Anda di halaman 1dari 54

IR.

SUDIHARTO, MT
Apa yang dimaksud dengan Minyak dan Gas
?
ƒ Minyak dan gas bumi adalah sumber daya alam yang
terdapat di dalam perut bumi.

ƒ Para ilmuwan mempercayai bahwa minyak dan gas


bumi berasal dari decomposisi mahluk hidup (tumbuhan
dan binatang) yang mati dan tertimbun dalam lapisan
batuan sedimen beberapa juta tahun yang lalu.

ƒ Karena adanya tekanan dan temperatur yang sangat


tinggi dalam jangka waktu yang sangat lama maka
material-material organic yang ada akan berubah
menjadi minyak dan gas yang kita temukan pada saat
ini.
Apa yang bisa kita dapatkan dari minyak dan gas
???

When oil is refined, many


products can be
obtained:

Many other materials also


ƒ Energy for power come from petroleum:
ƒ Gasoline for cars
ƒ Diesel fuel for trucks ƒ Plastics
and trains ƒ Materials for clothes
(example: polyester
ƒ Hi-octane fuels for fabrics)
planes ƒ Chemicals for everyday
ƒ Heating oil for houses use
ƒ Paints
Di tempat mana kita dapat mengetahui
Minyak dan Gas Bumi ?

- Gas terproduksikan bersama-sama


dengan minyak (Solution gas drive) Di separator

- Minyak dan gas berdiri sendiri (black oil


& gas cap) dalam satu reservoir.

- Dalam satu barrel minyak terdapat


beberapa SCF gas tergantung dari
tipe reservoir yang terdapat dalam
tanki minyak. (Di tangki minyak)
Dimana kita
mendapatkan Oil and
Gas?
Beberapa orang mempercayai bahwa minyak dan gas
berada dalam satu kolam besar di dalam bumi.

Kenyataannya, sebagian besar minyak terjebak dalam pori-


pori batuan diantara grains of rock atau batu pasir. Pori-pori
batuan berukuran sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata.
Terus, bagaimana kita bisa mendapatkan batuan
yang mengandung minyak ????

1. Minyak dan gas terjebak dalam trapping (jebakan) yang terjadi


secara alamiah di dalam bumi.
2. Trap terdiri dari dome (batuan dasar) dan fault
(patahan/sesar/antiklin). Batuan impermeable (shale) berada
di atas reservoir berfungsi sebagai penjebak minyak dan
gas sehingga tidak berpindah (migration) ke tempat lain.
3. Tanpa traps, minyak dan gas akan berpindah ke permukaan
atau berpindah ke batuan lain untuk akumlasinya.
Contoh cebakan antiklin reservoir minyak
Contoh cebakan antiklin reservoir minyak
Bagaimana kita mendapatkan
reservoir minyak dan gas ?
Ahli geofisika mendapatkan indikasi reservoir dengan menggunakan
gelombang elektromagnetik, suara dsb. Waktu kembalinya
gelombang terekam dalam suatu peralatan yang dipakai.

Data diproses
melalui
kompoter yang
dihubungkan
dengan
peralatan survai
seismik untuk
mendapatkan
data rekaman
batuan dalam
bumi.
CONTOH HASIL REKAMAN SEISMIK
Peta gravitasi udara bebas Cekungan Makassar bagian utara didasarkan data
Geosat dan ERS-1 (Smith dan Sandwell, 1997 dalam Nur’aini et al., 2005) dan
lokasi penampang pemodelan gravitasi.
Regional Seismic Profiles
Regional Seismic Line Muara Sub-Basin
Regional Seismic Line Muara Sub-Basin
Paleoenvironments Correlation
What do we do after we find a reservoir?

? ?
?
?
We Drill Into It ! ! !
PEMBORAN SUMUR
Setelah dilakukan eksplorasi dengan penyelidikan G & G dan menurut
dugaan terdapat kandungan hidrokarbon, maka tahap selanjutnya
adalah tahap pemboran. Pemboran dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

Cable – Tool Drilling

Sebelum orang mengetahui rotary drliing untuk membuat lubang bor ke


dalam bumi, mereka biasa menggunakan bor tumbuk atau biasa
disebut sebagai Cable Tool Drilling. Peralatan dalam bor tumbuk jauh
lebih sederhana dibandingkan dengan rotary drilling, akibatnya
kedalaman yang dicapai pada Cable Tool Drilling juga sangat terbatas.
Saat ini orang tidak lagi menggunakan bor tumbuk untuk mencari
minyak dan gas bumi di dalam bumi.

Rotary Rig Drilling

Pembroran yang dilakukan dengan cara memutar peralatan dengan


mekanisme tertentu sampai kedalaman yang diinginkan.
Teknologi pemboran kemudian berkembang
pesat menjadi pemboran berputar/rotary
drilling yang kita kenal sampai saat ini.

We Drill Into It ! ! !
KONSEP ROTARY DRILLING
SYSTEM

Teknik pemboran
berhubungan dgn segala
konsep, teknik, peralatan
dan material untuk
membuat komunikasi
antara formasi (susunan
batuan) dgn permukaan.

Gambar B: Proses Pengeboran


KOMPLESI SUMUR

Apabila sumur telah dibor


dan mencapai target yang
ditentukan dan dari hasil
test menunjukan hal yang
ekonomis untuk
dikembangkan maka
dilanjutkan dengan operasi
penyelesaian sumur
produksi.

Jika volume minyak dan gas tidak ekonomis untuk dikembangkan


maka sumur akan ditutup atau diabaikan dan akan dibuka kembali
jika terjadi perubahan-perubahan tertentu : harga, kebijakan dll
yang menguntungkan sumur tersebut
Tujuan well completion strategi :

Untuk mendapatkan laju produksi yang optimum


selama masa produksi sumur.

Setiap sumur mempunyai permasalahan berbeda-beda


tergantung keadaan batuan, reservoir, lokasi sumur
(offshore/onshore) dan sebagainya.

Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam


perencanaan penyelesaian sumur, antara lain :
1. Ekonomis
2. Reservoir
3. Mekanis
Ekonomis :
• Laju produksi yang diinginkan
• Investasi yang diperlukan sekecil mungkin

Reservoir:
• Jumlah cadangan gas/minyak di setiap zona lapisan
• Tenaga pendorong reservoir
• Keperluan akan well stimulation
• Keperluan akan pengontrolan pasir

Mekanis :
• Konfigurasi komplesi sumur dibuat sesederhana mungkin
sehingga memudahkan kerja ulang
• Pertimbangan pengangkatan buatan
• Kemungkinan project EOR dimasa yang akan datang
CONTOH KOMPLESI
Well Log Analysis
Sebuah alat log merekam sifat fisik dari formasi-formasi yang
ditembus dalam lubang bor atau bisa disebut sebagai
karakteristik geometrik dari lubang sumur sebagai fungsi
kedalaman. Wireline logging biasanya dilakukan dengan
memasukkan alat ke dalam lubang sumur bor yang umumnya
dilakukan setelah drillstring diangkat.

Openhole logging mengukur sifat formasi dengan


menggunakan listrik, nuklir, radioaktif, dan akustik. Wireline
service biasanya termasuk pangambilan sampel berupa
serpihan dari formasi maupun fluida yang terkandung dan
juga pengukuran tekanan
Well Logging

Preston Well Kanawha Well


-Gamma Ray Logs
-Gamma Ray Logs -Density Porosity Logs
-Density Porosity Logs -Neutron Porosity Logs
-Neutron Porosity Logs -Temperature Log
-Sonic Gas Detector
-Induction Logs
-Bulk Density Log
Peralatan Logging

SHALE FORMATION
POROSITY FROM NEUTRON LOG
001) BONANZA 1
GRC ILDC RHOC DT
0 150 0.2 200 1.95 2.95 150 us/f 50
SPC SNC CNLLC
-160 MV 40 0.2 200 0.45 -0.15
ACAL MLLCF
6 16 0.2 200
CNLLC
10700
0.45 -0.15

10800

Neutron
10900
Log
Schematic Reservoir Layering Profile
in a Carbonate Reservoir
Flow unit
Baffles/barriers

SA -97A SA -356 SA -71 SA -344 SA -348 SA -37


SA -251 SA -371 SA -346

3150 3150 3100 3100 3250


3200 3150
3100
3200
3150
3200 3200 3150 3300
3250 3200
3150

3250
3250 3250 3200
3300 3250 3250

3200

3300 3300 3250


3350 3300

3250

3350 3350

From Bastian and others


PENGUJIAN SUMUR
ƒ Tujuan utama dari suatu pengujian sumur hydrocarbon atau yang
telah dikenal luas dengan sebutan “Well Testing”, adalah untuk
menentukan kemampuan suatu lapisan atau formasi untuk
berproduksi. Apabila pengujian ini dirancang secara baik dan
memadai, kemudian hasilnya dianalisa secara tepat, banyak sekali
informasi-informasi yang sangat berharga akan didapatkan, seperti :

1. permeabilitas efektif fluida


2. kerusakan atau perbaikan formasi di sekeliling lubang bor yang
diuji
3. tekanan reservoir
4. batas suatu reservoir,
5. bentuk radius pengurasan dan juga keheterogenan suatu lapisan
dsb.
Produksi Migas
Setelah tahap pemboran dan komplesi selesai, maka sumur
baru dapat diproduksikan. Pada awal-awalnya, bila tekanan
statik dasar sumur cukup besar, maka produksi dapat
berlangsung secara spontan tanpa bantuan energi dari luar
atau sering disebut dengan “natural flowing”.

Dengan berjalannya waktu maka tekanan reservoir akan


menurun, untuk dapat mempertahankan laju produksi yang
telah digariskan, maka sumur-sumur diberikan sistem
pengangkatan buatan atau yang sering disebut dengan
“artificial lift”
PENGANGKATAN BUATAN (ARTIFICIAL LIFT)

Dengan berjalannya waktu maka tekanan reservoir akan


menurun, untuk dapat mempertahankan laju produksi
yang telah digariskan, maka sumur-sumur diberikan
sistem pengangkatan buatan atau yang sering disebut
dengan “artificial lift”

Peralatan bawah permukaan dari Artificial Lift akan dibahas


hanya 4 peralatan produksi pembantu, yang terdiri dari :
1. Sucker Rod Pump (Pompa Angguk)
2. Electric Submersible Pump (ESP) Equipment
3. Gas Lift Equipment
4. Hydraulic Pump Equipment
POMPA ANGGUK

2/3 sumur artificial lift di dunia dan 85 % di USA menggunakan SRP,


namun SRP tidak memproduksikan oil yang terbesar karena yang
terbanyak hanya berproduksi 3 – 100 bopd.
JENIS SRP SECARA UMUM
Keuntungan SRP :
1. Tidak mudah rusak
2. Mudah diperbaiki di lapangan
3. Fleksible terhadap laju produksi, jenis fluida dan
kecepatan bisa diganti.
4. Keahlian orang di lapangan sangat baik pada umumnya.
5. Dari jauh akan terlihat kalau pompa macet dan tidak
terlihat naik turun.
6. Harganya relatif murah.

Keburukan :
1. Unitnya berat, tempat luas dan transportasi sulit.
2. Tidak bisa untuk sumur miring/offshore
3. Butuh unit besar sekali untuk laju produksi besar dan
sumur dalam.
Komponen SRP
API standard untuk Type Pompa, misalnya:
C – 160D – 173 – 64
Artinya
C = Conventional unit
M = Mark II
A = Air Balance
D = Double reduction gear reduction
160 = Peak torque rating, x 1000 in-lb
173 = Polished Rod Load rating, x 100 lb
64 = Panjang stroke maximum, inc
Alat-Alat Bawah Permukaan

Gambar diatas memperlihatkan gerakan keatas dan kebawah pada


plunger pompa (satu cycle pompa)
Ada dua macam pompa yaitu :
• Tubing pump
• Rod pump
Electric Submersible Pump
(ESP) Equipment

ESP yang biasa disebut Reda – pump, karena pembuat


pompa yang paling terkenal adalah dari Reda ini
menggunakan prinsip sentrifugal, di mana rotor nelenparkan
fluida ke samping, kemudian ditangkap oleh sudu-sudu
stator yang diarahkan kembali ke bagian tengah yang
diterima oleh rotor berikutnya di sebelah atas. Demikian
seterusnya, sehingga fluida tersebut mempunyai energi
untuk mengalir ke permukaan (lihat Gambar di bawah).
UNIT POMPA ESP (REDA)
Bentuk dari pompa yang merupakan serangkaian susunan
sudu-sudu stator dan rotor yang disebut sebagai diffuser
dan impeller

Diagram Pompa ESP Impeller dan Difusser


Hal sangat penting dalam ESP adalah kabel, di mana selain
mampu mengalirkan arus sebesar yang diperlukan oleh
motor, kabel tersebut harus dijaga dan dilindungi agar tidak
rusak akibat benturan dan pekerjaan-pekerjaan mekanik
lainnya.

Bentuk-Bentuk Kabel ESP


Kabel Protector
Gas Lift Equipment

Gas lift pada prinsipnya mencampurkan gas ke dalam


sistem fluida agar didapat densitas sistem yang lebih
ringan sehingga memberikan Pwf yang kecil agar didapat
drawdown yang benar.

Cara memasukkannya ke dalam sistem bagian bawah


lubang produksi bisa melalui tubing atau melalui annulus
seperti terlihat pada Gambar di bawah ini
Jenis Gas Lift
Keterangan gas yang tersebar di dalam fluida adalah
cara menurunkan densitas yang terbaik, maka di
bagian pelepasan gas diperlukan alat khusus yang
diesbut port atau operating valves. Beberapa prinsip
yang dikenal adalah :

Brear Oil Ejector, Gambar (a)


Frizell Method, Gambar (b)
Pohle Process of Elevating Liquids, Gambar (c)
Fertig Ejector, Gambar (d)
Harris air, Gambar (e)
Office Inserts, Gambar (f)
Konfigurasi Gas Lift
PRODUKSI TAHAP LANJUT (ENHANCED
OIL RECOVERY/EOR)

Konsep Dasar EOR

Untuk Proses EOR biasanya digunakan setelah primary


recovery berlangsung (membuat minyak yang tak dapat
bergerak menjadi bergerak lagi). Ini dicapai oleh
pemambahan pendesakan minyak dan efisiensi
penyapuan volumetrik. Efisiensi pedesakan minyak
bertambah dengan berkurangnya viskositas minyak
(thermal and miscible flooding) atau dengan reduksi
tekanan kapiler atau tegangan permukaan (chemical and
miscible flooding). Efisiensi penyapuan volumetrik
meningkat oleh adanya penurunan viskositas dengan
pendesakan agent (polymer flooding). Semua proses EOR
membutuhkan kesabaran dan kesiapan menanggung
resiko.
Metoda EOR biasanya terbagi menjadi Empat kategori, yaitu :

• Water Flooding
• Metoda thermal, bisa dilakukan dengan injeksi uap secara kontinu,
cyclic injeksi uap (atau huff-and-puff), dan in-situ combution
• Injeksi kimia, seperti polymer, surfactant-polymer, dan injeksi caustic
(soda)
• Miscible displacement, seperti karbon dioksida, miscible hidrokarbon,
dan injeksi gas inert.

Ringkasan dari proses EOR dapat diperlihatkan pada gambar di bawah.


Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa proses perolehan minyak dapat
di bagi menjadi dua perioda, yaitu perolehan minyak secara konvensional
dan perolehan minyak tahap lanjut. Primary recovery yang terdiri dari
natural flow dan artificial lift dan secondary recovery yang terdiri dari water
flood dan pressure maintenantce tergolong dalam perolehan secara
konvensional. Sedangkan injeksi thermal, injeksi gas, injeksi kimia dan
injeksi microba tergolong dalam perolehan minyak tahap lanjut.
Metoda Perolehan Minyak
THE END