Anda di halaman 1dari 5

LUKA BAKAR DERAJAT I DAN II

No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal :
Terbit
SOP
Tanggal :
berlaku
Halaman :

UPT Dr.Suriani
Puskesmas NIP. 196212261999032001
Sangatta Selatan

1. Pengertian Luka bakar (burn injury) adalah kerusakan kulit yg disebabkan kontak
dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan
radiasi.
Luka bakar derajat I, kerusakan terbatas pada lapisan epidermis
(superficial), kulit hiperemi berupa eritema, perabaan hangat, tidak
dijumpai bulla, terasa nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik
teriritasi.
Luka bakar derajat II, Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian
dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. Terdapat
bullae dan nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik yang teriritasi.
Dibedakan atas 2 bagian :
a. Derajat II dangkal/superficial (IIA). Kerusakan mengenai
bagian epidermis dan lapisan atas dari corium/dermis.
b. Derajat II dalam/deep (IIB). Kerusakan mengenai hampir seluruh
bagian dermis dan sisa-sisa jaringan epitel masih sedikit. Organ-oran
kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebacea
tinggal sedikit sehingga penyembuhan terjadi lebih dari satu bulan
dan disertai parut hipertrofi.
2. Tujuan Agar petugas medis dan paramedis dapat memahami dan
memberikan penanganan yang tepat pada pasien
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas …………. Nomor…… tentang
4. Referensi  Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer
 Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2, FKUI.
5. Alat Dan Bahan Alat :
- Obat-obatan
- Cairan infus
- Spignomanometer
- Kateter Foley
Bahan
- RM Pasien
- Pulpen

6. Prosedur 1. Petugas menerima pasien.


2. Jika pasien masih terbakar/terpapar api, pertama kali yang harus
dilakukan adalah menjauhkan pasien dari sumber trauma,
memadamkan api dengan menyiram pasien dengan air, kecuali
jika luka bakar >10%.
3. Petugas melakukan anamnesis singkat tentang jenis trauma yang
menimbulkan luka bakar, waktu terpapar trauma, dan
kemungkinan adanya trauma inhalasi
4. Petugas memeriksa jalan napas pasien untuk mencari tanda
obstruksi jalan napas.
5. Jika ada obstruksi akibat trauma inhalasi jalan napas dibersihkan
dengan suction lalu pasien diberi oksigen 6L/menit masker lalu
pasien dirujuk secepatnya setelah terpasang jalur intravena
6. Petugas menilai dengan cepat tanda vital pasien, derajat dan
luas luka bakar dengan rule of nine untuk dewasa dan rumus
Lund dan Browder untuk anak.
7. Petugas memasang jalur intra vena untuk resusitasi cairan
dengan Ringer Laktat atau kristaloid lainnya untuk luka bakar
derajat 2 atau 3 dengan menggunakan rumus hitungan Baxter
berdasarkan luas luka bakar:
HARI PERTAMA:
Dewasa : Ringer Laktat sebesar luka bakar x BB (kg) x 4 cc
Anak : Ringer Laktat: Dextran = 17 : 3
2cc x BB (kg) x % luka bakar + kebutuhan faali
Kebutuhan faali anak:
< 1 tahun : berat badan x 100 cc
1 – 3 tahun : berat badan x 75 cc
3 – 5 tahun : berat badan x 50 cc
Separuh jumlah cairan ini diberikan dalam 8 jam pertama,
sisanya dalam 16 jam berikutnya.
HARI KEDUA:
Jumlah kebutuhan cairan hari kedua diberikan setengah dari
jumlah hari pertama. Khusus untuk anak hanya diberikan
sejumlah kebutuhan faali
8. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki
untuk mencari tanda trauma lain yang ada pada tubuh.
9. Petugas memasang kateter urin jika pasien diberi terapi cairan
untuk memantau diuresis.
10. Petugas memberikan analgetik untuk pasien
11. Petugas memberikan krim silver sulfadiazin 1% atau silver nitrat
0,5%, atau salep MEBO di tempat luka bakar pasien.
12. Petugas membalut luka bakar dengan kassa gulung kering steril
13. Petugas memberikan antibiotik spektrum luas pada luka bakar
sedang dan berat.
14. Pasien dirujuk bila :
1. Pasien syok atau luka bakar >10% pada anak atau >15%
pada dewasa
2. Mengalami edema laring akibat trauma inhalasi, atau ada
trauma lain yang perlu dirujuk (contoh, fraktur)
3. Luka bakar pada wajah, mata, tangan, kaki, atau perineum
4. Cedera luka bakar akibat listrik
15. Petugas menulis hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosa
dan terapi ke dalam rekam medik.
16. Petugas menandatangani rekam medis.
17. Petugas menulis hasil diagnose pada buku register.
3 Diagram Alir
Petugas melakukan Petugas menanyakan keluhan
Petugas menerima anamnesa pada pasien utama pasien
pasien

Petugas menegakkan Petugas melakukan Petugas melakukan


diagnosa pemeriksaan fisik pemeriksaan vital sign

Petugas mencatat hasil


Petugas memberikan di rekam medik menulis diagnose
terapi berdasarkan pasienkebuku
hasil pemeriksaan dan register.
diagnosa

4 Unit Terkait - Poli Umum


- IGD
- Apotik
5 DokumenTerkait - Rekam Medik
- Register
- Blanko resep

6 Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
LUKA BAKAR DERAJAT I DAN II
No. :
Dokumen
No. Revisi :
Tanggal :
DAFTAR
Terbit
TILIK
Tanggal :
berlaku
Halaman :

UPT Dr.Suriani
Puskesmas NIP. 196212261999032001
Sangatta Selatan

No Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak


Berlaku
1 Apakah petugas menerima pasien?
2 Apakah jika pasien masih terbakar/terpapar api, pertama
kali yang harus dilakukan adalah menjauhkan
pasien dari sumber trauma, memadamkan api
dengan menyiram pasien dengan air, kecuali jika
luka bakar >10%?
3 Apakah petugas melakukan anamnesis singkat tentang
jenis trauma yang menimbulkan luka bakar,
waktu terpapar trauma, dan kemungkinan adanya
trauma inhalasi?
4 Apakah petugas memeriksa jalan napas pasien untuk
mencari tanda obstruksi jalan napas?
5 Apakah jika ada obstruksi akibat trauma inhalasi jalan
napas dibersihkan dengan suction lalu pasien
diberi oksigen 6L/menit masker lalu pasien
dirujuk secepatnya setelah terpasang jalur
intravena?
6 Apakah petugas menilai dengan cepat tanda vital pasien,
derajat dan luas luka bakar dengan rule of nine
untuk dewasa dan rumus Lund dan Browder
untuk anak?
7 Apakah petugas memasang jalur intra vena untuk
resusitasi cairan dengan Ringer Laktat atau
kristaloid lainnya untuk luka bakar derajat 2 atau
3 dengan menggunakan rumus hitungan Baxter
berdasarkan luas luka bakar?
8 Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik dari kepala
sampai kaki untuk mencari tanda trauma lain
yang ada pada tubuh?
9 Apakah petugas memasang kateter urin jika pasien diberi
terapi cairan untuk memantau diuresis?

10 Apakah petugas memberikan analgetik untuk pasien?


11 Apakah petugas memberikan krim silver sulfadiazin 1%
atau silver nitrat 0,5%, atau salep MEBO di
tempat luka bakar pasien?
12 Apakah petugas membalut luka bakar dengan kassa
gulung kering steril?

13 Apakah petugas memberikan antibiotik spektrum luas


pada luka bakar sedang dan berat?
14 Apakah pasien dirujuk bila :
1) Pasien syok atau luka bakar >10% pada
anak atau >15% pada dewasa
2) Mengalami edema laring akibat trauma
inhalasi, atau ada trauma lain yang perlu
dirujuk (contoh, fraktur)
3) Luka bakar pada wajah, mata, tangan, kaki,
atau perineum
4) Cedera luka bakar akibat listrik?
15 Apakah petugas menuliskan hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan tata laksana pada rekam
medis?
16 Apakah petugas menandatangani rekam medis?
17 Apakah petugas menulis hasil diagnose pada buku
register.

CR: …………………………………………%.

Sangatta,………………………………
Pelaksana/Auditor

(………………………………)