Anda di halaman 1dari 2

Tuhan Adalah Gembalaku Allah menuntun kita dengan kebutuhan umatNya bukan saja

(Mazmur 23) kasihNya yang besar hanya untuk dapat hidup namun
Mazmur ini sangat menarik untuk lebih dari itu agar umatNya
Salah satu metafora yang sangat kita renungkan, ketika Allah mengenal jalan kebenaran.
terkenal dalam Alkitab yang digambarkan hadir sebagai Gembala Allah satu-satunya yang akan
menunjukkan kebaikan, ditengah-tengah kehidupan umatNya menuntun kita masuk ke Rumah
perlindungan, pemeliharaan Tuhan terlebih jika kita merenungkannya ke Tuhan
atas umatNya adalah melalui dalam kehidupan pribadi kita
hubungan antara seorang gembala masing-masing. Sebagaimana yang Memang benar “ada banyak jalan ke
dengan domba-dombanya. Dalam diungkapkan Tuhan Yesus menjadi Roma” namun ke Rumah Tuhan
Mazmur 23 ini diungkapkan Gembala yang memberikan hanya ada satu dan yang tahu kesitu
bagaimana Tuhan nyawanya bagi domba-dombanya hanyalah Tuhan Yesus. Inilah yang
bekerja dalam kehidupan Daud (Gembala yang baik), bahwa Allah harus kita syukuri sebagai anak-anak
seperti seorang Gembala untuk adalah satu-satunya “Jalan Allah bahwa kita dituntun memasuki
menuntun Daud dalam setiap kebenaran dan hidup” di luar Tuhan Rumah Tuhan (ay. 6). Bagaimanapun
perjalanan kehidupannya. Tuhan mustahil kita dapat menjalani jalan suka dan duka yang kita jalani dalam
Yesus sendiripun sangat jelas yang benar dan mendapatkan hidup. hidup ini, namun tetap kita akan
mengungkapkan metafora seperti ini Sebab hidup seekor domba meninggalkan hidup di dunia ini.
tentang kehadiranNya dan tergantung kepada gembala yang Dengan penggembalaan Tuhan kita
kedatanganNya ke dunia ini: “Akulah menuntunnya, namun Tuhan Yesus dituntun meninggalkan dunia ini
gembala yang baik. Gembala yang lebih dari penuntun saja tetapi Ia memasuki Rumah Tuhan.
baik memberikan nyawanya kepada menjadi gembala yang memberikan
domba-dombanya” (Yoh. 10: 11). nyawaNya bagi keselamatan domba- Roh Kudus adalah kekuatan dan
Dalam metafora ini ada benang dombaNya. Maka tidak ada lagi kasih kuasa Tuhan yang akan menuntun
merah yang sangat indah bahwa yang lebih besar yang dapat kita tetap di jalan yang benar
ketika Daud mengakui bahwa Allah melampaui gembala yang mau Gada dan tongkat adalah wibawa
adalah Gembala, dan Tuhan Yesus memberikan nyawanya bagi domba- kuasa Tuhan yang akan menuntun
mengatakan bahwa Akulah Gembala dombanya yaitu Tuhan Yesus kita tetap di jalan yang benar, maka
yang baik. Kita akan mencoba Kristus. Tuhan bukan menuntun kita di dalam ancaman bahaya akan
melihat beberapa hal yang boleh kita seperti gembala gajian namun Allah merangkul dan menyelamatkan kita
renungkan dari nats ini: menggembalakan kita sebagai dengan Gada dan TongkatNya.
domba kepemilikanNya. Tuhan-lah Wibawa dan kuasa Allah diberikan
yang akan mencukupkan segala kepada umatNya yaitu melalui Roh
Kudus yang menjadi sumber dari Tuhan oleh karena persekutuan
kekuatan, pertolongan dan dengan Tuhan yang akrab.
penghiburan dari Tuhan (2 Tim. 1:7;
Yoh 14:26). Ada banyak ancaman Itulah hidup orang-orang
dan bahaya yang dapat membuat kita percaya yang digembalakan oleh
keluar dari jalan Tuhan, namun Tuhan. Namun kita harus ingat
Tuhan memberikan RohNya kepada bahwa ada banyak gembala-gembala
kita untuk tetap dapat berjalan penyesat dalam hidup ini yang
bersamaNya. Itulah kuasa Allah yang mungkin akan menawarkan kita
besar yang dicurahkan kepada kita akan keselamatan dan kehidupan,
yang percaya pada Tuhan Yesus namun semuanya itu akan menuntun
Kristus. kita kepada kebinasaan, seperti
domba-domba yang dituntun
Tuhan melimpahi kita dengan ke Rumah pemotongan. Tetapi
sukacita hanya ada satu Gembala Agung yang
Jaminan keselamatan Tuhan berikan memberikan keselmatan, kehidupan
kepada kita, sekalipun kita hidup dan menuntun kepada jalan yang
dalam ketidakadilan, penindasan, benar yaitu Tuhan Yesus Kristus
krisis dan kebencian dari orang- yang akan menggembalakan kita
orang yang tidak mengenal Tuhan. sampai kepada Rumah Tuhan.
Sebab kita adalah “tamu Allah” yang
meminyaki kepala kita dengan
minyak dan piala kita tetap terisi
penuh. Tuhan tidak akan biarkan
‘tamunya” tinggal dengan
kegelisahan dan kekawatiran.
Namun Ia akan senantiasa
memberikan berkatNya pada kita
sehingga sukacita kita tidak akan
pernah hilang. Itulah berkat yang
terbesar dari Allah bahwa kita
dilimpahi sukacita yang menetap