Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

“IMUNISASI ROTAVIRUS”

Disusun Oleh:
Rizka Nurhidayati Nadia 12100116041

Preseptor:
dr. Hana Sofia Rachman., Sp.A

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNISBA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AL – IHSAN
2017
1. Fungsi Probiotik
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup didalam bahan makanan dimana saat
diambil pada kada tertentu sebagai nutrisi, menyediakan penyeimbang (equilibration)
flora usus, dan Karena itu memiliki efek positif terhadap kesehatan tubuh. Probiotik
dipilih dari strain yang paling bermanfaat untuk bakteri usus, yaitu bakteri dari gebus
Bifidobacterium, Lactobacilllus, dan ragi

Kriteria probiotik :
a. Dapat bertahan hidup melaui traktus gastrointestinsal pada pH rendah
b. Melekat ke sel-sel epitel usus
c. Stabil terhadap microflora usus
d. Non-pathogenicity
e. Multiplikasi cepat, baik dengan kolonisasi temporer atau permanen dari traktus
gastrointestinal

Manfaat probiotik :
- Antimikroba
- Immunomodulator  down regulasi proinflammatory cytokine dan upregulation
antiinflamatory cytokine

Mekanime aksi probiotik :


2. Manfaat Zinc :
- Reepitelisasi
- Menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya
- Sintesis protein, pertumbuhan dan diferensiasi sel, fungsi imun dan transport air dan
elektrolit pada usus
- Penting untuk pertumbuhan dan perkembangan flora normal

Zinc mempunyai efek terjadap enterosit dan sel-sel imun yang berinteraksi dengan
agen infeksius pada diare. Zinc terutama bekerja pada jaringan dengan kecepatan
yurnover yang tinggi seperti saluran cerna dan system imun dimana zinc dibutuhkan
untuk sintesa DNA dan protein
Zinc bekerja pada tight junction untuk mencegah meningkatnya permeabilitas
usus, mencegah pelepasan histmain oleh sel mast dan respon kontraksi serta sekretori
terhadap histamin dan serotonin pada usus dan mencegah peningkatan permeabilitas
endotel yang dipicu oleh TNF-alfa yang juga merangsang kerusakan permeabilitas sepitel
usus.
Zinc menstabilkan struktur membrane dan memodifikasi fungsi membrane
dengan cara berinteraksi dengan oksigen, nitrogen, dan ligan struktur makromolekul
hidrofilik serta aktivitas antioksidan.

3. Imunisasi Rotavirus
Pada bulan agustus 1998, vaksin rotavirus hidup, oral, dinamakan vaksin
rotashield mengandung 4 macam serotipe yaitu G1-g4. Tetravalent rhesus based rotavirus
vaccine (RRV-TV) telah diijinkan digunakan untuk bayi di amerika serikat. Vaksin ini
sebaiknya diberikan kepada bayi pada usia 6 minggu-1 tahun. Jadwal yang disarankan
adalah 3 dosis yang diberikan pada usia 6mingu-6bulan , dosis diberikan dengan interval
waktu 3 minggu. Dosis pertama akan meningkatkan kemungkinan terjadinya reaksi
demam. Dosis kedua dan ketiga sebaiknya diberikan sebelum ulangtahun pertama.
Pemeberian imunisasi dengan rutin akan menurunkan jumlah pasien gastroenteritis yang
dirawat di RS dan yang meninggal Karena rotavirus. Pada suatu studi kasus ditemukan
vaksin 75-100% efektif terhadap penyakit rotavirus berat dan 48-66% efektif terhadap
rotavirus dari derajat apapun.
Angka kejadian diare di Indonesia saat ini masih tinggi, dan untuk pencegahan
diare Karena rotavirus, digunakan vaksin rotavirus. Vaksin rotavirus yang beredar di
Indonesia saat ini ada 2 macam. Pertama Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis : pemberian
pertama pada usia 6-14 minggu dan pemberian kedua setelah 4-8 minggu kemudian, dan
dosis ke-3 maksimal pada usia 8 bulan. Kedua, rotarix diberikan 2 dosis, dosis pertama
diberikan pada usia 10minggu dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia
6 bulan). Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebid dari 6-8bulan, maka tidak perlu
diberikan, Karena belum ada studi keamanannya.