat Jawa Barat 1.20 . Penataan dan pembentukkan Hukum daerah serta kesadaran hukum dan HAM Meningkatnya pelayanan yang didukung Teknologi Informasi (TI) Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di Jawa Barat dalam manajemen pemerintahan dan pelayanan • Sosialisasi Produk Hukum dan HAM • Kerjasama antara penegak hukum di daerah dalam menyelesaikan kasuskasus pelanggaran hukum. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Meningkatnya kualitas aparatur yang memberikan pelayanan Jawa Barat 4.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program perangkat daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indikasi Kegiatan Provinsi dan pembinaan serta penerapannya untuk Kabupaten/Kota berdasarkan Juknis/SPM yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat • Penyederhanaan Prosedur Pelayanan Lokasi Pelaksana Sumber Dana 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Organisasi) BPPMD Dispenda Setda (Biro Organisasi) APBD Provinsi • Revitalisasi dan optimalisasi pelayanan satu pintu • Fasilitasi pelaksanaan otonomi kabupaten/kota dan penguatan daerah otonom baru 2.

Kota Bekasi. Cibareno). Limo). Terwujudnya pemerintahan yang bersih dari KKN • Kampanye anti korupsi • Peningkatan pengawasan melekat di lingkungan aparatur pemerintah terhadap Korupsi. Bogor. Sukabumi (Kec. Peningkatan kerjasama antar provinsi di daerah perbatasan 1. Kota Depok (Kec. 25 Kabupaten/Kota Jawa Barat Dispol PP BKSP Jabodetabekjur Bakorwil SKPD Lainnya BKSP Jabodetabekjur Setda (Biro Organisasi) Setda (Biro Dekon) Dinas Tarkim APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 1. Terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah khususnya di daerah perbatasan 2. Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum 4. Ciamis (Kec. Cibingbin). Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah Terwujudnya Ketentraman Ketertiban Umum dan Penegakkan Perda Provinsi Jawa Barat Fasilitasi pelayanan dasar di daerah perbatasan Optimalisasi BKSP Jabodetabekjur Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Kab. Tata Ruang. Kab. Kuningan (Kec. Perencanaan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan kabupaten/kota yang berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. Pengendalian dan Pengawasan Terwujudnya sinergitas perencanaan dan pelaksanaan • Sinergitas perencanaan dan pelaksanaan Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan provinsi lain Jawa Barat Setda (Biro Desen) Bandiklatda Bapeda APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Terwujudnya pendataan pertanahan Fasilitasi permasalahan batas wilayah Fasilitasi permasalahan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perbatasan Inventarisasi masalah pertanahan di Provinsi Jawa Barat Sosialisasi kebijakan pertanahan Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat BPN APBN Jawa Barat Jawa Barat Setda ( Biro Dekon) Setda (Biro Desen) Bandiklatda APBN APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Provinsi APBD Kab/Kota 2. Kolusi dan Nepotisme Jawa Barat SKPD di seluruh Jawa Barat Bawasda Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Langensari). Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Terwujudnya profesionalitas aparatur pengelola kerjasama daerah dan aparatur di daerah perbatasan • Dilklat dan Bintek Kerjasama Daerah • Diklat substantif. Pajak dan Retribusi Daerah • Peningkatan kualitas legal drafter dan penegak hukum Lokasi Pelaksana Sumber Dana 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi 3. Kab. struktural dan fungsional bagi aparatur di daerah perbatasan 3.21 . Kab. Terwujudnya kelembagaan yang capable dalam melakukan kerjasama antardaerah perbatasan 3. Terwujudnya tugu batas dan kejelasan batas daerah Perbaikan tugu batas dan penataan batas wilayah 4. Sawangan dan Kec.

Draft 3 RKPD

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

No

Fokus

Program Pembangunan
Pembangunan

Sasaran Program
pembangunan di daerah perbatasan provinsi 1. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat Desa

Indikasi Kegiatan
pembangunan di daerah perbatasan Fasilitasi peningkatan kinerja aparat Desa Diklat dan bintek bagi aparat desa dan BPD

Lokasi

Pelaksana
Biro Desen

Sumber Dana

5.

Peningkatan Kinerja Pemerintah Desa

Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa

Jawa Barat

Biro Desen Biro Dekon BPMD • Bandiklatda • Biro Dekon Setda (Biro Dekon)

APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota APBD Provinsi

Jawa Barat Jawa Barat

2. Tertatanya organisasi pemerintah desa

Fasilitasi penyelengaraan pemerintahan desa Fasilitasi musyawarah asosiasi BPD dan pemerintah desa

Jawa Barat

Biro Dekon

3. Memantapkan sumber pendapatan dan kekayaan desa serta manajemen keuangan desa 6. Optimalisasi Potensi Pendapatan Daerah Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Meningkatkan pendapatan asli daerah

Penyusunan pedoman manajemen keuangan desa Fasilitasi pengembangan sumber PAD kabupaten/kota se Jawa Barat Penilaian pengelolaan sumber PAD kabupaten/kota se Jawa Barat Pengelolaan sumber PAD Dinas/Instansi penghasil di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pemutihan pajak daerah BBNKB kendaraan dari Provinsi lain ke Jawa Barat Peningkatan pendapatan melalui retribusi Penyusunan juklak/juknis untuk dinas penghasil

Jawa Barat

• Biro Dekon • Biro Keuangan • • • Biro Desen Biro Perlengkapan Biro Keuangan

APBD Provinsi

Jawa Barat

APBD Provinsi

Jawa Barat

Setda (Biro Desen, Biro Perlengkapan, Biro Keuangan Dinas Penghasil

APBD Provinsi

Jawa Barat

APBD Provinsi

Jawa Barat

Dispenda

APBD Provinsi

Jawa Barat Bandung

Dinas penghasil Setda (Biro Hukum) Dispenda Bapeda

APBD Provinsi APBD Provinsi

15. Pemantapan Stabilitas Politik
No
1.

Fokus
Pelaksanaan Pilkada dan Persiapan Pemilu

Program Pembangunan
1. Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik

Sasaran Program
1. Terwujudnya penyelenggaraan pilkada Gubernur dan Pilkada kabupaten/kota

Indikasi Kegiatan
• Fasilitasi penyelenggaraan Pilkada di 16 Kab/Kota • Fasilitasi Pilgub di 26 Kab/Kota • Fasilitasi Kesiapan Parpol dalam Pilkada

Lokasi
Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat

Pelaksana
• Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda

Sumber Dana
APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

2. Terwujudnya kegiatan Desk Pilkada Provinsi dalam

Fasilitasi Desk Pilkada Provinsi dalam

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

IV - 22

Draft 3 RKPD

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

No

Fokus

Program Pembangunan

Sasaran Program
penyelenggaraan Pilgub dan Pilkada Kab/Kota 3. Terwujudnya persiapan pemilihan anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2009 4. Terwujudnya persiapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2009

Indikasi Kegiatan
penyelenggaraan Pilgub dan Pilkada Kab/Kota Fasilitasi persiapan pemilihan anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2009 Fasilitasi persipan penyelenggaraan pemilu tahun 2009 Sosialisasi peraturanperaturan dalam rangka Pilkada Pengembangan dan revitalisasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam rangka Pilkada • Fasilitasi penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dalam Pilkada • Fasilitasi peningkatan peran Satuan Linmas dalam Pilkada • Fasilitasi peran masyarakat dalam ketentraman dan ketertiban dalam Pilkada

Lokasi

Pelaksana

Sumber Dana

Jawa Barat

• Setda (Biro Dekon)

APBD Provinsi

Jawa Barat

• Setda (Biro Dekon)

APBD Provinsi

2. Program Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat 3. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK 2. Stabilitas keamanan dan ketertiban umum dalam mendukung Pilkada dan Pemilu Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat

Terwujudnya pendidikan politik kepada masyarakat Terwujudnya sinergitas sistem informasi dalam rangka Pilkada

Jawa Barat

• Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda

APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

Jawa Barat

Terwujudnya keamanan dan ketentraman yang kondusif di daerah

Jawa Barat

Bakesbanglinmasda

APBN APBD Provinsi

Jawa Barat

Bakesbanglinmasda

APBD Provinsi

Jawa Barat

Bakesbanglinmasda

APBD Provinsi

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

IV - 23

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

4.2

MATRIKS RENCANA KERJA PENUNJANG PEMBANGUNAN TAHUN 2008

MISI 1 : MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS SUMBERDAYA MANUSIA
NO 1. PROGRAM Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah SASARAN PROGRAM 1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dasar 2. Meningkatnya kesempatan melanjutkan pendidikan bagi siswa berprestasi 1. Meningkatnyan kualitas lulusan pendidikan menengah dan tinggi INDIKASI KEGIATAN • Optimalisasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) • Mendorong gerakan masyarakat peduli pendidikan Bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi di bidang kesenian, olahraga, dan IPTEK • Pengembangan SMA/SMK berbasis kompetensi LOKASI Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota PELAKSANA Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Disnakertrans Dinas Pendidikan Disnakertrans Dinas Pendidikan Biro Yansos Depdiknas Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Dinas Pendidikan BAPUSDA SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

2.

Program Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi

• Rintisan Wajib Belajar 12 tahun

Kota terpilih

APBN APBD Provinsi

• Pembentukan jaringan kerjasama dengan pihak swasta dan dunia industri melalui pengembangan sistem Tri Partied

25 Kabupaten/Kota

APBN APBD Provinsi

• Pemerataan kesempatan diklat bagi guru SMA/SMK • Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMA/SMK tingkat provinsi Pengembangan Perguruan Tinggi

25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota

2. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja 3. Program Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah

APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas
penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

• Pengembangan metode pembelajaran PAUD • Peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD melalui pelatihan dan lokakarya • Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD

25 Kab/Kota

25 Kabupaten/Kota

25 Kabupaten/Kota

2. Meningkatnya partisipasi masyarakat
dalam pendidikan non formal
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Pengembangan Taman Pustaka Masyarakat dan Perpustakaan Desa/ Kelurahan

25 Kabupaten/Kota

IV - 24

PROGRAM Program Peningkatan Pendidikan Luar Biasa SASARAN PROGRAM 1. Program Sumber Daya Kesehatan 1. Mendorong peningkatan pengawasan dan pengendalian obat.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO 4. Meningkatnya kualitas guru SLB Pengembangan dan penerapan metode pembelajaran terkini • Pemerataan diklat bagi guru SLB • Pemberian kesempatan mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi Penyusunan perencanaan kesehatan 5. Tersediaya dokumen perencanaan pembangunan kesehatan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan pengendalian dan evaluasi program pembangunan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 2. alat kesehatan) dan NAPZA Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi IV .25 . Mendorong penyediaan jaminan pembiayaan kesehatan (cakupan JPK pra bayar 35%) Peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 3. Meningkatnya kualitas sarana prasarana SLB INDIKASI KEGIATAN • Pengembangan sekolah inklusi • Peningkatan daya tampung SLB LOKASI 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kab/Kota PELAKSANA Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2. Kosalkes (kosmetik. Meningkatnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran 3.

Mendorong peningkatan mutu kesehatan lingkungan perumahan dan permukiman termasuk pengungsian. Meningkatnya sinergitas pembangunan kesehatan Peningkatan Koordinasi dan fasilitasi pembangunan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 6.26 . dan hygiene sanitasi di Peningkatan kesehatan lingkungan 25 Kab. pengadaan obat esensial 95% dan generik 85%) INDIKASI KEGIATAN LOKASI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • PELAKSANA RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos SUMBER DANA Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Pencegahan penyalahgunaan NAPZA 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan kualitas tenaga pengawas 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 4. Program Upaya Kesehatan 1. sanitasi dasar.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM dari tingkat produksi sampai tingkat konsumsi (ketersediaan obat 85%./Kota • Din Kesehatan • Biro Yansos • Distarkim APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .

/Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan pelayanan pemeriksaan lab. Tersedianya prasarana dasar perumahan bagi pengungsi dan transmigran lokal Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Memfasilitasi pengelolaan gedung negara/ daerah dan rumah negara Memfasilitasi penyediaan instalasi sanitasi regional di perkotaan • Memfasilitasi penyediaan prasarana dasar perumahan bagi transmigran lokal dan pengungsi • Memfasilitasi perbaikan sarana dan prasarana permukiman akibat bencana alam Jawa Barat Metro Bandung Bodebek Kab. pelayanan gangguan jiwa 65%. UCI Desa 90%.27 . rujukan. • Penempatan Tenaga kerja melalui penyuluhan. Menggerakkan peran dan fungsi labkes daerah INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Din Kesehatan • Biro Yansos • Distarkim • • • • • • Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi SUMBER DANA Fasilitasi perbaikan sanitasi lingkungan masyarakat 25 Kab. Meningkatnya cakupan pelayanan sanitasi (air limbah dan drainase) 3. Sumedang Pantura Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Distarkim Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN 8. Meningkatnya tertib pengelolaan gedung negara/daerah. gizi buruk balita < 1%). cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita 70%. (Pelayanan kesehatan ibu hamil risti yang di rujuk 95%. (rumah/bangunan bebas jentik 90%. 3. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman 1. industri & tempattempat lain yang mempengaruhi kesehatan. Meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pemberian kerja sementara serta penempatan dalam dan luar negeri. Kes pada masyarakat Peningkatan sarana dan prasarana labkes. Program Peningkatan Kompetensi. institusi yang dibina 65% dan cakupan air bersih 80%) 2. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja 1. pembinaan. jiwa termasuk kegawatdaruratan medis. Penempatan. Majalengka. Menggerakkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui pengenalan hidup sehat di sekolah 7. dan rumah negara 2. Indramayu. tempat umum yang memenuhi syarat 75%. Jawa Barat Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota Balai Latihan Kesehatan (BLK) Balai Latihan Kesehatan (BLK) • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan Distarkim Distarkim Distarkim APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 4. Perluasan. Mendorong peningkatan akses kualitas dan citra masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM tempat-tempat umum. Cirebon./Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan 25 Kab. khusus. sosialisasi dan penyebaran informasi serta pendataan calon pekerja. sosialisasi PTKLN serta penyebaran pendataan • Penempatan Tenaga Kerja melalui pemberian kerja sementara dan penempatan dalam/luar negeri • Penyusunan pola kebijakan pendayagunaan informasi pasar kerja • Penyusunan pola standar pengukuran produktivitas tenaga kerja di Jawa Barat • Penyusunan pedoman peningkatan fungsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .

Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas organisasi/lembaga perempuan dalam pembangunan Keikutsertaan lembaga pemuda dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Penguatan kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan Organisasi Pelajar dan Mahasiswa Peningkatan pengetahuan bagi pengurus organisasi/lembaga perempuan 25 Kabupaten/Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 10. Kreativitas dan Kelembagaan Pemuda 1. Meningkatnya kebijakan yang berbasis gender Peningkatan pemahaman aparat dan masyarakat terhadap peraturan perundangundangan yang berbasis gender 25 kab/kota APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Mendorong peningkatan kualitas dan kuatitas perempuan dalam pembangunan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam pembangunan 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 3. kewirausahaan. Mendorong pengarusutamaan gender pada setiap aspek kehidupan Peningkatan peran gender dalam dalam masyarakat 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 4. Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan 25 kab/kota 2. Program Peningkatan Aktivitas. Meningkatnya perluasan melalui pemberdayaan tenaga kerja serta peningkatan usaha produktif • Pemberdayaan Tenaga Kerja Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans BPMD Dinas Pendidikan Disnakertrans Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Biro Bangsos Dinas Pendidikan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial • Peningkatan Usaha Produktif dan Bursa Kerja 9. Meningkatnya aktivitas dan kreativitas kepemudaan di berbagai bidang pembangunan • Diklat kepemudaan. Meningkatnya peranserta pemuda dalam pembangunan 3. dan keterampilan Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota • Fasilitasi Aktifitas Kepemudaan di Jawa Barat 2.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN pengawasan ketenagakerjaan di Jawa Barat LOKASI PELAKSANA Biro Bangsos SUMBER DANA APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2.28 . Meningkatnya peran dan partisipasi pemuda dalam pencegahan dan penanggulangan Narkoba 1.

Meningkatnya pemahaman dan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak INDIKASI KEGIATAN Peningkatan pemahaman dan perlindungan hak-hak perempuan serta pengarusutamaan gender LOKASI 25 kab/kota • • • • • • • • • • • • • • • PELAKSANA • Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan Distarkim BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan Distarkim Distarkim BPMD Biro Bangsos Distarkim Biro Bangsos SUMBER DANA APBN APBD Provinsi Perlindungan dari tindak kekerasan dan perdagangan perempuan dan anak (Traficking) 25 kab/kota APBN APBD Provinsi Peningkatan pemahaman tentang tindak kekerasan Traficking terhadap perempuan dan anak 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 11. Meningkatnya usaha pengembangan olahraga tradisional Pelatihan instruktur dan tenaga penggerak olahraga masyarakat dan olahraga tradisional 25 kabupaten/Kota APBN APBD Provims 3. Program Peningkatan Olahraga 1. Meningkatnya prestasi olahraga dalam event nasional • Pembentukan dan pemusatan pelatihan kontingan PON 2008 • Pemberian uang kadeudeuh pada atlet berprestasi 25 kabupaten/Kota APBN APBD Provims APBN APBD Provims 25 kabupaten/Kota 2. Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .29 . Meningkatnya aktivitas dan prestasi olahraga pelajar dan mahasiswa Memfasilitasi pembangunan sarana prasarana olah raga masyarakat Memfasilitasi persiapan pembangunan stadion olahraga bertaraf nasional/internasional • Keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Pelajar Wilayah • Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar • Pengembangan Olahraga Pendidikan Penelitian terhadap isu-isu strategis untuk kepentingan perencanaan dan kebijakan publik Jawa Barat APBD Provinsi Kabupaten/Kota Bandung Kalimantan Timur Bandung Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota APBD Provinsi Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Balitbangda 12. Program Pengembangan dan Pemanfaatan 1. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat 4.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 5. Tersedianya sarana prasarana olahraga yang memadai 5.

PROGRAM Program Pengembangan Agribisnis SASARAN PROGRAM 1. Meningkatnya inovasi dan diseminasi teknologi agribisnis INDIKASI KEGIATAN Pengembangan teknologi pembenihan/bibit dan pembudidayan pertanian. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Meningkatnya peran kearsipan berbasis Teknologi Informasi (TI) • Peningkatan pengembangan kearsipan • Peningkatan pelayanan kearsipan • Peningkatan pengelolaan kearsipan 5.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM Hasil Penelitian dan IPTEK SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) hasil Ristek • Pengembangan TTG usaha kecil dan menengah • Pengembangan TTG dalam Diversifikasi pemanfaatan Energi Pengembangan Perpustakaan khusus SKPD di Jawa Barat Peningkatan pelayanan perpustakaan Peningkatan pengelolaan perpustakaan LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Balitbangda Bapesitelda Dinas KUKM Distamben Seluruh SKPD Prov. Pelaksanaan penyaluran peredaran hasil teknologi benih/bibit dan Alsintan. Jawa Barat SUMBER DANA APBD Provinsi 2. Seluruh SKPD Prov. perikanan dan kehutanan. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov.30 . Jawa Barat Bapesitelda. Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi MISI 2 : MENGEMBANGKAN STRUKTUR PEREKONOMIAN REGIONAL YANG TANGGUH NO 13. Meningkatnya peran perpustakaan berbasis Teknologi Informasi (TI) 4. Meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan pembangunan • Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dan penguatan basis data berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) • Peningkatan pelayanan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) • Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Jawa Barat Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Meningkatnya pemanfaatan TTG dalam pelaksanaan pembangunan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi 3. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Pertanian Din Perkebunan Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan SUMBER DANA APBD Provinsi APBN Pengembangan teknologi agribisnis tepat guna dan spesifik lokasi. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov.

Meningkatnya koordinasi dan manajemen pembangunan agribisnis Penyelarasan. Meningkatnya akses petani terhadap faktor produksi Pengembangkan koordinasi kelompok usaha dan kelompok tani (Gapoktan dan Asosiasi). Jawa Barat APBD Provinsi APBN Peningkatan koordinasi pengembangan agribisnis Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi 3. benih/bibit dan pakan Jawa Barat APBD Provinsi APBN 4.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Petanian Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod SUMBER DANA 2.31 . Jawa Barat APBD Provinsi APBN Pengembangan kelembagaan petani Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Jawa Barat APBD Provinsi IV . Peningkatan akses petani terhadap sumberdaya produktif serta permodalan Jawa Barat APBN Jawa Barat APBD Provinsi APBN Peningkatan akses petani terhadap pasar Jawa Barat APBD Provinsi APBN Pengawasan dan pengendallian peredaran serta ketersediaan pupuk. pengawasan dan pengendalian manajemen pembangunan agribisnis antar sektor dan antar wilayah. Peningkatan kualitas/kompetensi sumber daya manusia aparatur dan petani. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan sumberdaya manusia agribisnis.

Garut. Cirebon. pengendalian Jawa Barat APBD Provinsi APBN Penataan kelembagaan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Agribisnis. Jawa Barat APBD Provinsi APBN 5. Subang. Cianjur. Bogor. Ciamis. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana prasarana pendukung agribisnis Fasilitasi sarana dan prasarana agribisnis Jawa Barat APBN APBD Provinsi Pengelolaan pasca panen dan pengolahan hasil Jawa Barat APBN APBD Provinsi Optimalisasi Terminal/ Agribisnis (TA/STA) Memfasilitasi agropolitan sarana Sub Terminal Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi dan prasarana Kab. Kuningan. Purwakarta. APBN IV . Subang dan Bandung Pengembangan Pasar Ikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Kab.32 .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Distarkim Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Indag Agro Distarkim Din Perikanan SUMBER DANA APBN Pembinaan dan pengusahaan lahan. Indramayu.

Ciamis dan Kuningan Jawa Barat PELAKSANA Din Indag Agro SUMBER DANA APBD Provinsi 6. Subang. dan konsumsi serta mutu gizi dan keamanan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Jawa Barat • • • • • Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Din Pertanian Din Peternakan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN IV . Tasikmalaya. Ciamis. distribusi. Jawa Barat • • • • • Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Din Indag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Peningkatan produktivitas pangan melalui peningkatan mutu intensifikasi serta perbaikan mutu benih/bibit Peningkatan pemanfaatan dan pelestarian perairan umum untuk peningkatan produksi ikan Jawa Barat Peningkatan teknologi pengolahan pangan Kab. konsumsi komoditas pangan beragam. Jawa Barat 14. Cianjur.33 . Indramayu. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi. Mempromosikan dan memproteksi komoditas agribisnis Peningkatan ekspor dan pengendalian impor sektor pertanian Penguatan sistem usaha dan perlindungan usaha Jawa Barat Peningkatam dam pengoptimalan kelembagaan agribisnis dan menarik minat investasi. Bogor. Tasikmalaya dan Kuningan Jawa Barat • Din Pertanian • Din Peternakan • Din Perikanan Din Perikanan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Peningkatan ketersediaan. Bandung. bergizi dan berimbang. Bandung. Sukabumi. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1. kualitas dan menurunnya ketergantungan pada pangan pokok beras serta ketersediaannya sepanjang tahun Pengembangan diversifikasi produk. Bogor.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI Indarmayu. Sukabumi. Cianjur.

Program Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan 1. Ciamis. Tasikmalaya. Garut. Tasikmalaya. Cianjur. bergizi dan berimbang INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Din Perikanan • Biro Binprod Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Biro Binprod Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Kehutanan Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Biro Bina Produksi • Dinas Perikanan • Dinas Indag Agro SUMBER DANA Pengembangan pangan lokal. Jawa Barat APBD Provinsi APBN Peningkatan penerapan pola konsumsi pangan beragam. Bandung. Selatan Pantai Utara. Indramayu. Tasikmalaya. bergizi dan berimbang Meningkatkan distribusi pangan ke daerah rawan pangan Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Jawa Barat 15. Cianjur. Sukabumi. Bekasi. Sukabumi. Ciamis. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi pangan yang beragam. Subang. Cirebon dan Kota Cirebon Pantai Utara. Cianjur. Subang. Indarmayu.34 . Meningkatnya usaha dan kesempatan kerja Bisnis Kelautan Peningkatan kualitas/kompetensi SDM dan kelembagaan usaha kelautan Pengembangan input produksi berbahan baku lokal Peningkatan efisensi usaha kelautan Pengembangan pengelolaan hasil perikanan dan kelautan Pengembangan pengelolaan kawasan pesisir dan laut Pengembangan kawasan industri pengolahan hasil perikanan Kabupaten Garut. Ciamis dan Kuningan Pantai Utara. Subang. Selatan Pantai Utara. Indramayu dan Cirebon Jawa Barat Pantai Utara. Meningkatnya akses petani dan nelayan terhadap faktor produksi Peningkatan akses petani dan nelayan terhadap sumberdaya produktif dan permodalan Dinas Perikanan Dinas Perikanan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Pengembangan teknologi perbenihan dan pembudidayaan ikan laut dan payau Dinas Perikanan APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM pangan 2. Selatan APBD Provinsi APBN • Dinas Perikanan • Dinas Indag Agro Dinas Perikanan • Dinas Perikanan • Dinas Indag Agro Din Perikanan • Din Perikanan • Din Indag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Pengembangan industri berbasis kelautan. Selatan Kab. Bogor. Karawang. Sukabumi. 2. Selatan Kab.

Cirebon. Tasikmalaya. Program Pemantapan struktur industri manufaktur Pengembangan Industri Manufaktur Pemberdayaan pelaku usaha dan simpulsimpul distribusi usaha kelautan Peningkatan akses terhadap pasar dan informasi bisnis kelautan Peningkatan sarana prasarana usaha kelautan • Peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang industri • Pengembangan industri berbahan baku lokal • Pengembangan Klaster Industri • Pembangunan Berkelanjutan Industri inovasi Din Perikanan Din Indag Agro Din Perikanan Din Indag Agro Din Perikanan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • • • • • • • • • • • • • • • • Dinas Indag Dinas Indag Agro Biro Sarek Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro BPPMD Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Peningkatan kemampuan diversifikasi produk IKM • Peningkatan kemampuan wirausaha • Peningkatan Koordinasi dan konsolidasi pengembangan industri 17. Ciamis. Indramayu.35 . Ciamis. Meningkatnya cakupan pemasaran INDIKASI KEGIATAN Fasilitasi kemitraan dan pemasaran dalam dan luar negeri LOKASI Kab. Cianjur. Program Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Pengembangan perdagangan dan fasilitasi penetrasi dagang • Peningkatan sistem perdagangan dalam dan luar negeri • Peningkatan dagang • Peningkatan perdagangan promosi dan penetrasi Jawa Barat Jawa Barat.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 3. Subang dan Kota Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Kabupaten Sukabumi. Sukabumi. Karawang. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana usaha kelautan 16. Garut. Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Yang dan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA Din Perikanan Din Indag Agro SUMBER DANA APBD Provinsi APBN 4. Bekasi. Provinsi Lain dan LN Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat sarana dan prasarana • Pengembangan usaha perdagangan dan peningkatan informasi perdagangan • Peningkatan pengawasan produk di Jawa Barat • Fasilitasi pengembangan antar stakeholder Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 peredaran perdagangan IV .

Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Biro Sarek SUMBER DANA 18. Program Peningkatan Mutu produk dan Pelayanan Jasa 1. Meningkatnya pelayanan jasa terhadap masyarakat Peningkatan kualitas dan penerapan standarisasi produk Peningkatan sarana dan prasarana Balai Pengembangan Perindustrian dan Kemetrologian Peningkatan pelayanan metrologi dan panas bumi 3. Meningkatnya pemahaman peraturan/perundang-undangan bagi pengguna. Terwujudnya tertib penyelenggaraan jasa konstruksi 6. Meningkatnya kualitas SDM pengguna dan penyedia jasa bidang jasa konstruksi Sosialisasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan jasa konstruksi dan peraturan lainnya yang terkait Pemberdayaan penyedia jasa konstruksi (orang perseorangan. badan usaha) Pemberdayaan pengguna jasa konstruksi (instansi pemerintah. Meningkatnya kualitas produk 2. dan badan usaha) Pemberdayaan jasa konstruksi kepada masyarakat 5. Program Pengembangan Kepariwisataan Peningkatan pengelolaan daya tarik wisata • Penataan objek dan daya tarik wisata di Kawasan Wisata Unggulan • Peningkatan kualitas produk pariwisata dan standarisasi 9 Kawasan Wisata Unggulan Jawa Barat Jawa Barat dan LN • Disbudpar • Dishut Disbudpar Disbudpar Disbudpar Disbudpar APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Peningkatan promosi pariwisata • Pengembangan pariwisata kemitraaan di bidang Jawa Barat Jawa Barat • Peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia di bidang pariwisata • Peningkatan koordinasi dan konsolidasi pengembangan pariwisata 19. penyedia jasa konstruksi 4. Meningkatnya kualitas produk jasa konstruksi Pengawasan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi Pengawasan tertib pemanfaatan jasa konstruksi Pengawasan terhadap perijinan jasa konstruksi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Disbudpar • Biro sarek • Dinas Indag • Din Indag Agro Dinas Indag Jawa Barat Jawa Barat • Dinas Indag • Dinas Tamben • Distarkim Jawa Barat Jawa Barat • Distarkim • Distarkim Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Distarkim • Distarkim • Distarkim • Distarkim Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . orang perseorangan.36 .

BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah. 1. Meningkatnya peran kelembagaan. 25 kab/kota • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM APBN APBD Provinsi Peningkatan kapasitas kelembagaan KUKM 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 3. Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Meningkatnya Pengetahuan. sarana dan prasarana lembaga KUKM Peningkatan akses pasar produk KUKM.37 .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pengawasan terhadap ketentuan keteknikan Pengawasan terhdap K3 LOKASI Jawa Barat Jawa Barat 25 kab/kota PELAKSANA • Distarkim • Distarkim • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 20. Meningkatnya akses terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Peningkatan kapasitas informasi KUKM 25 kab/kota APBN IV . Keterampilan Sumberdaya Manusia UKM Peningkatan Kapasitas Sumberdaya manusia (SDM) KUKM 2. UKM.

Meningkatnya kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD. Garut Bopuncur Bodebek Purwasuka Ciayumajakuning Jawa Barat APBN APBD Provinsi Jawa Barat • Dinas KUKM • Biro Sarana Perekonomian • Dinas KUKM APBN APBD Provinsi APBN IV .38 . Pengembangan dan penguatan struktur BUMD Peningkatan kinerja & performa perusahaan daerah Kajian peran BUMD terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Kab. Investasi dan tenaga kerja.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM permodalan dan teknologi bagi KUKM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben SUMBER DANA APBD Provinsi Pembangunan pusat promosi dan pemasaran produksi industri kecil 25 kab/kota • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM • Biro Sarana Perekonomian APBN APBD Provinsi Fasilitasi akses permodalan dan teknologi KUKM 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 4. Sukabumi Kab.

Terwujudnya data dan informasi yang akurat untuk meningkatkan minat investasi. Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 1.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN perekonomian daerah Bantuan keuangan kepada BPR LOKASI PELAKSANA • Biro Sarana Perekonomian • Dinas KUKM • Biro Sarana Perekonomian SUMBER DANA APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 21.39 . tumbuhnya minat investasi di Kawasan Andalan.972 m 3. Meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Distamben APBD Pengendalian pemanfaatan batubara oleh industri • Kegiatan penunjang pengembangan jaringan jalan dan pemanfaatan jalan • Peningkatan jalan dan penggantian jembatan • Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan Pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan Distamben APBD • Dinas Bina Marga • Bapeda Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi • Peningkatan jalan dan penggantian Jawa Barat Dinas Bina Marga APBD Provinsi IV . Garut Bopuncur Bodebek Purwasuka Ciayumajakuning Kab.22 km dan jembatan sepanjang 13. Tersusunya basis data investasi potensial di wilayah Menyempurnakan regulasi Menyiapkan proposal kelayakan usaha komoditass ungulan kawasan Mengadakan promosi wilayah andalan Kab. Sukabumi Kab. Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi 1. Sukabumi Kab. Terpeliharanya kondisi jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1933. 2. Meningkatnya kondisi kemantapan jalan (kondisi baik dan sedang) ruas-ruas jalan Provinsi menjadi 90% melalui rehabilitasi jalan sepanjang 110 km dan jembatan sepanjang 1251 m. Terfasilitasinya peningkatan mutu batubara untuk konsumsi energi 23. Meningkatnya pengusahaan dan nilai tambah produksi sumberdaya mineral • Eksplorasi kelayakan mineral unggulan Distamben BPPMD Distamben • Standarisasi kualitas produk mineral Distamben APBD • Peningkatan mutu dan produk pertambangan skala kecil 2. Program Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja 1. Garut Bopuncur Bodebek Bopuncur Bodebek Bopuncur Bodebek Purwakarta Bandung Cirebon Purwakarta Bandung Cirebon Purwakarta Bandung Cirebon Bandung Sumedang Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat BPPMD APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD • • • • • • Distamben BPPMD Distamben BPPMD 22. Terkordinasinya penyelenggaraan promosi investasi secara efektif dan efisien. dan peningkatan jalan sepanjang 156 km dan penggantian jembatan sepanjang 175 m 2.

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

NO

PROGRAM

SASARAN PROGRAM jalan non status melalui pemeliharaan sepanjang 231,74 km dan jembatan sepanjang 4046 m, rehabilitasi jalan sepanjang 10 Km dan jembatan sepanjang 651 m, dan pembangunan jalan sepanjang 15 Km dan penggantian jembatan sepanjang 195 m jembatan

INDIKASI KEGIATAN

LOKASI

PELAKSANA Dept. PU

SUMBER DANA APBN

• Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan

Jawa Barat

Dinas Bina Marga Dep. PU Dinas Bina Marga Dep. PU Dinas Bina Marga Dep. PU

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN

• Pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan

Jawa Barat

4. Meningkatnya nilai struktur jalan nasional melalui rehabilitasi jalan sepanjang 56 km, dan peningkatan jalan sepanjang 285,18 km

• Peningkatan jalan dan penggantian jembatan

Jawa Barat

• Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan 5. Terpeliharanya kondisi jalan nasional sesuai dengan umur rencana melalui pemeliharaan rutin sepanjang 659,22 km dan rehabilitasi jalan sepanjang 56 km 6. Meningkatnya kenyamanan, keamanan dan ketertiban berlalu lintas serta meningkatnya mobilitas manusia, barang dan jasa Pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan

Jawa Barat Jawa Barat

Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga

APBN APBN

• Peningkatan kondisi fasilitas perlengkapan jalan provinsi dan nasional • Pengkajian dan Identifikasi Jembatan Timbang • Pemeliharaan, Pengawasan dan pembinaan jembatan timbang • Pengadaan Sarana Operasional Pengawalan dan pengawasan • Relokasi jembatan timbang

Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Kab, Ciamis • Kab. Bogor • Kab. Cianjur • Kab. Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat

Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas perhubungan Dinas perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan

APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN

• Peningkatan sarana dan prasarana jembatan timbang • Fasilitasi dan koordinasi pembangunan terminal • Fasilitasi penetapan jaringan trayek angkutan jalan di Jawa Barat • Fasilitasi dan koordinasi hari-hari besar dan kegiatan perhubungan • Fasilitasi dan koordinasi peningkatan keselamatan penyelenggaraan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Biro Sarek Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

Jawa Barat Jawa Barat

APBD Provinsi APBD Provinsi

IV - 40

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

NO

PROGRAM

SASARAN PROGRAM

INDIKASI KEGIATAN perhubungan • Pengawasam dan pengendalian penyelenggraan perhubungan

LOKASI Jawa Barat Jawa Barat

PELAKSANA Dinas perhubungan Dinas Perhubungan

SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi

7. Penyusunan Standart Pelayanan Minimal (SPM) Penyelenggaraan Perhubungan Darat 8. Meningkatkan Ketersediaan Prasarana Perhubungan 9. Meningkatnya kualitas sarana perhubungan darat 10. Terstruktur jaringan angkutan AKAP, AKDP, Taksi, Pariwisata dan Karyawan

• Penyusunan Pedoman mekanisme prosedur penelitian dan pengkajian rekayasa dan manajemen lalu lintas jalan • Meningkatkan keselamatan di persilangan sebidang antara jalan dengan kereta api • Pemeriksaan dan pengawasan produk karoseri kendaraan bermotor • Pemetaan struktur jaringan trayek melalui digitalisasi hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek terdahulu • Sosialisasi struktur jaringan trayek

Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat

Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi

Jawa Barat Metropolitan Bandung, BODEBEK Jalur ganda Cikampek-Padalarang Jalur KA BandungSoreang, RancaekekJatinangor, penambahan jalur Kereta Api BdgCicalengka Jalur KA BdgSukabumi Bandara Husein Sastranegara dan Nusawiru Lokasi BIJB di Kec. Kertajati, Kab. Majalengka Jawa Barat Jawa Barat

Dishub Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. Perhubungan

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN

11. Terwujudnya pengembangan angkutan massal

• Persiapan pembangunan angkutan massal • Lanjutan pembangunan jalur ganda KA • Persiapan revitalisasi jalur KA, dan penambahan jalur Kereta Api

• Peningkatan jalur KA 12. Meningkatnya peran bandar udara untuk melayani angkutan barang maupun penumpang • Peningkatan sarana dan prasarana operasi penerbangan • Persiapan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat • Identifikasi rute-rute potensial angkutan udara dari/ ke Bandung Tersedianya Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pemangkasan Gunung Bohong • Perluasan dermaga dan pengerukan kolam pelabuhan regional serta melengkapi sarana bongkar muat

Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dephub

APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN

13. Meningkatkan jumlah penerbangan dari/ ke Bandung 14. Meningkatnya peran pelabuhan laut (pelabuhan umum, khusus/perikanan) dan ASDP serta pelayanan dibidang keselamatan pelayaran untuk melayani angkutan barang maupun penumpang
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Pelabuhan Cirebon Muara Gebang (Kab.Cirebon) Muara Dadap (Kab.Indramayu)

Dinas Perhubungan Dinas Perikanan Dep. Perhubungan

APBD Provinsi APBN

IV - 41

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

NO

PROGRAM

SASARAN PROGRAM

INDIKASI KEGIATAN

LOKASI Muara Ciasem (Kab.Subang) Cikidang (Kab.Ciamis) Pelabuhan Cirebon Muara Gebang (Kab.Cirebon) Muara Dadap (Kab.Indramayu) Muara Ciasem (Kab.Subang) Cikidang (Kab.Ciamis) Pelabuhan Cirebon

PELAKSANA

SUMBER DANA

• Melengkapi sarana dan prasarna bongkar muat

Dinas Perhubungan Dinas Perikanan Dep. Perhubungan

APBD Provinsi APBN

• Pengembangan pelabuhan laut internasional Cirebon • Sosialisasi keselamatan pelayaran

Dep. Perhubungan Dishub PT. PELINDO Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Biro Sarek Dishub Dephub Investor Dishub Bandiklatda Pusdiklat Phb Laut Pusdiklat Phb Darat Dinas Perhubungan

APBN

Jawa Barat

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

• Optimalisasi TPKB Gedebage

Kota Bandung

• Rencana Induk/Master Plan Pelabuhan Laut Internasional Cilamaya/ Ciparage Jaya • Peningkatan Sumber Daya Manusia di Bidang angkutan laut, kepelabuhan dan kesematan pelayaran • Penertiban alur pelayaran dan lintasan trayek kapal pedalaman

Kab. Karawang

APBN Investor APBD Provinsi APBN

Kab.Caimis, Kab. Bandung, Kab. Purwakarta dan Cianjur, Kab. Bekasi Kab. Ciamis, Kab. Bandung Kab. Purwakarta dan Cianjur,Kab. Bekasi Jawa Barat (al: Kab.Ciamis, Kab.Bandung Kab.Purwakarta dan Cinajur Kab.Bekasi Kab. Indramayu) Jawa Barat

APBD Provinsi

• Pengadaan fasilitas sarana dan prasarana SAR dan fasilitas pelabuhan laut ASDP (Darat, udara laut dan ASDP)

Dinas Perhubungan Dep. Perhububgan

APBD Provinsi APBN

15. Meningkatnya kesadaran masyarakat dan tertibnya serta terbinanya pengguna frekuensi radio 16. Meningkatnya fungsi lembaga Pos dan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Peningkatan pengguna frekuensi radio dan ketertiban pengguna frekuensi radio juga frekuensi radio amatir Peningkatan pelayanan unit organisasi

Dinas Perhubungan

APBD Provinsi

Jawa Barat

Dinas Perhubungan

APBD Provinsi

IV - 42

Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengelolaan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi 24. Terwujudnya jaringan telekomunikasi Bencana Alam 18. PU Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Terpantaunya operasi. embung. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Penataan pengelolaan database Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan sumber daya air dan irigasi Jawa Barat Jawa Barat 1. Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh pemerintah dari 190% menjadi 192%. sungai dan pantai • Pengelolaan jaringan air baku. PU Dinas PSDA Dept. Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. Meningkatnya cakupan layanan telekomunikasi pedesaan 19. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur listrik dan energi Fasilitasi dan Koordinasi pengelolaan infrastruktur listrik dan energi Pengendalian kegiatan usaha di sektor migas hilir Penyiapan pengembangan pemanfaatan sumur migas sebagai sumber energi Jawa Barat APBD Provinsi 2. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi 1. Tersusunnya konsep Rencana Induk Transportasi Metropolitan Bandung 20. waduk. distribusi dan niaga BBM (200 Agen. waduk. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dan irigasi 25. Tersedianya rancangan pengembangan sumur migas APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir • Pengendalian pemanfaatan air permukaan • Pengelolaan jaringan hidrologi Pengelolaan jaringan irigasi LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Dinas Perhubungan SUMBER DANA APBD Provinsi 17. • Normalisasi sungai. 4. PU Dinas PSDA Bapeda Biro SAREK Dinas PSDA Dep PU Biro Binprod Distamben Distamben Distamben APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 2. 300 SPBU) Jawa Barat Kabupaten penghasil migas 3. sungai dan pantai dalam rangka penyediaan air baku dan pengendalian daya rusak air serta pengamanan pantai Jawa Barat Jawa Barat Metropolitan Bandung Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Depkoinfo Bapeda Bapeda Biro SAREK Bapeda Biro SAREK Dinas PSDA Bapeda Dep PU Dinas PSDA Dept. 3. embung.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM Telekomunikasi INDIKASI KEGIATAN dan perijinan frekuensi radio dan pos Peningkatan kelancaran koordinasi unit unit operasional pengguna frekuensi radio dan pos Pembangunan Fasilitas Jaringan Telekomunikasi Bencana Alam Pembangunan fasilitas telekomunikasi pedesaan Penyusunan Rencana Induk Transportasi Metropolitan bandung • Fasilitasi dan koordinasi aspek kebinamargaan • Fasilitasi dan koordinasi aspek perhubungan • Penunjang pengembangan infrastruktur sumber daya air dan irigasi • Pengelolaan situ.43 . Meningkatnya ketersediaan data dan informasi. PU Dinas PSDA Dept.

LKPJ. Meningkatnya sarana prasarana pelayanan publik 2. Pengembangan/peningkatan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan Rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana kantor Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota 26 Kabupaten/Kota Bapeda Setda (Biro Dalprog) BAWASDA • Biro Umum • Biro Perlengkapan • SKPD Terkait Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat SKPD terkait SKPD terkait APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi (fixed cost) APBD Provinsi (fixed cost) APBD Provinsi (fixed cost) APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat SKPD terkait SKPD terkait IV . Terwujudnya birokrasi pemerintahan yang akuntabel dan efisien. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. LAKIP. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan 1. Serta Kesadaran Hukum dan HAM SASARAN PROGRAM 1. 28. dll) LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Biro Hukum SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Biro Hukum Jawa Barat Biro Hukum APBD Provinsi Jawa Barat • Bapeda • SKPD terkait Bapeda Bapeda Biro Dalprog APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Pengendalian pelaksanaan pembangunan Jawa Barat 3. AMJ. Terpadu dan terkendalinya pelaksanaan program-program pembangunan daerah Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pembangunan (evaluasi. PROGRAM Program Penataan dan Pembentukan Hukum Daerah. Capaian Kinerja.44 . Tersusun dan terkoordinasikannya perencanaan regional dan sektoral • Penyusunan perencanaan yang terpadu dengan didukung data dan informasi yang akurat • Penyusunan perencanaan regional dan penganggaran pembangunan daerah 2. Program Perencanaan. Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur Pengawasan pembangunan daerah. Terwujudnya landasan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah INDIKASI KEGIATAN • Evaluasi produk hukum berkaitan dengan perjanjian kerjasama pemerintah dengan institusi lain • Revisi dan/atau menyusun produk hukum untuk memperkuat akses publik ke proses peradilan • Sosialisasi kepada masyarakat dan penegak hukum mengenai akses ke peradilan 27.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT MISI 3 : MEMANTAPKAN KINERJA PEMERINTAHAN DAERAH NO 26.

Setda (Biro Kepeg) Bandiklatda Seluruh SKPD Bapesitelda SKPD terkait Seluruh SKPD Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota 3. Bandung Barat SKPD terkait SKPD terkait SKPD terkait Seluruh SKPD di Provinsi Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA SKPD terkait Pemda Kab. dan jaringan dokumentasi serta informasi kepegawaian. Program Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur Pemerintah 1. Penyediaan infrastruktur penunjang teknologi informasi 29.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pengadaan tanah Pembangunan pusat pemerintahan LOKASI SKPD terkait Pelabuhan Ratu Kab.45 . Penyediaan Sarana mobilitas Pengadaan kendaraan dinas Pengadaan alat berat/peralatan APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi (fixed cost) APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 4. Terwujudnya peningkatan keahlian dan kinerja aparatur • Pengadaan perangkat keras dan jaringan komunikasi data teknologi informasi Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan pegawai Pengembangan basis data. Terlaksananya proses penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi/Kab/Kota Terlaksananya administrasi izin pejabat negara Terfasilitasinya proses penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi/Kab/Kota Terlaksananya administrasi penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi/Kab/ Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Kerjasama kemitraan antara lembaga diklat daerah dengan pusat. Sukabumi Kota Tasikmalaya Kab. Sukabumi Pemda Kota Tasikmalaya Pemda Kab. sistem informasi. Terwujudnya tertib asministrasi izin pejabat negara 3. lembaga profesi dalam dan luar negeri. perguruan tinggi dalam diklat aparatur Peningkatan manajemen sumber daya aparatur yang berbasis kompetensi Peningkatan profesionalisme pegawai melalui Diklat-diklat Peningkatan profesionalisme pegawai melalui penataan jabatan fungsional • Peningkatan dan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) untuk kebutuhan aparatur dalam meningkatkan kinerja • Peningkatan standar manajemen kediklatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Bandung Barat SKPD terkait SKPD terkait Bapesitelda SKPD terkait Seluruh SKPD di Provinsi Jawa Barat Biro Kepeg Bapesitelda Setda (Biro Desen) Bandiklatda Biro Kepeg.

Konregbang. dan Perbatasan antar Provinsi Penyusunan instrumen hukum pengelolaan kerjasama daerah Pelibatan peran lembaga kajian dan Universitas dalam penyediaan bahan legislasi Koordinasi. Optimalisasi peran Jawa Barat dalam kerjasama daerah Kerjasama daerah dalam upaya percepatan pembangunan daerah melalui Forum MPU. Kuningan. Pemantapan pelaksanaan Otda Fasilitasi pelaksanaan Otda dan pengembangan daerah otonom. fasilitasi dan pengendalian pembangunan bidang pemerintahan. kesejahteraan sosial dan perekonomian BKSP Jabode-tabekjur Biro Desen Bapeda SKPD terkait Biro Hukum Biro Desen Biro Hukum Biro Desen Bakorwil APBD Provinsi Bandung Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat APBD Provinsi 31.Bekasi. INDIKASI KEGIATAN Pembinaan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Terselenggaranya Tugas Pembantuan dari Provinsi ke Desa dan dari Provinsi ke Kab/Kota Fasilitasi tugas pembantuan dari Provinsi kepada Desa Penyusunan dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan asas tugas pembantuan Fasilitasi penyusunan pedoman penyelenggaraan tugas pembantuan bagi Kab/Kota Terkoordinasinya penyelenggaraan tugas pembantuan dari sumber dana APBN dan APBD Provinsi Peningkatan wawasan bagi aparat pemerintah desa dan BPD Penyediaan sarana dan prasarana pemerintah desa Penguatan/pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jawa Barat Jawa Barat Seluruh SKPD Setda (Biro Dekon) APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa barat Setda (Biro Dekon) APBD Provinsi 2. Pelaksanaan Bantuan Kecamatan untuk meningkatkan kinerja Camat Jawa Barat Kabupaten Bogor. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Biro Dekon Bapeda SUMBER DANA APBN APBD Provinsi 2. Kab. Kab. Cirebon. Meningkatkan sinergitas penyelenggaraan pemerintahan antar pemerintah dan daerah 3. Sukabumi Ciamis. APPSI.46 . Pemantapan penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Jawa barat Setda (Biro Dekon) APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Bandiklatda BPMD Setda (Biro Dekon) BPMD Setda (Biro Organisasi BPMD APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Kota Depok. PROGRAM Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah 1. SASARAN PROGRAM Terwujudnya administrasi pemerintahan daerah yang efektif dan efisien.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO 30. Kota Banjar Jawa Barat dan Provinsi lain Biro Desentralisasi • • Biro Desen Biro Keuangan APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 3. Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa 1.

Koordinasi dengan departemen/lembaga pemerintah pusat Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Bandung Biro Keuangan Bandung Biro Organisasi APBD Provinsi Jawa Barat Dispenda Biro Desen Biro Dekon Biro Keuangan Bapeda Biro Desen BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial Distarkim Bapusda APBD Provinsi Bandung Bandung Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 33. Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa 1. 13 Tahun 2006 Penerapan akuntabilitas bidang pendapatan dan belanja. Penertiban administrasi Penggunaan Anggaran. pengelolaan sarana air bersih dan persampahan Pembentukan dan pengembangan perpustakaan desa/kelurahan Jawa Barat APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . efektif dan efisien Penerapan manajemen pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Permendagri No. Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Penataan dan pendayagunaan aset daerah Penatausahaan pengelolaan keuangan daerah Sinkronisasi Peraturan-peraturan pengelolaan keuangan daerah 2. swasta dan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat Penggerakan partisipasi masyarakat dalam pemugaran perumahan dan lingkungan permukiman. Dana Perimbangan dan Dana Dekonsentrasi serta Dana Tugas Pembantuan. Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah 1.47 . Menggerakkan peningkatan kerjasama kemitraan.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Fasilitasi pemantapan tata laksana pelayanan publik di tingkat desa/kelurahan Dukungan terhadap kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa Review dan Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa bagi desa Fasilitasi kepada pemerintah kabupaten dan kota tentang penyusunan Perda pemerintah desa dan kelurahan Fasilitasi musyawarah daerah aosiasi pemerintah desa di BPD LOKASI Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA Setda (Biro Organisasi BPMD BPMD Bawasda Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Bandung Bandung Setda (Biro Dekon) Biro Perlengkapan Biro Keuangan Dispenda Depdagri Bappenas Depkeu Biro Hukum Biro Keuangan APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 32. penganggaran dan pengawasan Penataan dan pemantapan efektivitas fungsi kelembagaan pengelola keuangan daerah yang akuntabel Peningkatan PAD. pemerintah. Terwujudnya pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah yang akuntabel.

Meningkatnya kinerja koordinasi penataan ruang Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi penataan ruang Penyusunan Master Palan Transportasi di Wilayah Metro Bandung & Bodebek 3. Penyusunan perencanaan yang terpadu dengan didukung data dan analisa yang akurat dan berdasarkan SISTRANAS Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . 1. Bogor. Mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna di perdesaan 4. Cimahi.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 2.48 . Bandung. Bapeda Bapeda Bapeda Distarkim Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Kab. Sumedang. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial Bapusda SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 3. PROGRAM Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Program Penataan Ruang SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 35. Kab. Meningkatnya keterpaduan penanganan kemiskinan 5. Mendorong penguatan jaringan sosial ekonomi masyarakat Pemasyarakatan dan penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan usaha berbasis kelompok Pemberdayaan masyarakat dan keluarga miskin Peningkatan usaha ekonomi kerakyatan Kota Bandung BPMD APBD Provinsi Kota Bandung BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Kota Bandung MISI 4 : MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN NO 34. Mendorong peran dan fungsi masyarakat dan kelembagaan masyarakat dalam pembangunan INDIKASI KEGIATAN Peningkatan kelembagaan masyarakat dalam pelayanan dasar Pemanfaatan profil desa/kelurahan dalam pembangunan Peningkatan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan Peningkatan peranserta masyarakat dalam pembangunan melalui pemberdayaan perpustakaan desa. Tersedianya acuan dalam penyediaan data spasial Mengoperasionalisasikan pengelolaan IDSD Menyediakan data spasial Jabar Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung.

Meningkatnya sistem pengendalian pemanfaatan dan konservasi air tanah • Fasilitasi penanganan sengketa lingkungan melalui ADR • Sosialisasi Peraturan dan pedoman mengenai pengelolaan lingkungan Penertiban dan pendayagunaan air bawah tanah Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan B3 dan limbah B3 Fasilitasi dan koordinasi peningkatan jejaring dan kapasitas laboratorium lingkungan Peningkatan kinerja dan koordinasi komisi AMDAL Provinsi dan Kab/kota Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Penyusunan SoE . Terfasilitasinya sinergitas pemantapan kawasan lindung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 • Forum dialog dan komunikasi kawasan lindung Jabar Biro Yansos APBD Provinsi IV . Neraca SDA. Kuningan Kab. Meningkatkan fungsi dan kualitas kawasan lindung • Penyuluhan dan sosialisasi kawasan lindung • Penyuluhan pengamanan dan perlindungan kawasan hutan • Rehabilitasi Kawasan Lindung di KBU Dishut APBD 2. Optimalisasi Sistem Manajemen Bencana 4. Pemantapan Kawasan Lindung 1. Sukabumi Kab. ASER. Tersedianya sistem informasi lingkungan yang mudah diakses 3. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan dan Konservasi SDA dan LH 1.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM dan tersusunnya perencanaan umum sistem perhubungan terpadu di Jawa Barat INDIKASI KEGIATAN LOKASI Depok dan Bekasi PELAKSANA SUMBER DANA 36. dan AMDAL Penyusunan SOP penanganan bencana Jawa Barat Program ADIPURA Program Indonesia Hijau Program EPCM Jawa Barat Jawa Barat CAT Bandung Bogor Bodebek Metro Bandung Jawa Barat BPLHD • BPLHD • Biro Yansos Distamben BPLHD BPLHD APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD APBD 37. Bandung • Kota Cimahi Bandung APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD APBD APBD 38.49 . Terfasilitasinya upaya peningkatan kualitas lingkungan melalui program inovatif atau strategis Jawa Barat APBD Bandung Jabar Kuningan • Majalengka Jawa Barat Ciayumajakuning Priangan Kab. Tersusunnya atau Tersosialisasikannya aturan hukum maupun aturan teknis pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan 2. Statistik Lingkungan Jawa Barat . Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholders Jawa Barat Jawa Barat BPLHD • Bapeda • BPLHD • Distamben • Dishut • BPLHD • Dishut • Dishub Biro Bansos BPLHD BPLHD BPLHD BPLHD Dishut APBD APBD 2. Garut • Kota Bandung • Kab. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 1.

Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam politik 25 Kabupaten/Kota dan Provinsi Bakesbanglinmasda 42. Terwujudnya peran dan fungsi partai politik dalam mewujudkan sistem politik yang demokratis 2. dan kepurbakalaan bagi pengembangan budaya daerah Jawa Barat Jawa Barat Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik 1. Terwujudnya peningkatan kapasitas DPRD Fasilitasi penjaringan aspirasi masyarakat di 26 Kab/Kota Jawa Barat Setwan DPRD APBN APBD Provinsi Fasilitasi capacity building anggota DPRD dan parpol Fasilitasi pelaksanaan fungsi. wewenang . Terlaksananya penerapan kode etik berbangsa oleh organisasi sosial budaya. 1. sejarah dan nilai tradisional Jawa Barat. tugas. permuseuman. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Disbudpar Bapusda Biro Yansos Disbudpar Disbudpar SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Terpeliharanya dan termanfaatkannya nilainuilai tradisional. ekonomi bisnis. PROGRAM Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilainilai Tradisional SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pembinaan. Bandung • Kota Cimahi PELAKSANA Dishut SUMBER DANA APBD MISI 5 : MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN SOSIAL YANG BERLANDASKAN AGAMA DAN BUDAYA DAERAH NO 39.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan kawasan lindung ( Tahura Juanda) LOKASI • Kota Bandung • Kab. permuseuman. dan kewajiban DPRD Provinsi Jawa Barat Peningkatan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. dan pengembangan kepurbakalaan. peninggalan kesejarahan. kabupaten/kota Jawa Barat Jawa Barat Setwan DPRD Sekretariat DPRD APBD Provinsi APBD Provins 41. Kab dan kota. Penataan lingkungan dan situs kepurbakalaan Pengembangan Permuseuman 40. partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Barat Peningkatan peran dan fungsi organisasi/ lembaga non pemerintah dalam perencanaan pembangunan politik Terlenggaranya konvensi dialog.50 . keilmuan dan lingkungan serta terbentuknya majelis kode etik berbangsa tingkat provinsi. pelestarian. seminar antar kelompok organisasi kebangsaan di Jawa Barat. Terpeliharanya/terciptanya ketentraman dan ketertiban umum masyarakat Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota APBD Provinsi Jawa Barat • Bakesbanglinmasda • Majelis Kode Etik APBD Provinsi Pelatihan dan sosialisasi pemeliharaan dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat melalui kerjasama kemitraan Fasilitasi kebijakan dan koordinasi Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD Provinsi Bandung Biro Desentralisasi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . hak. Terwujudnya peran dan fungsi organisasi/lembaga non pemerintah dalam partisipasi pembangunan politik 3. Program Peningkatan Kesadaran Politik 1.

Tasikmalaya Kab. Program Peningkatan Kesejahteraan Sosial 1. Garut • Kab. Kuningan Kab. Ciamis Kab. Sukabumi Kab. ESDM Direktorat Mitigasi Bencana Geologi APBN APBD Provinsi • Pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana Bakesbanglinasda APBD Provinsi Inventarisasi objek/infrastruktur vital terhadap bencana geologi Pengembangan sistem peringatan dini. Indramayu Kab. Mendukung penanganan dan pemulihan eks korban bencana Peningkatan kesejahteraan sosial eks korban bencana melalui bantuan darurat dan bantuan bahan bangunan rumah • Dinas Sosial • Biro Bangsos APBD Provinsi 2. Banten.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM Masyarakat SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di Jawa Barat Kerjasama operasional dalam pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di daerah perbatasan • Sosialisasi daerah rawan bencana geologi di Jawa Barat LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 2.51 . Garut Kab. Meningkatnya kemampuan tanggap darurat masyarakat dalam menghadapi bencana alam Kab/Kota di wilayah perbatasan DKI. Terwujudnya pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di daerah perbatasan antar provinsi dan antar kab/kota 3. Mendorong peningkatan pembinaan. Bandung • Kab. Sumedang 44. Cianjur • Kab. mekanisme mitigasi dan penanggulangan bencana alam geologi Mengembangkan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman bencana Distamben Badan Geologi Distamben Badan Geologi Kesbanglinmas Distamben APBN APBN APBD Provinsi APBN Kab. Garut Kab. Bogor • Bekasi • Karawang • Subang • Indramayu • Ciamis • Tasikmalaya • Garut • Cianjur • Sukabumi • Bandung • Sumedang Jawa Barat Jawa Barat Dinas Pol PP APBD Provinsi • • • • Distamben Kesbanglinmas Dept. Meningkatnya sistem manajemen penanggulangan bencana di Jawa Barat 3. Cianjur • • • • • Kab. penyuluhan dan bantuan sosial bagi Peningkatan koordinasi dan peranserta masyarakat serta aparat dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana Meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial bagi PMKS 25 Kabupaten/Kota • Dinas Sosial • Biro Bangsos • Dinas Sosial • Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Jateng • Kab.

Meningkatkan koordinasi dan fasilitasi dalam penanganan masalah Kesos 45. Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Peningkatan koordinasi dan fasilitasi Pencegahan. Mendorong peningkatan kesadaran untuk melestarikan nilai-nilai keperintisan. Meningkatnya pemahaman tentang hak dan kewajiban anak dan remaja serta reproduksi remaja Koordinasi dan fasilitasi penanganan masalah kesejahteraan sosial Melakukan penyebaran informasi tentang hak-hak anak dan perlindungan sosial anak dan remaja Meningkatkan pelayanan dan penanggulangan anak jalanan dan anak terlantar • Din Sosial • Disnakertrans • Biro Bangsos • • • • • • • • • • Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos 25 Kabupaten/Kota 2. kepahlawanan dan kejuangan 6. kejuangan. Mendorong peran lembaga dan pemulihan sosial serta penanggulangan anak korban narkoba 3. Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Fasilitasi penanganan masalah anak di Jawa Barat Pemberdayaan lembaga-lembaga sosial keagamaan. Mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba 4. seperti kelompok jemaah keagamaan. serta kesetiakawanan sosial Pengembangan sistem informasi masalah sosial Penyediaan sarana dan prasarana Balai/ Panti Sosial 25 Kabupaten/Kota • Dinas Sosial • Biro Bangsos • Dinas Sosial • Biro Bangsos • • • • Dinas Sosial Biro Bangsos Dinas Sosial Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 7. Mendorong pertumbuhan anak dengan terlindunginya hak-hak anak 46. Menggerakkan peranserta masyarakat dan menggali sumber-sumber potensi masyarakat dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial 5. 25 Kabupaten/Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota seJawa Barat • Din Sosial • Disnakertrans • Biro Bangsos Biro Yansos Kanwil Depag APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . keperintisan. Badan Amil Zakat. majelis ta’lim. organisasi keagamaan. Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Fasilitasi. Penanggulangan.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya kembali secara wajar sebagai SDM yang berkualitas dan produktif 4. Terpenuhinya pengadaan sarana dan prasarana sosial INDIKASI KEGIATAN Meningkatkan kualitas manajemen dan profesionalisme dalam pelayanan Kesos Meningkatkan pelayanan sosial di komunitas adat Peningkatan penanggulangan korban bencana alam Mengembangkan potensi dan partisipasi sosial masyarakat LOKASI 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota • • • • PELAKSANA Dinas Sosial Biro Bangsos Dinas Sosial Biro Bangsos SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Dinas Sosial • Biro Bangsos BPMD Menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan. Program Perlindungan Perkembangan Sosial Anak dan Remaja 1.52 . dan petugas wakaf. pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA.

LOKASI Kabupaten/Kota seJawa Barat PELAKSANA Biro Yansos Kanwil Depag SUMBER DANA APBN APBD Provinsi Kabupaten/Kota seJawa Barat Biro Yansos Kanwil Depag APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Subsidi dan imbal swadaya pembangunan & rehabilitasi sarana serta prasarana kepada lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.53 . Peningkatan kualitas tenaga pengelola lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.

daerah menerima dana yang bersumber dari pemerintah Pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan yang mana dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi kepentingan pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB V ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH A 5. APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) Tahun Anggaran terdiri atas pendapatan daerah. Anggaran pembangunan daerah tersebut pendanaannya bersumber antara lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan. Sumber penerimaan daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan Pinjaman Daerah. belanja daerah dan pembiayaan daerah. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat selama 5 (lima) tahun (2004-2007) secara keseluruhan adalah sebagai berikut : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-1 . dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta lebih teknis telah terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dana Perimbangan.1 nggaran pembangunan daerah pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2008 memberikan gambaran anggaran pembangunan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dana Cadangan Daerah (DCD). Selain dana dari penerimaan daerah tersebut. Undang-undang No. KERANGKA ANGGARAN DAERAH Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Sedangkan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). dan lain-lain pendapatan yang sah.

258.249. Berikut disajikan tabel perkembangannya : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-2 .700.569.625. program dan kegiatan.223. serta jenis belanja.885.44) 2.055.142.026.000.434.000.84 3.93 5.22 27.715.214.395.19%.147. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD dan Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni). rata-rata per tahun mengalami penurunan sebesar 12.1.628.000. 5. yang masuk ke Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007).347.19) 3.173.564.642.09 2.09 3.214.09 5.84 Rata-Rata Pertumbuhan Per Tahun Sumber : data APBD Tahun 2004 s.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.47 (4.751.93 3.05) 30.260.000.258.712.40%.000.64% dan kontribusi terhadap APBD rata-rata per tahun adalah sebesar 62.298.1 Pendapatan Daerah Sumber pendapatan daerah antara lain dari Pendapatan Asli Daerah.416.254.820. dan Pembiyaan Daerah. DIPA APBN/BLN TA 2003 – 2007 Perkembangan dana pembangunan di Jawa Barat secara keseluruhan yang berasal dari dana APBD dan APBN/BLN (dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan).1 Perkembangan Dana Pembangunan berbagai Sumber Dana di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s. Pendapatan diantaranya dari Pendapatan Asli Daerah. rata-rata pertumbuhannya per tahun mengalami kenaikan sebesar 14.603.00 9. Pendapatan Asli Daerah terdiri atas hasil pajak daerah.146. Belanja daerah yang merupakan pengeluaran dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah.25 (12.222.00 31.254.752.568.919.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 APBD APBN/BLN Jumlah Dana Pembangunan Pertumbuhan per Tahun (77.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD. diklasifikasikan menurut organisasi.00 8.00 9.1.911. merupakan selisih antara pendapatan dan belanja.831.925.1.751.20 4. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah.049.579.542.420.023.142.739. Sedangkan pembiayaan daerah yang berfungsi untuk menutupi defisit anggaran. 5.09 5.473.1 Kondisi APBD Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terdiri dari Pendapatan Daerah.984. fungsi. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007).331.00 7. hasil retribusi dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.355. Belanja Daerah. Pembiayaan daerah tersebut terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.325.660.111.887.

maka diproyeksikan pendapatan daerah adalah sebesar Rp.420.35 65.298.479.09 5. Besarnya DAU ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan dengan formula dan perhitungan yang ditetapkan sesuai undang-undang. perusahaan milik daerah dan kekayaan daerah.660.512.24 67. sesuai dengan tujuannya diharapkan suatu daerah alokasi DAU-nya menurun dari tahun ke tahun.84 2006 3.00 Rata-rata Per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.712.700.887. Terjadinya penurunan pertumbuhan pendapatan daerah ini karena sektor pajak daerah yang selama ini memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah mengalami penurunan pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).2 Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.40 63.802.800.593.95 (3. Dengan asumsi bahwa pada tahun 2008 pendapatan dari sektor pajak daerah hanya mengalami pertumbuhan 7% dibanding tahun sebelumnya dan pendapatan yang berasal dari retribusi. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Jika melihat kemampuan keuangan dari Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata per tahun kontribusi terhadap APBD sebesar 62.d 2007 Tahun PAD Pertumbuhan % 31.627.15 26.568.84 Proporsi % 55.258.831.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.142.2% dari tahun 2007. serta lain-lain PAD yang sah mengalami kenaikan rata-rata 30%.919.090.359.256.600. Bila memperhatikan kecenderungan pendapatan daerah sejak tahun 2003-2006 terlihat bahwa dari tahun 2003 terjadi peningkatan dengan kecenderungan menurun pertumbuhannya hingga tahun 2006.22 4.37 2005 3.73 2004 2.885.214.762. Berdasarkan formula dan perhitungan tersebut. Kondisi ini diperkirakan berlanjut terus pada tahun 2007.640.734.40 2003 2.011. DAU yang diluncurkan dari pemerintah pusat ke daerah bertujuan untuk menghindari kesenjangan fiskal (fiscal gap) antar daerah.40% berarti bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki kemampuan fiskal dalam kategori cukup mampu karena diatas dari 50%.747.19) 14. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.00 atau mengalami kenaikan 9.604.569.63 3.87 60.564.170.846.751.023. 5.049.00 2007 3.64 APBD 3.565.254. Dana perimbangan terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bagi hasil pajak/bukan pajak.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.571.938.026.09 5. Hal ini berarti pendapatan di luar PAD hanya sebesar 37.901.14 62.767. Dengan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-3 .93 5.213.60% yaitu dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah.

17 16.17 10.3 Perkembangan Rincian Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Bagi hasil Pajak/Bukan Pajak 519.142.712.50 649.564.17 10.54) (0.00 1.026.80 12. dari tahun 2003-2006 terdapat kecenderungan penurunan nilai DAU.75 APBD 3.660.35 DAU 574.660.220.000.88 6.700.093.21 4.11 1.93 5.258.000.00 (0.116.026.19 8.09 5.383.258.954.00 565.24 11.522.885.751.700.09 5.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Perimbangan Pertumbuhan % 9.00 1.214.999.023.22 4.120.86) 64.712.778.420.142.85 Pertumbu han % Proporsi 14.50 1.93 5.00 933.214.33 25.731.254.76 12.49 1.000.41 21.049.954.011. Sedangkan dana perimbangan dari bagi hasil perkembangan selama kurun waktu 5 tahun rata-rata kenaikannya adalah sebesar 4.853.660.37 Pertumbu han % Proporsi 13.460.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT demikian daerah tersebut dianggap atau dikategorikan sudah mandiri dalam kemampuan fiskalnya. bila dilihat lebih rinci. Tahun 2006 Perubahan APBD.663.568.831.01 10.568.569.564.000.13 %.887.042.00 Rata-rata per Tahun Sumber : Tahun 2004 dan 2005 Realisasi Perda Perhitungan APBD.57 12.298.197. dan kontribusi terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama rata-rata sebesar 25.22 4.99 15.522.37% dan rata-rata per tahun kontribusi terhadap APBD adalah sebesar 12.00 588.000.45 17.919.00 20.751.34 27.000.15 25.00 573.13 1.000.84 Rata-Rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.84 Proporsi % 28.700.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.298.420.066.436.000.887.023.10 12. Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun terakhir.35%.11 623.730.114.753. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.254.885.196.853.313.75 %. Berikut tabel perkembangannya : Tabel 5.00 733.522. Namun demikian. rata-rata kenaikan per tahunnya adalah sebesar 15.4 Perkembangan Total Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.85% dan rata-rata kontribusi per tahun terhadap APBD sebesar 12.09 5.919.19) (0.880.569. berikut tabel perkembangannya : Tabel 5.700.36 13.70) 4.78 APBD 3.066.160.831.000. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Sedangkan perkembangan dana perimbangan secara total selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2003-2007) rata-rata pertumbuhan per tahunnya adalah sebesar 8.39 13.049.000.891.000. Tahun 2007 Perda APBD (Murni) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-4 .41 23.066. sementara pada tahun 2007 terjadi peningkatan nilai DAU yang sangat signifikan.78%.885.630.87 (19.567.09 5.00 570.853.

00 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s. Perkembangan alokasi belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2003-2007) mengalami kenaikan sebesar 14.023.569.258.84 2004 4.214. kesehatan.1.089.568.89 19.08 % dan rata-rata proporsi sebesar 84.47 87.d 2007 Tahun Pendapatan Pertumbuhan % 23.046.1. pendidikan.484.700.420.254.712.46 % per tahun dan kontribusinya terhadap APBD sebesar 87.373.298.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara total pendapatan Provinsi Jawa Barat yaitu penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan dalam kurun waktu 2003-2007 mengalami peningkatan sebesar 12.464.04 12.5 di bawah ini : Tabel 5.84 2006 5.887.885.53 2003 3.919.660.87 2005 4.026.09 5.65 90. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.93 5.82 84.512. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial.00 2007 5. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) 5.142.578.869. Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-5 .049.044.051.564.46 APBD 3.460.824.831. Belanja daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.954.264.71 92.5 Perkembangan Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.53 % per tahun sebagaimana tabel 5.888.6.545.751.09 5.2 Belanja Daerah Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan Belanja pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib.15 % per tahun sebagaimana terlihat pada tabel 5.84 Proporsi % 84. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.22 4.02 85.265.689.30 4.615.149.60 2.

309.60 92.254.271.420.08 APBD 3.64%.08% terdiri dari belanja pegawai naik sebesar 15. Perkembangan belanja daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003–2007) rata-rata pertumbuhan per tahunnya belanja Tidak Langsung mengalami kenaikan sebesar 14.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.049. belanja bagi hasil naik sebesar 18.93 5.45%.81%. Sedangkan proporsi masing-masing belanja terhadap volume APBD rata-rata per tahun adalah belanja Tidak Langsung meningkat sebesar 52.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja Pertumbuhan % 17.09 5.01%.88 75.732.00 94.40 18.300.00 3.568.954.267.258.09 5.84 5.84 Proporsi% 80.180.78% dan belanja tidak terduga turun sebesar 1. hibah. bantuan sosial.58%.606.43% serta Belanja Langsung naik sebesar 31.660.814. belanja bagi hasil naik sebesar 20.52% terdiri dari belanja pegawai naik sebesar 12. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Sesuai Pasal 37 Permendagri No.118. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.700.919. 13 Tahun 2006 belanja daerah terbagi atas belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.132.781.17 17.569. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.026.214.306.22 4. dan belanja tidak terduga naik sebesar 1. belanja bantuan naik sebesar 18.564.65 84.712.97 14.142.7 berikut : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-6 . belanja bantuan naik sebesar 32.31 5.751.831.887.083.25%.567. Perkembangan rincian belanja sebagaimana yang tecantum dalam tabel 5.885. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai.902.95% serta belanja Langsung naik sebesar 2.83.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.670.023. subsidi.63 77.79 2.679.282.84 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.6 Perkembangan Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 s. belanja bagi hasil.00 4.15 3.224. bunga.298.

94 786.267.20 5.83 18.22 1.023.680.402.50 920.803.514.751.380.00 1.800.811.223.000.95 2.393.990.84 3.118.790.809.50 524.261.00 1.430.52 12.50 4.00 69.01 20.587.309.346.08 21.504.394.919.00 70.859.597.162.84 5.719.370.599.348.460.639.246.84 Sumber : Data Tahun 2003 s.00 70.224.595.885.7 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 s.770.214.781.818.00 3.81 84.567.420.831.298.564.00 862.15 52.712.000.527.366.98 1.43 31.076.700.535.344.013.083.670.582.306. Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 Rata2 Rata2 Proporsi Pertumbuhan per per Tahun (%) Tahun (%) 14.64 60.00 641.719.494.099.d 2007 No.422. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-7 .00 1.438.887.954.58 18.00 2.854.660.468.323.046.00 693.166.00 649.541.238.959.09 5.485.255.25 1.464.814.571.902.93 5. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.180.298.026.00 1.679.004.732.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.188.00 1.00 497.31 3.711.840.64 714.81 15.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.119.061.254.64 Belanja 1 Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Belanja Tidak Terduga 2 Belanja Langsung Volume APBD 3.623.000.767.00 1.030.113.653.896.607.282.84 2.660.410.612.434.78 -1.74 85.795.421.214.290.37 5.000.262.271.950.321.132.758.00 1.272.09 4.384.00 1.207.45 32.22 3.258.685.610.961.142.697.457.00 1.568.569.972.675.606.944.814.887.00 414.063.049.686.345.138.942.157.419.300.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

5.1.1.3

Pembiayaan Daerah

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. Berdasarkan tabel 5.8, APBD Provinsi Jawa Barat setiap tahun mengalami defisit anggaran, yang selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007) rata-rata per tahunnya mengalami peningkatan sebesar 37,54%, yang dapat ditutup dengan pembiayaan, tetapi rata-rata pertumbuhan dari penerimaan pembiayaan untuk menutupi anggaran defisit tersebut mengalami penurunan sebesar 1,25% per-tahun, begitu pula pengeluaran pembiayaan rata-rata pertumbuhan per-tahun mengalami penurunan sebesar 9,71%. Tabel 5.8 Perkembangan Pembiayaan Tahun 2003 s.d 2007
Pembiayaan Tahun Penerimaan 620.935.965.168,38 668.422.608.753,22 875.138.565.709,09 1.003.184.186.166,09 419.179.953.239,84 7,65 30,93 14,63 (58,22) -1,25 Pertumbuhan Penerimaan Pengeluaran 752.639.694.356,22 1.042.319.998.034,09 1.390.744.563.948,09 445.208.705.409,78 297.965.889.145,00 38,49 33,43 (67,99) (33,07) -9,71 Pertumbuhan Pengeluaran Surplus/Defisit Pertumb uhan Defisit

2003 2004 2005 2006 2007

(131.703.729.187,84) (373.897.389.280,87) (475.915.916.408,96) (557.975.480.756,31) (121.214.064.094,84) 183,89 27,29 17,24 (78,28) 37,54

Rata-Rata per Tahun

Sumber : Data Tahun 2003 s.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD, Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD, Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni)

5.1.2 Alokasi APBN Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat yang lainnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik berupa dana dekonsentrasi yang pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada SKPD Provinsi maupun dana Tugas Pembantuan, yaitu dana yang langsung disalurkan ke Kabupaten/Kota. Besarnya alokasi APBN yang masuk ke Jawa Barat setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Pada tahun 2004, total APBN yang masuk ke Provinsi Jawa Barat mencapai Rp. 2,435 trilyun, tahun 2005 sebesar Rp. 3,625 trilyun dan pada tahun 2006 sebesar Rp. 3,347 trilyun atau mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 277,9

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

V-8

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

milyar. Sedangkan pada tahun 2007, APBN yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp. 3,542 milyar atau mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, sebesar Rp. 195,3 milyar. Adapun perkembangan alokasi APBN di Jawa Barat selama kurun waktu 4 (empat) Tahun (2004 s.d 2007) dapat dilihat pada tabel 5.9 berikut ini : Tabel 5.9 Jumlah Dana APBN tahun 2004 – 2007
Tahun 2004 2005 2006 2007 APBN 2.134.795.083 3.136.911.533 3.189.372.339 3.364.711.856 Sumber Dana (Ribu Rupiah) PNBP PHLN 299.920.842 190.929.375 297.381.734 1.611.766 156.327.290 177.867560 % Perubahan Total 2.434.715.925 3.625.222.642 3.347.311.395 3.542.579.416 -

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Pada tahun 2007 alokasi dana dekonsentrasi tersebar di 20 (dua puluh) SKPD sedangkan tahun 2006 tersebar di 16 (enam belas) SKPD. SKPD baru yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi pada tahun 2007 adalah Bawasda, BPMD, Badan Kesbang & Linmasda dan Bapeda Provinsi Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan SKPD yang memperoleh alokasi terbesar baik pada tahun 2006 yang mencapai Rp. 2,258 trilyun maupun pada tahun 2007 yang mencapai Rp. 2,525 trilyun. SKPD yang memperoleh alokasi terbesar kedua adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dimana pada tahun 2006 mencapai Rp. 255 milyar dan pada tahun 2007 mencapai Rp. 181 milyar. Sedangkan alokasi terkecil berada pada Badan Arsip Daerah baik pada tahun 2006 maupun pada tahun 2007 hanya memperoleh dana sebesar Rp. 150 juta. Untuk lebih jelasnya, distribusi alokasi dana APBN berupa dana dekonsentrasi yang masuk ke Provinsi Jawa Barat melalui SKPD Provinsi Jawa Barat sebagaimana terlihat pada Tabel 5.10 berikut ini.

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

V-9

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Tabel 5.10 Alokasi Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan (APBN) Per SKPD di Provinsi Jawa Barat
TAHUN 2006 NO. SKPD Jmlh. DIPA 9 3 3 4 1 5 8 9 4 3 5 1 1 1 1 1 11 5 75 ALOKASI DANA (Rp) 33.240.528.000 10.179.729.000 12.441.214.000 3.954.880.000 2.606.692.000 2.258.537.158.000 169.929.699.000 18.285.234.000 36.083.195.000 1.960.705.000 28.800.000.000 9.036.661.000 26.687.560.000 1.941.240.000 150.000.000 250.000.000 517.967.620.000 266.656.632.000 2.613.729.495.000 6 1 1 1 3 Jmlh. DIPA 7 3 3 5 1 5 6 5 4 3 6 1 1 1 TAHUN 2007 ALOKASI DANA (Rp) 34.181.829.000 8.854.010.000 4.579.065.000 10.075.320.000 3.656.692.000 2.524.843.949.000 181.185.557.000 10.469.335.000 34.897.554.000 1.820.114.000 28.158.000.000 9.037.000.000 150.000.000 17.250.000.000 29.301.015.000 155.155.000 354.930.000 165.307.000 559.468.000 2.900.590.000.000

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

Dinas Pertanian TPH Dinas Peternakan Dinas Perkebunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Jawa Barat Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Sosial Dinas Kehutanan Dinas Perikanan Dinas Koperasi dan UKM Biro Bina Produksi Biro Dekonsentrasi dan Tuban Badan Arsip Daerah Badan Perpustakaan Daerah Dinas PSDA Dinas Bina Marga Sekretariat Prov.Jabar Bawasda Prov. Jabar BPMD Prov. Jabar Badan Kesbang & Linmasda Prov. Jabar Bapeda Prov. Jabar TOTAL

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Apabila dilihat berdasarkan Departemen/LPND, alokasi APBN Tugas Pembantuan (Tuban) yang masuk ke Jawa Barat pada tahun 2007 mengalami penurunan dibandingkan dengan alokasi APBN Tuban pada tahun 2006 seperti terlihat pada tabel 5.12. dan tabel 5.13. Pada Tahun 2007 jumlah dana APBN Tuban yang masuk ke Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 641.989.416.000,- tersebar di delapan (8) departemen. Sedangkan jumlah dana APBN Tuban yang masuk ke Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 mencapai Rp. 646.518.078.000,- yang tersebar di enam (6) Departemen. Sedangkan alokasi dana APBN Tuban pada tahun 2006, jumlah terbesar berada pada Depertemen Pekerjaan Umum yang mencapai Rp. 423.900.510.000,-, kemudian Departemen Kesehatan yang mencapai Rp. 117.613.703.000,- serta alokasi terkecil
V - 10

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

000.000 70.285.000 87.000 132.615. 1.000 150.000 177.000 13.000 550.613.000.000 18..171. 2.989.810.000 550.078. 8.875.-.000 117.781.455.11 .285.995.Berbeda dengan tahun sebelumnya.278.12 REKAPITULASI DAFTAR KEGIATAN APBN/PHLN TUGAS PEMBANTUAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2007 BERDASARKAN DEPARTEMEN/LPND No. pada tahun 2007 alokasi dana APBN Tuban didistribusikan kepada 8 Departemen yang sebelumnya hanya 6 departeman.000.000 575.844. 2.115.299.000 7.703.214.375.518.kemudian Departemen Kesehatan sebesar Rp.029.000 646.824.000 25.075.000 13.200.000 641.295.295.613. 3. yakni ditambah Departemen Perindustrian dan Departemen Pendidikan Nasional.000 2.000 211. 4.168.000 Tabel 5.000 631.000 464.000 5.000.856.000.000 PNBP Sumber Dana PHLN 12.290.000..369.000 5.584.400. 150.500.000 118. 5.000.315.000. 213.278.060.075. Departemen/LPND Dalam Negeri Pertanian Kesehatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kelautan dan Perikanan Pekerjaan Umum Jumlah Rupiah Murni 2.200. 6.000.000 423.311.000 31.899. 7.006.265.085.11 REKAPITULASI DAFTAR KEGIATAN APBN/PHLN TUGAS PEMBANTUAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2006 BERDASARKAN DEPARTEMEN/LPND No.234.000 365.165.416.000 Jumlah 14. 1. Departemen/LPND Dalam Negeri Pertanian Kesehatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kelautan dan Perikanan Pekerjaan Umum Perindustrian Pendidikan Nasional Jumlah Rupiah Murni 1.000.900.867.000 7. 4.075.000 117.560.dan yang mendapatkan alokasi terkecil adalah Departemen Perindustrian yang mancapai Rp.995.000 PNBP Sumber Dana PHLN 126.181.000 150. 550.575.369.060.600.171.000 213.899.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT berada pada Departemen Kelautan dan Perikanan yakni sebesar Rp.121.000 Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V .000 70.455.000 58.278.000.278.311.910.338.000 70.000.510.048.000 25. 6.000. Tabel 5.000.000 Jumlah 127. 3. 7.575. Pada tahun 2007 alokasi terbesar berada pada Departemen Pertanian yakni sebesar Rp. 5.110.686.642.703.000 481.410.

b. POLRI. Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB.2. PPh Pasal 21 dan BPHTB. c. Peningkatan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. Kabupaten/Kota.1 Kebijakan Pendapatan Daerah Kebijakan anggaran Tahun 2008 untuk pendapatan daerah yang merupakan potensi daerah dan sebagai penerimaan Provinsi Jawa Barat sesuai urusannya diarahkan melalui upaya peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah. selanjutnya diproyeksikan perkiraan pendapatan daerah tahun 2008 sebagaimana disajikan dalam tabel 5. Berdasarkan perkembangan komponen pendapatan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006. Adapun kebijakan pendapatan untuk meningkatkan Dana Perimbangan sebagai upaya peningkatan kapasitas fiskal daerah adalah sebagai berikut : a. b. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan. Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan Pemerintah Pusat. SKPD Penghasil. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah : a.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . Mengoptimalkan kinerja Badan usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah. Pemantapan kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah.13. Meningkatkan akurasi data Sumber Daya Alam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan.12 . Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh OPDN). c. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi daerah. d. e.2 KEBIJAKAN ANGGARAN 5. retribusi daerah dan dana perimbangan.

Penggunaan pembangunan.00 588. Kebijakan belanja daerah tahun 2008 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional. efisien dan efektif.590.106.000.33 1.06 84.964.211.676.13 PERKEMBANGAN KOMPONEN PENDAPATAN TAHUN 2000-2007.632.089.880.271.80 5.053.495.696.571.068.98 1.474.70 4.39 1.565.051.830.37 2.173.640.302.17 5.986.808.000.992.388.000.219.650.620. mengalami peningkatan sebesar 10.35 4.95.271.98 3.269.90 1.336.2 Kebijakan Belanja Daerah Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran.943.791.000.200.00 489.000.000.212.00 393.230.964.343.079.327.479.602.90% pada tahun 2008.2.401.418.630.609.056.995.002.468.000.606.00 LAIN-LAIN TOTAL 1.538.90% dibandingkan tahun 2007. tujuannya adalah untuk meningkatkan akuntabilitas perencanan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program/kegiatan.219.50 1.000.226.760.853.84 3.776.604.179.660.13 menunjukan bahwa perkiraan total pendapatan tahun 2008 adalah sebesar Rp.000.767.80 4.327.95 BAGI HASIL 577. 5.00 903.00 574.666.21 1.964. pokok dan fungsinya.00 933.13 .297.613. guna memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota dalam melaksanakan otonomi daerah.163. 2) Alokasi yang bersifat spesific grant dari pos bantuan kepada kabupaten/kota yang diarahkan dalam rangka mendukung agenda akselerasi pencapaian Visi Jawa Barat 2010 yaitu : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 anggaran belanja langsung disesuaikan dengan kebijakan V .00 518.512.188.885.170.695.676.006.920.000.096.70 6.016.775.676.116.000.73 2. atau mengalami peningkatan 7.085.719.00 570.296. upaya tersebut antara lain adalah: a.280.015.000.856.110.853.108.049.726.00 933.00 56.359.00 DAU 521.034.00 5.457.880.000.95 Dari tabel 5.053.559.194.630.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.436. belanja daerah disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan dengan memperhatikan prestasi kerja setiap satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas.531.025.000.14 2.000.000.261. DAN PROYEKSI TAHUN 2008 TAHUN 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 PAD 694.034.000.000.000.999.84 4.780.08 1.67 3.339.604.357.037.901.909.565. 6.781. Sedangkan bila diperhatikan berdasarkan komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD).00 588.436.593. b.421.450. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan dan bagi hasil kepada kabupaten/kota dalam belanja tidak langsung dengan pola : 1) Alokasi yang bersifat block grant dari Pos Bagi Hasil secara proporsional.

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . Sedangkan kebijakan pembiayaan bahwa kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat akan berimplikasi pada kemungkinan terjadinya defisit anggaran. menanggulangi masalah kemiskinan. Pendapatan Asli Daerah.14 . sehingga pada akhirnya tetap diupayakan anggaran yang berimbang setelah pembiayaan. Jumlah Penduduk Miskin. Penjualan Asset Daerah dan atau Kekayaan Daerah yang dipisahkan. menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan khususnya kawasan lindung. Transfer dari Dana Cadangan Daerah. Dana pemerataan dialokasikan sama untuk setiap kabupaten/kota. Kabupaten/Kota perbatasan dengan Provinsi lain serta Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan even khusus yang berskala regional atau nasional. dan dana penyeimbang ditentukan berdasarkan variabel kualitatif seperti Ibu Kota Provinsi. dana proporsional dan dana penyeimbang. Luas Wilayah. Variabel-variabel yang digunakan untuk menghitung indeks kabupaten/kota adalah : Indeks Pendidikan. PDRB/Kapita. Seandainya terjadi surplus anggaran maka kebijakan pengeluaran pembiayaan adalah ditujukan untuk pembentukan Dana Cadangan Daerah (DCD). Untuk itu perlu dilakukan antisipasi. upaya yang dapat ditempuh adalah melalui : a b c Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu. dan Proporsi Kawasan Lindung. dana proporsional dihitung berdasarkan indeks Kabupaten/Kota.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT a) berdasarkan pola penyaluran yang bersifat kompetisi melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK). b) membagi alokasi menjadi tiga bagian yaitu dana pemerataan. penyertaan modal kepada Perusahaan Milik Daerah serta investasi daerah lainnya dalam rangka menciptakan kemandirian usaha serta untuk pemenuhan kewajiban-kewajiban utang daerah. Indeks Daya Beli. Indeks Kesehatan. Proporsi Pengangguran. Jumlah Penduduk. Adapun kriteria kegiatan yang mendapatkan alokasi bantuan keuangan Kabupaten/Kota adalah mendukung secara signifikan upaya peningkatan IPM Jawa Barat.

Kebutuhan masyarakat yang terkristalisasi dalam skenario pembangunan daerah memiliki volume yang cukup besar. menjadi hal yang teramat penting dalam merancang sistem dan mekanisme alokasi pemanfaatan gambar 5. pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan jangka menengah yang telah disusun. Gambaran interaksi kebijakan pembangunan daerah dengan potensi sumber daya keuangan daerah.3 PROSEDUR PENETAPAN PAGU INDIKATIF ANGGARAN Strategi kebijakan pembangunan daerah yang dituangkan dalam dokumen RKPD. pada dasarnya merupakan akumulasi skenario aktivitas intervensi terhadap tujuan pembangunan tahunan yang telah disepakati bersama.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. Oleh karena itu pemilihan prioritas aktivitas serta efisiensi sumber daya dengan tetap memperhatikan efektivitas tujuan yang telah ditetapkan.1. sedangkan pada sisi supply sumber daya keuangan daerah memiliki keterbatasan. Salah satu sumber daya yang memiliki peran penting untuk menjaga konsistensi rencana dengan implementasi kebijakan tersebut adalah sumber daya keuangan. yang pada gilirannya akan mendukung tercapaianya target kebijakan jangka menengah. Domain pokok kebijakan tahunan secara prinsip memiliki korelasi. walaupun pada beberapa Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . disajikan dalam PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH POTENSI SUMBER DAYA PEMBANGUNAN EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN ASUMSI IMPLEMENTASI PROGRAM TUJUAN SASARAN PROGRAM Definisi Tujuan dan Sasaran Program KEGIATAN MASUKAN KELUARAN HASIL PERTIMBANGAN KEGIATAN Definisi Kegiatan terhadap Sasaran Program Definsi alokasi Program dan Kegiatan.1. melalui pengerahan seluruh sumber daya pembangunan daerah yang tersedia. untuk setiap Sumber Dana Gambar 5. ISU PEMBANGUNAN DAERAH PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DAERAH sumber daya keuangan daerah. Interaksi Kebijakan Pembangunan Kebijakan pembangunan tahunan daerah yang dituangkan dalam dokumen RKPD.15 .

Program . Program Kegiatan APBN/BLN . akan berkonsekuensi pada kebutuhan sumber daya keuangan. Program .16 . APBD. Berkenaan dengan adanya kebutuhan akan anggaran dalam iimplementasi kebijakan. Program . Program 2004 2005 2006 2007 2008 . Program . serta terjadinya diversifikasi sumber dana tersedia namun memiliki keterbatasan.2. maka penetapan pagu indikatif menjadi sangat penting. hendaknya memiliki kriteria yang jelas dan tetap mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan jangka menengahnya. berdasarkan strategi perencanaan pembangunan yang telah disepakati. Oleh karenannya posisi kebijakan tahunan dalam interaksi kebijakan jangka menengah. Program DANA LAINNYA Gambar 5. Strategi kebijakan tahunan daerah yang dituangkan dalam kebijakan program dan kegiatan. dan Dana-dana lainnya. Adapun pertimbangan yang dijadikan sebagai Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . Sumber Dana dalam Kebiijakan Tahunan Daerah Pagu indikatif anggaran pada dasarnya merupakan batas maksimal alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung implementasi kebijakan (baik program maupun kegiatan) berdasarkan rencana yang telah ditetapkan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT hal akan dijumpai kebijakan yang bersifat spesifik untuk dilaksanakan. Kebijakan Jangka Menengah Program Kebijakan Tahunan Program Sumber Dana VISI . Hal ini dilakukan untuk mendukung terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam pemandaatan sumber dana. MISI Program . Kegiatan APBD . meliputi : APBN/PHLN.

49 Keterangan : PBi : Proporsi Bobot. k : Koreksi. . dimana variabel ini merupakan kebutuhan minimal yang memang seharusnya tersedia. dimana variabel ini merupakan konstanta koreksi terhadap hasil penilaian program. . Hal ini dilakukan untuk memberikan kejelasan posisi relatif kegiatan terhadap program. dimana kebutuhan tersebut mendukung aktivitas rutin. serta kegiatan dalam setiap sasaran. serta prioritas pembangunan yang ditetapkan berdasarkan definisi isu strategisnya. berdasarkan definsi komposisi sasaran dalam program. a : Intercept. Pemilahan yang jelas antara program dan kegiatan. akan memberikan informasi berkenaan dengan bobot pagu yang semestinya disusun.17 . Persamaan matematis yang digunakan berdasarkan metode ini adalah sebagai berikut : PBi = a + ( 1 + k ) Xi . program prioritas). dimana i = 1. . Metode yang digunakan dalam menetapkan pagu anggaran indikatif RKPD Provinsi Jawa Barat tahun 2008 adalah metode TAD (Treatment of Domain Allocation). Dalam penetapan pagu anggaran indikatif. dimana variabel ini menunjukan proporsi relatif program terhadap program lainnya. . 2. Xi : Nilai Program. dimana variabel ini merupakan bobot program berdasarkan hasil penilaian (evaluasi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kriteria penetapan dalam penyusunan pagu anggaran indikatif tersebut adalah hasil evaluasi kinerja kebijakan tahun sebelumnya. Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . yang perlu diperhatikan adalah kejelasan definsi struktur baik program maupun kegiatan yang akan dilaksanakan. melalui tujuan dan sasaran program yang telah ditetapkan.

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VI PENUTUP RKPD Provinsi Jawa Barat 2008 merupakan penjabaran dari Renstra Pemerintah Jawa Barat 2003-2008 dengan mengacu kepada RKP 2008. karena merupakan rencana tahun terakhir dari Renstra Pemerintah Jawa Barat. penjabaran terhadap KU-APBD dan PPA ini. dalam kurun waktu perjalanan Renstra Pemerintah Jabar 2003-2008 ini. Namun demikian. hal yang cukup menimbulkan perdebatan panjang adalah berkenaan dengan persoalan pembagian bidang kewenangan antara pemerintah dengan pemerintah daerah. Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan programprogram/kegiatan-kegiatan dalam RKPD tahun 2008. 2. Peraturan Pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah daerah belum juga ditetapkan. Sebagai pedoman penyusunan RAPBD. RKPD 2008 bersifat sangat strategis. Beberapa kaidah pelaksanaan yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. sebagaimana dituntut oleh Permendagri No. Tuntutan kejelasan kewenangan ini sangat mengemuka dalam proses penganggaran. Dari pencermatan jangka waktu rencana. Diantara kerangka regulasi yang ada.1 . dengan sebaik-baiknya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI . sehingga tingkat keberhasilan dari rencana ini akan menentukan pula keberhasilan dari pemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. dalam pelaksanaan RKPD 2008 tentu saja akan memerlukan langkah-langkah taktis strategis. Berdasarkan kedua hal diatas. Hal ini penting untuk dilaksanakan agar tidak menimbulkan bias dalam pengorganisasian anggaran yang berbasis Permendagri 13/2006. Berawal dari kerangka perencanaan (UU 25/2004) sampai dengan kerangka pengendalian dan evaluasi (PP 39/2006). 13 Tahun 2006. Namun demikian. Disisi lain. diketahui bahwa beragam ketentuan hukum (kerangka regulasi) telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di Indonesia. akan memerlukan perumusan tentang pengelompokkan urusan yang bersifat wajib dan/atau pilihan. hingga akhir tahun 2007. RKPD perlu dijabarkan kedalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-APBD) Provinsi Jawa Barat dan Penyusunan Prioritas Plafon Anggaran (PPA).

Langkah-langkah persiapan dimulai sejak tanggal ditetapkan hingga pelaksanaan. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Untuk menjaga efisiensi dan efetivitas pelaksanaan program. APBN/BLN dan sumber lainnya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Kepala Bapeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala SKPD.2 . baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan. setiap Kepala SKPD wajib melakukan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan/Kegiatan Tahun 2008. RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. Dalam upaya sinkronisasi/sinergitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD. setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus membuat Rencana Kerja yang dapat menggambarkan sinergitas program/kegiatan sesui dengan sumber anggaran. Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKPD serta forum penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditujukan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat. 8. Masyarakat dan dunia usaha wajib berperanserta dalam pembangunan. 9. setiap Kepala SKPD wajib melakukan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan melalui upaya koreksi dan melaporkannya secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur melalui Kepala Bapeda. dan hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk periode tahun 2009. 4. Pada akhir tahun anggaran 2008. 5. 7. GUBERNUR JAWA BARAT DANNY SETIAWAN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI . berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2008. 6.

go. link ”Pelayanan Kami” 2.3 . E-mail Bapeda : public@bapeda-jabar.id Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Apabila ada saran dan tanggapan mengenai Draft RKPD Provinsi Jawa Barat 2008 : 1. Pada web Bapeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful